Home > CASCISCUS > SEPUTAR PEMILU 2009 > Kemenangan SBY-Boediono Sudah di Depan Mata
Total Views: 2039 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

golput - 06/07/2009 05:42 AM
#1
Kemenangan SBY-Boediono Sudah di Depan Mata

Kemenangan SBY-Boediono Sudah di Depan Mata

http://www.gatra.com/artikel.php?id=127919

Jakarta, 4 Juli 2009 14:32
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, tanda-tanda kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono sudah di depan mata.

"Derasnya fitnah yang ditujukan pada SBY-Boediono adalah salah satu tanda-tanda itu," kata Muhaimin saat acara istighotsah atau doa bersama di kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (4/7).

Acara istighotsah yang diikuti ratusan orang tersebut digelar untuk mendoakan agar pemilihan presiden 2009 berlangsung damai dengan kemenangan pasangan SBY-Boediono.

Istighotsah dipimpin sejumlah kiai dari Jakarta dan daerah, di antaranya , KH Abdul Hayyi Naim, KH Muchlas Dimyati Rois, KH Mujib Chudori, KH Abdul Ghofur, dan KH Aziz Manonjaya.

Menurut Muhaimin, fitnah yang ditujukan kepada pasangan yang didukung PKB tersebut tak tanggung-tanggung, bahkan ada yang menyangkut masalah agama, yakni isu tentang istri Boediono beragama Katholik.

Selain itu, ada juga isu yang dilemparkan ke kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) yakni jika SBY-Boediono menang, maka jamaah dan jamiyyah NU tidak akan diberi ruang sama sekali.

Menurut Muhaimin, isu-isu tersebut jelas tidak benar dan tidak berdasar, sekedar kampanye hitam yang dimaksudkan untuk memperlemah dukungan kepada SBY-Boediono. "Pilihan PKB kepada SBY-Boediono adalah pilihan cerdas. Kita ingin melanjutkan hal-hal yang baik yang sudah dilakukan SBY sebelumnya," katanya.

PKB sendiri, lanjut Muhaimin, sangat serius menggalang dukungan bagi kemenangan SBY-Boediono dengan mengerahkan seluruh kemampuan, termasuk mengerahkan kiai-kiai kampung dan calon anggota legislatif, baik yang jadi maupun yang tidak lolos. "Semoga dukungan kita kepada SBY-Boediono membawa manfaat di dunia dan akhirat, termasuk membawa Indonesia mencapai tatanan yang lebih baik," katanya. [EL, Ant]

Semoga SBY dapat kembali menjadi Presiden RI ...Amin ya robal Alamin .... rose:
Goodcat - 06/07/2009 05:44 AM
#2

Minta dikasihani terus nih. Capres sampah. FAKTA kok dibilang fitnah, cuma orang tolol dan pro koruptor yg pilih si "itu".. beer:
wak_laboe - 06/07/2009 06:01 AM
#3

^^ capres sampah itu mega yg deklarasi di tempat sampah....
bodoh kali kau jadi monyet army:
Goodcat - 06/07/2009 06:08 AM
#4

jadiyang bener SBY capres rumput ? karena deklarasi dirumput hammer:
Bodoh nian kau jadi orang D

hari gini pilih sby? Kemane aja lu! D
Kanjeng Doso - 06/07/2009 06:31 AM
#5

Quote:
Original Posted By Goodcat
jadiyang bener SBY capres rumput ? karena deklarasi dirumput hammer:
Bodoh nian kau jadi orang D

hari gini pilih sby? Kemane aja lu! D


jangan dilayanilah comment yg bodoh gitu, mungkin dia terlalu banyak makan anjing D

[flash]http://media.imeem.com/m/fWpTbif7QB[/flash]

SUKSESKAN PILPRES SATU PUTARAN DENGAN MENCONTRENG JK-WIN!!!
golput - 06/07/2009 06:48 AM
#6

Quote:
Original Posted By Kanjeng Doso
jangan dilayanilah comment yg bodoh gitu, mungkin dia terlalu banyak makan anjing D


Keliatan pendukung siapa yg mulai main SARA disini mad:
sandoc - 06/07/2009 06:51 AM
#7

Bukannya malah seneng? Banyak difitnah = banyak yang kasihan. Banyak yang kasihan = banyak yang nyontreng. Dari dulu kan gitu.. o

