HEALTH & MEDICAL
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
Total Views: 312264 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 33 of 215 | ‹ First  < 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 >  Last ›

zusans imran - 10/01/2010 12:53 AM
#641

Quote:
Original Posted By Tante_Mer
Sis, kebetulan aku ada masalah sama rahang bawahku. kalau sedang mengunyah kok seperti bunyi glutuk-glutuk gitu. trus klo aku gerakin rahang bawahku juga bunyi. seperti ada 'engsel' yg lepas. Kata temenku bisa di terapi pake breket. emang bener bisa sis? mohon petunjuknya.
rahang klutuk2 berarti ada gangguan persendian tulang rahang (TMJ disorder), salah satu penyebabnya adalah ketidakseimbangan oklusi, artinya, kalau dari hasil analisa penyebabnya memang ketidakseimbangan gigitan maka terapinya ya memang perawatan ortodonti.
kelainan ini sebenarnya bersifat fungsional, tapi kalau sudah lewat masa pertumbuhan, maka akan berubah jadi kelainan skeletal/tulang, sulit untuk dikembalikan menjadi normal bahkan mungkin tidak bisa lagi kalau hanya mengandalkan pesawat orthodonti, melainkan diperlukan juga bedah orthognati (coba buka halaman2 sebelumnya, ada beberapa kasus yang penjelasannya mengenai hal ini).
Bisa saja kalau mau mencoba dirawat dengan behel+pesawat fungsional, hanya saja, mengingat sekarang ini masa pertumbuhan kamu sudah lewat maka hasilnya tidak sebagus/tidak semaksimal dengan hasil perawatan pesawat fungsional ketika masa pertumbuhan.
adiekun - 10/01/2010 02:57 AM
#642

alhamdullilah gigi gw rapih... jd gk perlu nyiksa diri pake kawat gigi...
***-=Gin=-*** - 10/01/2010 04:49 AM
#643

bos, font-nya yang dipakai rapet2 banget jadi susah dibaca, sory, masukan aja.
\)

oya, klo rekomendasi drg. (deleted) di (deleted)
bagus tuh dia, dan harga juga bersaing. \)
thx
Riaddenoe - 10/01/2010 07:52 AM
#644

Quote:
Original Posted By ***-=Gin=-***
bos, font-nya yang dipakai rapet2 banget jadi susah dibaca, sory, masukan aja.
\)

oya, klo rekomendasi drg. (deleted) di (deleted)
bagus tuh dia, dan harga juga bersaing. \)
thx


Kita gak pake rekomendasi2an di sini...

Yg penting dokter giginya sudah spesialis orthodonti (Sp.Ort). Dan perawatannya sesuai prosedur yg sudah dijelaskan secara umum di pembuka thread...

Kemaren ada yg rekomendasiin dokter gigi yg ngrawat dia, kayaknya bukan spesialis orthodonti, dan kejadian perawatan tidak sesuai prosedur. Baru seminggu pasang behel harus dilepas dan cari dokter gigi spesialis bedah mulut dan spesialis konservasi...

Kalopun ada yg minta petunjuk, kita arahkan ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut yg ada di bawah naungan universitas yg ada FKGnya...Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
***-=Gin=-*** - 10/01/2010 08:18 AM
#645

Quote:
Original Posted By Riaddenoe
Kita gak pake rekomendasi2an di sini...

Yg penting dokter giginya sudah spesialis orthodonti (Sp.Ort). Dan perawatannya sesuai prosedur yg sudah dijelaskan secara umum di pembuka thread...

Kemaren ada yg rekomendasiin dokter gigi yg ngrawat dia, kayaknya bukan spesialis orthodonti, dan kejadian perawatan tidak sesuai prosedur. Baru seminggu pasang behel harus dilepas dan cari dokter gigi spesialis bedah mulut dan spesialis konservasi...

Kalopun ada yg minta petunjuk, kita arahkan ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut yg ada di bawah naungan universitas yg ada FKGnya...Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)


ups, sori klo begitu, ternyata tak bolh pake rekomen2 segala \)
tp fyi, yang ini spesialis orthodonti., gw edit deh, supaya informasi gw nanti tidak dianggap informasi yg salah.

menurut saya
klo yg kasus itu, searusnya "dia" juga ngecek dulu, dan baca2 informasi lain, ga semua informasi itu benar, jadi harus bisa menelaah menurut saya.
sekarang tidak jamannya pasang bener dan beres, tapi banyak unsur2 lain seperti bisnis nyari untung, mau menjatuhkan saingan , dll.
jadi pintar2lah memilih.

thx
dodiedo - 10/01/2010 09:38 AM
#646

Quote:
Original Posted By zusans imran


kembali ke pembuka thread, yang punya lisensi untuk memasang behel/pesawat ortodonti cekat hanya dokter gigi spesialis orthodonti. jangankan tukang gigi, dokter gigi umum saja tidak punya lisensi untuk itu...


mo nanggepin donk
btw saya pernah ke drg biasa,katanya dipasang ma drg jg gpp
Riaddenoe - 10/01/2010 10:11 AM
#647

Quote:
Original Posted By dodiedo


mo nanggepin donk
btw saya pernah ke drg biasa,katanya dipasang ma drg jg gpp


Kompetensi dokter gigi umum terbatas di penggunaan pesawat ortodonti lepasan. Jadi kalo ada yg menawarkan pesawat ortodonti cekat (behel) sebenarnya bukan kompetensinya. Keputusan di tangan anda sendiri. Kami hanya menunjukkan perawatan terbaik. Kalo nanti ada masalah, resiko anda sendiri...Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
lili_okta - 10/01/2010 01:46 PM
#648

Rapi...gampang buat gosok giginya..kiss
zusans imran - 10/01/2010 02:56 PM
#649

@Riaddenoe... good job \)
ryanniqu - 10/01/2010 11:44 PM
#650

dok..

saya sebenarnya pengen masang kawat gigi...cuma masalahnya....4 gigi bungsu saya tumbuhnya belum sempurna padahal dah lama banget...
kalo mo pasang kawat gigi, apa harus dilakukan operasi pengangkatan gigi bungsu ? mengingat gigi bungsu saya itu belum sempurna....


thanx dok atas jawabannya...\)
Riaddenoe - 11/01/2010 08:58 AM
#651

Quote:
Original Posted By ryanniqu
dok..

saya sebenarnya pengen masang kawat gigi...cuma masalahnya....4 gigi bungsu saya tumbuhnya belum sempurna padahal dah lama banget...
kalo mo pasang kawat gigi, apa harus dilakukan operasi pengangkatan gigi bungsu ? mengingat gigi bungsu saya itu belum sempurna....


thanx dok atas jawabannya...\)


umur agan berapa tahun?

