BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Perilaku Jamaah Haji Non-Kuota Tak Terpuji, Main Rebut Tenda Jamaah Haji yang Resmi
Total Views: 2227 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

ts4l4sa - 19/10/2012 06:53 AM
#1
Perilaku Jamaah Haji Non-Kuota Tak Terpuji, Main Rebut Tenda Jamaah Haji yang Resmi
Perilaku Jamaah Haji Non-Kuota Tak Terpuji, Main Rebut Tenda Jamaah Haji yang Resmi

Kemenag Waspadai Serbuan Jamaah Nonkuota, Agar Tak Sampai Serobot Tenda
Minggu, 14 Oktober 2012 , 08:32:00

JAKARTA - Mendekati puncak ibadah haji, Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengantisipasi serbuan jamaah haji Indonesia nonkuota. Belajar dari pengalaman selama ini, mereka kerap berulah dengan nekat menyerobot tenda untuk jamaah haji resmi. Dihubungi kemarin (13/10) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag Anggito Abimanyu menuturkan, sampai saat ini pihaknya memang belum menerima laporan adanya gangguan jamaah haji nonkuota. "Tapi, karena setiap tahun selalu ada (jamaah haji nonkuota, Red), kami sudah membuat antisipasi," katanya.

Kemenag memperkirakan, masa rawan serbuan jamaah haji nonkuota adalah ketika para jamaah memasuki tenda di Arafah untuk bersiap melaksanakan wukuf. Tidak jarang terjadi sedikit pertikaian antara jamaah haji resmi dan yang nonkuota. Untuk musim haji 2012 ini, wukuf dilaksanakan pada Kamis, 25 Oktober. Anggito mengatakan, antisipasi yang dia jalankan berbekal data pokok jumlah jamaah haji Indonesia resmi. "Data pokok ini, antara lain, jumlah jamaah yang mendapatkan visa langsung dari KBSA (Kedutaan Besar Saudi Arabia, Red)," ujarnya. Mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan itu menjelaskan, seluruh petugas haji di kawasan Arafah dan sekitarnya akan dilibatkan untuk menghalau jamaah haji nonkuota. Dengan demikian, mereka tidak sampai masuk tenda jamaah haji resmi. "Inti upaya ini adalah memberikan hak kepada jamaah haji resmi untuk bisa menempati tendanya. Jangan sampai hak itu diserobot jamaah haji nonkuota," tandasnya.

Soal keberadaan jamaah haji nonkuota, Anggito mengatakan sulit mendeteksi mengapa mereka bisa terbang dari Indonesia ke Arab Saudi tanpa melewati Kemenag. Dia juga mengakui tak mengetahui apakah keberangkatan mereka melibatkan pegawai Kemenag atau tidak. Namun, dia berjanji menindak tegas pegawai Kemenag yang menjadi calo atau makelar haji nonkuota. Pada musim haji 2011, jamaah haji nonkuota mulai menyerbu tenda jamaah haji resmi sekitar sepekan sebelum pelaksanaan wukuf. Tidak tanggung-tanggung, jumlah mereka lebih dari dua ribu orang. Selain kerap mengganggu di tenda, keberadaan jamaah haji nonkuota sering merepotkan petugas haji ketika telantar di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Begitu juga ketika mereka tersesat di Masjidil Haram. Diperkirakan jamaah haji nonkuota muncul karena longgarnya imigrasi Indonesia dan terbukanya akses memperoleh visa haji di KBSA tanpa melalui Kemenag. Selain itu, dampak panjangnya antrean jamaah haji reguler yang saat ini mencapai rata-rata 15 tahun.
http://www.jpnn.com/read/2012/10/14/143251/Kemenag-Waspadai-Serbuan-Jamaah-Nonkuota-

Perilaku Jamaah Haji Non-Kuota Tak Terpuji, Main Rebut Tenda Jamaah Haji yang Resmi
Tenda jamaah haji di Mina