Bisanya merengek-rengek terus. Selain banyak menerima fitnah kenapa gak sekalian curhat juga kalau banyak menerima sihir? D
sandoc - 06/07/2009 07:00 AM
#8

Quote:
Original Posted By Goodcat
jadiyang bener SBY capres rumput ? karena deklarasi dirumput hammer:
Bodoh nian kau jadi orang D

hari gini pilih sby? Kemane aja lu! D


yang bener tu SBY capres Amerika, karena deklarasinya ala Obama si presiden Amerika. D
Sobeit - 06/07/2009 07:04 AM
#9

Quote:
Original Posted By Goodcat
Minta dikasihani terus nih. Capres sampah. FAKTA kok dibilang fitnah, cuma orang tolol dan pro koruptor yg pilih si "itu".. beer:


pasangan yg ga punya agenda pemberantasan korupsi, faktanya dari pasangan mana mas?
wak_laboe - 06/07/2009 07:09 AM
#10

Quote:
Original Posted By Goodcat
jadiyang bener SBY capres rumput ? karena deklarasi dirumput hammer:
Bodoh nian kau jadi orang D

hari gini pilih sby? Kemane aja lu! D

kok deklarasi sih D
gobloknya kok gak ilang2 dari dulu...
makanya jgn kebanyakan makan sampah jadi otakmu ga berfungsi...
SBY deklarasi di sabuga...mega deklarasi di sampah...jk deklarasi di patung proklamator
jgn di edit tulisannya yah DDDD:
sok pintar tapi ketahuan gobloknya DDD
sompretloch - 06/07/2009 07:12 AM
#11

Quote:
Original Posted By Sobeit
pasangan yg ga punya agenda pemberantasan korupsi, faktanya dari pasangan mana mas?



shutup: beer:
Goodcat - 06/07/2009 07:20 AM
#12

Quote:
Original Posted By wak_laboe

kok deklarasi sih D
gobloknya kok gak ilang2 dari dulu...
makanya jgn kebanyakan makan sampah jadi otakmu ga berfungsi...
SBY deklarasi di sabuga...mega deklarasi di sampah...jk deklarasi di patung proklamator
jgn di edit tulisannya yah DDDD:
sok pintar tapi ketahuan gobloknya DDD


Tau arti deklarasi gak lu? . *geleng2 kepala, sedih melihat rakyat masih ada yg bodoh nohope: * D
Goodcat - 06/07/2009 07:23 AM
#13

Quote:
Original Posted By Sobeit


pasangan yg ga punya agenda pemberantasan korupsi, faktanya dari pasangan mana mas?


Emg capres dari mana? Pernyataan pemberantasan Korupsi itu normatif kali. Common statement itu,jd gak perlu ngebacot gede, action yg penting. Ini nangkep aulia pohan,eh antasari difitnah gara2 cewe. Gara2 cewe? Ohhhhhhhhhh gak masuk akal ..... D
Sobeit - 06/07/2009 08:05 AM
#14

Quote:
Original Posted By Goodcat
Emg capres dari mana? Pernyataan pemberantasan Korupsi itu normatif kali. Common statement itu


astaga.. kirain saya dpt counter yg solid.. aduh jd ga enak sendiri..
gini ya, yg saya tanya agenda.. agenda.. bukan pernyataan... setiap capres harus punya agenda, yg jd rujukan para pemilih nantinya. nah saya tanya, capres mana yg tidak mengagendakan pemberantasan korupsi?

bener kata Laboe, anda ga secerdas yg anda pikirkan mas hehehhe \) dan kemungkinan kaca di rumah anda sedang digadaikan ya, makanya jarang digunakan..