periksa aja dulu ke dokter gigi ortodontisnya. nanti diperiksa klinis dan dikasih rujukan untuk bikin fotopanoramic untuk lihat kondisi gigi bungsunya...

kalo gigi bungsunya bakal nyusahin ato malah bikin masalah di kemudian hari, dokter giginya bakal nyaranin untuk dilakukan perawatan sesuai kondisi gigi bungsu tersebut, ya peluang terbesarnya emang operasi angkat gigi bungsu...

tapi kalo no problem, bakal tumbuh normal dan ruangnya cukup ato malah gak ada benih gigi bungsunya, mungkin bisa langsung ke perawatan ortodontik...
examexam - 12/01/2010 02:16 PM
#652

kalau orang design rumah, kan bikin dulu blueprintnya,
lalu setelah di setujui oleh customer, barulah di bangun berdasarkan blueprint tsb.

nah kalau pasang kawat ini, ada gak sih semacam itu
misalnya saya mau tampilan bibir atas saya mundur sekian mm,
biar gak seperti dono
setelah itu di rawat sampe seperti expectation yg di setujui bersama

atau cuma ngikutin si dokter aja, alias nurut dokternya ?


saya pernah baca
kalau di luar, di simulasi dulu pake software
di perlihatkan nanti jadinya seperti ini
bahwa bentuk bibir,gigi akan seperti hasil simulasi
setelah pasien ok, barulah di mulai perawatan


so selama proses nego tsb
di jelasin sama dokter, apa aja yg bisa di capai, apa yg gak bisa di capai
biar gak terlalu over expect(pasien) dan over commit(dokter)

jadi setelah misalnya sekian bulan,tahun
gak terjadi dispute antara dokter dan pasien
so sama2 puas

kan sering terjadi
harapan pasien sebenarnya begitu
tapi krn tidak ada komunikasi , jadinya berbeda
biasa kan di indo, komunikasi kadang jadi hal langka
pokoknya ikut dokter aja
dokter-dokter jangan marah ya

silahkah komentarnya ...monggo
assler - 12/01/2010 06:58 PM
#653

ane pake behel pasang di dokter gigi temen 4 jt
zusans imran - 12/01/2010 07:31 PM
#654

Quote:
Original Posted By examexam
kalau orang design rumah, kan bikin dulu blueprintnya,
lalu setelah di setujui oleh customer, barulah di bangun berdasarkan blueprint tsb.

nah kalau pasang kawat ini, ada gak sih semacam itu
misalnya saya mau tampilan bibir atas saya mundur sekian mm,
biar gak seperti dono
setelah itu di rawat sampe seperti expectation yg di setujui bersama

atau cuma ngikutin si dokter aja, alias nurut dokternya ?


saya pernah baca
kalau di luar, di simulasi dulu pake software
di perlihatkan nanti jadinya seperti ini
bahwa bentuk bibir,gigi akan seperti hasil simulasi
setelah pasien ok, barulah di mulai perawatan


so selama proses nego tsb
di jelasin sama dokter, apa aja yg bisa di capai, apa yg gak bisa di capai
biar gak terlalu over expect(pasien) dan over commit(dokter)

jadi setelah misalnya sekian bulan,tahun
gak terjadi dispute antara dokter dan pasien
so sama2 puas

kan sering terjadi
harapan pasien sebenarnya begitu
tapi krn tidak ada komunikasi , jadinya berbeda
biasa kan di indo, komunikasi kadang jadi hal langka
pokoknya ikut dokter aja
dokter-dokter jangan marah ya

silahkah komentarnya ...monggo
dental education itu penting, supaya tidak jadi pasien "yang ikut/nurut kata dokter saja"..dan untuk tujuan itulah saya dan rekan2 saya mengelola thread ini (lihat di pembuka thread.. \)). Soal simulasi, itu hanya tambahan saja, tidak termasuk prosedur standar, jadi boleh dilakukan boleh juga tidak..acuan dokter gigi adalah textbook. Software dirancang secara general, tidak spesifik, sementara perawatan ortho melibatkan pola aktivitas remodelling yang polanya berbeda2 pada tiap individu, jadi, walaupun sudah di"ramal" lewat s'ware, tetap saja ada kemungkinan error. Anda pasti tau, kemungkinan kesamaan pola susunan gigi hanyalah 1:2 milyar, apa iya, software itu mengandung data 2 milyar variasi susunan gigi? I am not sure \) . jadi, kesimpulan saya, s'ware tidak bisa dijadikan acuan..

Anda tentu orang yang banyak membaca/berawawasan luas..tetapi mungkin Anda lupa, dalam statistik, jika kita ingin membandingkan sesuatu agar mendapat data yang valid, harus ada yang dinamakan variabel dan parameter, dimana variabel dan parameter ini akan berpengaruh dan menjadi standar dalam menganalisa data..baru bisa dikatakan suatu hasil analisa akan menjadi valid/signifikan atau tidak..\) begitu pula dalam hal ini, menurut Saya, sangat tidak bijak bila kita membandingkan merancang gedung (benda mati yang tidak ada regulasinya, tidak bertumbuh, tidak berkembang, dan statis) dengan sistem yang ada pada tubuh manusia, dalam hal ini dental-skeletal dan maksilofasial (bagian dari makhluk hidup, tumbuh, berkembang dan DINAMIS). human body system quitely different to be compared with building system \)

Btw, tanpa software saja sudah banyak tukang gigi yang memberikan jasa pemasangan behel, bagaimana kalau s'ware itu beredar di Indonesia ya? \)


Eastxander - 12/01/2010 11:33 PM
#655
Pertanyaan tentang dokter pemasang kawat gigi dan curcol
Bu, gw baru aja deal dan bayar untuk pasang kawat gigi niihh dan gw agak agak gak yakin setelah gw melihat stempel namanya, tidak ada sp ort dibelakang namanya, tapi penjelasannya enak..selayaknya seperti konsultasi pada umumnya..ada tanya jawab mengenai kenapa mau pasang kawat gigi...ada masalah apa di gigi...bla bla bla..mantab deh...soalnya ada cerita nih menganai kedatangan gw ke dokter gigi FKG UI ..sekalian curhat gak apa apa khan?..heheheeh..

Pertanyaan dulu aja yaaa.. curcolnya nanti belakangan ..

