BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Padepokan Sementara Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng
Total Views: 24202 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 43 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

Fujidenkikagawa - 08/06/2009 12:07 PM
#61

Quote:
Original Posted By raff sikumbang
dari cibodas sobat.
mau napak tilas 212 ya.....?
boljug tuh .........
jangan lupa baw kuda lumping hehehe


Oke di kopi........ daku juga seringnya lewat sono......

berarti besok bisa bener2 ngliat posisi ntarnya padepokan212 berada........

wah jadi ga sabar nih......\)\)\)

salam 212






pisssssssss........
Pendekar212 - 08/06/2009 01:15 PM
#62
Salam 212....Menyambangi Padepokan....
Pendekar212 mendadak menghentikan larinya. Nafasnya tampak terengah-engah. Saat itu dia telah berada jauh di tengah kedalaman hutan. Sesekali keluar sumpah serapah dan gerutu dari mulutnya.

"Ah, akhirnya sampai juga di padepokan. Sialan!! Anjing apa tadi yang mengejarku? Sepertinya bukan anjing biasa."

"Benar-benar gila, ilmu Lari Kaki Angin pun bisa dikejarnya. Untunglah saat tadi aku bergumul dengan anjing itu ada seorang sahabat yang menolongku. Kalau tidak habislah seluruh tubuh ini digigitnya."

Setelah berhasil menguasai keadaan dan nafasnya kembali teratur Pendekar212 melompat ke atas sebuah pohon rindang disamping kirinya. Sesaat kemudian tampak Pendekar212 telah duduk di salah satu cabang pohon yang paling besar. Matanya menatap lekat-lekat ke arah sebuah padepokan yang ada di depannya seolah-olah sedang meneliti keadaan.
Selain kicau burung, di tempat itu hanya terdengar suara gemuruh air terjun yang letaknya memang berada di samping padepokan.

"Padepokan tampak sepi. Sepertinya baru beberapa sahabat saja yang datang ke tempat ini", batin sang pendekar.

Setelah berpikir sejenak, Pendekar212 memutuskan untuk masuk ke padepokan. Sekali lompat Pendekar212 telah sampai di halaman depan padepokan yang sampai saat itu masih tampak sepi.

Namun baru beberapa langkah memasuki halaman padepokan sang pendekar mencium harum bunga kenanga dari arah samping kirinya.
Pendekar212 langsung saja memalingkan wajahnya ke kiri. Tak berapa jauh dari tempatnya berdiri Pendekar212 melihat sebuah air terjun dan telaga kecil yang dikelilingi batu-batu besar berwarna hitam. Namun bukan air terjun dan telaga kecil itu yang menarik perhatian sang pendekar. Pendekar212 tampak tertegun memandangi sesosok perempuan yang tengah duduk membelakanginya di atas sebuah batu datar yang ada di tepi telaga.
Perempuan ini mengenakan pakaian sejenis kemben berwarna biru setinggi dada sehingga terlihat jelas punggungnya yang putih mulus.
Dari potongan tubuh dan kulit putih mulus yang terlihat masih kencang itu Pendekar212 berkesimpulan bahwa perempuan di depannya tentulah masih seorang gadis yang muda belia.
Dugaan Pendekar212 saat itu juga langsung mendapat jawaban ketika sang gadis tiba-tiba membalikkan badannya.
Ternyata si gadis telah mengetahui kalau saat itu dia tidak lagi sendirian.
Sesaat kembali Pendekar212 tertegun. Demikian pula wajah si gadis langsung bersemu merah. Kedua tangannya cepat-cepat menutupi bagian atas dadanya yang tidak seluruhnya tertutupi kemben.
Pendekar212 dan si gadis masih terpaku saling berpandangan tapi sikap keduanya tampak kelagapan dan sama-sama salah tingkah. Dari sorot mata si gadis Pendekar212 seperti melihat gejolak perasaan yang sangat dalam dan sulit untuk digambarkan. Bibir si gadis tampak sedikit ternganga, tak percaya atas apa yang dilihatnya.

"Pe..pendekar....", hanya itu kata-kata yang meluncur dari mulut si gadis.