Di Daerah, Haji non-Kuota Rawan Penipuan
Kamis, 15 Agustus 2012 | 12:41:10 WIB

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan masyarakat untuk waspada aksi penipuan terhadap jamaah haji non-kuota, terutama di daerah-daerah. Saat ini, masih banyak biro perjalanan haji yang menyalahgunakan kewenangannya itu. Menteri Agama (Manag) Suryadharma Ali, menyebutkan, pada pelaksanaan haji 2011, sedikitnya 5.000 jamaah haji non-kuota diberangkatkan. Sejumlah biro perjalanan haji memberikan pelayanan kepada mereka kualitas jauh dari standar Kemenag, dari soal akomodasi hingga pemulangan mereka. ‘’Bisa dibilang haji non-kuota ini adalah lahan penipuan," katanya, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/8).

Untuk mengantisipasi kerugian jamaah haji non-kuota itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Menko Kesra dan Kemenkes. ‘’Karena penyelenggraan haji non kuota nyata-nyata lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya," ujar SDA, sapaan akrab Ketua Umum DPP PPP itu.Soal permintaan pemerintah RI kepada Arab Saudi agar diberikan tambahan kuota haji sebanyak 30 ribu Jamaah, sejauh ini belum direspon. "Kita harap dalam waktu dekat Pemerintah Arab Saudi segera memberikan jawabannya," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenag juga berjanji akan meningkatkan pelayanan perbankan catering yang selalu dianggap bermasalah dari tahun ke tahun. "Untuk catering Kemenkes akan mengirimkan tenaga kesehatan untuk menguji kelayakan catering bagi jamaah," tegasnya. Di tempat sama, Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan persiapan dalam menghadapi musim haji pada tahun ini. Pihaknya juga memastikan, penyediaan vaksin gratis berikut alot suntiknya untuk calon jamaah haji. "Kami sudah melakukan pembinaan terhadap para tenaga kesehatan untuk membantu keperluan para jamaah haji yang berusia lanjut," katanya.Sekedar diketahui, pada musim haji tahun ini, Pemerintah Indonesia akan memberangkatkan sekitar 211.000 orang jamaah haji. Pemberangkatan untuk kloter pertama akan dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2012, pemulangan kloter pertama, 31 Oktober dan pemulangan kloter akhir 29 November 2012
http://www.beritawmc.com/2012/08/15/di-daerah-haji-nonkuota-rawan-penipuan


Calon Haji Non-kuota Bakal Dicegah Imigrasi
Jumat, 29 Juni 2012 | 03:16 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Bila tahun ini anda hendak pergi berhaji melalui jalur nonkuota, sebaiknya pikirkan ulang rencana itu. Di meja imigrasi bandara akan ada saringan khusus yang akan memastikan tidak ada calon jemaah haji non kuota yang lolos.Aturan mengenai saringan khusus imigrasi ini tercantum dalam RPP Haji 2012. Payung hukum teknis penyelenggaraan ibadah haji ini segara disahkan Presiden SBY. "Haji non-kuota itu jangan sampai lolos. Nanti itu akan disaringnya di imigrasi," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/6). Pada prinsipnya praktek haji non kuota adalah ilegal sebab para peserta tidak termasuk dalam kuota resmi yang disepakati. Calon jamaah pesertanya juga sangat dirugikan sebab tidak ada jaminan dari penyelenggaranya untuk bisa berangkat. "Jadi haji-haji semacam ini rawan penipuan. Bila terjadi penipuan begitu, yang dianggap lalai menag. Padahal mereka bukan haji yang dikelola kementerian agama," ujar Suryadharma.

