Home > CASCISCUS > SEPUTAR PEMILU 2009 > 13 Fakta Keberhasilan SBY dan Antitesanya
Total Views: 8765 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 15 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

jacktampan - 19/06/2009 11:27 PM
#21

Quote:
Original Posted By ReicHsKanzleR
Antitesa nya salah tuh hutang negara cuma 900 trilyun nohope:

Fakta yang menarik adalah : Apabila pemerintah ingin membayar lunas semua hutang negara pada hari ini dengan menggunakan APBN dan Cadangan Devisa, maka hasil yang tersisa dari APBN 2009 adalah sama dengan APBN dan cadangan devisa tahun 2004 beer:

Artinya dalam 5 tahun, pemerintahan SBY telah berhasil melunasi seluruh hutang negara dari awal merdeka sampai reformasi beer:

Nice thumbup:


padahal apbn 2009 udah defisit dan defisit itu biasanya ditutup dengan utang cd:
longdaymartian - 19/06/2009 11:36 PM
#22

Utan luar negeri yg banyak hilang

Quote:
JAKARTA, RABU-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri pengelolaan utang luar negeri. Upaya ini terkait laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke KPK.

"Kami akan melihat pengelolaan utang negara untuk perbaikan manajemen pengelolaan utang, sejak perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi," kata Wakil Ketua KPK M Yasin, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu ( 18/2 ).

Yasin mengatakan, hari ini pihaknya mengadakan pertemuan dengan BPK. Dalam pertemuan tersebut, BPK menyampaikan bahwa terdapat 2.214 loan agreement (LA) per 25 Juli 2008 dengan status fully disbursed dan active dengan nilai Rp 917 ,06 triliun.

Dari jumlah itu, BPK telah melakukan pemeriksaan kepada 66 LA senilai Rp 45, 29 triliun yang digunakan untuk membiayai proyek dan penerusan pinjaman pada BUMN.



"Kami mau periksa. Dari hasil audit, terlihat kalau pengelolaan pinjaman luar negara tidak tertib," katanya.

Berdasarkan hasil audit, diketahui pengarsipan dan pendokumentasian proses perencanaan, pelaksanaan pelaporan, dansm evaluasi pinjaman luar negeri belum tertib. Dimana sekitar 500 LA hilang.

Selain itu, sejumlah hasil proyek yang didanai dari pinjaman luar negeri senilai Rp 438 ,47 miliar hilang;adanya tambahan biaya minimal Rp 2,02 triliun karena keterlambatan proyek yang dikenakan ke negara. Pelaksaan 25 proyek terlanbat dan mengakibatkan beban negara karena commitment fee dan eskalasi harga minimal sebesar Rp 2,02 triliun.


"BPK juga menemukan belum ada sumber informasi yang handal dan akurat mengenai posisi dan pinjaman luar negeri yang dapat dipercaya," tuturnya.


http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/02/18/19001057/KPK.Telusuri.Pengelolaan.Utang.Negara.


jadi utang indo berapa hasil audit BPK masih belum bisa Bilang.......
maklum LKPP disclaimer terus 5 tahun berturut2......
ada yg bilang anti Korupsi????
longdaymartian - 19/06/2009 11:37 PM
#23

Quote:
Original Posted By jacktampan
padahal apbn 2009 udah defisit dan defisit itu biasanya ditutup dengan utang cd:


kan GARUDA yg sudah bisa dpt LABA 515% mau di privatisasi...buat nutup defisit...
ReicHsKanzleR - 19/06/2009 11:38 PM
#24

Quote:
Original Posted By dhvala
Saya kira awalnya Anda sudah menemukan datanya. Rupanya membaca data saja sudah keliru. " POSISI PINJAMAN LUAR NEGERI " dan Anda tidak memasukkan data Utang dalam Negeri yang berjumlah 954 Triliun.
Saya lebih senang menggunakan data Dirjen Pengelolaan Utang Negara yang up to date. (www.dmo.or.id).
Jika, Anda ingin menggunakan data BI, pelajari data BI yang komprehensif : http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/8DA09E93-A4E4-4B46-A58C-844D90A9C329/16420/08_lampiran.zip


