Karesidenan Madiun
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > JAWA TIMUR & BALI > Karesidenan Madiun > ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
Total Views: 7471 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

interrez - 28/12/2009 01:51 AM
#41

Kalo dalam lingkup kota Madiun Sendiri,mengenai keterkenalannya gak usah jauh - jauh deh dari motto kita aja udah terngiang - ngiang ke telinga para ppengunjung baik yang singgah atau sekedar lewat,bahwa "MADIUN KOTA GADIS " yang berarti kota perdagangan,pedidikan,dan perindustrian,kta ambil deh yang perindustrian karena dah jadi trademark kalo Madiun itu kota kereta api ( penghasil sepur ),apalagi tahun ini INKA sudah memproduksi kereta rel listrik commuter yang diberi nama " AREK SUROKERTO " yang beroperasi di antara daerah Mojokerto sampai Suroboyo,sesuai dengan namanya SUROKERTO = SUROboyo mojoKERTO jadi Surbaya kalian puny ajasa sama kita - kita empunya perusahaan INKA hehe.....;);),ya Madiun memang membanggakan dan itupun ga hanya di perkereta apian lho......

Terbukti di bidang otomotif khusunya di mobil, INKA mencatat telah membuat mobil nasional yang murah dan irit dengan nama produk " GEA " ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
ini nih gambarnya emang sih tonkrogannya gak sementereng mobil buatan Eropa dan Jepang yang sudah pada beken duluan,tapi ingat kawan ini mobil buatan kita,INDONESIA PUNYA ( lebih tepatnya Madiun Punya ), kalo pendidikan g usah di tanya lagi deh di bidang komputer kita sudah membuktikan eksistensi kita sebut " MADCOMS " lembaga pendidikan profesi satu tahun ini telah menerbitkan buku - buku ilmu komputer skala nasional gitu........ cool:cool: ih..wow...... , ini deh takkasih link nya ke contoh bukunya,langsung lihat tulisan penulisnya " MADCOMS MADIUN " hehe......
fficial%26sa%3DN%26start%3D20%26um%3D1" >target="_blank"http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture /8858-php_mysql_untuk_pemu.jpg&imgrefurl=http://www.kutukutubuku.com/2008/open/13316/php_mysql_untuk_ pemula_&usg=__kmc-H_qSxtacGmVSF0ESqUfnkTk=&h=193&w=193&sz=8&hl=id&start=31&um=1&tbnid=8hoE-CoTQbmcSM: &tbnh=103&tbnw=103&prev=/images%3Fq%3Dmadcoms%2Bmadiun%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26r ls%3Dorg.mozilla:en-USofficial%26sa%3DN%26start%3D20%26um%3D1

Terlepas dari itu semua memang karesidenan Madiun gak bisa lepas dari ikon-nya Reog dari Ponorogo ( kampung halamnnya ortu nih ) sampe - sampe Malaysia aja gak pake malu - malu lagi bilang kalo itu kesenian milik mereka najismarahnajismarah
,mungkin memang saking bagusnya kesenian kita yang satu ini
malu:malu

ya akhir kata Salute BGT deh buat Karesidenan Madiun
POKOKE MANTAB JAYA.............!!!!! ( ngutip slogan nya cak Boyo DIgdoyo dalam animasi Gramar Suroboyo )
iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
madioen - 30/12/2009 05:35 AM
#42

wuh mantabs..۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
interrez - 30/12/2009 11:53 PM
#43

Quote:
Original Posted By madioen
wuh mantabs..۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


postingan ane yang di bawah tu gan ...........????malu:malu

jadi malu ane gan
hehe..............
cla-X - 20/07/2010 10:48 AM
#44

nambahi .. sate ponorogo enak kang D
Astrindy - 21/07/2010 06:11 PM
#45

Infonya mantap" bangets...

ono info pecel sing neng ngarep kantor PM Ponorogo kae opo ora yoo... think:۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
sacrosact - 21/07/2010 06:27 PM
#46
Brem madiun
[SIZE="5"]
BREM MADIUN

Brem merupakan jajanan khas asli dari Madiun.
Brem adalah makanan yang berasal dari sari ketan yang dimasak dan dikeringkan, merupakan hasil dari fermentasi ketan hitam yang diambil sarinya saja yang kemudian diendapkan dalam waktu sekitar sehari semalam.
Sensasi makanan ini muncul ketika makanan dimasukkan ke dalam mulut akan langsung mencair dan lenyap meninggalkan rasa 'semriwing' di lidah.

Dikenal beberapa bentuk brem yang dikenal di pasaran, berupa makanan dan minuman. Brem berupa makanan terkenal dari Madiun dan Wonogiri, sedangkan yang berupa cairan berasal dari pulau Bali dan Nusa Tenggara.

Bentuk pertama yang lebih dulu dikenal adalah makanan tradisional khas yang berasal dari kota Caruban, Kabupaten Madiun, dan berasal dari dua desa penghasil: Bancong dan Kaliabu. Brem dikemas berbentuk lempengan agak kekuningan, rata-rata berukuran kurang lebih 15 cm x 5 cm x 0,5 cm. Untuk lebih memaksimalkan pemasarannya, brem kini dikemas dalam bentuk kecil kecil seukuran permen, sehingga mudah untuk dikantongi. Biasanya pada sekitar tahun 80-an, brem dalam bentuk ini dijual asongan oleh para pedagang di sekitar stasiun-stasiun di kereta api di daerah Jawa Timur.
Brem bentuk kedua berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, berbentuk lempeng pipih bundar dengan diameter rata-rata 5 cm dan ketebalan sekitar 0,3 cm. Brem asal Wonogiri berwarna putih dan proses pengeringannya melalui dijemur langsung dibawah panas terik matahari selama tiga hari.

Selain itu ada juga Brem yang berbentuk cair berasal dari Bali dan Nusa Tenggara, brem asal bali berwarna putih seperti susu sedangkan yang berasal dari Nusa Tenggara berwarna merah.

Brem padat merupakan makanan tradisional dari hasil pemekatan dan pengeringan cairan tapai ketan. Bahan baku yang umumnya digunakan dalam pembuatan brem padat adalah beras ketan putih.

Brem berguna untuk meremajakan kulit, menghilangkan jerawat dari dalam.
Spoiler for Brem Madiun
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

Spoiler for Brem Madiun
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

[/SIZE]
sacrosact - 09/02/2011 07:14 PM
#47
Seni Dongkrek

[SIZE="5"]Seni Dongkrek


Seni dongkrek lahir sekitar tahun 1867 di Kecamatan Caruban yang saat ini namanya berganti menjadi Kecamatan Mejayan, kabupaten Madiun. Kesenian itu lahir di masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro yang menjadi demang (jabatan setingkat kepala desa) yang membawahi lima desa.

sejarahnya, dongkrek dulu dipopulerkan tahun 1910 oleh R. Bei Lo Prawirodipura, seorang palang(?) di daerah caruban. dongkrek punya banyak versi: dari madiun selatan, dari takeran, sampai dari ngawi juga ada. semua versi itu untuk kebaikan, kan filosofinya untuk tolak bala, untuk mengurangi keburukan.

Kesenian dongkrek hanya mengalami masa kejayaan antara 1867 – 1902. Setelah itu, perkembangannya mengalami pasang surut seiring pergantian kondisi politik di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kesenian dongkrek sempat dilarang oleh pemerintahan Belanda untuk dipertontonkan dan dijadikan pertunjukan kesenian rakyat. Saat masa kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, kesenian ini dikesankan sebagai kesenian genjer-genjer yang dikembangkan PKI untuk memperdaya masyarakat umum. Sehingga kesenian dongkrek mengalami masa pasang surut akibat imbas politik.

tahun 1973, dongkrek digali dan dikembangkan oleh dinas P dan K kabupaten madiun dan dinas P dan K propinsi jawa timur. tahun 1980 diadakan garap tari oleh pak suwondo, kepala seksi kebudayaan kabupaten madiun. tapi semakin lama dongkrek ini semakin tenggelam, jadi nggak terkenal. baru mulai tahun 2002 dongkrek dibawa kelompok seni "condro budoyo" mengikuti festival2 ke luar madiun, termasuk ke festival cak durasim, surabaya. bahkan sampek tampil di istana segala.

