HEALTH & MEDICAL
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
Total Views: 312264 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 36 of 215 | ‹ First  < 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 >  Last ›

Riaddenoe - 21/01/2010 07:37 PM
#701

Quote:
Original Posted By metalchar
saya mau tanya dok apakah kawat saya yang dulu bekas pke
bisa d pake lagi?
secara tu gigi saya uda bergerak lagi renggang2 gitu
tu dokter gue tanyain ni bisa d pke lagi gak
dia bilang g bisa uda rompal tu kawat

parah dah dokter gue
gigi gue d rusak mpe terpaksa tambal gigi trus seumur idup
lobang gede banget pas pasang ring dia maen bor aja
klo yang laen kan dipakein karet dulu


pesawat ortodonti "bekas" tidak bisa dipergunakan lagi, apalagi setelah gigi mengalami perubahan posisi, karena kebutuhan perawatannya sudah berbeda...
metalchar - 21/01/2010 07:51 PM
#702

Quote:
Original Posted By Riaddenoe
pesawat ortodonti "bekas" tidak bisa dipergunakan lagi, apalagi setelah gigi mengalami perubahan posisi, karena kebutuhan perawatannya sudah berbeda...


btw bukan kawatnya yang gue maksud
bracketnya
hehe
gmn?
Riaddenoe - 21/01/2010 07:56 PM
#703

Quote:
Original Posted By metalchar
btw bukan kawatnya yang gue maksud
bracketnya
hehe
gmn?


bracket=kawat=pesawat ortodonti...

ato maksud agan karetnya? kalo itu mah pasti udah gak baik lagi kondisinya najis
imtita - 21/01/2010 08:37 PM
#704

o iya saya juga mau tanya mengenai suatu kasus ortodonti (adik gw sih yg ngalamin)

waktu masuk smp kelas 1 (sekitar 12 th umurnya) dia pake behel karena giginya bener2 'ancur' (bentuknya berantakan, giginya besar2 mpe numpuk2 n seolah2 mulutnya ga cukup hehehehe), dan yg dicabut ada 4 gigi. sekitar 2,5 th kemudian behelnya dicopot, trus dikasih kawat sementara yg katanya disuruh pake sampe kira2 1 tahunan. abis itu disuruh copot, ga perlu pake2 lgi n MENJAMIN GA BAKAL BALIK berantakan.

eh kenyataannya, waktu dia umur 20an, giginya jadi 'ancur' lagi alias balik lagi. giginya jadi miring semua. trus, ama mami saya dibawa ke dokter yg lama. n dokternya JUSTRU MENYALAHKAN KOK KAWAT SEMENTARANYA KAGAK DIPAKE LAGI dan kata dia, kawat sementara harus dipake terus (padahal kan kita nurutin kata dokter nya hammer\). Akibatnya, adik saya disuruh pake kawat lagi dan dicabut lagi giginya (ada 1).

FYI, dokter adik saya adalah seorang dokter Sp.Ort (ngakunya sih.. skul ortodonti di AS) yang paling terkenal di semarang. wktu adik saya pake kawat pertama kali, biayanya adala Rp 9jt dengan biaya kontrol 75 rb/kontrol (tahun 2001), dan (th 2009)ketika kemaren mo kawat lagi, kena Rp 14 jt, biaya kontrol 100rb/kontrol (tp karena ngulang akhirnya di diskon jadi 11 juta, tp biaya kontrol tetep) >- kl yg orang semarang YAKIN DEH tau yg dimaksud siapa hammer:

pertanyaan saya:
1. apakah ada pelanggaran etika kedokteran dalam kasus adik saya?
2. apakah boleh adik saya memakai kawat untuk yg ke 2 kalinya? dan dicabut lagi 1 giginya?
3. apakah sudah tepat dengan penggunaan kembali kawat tsb, termasuk dengan pengenaan biaya yg dikenakan kepada adik saya (apakah benar kita tetep harus bayar untuk itu? kan kesalahan dokter?)?

sekian pertanyaan saya.. maaf kalo banyak hammer:
illona - 21/01/2010 09:35 PM
#705

dulu waktu gw pasang kawat gigi biasanya di rotgen dulu gan. di liat posisi giginya dulu. apa harus di cabut atau gak. trus jg harus pake behel atau kawat gigi biasa aja. gw saranin di orto dentist aja gan, lebih profesional.
zusans imran - 21/01/2010 09:52 PM
#706