Loh kan yang dipermasalahkan bukannya harga diri dan kedaulatan itu yah o
Hutang domestik ngga masuk itungan donk kalo gitu D
Lagian juga gw ngomongnya negara kok bukan pemerintah \)

Quote:
Original Posted By dhvala

Dan Anda aneh sekali, ngerti tidak apa itu APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang harus memenuhi amanah UUD 1945, UU 20/2003, dan semua peraturan perundangan. APBN bukanlah cash simpanan. Yang menjadi tolak ukur pembayaran adalah cadangan devisa dan slot APBN yang harus sesuai dengan konstitusi serta falsafah Pancasila. "Tuhan dan keadilan" itu Bung. Jangan hanya pemerintah bisa membayar utang najis. Jika memenuhi anggaran APBN dengan cara utang,anak SMA pun bisa. Tidak perlu pilpres dan mengisi kabinet. Cari saja anak SMA untuk menambah utang. Gampang.

Saya tidak tahu, apakah Anda tahu dan pura-pura tidak tahu, serta menyebarkan kebohongan dengan data. Atau jika Anda memang tidak bisa berargumen untuk antitesa tidak usah dilanjutkan. Akan memalukan dukungan Anda sendiri.


Kan gw bilang tadi kalau mau semua dilunasi hari ini, dari sini lu nangkep maksud yang gw sindir ngga o

Artinya ngga pada tempatnya kalo lu memasukkan nilai absolut dalam penghitungan utang D

Sebenarnya point omongan "absolute" itu apa sih ....
Jumlah hutangnya mau dikurangi sampai batas maksimal kan D
Kalo jumlah hutangnya 0 lu harusnya puas kan \)
dhvala - 19/06/2009 11:44 PM
#25

Mengenai data BPK, jika Ada yang mau membaca laporan audit BPK atas LKPP RI 2008, bisa mendownloadnya (27 MB), total ada 398 halaman di http://www.bpk.go.id/web/files/2009/06/01_LKPP_2008.pdf
Jika ingin melihat data per departemen, yang mana ada banyak indikasi penyelewangan dana dari instansi
http://www.bpk.go.id/web/?page_id=883
http://www.bpk.go.id/web/?page_id=2836
Trims.
longdaymartian - 19/06/2009 11:47 PM
#26

^
knnya bisa dilihat Kesimpulanya saja yaitu Disclaimer.....5 tahun berturut2 merah terus.....
Benjutkan!! sajalah.....
dhvala - 19/06/2009 11:55 PM
#27

Quote:
Original Posted By ReicHsKanzleR
Loh kan yang dipermasalahkan bukannya harga diri dan kedaulatan itu yah o
Hutang domestik ngga masuk itungan donk kalo gitu D
Lagian juga gw ngomongnya negara kok bukan pemerintah \)



Jangan argumennya diputar-putar. Seperti Andi Mallarangeng dan Ruhut saja.
Saya tidak tahu, apakah Anda mengerti tentang utang negara/pemerintah atau tidak mengerti. Jika tidak mengerti, saya tidak bisa berdiskusi dengan Anda. Konteksnya sudah miss. Dari jawaban Anda, Anda ingin mengatakan antitesa 3. Tapi, sekarang Anda cerita kedaulatan.