Kalau yang masang kawat giginya bukan dokter gigi spesialist orto boleh nggak sih? maksud gw, apakah kalau seorang dokter gigi umum mengklaim bisa untuk pasang kawat gigi apakah itu menyalahi aturan kedokteran gigi?..jawab ya bu,

Apakah dokter gigi specialist harus mencantumkan SPort di belakang namanya ya bu? kalau ini tidak berarti dia bukan dokter gigi specialist orto dooongg?? tapi gw sudah terlanjur bayarrr...hikksss...berdoa saja deh mudah mudahan gigi gw bisa bener yaaa...menenangkandirisendiri mode ON

naahhh ini cur col nya...
tadinya sih niat mau pasang ke klinik FKGM di UI salemba, gak taunya pelayanannya bikin gw kecewa berat....gw dateng dan lapor ke ibu yang jaga dan diberikan kepada salah satu dokter senior, kenapa gw bilang senior karena keliatan paling tuwir dari dokter dokter spesialist yang lain yang lagi pada kerja.. gw yakin tuh dokter pembimbing deh keknya..gw lupa namanya..lagian gak enak juga khan sebut nama..nanti sama kek kasus prita deh gw...

gw duduk, truss dia tanya dengan nada gak enak,
"mau apa pak?"
"mau pasang kawat gigi" jawab gw. truss dia langsung aja menerangkan bahwa, "disini nanti akan dikerjakan oleh dokter praktek yang sedang ambil specialist orto tapi tetap dalam pengawasan dokter pembimbing, trus biayanya 5 juta..kontrol 70 atau 75 ribu gw gaknangkep jelas belum termasuk ini itu ini itu ini itu..sudah!!..boleh pulang"
"loh, pak, katanya 4 juta pak biayanya kok jadi 5 juta??,,
"kata siapa 4 juta?" sanggah si bapak dengan nada agak sedikit kesal, menurut penilaian gw..
"saya dapet info dari mahasiswi yang praktek di poli gigi rscm pak"
"ooo.. , bukan dari mbak mbak yang jaga di depan ya?"
"bukan pak" jawab gw..
tuh dokter langsung diem...dan tiba tiba :
"ya sudah bapak boleh pulang"
"loohhh, saya gak diperiksa giginya pak? gak dianjurkan untuk foto gigi?" tanya gw...karena mbak yang jaga di depan itu bilang bahwa kemungkinan gw akan di disuruh untuk foto gigi juga sekalian dengan foto gigi gw yang butuh perawatan...tapi ternyata diperlakukan seperti itu sama tuh dokter...shock gw...
"ooooo..itu nantiiiiii" kata dokter..
"ooo begitu ya pak?" jawab saya..
"ya sudah saya pulang nih pak"
"iya" kata dokternya..
"oh iya pak saya mau ke integritas 1 juga nih pak..sekalian periksa gigi, file saya dibawa kesana atau gimana nih pak?" dengan cueknya tuh dokter bilang "iya bawa aja" gw cukup senewen juga nih ngeliat tuh dokter..sial..gw udah nunggu lama lama ..eehh dapet pelayanan kek gini....sebelum gw keluar tuh dokter mencatat nama, alamat dan no telp gw..nanti bapak akan di hubungi melalui telepon, kata si dokter menutup percakapan.

gw masih terbengong bengong sambil keluar ruangan..kok gini yaa?? apa memang seperti ini yaa?? aaahhhhh..sudah lah..gak usah dipikir..gw bayar di kasir untuk foto ronget..murah sih cuma 12 ribu...
trusss gw keruang foto rongtent sambil bawa2 resume medis pasient..dan gw baru tahu itu resume medis gak boleh dibawa-bawa pasien setelah gw baca baca waktu menunggu hasil foto gigi...wahhhh ngaco lagi niihhh....

15 menit kemudian foto gw jadi ...gw pergi keruang integritas 1, menyerahkan ke mbak mbak yang jaga dan sudah ke"pusing"an dengan ulah mahasiswa/wi yang sliweran ke meja nya sempet pulpennya juga hilang berkali kali....mbak, gak istirahat ya mbak, khan sudah jam 12 tanya gw..waduhh disini gak ada istirahatnya kalau istirahat nanti pasientnya nunggu lama kasian khan?? ..oww oww..gw bakal dapat pelayanan yang baik nih kali ini dengan mahasiswa/wi praktek..pikir gw...
tunggu ya pak, kata sih mbak manis yang jaga di eja receptionist..masih penuh semua mas..ya wes gw bersedia menunggu karna pelayananya ramahh....yang nunggu bersamaan dengan gw ada sekitar 3 orang.
15 menit kemudian ada calon dokter berjilbab yang memegang berkas gw..dan langsung tanya tanya...gw lupa tanya apa..tapi akhirnya tuh calon dokter gak jadi menangani kasus gigi gw..akhirnya diberikan ke orang lain. setelah 30 menit berkas gw itu menghilang ruang bagian sebelah kanan tersebut ...muncullah secara tiba tiba calon dokter yang lain menyerahkan kembali berkas itu ke mbak mbak yang jaga..yanga nanganin si XXX sambil berlalu gitu aja...gw masih bisa senyum tuh sama si mbak receptionist ngeliat tingkah tuh cewek..pikir gw.ada ada aja nih para calon dokter..aneh aneh juga perilakunya..ada yang salah nyebut nama dokter pembimbing.,.ada yang tiba tiba pengen pingsan, ada yang nitip sesuatu bungkusan item di tempat mbak itu..haduuhh macem macem dehh...gw baru sadar setelah gw agak melongk ke meja si mbak itu..ternyata berkas yang diberikan si none tadi sambil berlari keluar itu adalah berkas gw...WHAT????...jadi berkas gw selama sudah hampir satu jam bersliweran di dalam akhirnya kembali lagi tanpa ada yang bisa menangani...sedihnya hatiku.....
setengah jam tambahan lagi...gw masih sabar....gw coba tanya..dan mbak nya juga udah mulai pasang tampang gak tega ngeliat gw...sabar yaaa mas...bentar lagi kok...gw ijin dulu untuk buang air kecil..gw laper tahan dulu mungkin sebentar lagi dipanggil...gw balik dari kamar mandi..ternyata belum dipanggil juga...pikir gw..sampe jam 2 gw belum dipanggil juga gw pulang aja deh..mendingan gw pake kartu asuransi gw aja..ngapain juga gw kesini pikir gw...eehhhh si mbak bilang..bentar lagi ya mas.alatnya lagi di cuci...owww ok dehhh pikir gw...sepuluh menit lagi kok...
tik tok tik tok..lewat sudah 10 menit ternyata setengah jam...tuh calon dokter gigi yang bakal menangani gigi gw akhirnya muncul..ternyata orang itu juga yang bersliweran wara wari juga di muke gw sedari tadi...wuiihhhh...
dia menghampiri gw dan bilang bahwa obatnya sudah habis..jadi datang lagi besok...hiiihheeehuuuhaaaahooooo.....gw jadi gila..