"Ma...maaf saudari. Aku tak menduga ada dirimu di tempat ini. Semua terjadi begitu cepat dan tidak aku sengaja", Pendekar212 cepat-cepat membungkuk dan meminta maaf kepada gadis di depannya.

Si gadis hanya diam saja dan berusaha tersenyum mendengar ucapan Pendekar212.

"Kalau aku tidak salah menduga, apakah saat ini aku sedang berhadapan dengan Nadia anak gadis mbok Tukijem yang terkenal di seantero padepokan ini?", tanya Pendekar212 kemudian. Dari ciri-ciri si gadis rasanya dia mengenal gadis ini tapi masih ragu sehingga memberanikan diri untuk bertanya.

"I..iya pendekar", jawab si gadis masih tergagap.

"Ah, sungguh beruntung nasibku ternyata hari ini untuk pertama kalinya aku bisa langsung bertemu dengan adik Nadia", kata Pendekar212 sambil tersenyum.

Si gadis yang ternyata memang adalah Nadia anak mbok Tukijem sang pemilik warung di padepokan semakin bersemu merah wajahnya mendengar ucapan Pendekar212. Tetapi sesaat kemudian pertanyaan meluncur dari mulut si gadis.

"A..apakah tuan yang selama ini dikenal sebagai Pendekar212?"

Pendekar212 hanya tersenyum mendengar ucapan sang gadis yang ternyata telah mengenalnya. (Tapi hati kecil berbunga-bunga D)

"Aku bersyukur ternyata adik Nadia mengenali diriku", jawab Pendekar212.

Sang gadis semakin bersemu merah wajahnya.

"Pe...pendekar...sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya beritahukan kepada pendekar. Tapi...", Nadia tidak melanjutkan ucapannya.

"Ah, apa yang ingin kau ucapkan dik nadia? Jangan ragu-ragu terangkan saja terus terang", timpal Pendekar212. Hati sang Pendekar menduga-duga. Dugaan Pendekar212 yang paling kuat sepertinya gadis di depannya telah sejak lama menyimpan perasaan lebih terhadapnya. Dengan kata lain Nadia menyukai dirinya tapi tidak sanggup untuk menumpahkan semua perasaan itu setelah bertemu.

"Oh..kalau aku boleh menduga. Apakah dik Nadia ingin memberitahukan kalau selama ini sering diganggu oleh para sahabat?", pancing Pendekar212.

"Mungkin para sahabat yang mengagumi dik Nadia sepak terjangnya membuat adik takut dan resah? Saya liat banyak sahabat baik tua maupun muda yang sangat tergila-gila pada adik. Sebaiknya adik berhati-hati dan jangan terlalu percaya apalagi sampai terbuai oleh kata-kata manis dari para sahabat", lanjut Pendekar212. Peace:

"Bu..bukan pendekar...sebenarnya...", Nadia tampak semakin bingung dan bimbang untuk melanjutkan ucapannya.

Pendekar212 merasa dadanya berdebar dan semakin yakin bahwa dugaannya tidak akan meleset.

"Kalau bukan itu, lantas apakah yang sesungguhnya ingin adik katakan padaku? Tak perlu ragu, aku akan berusaha menyikapi secara bijaksana apapun yang ingin adik Nadia katakan. Apalagi kalau yang ingin dibicarakan ini adalah hal penting bagi hidup adik."

"Sa...saya tidak berani untuk mengatakannya pendekar. Saya takut...saya takut Pendekar marah dan tidak menerima perkataan saya...", jawab Nadia semakin gelisah.

Pendekar212 kembali tersenyum.

"Tidak apa-apa adik. Demi kebaikan kita berdua tidak ada salahnya adik katakan semuanya dengan jujur. Janganlah hidup ini akhirnya hanya diisi penuh dengan kekecewaan dan penyesalan. Apalah artinya hidup apabila kita menjalaninya serasa dalam keadaan mati. Apapun yang akan adik ucapkan aku siap mendengar", kata Pendekar212 kemudian.

Mendengar ucapan Pendekar212 akhirnya Nadia berusaha memantapkan hati. Setelah menarik nafas panjang, Nadia memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sejak tadi dipendamnya.