Konon rakyat desa Mejayan terkena wabah penyakit, ketika siang sakit sore hari meninggal dunia atau pagi sakit malam hari meninggal dunia, dalam kesedihannya, Raden Prawirodipuro sebagai pemimpin rakyat Mejayan mencoba merenungkan metode atau solusi penyelesaian atas wabah penyakit yang menimpa rakyatnya. Renungan, meditasi dan bertapa di wilayah gunung kidul Caruban. Ia mendapatkan wangsit untuk membuat semacam tarian atau kesenian yang bisa mengusir balak tersebut.

Dalam cerita tersebut wangsit menggambarkan para punggawa kerajaan roh halus atau pasukan gondoruwo menyerang penduduk mejayan dapat diusir dengan menggiring mereka keluar dari desa mejayan, maka dibuatlah semacam kesenian yang melukiskanfragmentasi pengusiran roh halus yang membawa pagelebuk tersebut.

“Komposisi para pemain fragmen satu babak pengusiran roh halus tersebut terdiri dari barisan buto kolo, orang tua sakti dan kedua perempuan tua separuh baya. Para perempuan yang disimbulkan posisi lemah sedang dikepung oleh para pasukan buto kala dan ingin mematikan perempuan tersebut, maka muncullah sesosok lelaki tua dengan tongkatnya mengusir para barisan roh halus tersebut untuk menjauh dari para perempuan tersebut”; jelasnya.

Selanjutnya, melalui peperangan yang cukup sengit, pertarungan antar rombongan buto kolo dengan orang tua sakti, dan dimenangkan oleh orang tua tersebut. Pada episode selanjutnya, orang tua tersebut dapat menyelamatkan kedua perempuan dari ancaman para buto kolo tersebut dan rombongan buto kolo itu mengikuti dan patuh terhadap kehendak orang tua sakti tersebut, kemudian orang tua yang didampingi dua perempuan itu menggiring pasukan buto kolo keluar dari desa mejayan sehingga sirnalah pagebluk yang menyerang rakyat desa mejayan selama ini dan tradisi ini menjadi ciri kebudayaan masyarakat caruban, dengan sebutan Dongkrek.

Masyarakat pada waktu itu mendengar musik dari kesenian dongkrek ini yang berupa bunyian ‘dung’ berasal dari beduk atau kendang dan ‘krek’ ini dan alat musik yang disebut korek. Alat korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang saat digesek berbunyi krek. Dari bunyi dung pada kendang dan krek pada korek itulah muncul nama kesenian Dongkrek.Dalam perkembangannya digunakan pula komponen alat musik lainnya berupa gong, kenung, kentongan, kendang dan gong berry sebagai perpaduan antar budaya yang dialiri kebudayaan Islam, kebudayaan cina dan kebudayaan masyarakat jawa pada umumnya.

Dalam tiap pementasan dongkrek, ada tiga topeng yang digunakan para penari. Ada topeng raksasa atau ‘buto’ dalam bahasa Jawa dengan muka yang seram. Ada topeng perempuan yang sedang mengunyah kapur sirih serta topeng orang tua lambang kebajikan.

“Dan kalau ditarik kesimpulan, maksud jahat akhirnya akan lebur juga dengan kebakan dan kebenaran sesuai dengan sesanti atau moto surodiro joyoningrat, ngasto tekad darmastuti.” Dalam islam istilahnya, Ja’al haq wa zahaqal bathil. Innal Bathila kaana zahuqa.


Quote:

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


Quote:
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞



[YOUTUBE]ChUsUPt14bw[/YOUTUBE]

[YOUTUBE]zShDF1Rzt4Y[/YOUTUBE]



* Diolah dari berbagai sumber 1 2






Sacrosact was here army:
[/SIZE]
sacrosact - 09/02/2011 07:42 PM
#48
Ki Panembahan Ronggo Jumeno
[SIZE="5"]
Ki Panembahan Ronggo Jumeno
[SIZE="4"]Asal Usul Madiun
[/SIZE]

Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang dimiliki oleh Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan Madiun, tetapi Wonoasri.


[*]Sebelum berubah menjadi Madiun, nama yang dipakai ada beberapa versi:
Pada sejarah Kabupaten Madiun disebutkan 2 nama yaitu yaitu (desa/kabupaten) Wonorejo dan Purbaya. Sementara di Wikipedia muncul 2 nama yaitu Wonosari dan Purabaya

[*]Nama Madiun
baru digunakan sejak tanggal 16 Nopember 1590 Masehi (untuk menggantikan nama {Purbaya / Purabaya).



Spoiler for referensi
Quote:
[*]Asal mula pemerintahan Kabupaten Madiun awalnya bermula dari Nguwaran Dolopo dan kemudian pusat pemerintahan dipindahkan ke desa Sogaten. Pada tahun 1575 berpindah lagi ke Desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.

[*]Pusat pemerintahan Kota Madiun
semula adalah "Kuto Miring" terletak di Desa Demangan Kecamatan Taman
Kota Madiun, kemudian digeser ke utara lagi yaitu ditengah Kota Madiun
(sekarang di Komplek Perumahan Dinas Bupati Madiun).

[*]Beberapa peninggalan keadipatian Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah dll.

[*]Di Kelurahan Taman juga
dimakamkan pahlawan-pahlawan pada zaman lampau, termasuk Kyai Ronggo
(tapi tak jelas disebutkan yang mana, karena Ronggo ada Ronggo I s/d
III) Ali Basah Sentot Prawirodirdjo adalah putra dari Ronggo II.

[*]Pada tanggal 1 Januari 1832 Madiun secara resmi dikuasai oleh
Pemerintah Hindia belanda dan dibentuk suatu Tata Pemerintahan yang
berstatus "Karisidenan".

[*]Ibu Kota Karisidenan berlokasi di
Desa Kartoharjo (tempat Patih Kartohardjo) yang berdekatan dengan
Istana Kabupaten Madiun di Pangongangan.

[*]Pada tahun 1906
Kerajaan Belanda mengeluarkan Undang-undang yang bertujuan untuk
memisahkan wilayah perkotaan Madiun dari Pemerintah Kabupaten Madiun.

Quote:



Sumber :
1. Sejarah Madiun
2. Sejarah Kabupaten Madiun
3. Kota Madiun
4. Raden Ayu Retno Dumilah

sumber : link


Sejak awal Madiun merupakan sebuah wilayah di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram. Dalam perjalanan sejarah Mataram, Madiun memang sangat strategis mengingat wilayahnya terletak di tengah-tengah perbatasan dengan Kerajaan Kadiri (Daha). Oleh karena itu pada masa pemerintahan Mataram banyak pemberontak-pemberontak kerajaan Mataram yang membangun basis kekuatan di Madiun. Seperti munculnya tokoh Retno Dumilah.

Beberapa peninggalan Kadipaten Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah, artefak-artefak disekeliling masjid, serta sendang (tempat pemandian) keramat.

Sejak masa Hindia-Belanda, Madiun adalah suatu gemeente yang berpemerintahan sendiri (swapraja) karena komunitas Belanda yang bekerja di berbagai perkebunan dan industri tidak ingin diperintah oleh Bupati (yang adalah orang Jawa). Sebagai suatu kota swapraja, Madiun didirikan 20 Juni 1918, dengan dipimpin pertama kali oleh asisten residen Madiun. Baru sejak 1927 dipimpin oleh seorang walikota. Berikut adalah walikota Madiun sejak 1927:

1. Mr. K. A. Schotman
2. J.H. Boerstra
3. Mr. L. van Dijk
4. Mr. Ali Sastro Amidjojo
5. Dr. Mr. R. M. Soebroto
6. Mr. R. Soesanto Tirtoprodjo
7. Soedibjo
8. R. Poerbo Sisworo
9. Soepardi
10. R. Mochamad
11. R. M. Soediono
12. R. Singgih
13. R. Moentoro
14. R. Moestadjab
15. R. Roeslan Wongsokoesoemo
16. R. Soepardi
17. Soemadi
18. Joebagjo
19. R. Roekito, B.A.
20. Drs. Imam Soenardji
21. Achmad Dawaki, B.A.
22. Drs. Marsoedi
23. Drs. Masdra M. Jasin
24. Drs. Bambang Pamoedjo
25. Drs. H. Achmad Ali
26. H.Kokok Raya, S.H., M.Hum
27. Drs. H. Bambang Irianto, SH.MM

Kota Madiun dahulu merupakan pusat dari Karesidenan Madiun, yang meliputi wilayah Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Meski berada di wilayah Jawa Timur, secara budaya Madiun lebih dekat ke budaya Jawa Tengahan (Mataraman atau Solo-Yogya), karena Madiun lama berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram.