Warga masyarakat agar selalu mewaspadai ajakan haji melalui jalur demikian. Biasanya iming-iming yang pihak penyelenggara sodorkan adalah aneka kemudahan prosedur dari yang seharusnya. "Kadang masyarakat dibohongi silakan daftar, mengaku kenal menag, kenal pejabat Saudi dan sebagainya. Gitu akhirnya bisa membuat orang terkecoh," papar Menag. Mengenai kuota haji musim tahun ini, yang Indonesia mendapatkan 211 ribu. Kuota itu terbagi 194 ribu untuk haji reguler dan 17 ribu untuk haji khusus yang diadakan oleh perusahaan-perusahaan. "Kalau ada tambahan, biasanya 10 ribu. Itu prioritasnya buat jamaah haji lanjut usia, sebab biasanya mereka sudah menunggu belasan tahun," jelasnya.
http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1877300/calon-haji-non-kuota-bakal-dicegah-imigrasi

--------------

Berhaji itu niat utamanya memohon ampunan ke Allah, dan untuk pergi kesana tentulah harus dilakukan dengan cara-cara yang benar, bukan asal berangkat meskipun cara yang ditempuh itu telah diketahui adalah jalan yang bathil. Apalagi kalau sampai mendzolimi hak jamaah haji lainnya. Terus kalau begitu, apa artinya berhaji kalau ternyata belum mampu secara rohaniyah?
ts4l4sa - 19/10/2012 06:58 AM
#2

Perilaku Jamaah Haji Non-Kuota Tak Terpuji, Main Rebut Tenda Jamaah Haji yang Resmi
Jamaah haji di tenda di Padang Arafah

Di musim haji tahun lalu, Marak Jamaah Haji Non-Kuota, bahkan dari anggota DPR pun ada
Jemaah Haji Nonkuota Tiba di Mekah

MEKAH – Menjelang puncak haji, kedatangan jemaah haji nonkuota mulai terlihat ditandai kedatangan Karsa Bin Lakiman, 71, yang mengaku berasal dari Banten, Kamis (28/10).Karsa diantar ke Daerah Kerja (Daker) Mekah oleh petugas dan ketika ditanya petugas mengaku bertolak ke tanah suci melalui jasa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Marifat.Ia tampak kebingungan menjawab pertanyaan sejumlah petugas. Sesekali ia menjawab pendek dengan bahasa sunda, tentang kenapa ia bisa sampai berada di Daker . Karsa pun tidak pandai berbahasa Indonesia. Jawabannya juga membingungkan.

Ia sempat mengatakan ditahan selama empat hari di Jeddah. Namun keterangan dari pihak Yayasan Marifat, rombongan mereka baru tiba beberapa jam yang lalu di Arab Saudi.Untuk memperoleh jawaban memuaskan tentang bagaimana sebenarnya yang terjadi pada diri Karsa juga sulit diperoleh dari Mulyati, yang mengaku dari pihak yayasan Marifat untuk menjemput bapak tua itu.Namun belakangan jawabannya, berubah, dan hanya mengatakan, ia cuma dititipkan saja oleh KBIH Yayasan Marifat.Karsa berangkat ke tanah suci melalui jalur nonkuota dengan biaya Rp55 juta.

Tetapi sesampainya di Jeddah, ia terpisah dan kemudian dititipkan ke mobil rombongan UPG 22 Gorontalo, kata petugas Pengamanan sector 2 Muhammad Alkis. Ketua Yayasan Marifat, Kholilah mengatakan, akan menjemput Karsa untuk umroh menyusul rombongannya. Ketika ditanya, apakah KBIH boleh mengorganisir perjalanan ibadah haji, Kholilah mengakui sebenarnya tidak diperbolehkan. KBIH Marifat baru kali pertama memberangkatkan jamaah menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci, membawa 97 jemaah, dan menempati pemondokan di Rehab Al Azhar.
http://www.dakta.com/berita/internasional/6472/jemaah-haji-nonkuota-tiba-di-mekah.html/


Ada 170 Visa Nonkuota Dompleng Rombongan DPR
Jumat, 05 November 2010, 04:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH – Ada 170 orang yang mendapatkan visa haji nonkuota bersama anggota DPR yang bertugas mengawasi penyelenggaraan haji tahun ini."DPR berangkat ke Tanah Suci untuk melakukan tugas pengawasan, tentunya dengan biaya mereka sendiri. Bukan biaya dari Kementerian Agama", ujar Menteri Agama Surya Dharma Ali, di Makkah, Rabu (3/11) sore. Amirul Haj itu mengatakan adalah hak anggota DPR membawa istri atau kerabatnya ikut berangkat haji. ‘’Saya kira wajar saja mereka datang, asal sesuai dengan ketentuan,’’ ujar Surya.