"Maaf pendekar....celana pendekar...", kata Nadia sambil menunduk dan memalingkan wajahnya yang makin bersemu merah ke samping. Tapi tangan gadis itu menunjuk ke tubuh bagian bawah Pendekar212.

"Kenapa dengan celanaku adik?", tanya Pendekar212 heran tapi saat itu juga langsung mengarahkan pandangannya ke bawah.

Kejut Pendekar212 tak dapat disembunyikan setelah melihat celana yang dipakainya. Wajahnya langsung bersemu merah. Sumpah serapah kembali keluar dari mulutnya. Ternyata sedari tadi Pendekar212 tidak menyadari kalau celananya telah robek besar di bagian depan sehingga tersingkap jelas bagian bawah tubuhnya. Tapi untungnya saat itu ada alat pelindung kantong menyan yang menutupi auratnya. Sehingga tidak benar-benar habis muka sang pendekar di hadapan Nadia.

"Ma..maaf adik. Aku harus pergi dulu...", tanpa banyak kata Pendekar212 langsung berkelebat pergi meninggalkan Nadia yang saat itu masih berdiri mematung memandang sang pendekar penuh geli tapi wajah masih bersemu merah.

Dalam hati si gadis entah benar-benar terkejut atau sebenarnya malah senang melihat pemandangan yang baru saja dilihatnya. D

Pendekar212 sendiri sudah pergi jauh meninggalkan padepokan. Sumpah serapah masih saja meluncur dari mulutnya.

"Sialan!! Pasti ini kerjaan anjing sialan tadi. Benar-benar bikin malu. Untung sobat Raff sempat memberikan alat pelindung kantong menyan ini. Kalau tidak benar-benar habis mukaku dihadapan Nadia. Kesan pertama bukannya jadi begitu menggoda. Pantas saja sejak tadi kantong menyanku serasa adem-adem gitu...Mudah-mudahan ga ada sahabat yang liat. Benar-benar sial!!", rutuk Pendekar212 sambil menggaruk kepalanya habis-habisan.


batabig benar-benar memalukan....
ngacir dulu ah ________________________ngacir:
bale_bambu - 08/06/2009 03:36 PM
#63

salam 212

udah lama gak masuk padepokan....
salam kenal kembali sobat sekalian....

ikutan gabung yah..walaupun jarang-jarang postingnya....

salam 212 beer::
Fujidenkikagawa - 08/06/2009 03:58 PM
#64

Quote:
Original Posted By bale_bambu
salam 212

udah lama gak masuk padepokan....
salam kenal kembali sobat sekalian....

ikutan gabung yah..walaupun jarang-jarang postingnya....

salam 212 beer::


silahkan aja sobatbale........

ya walopun cuman posko darurat, tapi padepokan tetap nyaman kok ditongkrongin.....
monggo di sruput es cendolnya, ama ditowel gemplong bakarnya........ nyante aja.... ini semua dijamin halal.... baru ngambil dari warung si mbok.....

habisi aja..... nama sobat dah saya catet kok di buku kasbonnya simbok.....\)\)\)

oya jangan lupa absen buat hadir di pertemuan akbar 2 purnama mendatang....

pisssssss dulu ya....
Fujidenkikagawa - 08/06/2009 04:55 PM
#65

Ketika tadi sewaktu lagi beres2 nyiapin makanan and wedangan di meja ruang depan, sebelum kedatangan sobatbale.

Selintas bayangan berkelebat tertangkap dari sudut mataku, dengan gerakan refleks kepalaku mengikuti arah kelebatan itu. Dan langsung disusul dengan menegangnya otot kaki, mengajak untuk melompat mengejar bayangan itu.

Tapi ternyata gerakannya sungguh luar biasa cepat, dan akhirnya aku tidak menemukan apa2 di halaman depan setelah dalam sekali lompat aku sampai di sana.

Dengan perasaan penasaran campur kewaspadaan tinggi, kuikuti naluri "Srigala"-ku. Mata kupejamkan, tarikan napas kuperdalam sambil berkonsentrasi merasakan segala getaran yang ada di sekitarnya.

