HEALTH & MEDICAL
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Peringatan dan penarikan suplemen - jamu - herbal berbahaya di Indonesia
Total Views: 37085 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 25 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

n42dvm - 20/06/2009 09:39 PM
#21

ngeri ya.....
bds casablanca - 22/06/2009 03:17 PM
#22

kalo obat2 pelangsing yg di jual di fjb bagian obat2 tan itu kira2 bahaya ga ya pak dokter?

tiap hari kepikiran pengen beli tapi masih takut ada efek ke ginjal, hati atau organ tubuh lain
bds casablanca - 22/06/2009 03:45 PM
#23

ketemu jawabannya bos, dari donwload pdf di post pertamanya bos momod music healing

maap bos keburu di posting pertanyaan di atas baru kemudian download pdfnya selesai

ternyata pada mengandung Sibutramin Hidroklorida, yg dapat menyebabkan kerusakan ginjal, serem...

thx bos
yusuf72 - 26/06/2009 06:26 PM
#24

terima kasih banget atas informasi yg bermanfaat ini gan
amkhalis - 29/06/2009 11:37 PM
#25
BPOM: Peringatan/public warning tentang peralatan makan “melamin”
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PERINGATAN/PUBLIC WARNING
TENTANG
PERALATAN MAKAN “MELAMIN”
NOMOR: KH.00.01.1.23.2258
TANGGAL 1 JUNI 2009

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap peralatan makan ”Melamin”, Badan POM RI perlu mengeluarkan peringatan (Public Warning) sebagai berikut:


[*]Bahwa Badan POM RI telah melakukan pengujian laboratorium terhadap 62 sampel peralatan makan ”Melamin”. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 30 positif melepaskan formalin.

[*]Bahwa 30 jenis peralatan makan “Melamin” yang melepaskan formalin (terlampir) berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas.

[*]Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email [email]ulpk@pom.go.id[/email] dan [email]ulpkbadanpom@yahoo.com[/email], atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id.


Demikian peringatan ini disampaikan untuk disebarluaskan.

LAMPIRAN PERALATAN MAKAN ”MELAMIN” YANG POSITIF MELEPASKAN FORMALIN

Spoiler for mengenai melamin & formalin
Di banyak toko yang menjual perabot rumah tangga, peralatan makan dan minum yang disebut melamin relatif mudah ditemukan. Kalau sekitar tahun 1970-1980an melamin masih terbatas warna maupun coraknya, maka kini desain melamin bisa bersaing dengan barang pecah belah lainnya. Produk pecah belah melamin begitu banyaknya sehingga barang ini tak hanya bisa dibeli di toko tetentu, tetapi juga di pasar tradisional sampai di pedagang kaki lima.

Cikal bakal melamin dimulai tahun 1907 ketika ilmuwan kimia asal Belgia, Leo Hendrik Baekeland, berhasil menemukan plastik sintetis pertama yang disebut bakelite. Penemuan itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah keberhasilan teknologi kimia awal abad ke-20. Pada awalnya bakelite banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan telepon generasi pertama. Namun, pada perkembangannya kemudian, hasil penemuan Baekeland dikembangkan dan dimanfaatkan pula dalam industri peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar peralatan makan, seperti sendok, garpu, piring, gelas, cangkir, mangkuk, sendok sup, dan tempayan, seperti yang dihasilkan dari melamin.

Peralatan makan yang terbuat dari melamin di satu sisi menawarkan banyak kelebihan. Selain desain warna yang beragam dan menarik, fungsinya juga lebih unggul dibanding peralatan makan lain yang terbuat dari keramik, logam, atau kaca. Melamin lebih ringan, kuat, dan tak mudah pecah. Harga peralatan melamin pun relatif lebih murah dibanding yang terbuat dari keramik misalnya.

Potensi Formalin

Dengan segala kelebihan melamin, tak heran kalau sebagian orang tidak menyadari bahwa melamin mempunyai potensi membahayakan bagi kesehatan manusia. Menurut pengajar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, Bambang Ariwahioedi PhD, MSc, melamin berpotensi menghasilkan monomer beracun yang disebut formaldehid (formalin). Selain berfungsi sebagai bahan pengawet, formaldehid juga digunakan untuk bahan baku melamin. Menurut Ariwahioedi, melamin merupakan suatu polimer, yaitu hasil persenyawaan kimia (polimerisasi) antara monomer formaldehid dan fenol. Apabila kedua monomer itu bergabung, maka sifat toxic dari formaldehid akan hilang karena terlebur menjadi satu senyawa, yakni melamin.

Berdasarkan kerja sama penelitian antara Universitas Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), diketahui kandungan formaldehid dalam perkakas melamin mencapai 4,76–9,22 miligram per liter. ”Permasalahannya, dalam polimerisasi yang kurang sempurna dapat terjadi residu, yaitu sisa monomer formaldehid atau fenol yang tidak bersenyawa sehingga terjebak di dalam materi melamin. Sisa monomer formaldehid inilah yang berbahaya bagi kesehatan apabila masuk dalam tubuh manusia,” ujar Ariwahjoedi.

Dalam sistem produksi melamin yang tidak terkontrol, bahan formaldehid yang digunakan cenderung tidak sebanding dengan jumlah fenol. Maka, kerap terjadi residu. Ini bukan berarti proses produksi yang sudah menerapkan well controlled dan tidak menghasilkan residu terbebas dari potensi mengeluarkan racun. Menurut Ariwahjoedi, formaldehid di dalam senyawa melamin dapat muncul kembali karena adanya peristiwa yang dinamakan depolimerisasi (degradasi). Dalam peristiwa itu, partikel-partikel formaldehid kembali muncul sebagai monomer, dan otomatis menghasilkan racun.