Quote:
Original Posted By ReicHsKanzleR
Kan gw bilang tadi kalau mau semua dilunasi hari ini, dari sini lu nangkep maksud yang gw sindir ngga o

Artinya ngga pada tempatnya kalo lu memasukkan nilai absolut dalam penghitungan utang D

Sebenarnya point omongan "absolute" itu apa sih ....
Jumlah hutangnya mau dikurangi sampai batas maksimal kan D
Kalo jumlah hutangnya 0 lu harusnya puas kan \)


Sebenarnya, pernyataan Anda sudah salah besar ketika mengatakan pemerintah dapat melunasi semua utang. Dari mana sumbernya? Ngomong dibelit-belit mirip sekali seperti Andi Mallarangeng dan Ruhut Sitompul.
Antitesanya kan jelas "Nilai Absolut utang adalah Rp 1700 triliun dan tertinggi sepanjang sejarah". Mana antitesa dari pernyataan ini?
Jangan dibohong-bohongin lah,fakta absolut anda giring pada topik lain dengan mengatakan jumlah utangnya nol. Mohon diskusinya terarah, jangan seperti Andi Mallarangeng atau Ruhut Sitompul.
c_minor - 20/06/2009 12:54 AM
#28

Ada yg berusaha melakukan KEBOHONGAN PUBLIK... Ciri khas Pemerintahan SBY... D

Nih liat sendiri datanya, diambil dari http://www.dmo.or.id, SITUS RESMI PEMERINTAH UTK PENGELOLAAN HUTANG

13 Fakta Keberhasilan SBY dan Antitesanya

Pemerintahan SBY memang GA PEDULI pada Hutang Dalam Negeri... D

Mungkin mereka mikir, "Halaaah... duitnya rakyat gw sendiri aja, ngapain juga gw bayar utangnya, berani2 nagih utang, tinggal gw tampol aja tuh rakyat... " D

Makanya jangan heran kalo ORI sekarang ga laku... cuma 40% ORI yg laku... D
Gara2 ORI dah ga laku, dikeluarkan lagi SUN dg bunga lebih besar yg bisa mencapai 12%... D

Kalo sikap pemerintah SBY masih seperti ini terus, jangan heran kalo SUN pun dikemudian hari juga ga laku lagi... D

Kepercayaan investor dalam negeri udah HANCUR gara2 SBY... DDD
ReicHsKanzleR - 20/06/2009 01:31 AM
#29

Quote:
Original Posted By dhvala


Sebenarnya, pernyataan Anda sudah salah besar ketika mengatakan pemerintah dapat melunasi semua utang. Dari mana sumbernya? Ngomong dibelit-belit mirip sekali seperti Andi Mallarangeng dan Ruhut Sitompul.
Antitesanya kan jelas "Nilai Absolut utang adalah Rp 1700 triliun dan tertinggi sepanjang sejarah". Mana antitesa dari pernyataan ini?
Jangan dibohong-bohongin lah,fakta absolut anda giring pada topik lain dengan mengatakan jumlah utangnya nol. Mohon diskusinya terarah, jangan seperti Andi Mallarangeng atau Ruhut Sitompul.


OK, anti tesa nya \)

Di Semua tempat di kolong langit ini tidak ada yang memakai perhitungan utang secara absolute.... \)

Hanya manusia yang memutar dan membelit2 kan fakta yang menggunakannya, untuk membodohi orang2 yang tidak mengerti ... \)

Harusnya orang2 licik seperti anda itu menyampaikan fakta secara berimbang, dalam bentuk informasi yang tidak terpotong - potong... nohope:

Hutang tertinggi sepanjang sejarah, tapi devisa dan APBN nya juga tertinggi sepanjang sejarah... thumbup:

Dan satu lagi yang tidak bisa dilakukan banyak negara saat ini adalah pertumbuhan ekonomi yang masih plus... thumbup:
ReicHsKanzleR - 20/06/2009 02:10 AM
#30


Jadi Oposisi mau nya gimana nih ?

Mau nilai absolutnya yang dikurang, atau rasio nya yang dikurang ?