Anggota DPR dan kerabatnya itu berhaji tidak menggunakan kuota haji. Itu artinya mereka berangkat sebagai haji nonkuota, yang selama ini ditentang oleh Kementerian Agama. Kementerian Agama terus berupaya memperkecil jumlah haji nonkuota.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/11/05/144640-ada-170-visa-nonkuota-domple ng-rombongan-dpr


Saudi Diminta Hentikan Keluarkan Visa Haji non Kuota
25 October 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi diminta untuk segera menghentikan praktik pemberian visa untuk haji di luar kuota. Ketua Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Mayjen (Purn) Kurdi Mustofa, mengungkapkan seharusnya visa non kuota diberikan hanya untuk warga Negara Indonesia (WNI) yang harus pergi ke Saudi dalam musim haji karena penugasan khusus. “Sebaiknya dihentikanlah, karena haji non kuota saat berangkat ke Saudi, yang kena juga Pemerintah RI,” ujar Kurdi, Selasa (25/10).

Kurdi menduga ada oknum di Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi yang terlibat saat mengurus visa yang berada di luar jamaah haji khusus dan reguler tersebut. Sehingga, meski Pemerintah Saudi sudah menetapkan kuota sebanyak 220.000 orang untuk musim ini, visa tersebut bisa keluar. Menurutnya, memang banyak perusahaan biro perjalanan haji dan umrah yang memiliki akses untuk mengurus haji non kuota tersebut. Perusahaan inilah yang disebut memiliki akses ke dalam lingkungan Kedubes Saudi.

Sehingga banyak jamaah yang memercayakan keberangkatannya meski melalui visa haji non kuota. “Beruntung kalau perusahaannya bagus dan masih bisa menjamin akomodasi selama di sana. Kalau tidak kan kasihan,” kata Kurdi. Oleh karena itu, Kurdi meminta agar Pemerintah Kerajaan Saudi mengevaluasi Kedutaan Besarnya di Indonesia dalam mengeluarkan visa haji non kuota. Sebaiknya, visa non kuota hanya diberikan untuk warga yang memang memiliki tugas pada musim haji kali ini. Seperti anggota DPR-RI, BPKP, BPK, atau petugas KPK. Dengan demikian, semua jamaah haji pun dapat terurus di Tanah Suci karena sudah terdata oleh Kementerian Agama Pemerintah RI.
http://www.jurnalhaji.com/saudi-diminta-hentikan-keluarkan-visa-haji-non-kuota/
delanies - 19/10/2012 07:21 AM
#3

nggak yakin dapet haji mabrur kalo cara2 yang di pake malah merugikan atau membuat orang lain teraniaya...
priyatin - 19/10/2012 07:35 AM
#4

krupukalengan - 19/10/2012 07:37 AM
#5

Udah ditanah suci kok berani pake cara2 yg ga baik. Kebiasaan jelek di tanah air dibawa2. Mana bisa mabrur?
kobryant - 19/10/2012 07:43 AM
#6

