Original Posted By
dhvala ►
Klaim 1 :
Antitesa : 1#Dalam sejarah harga BBM, untuk pertama kali sepanjang sejarah Indonesia, pemerintah menjual BBM dengan termahal yakni Rp 6000 per liter.
2#Tidak hanya itu, pada Desember 2008, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Indonesia, harga premium yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi daripada harga premium di Amerika Serikat. Pada minggu I dan II, harga BBM Indonesia adalah Rp 5500 padahal di AS dibawah Rp 5335 per liter. Dan pada minggu III dan IV, harga BBM Indonesia Rp 5000 padahal di AS kecil Rp 4892 per liter.
Tesis: BBM termahal tetapi dg persentase subsidi terendah sepanjang sejarah sehingga beban anggaran negara bisa dialihkan ke hal2 lain.
Klaim 2 :
Antitesa : 1#Pertumbuhan diatas 6% hanya terjadi pada tahun 2007 dan 2008, sedangkan pada tahun 2005 (5.6%), 2006 (5.5%), dan 2008 dibawah 5%. Jadi, pernyataan perekonomian terus tumbuh diatas 6% merupakan suatu kebohongan publik.
2# Padahal dalam kampanye pilpres 2004, SBY memiliki janji angin surga yang dituangkan dalam RPJM bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005-2009 adalah 5.5%, 6.1%, 6.7%, 7.2% dan 7.6%. Merujuk pada janji yang tersebut, maka fakta pertumbuhan yang rata-rata dibawah 6% selama 5 tahun merupakan kegagalan janji angin surga. Pertumbuhan rata-rata dibawah 6% per tahun jauh dari kegagalan menahan inflasi yg mencapai rata-rata 10.3% per tahun.
Tesis: Masih tetap lebih baik daripada sebelumnya.
Klaim 3 :
Antitesa : Jika cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, maka jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapi 1667 Triliun pada awal tahun 2009 atau 1700 triliun per 31 Maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.
Tesis: Persentase hutang thd devisa terendah sepanjang sejarah.
Klaim 4 : Pemerintah Bersih/Baik
Antitesa : Hal ini bertolak belakang dengan jabatan para menteri dan pejabat presiden yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye seperti iklan Koperasi, sekolah gratis, hingga masuknya pejabat BUMN dalam Timkamnas SBY-Boediono
Tesis: Pemerintah Megawati memanfaatkan kesempatan pemereintahannya yg hanya 2 tahun itu utk melakukan korupsi besar2an termasuk suaminya.
Klaim 5 :Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun 2004 menjadi 34% pada tahun 2008
Antitesa : #1 Secara relatif jumlah utang negara turun, tapi secara absolut utang negara naik 33% dari Rp 1275 T pada 2004 menjadi Rp 1700 triliun pada Maret 2009.
#2 Sampai hingga saat ini, pemerintah masih setia membayar utang najis serta pengelolaan penarikan utang luar negeri (ULN) yang bermasalah seperti dilaporkan BPK & KPK.
Tesis: Hutang besar bukan masalah asal tetap terbayarkan.
Klaim 6 :Utang IMF lunas
Antitesa : Utang IMF 9 miliar USD bersifat nonlikuid. Keputusan menghentikan kontrak dgn IMF telah dilakukan pada 2004. Ketika utang IMF lunas, utang luar negeri kepada ADB meningkat dan disisi lain utang dalam negeri naik 50% selama 4 tahun dan tertinggi sepanjang sejarah.
Tesis:Hutang ADB dalam skema yang lebih longgar. Hutang swasta selama swastanya sehat dan sanggup membayar dan bukan bagian dari spekulasi tidak menjadi masalah.
Klaim 7 :CGI dibubarkan.
Antitesa : IGGI/CGI merupakan grup lembaga keuangan dan negara asing yang menjadi kreditor utang Indonesia. Negara-negara anggota CGI adalah ADB, IMF, UNDP, Bank Dunia, Australia, Belgia, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Swiss dan Amerika Serikat. Jadi, meksipun CGI dibubarkan, negara-negara kreditor seperti Amerika, Australia, Inggris, Jepang dan lembaga keuangan ADB atau Bank Dunia masih menjadi negara kreditor Indonesia. Pencitraan pembubaran CGI hanyalah kedok pencitraan atas sebuah lembaga institusi, padahal anggotanya CGI masih eksis. Istilahnya, ular berbisa yg ganti kulit. CGI bubar, tapi negara kreditor masih hidup & berkembang pada ULN Indonesia.
Tesis: sekali lagi, hutang bukan masalah selama sanggup membayar.