Dari situ aja dulu pembicaraan kita berawal, soalnya selama ini lu pake dual standar !! nohope:

This your choice !!
1. Nilai Absolute dikurangi
2. Nilai Rasio dikurangi

Pilih salah satu !!!!! army:
rattenhoff - 20/06/2009 02:17 AM
#31

makanya jangan telan2 jargon-jargon kampanye SBY.
hutang lunas, malah ngutang ke ADB. orang miskin turun ternyata pergantian istilah orang miskin di BPS.

harus cukup cerdas untuk memahami teori2 pembodohan tim suksesnya. liat dengan mata hati bukan mata saja.

apakah UTANG masih masuk dalam POS PENDAPATAN NEGARA atau dalam APBN?

Quote:
Original Posted By longdaymartian
kan GARUDA yg sudah bisa dpt LABA 515% mau di privatisasi...buat nutup defisit...
PEMBODOHAN berikutnya... BUMN yang tidak membawa BEBAN dan justru menambah PENDAPATAN NEGARA malah DIJUAL !

kalo masih tak percaya ada agen2 NEOLIB di INDONESIA, simak baik2 APBN, manajemen UTANG dan industri MIGAS. Pat gulipat makin kentara, kok malah dipilih lagi? hammer:
dhvala - 20/06/2009 02:27 AM
#32

Quote:
Original Posted By ReicHsKanzleR

Jadi Oposisi mau nya gimana nih ?

Mau nilai absolutnya yang dikurang, atau rasio nya yang dikurang ?

Dari situ aja dulu pembicaraan kita berawal, soalnya selama ini lu pake dual standar !! nohope:

This your choice !!
1. Nilai Absolute dikurangi
2. Nilai Rasio dikurangi

Pilih salah satu !!!!! army:


Ngerti kan antitesa..
Jika anda pelajari data laporan sebelum tahun 2002 (sebelum Indonesia masuk dalam era neoliberalisasi), laporan BI maupun pemerintah menggunakan angka Debt Service Ratio dan Debt GNP ratio. Karena utang yang membengkak,maka digunakanlah istilah GDP yang banyak digunakan oleh negara yang umumnya memiliki kekuatan GDP dalam faktor produksi.
Dalam hal ini, iklan SBY menggunakan data sepihak, dan kualitas klaim dalam iklannya memiliki antitesa yakni secara absolut justru utang kita meningkat.
Artinya, klaim keberhasilan pemerintah dilihat secara sepihak.
Mengapa dalam hal ini, saya menggunakan data absolut, karena itu diakui secara internasional. Mengapa penggunaan GDP untuk Indonesia memiliki kualitas rendah, karena investasi asing terlalu besar di Indonesia dan aliran dana yang keluar dari Indonesia juga besar, sehingga faktor konsumsi merupakan faktor yang besar dalam GDP. Hal ini berbeda dengan negara Jepang, Korea atau beberapa negara yang mana GDP yang tinggi karena faktor produksi. Sudah paham kan?
Mengenai APBN yang meningkat tiga kali atau biaya kesehatan tiga kali, sudah ada antitesanya. Jadi, sekali lagi saya sebutkan kepada Anda bahwa klaim keberhasilan SBY dalam iklannya dapat dipatahkan dengan antitesa lainnya.
ReicHsKanzleR - 20/06/2009 02:32 AM
#33

Quote:
Original Posted By rattenhoff
makanya jangan telan2 jargon-jargon kampanye SBY.
hutang lunas, malah ngutang ke ADB. orang miskin turun ternyata pergantian istilah orang miskin di BPS.

harus cukup cerdas untuk memahami teori2 pembodohan tim suksesnya. liat dengan mata hati bukan mata saja.

apakah UTANG masih masuk dalam POS PENDAPATAN NEGARA atau dalam APBN?

PEMBODOHAN berikutnya... BUMN yang tidak membawa BEBAN dan justru menambah PENDAPATAN NEGARA malah DIJUAL !