Quote:
Original Posted By imtita
Spoiler for curcol
o iya saya juga mau tanya mengenai suatu kasus ortodonti (adik gw sih yg ngalamin)

waktu masuk smp kelas 1 (sekitar 12 th umurnya) dia pake behel karena giginya bener2 'ancur' (bentuknya berantakan, giginya besar2 mpe numpuk2 n seolah2 mulutnya ga cukup hehehehe), dan yg dicabut ada 4 gigi. sekitar 2,5 th kemudian behelnya dicopot, trus dikasih kawat sementara yg katanya disuruh pake sampe kira2 1 tahunan. abis itu disuruh copot, ga perlu pake2 lgi n MENJAMIN GA BAKAL BALIK berantakan.

eh kenyataannya, waktu dia umur 20an, giginya jadi 'ancur' lagi alias balik lagi. giginya jadi miring semua. trus, ama mami saya dibawa ke dokter yg lama. n dokternya JUSTRU MENYALAHKAN KOK KAWAT SEMENTARANYA KAGAK DIPAKE LAGI dan kata dia, kawat sementara harus dipake terus (padahal kan kita nurutin kata dokter nya hammer\). Akibatnya, adik saya disuruh pake kawat lagi dan dicabut lagi giginya (ada 1).

FYI, dokter adik saya adalah seorang dokter Sp.Ort yang paling terkenal di semarang. wktu adik saya pake kawat pertama kali, biayanya adala Rp 9jt dengan biaya kontrol 75 rb/kontrol (tahun 2001), dan (th 2009)ketika kemaren mo kawat lagi, kena Rp 14 jt, biaya kontrol 100rb/kontrol (tp karena ngulang akhirnya di diskon jadi 11 juta, tp biaya kontrol tetep) >- kl yg orang semarang YAKIN DEH tau yg dimaksud siapa hammer:


pertanyaan saya:
1. apakah ada pelanggaran etika kedokteran dalam kasus adik saya?
2. apakah boleh adik saya memakai kawat untuk yg ke 2 kalinya? dan dicabut lagi 1 giginya?
3. apakah sudah tepat dengan penggunaan kembali kawat tsb, termasuk dengan pengenaan biaya yg dikenakan kepada adik saya (apakah benar kita tetep harus bayar untuk itu? kan kesalahan dokter?)?

sekian pertanyaan saya.. maaf kalo banyak hammer:

1. Mohon dititikberatkan, bagian mana yang Anda asumsikan sebagai "pelanggaran etika" ?
2. Boleh, karena jelas Anda mengatakan bahwa kondisi gigi geligi sudah tidak harmonis dan keluarga Anda sepakat untuk merawat kembali. Yang dicabut gigi yang mana?
3. memutuskan perawatan ortho kembali dengan pertimbangan analisa sesuai SOP (dan dokter Anda adalah seorang orthodontist=Sp. Ort, bukan dokter yang "hanya" kursus" ortho), dibenarkan. Anda melakukan perawatan ulang dengan pesawat ortho yang baru disesuaikan dengan keadaan gigi yang ada sekarang, artinya perawatan dimulai dari 0 lagi, jadi wajar saja dokter tetap mengajukan biaya perawatan yang sama..\)

Di sini Saya tidak berkompeten untuk bicara "siapa yang salah" karena Saya tidak tahu persis duduk permasalahannya dan hanya memperoleh info sepihak dari Anda saja..
Perlu diketahui juga, gigi bisa geraham bungsu yang tumbuh miring bisa mendorong susunan gigi geligi lain sehingga menjadi tidak harmonis..apakah adik Anda mengalami hal itu?
whuipuip - 21/01/2010 11:18 PM
#707

dok kl pasang ortho invisalign di dokter berapaan ya harganya? minat nih o

bedanya apa dgn yg biasa? plus minusnya apa aja? tolong dijelaskan secara detail
zusans imran - 21/01/2010 11:32 PM
#708