Desss..akhirnya setelah berjuang sekian lama..dari jam sebelas kurang 15 menit dari pintu masuk depan. sampe jam setengah 3 gw keluar dari arena fkgm..hanya menghasilkan foto. no telp calon dokter gigi yang akan menangani masalah gigi gw dan sate padang yang mengisi perut lapar gw...

akhirnya gw memutuskan looking another option bu, ketemulah gw dengan si dokter yang satu ini seperti cerita di awal...tapi itu tadi seperti yang gw sebutkan diatas bahwa namanya tidak mencantumkan SP.orto nya..gimana ya bu? jika terjadi kesalahan terhadap gigi gw yang di tangani..kira kira bisa dipertanggung jawabkan gak yaa????
examexam - 13/01/2010 12:57 AM
#656

Quote:
Original Posted By Eastxander
Bu, gw baru aja deal dan bayar untuk pasang kawat gigi niihh dan gw agak agak gak yakin setelah gw melihat stempel namanya, tidak ada sp ort dibelakang namanya, tapi penjelasannya enak..selayaknya seperti konsultasi pada umumnya..ada tanya jawab mengenai kenapa mau pasang kawat gigi...ada masalah apa di gigi...bla bla bla..mantab deh...soalnya ada cerita nih menganai kedatangan gw ke dokter gigi FKG UI ..sekalian curhat gak apa apa khan?..heheheeh..

Pertanyaan dulu aja yaaa.. curcolnya nanti belakangan ..

Kalau yang masang kawat giginya bukan dokter gigi spesialist orto boleh nggak sih? maksud gw, apakah kalau seorang dokter gigi umum mengklaim bisa untuk pasang kawat gigi apakah itu menyalahi aturan kedokteran gigi?..jawab ya bu,

Apakah dokter gigi specialist harus mencantumkan SPort di belakang namanya ya bu? kalau ini tidak berarti dia bukan dokter gigi specialist orto dooongg?? tapi gw sudah terlanjur bayarrr...hikksss...berdoa saja deh mudah mudahan gigi gw bisa bener yaaa...menenangkandirisendiri mode ON

naahhh ini cur col nya...
tadinya sih niat mau pasang ke klinik FKGM di UI salemba, gak taunya pelayanannya bikin gw kecewa berat....gw dateng dan lapor ke ibu yang jaga dan diberikan kepada salah satu dokter senior, kenapa gw bilang senior karena keliatan paling tuwir dari dokter dokter spesialist yang lain yang lagi pada kerja.. gw yakin tuh dokter pembimbing deh keknya..gw lupa namanya..lagian gak enak juga khan sebut nama..nanti sama kek kasus prita deh gw...

gw duduk, truss dia tanya dengan nada gak enak,
"mau apa pak?"
"mau pasang kawat gigi" jawab gw. truss dia langsung aja menerangkan bahwa, "disini nanti akan dikerjakan oleh dokter praktek yang sedang ambil specialist orto tapi tetap dalam pengawasan dokter pembimbing, trus biayanya 5 juta..kontrol 70 atau 75 ribu gw gaknangkep jelas belum termasuk ini itu ini itu ini itu..sudah!!..boleh pulang"
"loh, pak, katanya 4 juta pak biayanya kok jadi 5 juta??,,
"kata siapa 4 juta?" sanggah si bapak dengan nada agak sedikit kesal, menurut penilaian gw..
"saya dapet info dari mahasiswi yang praktek di poli gigi rscm pak"
"ooo.. , bukan dari mbak mbak yang jaga di depan ya?"
"bukan pak" jawab gw..
tuh dokter langsung diem...dan tiba tiba :
"ya sudah bapak boleh pulang"
"loohhh, saya gak diperiksa giginya pak? gak dianjurkan untuk foto gigi?" tanya gw...karena mbak yang jaga di depan itu bilang bahwa kemungkinan gw akan di disuruh untuk foto gigi juga sekalian dengan foto gigi gw yang butuh perawatan...tapi ternyata diperlakukan seperti itu sama tuh dokter...shock gw...
"ooooo..itu nantiiiiii" kata dokter..
"ooo begitu ya pak?" jawab saya..
"ya sudah saya pulang nih pak"
"iya" kata dokternya..
"oh iya pak saya mau ke integritas 1 juga nih pak..sekalian periksa gigi, file saya dibawa kesana atau gimana nih pak?" dengan cueknya tuh dokter bilang "iya bawa aja" gw cukup senewen juga nih ngeliat tuh dokter..sial..gw udah nunggu lama lama ..eehh dapet pelayanan kek gini....sebelum gw keluar tuh dokter mencatat nama, alamat dan no telp gw..nanti bapak akan di hubungi melalui telepon, kata si dokter menutup percakapan.

gw masih terbengong bengong sambil keluar ruangan..kok gini yaa?? apa memang seperti ini yaa?? aaahhhhh..sudah lah..gak usah dipikir..gw bayar di kasir untuk foto ronget..murah sih cuma 12 ribu...
trusss gw keruang foto rongtent sambil bawa2 resume medis pasient..dan gw baru tahu itu resume medis gak boleh dibawa-bawa pasien setelah gw baca baca waktu menunggu hasil foto gigi...wahhhh ngaco lagi niihhh....

15 menit kemudian foto gw jadi ...gw pergi keruang integritas 1, menyerahkan ke mbak mbak yang jaga dan sudah ke"pusing"an dengan ulah mahasiswa/wi yang sliweran ke meja nya sempet pulpennya juga hilang berkali kali....mbak, gak istirahat ya mbak, khan sudah jam 12 tanya gw..waduhh disini gak ada istirahatnya kalau istirahat nanti pasientnya nunggu lama kasian khan?? ..oww oww..gw bakal dapat pelayanan yang baik nih kali ini dengan mahasiswa/wi praktek..pikir gw...
tunggu ya pak, kata sih mbak manis yang jaga di eja receptionist..masih penuh semua mas..ya wes gw bersedia menunggu karna pelayananya ramahh....yang nunggu bersamaan dengan gw ada sekitar 3 orang.
15 menit kemudian ada calon dokter berjilbab yang memegang berkas gw..dan langsung tanya tanya...gw lupa tanya apa..tapi akhirnya tuh calon dokter gak jadi menangani kasus gigi gw..akhirnya diberikan ke orang lain. setelah 30 menit berkas gw itu menghilang ruang bagian sebelah kanan tersebut ...muncullah secara tiba tiba calon dokter yang lain menyerahkan kembali berkas itu ke mbak mbak yang jaga..yanga nanganin si XXX sambil berlalu gitu aja...gw masih bisa senyum tuh sama si mbak receptionist ngeliat tingkah tuh cewek..pikir gw.ada ada aja nih para calon dokter..aneh aneh juga perilakunya..ada yang salah nyebut nama dokter pembimbing.,.ada yang tiba tiba pengen pingsan, ada yang nitip sesuatu bungkusan item di tempat mbak itu..haduuhh macem macem dehh...gw baru sadar setelah gw agak melongk ke meja si mbak itu..ternyata berkas yang diberikan si none tadi sambil berlari keluar itu adalah berkas gw...WHAT????...jadi berkas gw selama sudah hampir satu jam bersliweran di dalam akhirnya kembali lagi tanpa ada yang bisa menangani...sedihnya hatiku.....
setengah jam tambahan lagi...gw masih sabar....gw coba tanya..dan mbak nya juga udah mulai pasang tampang gak tega ngeliat gw...sabar yaaa mas...bentar lagi kok...gw ijin dulu untuk buang air kecil..gw laper tahan dulu mungkin sebentar lagi dipanggil...gw balik dari kamar mandi..ternyata belum dipanggil juga...pikir gw..sampe jam 2 gw belum dipanggil juga gw pulang aja deh..mendingan gw pake kartu asuransi gw aja..ngapain juga gw kesini pikir gw...eehhhh si mbak bilang..bentar lagi ya mas.alatnya lagi di cuci...owww ok dehhh pikir gw...sepuluh menit lagi kok...
tik tok tik tok..lewat sudah 10 menit ternyata setengah jam...tuh calon dokter gigi yang bakal menangani gigi gw akhirnya muncul..ternyata orang itu juga yang bersliweran wara wari juga di muke gw sedari tadi...wuiihhhh...
dia menghampiri gw dan bilang bahwa obatnya sudah habis..jadi datang lagi besok...hiiihheeehuuuhaaaahooooo.....gw jadi gila..