Lapat-lapat terdengar suara, seperti dua orang sedang berbicara. Tapi suara mereka seperti timbul tenggelam di antara deru air terjun yang memang tidak jauh letaknya dari padepokan.

Dengan memakai langkah "Srigala"-ku, ku bergegas menuju air terjun.

Setelah menyibak beberapa semak belukar yang menghalangi, karena aku sengaja tidak melewati jalan yang biasanya. Aku melihat dua sosok saling berhadapan dalam jarak yang tidak begitu berjauhan. Mereka saling bercakap seperti dua orang yang baru bertemu atau berkenalan.

Yang di sebelah kiri, aku tahu betul siapa gadis itu. Karena memang dalam kesehariannya kami sering bersua, yaitu disaat aku ngambil stok konsumsi untuk padepokan.
Tapi yang di sebelah kanan, aku sepertinya pernah bertemu dengannya. Seorang pemuda gagah dan bertubuh kekar. Tapi pakaian yang dipakenya jauh berbeda, malah kelihatan sangat aneh. Terlihat ada sesuatu yang nongol di bagian bawah perutnya. Gondal-gandil ga karuan. Aku langsung teringat sobatraff kala itu, tapi ini bukan dia.
Yang lebih aneh lagi dia sepertinya tidak tahu keadaan dirinya, atau memang sengaja membiarkan keadaannya seperti itu. (sakit......sakit.....)

Karena tidak tahan melihat adegan itu ( ga tahan nahan ketawa.....) Aku berniat untuk mengingatkan keganjalan itu dengan menggunakan ilmu menyusupkan suara. Tapi bersamaan dengan itu si gadis terlihat tersenyum sambil tangannya menunjuk ke arah yang gondal-gandil tadi. Aku pun mengurungkan niatku sambil menunggu reaksi dari si pemuda.
Ternyata tidak berapa lama si pemuda terlihat berkelebat cepat meninggalkan telaga, tanpa aku bisa menangkap ke arah mana dia menghilang.

Bersamaan dengan menghilangnya pemuda itu, aku tersentak. Aku ingat telah meninggalkan padepokan dengan pintu terbuka dengan segala hidangan terpampang lezat di ruangan depan. Karena takut nanti ada sobat yang datang dan tanpa ba-bi-bu langsung embat sana-sini sebelum aku catet namanya. Aku putuskan untuk kembali ke padepokan secepat mungkin tanpa menghiraukan si gadis yang masih tersenyum manis dengan wajah sedikit kemerahan menahan geli. (Sori neng ada yang harus diberesin dulu.....)


capek juga coba2 ngarang yang rada dihubung-hubungin........ bravo P212.....

piiiiiiiiiiiissss dulu ah
bale_bambu - 08/06/2009 05:01 PM
#66

salam 212...

si mbok kan juga tahu kalau sobat fuji yg selalu ngambil ubinya....
D
sobat fuji bisa aja....
mau nanya tentang situs buat download cerita wiro www.cerita-silat.co.ce
udah gak bisa dibuka lagi yah....
apa karena tenaga dalam saya yang masih rendah...
mohon petunjuknya sobat fuji

beer:
salam 212
PENDEKAR7LANGIT - 08/06/2009 05:51 PM
#67
Iseng-iseng nyambung cerita P212
Suatu malam yang ditunggu-tunggu oleh Nadia Vela

Malam itu begitu cerah. Purnama yang bercahaya ditambah taburan bintang membuat langit begitu mempesona.
Dalam hutan berkelebat bayangan hitam bak setan gentayangan. Walau orang ini berlari sambil menundukkan kepala, namun anehnya dia sama sekali tidak tertabrak pepohonan yang ia lalui dihadapannya. "Ilmu Bayangan Setan" orang itu sudah mencapai tingkatan yang sempurna.
Kemudian dia berhenti beberapa tombak didekat telaga. "Kenapa hati ini tidak sanggup untuk mengutarakan ini semua ...". Orang berjubah hitam itu mengambil secarik kertas dari balik jubahnya. "aku harus menemuinya ..." Desahnya sambil tersenyum getir.