Jadi maunya gimana ?
Point 1 apa point 2 confused:
Kanjeng Doso - 20/06/2009 02:44 AM
#34

saya anti SBY
ReicHsKanzleR - 20/06/2009 02:57 AM
#35

Quote:
Original Posted By dhvala
Ngerti kan antitesa..
Jika anda pelajari data laporan sebelum tahun 2002 (sebelum Indonesia masuk dalam era neoliberalisasi), laporan BI maupun pemerintah menggunakan angka Debt Service Ratio dan Debt GNP ratio. Karena utang yang membengkak,maka digunakanlah istilah GDP yang banyak digunakan oleh negara yang umumnya memiliki kekuatan GDP dalam faktor produksi.
Dalam hal ini, iklan SBY menggunakan data sepihak, dan kualitas klaim dalam iklannya memiliki antitesa yakni secara absolut justru utang kita meningkat.
Artinya, klaim keberhasilan pemerintah dilihat secara sepihak.
Mengapa dalam hal ini, saya menggunakan data absolut, karena itu diakui secara internasional. Mengapa penggunaan GDP untuk Indonesia memiliki kualitas rendah, karena investasi asing terlalu besar di Indonesia dan aliran dana yang keluar dari Indonesia juga besar, sehingga faktor konsumsi merupakan faktor yang besar dalam GDP. Hal ini berbeda dengan negara Jepang, Korea atau beberapa negara yang mana GDP yang tinggi karena faktor produksi. Sudah paham kan?
Mengenai APBN yang meningkat tiga kali atau biaya kesehatan tiga kali, sudah ada antitesanya. Jadi, sekali lagi saya sebutkan kepada Anda bahwa klaim keberhasilan SBY dalam iklannya dapat dipatahkan dengan antitesa lainnya.


Masak sih 2002 neoliberal, kok bisa sih mengklaim neoliberal, ciri2 neoliberal tuh apa, subsidi itu termasuk neoliberal ngga D

Indonesia juga gede faktor produksinya, 3 kali dari jumlah utangnya tuh \)

Jadi lu pilih yang nomor 1 ... yang menggunakan nilai absolut ya \)...

Kalo seandainya APBN dipotong 1/2 buat bayar utang gmn ?

Lu puas ? kan nilai absolutnya berkurang tuh, dan gw yakin rasionya juga ngga bertambah, beban utang juga berkurang, itu yang lu mau ? confused:

Kan seperti gw bilang, pemerintah tuh kalau mau bisa aja melunasi utang kapan aja, tinggal bagaimana maunya lu nohope:

Si Prabowo kalo kepilih, juga akan memperpanjang utang kok, kontradiksi kan, kedua calon menyerang masalah nilai hutang yang absolute, sementara di lain pihak, mereka juga akan berencana memperpanjang waktu, jumlah utangan yang nilainya absolute tsb .... gila:

Apa sih maunya nohope:
Bgaol - 20/06/2009 03:04 AM
#36

hey bung, coba anda telaah kembali apa yang anda paparkan dan perbandingan data yang ada.

Tahukah anda bahwa, kita melunasi utang dengan IMF tapi menambah utang dengan JEPANG dan WorldBank Juga ADB?

Tahukah anda bahwa, utang Indonesia naik dari 1200an Triliun (2004) menjadi 1678 T (2008)?

Tahukah anda bahwa, kabinet SBY ingin menambah utang kembali kepada asing dengan memberikan agunan Gelora Bung Karno dan Wilayah Senayan?

Tahukah anda bahwa, bunga utang luar negeri melebihi cicilan yang harus ditanggung?

Tahukah anda bahwa, IMF, Worldbank, ADB, dan Amerika juga Jepang memberikan utang kepada Indonesia dengan Letter of Intent yang merugikan Indonesia?



MAKANYA JIKA DATA TIDAK
VALID, RELIABLE, DAN MEASUREABLE
tolong jangan dipublikasikan. Don't Create Something Without Causes!

"JUSUF KALLA is the REAL PRESIDENT", [COLOR="Black"]Lee Kuan Yew, Prime Minister of Singapore[/COLOR]


where is the right PRESIDENT actually ??