Pada tahun 1948, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Madiun, yang dipimpin oleh Musso di dungus,Wungu,Kab Madiun yang sekarang di kenal dengan nama Monumen Kresek

sumber : 1____2[/SIZE]










Reserved for Update Sacrosact™ army:
sacrosact - 09/02/2011 08:41 PM
#49
Monumen kresek


[SIZE="5"]Monumen Kresek


____Monumen Kresek, adalah monumen bersejarah yang merupakan peninggalan dan sebagai saksi atas Peristiwa Madiun. Lokasi peninggalan sejarah dengan luas 2 hektar ini, berada 8 km ke arah timur dari kota Madiun dan terdiri dari monumen dan relief peninggalan sejarah tentang keganasan PKI pada tahun 1948 di Madiun. Adapun fasilitas wisata yang ada di tempat ini, antara lain, pendopo tempat istirahat, taman tanaman langka dan dilengkapi pula areal parkir.


____Didekat monumen ini juga terdapat prasasti batu yang mengukir nama nama prajurit TNI dan pamong desa yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di desa kresek maupun karena dibantai oleh PKI. Kol. Marhadi adalah prajurit TNI berpangkat tertinggi yang gugur dalam pertempuran desa kresek, namanya lalu diabadikan menjadi salah satu nama jalan di kota madiun dan didirikan pula patungnya di alun alun kota madiun sebagai bentuk penghormatan.menurut warga setempat area monumen kresek dahulu adalah bekas rumah warga yang dijadikan PKI sebagai ajang pembantaian, warga sekitar dikurung didalam rumah tersebut lalu rumah tersebut tersebut dibakar bersama warga yang ada didalamnya. Di sebelah utara monumen kresek terdapat monumen kecil yang terbuat dari batu kali yang mengukir nama-nama prajurit TNI dan para pamong desa yang dibantai oleh PKI.

____Monumen Kresek atau Madiun Affaair (dulu: Pemberontakan PKI 1948) merupakan salah satu lokasi wisata sejarah yang terdapat di Madiun. Monumen ini menampilkan gambaran sejarah keganasan PKI dimasa itu. Monumen seluas 2 HA ini terletak sekitar 8 km kearah timur dari kota Madiun.

____Cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi karena jalan sudah diaspal mulus sampai lokasi, tetapi bagi yang mengandalkan angkutan umum, sangat terbatas bahkan tidak ada angkutan khusus yang menjangkau sampai lokasi. Jadi dianjurkan jika ingin mengunjungi lokasi ini, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi.
Di lokasi wisata sejarah ini terdapat beberapa fasilitas diantaranya lahan parkir, pendopo tempat istirahat, taman, wc, warung kopi. Untuk dapat masuk hanya ditarik karcis masuk yang sangat murah bahkan untuk hari biasa bisa leluasa masuk tanpa bayar karcis. Untuk bagi yang ingin piknik murah meriah dan mendapat tambahan pengetahuan berharga tentang sejarah, tempat ini bisa menjadi pilihan tepat. Selain itu juga bisa menghilangkatkan kepenatan dengan suasana udara yang segar dan sejuk serta panorama yang indah alami.



Spoiler for beberapa pict
Quote:
Quote:
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞



Diresmikan oleh
Gubernur KDH TK I JATIM
H. Soelarso
Pada tgl 10 Juli 1991


Quote:


۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
Relief Keganasan PKI

[QUOTE]
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
Patung Keganasan PKI


[/QUOTE]


Spoiler for beberapa pict part2

Quote:


۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞[CENTER]Prasasti Keganasan PKI

[/CENTER]


Spoiler for suasana
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞ ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
[CENTER]
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞[/CENTER]

Sumber : 1

Apabila spoiler tidak terlihat pict'nya harap di refresh army:[/SIZE]
kontrasepsi - 14/02/2011 12:21 PM
#50

wuih keren :matabelo

-

cendoli ah ts e Dngacir:
sacrosact - 14/02/2011 03:32 PM
#51

Quote:
Original Posted By kontrasepsi
wuih keren :matabelo

-

cendoli ah ts e Dngacir:


sujune aku rak TS malu:
-
wokey next update ae mas sar D
-
pean yow ndang nambahi opo ngunuw p
mas.hendy - 17/02/2011 07:16 AM
#52

maknyozz tenan nich info mediunuers

di tunggu loh yg lainnya

:2thumbup
:toast
disco484 - 20/02/2011 11:25 AM
#53

aduh.. wes disebut kabeh.. la iki anu kota pendekar gan.. KAmpunge Para PEndekar PEncak Silat
sacrosact - 10/03/2011 09:21 PM
#54
Setia hati
[FONT="Georgia"][SIZE="3"]RIWAYAT KI NGABEHI SOERODIWIRDJO
PENCIPTA “SETIA HATI”

1869 Ki Ngabehi Soerodiwirjo (nama kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu Pahing. Beliau merupakan keturunan dari Bupati Gresik-Surabaya.

Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo sebagai Mantri Cacar Ngimbang (Lamongan) yang mempunya 5 (lima) putera yaitu:

1. Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Masdan)

2. Noto (Gunari), di Surabaya

3. Adi (Soeradi), di Aceh

4. Wongsoharjo, di Madiun

5. Kartodiwirjo, di Jombang


Spoiler for Ki Ngabehi Soerodiwirjo
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

Spoiler for silsilah

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


Saudara laki-laki dari ayahnya bernama R.A.A. Koesoemodinoto menjabat sebagai Bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong di Ponorogo, Putra Prabu Brawijaya Majahapit.

1883 Pada saat itu tersebut Ki Ngabehi Soerodiwirjo lulus sekolah rakyat 5 tahun (umur 14 tahun). Selanjutnya beliau ikut Üwonya”Mas Ngabehi Soeromiprojo, yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo, kemudian pindah dan menjabat lagi sebagai Wedono Sedayu-Lawas, Surabaya.

1884 Pada tahun tersebut beliau telah berumur 15 tahun dan magang menjadi Juru Tulis op het Kantoor van de Controleur van Jombang. Sambil belajar mengaji beliau belajar Pencak-Silat yang meupakan dasar dari kegemaran beliau untuk memperdalam Pencak-Silat dimasa-masa berikutnya.

1885 Pada tahun berikutnya, dimana usia beliau telah menginjak 16 tahun, beliau magang di kantor Kontrolir Bandung, dan dari sini beliau belajar Pencak-Silat dari Pendekar-pendekar Prinangan, sehingga didapatlah jurus-jurs seperti:
     
▲ Cimande
▲ Cikalong
▲ Cipetir
▲ Cibeduyut
▲ Cimelaya
▲ Ciampas
▲ Sumedangan

1886 Pada usia 17 tahun beliau pindah ke Betawi (Jakarta), dan disana beliau memanfaatkan untuk memperdalam Pencak-Silat, akhirnya sampai menuasai jurus-jurus seperti:

     ▲ Betawen
▲ Kwitang
▲ Monyetan
▲ Permainan Toya (Stok spel)

1887 Pada usia 18 tahun beliau ikut Kontrolir Belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar Pencak-Silat yang mana gerakannya mirip seperti jurus-jurus di daerah Jawa Barat. Pada pertengahan tahun tersebut beliau ikut Kontrolir Belanda pindah ke Padang, dan tetap bekerja pada bidang pekerjaan yang sama. Di darah Padang Hulu dan Padang Hilir, beliau tetap memperdalam pengetahuannya di bidang Pencak-Silat, dimana gerakannya berbeda bila dibandingkan dengan permainan Pencak-Silat dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di darah yang baru ini, Pencak Silat merupakan salah satu permainan kegemaran rakyat dan merupakan kebudayaan rakyat setempat.

Selanjutnya beliau berguru kepada seorang pendekar dan guru ilmu kebatinan yang bernama Datuk Raja Betua, dari kampung Alai, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Pendekar ini merupakan guru beliau yang pertama kali di daerah Sumatra Barat. Datuk Raja Betua mempunyai seorang kakak yang bernama Datuk Penghulu, dan adiknya bernama Datuk Batua, dimana ketiganya adalah pendekar-pendekar yang termasyur dan dihormati masyarakat.