Desss..akhirnya setelah berjuang sekian lama..dari jam sebelas kurang 15 menit dari pintu masuk depan. sampe jam setengah 3 gw keluar dari arena fkgm..hanya menghasilkan foto. no telp calon dokter gigi yang akan menangani masalah gigi gw dan sate padang yang mengisi perut lapar gw...

akhirnya gw memutuskan looking another option bu, ketemulah gw dengan si dokter yang satu ini seperti cerita di awal...tapi itu tadi seperti yang gw sebutkan diatas bahwa namanya tidak mencantumkan SP.orto nya..gimana ya bu? jika terjadi kesalahan terhadap gigi gw yang di tangani..kira kira bisa dipertanggung jawabkan gak yaa????


emang udah bayar full
belum full toh
kalau belum full, nego aja lagi, duitnya buat nambel aje,atawa bersihin karang gigi, alasan aja, gak boleh ama istri,pacar
examexam - 13/01/2010 01:00 AM
#657

Quote:
Original Posted By zusans imran
dental education itu penting, supaya tidak jadi pasien "yang ikut/nurut kata dokter saja"..dan untuk tujuan itulah saya dan rekan2 saya mengelola thread ini (lihat di pembuka thread.. \)). Soal simulasi, itu hanya tambahan saja, tidak termasuk prosedur standar, jadi boleh dilakukan boleh juga tidak..acuan dokter gigi adalah textbook. Software dirancang secara general, tidak spesifik, sementara perawatan ortho melibatkan pola aktivitas remodelling yang polanya berbeda2 pada tiap individu, jadi, walaupun sudah di"ramal" lewat s'ware, tetap saja ada kemungkinan error. Anda pasti tau, kemungkinan kesamaan pola susunan gigi hanyalah 1:2 milyar, apa iya, software itu mengandung data 2 milyar variasi susunan gigi? I am not sure \) . jadi, kesimpulan saya, s'ware tidak bisa dijadikan acuan..

Anda tentu orang yang banyak membaca/berawawasan luas..tetapi mungkin Anda lupa, dalam statistik, jika kita ingin membandingkan sesuatu agar mendapat data yang valid, harus ada yang dinamakan variabel dan parameter, dimana variabel dan parameter ini akan berpengaruh dan menjadi standar dalam menganalisa data..baru bisa dikatakan suatu hasil analisa akan menjadi valid/signifikan atau tidak..\) begitu pula dalam hal ini, menurut Saya, sangat tidak bijak bila kita membandingkan merancang gedung (benda mati yang tidak ada regulasinya, tidak bertumbuh, tidak berkembang, dan statis) dengan sistem yang ada pada tubuh manusia, dalam hal ini dental-skeletal dan maksilofasial (bagian dari makhluk hidup, tumbuh, berkembang dan DINAMIS). human body system quitely different to be compared with building system \)

Btw, tanpa software saja sudah banyak tukang gigi yang memberikan jasa pemasangan behel, bagaimana kalau s'ware itu beredar di Indonesia ya? \)




intinya sih bukan soal software
tapi masalah SLA (service level agreement)
selama ini prakteknya ada gak sih ?
apa langsung bayar,duduk,foto,taunya di rapihin
pokoknya rapi, cuma rapinya nih versi si dokter
bukan sepakat dulu antara kedua belah pihak

kayak kita mesen kue deh
maunya manis dan bulet
gak taunya manisnya beda (maunya 4 sendok gula, cuma di kasih 2 sendok)
cuma lisan aja, gak ada contoh, atau perjanjian tertulis

terus ukurannya (gak ada catatan mengenai dimensi)
akhirnya kekecilan atau kegedean
\)


kalau selama ini praktenya tidak ada
berarti kan bisa aja nanti pasien kecewa
harapannya nanti bibirnya seperti ini
tapi setelah 2 tahun, ternyata gak seperti yg di harapkan

lisan aja kan bisa beda
kalau ada sample photo, atau gambar kan lebih representativ

nah kalau dokter sendiri
sebelum deal, ada gak membicarakan hal ini ?
zusans imran - 13/01/2010 05:43 AM
#658

Quote:
Original Posted By examexam
intinya sih bukan soal software
tapi masalah SLA (service level agreement)
selama ini prakteknya ada gak sih ?
apa langsung bayar,duduk,foto,taunya di rapihin
pokoknya rapi, cuma rapinya nih versi si dokter
bukan sepakat dulu antara kedua belah pihak

kayak kita mesen kue deh
maunya manis dan bulet
gak taunya manisnya beda (maunya 4 sendok gula, cuma di kasih 2 sendok)
cuma lisan aja, gak ada contoh, atau perjanjian tertulis

terus ukurannya (gak ada catatan mengenai dimensi)
akhirnya kekecilan atau kegedean
\)


kalau selama ini praktenya tidak ada
berarti kan bisa aja nanti pasien kecewa
harapannya nanti bibirnya seperti ini
tapi setelah 2 tahun, ternyata gak seperti yg di harapkan

lisan aja kan bisa beda
kalau ada sample photo, atau gambar kan lebih representativ