13 Fakta Keberhasilan SBY dan Antitesanya

he didn't anything

dhvala - 20/06/2009 03:52 AM
#37

Quote:
Original Posted By ReicHsKanzleR
Masak sih 2002 neoliberal, kok bisa sih mengklaim neoliberal, ciri2 neoliberal tuh apa, subsidi itu termasuk neoliberal ngga D

Indonesia juga gede faktor produksinya, 3 kali dari jumlah utangnya tuh \)

Jadi pilih yang nomor 2 ... menggunakan nilai absolut ya \)...

Kalo seandainya APBN dipotong 1/2 buat bayar utang gmn ?

Lu puas ? kan nilai absolutnya berkurang tuh, dan gw yakin rasionya juga ngga bertambah, beban utang juga berkurang, itu yang lu mau ? confused:

Kan seperti gw bilang, pemerintah tuh kalau mau bisa aja melunasi utang kapan aja, tinggal bagaimana maunya lu nohope:

Si Prabowo kalo kepilih, juga akan memperpanjang utang kok, kontradiksi kan, kedua calon menyerang masalah nilai hutang yang absolute, sementara di lain pihak, mereka juga akan berencana memperpanjang waktu, jumlah utangan yang nilainya absolute tsb .... gila:

Apa sih maunya nohope:


1) Thread ini saya tulis hanya untuk memberi gambaran bahwa antara fakta klaim keberhasilan yang ditayangkan di media massa, tidak sepenuhnya benar.
2) Neoliberalisme itu apa? Silahkan anda baca di wikipedia. Kalau malas baca, saya kasih tau deh : mengurangi peran pemerintah dalam berbagai aspek ekonomi. Dengan mengurangi peran BUMN dan agenda privatisasi. Dengan meliberalisasi keuangan. Mekanisme pasar berlaku dimana negara sebisa mungkin tidak memberi subsidi, dan BBM dipaksa mendekati pasar dengan berlandaskan harga NYMEX bukan ICP. Tugas negara sebisa mungkin hanya regulasi, sedangkan untuk membuka lapangan pekerjaan diserahkan oleh para investor dengan cara menstabilkan ekonomi makro.
3) Sejak awal kita berbicara tentang fakta. Anda ingin solusinya? Oke, saya katakan salah satu adalah menghapus odious debt. Mengurangi jumlah utang yang terus ditambah pemerintah dengan rata-rata Rp 3.9 triliun per minggu. Efisiensi anggara, hindari mark-up yang tinggi. Tolak semua bentuk utang dengan comitment fee yang tinggi serta restrukturisasi utang. Terakhir, pelajari indikasi korupsi seperti dilaporkan BPK RI.
4) Pantasan Anda berbicara demikian, karena menganggap saya sebagai pendukung Prabowo. Saya perlu katakan, kemungkinan anggapan Anda itu salah.
Trims
kalapa - 20/06/2009 04:30 AM
#38

Quote:
Original Posted By dhvala

Klaim 1 :
Antitesa : 1#Dalam sejarah harga BBM, untuk pertama kali sepanjang sejarah Indonesia, pemerintah menjual BBM dengan termahal yakni Rp 6000 per liter.
2#Tidak hanya itu, pada Desember 2008, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Indonesia, harga premium yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi daripada harga premium di Amerika Serikat. Pada minggu I dan II, harga BBM Indonesia adalah Rp 5500 padahal di AS dibawah Rp 5335 per liter. Dan pada minggu III dan IV, harga BBM Indonesia Rp 5000 padahal di AS kecil Rp 4892 per liter.
Tesis: BBM termahal tetapi dg persentase subsidi terendah sepanjang sejarah sehingga beban anggaran negara bisa dialihkan ke hal2 lain.