Dipinggir telaga telah menunggu seorang gadis belia. Seorang kembang desa padepokan212. Nadia Vela namanya. Walau ia tengah tersenyum ada bayangan kegalauan dalam raut wajahnya yang teduh itu. Gadis itu tidak sadar beberapa tombak dibelakangnya telah berdiri seorang pemuda berjubah hitam yang memandang dengan lesu dan gundah kepadanya.
Pemuda itu membathin, "bagaimana aku bisa tega melukai hati dara cantik ini?...". Sambil menggigit bibir pemuda ini ragu-ragu hendak mendekati gadis itu atau beranjak pergi saja dari tempat itu.

Akhirnya pemuda berjubah hitam memilih untuk meninggalkan gadis ditelaga itu. Namun, begitu ia hendak berbalik angin malam bertiup silir sehingga mengibaskan jubah hitamnya yang harum karena pernah dicuci oleh Sang gadis.

Gadis dipinggir telaga tertegun, terhenyak dan tersadar. Oleh aroma wangi yang sangat dikenalnya.
"Akaaaaaaaaaaaaaaaaang P7L ............................" dia membalikkan tubuhnya dan memandang keseputaran wilayah telaga. Tapi sayang dia tidak menemukan seseorang pun disana. Wajah gadis itu terlihat sendu menahan gejolak dilubuk hatinya. Dia kembali berteriak dengan keras, " Akaaaaaaaaang P7L ........... kesini atuh Kaaaaaaaang ...... jawaban akang apahhhh .... Nadia butuh jawaban .... akang pasti sudah baca surat dibalik jubah itu". Suaranya terdengar parau karena telah berteriak lantang dan matanya mulai berkaca-kaca.

Ratusan tombak dari telaga seorang pemuda berjubah hitam yang ternyata Pendekar7langit merasakan gemuruh didadanya, "hatiku sedih dan pilu .... maafkan aku Vela ..... walau ku sangat menyayangimu tapi, kita tidak bisa bersama .... hatiku ....hatiku ........ sudah direbut oleh Seorang wanita lain ....ughhhhhh ....". Sambil terus berlari secepat halilintar pemuda itu menangis terisak-isak tidak karuan. Bukan main, Pendekar yang bisa membuat bulu kuduk meremang semua tokoh golongan hitam ini ternyata tak berdaya dihadapan kerlingan seorang gadis desa. P7L bergumam pelan, "Vela .... masih banyak pendekar yang mencintaimu .... semoga kau bahagia ... ku mohon lupakan perasaanmu padaku .... lupakaaaaaaaaaaaaaaaaaaann".

.....................
................................
.........................................
................................................

..........................................................
.....................................................................................
.............................................................................................
Siapakah gadis yang ternyata lebih diplih P7L daripada Dinda Nadia ? ....
.................

..................................

.......................................
Tanyalah pada rumput yang bergoyang ... \)bYbcendolbbata
D
D
D
.................................................
raff sikumbang - 08/06/2009 10:44 PM
#68
selamat malam...............
dingin2 gini habis hujan enaknya ngopi nih
[quote=kopi panas]Padepokan Sementara Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng[/quote]

apalagi ditemenin ama anaknya simbok kembang padepokan
[quote=nadia]Padepokan Sementara Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng[/quote]

tapi jangan lupa pakai yang ini, soalnya lokasi pengungsian diatas 1000 Mdpl
[quote=kantong menyan]Padepokan Sementara Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng[/quote]

satu lgi nih yang kudu ada yaitu goreng pisang,hehehehe
[quote=gorengan]Padepokan Sementara Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng[/quote]
andi_rian - 08/06/2009 11:38 PM
#69

Quote:
Original Posted By bale_bambu
salam 212

udah lama gak masuk padepokan....
salam kenal kembali sobat sekalian....

ikutan gabung yah..walaupun jarang-jarang postingnya....

salam 212 beer::


salam kenal juga and selamat bergabung....
btw ada es cendol juga yah.... wah g usah ngutang depan rumah lagi neh. ... D

salam ...
andi_rian - 08/06/2009 11:43 PM
#70

Quote:
Original Posted By bale_bambu
salam 212...