1897 Pada umur 28 tahun beliau jatuh cinta kepada seorang gadis Padang. Puteri dari seorang ahli kebatinan yang berdasarkan agama Islam (Tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini beliau harus memenuhi bebana, dengan menjawab pertanyaan dari gadis pujaannya yang berbunyi “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA MASDDAN” dan “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SAYA INI ?” (gadis pujaan itu ?). Karena beliau tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pikirannya sendiri, maka beliau berguru kepada seorang ahli Kebatinan yang bernama Nyoman Ida Gempol. Adalah seorang Punggawa Besar dari Kerajaan Bali yang di buang Belanda ke Sumatra (Padang), dan di kenal dengan nama Raja Kenanga Mangga Tengah (Bandingkan dengan nama Desa Winongo – Madiun – Tengah – Madya).

Kemudiaan pada tahun yang sama beliau belajar Pencak-Silat kepada Pendekar Datuk Raja Betua, selama 10 (sepuluh) dan memperoleh tambahan jurus-jurus dari daerah Padang, yaitu:
     
▲ Bungus (uit de haven van Teluk Bayur)
▲ Fort de Kock
▲ Alang – Lawas
▲ Lintau
▲ Alang
▲ Simpai
▲ Sterlak

Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pisungsun yang berupa Pakaian Hitam komplit.

Selanjutnya, Ilmu Kebatinan yang diperoleh dari Nyoman Ide Gempol dipersatukan dengan Pencak-Silat serta Ilmu Kebatinan yang didapat dari Datuk Raja Betua, dimana olel Ki Ngabehi Soerodiwirjo digabungkan menjadi Ilmu dari PERSAUDARAAN “SETIA-HATI” WINONGO MADIUN.

>>> PERKAWINAN I


Akhirnya bebana yang diminta gadis pujaan beliau dapat dijawab, dengan menggunakan ilmu dari Persaudaraan “Setia-Hati” tersebut diatas. Dengan demikian beliau berhasil mempersunting gadis Padang, putri dari seorang ahli Tasawuf. Dari perkawinan ini, beliau belum berhasil mendapatkan keturunan.

1898 Pada usia 29 tahun, beliau bersama istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai Kontrolir DKA di Lho Seumawe.

Di daerah ini beliau mendapatkan jurus::

     ▲ Jurus Kucingan
▲ Jurus Permainan Binja


Pada tahun tersebut, guru beliau Guru Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G. Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh Saudara-saudara “S-H” dengan suatu motto::

“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN”

“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”

1900 Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan beliau pindah ke Bandung.

1903 Beliau kembali ke Surabaya dan menjabat sebagai Polisi Dienar hingga mencapai pangkat Sersan Mayor. Di Surabaya beliau dikenal keberaniannya dalam memberantas kejahatan. Kemudian beliau pindah ke Ujung, dimana sering terjadi keributan antara beliau dengan pelaut-pelaut asing

1903 Beliau mendirikan Persaudaraan “SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10 Syuoro 1323 H.

>>>PERKAWINAN KE II

1905 Untuk kedua kalinya beliau melangsungkan perkawinan dengan Ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dan diperoleh putera dari perkawinannya sebanyak 3 (tiga) orang putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil..

1912 Beliau berhinti dari Polisi Dienar bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia, yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal dan ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata, yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

1914 Beliau kembali lagi ke Surabaya dan bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya beliau pindah ke Madiun di Magazijn D.K.A. dan menetap di Desa Winongo Madiun.

1917 Persaudaraan “DJOJOGENDOLO CIPTO MULJO” diganti nama menjadi Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.

1933 Beliau pensiun dari jabatannya dan menetap di desa Winongo Madiun.

1944 Beliau memberikan pelajaran yang terakhir di Balong Ponorogo (Saudara Koesni cs dan Soerjatjaroko) Kemudian beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari Jum’at Legi 10 November 1944 jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H), di rumah kediaman beliau di Winongo. Dimakamkan di Pesarean Winongo dengan Kijing batu nisan granit, serta dikelilingi bunga melati.

“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI TUHAN YANG MAHA ESA”

Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi Soerodiwirjo sebelum wafat dan diambilkan ayat “Lailatul Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi)

CATATAN: ada wahyu yang loncat dan akan temurun pada waktunya.

PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:

1. Jika saya sudah pulang ke Rachmatullah supaya saudara-saudara “Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap rukun lahir bathin.

2. Jika saya meninggal dunia harap saudara-saudara “S-H” memberi maaf kepada saya dengan tulus-iklas..

Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama masih di dunia fana ini..

Surat Yasin ayat 1 : Yasien Yasien “Allah saja yang mengetahui maksudnya”

Surat Yasin ayat 58: Salaamun Qaulam mir Rabir-Rahiem “Selamat Sejahtera itulah seruan Allah Yang Maha Pengasih”.

Asalnya: Bapak Soewarno, Pencak Silat Dalam Tiga Zaman


sumber : riwayat

versi laen ada di post bawah'nya : #56
_____________________________________



sebelumnya maaf belum sempat liat archive ternyata ada yang sudah ngepost sebelumnya tentang hal ini sumber : archive
jadi disini saya hanya ingin mengulang agar sesuatu yang ada di madiun tidak tenggelam
aku ra melu pencak jo ditakon i ra njowo aku[/FONT][/SIZE]
sacrosact - 10/03/2011 09:23 PM
#55
Versi laen setia hati
Versi laen setia hati dengan tahun yang berbeda,..
saya belum tahu pasti mana tahun yang benar,.. ini tadi surfing dikit soalnya belum punya banyak referensi yang akurat

Spoiler for setia hati


[SIZE="4"]Riwayat Singkat Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo (Eyang Suro)

Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan, yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri pada saat itu). Ki Ageng soerodiwirdjo mempunyai garis keterunan batoro katong di Ponorogo, beliau kimpoi dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkimpoian itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil.

Pada usia 14 tahun (th 1890) beliau lulus SR sekarang SD kemudian diambil putra oleh pamanya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 yaitu tepat berusia 15 tahun ikut seorang kontrolir belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang dahulu (sekarang capeg). Pada usia yang relatif masih muda Ki Ageng Soerodiwirdjo mengaji di pondok pesantren tibu ireng jombang, dan disini lah beliau belajar pencak silat pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di parahyangan di daerah ini beliau berksempatan menambah kepandaian ilmu pencak silat. Ki Ageng Soerodiwirdjo adalah seorang yang berbakat, berkemauan keras dan dapat berfikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macam gerak langkah permainan. Pencak silat yang di ikuti antar lain:
     ▲ Cimande
▲ Cikalong
▲ Cibaduyut
▲ Ciampea
▲ Sumedangan

Tahun 1893 beliau pindah ke jakarta, di kota betawi ini hanya satu tahun tetapi dapat mempergunakan waktunya untuk menambah pengetahuan dalam belajar pencak silat yaitu:
     ▲ Betawian
▲ Kwitangan
▲ Monyetan
▲ Toya

Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke bengkulu karena pada saat itu orang yang di ikutinya (orang belanda) pindah kesana.di bengkulu permainanya sama dengan di jawa barat, enam bulan kemudian pindah ke padang. Di kedua daerah ini Ki Ageng Soerodiwirdjo juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia pencak silat. Permainan yang diperolehnya antara lain : minangkabau
     ▲ Permainan padang Pariaman
▲ Permainan padang Sidempoan
▲ Permainan padang Panjang
▲ Permainan padang Pesur / padang baru
▲ Permainan padang sikante
▲ Permainan padang alai
▲ Permainan padang partaikan

Permainan yang di dapat dari bukit tinggi yakni :
     ▲ Permainan Orang lawah
▲ Permainan lintang
▲ Permainan solok
▲ Permainan singkarak
▲ Permainan sipei
▲ Permainan paya punggung
▲ Permainan katak gadang
▲ Permainan air bangis
▲ Permainan tariakan

Dari daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah. Beliau disamping mengajarkan ilmu kerohanian. Dimana ilmu kerohanian ini diberikan kepada murid-murid beliau di tingkat II.
Pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantuanya ke banda aceh, di tempat ini Ki Ageng Soerodiwirdjo berguru kepada beberapa guru pencak silat, diantarnya :
     ▲ Tengku Achamd mulia Ibrahim
▲ Gusti kenongo mangga tengah
▲ Cik bedoyo

Dari sini diperoleh pelajaran – pelajaran, yakni:
     ▲ Permainan aceh pantai
▲ Permainan kucingan
▲ Permainan bengai lancam
▲ Permainan simpangan
▲ Permainan turutung

Pada tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi. Tahun 1903 di daerah tambak Gringsing untuk pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama ‘SEDULUR TUNGGAL KECER” dan permainan pencak silatnya bernama “ JOYO GENDELO” .