Klaim 2 :
Antitesa : 1#Pertumbuhan diatas 6% hanya terjadi pada tahun 2007 dan 2008, sedangkan pada tahun 2005 (5.6%), 2006 (5.5%), dan 2008 dibawah 5%. Jadi, pernyataan perekonomian terus tumbuh diatas 6% merupakan suatu kebohongan publik.
2# Padahal dalam kampanye pilpres 2004, SBY memiliki janji angin surga yang dituangkan dalam RPJM bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005-2009 adalah 5.5%, 6.1%, 6.7%, 7.2% dan 7.6%. Merujuk pada janji yang tersebut, maka fakta pertumbuhan yang rata-rata dibawah 6% selama 5 tahun merupakan kegagalan janji angin surga. Pertumbuhan rata-rata dibawah 6% per tahun jauh dari kegagalan menahan inflasi yg mencapai rata-rata 10.3% per tahun.
Tesis: Masih tetap lebih baik daripada sebelumnya.


Klaim 3 :
Antitesa : Jika cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, maka jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapi 1667 Triliun pada awal tahun 2009 atau 1700 triliun per 31 Maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.
Tesis: Persentase hutang thd devisa terendah sepanjang sejarah.

Klaim 4 : Pemerintah Bersih/Baik
Antitesa : Hal ini bertolak belakang dengan jabatan para menteri dan pejabat presiden yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye seperti iklan Koperasi, sekolah gratis, hingga masuknya pejabat BUMN dalam Timkamnas SBY-Boediono
Tesis: Pemerintah Megawati memanfaatkan kesempatan pemereintahannya yg hanya 2 tahun itu utk melakukan korupsi besar2an termasuk suaminya.

Klaim 5 :Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun 2004 menjadi 34% pada tahun 2008
Antitesa : #1 Secara relatif jumlah utang negara turun, tapi secara absolut utang negara naik 33% dari Rp 1275 T pada 2004 menjadi Rp 1700 triliun pada Maret 2009.
#2 Sampai hingga saat ini, pemerintah masih setia membayar utang najis serta pengelolaan penarikan utang luar negeri (ULN) yang bermasalah seperti dilaporkan BPK & KPK.
Tesis: Hutang besar bukan masalah asal tetap terbayarkan.

Klaim 6 :Utang IMF lunas
Antitesa : Utang IMF 9 miliar USD bersifat nonlikuid. Keputusan menghentikan kontrak dgn IMF telah dilakukan pada 2004. Ketika utang IMF lunas, utang luar negeri kepada ADB meningkat dan disisi lain utang dalam negeri naik 50% selama 4 tahun dan tertinggi sepanjang sejarah.
Tesis:Hutang ADB dalam skema yang lebih longgar. Hutang swasta selama swastanya sehat dan sanggup membayar dan bukan bagian dari spekulasi tidak menjadi masalah.


Klaim 7 :CGI dibubarkan.
Antitesa : IGGI/CGI merupakan grup lembaga keuangan dan negara asing yang menjadi kreditor utang Indonesia. Negara-negara anggota CGI adalah ADB, IMF, UNDP, Bank Dunia, Australia, Belgia, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Swiss dan Amerika Serikat. Jadi, meksipun CGI dibubarkan, negara-negara kreditor seperti Amerika, Australia, Inggris, Jepang dan lembaga keuangan ADB atau Bank Dunia masih menjadi negara kreditor Indonesia. Pencitraan pembubaran CGI hanyalah kedok pencitraan atas sebuah lembaga institusi, padahal anggotanya CGI masih eksis. Istilahnya, ular berbisa yg ganti kulit. CGI bubar, tapi negara kreditor masih hidup & berkembang pada ULN Indonesia.
Tesis: sekali lagi, hutang bukan masalah selama sanggup membayar.



Yang lainnya entar. Cemen semua.
dhvala - 20/06/2009 06:00 AM
#39

Quote:
Original Posted By kalapa
Yang lainnya entar. Cemen semua.