Yang penting berangkat dan dapat gelar haji, supaya semua orang kagum, tapi tidak ada artinya untuk Allah, cuma nambah dosa aja...
kerajaan.sorga - 19/10/2012 07:44 AM
#7

nubisenior - 19/10/2012 07:55 AM
#8

Hahahhaah. Aneh nih kepercayaan satu. Ya Semoga selamat Aja dehhh
D
murdockk - 19/10/2012 07:58 AM
#9

susah emang kalau udah tabiatnya kek begitu capedes
.Orenji. - 19/10/2012 09:50 AM
#10

kebiasaan orang Indo D

nda rebut2an, nda sah D
Samsung.EZon - 19/10/2012 11:22 AM
#11

Lagi pergi haji kok bisa2nya begitu sih! marahs


_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com
Spoiler for Link Lapak
28_ucs - 19/10/2012 11:30 AM
#12

yah mungkin yang paling penting itu
para tetangga, saudara ama temen2 tau kalo dia sekeluarga sudah naik haji..

jadi mau cara kotor, korup, nyolong, nipu ya gpp, yang penting udah ada status "naik haji"

capedes
ikhsanlie - 19/10/2012 11:36 AM
#13

Ntar kalo ditanya sama orang arab,itu jamaah darimana yah yg serobot-serobotan?....dijawab:dari indonesia tuan D.....jawabnya lagi: ohhhh sudah biasa itu mereka tidak tertib D.....kebiasaan buruk kok dibawa2,ketanah suci lagi capedes....bagaimana mau jadi haji yg mabrur kalo gitu D....apa jangan2 cuma mau ngebanggain gelar haji doang??
Dewa2424 - 19/10/2012 11:39 AM
#14

Quote:
Original Posted By 28_ucs
yah mungkin yang paling penting itu
para tetangga, saudara ama temen2 tau kalo dia sekeluarga sudah naik haji..

jadi mau cara kotor, korup, nyolong, nipu ya gpp, yang penting udah ada status "naik haji"

capedes


mungkin begitu gan yang mereka fikirkan capedes
padahal seharusnya yang namanya mau ibadah ya harus benar2 suci dong nohope:
namakuhiroko - 19/10/2012 11:40 AM
#15

Quote:
Original Posted By 28_ucs
yah mungkin yang paling penting itu
para tetangga, saudara ama temen2 tau kalo dia sekeluarga sudah naik haji..

jadi mau cara kotor, korup, nyolong, nipu ya gpp, yang penting udah ada status "naik haji"

capedes


Ybhi:

Ironisnya justru orang-orang yg kayak gitu yg punya kesempatan naik haji.

Pulangnya mereka langsung jadi, "tokoh masyarakat", imam masjid etc padahal ngajinya berbusa:

Uztad dan imam masjid, guru ngaji malah banyak yg belum dapet kesempatan naek haji.

Emang Tuhan Maha Adil ya...
tokobabe - 19/10/2012 11:42 AM
#16

hehehe...budaya negara sendiri dibawa ke negara lain...
Everslow - 19/10/2012 11:46 AM
#17

Seperti biasa sebagian hanya nyari status "naik haji" saja. Perilaku mah masih aja ga bener-bener.
kaskusnewbie10 - 19/10/2012 11:51 AM
#18

ea... ea...ea...

1. dengan non kuota, tdk perlu menunggu sekian tahun untuk menunaikan ibadah haji... yang belum tentu umur kita bisa menunggu u/di tahun tsb... D

2. dengan sistem non kuaota.... ngga perlu di cekoki dengan imunisasi, yang notabene nya D... (silahkan di cari sendiri artikel tentang imunisasi dan imunisasi u/ berangkat haji tsb secara kritis).... D

perlakuan "menyerobot" dari orang2 yang non kuota jelas tdk di benarkan.... tetapi alasan mengambil non kuota kebanyakan adalah pada point 1.... D
mekatrans - 19/10/2012 11:53 AM
#19

beribadah yang di bumbui dengan bisnis2.. hajii...oh..hajii... kapan aku bisa ikutan..
bretpitt - 19/10/2012 11:56 AM
#20

miris ngeliatnya, ibadah aja kok main serobot kayak begitu berdukas
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Perilaku Jamaah Haji Non-Kuota Tak Terpuji, Main Rebut Tenda Jamaah Haji yang Resmi