Pada tahun 1917 nama tersebut berubah, dan berdirilah pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI, (SH) yang berpusat di madiun tujuan perkumpulan tersebut diantaranya, agar para anggota (warga) nya mempunyai rasa Persaudaraan dan kepribadian Nasional yang kuat karena pada saat itu Indonesia sedang di jajah oleh bangsa belanda. Ki Ageng Soerodiwirdjo wafat pada hari jum`at legi tanggal 10 nopember 1944 dan di makamkan di makam Winongo madiun dalam usia enam puluh delapan tahun




sumber : riwayat

[/SIZE]
sacrosact - 10/03/2011 09:33 PM
#56

Waduk Bening atau Waduk Widas






Waduk Widas

     Menikmati alam memang tidak akan ada habisnya. Alam memberi kita sebuah arti tersendiri bagi setiap makhluk hidup. Sehingga mari kita usahakan untuk dapat sebisa mungkin merawat alam ini menjadi lebih baik dan indah. Sedikit menagajak anda menelusuri ada tempat wisata apa saja di kawasan saradan, Madiun. Beranjak menelusuri jalan dari kota Madiun menuju ke arah Surabaya. Akhirnya menemukan tempat wisata juga.

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
Waduk Widas atau biasa di sebut dengan kata lain adalah Waduk Bening. Pernah anda berkunjung ke tempat wisata yang satu ini. Waduk Widas adalah merupakan waduk atau sebuah bendungan, berlokasi di kecamatan Saradan dan berjarak kurang lebih 40 km menuju ke arah timur kota Madiun. Luas dari Waduk ini sekitar 860 km persegi. Pada tempat wisata yang satu ini terdapat fasilitas berupa wisata pemancingan, taman main anak, kios, beberapa speed boot walapun sedikit karena memang masih dalam tahap pengembangan.


Wisata ini memang belum begitu terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi jika sudah benar-benar di kelola dengan baik bisa menjadi invest tersendiri. Waduk widas bisa anda ketahui ketika anda sedang berpergian menuju arah Surabaya dari Madiun atau sebaliknya.

Jika anda membawa family anda untuk berkunjung pastikan beberapa perlengkapan anda bawa jika di takutkan di kios sekitar Waduk tersebut tidak menyediakan. Karena di pastikan tempat waduk ini sedikit masuk menuju ke dalam hutan.

Spoiler for beberapa pict
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


Fasilitas Waduk
     
Andalan utama Waduk Bening Widas Madiun berupa tempat pemancingan yang oke punya. Tak jauh dari pintu masuk waduk, anda akan melihat deretan pohon-pohon rindang berjejer rapi di tepi waduk dan cukup untuk menaungi para pemancing yang sedang asyik berburu ikan. Meski udara pada waktu siang hari di kawasan ini cukup terik, namun anda tak perlu risau. Banyak tempat-tempat perteduhan yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat.

Ikan-ikan yang dipelihara didalam waduk seluruhnya dikelola oleh Jasa Tirta (Pemkab) Madiun. Berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, wader, dan mujair, baik berukuran besar, sedang, maupun kecil bisa anda temui disini. Jika beruntung, anda juga bisa mendapatkan ikan gabus atau dorang.

Bila para pemancing yang ingin memasak langsung ikan-ikan hasil tangkapannya, mereka bisa menyewa jasa pengelola rumah makan yang banyak dibuka disekitar waduk. Dan jika ingin membawa ikan hasil pemancingan atau menjaring dari waduk, biasanya dikenakan biaya tambahan, dihitung per kilogram dari setiap ikan yang didapatnya.

Selain tempat memancing, Waduk Bening Widas Madiun juga dilengkapi dengan taman bermain anak-anak dan beberapa perahu yang bisa disewa untuk berkeliling waduk selama 30 sampai 45 menit ditemani para pemandu wisata dari masyarakat setempat. Ada juga kandang pemeliharaan binatang kancil dan cagar alam berupa pohon-pohon langka yang sengaja ditanam dan dilindungi.

Sayangnya, tempat penginapan kurang memadai di tempat wisata ini. Jika ingin menginap, disarankan untuk mencarinya diluar lokasi waduk. Peralatan memancing seyogyanya juga dipersiapkan sendiri dari rumah, karena agak sulit mendapatkan tempat yang menyediakan peralatan memancing yang bagus didalam kawasan waduk.

Bagi anda yang malas bersusah-payah memancing ikan di waduk dan menunggu ikan-ikan hasil tangkapan anda diolah, bisa langsung memesan menu-menu idola di warung-warung makan yang sudah ada. Selain masakan berbagai jenis ikan air tawar, anda juga bisa memesan nasi pecel yang menjadi makanan khas Madiun dan membawa Brem sebagai oleh-oleh untuk keluarga, tetangga, atau sahabat-sahabat di rumah.

Spoiler for beberapa pict
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞



Perjalanan Rute

     Dari pusat kota Madiun, perjalanan memakan waktu sekitar 1 – 1,5 jam menggunakan kendaraan umum. Jalanan menuju ke Waduk Bening Widas Madiun termasuk sangat mudah dijangkau berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil bribadi, sampai bis atau truk karena semuanya sudah beraspal baik dan berada di lokasi yang dekat dengan jalan raya Madiun – Nganjuk, tepatnya di kawasan hutan jati Saradan.

Jika anda dari arah Nganjuk, tidak perlu sampai ke pusat kota Madiun lebih dulu. Begitu memasuki kawasan hutan jati Saradan, anda bisa langsung mengikuti petunjuk di tepi jalan yang akan memandu anda sampai ke Waduk Bening Widas Madiun.

Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, banyak kendaraan umum yang bisa anda gunakan menuju tempat wisata ini. Semua bis mini ataupun bis besar ke arah Madiun – Nganjuk atau Surabaya (dan dari arah sebaliknya) akan melewati Waduk Bening Widas Madiun. Namun, dari pintu gerbang waduk anda masih perlu berjalan kaki sekitar 500 m untuk sampai ke tempat pemancingan dan kawasan waduk utamanya.Waduk widas sangat cocok bagi mereka yang memadu kasih . .karena didukung dengan pemandangan ayng begitu asri di sekeliling waduk.Lokasi jalan dipinggir waduk sekarang komplit ada lampu penerangan jalan sehingga menambah eksotisnya waduk ini .




sumber : 1 2
sacrosact - 10/03/2011 09:34 PM
#57
monumen suryo
[SIZE="4"]Monumen Suryo
Gubernur pertama Jawa Timur

Monumen Soerjo terletak di tengah hutan jati dan didirikan untuk menghormati Gubernur pertama Jawa Timur yaitu Gubernur Soerjo. Beliau terbunuh selama masa pemberontakan komunis tahun 1948. Pada waktu itu bulan November 1948 Presiden Soekarno memanggil semua gubernur untuk bertemu di Yogyakarta yang pada waktu itu merupakan pusat pemerintahan RI. Pada perjalanan kembali ke Surabaya, di Dukuh Gratis Kedungalar Desa, mulia nya diselenggarakan oleh pengikut PKI, dan dipaksa untuk memasuki hutan.Tepat di tengah hutan itu mereka dibunuh secara kejam. Tempat dimana monumen Soerjo didirikan merupakan lokasi yang strategis berada di antara hutan jati dan mahoni yang terletak di jalur Ngawi – Solo.