si mbok kan juga tahu kalau sobat fuji yg selalu ngambil ubinya....
D
sobat fuji bisa aja....
mau nanya tentang situs buat download cerita wiro www.cerita-silat.co.ce
udah gak bisa dibuka lagi yah....
apa karena tenaga dalam saya yang masih rendah...
mohon petunjuknya sobat fuji

beer:
salam 212


coba sobat ke www.2-1-2.org atau ke

http://tanztj.wordpress.com/2008/10/30/cover-wiro-sableng-1 /

http://tanztj.wordpress.com/2008/10/30/cover-wiro-sableng-2 /

http://tanztj.wordpress.com/2008/10/30/cover-wiro-sableng-3/

http://hanaoki.wordpress.com/novel-2/novel-silat/bastian-tito/wiro-sableng-pdf/


atau juga ke www.brain-crash.com/andi/212

salam ...
andi_rian - 08/06/2009 11:55 PM
#71

Spoiler for email
Thursday, June 4, 2009 5:40 PM
From: This sender is DomainKeys verified"rahman syafril" Add sender to ContactsTo: "Timtim Tri Ananto" , "guruh dwi" , [email]mrcnry_007@yahoo.com[/email], [email]andirian@yahoo.comMes[/email]sage contains attachmentswiro sableng page 156-187.rar (8866KB)salam 212


malem...

thx ya bro,udah ngirimin isi dari padepokan kita yang lama sebelum di closed, thx a lot...


salam ...
andi_rian - 09/06/2009 02:26 AM
#72

Selamat Malam All....

satu hal yang buat saya penasaran, setelah ada kurang lebih 5 episode yang di teruskan oleh sobat mike, yaitu:

1. Jenazah Simpanan
2. Si Pengumpul Bangkai
3. Bintang langit Saptuning Jagat
4. Kematian Sang Pendekar
5. Sabda pandita Ratu

dan pada episode sabda pandita ratu, di akhir buku ada kata² penutup:

Bagaimana Kisah Pendekar kita selanjutnya?
Siapakah sebenarnya empat tokoh berjubah dan berkerudung hitam yang membawa pergi Lakasipo?
Mampukah Wiro bangkit kembali dari kematiannya?
Ikuti petualangan seru setan ngompol dan kawan-kawannya dalam usaha membangkitkan Wiro serta melawan kerajaan perut bumi pada episode-episode berikutnya.

Episode Berikut:
“JABRIK SAKTI WANARA”

nah apakah kira² sobat mike atau sobat lain nya ada yang meneruskan episode tersebut sesuai dengan script Alm. Bastian Tito ....

mohon pencerahannya..... biar g jadi tambah penasaran....

salam ...
andi_rian - 09/06/2009 02:27 AM
#73

Assalamualaikum ....

selamat malam lagi

Iks.... sendirian ..... \( \( \(

salam ...
cahsableng212 - 09/06/2009 02:47 AM
#74
Misteri Sobekan kain Celana.
Bekas tapak kaki dua mahluk yang saling berkejar-kejaran masih tampak terlihat jelas di sepanjang jalan. Tapi aneh, jejak kakinya berjumlah enam. Sejenak kuselidiki jejak-jejak mencurigakan tersebut. Hmm... ternyata jejak tersebut asalnya dari seekor hewan berkaki empat yang tengah mengejar seseorang, entah dia itu pencuri atau hanya seorang pengembara yang tersesat yang kebetulan kedatangannya tidak begitu disukai oleh hewan tadi.

Disaput rasa penasaran kuikuti terus jejak itu. Di depan sana tepat sepuluh tombak dekat pengungsian terlihat seekor hewan berkaki empat yang tergeletak tak bergerak lagi. Mati. Ternyata yang mati adalah Hewan yang sedang mengejar kisanak yang tak dikenal itu. Aku heran. Begitu teganya kisanak tak dikenal membunuh si hewan tersebut. Kudekati onggokan tubuh tanpa nyawa itu. Tampak jelas sekarang mahluk apa yang tengah mengejar seseorang tersebut. Ternyata hanya anjing buduk yang tak terurus. Di mulutnya tampak sobekan kain yang ternyata adalah sobekan kain celana bagian depan orang yang dikejarnya. Anjing buduk itu pada akhirnya berhasil menggigit orang yang dikejarnya. Namun ada satu keanehan yang terjadi pada peristiwa ini. Melihat posisi anjing yang mengejar, seharusnya yang robek bukanlah celana bagian depan melainkan bagian belakang. Satu teka-teki yang patut dipecahkan. Apakah sebelumnya telah terjadi pergumulan antara si anjing dengan orang tersebut?? Tapi dari bekas-bekas di sekitar tubuh anjing itu, tak tampak adanya tanda yang menunjukkan telah terjadi pergumulan dua mahluk itu.