1. Ini bukti bahwa pemerintah melaksanakan kebijakan IMF yang meminta agar BBM diliberalisasi dan agar Shell dan Petronas dan yang lainnya bisa masuk sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak.Ini bukti bahwa kebijakan neolibiralisasi masuk sektor perminyakan. Dan satu lagi, inilah pemerintah pertama kali sudah menjual minyak dari perut bumi lalu harganya ditinggilkan lagi. Keuntungan berkali-kali lipat. Faktanya jelas, apakah Anda dapat membantah bahwa dengan menaikkan harga BBM yang maka jumlah penduduk miskin meningkat drastis dari 35 juta jiwa pada Maret 2008 menjadi hampir 40 juta jiwa pada Desember 2008. Anda tega mengatakan ini prestasi pemerintah memberi subsidi minimun, tapi dengan bangga Anda mendukung pemiskinan lebih 5 juta jiwa akibat kenaikan BBM. No comment deh...

2. Bukan masalah lebih baik. Tesisnya keliru dalam tataran target janji angin surga. Saya tanya kepada Anda, jika janji tidak terpenuhi, apakah ini bukan kegagalan?

3. Oke, jika rasio Debt/reserve berkurang, tapi angka pertambahan utang terbesar sepanjang sejarah. Bayangkan dalam waktu kurang 4 tahun, terjadi peningkatan utang lebih dari 30% dari 1275 (2004) menjadi 1667 triliun [2008].


4. Kok yang dibahas Megawati. Jangan membandingkan hal buruk dengan buruk. Jika seandainya buruk, maka saya merasa aneh Anda membandingkan orang pendek dengan orang pendek. Orang gemuk dengan gemuk. Penyamun dengan penyamun. Dengan fakta pengakuan Rokhmin Dahuri dan AR, serta banyaknya pejabat negara yang memiliki jabatan rangkap, maka Apa sih sulitnya Anda mengakui bahwa pemerintah tidak bersih seperti diklaim? Cobalah jujur.

5.Utang besar memang tidak masalah. Tapi utang besar kita sebagian digunakan untuk membayar odious debt, sebagian tidak dimanfaatkan secara efektif. Dalam audit BPK RI pada LKPP 2008, tercatat bahwa terjadi penarikan utang sebesar 29 triliun yang tidak terekonsiliasi. Mengapa harus menambah utang besar, jika efisiensi dan kebocoran anggaran dapat dicegah dan perbaiki. Dari laporan LKPP 2007, ada begitu banyak expense departemen yang tidak sesuai dengan tujuannya. Masa' dana pendidikan digunakan untuk membiayai acara piawai agama. Masa' anggaran pendidikan banyak digunakan "organisasi"nya Mendiknas. Silahkan cek di bpk.go.id

6. Jadinya statement utang IMF lunas harusnya dibarengi bahwa utang ADB meningkat. Berarti Anda mengakui kan? Apa sih sulitnya mengakui.

7. Sekali lagi, pemanfaatan anggaran yah... Ingat utang najis. CGI dibubarkan bukan berarti ketergantungan utang pada lembaga tersebut "dibubarkan".
mamipanda - 20/06/2009 06:00 AM
#40
S*Y neolib
Saya bukannya ga suka sby, TAPI ga suka faham yg dianutny neoliberal. ya gini dech buktinya byk intervensi asing krn kebijakan2 yg neoliberal yg tdk akan membawa indonesia menjadi negara besar. . jd lanjutkan apa? pengangguran, kemiskinan, ketergantungan utang? maaf tp saya jg bkn pendukung capres lain cuma miris aja ama keadaan indo yg dibawa oleh SBY yg neolib, ga ngaku lg malah blg jalan tengah, jalan apaan? ga tegas, kiri kanan ok, dsb harusny kita kembalikan ke garis ekonomi konstitusi sesuai UUD 45 yg udah jelas negara mempunyai peranan besar dlm menentukan ekonomi bukan pd mekanisme pasar spt neolib. jgn salah yg rumusin UUD Itu belajar ekonomi di eropa pd taun 30an jd ngerti bgt n itu lawan neolib yg sesungguhnya.
Page 2 of 15 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > SEPUTAR PEMILU 2009 > 13 Fakta Keberhasilan SBY dan Antitesanya