Seperti halnya wisata alam lainnya wisata Monumen Soerjo juga menawarkan panorama alami berlatar belakang hutan jati dan mahoni. Khusus monumen Soerjo setiap sudut dari objek wisata ini dikelilingi oleh 23 spesies tanaman langka yang dilindungi oleh undang – undang seperti tanaman sawo kecik, citradora, cendana, sonokeling, dan lain – lain. Juga terdapat penangkaran spesies burung seperti Perkutut, Kepodang, Jalak, Bekisar, dan sebagainya.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung pihak manajemen telah membangun berbagai fasilitas penunjang seperti mushola, pendopo untuk beristirahat, taman bermain anak, pusat oleh – oleh, showroom, juga tempat parker yang luas.(Eastjava.com)

Spoiler for pict
۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
[/SIZE]



reserved for edit army: >>
sacrosact - 10/03/2011 09:35 PM
#58

[SIZE="5"]Museum Trinil

Sekilas Cerita Dari Museum Trinil Ngawi
Diposkan oleh native_people_art di 19:52

Museum Trinil, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Indonesia
Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat daya, pada KM 10 jalan Raya Ngawi -Solo ada pertigaan belok ke arah Utara. Dan Sepanjang 3 km perjalanan baru sampailah pada Museum Trinil. Dan Letaknya sendiri di Pinggiran kali Bengawan Solo, dan layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air memang cenderung dipinggiran sungai. Seperti halnya situs Sangiran atau situs sambung macan Sragen juga dibantaran sungai Bengawan solo.
Disebelah Barat daya di halaman Museum terdapat bangunan berupa Monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs ini.Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi Nama Pithecanthropus Erectus. Disamping manusia purba didalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalang ditemukan gading Gajah Purba yang sangat besar sekali jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa.
Dan manusia purba ini diperkirakan berada pada jaman pleistosin tengah atau 1 juta tahun yang lalu.
Dari berbagai temuan adalah:
Golongan primata

1. Pithecanthropus Erectus Dubois
2. Pithecanthropus Soloensis
3. Pongo Pygmaeus Hoppins
4. Symphalangus Syndoctylus Raffles
5. Hyaobates Ofmeloch Andebert
6. Nacaca Fascicalois

dan masih banyak golongan flora ataupun fauna yang lainnya.
Museum Trinil merupakan warisan kepurbakalaan dunia yang semestinya harus dirawat dan dijaga demi perkembangan pengetahuan.

beberapa pict
Spoiler for pict

۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


Pintu masuk dari Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil
Terdapat disamping Gapura pintu sebuah patung Gajah Purba yang fosilnya juga ditemukan didaerah Trinil ini



۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞


Sebuah Monumen/saksi sejarah yang didirikan oleh Eugene Dubois yang bertuliskan angka tahun 1891 M. Dimana perta kali ditemukan fosil manusia purba dan awal dari proyek pencarian fosil - fosil yang lainnya.



۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

Replika Manusia Purba yang ditemukan di Daerah Trinil


۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞




۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞
Fosil Gading Raksasa dari seekor Gajah Purba


۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞

Berbagai Fosil Manusia Purba dari berbagai macam jenis dan ukuran otak yang disesuaikan dengan jamannya. Dibelakangnya nampak peta penyebaran penemuan Fosil manusia purba yang ada diseluruh dunia.




Spoiler for ...

NGAWI, MINGGU – Puluhan fosil yang belum teridentifikasi disimpan dan dibiarkan tidak terawat di laboratorium di Museum Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Bentuk fosil yang tidak utuh dan kurangnya dana dari pemerintah menyebabkan perawatan menjadi tidak optimal.

Berdasarkan pengamatan, Minggu (24/2), bentuk fosil bervariasi, dari yang ukurannya kecil sampai yang ukuran panjangnya satu meter dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Fosil-fosil itu dibiarkan berdebu dan penataannya kurang teratur.

Suryono, salah satu petugas di Museum Trinil, mengatakan, fosil-fosil itu merupakan bagian dari temuan di Sungai Bengawan Solo, sekitar 15 kilometer dari lokasi museum di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sejak tahun 1968.

”Barang-barang itu ditemukan oleh warga dan penambang pasir di Sungai Bengawan Solo yang kemudian diserahkan ke museum. Sebelum museum berdiri tahun 1991, barang-barang itu diserahkan ke Wirodiharjo, warga Desa Kawu, yang merupakan kolektor barang-barang bersejarah,” jelasnya.

Fosil-fosil yang belum diidentifikasi ini tidak seperti 131 koleksi fosil manusia dan hewan purba yang disimpan di Museum Trinil. Fosil-fosil ini sudah teridentifikasi asal dan usianya.

Agus Hadi, petugas lainnya, mengatakan, karena jalan rusak pengunjung museum turun tidak sampai 600 orang per bulan. Padahal, di museum ini ada fosil Pithecanthropus erectus yang yang terkenal di dunia. (KOMPAS/APA)


Spoiler for .
Museum Trinil Juli 15, 2009
Posted by trinil in berita, hari-hari q.
trackback

jump to navigation

Musium Trinil merupakan salah satu situs paleoantropologi yang ada di dunia ini, tepatnya berada di Dusun Pilang, Desa Kawu, kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi- Jawa Timur. Berdasarkan teori terputusnya darwin tentang evolusi manusia banyak ilmuan arkeologi yang melakukan penggalian dan penelitian tuk melengkapi teori darwin tersebut, salah satunya arkeologis dari belanda yang bernama Eugene Dubois menemukan Pithecanthropus Erectus di Trinil yang berada di pinggiran aliran Bengawan Solo. Fosil yang di temukan oleh Dubois tidaklah lengkap alias hanya sebagian yaitu tempurung tengkorak, tulang paha atas dan tiga giginya saja, aelain fosil tersebut juga ditemukan fosil binatang antara lain : fosil tulang rahang bawah macan purba (Felis tigris), fosil gading dan gigi geraham atas gajah purba (Stegodon trigonocephalus), dan fosil tanduk banteng purba (Bibos palaeosondaicus). Tapi sayangnya fosil dari Pithecanthropus Erectus (PE) yang asli saat ini berada di negeri Belanda, dan oleh negeri belanda akan dikembalikan di Indonesia jika Indonesia sudah bisa merawat dan menjaga fosil tersebut, karena perawatan fosil ternyata susah n harus teliti dan disiplin, so kapan Indonesia bisa ya?? Lokasi trinil berada di Jalan Raya Ngawi-Solo, dari jalan raya masuk ke dalamnya sekitar 5 Km. Oia museum Trinil saat ini sudah di sediakan sarana bermain untuk anak seperti : ayunan, seluncur, jungkat jungkit, serta taman yang ada juga patung-patung binatang yang fosilnya ditemukan di sekitar area Trinil. Di Dalam Musium trinil terdapat beberapa gedung setelah kita masuk gapura alias pintu masuk area museum yaitu : Pendopo, Kantor Museum, Museum (berisi pameran fosil-fosil) serta Laboraterium. Di tenggara terdapat tugu lokasi ditemukannya PE, serta saat kita masuk gapura kita di suguhi pemandangan yaitu patung gajah (samping kanan gapura). Di area parkir terdapat Kios-kios kerajinan dan makanan (sayang terbuka jikalau sedang musim liburan sekolah, itupun tak semua kios buka), juga terdapat Mushola dan Toilet. Lokasi area bermain berada di sebelah utara museum, sayang tamannya kurang terawat. Museum Trinil merupakan salah satu rekomendasi untuk anda yang ingin melakukan rekreasi bersama keluarga, kantor maupun sekolah. Disamping sebagai tempat rekreasi juga merupakan tempat untuk menambah ilmu pengetahuan (oia, di dalam museum juga terdapat kronologi terbentuknya benua dan lain-lain, so kalo anda belum mengunjungi museum Trinil sebaiknya anda mengujunginya apalagi jika anda sedang berada di kawasan Kabupaten Ngawi, disamping Museum Trinil juga masih banyak tempat-tempat rekreasi yang menarik di Kabupaten Ngawi antara Lain, waduk pondok, waduk sangiran, pemandian alam Tawon, air terjun srambang, kebun teh Jamus, Benteng Pendem, dan lain-lainnya.




_______________ Lanjut di bawah'nya army:[/SIZE]
sacrosact - 10/03/2011 09:36 PM
#59

lanjutan museum trinil

Spoiler for ,..
Situs Museum Trinil dalam penelitian merupakan salah satu tempat hunian kehidupan purba pada zaman Pleistosen Tengah, kurang lebih 1,5 juta tahun yang lalu. Situs Trinil ini amat penting sebab di situs ini selain ditemukan data manusia purba juga menyimpan bukti konkrit tentang lingkungannya, baik flora maupun faunanya.

Museum Trinil terletak di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, kurang lebih 13 kilometer arah barat pusat kota Ngawi, dan untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Sayang sekali di jalan arteri yang bisa menjadi petunjuk utama, tidak ada satupun patokan yang bisa mengarahkan kita ke Museum tersebut. Kalau bertanya sama seseorang hanya dijawab, “ Pokoknya belok ke gang yang ada gapura hitamnya,”. Akhirnya setelah bertanya selama dua kali, sampailah kami di lokasi museum.

Pintu gerbang museum yang sangat sederhana terlihat setelah masuk ke dalam 1 km dari jalan raya utama, kemudian kami melapor ke pos penjaga untuk membayar tiket masuk. Memang luar biasa murah kalau boleh dikatakan, bayangkan untuk melihat peradaban jutaan tahun yang lalu hanya dikenakan biaya masuk seribu rupiah per orang. Ketika masuk ke lokasi parkir, kesan pertama yang timbul adalah bahwa museum ini kurang optimal perawatannya, terutama dalam hal fasilitas dan kebersihan.

Masuk ke dalam museum kami mendapati ruangan yang dipenuhi dengan tulang-tulang manusia purba. Diantaranya adalah : fosil tengkorak manusia purba ( Phitecantropus Erectus Cranium Karang Tengah Ngawi ), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).

Disamping itu masih ada beberapa fosil tengkorak : Australopithecus Afrinacus Cranium Taung Bostwana Afrika Selatan, Homo Neanderthalensis Cranium Neander Dusseldorf Jerman dan Homo Sapiens Cranium. Selain fosil-fosil tengkorak yang tersebut hal yang menarik lainnya adalah, adanya sebuah tugu tempat penemuan manusia purba. Dulu tak banyak orang tahu akan makna tugu itu, bahkan kemungkinan besar bisa rusak kalau tidak dpelihara oleh seorang sukarelawan.



[navigasi.net] Museum - Trinil
Pintu masuk museum trinil


Wirodihardjo atau Wiro balung alias Sapari dari Kelurahan Kawu adalah seorang sukarelawan yang menyadari bahwa tugu itu mempunyai makna yang besar dan sangat berguna bagi penelitian selanjutnya. Wajar ia berpendapat begitu, karena ia telah menyaksikan ekspedisi atau penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan setelah penggalian yang dilakukan E.Dubois dan Salenka. Orang asing atau mahasiswa datang silih berganti untuk melakukan ekspedisi yang tentunya dengan biaya yang mahal. Oleh karena itu, sebagai putra daerah tersebut, ia merasa ikut bertanggungjawab atas kelestarian tempat itu.

Kehadiran Wirodiharjo di Trinil sangat berarti, karena beliau menjadi tempat untuk bertanya para pengunjung tentang fosil di Trinil. Walaupun tempat tersebut terkenal sebagai daerah fosil, namun kenyataan waktu itu tidak satupun fosil yang ada di Trinil. Untuk itulah ia mengumpulkan setiap fosil yang ditemukan di sungai Bengawan Solo. Selain itu Pak Wiro juga mendapat laporan dari penduduk sekitar bahwa mereka menemukan fosil. Dari hari ke hari fosil yang dikumpulkan dari tiga desa ; sebelah barat Desa Kawu, sebelah utara Desa Gemarang dan sebelah timur Desa Ngancar bertambah banyak, atas tinjauan Kepala Seksi Kebudayaan Depdikbud Ngawi waktu itu ( Pak Mukiyo ) ia mendapat bantuan tiga buah almari untuk menyimpan fosil-fosil tersebut. Sejak saat itulah Pak Wirodiharjo terkenal dengan sebutan Wiro Balung yang berarti Pak Wiro yang suka mengumpulkan balung-balung ( tulang ).

Dan selanjutnya pada tahun 1980/1981 Pemerintah daerah setempat mendirikan museum untuk menampung fosil-fosil tersebut yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Jatim “Soelarso” pada tanggal 20 Nopember 1991. Namun sayang Wiro Balung sudah tiada sejak 1 April 1990 dan keahlian beliau diteruskan oleh anaknya Mas Sujono ( 37 ) yang sekarang menjad juru kunci Museum Trinil. Selain dari diorama yang ada, Mas Sujono juga banyak memberikan keterangan tambahan kepada kami.

Diantara tambahan keterangan Mas Sujono yang sangat penting adalah,”Bahwasannya Trinil merupakan daerah padang savanna pada masa lampau. Kenapa ? karena adanya manusia, banteng, gajah dan hewan-hewan yang lain yang tumbuh di satu area. Hal ini cukup menunjukkan kalau dulu daerah ini adalah savanna. Namun kemudian setelah adanya letusan Gunung Lawu yang berturut-turut hancurlah peradaban yang ada di Trinil dan sekitarnya,” kata Mas Sujono dengan mimik serius. Dengan melihat Museum Trinil suatu kearifan dapat kita tarik dari berbagai temuan para ilmuwan tentang manusia purba. Adalah suatu kenyataan bahwa dibalik keanekaragaman wujud kehidupan kita dewasa ini, sesungguhnya ada kesamaan asal-usul kita seluruhnya sebagai manusia.(AMGD)




sumber: 1 2 3 4
____________ under construction army:
sacrosact - 16/03/2011 10:56 PM
#60
Raden Katong
PEMBAWA ISLAM PERTAMA & LEGENDARIS PONOROGO
Raden Katong, yang kemudian lazim disebut Batoro Katong, bagi masyarakat Ponorogo mungkin bukan sekedar figur sejarah semata. Hal ini terutama terjadi di kalangan santri yang meyakini bahwa Batoro Katong-lah penguasa pertama Ponorogo, sekaligus pelopor penyebaran agama Islam di Ponorogo.

Batoro Katong, memiliki nama asli Lembu Kanigoro, tidak lain adalah salah seorang putra Prabu Brawijaya V dari selir yakni Putri Campa yang beragama Islam. Mulai redupnya kekuasaan Majapahit, saat kakak tertuanya, Lembu Kenongo yang berganti nama sebagai Raden Fatah, mendirikan kesultanan Demak Bintoro. Lembu Kanigoro mengikut jejaknya, untuk berguru di bawah bimbingan Wali Songo di Demak. Prabu Brawijaya V yang pada masa hidupnya berusaha di-Islamkan oleh Wali Songo, para Wali Islam tersebut membujuk Prabu Brawijaya V dengan menawarkan seorang Putri Campa yang beragama Islam untuk menjadi Istrinya.

Berdasarkan catatan sejarah keturunan generasi ke-126 beliau yaitu Ki Padmosusastro, disebutkan bahwa Batoro Katong dimasa kecilnya bernama Raden Joko Piturun atau disebut juga Raden Harak Kali. Beliau adalah salah seorang putra Prabu Brawijaya V dari garwo pangrambe (selir yang tinggi kedudukannya).

Walaupun kemudian Prabu Brawijaya sendiri gagal untuk di-Islamkan, tetapi perkimpoiannya dengan putri Cempa mengakibatkan meruncingnya konflik politik di Majapahit. Diperistrinya putri Cempa oleh Prabu Brawijaya V memunculkan reaksi protes dari elit istana yang lain. Sebagaimana dilakukan oleh seorang punggawanya bernama Pujangga Anom Ketut Suryongalam. Seorang penganut Hindu, yang berasal dari Bali.

Tokoh yang terakhir ini, kemudian desersi untuk keluar dari Majapahit, dan membangun peradaban baru di tenggara Gunung Lawu sampai lereng barat Gunung Wilis, yang kemudian dikenal dengan nama Wengker (atau Ponorogo saat ini). Ki Ageng Ketut Suryangalam ini kemudian di kenal sebagai Ki Ageng Kutu atau Demang Kutu. Dan daerah yang menjadi tempat tinggal Ki Ageng Kutu ini dinamakan Kutu, kini merupakan daerah yang terdiri dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Jetis.

Ki Ageng Kutu-lah yang kemudian menciptakan sebuah seni Barongan, yang kemudian disebut REOG. Dan reog tidak lain merupakan artikulasi kritik simbolik Ki Ageng Kutu terhadap raja Majapahit (disimbolkan dengan kepala harimau), yang ditundukkan dengan rayuan seorang perempuan/Putri Campa (disimbolkan dengan dadak merak). Dan Ki Ageng Kutu sendiri disimbolkan sebagai Pujangga Anom atau sering di sebut sebagai Bujang Ganong, yang bijaksana walaupun berwajah buruk.

Pada akhirnya, upaya Ki Ageng Kutu untuk memperkuat basis di Ponorogo inilah yang pada masa selanjutnya dianggap sebagai ancaman oleh kekuasaan Majapahit. Dan selanjutnya pandangan yang sama dimiliki juga dengan kasultanan Demak, yang nota bene sebagai penerus kejayaan Majapahit walaupun dengan warna Islamnya. Sunan Kalijaga, bersama muridnya Kiai Muslim (atau Ki Ageng Mirah) mencoba melakukan investigasi terhadap keadaan Ponorogo, dan mencermati kekuatan-kekuatan yang paling berpengaruh di Ponorogo. Dan mereka menemukan Demang Kutu sebagai penguasa paling berpengaruh saat itu.

Demi kepentingan ekspansi kekuasaan dan Islamisasi, penguasa Demak mengirimkan seorang putra terbaiknya, yakni yang kemudian dikenal luas dengan Batoro Katong dengan salah seorang santrinya bernama Selo Aji dan diikuti oleh 40 orang santri senior yang lain.

Raden Katong akhirnya sampai di wilayah Wengker, lalu kemudian memilih tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman, yaitu di Dusun Plampitan, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Saat Batoro Katong datang memasuki Ponorogo, kebanyakan masyarakat Ponorogo adalah penganut Budha, animisme dan dinamisme.

Singkat cerita, terjadilah pertarungan antara Batoro Katong dengan Ki Ageng Kutu. Ditengah kondisi yang sama sama kuat, Batoro Katong kehabisan akal untuk menundukkan Ki Ageng Kutu. Kemudian dengan akal cerdasnya Batoro Katong berusaha mendekati putri Ki Ageng Kutu yang bernama Niken Gandini, dengan di iming-imingi akan dijadikan istri.

Kemudian Niken Gandini inilah yang dimanfaatkan Batoro Katong untuk mengambil pusaka Koro Welang, sebuah pusaka pamungkas dari Ki Ageng Kutu. Pertempuran berlanjut dan Ki Ageng Kutu menghilang, pada hari Jumat Wage di sebuah pegunungan di daerah Wringin Anom Sambit Ponorogo. Hari ini oleh para pengikut Kutu dan masyarakat Ponorogo (terutama dari abangan), menganggap hari itu sebagai hari naas-nya Ponorogo.

Tempat menghilangnya Ki Ageng Kutu ini disebut sebagai Gunung Bacin, terletak di daerah Bungkal. Batoro Katong kemudian, mengatakan bahwa Ki Ageng Kutu akan moksa dan terlahir kembali di kemudian hari. Hal ini dimungkinkan dilakukan untuk meredam kemarahan warga atas meninggalnya Ki Ageng Kutu.

Setelah dihilangkannya Ki Ageng Kutu, Batoro Katong mengumpulkan rakyat Ponorogo dan berpidato bahwa dirinya tidak lain adalah Batoro, manusia setengah dewa. Hal ini dilakukan, karena Masyarakat Ponorogo masih mempercayai keberadaan dewa-dewa, dan Batara. Dari pintu inilah Katong kukuh menjadi penguasa Ponorogo, mendirikan istana, dan pusat Kota, dan kemudian melakukan Islamisasi Ponorogo secara perlahan namun pasti.

Pada tahun 1486, hutan dibabat atas perintah Batara Katong, tentu bukannya tanpa rintangan. Banyak gangguan dari berbagai pihak, termasuk makhluk halus yang datang. Namun, karena bantuan warok dan para prajurit Wengker, akhirnya pekerjaan membabat hutan itu lancar.

Lantas, bangunan-bangunan didirikan sehingga kemudian penduduk pun berdatangan. Setelah menjadi sebuah Istana kadipaten, Batara Katong kemudian memboyong permaisurinya, yakni Niken Sulastri, sedang adiknya, Suromenggolo, tetap di tempatnya yakni di Dusun Ngampel. Oleh Katong, daerah yang baru saja dibangun itu diberi nama Prana Raga yang berasal atau diambil dari sebuah babad legenda "Pramana Raga". Menurut cerita rakyat yang berkembang secara lisan, Pono berarti Wasis, Pinter, Mumpuni dan Raga artinya Jasmani. sehingga kemudian dikenal dengan nama Ponorogo.

Kesenian Reog yang menjadi seni perlawanan masyarakat Ponorogo mulai di eliminasi dari unsur-unsur pemberontakan, dengan menampilkan cerita fiktif tentang Kerajaan Bantar Angin sebagai sejarah reog. Membuat kesenian tandingan, semacam jemblungan dan lain sebagainya. Para punggawa dan anak cucu Batoro Katong, inilah yang kemudian mendirikan pesantren-pesantren sebagai pusat pengembangan agama Islam.

Dalam konteks inilah, keberadaan Islam sebagai sebuah ajaran, kemudian bersilang sengkarut dengan kekuasaan politik. Perluasan agama Islam, membawa dampak secara langsung terhadap perluasan pengaruh, dan berarti juga kekuasaan. Dan Batoro Katong-lah yang menjadi figur yang diidealkan, penguasa sekaligus ulama.

Beliau kemudian dikenal sebagai Adipati Sri Batoro Katong yang membawa kejayaan bagi Ponorogo pada saat itu, ditandai dengan adanya prasasti berupa sepasang batu gilang yang terdapat di depan gapura kelima di kompleks makam Batoro Katong dimana pada batu gilang tersebut tertulis candrasengkala memet berupa gambar manusia, pohon, burung ( Garuda ) dan gajah yang melambangkan angka 1418 aka atau tahun 1496 M.

Batu gilang itu berfungsi sebagai prasasti "Penobatan" yang dianggap suci. Atas dasar bukti peninggalan benda-benda purbakala tersebut dengan menggunakan referensi Handbook of Oriental History dapat ditemukan hari wisuda Batoro Katong sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo, yakni pada hari Ahad Pon Tanggal 1 Bulan Besar, Tahun 1418 saka bertepatan dengan Tanggal 11 Agustus 1496 M atau 1 Dzulhijjah 901 H. Selanjutnya tanggal 11 Agustus ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Ponorogo.

Batoro Katong dikenal memiliki sebuah pusaka tombak bernama Kyai Tunggul Naga. Tombak ini memiliki pamor kudung, tangkainya dari sulur pohon jati dan terdapat ukiran naga, dengan ukuran panjang kira-kira 60 cm.

Ada dua versi tentang asal muasal tombak pusaka tersebut. Yang pertama versi keturunan Demang Kutu Ki Ageng Suryangalam dan versi Babad Ponorogo.

Versi keturunan Demang Kutu, menyebutkan bahwa tombak Kyai Tunggul Naga dulunya milik Ki Ageng Suryangalam yang menjadi demang di Kutu. Dimana, Demang Suryangalam yang sebelumnya pujangga di istana Majapahit pergi meninggalkan istana karena kecewa. Nasehat-nasehatnya untuk menata negeri Majapahit tidak didengarkan oleh Prabu Kertabhumi. Menjelang runtuhnya kerajaan besar itu, keadaan negeri semrawut, bobrok. Banyak gerakan separatis ingin memisahkan diri dari Majapahit.

Sikap oposan Demang Suryangalam ini membuat Prabu Kertabhumi marah, ia kemudian menyuruh salah seorang puteranya yang bernama Raden Batara Katong untuk menangkap Demang Suryangalam. Setelah berhasil mengalahkan Demang Kutu, Raden Batara Katong kemudian memiliki tombak Kyai Tunggul Naga. Adapun tombak itu aslinya berasal dari Tuban, pusaka Adipati Tuban Ranggalawe. Tombak Kyai Tunggul Naga dikenal sebagai pusaka yang ampuh.
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > JAWA TIMUR & BALI > Karesidenan Madiun > ۞[Apa&Siapa] Yang Membuat Kars.Madiun Dikenal۞