nah kalau dokter sendiri
sebelum deal, ada gak membicarakan hal ini ?
Spoiler for tanggapan
darling, kalau kamu posting di sini untuk memojokkan dokter gigi, maka tidak akan ada habisnya...Sp ort berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan yang telah dipelajari sewaktu ambil Sp, patokan textboox, titik. masalah ukuran, sudah saya bilang di pembuka thread, ADA ANALISA YANG HARUS DILAKUKAN DARI DATA PASIEN, jadi SPOnya, semua itu ada. sampel foto bisa, textbook pun ada, tinggal dokter giginya masing2 mau atau tidak..soal SLA, itu bagus sekali, akan tetapi, untuk apa kita pakai sesuatuyang ga valid untuk memprediksi hasil? buang waktu dan justru hanya akan menjatuhkan dan dianggap menjual mimpi jika di belakang hari justru hasil tidak spt prediksi s'ware tsb \). memprediksi hasil perawatan dengan alat yang tidak valid, buat saya itu ga lebih dari gaya2an.. \) .
Soal pembicaraan dengan pasien mengenai estimasi perkiraan hasil yang akan diperoleh, dokter gigi yang baik pasti melakukan itu, kalau anda baca dengan teliti dipembuka thread, saya juga sudah tulis di situ :setelah rekam medik, dokter gg dan pasien ngobrol2 dulu, penyamaan persepsi, kalau pasien setuju baru dirawat, dan agar ANDA TAHU, ketika berhasil merawat pasien, ada kepuasan batin yang didapat setelah berhasil memberikan yang terbaik, its not just about money oriented.
Kalau anda tanya: selama ini praktiknya ada apa tidak sih? kalau tidak kan bla..bla...kok sepertinya anda tidakpernah ke dokter gigi ya? kalau jawabannya "saya pernah ke drg, tp ga diajak ngobrol2 atau dijelaskan dulu..ya..saya jd mengerti kenapa anda jadi antipati kepada drg...

maksud anda "rapih versi dokter" itu apa? rapih versi dokter dalam pemahaman dokter gigi bukan hal yang main2 bung, ada aturannya dan text book yang dipakai di seluruh dunia itu standar, artinya, kalau drg sp ort Indonesia mengikuti textbook international, maka kualitasnya sama saja dengan dokter gg luar, hanya saja bedanya masalah keterbatasan teknologi di Indonesia.

perjanjian tertulis: anda pernah baca isi informed consent? Di situ tertulis bahwa pasien telah diberikan penjelasan mengenai perawatan yang akan dilakukan dan pasien menyetujui perawatan tsb. jangankan setelah dokter, waktu zaman saya co-asst dulu saja Saya sudah terapkan informed consent untuk pasien2 Saya, mulai dari kasus sederhana contohnya di rongga mulut ada gg yang indikasi perawatan saluran akar tapi dia ingin gigi tersebut dicabut saja dan datang hanya untuk menambal gigi yang lain, sementara dalam menentukan perawatan, dokter gigi harus ada yang namanya seleksi kasus, yang parah dulu yang dirawat baru yang sedang dan ringan.
kalau yang anda maksud perjanjian tertulis untuk mendapatkan 1+1=2 sehingga kalau di akhir tidak =2 anda mau tuntut dokter gigi, well, sekarang saya tanya balik, anda kalau jd Sp ort yang nota bene pakai s'ware, bisa kasih jaminan hasil akhir perawatan persisi spt s'ware itu?I dont think so..\)

baca lagi pembuka thread dengan teliti, saya rasa hal2 yang bersifat prinsip sudah ada di situ. oya, tolong kasih saya info/link soal s'ware itu, kalau dari situs jurnal ilmiah yang acceptable, OK, I admire, tapi kalau tidak dari jurnal ilmiah yang diakui, maaf, buat saya hal2 yang demikian ga lebih dari iklan \)

well, saya kira case closed ya, sebab maaf, saya tidak melihat adanya good willingness dari diskusi ini selain dari memojokkan dokter gigi dan menuntut hasil yang perfect dengan cost yang paling tinggi hanya sekitar 20jt \) . Son, untuk thread ini, saya tidak dibayar sama sekali dan tidak ada terlintas sm sekali untuk menjari benefit, pure untuk panduan kaskuser dikarenakan kemarin ada thread yang promosi behel murah ga jelas dan jelas2 tertulis prosedur2 yang menyalahi aturan,dan hitung2 untuk mengasah ilmu saya..sekarang anda silakan bayangkan saja, kalau untuk yang nirlaba saja saya mau berusaha memberikan advis sebaik2nya, apalagi untuk pasien2 saya yang bayar saya \)
zusans imran - 13/01/2010 06:26 AM
#659

Spoiler for curcol yang puanjang.. \)
Quote:
Original Posted By Eastxander
Bu, gw baru aja deal dan bayar untuk pasang kawat gigi niihh dan gw agak agak gak yakin setelah gw melihat stempel namanya, tidak ada sp ort dibelakang namanya, tapi penjelasannya enak..selayaknya seperti konsultasi pada umumnya..ada tanya jawab mengenai kenapa mau pasang kawat gigi...ada masalah apa di gigi...bla bla bla..mantab deh...soalnya ada cerita nih menganai kedatangan gw ke dokter gigi FKG UI ..sekalian curhat gak apa apa khan?..heheheeh..

Pertanyaan dulu aja yaaa.. curcolnya nanti belakangan ..

Kalau yang masang kawat giginya bukan dokter gigi spesialist orto boleh nggak sih? maksud gw, apakah kalau seorang dokter gigi umum mengklaim bisa untuk pasang kawat gigi apakah itu menyalahi aturan kedokteran gigi?..jawab ya bu,

Apakah dokter gigi specialist harus mencantumkan SPort di belakang namanya ya bu? kalau ini tidak berarti dia bukan dokter gigi specialist orto dooongg?? tapi gw sudah terlanjur bayarrr...hikksss...berdoa saja deh mudah mudahan gigi gw bisa bener yaaa...menenangkandirisendiri mode ON

naahhh ini cur col nya...
tadinya sih niat mau pasang ke klinik FKGM di UI salemba, gak taunya pelayanannya bikin gw kecewa berat....gw dateng dan lapor ke ibu yang jaga dan diberikan kepada salah satu dokter senior, kenapa gw bilang senior karena keliatan paling tuwir dari dokter dokter spesialist yang lain yang lagi pada kerja.. gw yakin tuh dokter pembimbing deh keknya..gw lupa namanya..lagian gak enak juga khan sebut nama..nanti sama kek kasus prita deh gw...