Kemudian aku ambil sobekan celana itu. Di bagian dalam sobekan ada guratan tiga angka "212". Dengan terkaget-kaget kucoba menerka apakah gerangan yang sedang terjadi. Jelas bahwa celana ini milik seorang pendekar muda yang terkenal itu, Pendekar212. Apa yang sedang terjadi? Apakah hanya dengan seekor anjing saja P212 begitu takutnya hingga lari terbirit-birit. Di mana kesaktiannya yang begitu ditakuti semua golongan, hitam maupun putih? Apakah petaka "Kamar Pelebur Kutuk" terjadi lagi atas diri sang pendekar? Lantas siapa pula pendekar wanita malang yang berusaha ditolongnya dari siksa kutuk Dewata.

Kuperhatikan lagi sobekan kain itu. hmmm...... ternyata ada bau menyengat pada kain itu. Dan tampaknya anjing itu mati gara-gara menggigit sobekan kain itu. Apakah sobekan kain itu mengandung racun yang dahsyat. Kalau benar mengandung racun yang dahsyat, terus buat apa P212 melaburi celana dengan racun tersebut. Salah-salah kantong menyannya bisa kapiran terkena racunnya sendiri. Hi hi hi geli.. geli aku membayangkan jika seandainya hal itu benar-benar terjadi. Atau jangan-jangan celana P212 memang celana satu-satunya yang jarang dicuci sehingga menjadi tempat bersarangnya bakteri dan kuman penyakit sehingga mampu membunuh anjing tersebut.

Heh..... persetan dengan urusan sobekan kain butut. Kemudian kuteruskan langkahku mengikuti jejak kaki yang tersisa. Jejak kaki yang kemungkinan adalah pemilik sobekan kain itu, P212. Jejak kaki itu tampaknya menuju ke pengungsian.

Kemudian bergegas kupercepat langkahku agar bisa secepatnya sampai di pengungsian. Mudah-mudahan P212 masih ada di dalam pengungsian.

Sesampainya di pengungsian, suasana sepi saja seperti tak ada mahluk bernyawa yang singgah. Hanya sisa-sisa bau wangi yang bercampur bau kurang sedap seperti bau sobekan kain celana yang ada di mulut sang anjing yang sudah mati. Jelas, beberapa saat yang lalu pemilik bau wangi dan bau kurang sedap sempat bertemu. Pemilik bau tak sedap sudah jelas siapa pemiliknya, tapi siapakah pemilik bau harum itu? Nadia kah? Akankah aku mampir dulu ke warung Si Mbok untuk memastikan kalau Si Nadia barusan mampir ke padepokan?

Ahhh.... kurasa itu bisa dilakukan di lain waktu. Lebih baik coba cicipin kopi dan sisa gorengan yang ada di tengah ruangan. Lumayan sedari tadi perutku belum terisi makanan.

Setelah beres-beres pengungsian... berbegas aku menuju ke telaga buat mendinginkan badan sambil menunggu sobat pendekar lain yang datang.

wuahhhh... malah ngantuk......
zzzzzz zzzzz zzzz

Salam 212
Piss ya P212
andi_rian - 09/06/2009 03:28 AM
#75

malem Lage....

saya butuh Cover nya Wiro sableng untuk episode:

016. Hancurnya Istana Darah
022. Siluman Teluk Gonggo
051. Raja Sesat Penyebar Racun
078. Pendekar Dari Gunung Fuji
131. Melati Tujuh Racun
171. Malam Jahanam di Mataram

kalo ada links nya tolong yah sobat², THX


salam ...
andi_rian - 09/06/2009 03:49 AM
#76

Quote:
Original Posted By andi_rian
malem Lage....