Quote:
Original Posted By whuipuip
dok kl pasang ortho invisalign di dokter berapaan ya harganya? minat nih o

bedanya apa dgn yg biasa? plus minusnya apa aja? tolong dijelaskan secara detail
Wah, kalau mau detail silakan googling ya..thread ini hanya untuk panduan, sweetheart, bukan kuliah...\) invisalign itu hanya untuk kasus gigi berjejal yang tergolong ringan saja, soal biaya perawatan silakan konsul sm dokter yang bersangkutan, trims.
wedunno - 22/01/2010 11:40 AM
#709
Dok,Tolong info ya..:)
Dok bole tau kalo cabut gigi graham ke dokter spBM kira2 biaya nya brp y?
Sblm sy di ortho,sy dijadwalkan oleh drg sp.orth sy utk cabut ksana.apakah mahal y?
Sbnrny kalo cabut dgn drg biasa apa ada bedanya yah?
Thx b4Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
zusans imran - 22/01/2010 12:15 PM
#710

Quote:
Original Posted By wedunno
Dok bole tau kalo cabut gigi graham ke dokter spBM kira2 biaya nya brp y?
Sblm sy di ortho,sy dijadwalkan oleh drg sp.orth sy utk cabut ksana.apakah mahal y?
Sbnrny kalo cabut dgn drg biasa apa ada bedanya yah?
Thx b4Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
Hmm..biaya perawatan untuk odontektomi di drg Sp.BM berkisar antara 1,25jt-3,5jt/gigi, tergantung tingkat kesulitan kasus, tempatnya di mana n reputasi dokternya..biasanya kalau di RSGM, biayanya jauh lebih terjangkau, di RSGM tertentu, odont sm Sp.Bm bisa 500-750rb/gigi. Odontektomi adalah kompetensi drg Sp.BM, bukan drg umum, walaupun secara teknis-drg umum (terutama yang masuk kurikulum lama) mampu melakukannya.
wedunno - 22/01/2010 12:32 PM
#711

Quote:
Original Posted By zusans imran
Hmm..biaya perawatan untuk odontektomi di drg Sp.BM berkisar antara 1,25jt-3,5jt/gigi, tergantung tingkat kesulitan kasus, tempatnya di mana n reputasi dokternya..biasanya kalau di RSGM, biayanya jauh lebih terjangkau di RSGM tertentu, odont sm Sp.Bm bisa dapat 500-750rb/gigi. Odontektomi adalah kompetensi drg Sp.BM, bukan drg umum, walaupun secara teknis drg umum (terutama yang masuk kurikulum lama) mampu melakukannya.


Thx infony y dok.aga shock jg si dengar hrgny..\(

Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)
imtita - 22/01/2010 12:37 PM
#712

Quote:
Original Posted By zusans imran

1. Mohon dititikberatkan, bagian mana yang Anda asumsikan sebagai "pelanggaran etika" ?
2. Boleh, karena jelas Anda mengatakan bahwa kondisi gigi geligi sudah tidak harmonis dan keluarga Anda sepakat untuk merawat kembali. Yang dicabut gigi yang mana?
3. memutuskan perawatan ortho kembali dengan pertimbangan analisa sesuai SOP (dan dokter Anda adalah seorang orthodontist=Sp. Ort, bukan dokter yang "hanya" kursus" ortho), dibenarkan. Anda melakukan perawatan ulang dengan pesawat ortho yang baru disesuaikan dengan keadaan gigi yang ada sekarang, artinya perawatan dimulai dari 0 lagi, jadi wajar saja dokter tetap mengajukan biaya perawatan yang sama..\)

Di sini Saya tidak berkompeten untuk bicara "siapa yang salah" karena Saya tidak tahu persis duduk permasalahannya dan hanya memperoleh info sepihak dari Anda saja..
Perlu diketahui juga, gigi bisa geraham bungsu yang tumbuh miring bisa mendorong susunan gigi geligi lain sehingga menjadi tidak harmonis..apakah adik Anda mengalami hal itu?


Thx atas jawabannya.
1. Yg saya maksud pelanggaran etika di sini, adalah dengan TIDAK MEMBERITAHUKAN KEPADA PASIEN bahwa kawat sementara harus dipakai terus dan tidak boleh dilepas (ini menurut info terbaru yg ane terima dari dokter adik ane). Ketika gigi kembali miring, malah kita sebagai pasien yg disalahkan. padahal kita sebagai pasien ya hanya nurut apa kata dokter. n kebeneran waktu itu si dokter bilang waktu pemeriksaan terakhir (waktu penggunaan behel pertama kali), 'udah, ga usah dipake lagi aja gapapa. ni udah mapan. udah cukup. ga perlu baliik2 ke sini lagi. n ga bakalan jadi jelek lagi'