gw duduk, truss dia tanya dengan nada gak enak,
"mau apa pak?"
"mau pasang kawat gigi" jawab gw. truss dia langsung aja menerangkan bahwa, "disini nanti akan dikerjakan oleh dokter praktek yang sedang ambil specialist orto tapi tetap dalam pengawasan dokter pembimbing, trus biayanya 5 juta..kontrol 70 atau 75 ribu gw gaknangkep jelas belum termasuk ini itu ini itu ini itu..sudah!!..boleh pulang"
"loh, pak, katanya 4 juta pak biayanya kok jadi 5 juta??,,
"kata siapa 4 juta?" sanggah si bapak dengan nada agak sedikit kesal, menurut penilaian gw..
"saya dapet info dari mahasiswi yang praktek di poli gigi rscm pak"
"ooo.. , bukan dari mbak mbak yang jaga di depan ya?"
"bukan pak" jawab gw..
tuh dokter langsung diem...dan tiba tiba :
"ya sudah bapak boleh pulang"
"loohhh, saya gak diperiksa giginya pak? gak dianjurkan untuk foto gigi?" tanya gw...karena mbak yang jaga di depan itu bilang bahwa kemungkinan gw akan di disuruh untuk foto gigi juga sekalian dengan foto gigi gw yang butuh perawatan...tapi ternyata diperlakukan seperti itu sama tuh dokter...shock gw...
"ooooo..itu nantiiiiii" kata dokter..
"ooo begitu ya pak?" jawab saya..
"ya sudah saya pulang nih pak"
"iya" kata dokternya..
"oh iya pak saya mau ke integritas 1 juga nih pak..sekalian periksa gigi, file saya dibawa kesana atau gimana nih pak?" dengan cueknya tuh dokter bilang "iya bawa aja" gw cukup senewen juga nih ngeliat tuh dokter..sial..gw udah nunggu lama lama ..eehh dapet pelayanan kek gini....sebelum gw keluar tuh dokter mencatat nama, alamat dan no telp gw..nanti bapak akan di hubungi melalui telepon, kata si dokter menutup percakapan.

gw masih terbengong bengong sambil keluar ruangan..kok gini yaa?? apa memang seperti ini yaa?? aaahhhhh..sudah lah..gak usah dipikir..gw bayar di kasir untuk foto ronget..murah sih cuma 12 ribu...
trusss gw keruang foto rongtent sambil bawa2 resume medis pasient..dan gw baru tahu itu resume medis gak boleh dibawa-bawa pasien setelah gw baca baca waktu menunggu hasil foto gigi...wahhhh ngaco lagi niihhh....

15 menit kemudian foto gw jadi ...gw pergi keruang integritas 1, menyerahkan ke mbak mbak yang jaga dan sudah ke"pusing"an dengan ulah mahasiswa/wi yang sliweran ke meja nya sempet pulpennya juga hilang berkali kali....mbak, gak istirahat ya mbak, khan sudah jam 12 tanya gw..waduhh disini gak ada istirahatnya kalau istirahat nanti pasientnya nunggu lama kasian khan?? ..oww oww..gw bakal dapat pelayanan yang baik nih kali ini dengan mahasiswa/wi praktek..pikir gw...
tunggu ya pak, kata sih mbak manis yang jaga di eja receptionist..masih penuh semua mas..ya wes gw bersedia menunggu karna pelayananya ramahh....yang nunggu bersamaan dengan gw ada sekitar 3 orang.
15 menit kemudian ada calon dokter berjilbab yang memegang berkas gw..dan langsung tanya tanya...gw lupa tanya apa..tapi akhirnya tuh calon dokter gak jadi menangani kasus gigi gw..akhirnya diberikan ke orang lain. setelah 30 menit berkas gw itu menghilang ruang bagian sebelah kanan tersebut ...muncullah secara tiba tiba calon dokter yang lain menyerahkan kembali berkas itu ke mbak mbak yang jaga..yanga nanganin si XXX sambil berlalu gitu aja...gw masih bisa senyum tuh sama si mbak receptionist ngeliat tingkah tuh cewek..pikir gw.ada ada aja nih para calon dokter..aneh aneh juga perilakunya..ada yang salah nyebut nama dokter pembimbing.,.ada yang tiba tiba pengen pingsan, ada yang nitip sesuatu bungkusan item di tempat mbak itu..haduuhh macem macem dehh...gw baru sadar setelah gw agak melongk ke meja si mbak itu..ternyata berkas yang diberikan si none tadi sambil berlari keluar itu adalah berkas gw...WHAT????...jadi berkas gw selama sudah hampir satu jam bersliweran di dalam akhirnya kembali lagi tanpa ada yang bisa menangani...sedihnya hatiku.....
setengah jam tambahan lagi...gw masih sabar....gw coba tanya..dan mbak nya juga udah mulai pasang tampang gak tega ngeliat gw...sabar yaaa mas...bentar lagi kok...gw ijin dulu untuk buang air kecil..gw laper tahan dulu mungkin sebentar lagi dipanggil...gw balik dari kamar mandi..ternyata belum dipanggil juga...pikir gw..sampe jam 2 gw belum dipanggil juga gw pulang aja deh..mendingan gw pake kartu asuransi gw aja..ngapain juga gw kesini pikir gw...eehhhh si mbak bilang..bentar lagi ya mas.alatnya lagi di cuci...owww ok dehhh pikir gw...sepuluh menit lagi kok...
tik tok tik tok..lewat sudah 10 menit ternyata setengah jam...tuh calon dokter gigi yang bakal menangani gigi gw akhirnya muncul..ternyata orang itu juga yang bersliweran wara wari juga di muke gw sedari tadi...wuiihhhh...
dia menghampiri gw dan bilang bahwa obatnya sudah habis..jadi datang lagi besok...hiiihheeehuuuhaaaahooooo.....gw jadi gila..

Desss..akhirnya setelah berjuang sekian lama..dari jam sebelas kurang 15 menit dari pintu masuk depan. sampe jam setengah 3 gw keluar dari arena fkgm..hanya menghasilkan foto. no telp calon dokter gigi yang akan menangani masalah gigi gw dan sate padang yang mengisi perut lapar gw...

akhirnya gw memutuskan looking another option bu, ketemulah gw dengan si dokter yang satu ini seperti cerita di awal...tapi itu tadi seperti yang gw sebutkan diatas bahwa namanya tidak mencantumkan SP.orto nya..gimana ya bu? jika terjadi kesalahan terhadap gigi gw yang di tangani..kira kira bisa dipertanggung jawabkan gak yaa????
Sebelumnya saya menyatakan turut prihatin dengan kejadian yang kurang mengenakkan Anda di RSGM.. sebenernya saya agak pusing juga bacanya, panjang banget..hehehe... bahas dikit2 ya, kalau ada yang ketinggalan ditanya lagi aja, maaf sebelumnya,

*gelar Sp ort
pendidikan Sp membutuhkan biaya yang besar dan tidak selalu drg yg ikut test untuk mengikuti pendidikan Sp itu lulus test masuk, jadi, selain gelar tsb menunjukkan kompetensi keilmuan dan pendidikan, gelar juga prestis..secara manusiawi, wajar kalau ada rasa bangga bisa punya gelar sp di belakang nama..wong yang cuma kursus saja masang2 gelar kok \)
sangat jarang dokter gg Sp tidak mencantumkan gelar..