saya butuh Cover nya Wiro sableng untuk episode:

016. Hancurnya Istana Darah
022. Siluman Teluk Gonggo
051. Raja Sesat Penyebar Racun
078. Pendekar Dari Gunung Fuji
131. Melati Tujuh Racun
171. Malam Jahanam di Mataram

kalo ada links nya tolong yah sobat², THX


salam ...


heheheh.... sorry sorry .... gara² HD ke format, data ilang semua, pas lagi ngingat², ternyata semua cover dah di upload ke FB... dasar pikun ....

Salam ...
Fujidenkikagawa - 09/06/2009 09:58 AM
#77

Pagi Smua...........

salam212........

tumben pagi2 masih sunyi senyap hening mengundang begini ya.......

padahal kayaknya semalem rada rame juga diposko, bisa dilihat dari beberapa gelas tergeletak di meja yang isinya cuman ampas kopi yang dah mengering.... trus piring kaleng yang tengkurep di atas kursi..... trus ada secarik kain serbet yang kumel terlentang tak berdaya di sandaran kursi........

gini nih kalo yang ngeronda para pejantan semua....... eh tapi untung daku nemuin bungkusan sam** yang belum dibuka tergolek pasrah di bawah meja.....

lumayan........ sambil resik2 masih bisa ngepul biar ga asem......nih mulut.

abis bersih2 mo langsung meluncur ke warung si mbok, buat ngambil jatah harian......stock konsumsi buat para sobat.......


pissssss dulu ahaaaa......
bale_bambu - 09/06/2009 10:53 AM
#78

salam 212
salam kenal sobat rian
tank's atas petunjuknya,...
salam kenal sobat cahsableng....

semoga semakin seru padepokannya.....

bravo 212
beer:ck
cahsableng212 - 09/06/2009 02:50 PM
#79

Quote:
Original Posted By bale_bambu
salam 212
salam kenal sobat rian
tank's atas petunjuknya,...
salam kenal sobat cahsableng....

semoga semakin seru padepokannya.....

bravo 212
beer:ck


Salam 212

Salam kenal pula sobat Bale... Kalau tidak salah sobat bukan orang baru di dunia persilatan tapi orang lama yang sudah jarang berkunjung di padepokan, betulkah? Kalau betul, Apakah berarti sobat tengah bertapa memperdalam ilmu mengasah kewaskitaan sehingga baru sekarang ini kembali muncul di rimba persilatan.

He he he semoga bisa ikut meramaikan padepokan.....

@sobat Fuji: secara pribadi saya memberikan penghargaan "Lifetime Achievement" karena beliau ini orang yang paling setia dan paling sering berkunjung ke padepokan, dari awal pembentukan Padepokan Sobat Rian Alonso sampai sekarang di pengungsian. Mungkin pula dulu waktu padepokan masih dikelola oleh sobat alm. R4mi mungkin sobat Fuji juga sudah aktif. Selain itu karya-karya sobat Fuji di bidang pembuatan E-book Kitab Wiro Sableng juga tidak sedikit bahkan karena tanpa pamrih, beberapa ebooknya tidak disertakan namanya.... he he he piss ya kalau berlebihan, cuma pingin ber-apreasiasi aja.

Salam "Pukulan Bocah Sableng Memeluk Nadia"
cahsableng212 - 09/06/2009 02:58 PM
#80

Quote:
Original Posted By andi_rian
heheheh.... sorry sorry .... gara² HD ke format, data ilang semua, pas lagi ngingat², ternyata semua cover dah di upload ke FB... dasar pikun ....

Salam ...


Salam 212

Berarti sobat punya cover serial "Pendekar Gunung Fuji" dong? Bagi dong, satu-satunya cover yang belum aku punya nih.... ada tapi kecil, pecah kalau digedein sebesar buku aslinya...

Trims ya sebelumnya.

Salam "Pukulan Nadia dipeluk Bocah Sableng"
Page 4 of 43 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Padepokan Sementara Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng