HEALTH & MEDICAL
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
Total Views: 312264 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 26 of 215 | ‹ First  < 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 >  Last ›

zusans imran - 10/12/2009 02:45 PM
#501

[B][FONT="Arial Narrow"][SIZE="3"][QUOTE=GirlzAngel;141374075]kalo mengenai detail pendidikannya, saya jg kurang tau kk, soal na saya blum ketemu ama dokter nya, rencana sih sabtu ini mau ketemu..Mengenai gigi saya, ya bagian bawah perlu ada operasi gigi, karena 1 gigi geraham belakang bawah nempel di deket pipi ( menyimpang dari gusi). mengenai gigi atas, gigi depan 2 biji agak bertumpuk kk, kata na sih kurang ruang gerak utk geraham belakang ( ini semua saya uda konsultasi dengan dokter gigi sebelumnya yang masih kul di Trisakti
examexam - 10/12/2009 02:47 PM
#502

Quote:
Original Posted By zusans imran

kan sudah dijelaskan di pembuka thread..tidak dibaca ya?


maklum nih Dok, orang awam

masih gak bisa bedain:

mau confirm lagi deh kalo gitu,

ada
1.specialis.ortho dapat gelar sp.ortho

2.s2 ortho dapet gelar ...?

bener gak ? atau gak ada yg namanya S2 ortho

yg bagus yg mana ?

sorry ya kalo bloon hehehe
soalnya saya baca2 di forum lain
katanya ada kursus ortho (cuma beberapa bulan) ada s2 ortho (2-3 tahun)
jadi kita jadi bingung
zusans imran - 10/12/2009 03:10 PM
#503

Quote:
Original Posted By examexam
maklum nih Dok, orang awam

masih gak bisa bedain:

mau confirm lagi deh kalo gitu,

ada
1.specialis.ortho dapat gelar sp.ortho

2.s2 ortho dapet gelar ...?

bener gak ? atau gak ada yg namanya S2 ortho

yg bagus yg mana ?

sorry ya kalo bloon hehehe
soalnya saya baca2 di forum lain
katanya ada kursus ortho (cuma beberapa bulan) ada s2 ortho (2-3 tahun)
jadi kita jadi bingung

its OK, no problem..
Spoiler for jawabannya
1. spesialis >ortho--dokter gigi yg ambil kuliah lagi, belajar dan praktik dengan pendalaman KHUSUS di bidang ortho, lama kuliah +/- 3,5 tahun. gelarnya Sp. Ort. Spesialist itu derajatnya sama dengan S2, tapi sifatnya profesional, ada penekanan skill, kalau S2 kebanyakan teori dan lebih kepada untuk peningkatan jenjang karir, misalnya kepegawaian.

2. S2 medis, seperti yg disebutkan sama nexia di posting sebelumnya. tidak bersifat profesional skill. Bisa saja seseorang ambil S2, tapi ia meneliti hal2 yang berkaitan dengan ortho, misalnya proses reaksi tingkat molekuler dalam perawatan ortho, bahan2 yang digunakan dalam ortho dsb, gelarnya nanti master/M.Kes, tapi S2 ini tidak memberikan pendalaman skill selayaknya spesialis. Selama menjalani pendidikan juga tidak dibebani minimal pencapaian jumlah pasien yg dirawat, juga sangat sedikit bahkan tidak sama sekali berinteraksi seperti peserta pendidikan spesialis.

3. KurSus ortho, bisa diikuti dalam rentang jam, hari, minggu bahkan bulan. Pendidikan ini non gelar, walaupun nanti di sertifikatnya ada embel2 seperti gelar, tapi ini sama sekali bukan spesialis. KurSus, bagaimana pun, dalam jenjang kependidikan levelnya tetap di bawah >S1--non gelar, bahkan bisa dibilang di bawah diploma (pendidikan macam apa yg hanya 3 bulan bisa dapat gelar?)
Peserta kursus hanya dibekali sedikit bekal dan pengetahuan, yang tentu saja secara logika tetap kemampuan skill dan medisnya mengenai ortho di bawah spesialis. inilah yg sekarang menjadi area abu2 penegakan etik dalam pembagian wilayah kompetensi dokter gg di Indonesia. Kalau Saya pribadi, tetap tidak setuju bahwa dokter ortho hasil kursus dianggap competible dengan Sp..^_^ ini juga yg membedakan sistem kita dengan sistem regulasi di luar negeri, di luar negeri sistemnya jauh lebih tertib, you know lah..hehehe..

examexam - 10/12/2009 03:18 PM
#504

Quote:
Original Posted By zusans imran

its OK, no problem..
Spoiler for jawabannya
1. spesialis >ortho--dokter gigi yg ambil kuliah lagi, belajar dan praktik dengan pendalaman KHUSUS di bidang ortho, lama kuliah +/- 3,5 tahun. gelarnya Sp. Ort. Spesialist itu derajatnya sama dengan S2, tapi sifatnya profesional, ada penekanan skill, kalau S2 kebanyakan teori dan lebih kepada untuk peningkatan jenjang karir, misalnya kepegawaian.

2. S2 medis, seperti yg disebutkan sama nexia di posting sebelumnya. tidak bersifat profesional skill. Bisa saja seseorang ambil S2, tapi ia meneliti hal2 yang berkaitan dengan ortho, misalnya proses reaksi tingkat molekuler dalam perawatan ortho, bahan2 yang digunakan dalam ortho dsb, gelarnya nanti master/M.Kes, tapi S2 ini tidak memberikan pendalaman skill selayaknya spesialis. Selama menjalani pendidikan juga tidak dibebani minimal pencapaian jumlah pasien yg dirawat, juga sangat sedikit bahkan tidak sama sekali berinteraksi seperti peserta pendidikan spesialis.

3. KurSus ortho, bisa diikuti dalam rentang jam, hari, minggu bahkan bulan. Pendidikan ini non gelar, walaupun nanti di sertifikatnya ada embel2 seperti gelar, tapi ini sama sekali bukan spesialis. KurSus, bagaimana pun, dalam jenjang kependidikan levelnya tetap di bawah >S1--non gelar, bahkan bisa dibilang di bawah diploma (pendidikan macam apa yg hanya 3 bulan bisa dapat gelar?)
Peserta kursus hanya dibekali sedikit bekal dan pengetahuan, yang tentu saja secara logika tetap kemampuan skill dan medisnya mengenai ortho di bawah spesialis. inilah yg sekarang menjadi area abu2 penegakan etik dalam pembagian wilayah kompetensi dokter gg di Indonesia. Kalau Saya pribadi, tetap tidak setuju bahwa dokter ortho hasil kursus dianggap competible dengan Sp..^_^ ini juga yg membedakan sistem kita dengan sistem regulasi di luar negeri, di luar negeri sistemnya jauh lebih tertib, you know lah..hehehe..



udah tercerahkan
makasih banyak Dok

jadi sebenarnya utk pasang kawat gigi
kita cari yg Sp.Ort itu
zusans imran - 10/12/2009 03:38 PM
#505

Quote:
Original Posted By examexam
udah tercerahkan
makasih banyak Dok

jadi sebenarnya utk pasang kawat gigi
kita cari yg Sp.Ort itu

Sama-sama..idealnya begitu, percayakan suatu pekerjaan pada ahlinya, ya toh? tapi soal ini juga Saya tidak mau terlalu keras, karena jangankan pasien/orang awam, sejawat dokter gigi saja bisa melanggar/menentang hal ini..^_^ Saya hanya berusaha memberikan pemahaman saja kpeada masy awam, keputusannya tetap ada pada pasien, ingin dirawat oleh siapa..^_^
Akbar kadabra - 11/12/2009 01:48 AM
#506

Quote:
Original Posted By zusans imran

Coba konsultasi ke dokter Sp Ortonya, nanti dia akan susun rencana perawatan yang sesuai..yang jelas, setidaknya kamu sudah punya sedikit gambaran mengenai perawatan yg akan dijalani..mohon dilihat kembali mengenai kompetensi dokter gigi sebagaimana yg Saya kemukakan di awal thread, itu untuk kebaikan kamu kok..kalau seandainya drg Sp.Ort terlalu berat biaya perawatannya, bisa pilih ke drg PPDGS ortho di RSGM yang ada program Sp. Orto (RSGM di PTN: UGM, UNPAD, UI, UNAIR).