2. dokter adik ane adalah dokter SPESIALIS ORTODONTI yng hanya menerima ortodonti dan menurut pengakuannya (dan ijazah yang di pasang ama dia di ruang prakteknya hammer: ) adalah lulusan AS DAN SPESIAL MEMANG SEKOLAH U/ ORTODONTI, jadi BUKAN KURSUS

3. gigi graham adik ane tidak miring.

bgmn? thx atas jawabannya
zusans imran - 22/01/2010 01:45 PM
#713

Quote:
Original Posted By imtita
Thx atas jawabannya.
1. Yg saya maksud pelanggaran etika di sini, adalah dengan TIDAK MEMBERITAHUKAN KEPADA PASIEN bahwa kawat sementara harus dipakai terus dan tidak boleh dilepas (ini menurut info terbaru yg ane terima dari dokter adik ane). Ketika gigi kembali miring, malah kita sebagai pasien yg disalahkan. padahal kita sebagai pasien ya hanya nurut apa kata dokter. n kebeneran waktu itu si dokter bilang waktu pemeriksaan terakhir (waktu penggunaan behel pertama kali), 'udah, ga usah dipake lagi aja gapapa. ni udah mapan. udah cukup. ga perlu baliik2 ke sini lagi. n ga bakalan jadi jelek lagi'

2. dokter adik ane adalah dokter SPESIALIS ORTODONTI yng hanya menerima ortodonti dan menurut pengakuannya (dan ijazah yang di pasang ama dia di ruang prakteknya hammer: ) adalah lulusan AS DAN SPESIAL MEMANG SEKOLAH U/ ORTODONTI, jadi BUKAN KURSUS

3. gigi graham adik ane tidak miring.

bgmn? thx atas jawabannya
Spoiler for tanggapan

1. Pemakaian retainer sementara selama 3 bulan seharusnya dianggap sudah cukup mapan untuk fixasi gigi. Baru kemudian dipertimbangkan, apakah perlu dilakukan pemakaian retainer cekat. Kalau memang kronologisnya spt yg Anda ceritakan, kenapa tidak complain saja ke dokter yang merawat langsung? Menurut Saya, kalau memang Anda sudah menuruti anjuran dokter tsb, ketika Anda disalahkan Anda jangan diam saja..bisa saja dokter tsb lupa..Saya sama sekali tidak mengerti apa maksud drg tsb mengatakan bahwa retainer lepasan harus dipakai selamanya, mau sampai kapan..

2. Ijazah Sp dipajang? ijazah asli biasanya tidak dipajang, apalagi ijazah Sp, luar negeri pula.. karena merupakan dokumen penting..biasanya yang dipajang adalah sertifikat seminar/kursus..wong ijazah SD saja disimpan bagus2 dalam files holder kok..\) lebih bagus lagi kalau disimpan di deposit box, hehehe...

janganlah kita terlalu mudah untuk menilai bahwa "yg luar negeri" adalah bagus..kantor pusat bank century juga luar negeri khan, british island..tapi ntah dimana tempatnya..akhirnya jadi masalah..
OK lah dokter Anda "lulusan luar negeri", tp perlu diketahui, ijazah Sp lulusan luar juga harus disahkan dulu di konsil ked gg Indonesia, apakah memang ijazah tsb sah adanya dan dikeluarkan oleh univ yang memang acceptable..Banyak juga orang kita yg kul di luar negeri, tp tnyt di luar negerinya itu dia kuliah di kampung2nya.. \) yang penting ntar pulang ke Indo bawa label ijazah berbahasa Inggris ..

Saya juga sama sekali tidak bermaksud menyanksikan dokter gigi Anda dan sekali lagi, maaf, saya sama sekali tidak berkompeten untuk menjustifikasi..akan tetapi, menurut Saya pangkal masalah adalah miskomunikasi dokter dan pasien.
imtita - 22/01/2010 09:41 PM
#714

Quote:
Original Posted By zusans imran
Spoiler for tanggapan

1. Pemakaian retainer sementara selama 3 bulan seharusnya dianggap sudah cukup mapan untuk fixasi gigi. Baru kemudian dipertimbangkan, apakah perlu dilakukan pemakaian retainer cekat. Kalau memang kronologisnya spt yg Anda ceritakan, kenapa tidak complain saja ke dokter yang merawat langsung? Menurut Saya, kalau memang Anda sudah menuruti anjuran dokter tsb, ketika Anda disalahkan Anda jangan diam saja..bisa saja dokter tsb lupa..Saya sama sekali tidak mengerti apa maksud drg tsb mengatakan bahwa retainer lepasan harus dipakai selamanya, mau sampai kapan..

2. Ijazah Sp dipajang? ijazah asli biasanya tidak dipajang, apalagi ijazah Sp, luar negeri pula.. karena merupakan dokumen penting..biasanya yang dipajang adalah sertifikat seminar/kursus..wong ijazah SD saja disimpan bagus2 dalam files holder kok..\) lebih bagus lagi kalau disimpan di deposit box, hehehe...

janganlah kita terlalu mudah untuk menilai bahwa "yg luar negeri" adalah bagus..kantor pusat bank century juga luar negeri khan, british island..tapi ntah dimana tempatnya..akhirnya jadi masalah..
OK lah dokter Anda "lulusan luar negeri", tp perlu diketahui, ijazah Sp lulusan luar juga harus disahkan dulu di konsil ked gg Indonesia, apakah memang ijazah tsb sah adanya dan dikeluarkan oleh univ yang memang acceptable..Banyak juga orang kita yg kul di luar negeri, tp tnyt di luar negerinya itu dia kuliah di kampung2nya.. \) yang penting ntar pulang ke Indo bawa label ijazah berbahasa Inggris ..

Saya juga sama sekali tidak bermaksud menyanksikan dokter gigi Anda dan sekali lagi, maaf, saya sama sekali tidak berkompeten untuk menjustifikasi..akan tetapi, menurut Saya pangkal masalah adalah miskomunikasi dokter dan pasien.


ok thx atas jawabannya.. hehehe.. memang sih say sempet mpe complain dsb ama tu dokter.. dan ternyata... dia tetap merasa dia udah ngasih tau... wah rasanya rugi bener deh di situ...

emang sih seharusnya kita ga terlalu kemilau ama yg lulusan LN dsb.. cuma saya juga di situ kan bukan semata2 karena dia lulusan LN, tapi juga karena referensi banyak orang yg bilang kalo di situ paling ok... cuma emang akhir2 ini ada gosip yg beredar kl dokter tsb sudah 'mata duitan', biaya nya mahal tapi kinerja nya ga bagus... sehingga saya sendiri yg mo pake retainer jdi mikir gara2 kasus adik saya ini...

any way, thx atas jawabannya.. hehehe.. sekalian tanya buat diri saya sendiri nih..

sekarang saya 22th, ada rencana mo pake retainer gara2 rada monyong hehehe.. gigi sih rapi cuma monyong... tapi kemaren ketika saya sedang mengamati bentuk gusi saya, ternyata memang gusi saya bagian atas memang udah lebih maju dari rahang yg bawah.. pertanyaan saya..
perlu kah sebenarnya saya pakai retainer? karena gigi saya sudah rapi, hanya saja emang posisinya rada miring (kek tanah longsor gitu) hehehe karena mengikuti bentuk gusi yg memang lebih maju n rada miring. mami sih nyuruh pake retainer, tapi pacar bilang ga usah gapapa hammer:

kalo dari sisi kedokteran bagaimana? thx ya atas jawabannya sekali lagi.. D
zusans imran - 22/01/2010 11:21 PM
#715

Quote:
Original Posted By imtita
ok thx atas jawabannya..

any way, thx atas jawabannya.. hehehe.. sekalian tanya buat diri saya sendiri nih..
sekarang saya 22th, ada rencana mo pake retainer gara2 rada monyong hehehe.. gigi sih rapi cuma monyong... tapi kemaren ketika saya sedang mengamati bentuk gusi saya, ternyata memang gusi saya bagian atas memang udah lebih maju dari rahang yg bawah.. pertanyaan saya..
perlu kah sebenarnya saya pakai retainer? karena gigi saya sudah rapi, hanya saja emang posisinya rada miring (kek tanah longsor gitu) hehehe karena mengikuti bentuk gusi yg memang lebih maju n rada miring. mami sih nyuruh pake retainer, tapi pacar bilang ga usah gapapa hammer:

kalo dari sisi kedokteran bagaimana? thx ya atas jawabannya sekali lagi.. D
Retainer berfungsi untuk mempertahankan posisi (fixatie) gigi di posisinya yang baru pasca perawatan orthodonti, jadi retainer adalah tindakan lanjutan, bukan perawatan utama. Dari sini baru kelihatan mengapa gigi adik Anda balik berantakan pasca perawatan orthodonti/relaps : Anda sekeluarga punya faktor skeletal yang herediter \), artinya, penyebab ketidakharmonisan susunan gigi geligi merupakan faktor bawaan dan turunan, dimana faktor ini sangat besar pengaruhnya untuk menjadi relaps dibandingkan orang2 yang penyebabnya hanya kesalahan posisi benih gigi tanpa adanya faktor keturunan/genetik.. Menurut Saya, sebaiknya pasca orthodonti nanti, adik Anda dan Anda pakai retainer cekat saja setelah pemakaian retainer sementara selama 3 bulan.
Untuk Anda, rawat dulu secara orthodonti ya..baru pakai retainer \), retainer tidak akan memberi pengaruh apa2 untuk memperbaiki disharmoni gigi/rahang tanpa perawatan ortho sebelumnya karena retainer bersifat pasif \)
metalchar - 23/01/2010 05:29 AM
#716

Quote:
Original Posted By Riaddenoe
bracket=kawat=pesawat ortodonti...

ato maksud agan karetnya? kalo itu mah pasti udah gak baik lagi kondisinya najis


walaah ahaha
mm yang nempel di gigi tuuuh
besinyaa yang d tempel satu2
bisa d pke lagi g?
RRalDy - 23/01/2010 02:10 PM
#717

O iya dok.
Kelupaan mau nanya..
Kalo ntar perawatan dah selese, fix bracket dilepas, terus dibuat cetakan gigi yg baru buat model retainernya.
Itu ntar fix bracketnya ga dipasang lagi sampe retainernya jadi.
Ato gmna??

ato ga usah dilepas fix bracketnya.
Soalnya dokter saya pake invisible retainer.

Saya takutnya dalam jangka waktu 'tidak ber-fix bracket' itu gigi saya berubah posisi..

orang kalo kontrol, misal mau ganti kawatnya, jadi di gigi cuma nempel bracketnya gitu, waktu mau dipasang lagi kawatny gigi saya udah bergerak dikit. Makanya saya takut benernya ngelepas behel..
imtita - 23/01/2010 03:30 PM
#718

oh gitu ya...

ya udah thx berat ya gan buat infonya.. hehehe

D iloveindonesia
VandreadZero - 23/01/2010 06:03 PM
#719

wah nice info nih bagi yg pengen pasang kawat gigi thumbup:
zusans imran - 23/01/2010 06:43 PM
#720

Quote:
Original Posted By RRalDy
O iya dok.
Kelupaan mau nanya..
Kalo ntar perawatan dah selese, fix bracket dilepas, terus dibuat cetakan gigi yg baru buat model retainernya.
Itu ntar fix bracketnya ga dipasang lagi sampe retainernya jadi.
Ato gmna??

ato ga usah dilepas fix bracketnya.
Soalnya dokter saya pake invisible retainer.

Saya takutnya dalam jangka waktu 'tidak ber-fix bracket' itu gigi saya berubah posisi..

orang kalo kontrol, misal mau ganti kawatnya, jadi di gigi cuma nempel bracketnya gitu, waktu mau dipasang lagi kawatny gigi saya udah bergerak dikit. Makanya saya takut benernya ngelepas behel..
retainer harus pas/akurat sesuai dengan kondisi gigi geligi pasca perawatan ortho, jadi ya dilepas dulu bracketnya baru dicetak kemudian dibuat sesuai dengan model hasil cetakan..pembuatan retainer sebenarnya bisa cepat, apalagi invisible retainer, hanya saja terkadang untuk proses labnya drg mengirim model ke dental lab, makanya perlu waktu 3-5 hari baru jadi..kalau drg nya punya lab sendiri hari ini cetak, besok bisa selesai \). khan giginya hanya bergerak sedikit saja, tidak perlu terlalu takut begitu sweetheart..\) kalau kamu takut sekali, akhirnya peubahan inklinasi 1 mm saja sudah terasa besar sekali, padahal itu masih dalam batas normal..
behel kalau kelamaan di dalam mulut/melepasnya ditunda2 padahal perawatan sdah finish juga tidak baik..ada resiko staining n terbentuk white spot serta akumulasi karang gigi yang dapat mengarah ke radang gusi..
Page 36 of 215 | ‹ First  < 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 >  Last ›
Home > LOEKELOE > HEALTH & MEDICAL > Sedikit Gambaran sebelum Memutuskan Memakai Kawat Gigi (pesawat orthodonti)