Quote:
Common statement itu,jd gak perlu ngebacot gede, action yg penting. Ini nangkep aulia pohan,eh antasari difitnah gara2 cewe. Gara2 cewe? Ohhhhhhhhhh gak masuk akal ..... D


ada bukti, hubungan kasus aulia pohan dgn kasus antasari? atau, cuma ngebacot gede doang? ayo dong, biar ga membosankan, kasih sedikit bukti ke kita" \)
Goodcat - 06/07/2009 08:11 AM
#15

Astaga saya kira saya dapet counter yg fresh, ternyata klasik nohope:
Sudah jelas itu aulia pohan. Ada bukti sanggahan itu? Gw rasa gak ada. D
Sobeit - 06/07/2009 08:14 AM
#16

Quote:
Original Posted By Goodcat
Astaga saya kira saya dapet counter yg fresh, ternyata klasik nohope:
Sudah jelas itu aulia pohan. Ada bukti sanggahan itu? Gw rasa gak ada. D


kasihan...
nand0 - 06/07/2009 08:16 AM
#17
ternyata sby itu tidak pemberani
sby itu ga gentle ternyata teman2
baca link berikut
http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=97388516157&h=7s9f2&u=pzy6R&ref=mf



Kepada yang terhormat,
Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono
Di - Jakarta.

Salam hormat.
Pada tanggal 13 Juni 2009, di GOR KONI Kendari, Sulawesi Tenggara, Bapak SBY menyatakan: ”Jangan ambil resiko memilih pemimpin yang belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan janji.” (Radar Suteng, edisi 14 Juni 2009). Terimakasih atas nasehat Bapak SBY. Kini, perkenankan kami merespons sekaligus menjawab nasehat Bapak. Pemimpin yang telah teruji dan terbukti ialah: YUSUF KALLA. Mengapa?

Kita pernah bertemu langsung dan berbincang-bincang mengenai masalah Poso dan Nasional, ketika Bapak SBY menerima saya di Istana Negara Jakarta pada tanggal 28 November 2004. Pada waktu itu saya baru bebas dari vonis 3 tahun penjara Kasus Konflik Poso. Terimakasih Pak !

Kini perkenankan saya kembali menyampaikan hal yang tentu Bapak SBY telah memahaminya. Kondisi Kabupaten Poso tahun 2000, 2001 sangat sulit, termasuk dampaknya terhadap wilayah Parigi, Tojo-Una Una, Morowali, bahkan Sulawesi dan sekitarnya. Konflik massal antar komunitas, seakan tak mungkin terhentikan. Seorang korban Konflik Poso menyatakan dalam bahasa Pamona: “Ri kare’e popaiso katuwu jamo ndariso, Lompiu lawi marimbo, ewa damagero lino“(Js.Hokey)

Kondisi itu tentu hanya bisa dirasakan oleh masyarakat yang bertahan di wilayah Kabupaten Poso, terutama para Korban. Setiap orang yang masih berpikir waras, pasti sepakat mengakui bahwa peristiwa Pertemuan Malino Untuk Poso sangat berarti dan minimal telah menghentikan konflik masal antar komunitas. Benar, bahwa pasca-Malino masih terjadi peristiwa-peristiwa pilu yang tidak terduga, tetapi Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso berdampak luas terhadap perbaikan kondisi Kabupaten Poso dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Bahkan Instruksi Presiden RI untuk Poso merujuk dan didasarkan kepada isi Deklarasi Malino yang diprakarsai dan dilakukan langsung oleh Yusuf Kalla.

Kini asam di gunung dan garam di laut kembali bertemu dalam belanga, seperti pepatah dalam bahasa Pamona: ”Podi ri buyu, bure ri tasi wongi ri kura sangkani-ngkani“ (Js. Hokey). Komunitas Muslim, Kristen, Hindu dll saling berinteraksi dalam damai. Jika itu tidak terjadi, bagaimana mungkin dapat beribadah, bekerja, belajar, bergaul, berjalan, beristirahat dengan wajar ?

Saya terlalu yakin mengatakan, bahwa tanpa penerimaan masyarakat Poso terhadap Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso, akibat Konflik Poso tidak mungkin Bupati Poso yang terpilih tahun 2005, beragama Kristen. Apalagi soal keamanan, tekanan yang sangat kuat untuk proses keamanan, penegakan hukum, justru didasarkan kepada Kesepakatan Malino tersebut. Sepuluh Butir Deklarasi Malino membuat semua pihak bergerak, termasuk TNI, Polri dan penegak hukum. Dari segi dana, berapa yang telah mengalir ke Kabupaten Poso sejak konflik Poso hingga saat ini? Tanpa kesepakatan Malino, mustahil dana yang banyak itu mengalir ke Kabupaten Poso. Jika penyalurannya bermasalah, bukan kesepakatan Malino yang keliru, tetapi system dan kebobrokan moralitas pihak-pihak yang menyalurkannya.