Sekarang ini, hukum mengenai wilayah kompetensi dokter gg Sp belum tegas diterapkan, masih abu2, dalam artian, selayaknya drg Sp. Ort lah yg berkompeten untuk merawat dengan pesawat fix/cekat/behel, akan tetapi kemudian berkembang di lapangan :drg yg mendapat pelatihan/kursus dianggap berkompeten juga untuk itu, padahal jelas, tentu saja akan jauh berbeda pengetahuan dan skill drg yg punya skill orto dari kursus beberapa jam dibandingkan dengan yg benar ambil program Sp (kurang lebih 3,5 tahun). Untuk issue ini, Saya tidak ingin berkomentar terlalu jauh, kembali ke nurani drg masing2, pantas/tidaknya..di sini Saya hanya ingin supaya pasien punya dental minded yg bagus..tidak hanya sebagai pasien yg pasif, tapi juga tahu dan mengerti..^_^


ok dehh... mantab nih bang TS.. tq atas smua bantuan dan penjelasannya.. dan juga buat bro2 laen yg udah bantu.. shakehand

Quote:
Original Posted By zusans imran

its OK, no problem..
Spoiler for jawabannya
1. spesialis >ortho--dokter gigi yg ambil kuliah lagi, belajar dan praktik dengan pendalaman KHUSUS di bidang ortho, lama kuliah +/- 3,5 tahun. gelarnya Sp. Ort. Spesialist itu derajatnya sama dengan S2, tapi sifatnya profesional, ada penekanan skill, kalau S2 kebanyakan teori dan lebih kepada untuk peningkatan jenjang karir, misalnya kepegawaian.

2. S2 medis, seperti yg disebutkan sama nexia di posting sebelumnya. tidak bersifat profesional skill. Bisa saja seseorang ambil S2, tapi ia meneliti hal2 yang berkaitan dengan ortho, misalnya proses reaksi tingkat molekuler dalam perawatan ortho, bahan2 yang digunakan dalam ortho dsb, gelarnya nanti master/M.Kes, tapi S2 ini tidak memberikan pendalaman skill selayaknya spesialis. Selama menjalani pendidikan juga tidak dibebani minimal pencapaian jumlah pasien yg dirawat, juga sangat sedikit bahkan tidak sama sekali berinteraksi seperti peserta pendidikan spesialis.

3. KurSus ortho, bisa diikuti dalam rentang jam, hari, minggu bahkan bulan. Pendidikan ini non gelar, walaupun nanti di sertifikatnya ada embel2 seperti gelar, tapi ini sama sekali bukan spesialis. KurSus, bagaimana pun, dalam jenjang kependidikan levelnya tetap di bawah >S1--non gelar, bahkan bisa dibilang di bawah diploma (pendidikan macam apa yg hanya 3 bulan bisa dapat gelar?)
Peserta kursus hanya dibekali sedikit bekal dan pengetahuan, yang tentu saja secara logika tetap kemampuan skill dan medisnya mengenai ortho di bawah spesialis. inilah yg sekarang menjadi area abu2 penegakan etik dalam pembagian wilayah kompetensi dokter gg di Indonesia. Kalau Saya pribadi, tetap tidak setuju bahwa dokter ortho hasil kursus dianggap competible dengan Sp..^_^ ini juga yg membedakan sistem kita dengan sistem regulasi di luar negeri, di luar negeri sistemnya jauh lebih tertib, you know lah..hehehe..



widihhh.. ini lebih manteb lagi infonya... beer:
FilZ - 11/12/2009 12:17 PM
#507

Quote:
Original Posted By zusans imran


Kawat yang diaktifkan itu tidak boleh menyentuh mukosa, baik pada pesawat orto lepasan maupun pesawat orto cekat, kalaupun menyentuh, itu bagian brachesnya kena ke bibir. Untuk mengatasi sariawan bisa pakai obat sariawan biasa+tingkatkan konsumsi protein n vitaminnya supaya jaringan mukosanya kuat dan cepat terjadi penyembuhan. Kalau dirawat dengan pesawat ortho cekat, sewaktu bicara ya agak diatur supaya bibir tidak terlalu sering bergesek2 dengan brachesnya (inilah yg sering bikin sariawan).
Untuk mengatasi makanan yang menempel di sela pesawat orto tentu saja dengan menyikat gigi setelah makan dengan sikat gigi khusus untuk pasien yang sedang menjalani perawatan orto..^_^


Terima Kasih dok, atas tanggapannya.

Kalau saya pakai obat sariawan kok rasanya terbakar & sakit sekali. Apa ada alternative lain?

Kalau untuk membersihkanya memerlukan sikat gigi khusus, apa perlu menggunakan pasta gigi khusus?

Salam Hormat,

FilZSedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
zusans imran - 11/12/2009 04:52 PM
#508

Quote:
Original Posted By Akbar kadabra
ok dehh... mantab nih bang TS.. tq atas smua bantuan dan penjelasannya.. dan juga buat bro2 laen yg udah bantu.. shakehand



widihhh.. ini lebih manteb lagi infonya... beer:


terima kasih..Saya Mbak-mbak lho..bukan abang-abang..hehehe..
zusans imran - 11/12/2009 04:58 PM
#509

Quote:
Original Posted By FilZ
Terima Kasih dok, atas tanggapannya.

Kalau saya pakai obat sariawan kok rasanya terbakar & sakit sekali. Apa ada alternative lain?

Kalau untuk membersihkanya memerlukan sikat gigi khusus, apa perlu menggunakan pasta gigi khusus?

Salam Hormat,

FilZSedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)

sariawan itu kan lapisan epitel/mukosa bibirnya terbuka, jd ujung2 saraf menjadi cepat dan lebih sensitif dalam menerima rangsang, makanya terpapar asam/manis/pedas pun terasa perih..jangankan obat, makan buah pun kadang terasa perih toh..^_^
dietnya aja diperbagus seperti yg telah Saya jawab di posting sebelumnya..rata2 orang merasakan hal yg sama seperti kamu, kalau sedang sariawan ya perih..ga diapa2kan pun kadang juga perih..tapi masih kuat kan menahannya?paling juga 3 harian diobati sudah sembuh..

Tidak perlu pasta gg khusus untuk pasien ortho..kecuali jika kamu menderita hipersensitif dentin, boleh pakai pasta gg khusus untuk gg sensitif..
Bridaga - 11/12/2009 10:09 PM
#510

nice info gan...
kalo gigi gingsul sebaiknya d behel g ya??
iloveindonesia
tjumieyh - 12/12/2009 01:19 AM
#511

malem gan..
saya mau nanya
saya pasang behel 1,5 tahun lalu dilepas.. saya juga memakai retainernya.. namun sakit sekali sehingga terkadang saya pakainya satu hari pakai satu hari engga karena memang habis dicopot rasanya ngilu banget seharian jadi harus nunggu besok biar sakitnya agak ilang.. gtu terus gan.. tapi lama kelamaan saya liat gigi depan saya agak maju lagi tapi kalo pake retainer malemnya, lalu paginya kembali rapi.. namun malamnya gigi saya ke depan lagi jadi pake retainer lagi.. besok pagi rapi lagi hammer: gtu2 terus berulang2.. normalkah dok?

saya ga nyaman banget dgn kondisi kyk gni dok kesannya gigi saya mudah goyah hammer: makan jagung takut, makan sate takut..

gimana solusinya ya?

trus saya juga liat teman saya pake sesuatu yang mirip retainer tapi permanen itu namanya apa ya dok?

saya tanya dokter saya katanya dy ga tau apaan hammer:

terima kasih dok
zusans imran - 12/12/2009 03:48 AM
#512

Quote:
Original Posted By tjumieyh
malem gan..
saya mau nanya
saya pasang behel 1,5 tahun lalu dilepas.. saya juga memakai retainernya.. namun sakit sekali sehingga terkadang saya pakainya satu hari pakai satu hari engga karena memang habis dicopot rasanya ngilu banget seharian jadi harus nunggu besok biar sakitnya agak ilang.. gtu terus gan.. tapi lama kelamaan saya liat gigi depan saya agak maju lagi tapi kalo pake retainer malemnya, lalu paginya kembali rapi.. namun malamnya gigi saya ke depan lagi jadi pake retainer lagi.. besok pagi rapi lagi hammer: gtu2 terus berulang2.. normalkah dok?

saya ga nyaman banget dgn kondisi kyk gni dok kesannya gigi saya mudah goyah hammer: makan jagung takut, makan sate takut..

gimana solusinya ya?

trus saya juga liat teman saya pake sesuatu yang mirip retainer tapi permanen itu namanya apa ya dok?

saya tanya dokter saya katanya dy ga tau apaan hammer:

terima kasih dok
Seharusnya, yang namanya retainer itu sifatnya pasif karena dia hanya berfungsi untuk menjaga posisi gg di posisi baru tersebut sampai gigi dan tulang tersebut stabil..bukan untuk menekan apalagi menggeser gigi..jadi seharusnya retainer itu tidak menyebabkan sakit, kalau sakit berarti retainernya itu terlalu ketat. Minta Sp. Ort nya untuk menyesuaikan lagi retainernya. Kalau seperti itu terus dan tidak ditanggulangi, lama2 gigi kamu bisa goyang semua..

retainer ada dua, ada yg lepasan dan fix. kalau yg lepasan ya seperti pesawat lepas, pakai sistem plat. Kalau yg cekat/fixed ya disemen di belakang gigi..Mungkin dokternya bukan tidak tahu, tapi tidak mengerti/beda interpretasi dengan "retainer" punya teman yg kamu gambarkan padanya..^_^
zusans imran - 12/12/2009 04:06 AM
#513

Quote:
Original Posted By Bridaga
nice info gan...
kalo gigi gingsul sebaiknya d behel g ya??
iloveindonesia
thank you..Gigi gingsul=ectopic >caninus--gg tumbuh tidak pada tempatnya di lengkung rahang, biasanya karena kekurangan ruang atau bisa juga karena kesalahan posisi benih gigi..akan tetapi, idealnya, gigi tumbuh pada posisinya di lengkung rahang..
selama tidak mengganggu, boleh saja memilih untuk tidak dirawat-karena bbrp orang justru menganggap gingsul =pemanis..^_^
zusans imran - 12/12/2009 04:08 AM
#514

deleted, sorry double post
GirlzAngel - 12/12/2009 08:40 AM
#515

Quote:
Original Posted By examexam
thanks banget
eh, kalo udah ketemu, tolong update ya info selanjutnya
apakah dia sudah sp.ortho, ngantrinya lama apa enggak
dan biaya pasang serta kontrol
good luck


kemaren ari jumat, ak coba cek alamat dokter erik, memang sih kayak na dokter gigi biasa, tapi ga tau juga ya, pas lewatin sepanjang jalan greenvil ampe taman ratu, buset papan nama dokter gigi banyak banget, ada jg dokter ortoho... lupa...kalo mau coba, mending datengin satu2 aja..hehehehe...
maho
tjumieyh - 12/12/2009 10:33 AM
#516

Quote:
Original Posted By zusans imran
Seharusnya, yang namanya retainer itu sifatnya pasif karena dia hanya berfungsi untuk menjaga posisi gg di posisi baru tersebut sampai gigi dan tulang tersebut stabil..bukan untuk menekan apalagi menggeser gigi..jadi seharusnya retainer itu tidak menyebabkan sakit, kalau sakit berarti retainernya itu terlalu ketat. Minta Sp. Ort nya untuk menyesuaikan lagi retainernya. Kalau seperti itu terus dan tidak ditanggulangi, lama2 gigi kamu bisa goyang semua..

retainer ada dua, ada yg lepasan dan fix. kalau yg lepasan ya seperti pesawat lepas, pakai sistem plat. Kalau yg cekat/fixed ya disemen di belakang gigi..Mungkin dokternya bukan tidak tahu, tapi tidak mengerti/beda interpretasi dengan "retainer" punya teman yg kamu gambarkan padanya..^_^


sebelumnya makasi ya dok jawabannya cepet bgt ^_^
saya mau nanya lagi.. retainer saya tadinya memang longgar jd sering copot kalo minum ato nelen ludah.. akhirnya saya ke dokter saya minta dikencengin.. trs dy kencengin nah kejadiannya jadi kyk gni dan uda skitar 6 bulan.. abis pake retainer rapi.. tapi kira2 12 jem kemudian agak berantakan lagi.. gtu trs dok diulang2.. saya pernah ke dokter saya lagi buat nanya kata dy gapapa..tapi ini gigi saya sudah mau mnunjukkan ketidakrapihannya lagi dok.. apa saya sebaiknya ganti dokter gigi? penderitaan terbesar adalah ketika nyopot retainer, apakah sebaiknya saya pake yg fixed biar ga copot pasang? bisa minta gambarnya dok soalnya takut beda sama interpretasi saya hehe.. maaf ngerepotin soalnya saya takut bgt gigi saya balik lagi..

makasi lagi ya dok..
Ruxan - 12/12/2009 12:22 PM
#517

pengen pasang kawat gigi... matabelo:
zusans imran - 12/12/2009 01:19 PM
#518

Quote:
Original Posted By tjumieyh
sebelumnya makasi ya dok jawabannya cepet bgt ^_^
saya mau nanya lagi.. retainer saya tadinya memang longgar jd sering copot kalo minum ato nelen ludah.. akhirnya saya ke dokter saya minta dikencengin.. trs dy kencengin nah kejadiannya jadi kyk gni dan uda skitar 6 bulan.. [B]abis pake retainer rapi.. tapi kira2 12 jem kemudian agak berantakan lagi.. gtu trs dok diulang2.. saya pernah ke dokter saya lagi buat nanya kata dy gapapa..tapi ini gigi saya sudah mau mnunjukkan ketidakrapihannya lagi dok.. apa saya sebaiknya ganti dokter gigi? penderitaan terbesar adalah ketika nyopot retainer, apakah sebaiknya saya pake yg fixed biar ga copot pasang? bisa minta gambarnya dok soalnya takut beda sama interpretasi saya hehe.. maaf ngerepotin soalnya saya takut bgt gigi saya balik lagi..

makasi lagi ya dok..

Trims juga.. Retainer=pasif, bukan berarti longgar atau malah terlalu ketat..tetapi pas mengikuti kontur gigi yg telah terkoreksi. Perhatikan yang Saya bold di atas ya..^_^, di posting sebelumnya sudah Saya jelaskan fungsi retainer bukan? untuk menjaga/mengawal supaya gigi yg telah berada di posisi yg baru sampai dia cukup stabil untuk dibiarkan tanpa penyangga (retainer). Kelihatan bukan, gigi kamu yang baru dirawat tersebut belum stabil..^_^ bisa berubah2 posisinya begitu..rata2 pemakaian retainer adalah selama 3 bulan sejak perawatan dinyatakan selesai..baru dianggap gg tersebut telah cukup stabil di posisi yang baru, baru deh retainernya boleh dilepas..
Saya sarankan untuk kembali konsul ke drgnya sebelum gigi kamu benar2 kembali pada susunan yang parah, siapa tahu masih bisa dengan pemakaian pesawat lepas saja, kan jadi lebih murah biaya perawatannya..Kalau ada keluhan, jangan takut ngomong sm dokternya..dan idealnya, dokter gg nya juga harus care, apakah pasiennya sudah cukup nyaman dengan penyesuaian yang dilakukan, apakah retainer, tambalan dll.

Retainer cekat/fixed bentuknya mirip behel atau bisa juga hanya berupa kawat lurus, disemenkan di belakang gigi dengan menggunakan bahan tambal sewarna gigi (resin komposit). Kalau mau lihat gambar2nya, coba googling dengan keyword fixed retainer.
[/B]
zusans imran - 12/12/2009 01:29 PM
#519

Quote:
Original Posted By deca2708
retainer yang ilang yang copot pasang dok.
kalo retainer fix 5 gigi depan.

dan juga yang gigi belakang itu salah, maap, =D, haha..
maunya nanya gigi di 'kebelakangin' lagi, haha.

oh, hanya terjadi inklinasi kok dok, hehe..
makasih ya dok jawabannya, sangat membantu, =)..
dan kalo bole tau, kira2 pasang pesawat lepas dimana ya dok?
kata dokter drg umum kan bisa,
rata2 semua dokter gigi ada dan tinggal di tanya aja,
ato cuman ada beberapa tempat spesial yang ada?
pesawat ortho lepas=kompetensi drg umum, jadi sebenarnya semua drg umum secara keilmuan bisa/mampu melakukan perawatan jenis ini, tinggal bagaimana drg nya saja, mau atau engga, hehehe..Kalau yg terjadi hanya inklinasi saja, Saya kira masih bisa dengan pesawat lepasan saja. gigi depan yg ada retainernya mau ditarik ke belakang? retainernya harus dilepas dulu, kalau tidak dilepas-giginya tidak bisa digerakan. kamu mhsw FKG ya? ^_^
zusans imran - 13/12/2009 12:23 AM
#520

@ girlzangel dan examexam..nampaknya thread saya tidak berguna untuk anda (atau mungkin malah tidak dibaca dulu? ^_^)
Page 26 of 215 | ‹ First  < 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 >  Last ›
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)