*pelayanan yang lambat
Sebenarnya bukan kesengajaan, mhsw FKG untuk mendapat gelar drg/Sp penuh harus memenuhi requirements, berupa sejumlah kasus tertentu yang wajib dikerjakan sebagai syarat untuk postest. terkadang, calon drg/calon drg Sp cari/bawa pasien sendiri supaya kasusnya cepet selesai, akhirnya pasien klinik sering kali tidak tertangani karena mhsw sudah punya pasien sendiri..di beberapa FKG, untuk mengatasi mslh ini, dibuatlah sistem waiting list.

Quote:
..namanya tidak mencantumkan SP.orto nya..gimana ya bu? jika terjadi kesalahan terhadap gigi gw yang di tangani..kira kira bisa dipertanggung jawabkan gak yaa????
saran saya, pastikan lagi dokter giginya benar2 Sp ort atau tidak..untuk itulah thread ini dibuat, untuk memandu pasien2 supaya jangan hanya jadi pasien pasif yang datang, duduk, bayar, pasang, pulang, dan ga ngerti apa2.. \)
examexam - 13/01/2010 08:55 AM
#660

Quote:
Original Posted By zusans imran
Spoiler for tanggapan
darling, kalau kamu posting di sini untuk memojokkan dokter gigi, maka tidak akan ada habisnya...Sp ort berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan yang telah dipelajari sewaktu ambil Sp, patokan textboox, titik. masalah ukuran, sudah saya bilang di pembuka thread, ADA ANALISA YANG HARUS DILAKUKAN DARI DATA PASIEN, jadi SPOnya, semua itu ada. sampel foto bisa, textbook pun ada, tinggal dokter giginya masing2 mau atau tidak..soal SLA, itu bagus sekali, akan tetapi, untuk apa kita pakai sesuatuyang ga valid untuk memprediksi hasil? buang waktu dan justru hanya akan menjatuhkan dan dianggap menjual mimpi jika di belakang hari justru hasil tidak spt prediksi s'ware tsb \). memprediksi hasil perawatan dengan alat yang tidak valid, buat saya itu ga lebih dari gaya2an.. \) .
Soal pembicaraan dengan pasien mengenai estimasi perkiraan hasil yang akan diperoleh, dokter gigi yang baik pasti melakukan itu, kalau anda baca dengan teliti dipembuka thread, saya juga sudah tulis di situ :setelah rekam medik, dokter gg dan pasien ngobrol2 dulu, penyamaan persepsi, kalau pasien setuju baru dirawat, dan agar ANDA TAHU, ketika berhasil merawat pasien, ada kepuasan batin yang didapat setelah berhasil memberikan yang terbaik, its not just about money oriented.
Kalau anda tanya: selama ini praktiknya ada apa tidak sih? kalau tidak kan bla..bla...kok sepertinya anda tidakpernah ke dokter gigi ya? kalau jawabannya "saya pernah ke drg, tp ga diajak ngobrol2 atau dijelaskan dulu..ya..saya jd mengerti kenapa anda jadi antipati kepada drg...

maksud anda "rapih versi dokter" itu apa? rapih versi dokter dalam pemahaman dokter gigi bukan hal yang main2 bung, ada aturannya dan text book yang dipakai di seluruh dunia itu standar, artinya, kalau drg sp ort Indonesia mengikuti textbook international, maka kualitasnya sama saja dengan dokter gg luar, hanya saja bedanya masalah keterbatasan teknologi di Indonesia.

perjanjian tertulis: anda pernah baca isi informed consent? Di situ tertulis bahwa pasien telah diberikan penjelasan mengenai perawatan yang akan dilakukan dan pasien menyetujui perawatan tsb. jangankan setelah dokter, waktu zaman saya co-asst dulu saja Saya sudah terapkan informed consent untuk pasien2 Saya, mulai dari kasus sederhana contohnya di rongga mulut ada gg yang indikasi perawatan saluran akar tapi dia ingin gigi tersebut dicabut saja dan datang hanya untuk menambal gigi yang lain, sementara dalam menentukan perawatan, dokter gigi harus ada yang namanya seleksi kasus, yang parah dulu yang dirawat baru yang sedang dan ringan.
kalau yang anda maksud perjanjian tertulis untuk mendapatkan 1+1=2 sehingga kalau di akhir tidak =2 anda mau tuntut dokter gigi, well, sekarang saya tanya balik, anda kalau jd Sp ort yang nota bene pakai s'ware, bisa kasih jaminan hasil akhir perawatan persisi spt s'ware itu?I dont think so..\)

baca lagi pembuka thread dengan teliti, saya rasa hal2 yang bersifat prinsip sudah ada di situ. oya, tolong kasih saya info/link soal s'ware itu, kalau dari situs jurnal ilmiah yang acceptable, OK, I admire, tapi kalau tidak dari jurnal ilmiah yang diakui, maaf, buat saya hal2 yang demikian ga lebih dari iklan \)

well, saya kira case closed ya, sebab maaf, saya tidak melihat adanya good willingness dari diskusi ini selain dari memojokkan dokter gigi dan menuntut hasil yang perfect dengan cost yang paling tinggi hanya sekitar 20jt \) . Son, untuk thread ini, saya tidak dibayar sama sekali dan tidak ada terlintas sm sekali untuk menjari benefit, pure untuk panduan kaskuser dikarenakan kemarin ada thread yang promosi behel murah ga jelas dan jelas2 tertulis prosedur2 yang menyalahi aturan,dan hitung2 untuk mengasah ilmu saya..sekarang anda silakan bayangkan saja, kalau untuk yang nirlaba saja saya mau berusaha memberikan advis sebaik2nya, apalagi untuk pasien2 saya yang bayar saya \)


jangan gitu say
jangan cepat tersinggung begitu Mom
wah jujur saja nih, saya gak ada maksud seperti yg anda tuduh(memojokkan).
saya ini cuma orang awam, kalau bahasa yang saya pake tidak cantik shg menyinggung perasaan anda dan di anggap terlalu cerewet ,mohon maaf deh.

makanya saya suka mikir2 kalo mo nanya ama dokter
lebih cepet marahnya \)

katanya mau educate, baru di tanya gitu aja udah marah \)
sbg dokter apalagi udah Mom hrs lebih sabar dong \)
toh business customer oriented, bukan cuma ngadepin gigi
hehehe
Page 33 of 215 | ‹ First  < 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 >  Last ›
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)