Ariwahjoedi menjelaskan, senyawa melamin sangat rentan terhadap panas dan sinar ultraviolet. Keduanya sangat berpotensi memicu terjadinya depolimerisasi. Selain itu, gesekan-gesekan dan abrasi terhadap permukaan melamin juga berpotensi mengakibatkan lepasnya partikel formaldehid. Ariwahjoedi menambahkan, formaldehid sangat mudah masuk ke tubuh manusia, terutama secara oral (mulut). Formaldehid juga dapat masuk melalui saluran pernapasan dan cairan tubuh.

Monomer formaldehid yang masuk ke tubuh manusia berpotensi membahayakan kesehatan. ”Formalin kan berfungsi untuk membunuh bakteri. Kalau bakteri saja tidak bisa hidup, berarti tinggal selangkah lagi meracuni makhluk yang lain,” ungkapnya berilustrasi. Formaldehid yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel, bahkan dapat pula mengakibatkan kematian sel. Dalam jangka pendek, hal ini bisa mengakibatkan gejala berupa muntah, diare, dan kencing bercampur darah. Sementara untuk jangka panjang, akumulasi formaldehid yang berlebih dapat mengakibatkan iritasi lambung, gangguan fungsi otak dan sumsum tulang belakang. Bahkan, fatalnya dapat mengakibatkan kanker

Spoiler for jangan lupa
moga aja gak repost2
yang ikhlas mo bagi cendolbig nya, monggo gan.
grukk - 30/06/2009 03:47 AM
#26

hammer:

gw baru beli kemaren \(

tulisan di produk

PALING AMAN
*Good Grade *100% Melamin Asli
*Aman dari Fromalin pada penggunaan dingin atau panas
ONYX DESIGN

bahkan ini gelas belom gw buka hammer:
harus kah gw buang? \(
grukk - 30/06/2009 03:52 AM
#27

ternyata :

Food grade merupakan label produk bermelamin yang memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

ga semua produk ware melamin ber formalin
cuman produk tertentu saja

tapi tetap saja, hati2 ingat itu merek apa
kalo ga ada merek nya, sebaiknya hati2 ketika digunakan

asam, goresan dan panas pada gelas/piring melamin tersebut dapat menyebabkan formalin terlepas
amkhalis - 30/06/2009 08:46 AM
#28

di lampiran kan ada tuh gan merek2 yang positif mengandung melamin o
eddysetiabudi - 01/07/2009 12:39 PM
#29

gw bingung ttg OBAGI, itu kan obat yg bole dibeli berdasarkan resep dokter and kontrol dokter, kenapa dianggap berbahaya ???, apa karena ditemukan sebagai OTC gitu ya ???
music_healing - 02/07/2009 05:57 PM
#30

Quote:
Original Posted By eddysetiabudi
gw bingung ttg OBAGI, itu kan obat yg bole dibeli berdasarkan resep dokter and kontrol dokter, kenapa dianggap berbahaya ???, apa karena ditemukan sebagai OTC gitu ya ???


dokter mana ? share deh.. biar kita gebah rame2 dokter yg main ama produsen kosmetik

itu produk mengandung zat melebihi ijinnya
the chas - 04/07/2009 07:28 AM
#31

wa'duh.... berbahaya ternyta hammer:
bakpaumono - 06/07/2009 07:49 AM
#32

thx gan... nice info neh...
p2kyrock01 - 06/07/2009 07:33 PM
#33

oo tidakk..

PONDS!!!!!


hiks... padahal produk favorit...
cewjeleG - 11/07/2009 09:00 AM
#34

wah , gw pke ponds nie ..
ith smw merek ponds dilarang ato gmn ?
ato hanya jenis tertentu .. ?confused:
grukk - 11/07/2009 12:55 PM
#35

jenis tertentu
yang Ponds katanya sih itu produk palsu
jadi bukan dikeluarkan sama pemilik merek resmi

check PDF nya dan liat nama2nya
conat - 16/07/2009 09:40 AM
#36

Skrg ini smakin marak aj kosmetik n jamu2 yg membahayakan konsumen, kt msti hati. Salah2 bs fatal.

Skedar info aja ni buat agan2 jgn pake kantong kresek buat bungkus makanan, bnyk jnis plastik2 yg berbahaya, apalagi kalo kantong kresek yg warna hitam.
Kantong kresek hitam itu terbuat dr berbagai limbah n jg trmasuk kotoran manusia.

Mampir2 y gan Peace:
Mau ttp Prima & Sehat biar lancar nge-Kaskus?? Perhatiin de jam biologis tubuh kita
beer: beer: beer: beer:
69-XXX - 16/07/2009 12:21 PM
#37

ada lg produk herbal yg diklaim bisa nyembuhin semua penyakit....kt yg jual dokter di jkrt byk yg ngambil secara gw emang posisi di luar jakarta tp pas gw tanya siapa dokter2nya dia ga bisa jawab....
produk itu dr SNE berasal dr buah ajaib dr mongolia yi "seabuckthorn"
kaptensprite - 27/07/2009 05:40 PM
#38

Berarti kita harus lebih berhati2 lagi nh....
squiddy - 28/07/2009 01:27 AM
#39

Quote:
Original Posted By music_healing
dokter mana ? share deh.. biar kita gebah rame2 dokter yg main ama produsen kosmetik

itu produk mengandung zat melebihi ijinnya


ini kok blm d jwb?

bahaya nih o
luluklis - 28/07/2009 06:56 PM
#40
obat
duh gan..tks a lot ya inponya...guwe dikasih orang LASMI pelangsing, efeknya emang terasa banget, ternyata mengandung bahan berbahaya.....mending gemuk deh asal sehatmaho
Page 2 of 25 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Peringatan dan penarikan suplemen - jamu - herbal berbahaya di Indonesia