Sangat menyedihkan, jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa dia atau partainya yang membuat Poso aman, dia yang mengupayakan dana mengalir ke Kabupaten Poso. Pada hal, dia tidak ada di Poso pada waktu itu, apa lagi di Malino. Bahkan dari sisi politis, pada waktu itu Partai Politik nya pun belum berdiri, termasuk Partai yang Bapak dirikan. Tak seorangpun yang menganggap dirinya pahlawan. Hanya Tuhan, Allah, Yang Maha Kuasa ! Jusuf Kalla sendiri menyatakan bahwa Pertemuan Malino adalah Amanah Tuhan !

Pemulihan masyarakat sangat berkaitan dengan peluang dan kualitas pendidikan. Hal ini sangat ditekankan oleh Jusuf Kalla. Oleh karena itu, berbagai sarana pendidikan dibangun mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, antara lain pembangunan Pesantren Modern di Tokorondo dan pembangunan Universitas Kristen di Tentena (UNKRIT). Mengenai proses pembangunan Pesantren di Tokorondo, tentu saudara-saudara Muslim yang dapat menjelaskannya secara tepat.

Dalam konteks Universitas Kristen, dengan pola pikir dan pola tindakan yang cepat, pada tanggal 29 Desember 2007, Jusuf Kalla mengundang Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST, Bapak Pdt. Ar. Tobondo, MTh, Pdt. Drs.H.X.Sigilipu, Dr.H.Lumeno, di Istana Wakil Presiden RI. Dalam pertemuan itu dibahas kebutuhan pembangunan UNKRIT Tentena. Dana yang disetujui oleh Wakil Presiden RI (Jusuf Kalla); Rp. 12,5 Miliar. Pada tahun 2008, direalisasikan Rp. 7,5 Miliar. Wakil Presiden RI memastikan bahwa pada bulan Juli 2009 akan disalurkan Rp.5 Miliar. Dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Rektorat UNKRIT. Dalam proses perjalanan pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla secara pribadi memberikan bantuan dana Rp. 1 Miliar untuk pembangunan Aula UNKRIT; dana yang telah direalisasikan Rp. 485 Juta dan sisanya akan disalurkan sesuai dengan kemajuan pembangunan. Dari dana tersebut, Rp. 97 Juta membantu Kantor Unkrit dan fasilitasnya. Seluruh dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST. Bahkan dalam proses percepatan Pembangunan Sulteng, diupayakan Rp. 4 Miliar untuk UNKRIT dan peralatan Teleconfrens Rp. 2 Miliar. Bukan hanya itu, ketika terjadi masalah dan kelambatan dalam penerbitan Izin Operasional dan Pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla bertindak cepat dan tegas. Beliau memanggil Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Dr Satryo Brodjonegoro, Juli 2007. Dan hasilnya, izin tersebut diterbitkan ! Selanjutnya, pendampingan terhadap UNKRIT dilaksanakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi yang baru: Dr. Fasli Djalal. Di Tentena, Jusuf Kalla menyatakan bahwa beliau berharap UNKRIT dapat berkembang seperti Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan Jusuf Kalla siap untuk mengawal proses tersebut. Berkaitan dengan itu, masalah pemindahan rumah masyarakat yang ada di Lokasi UNKRIT adalah tanggungjawab Pemda Poso, sebab dananya telah disalurkan dari Pusat. Ya, Bapak telah melihat langsung kondisi lokasi UNKRIT. JIKA JUSUF KALLA TIDAK BERJIWA NASIONAL, TIDAK MUNGKIN JUSUF KALLA MEMFASILITASI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS KRISTEN TENTENA.

Dalam berbagai segi, wilayah Poso akan semakin “terang.” Tetapi kini kegelapan masih terjadi, karena listrik belum memadai. Ketika, kami berdebat soal Pembangunan PLTA di Sulewana Kabupaten Poso, dinyatakan bahwa dalam Perjanjian, jika PLTA telah berfungsi maka PLTA Poso 2 akan menyalurkan dana konpensasi Rp. 12 Miliar per-tahun kepada Pemda Poso dalam bentuk pajak air dan permukaan, belum termasuk Pajak Penghasilan, belum termasuk PLTA Poso 1, Poso 3 dan listrik yang akan didistribusi. Dana tersebut akan masuk ke dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Poso. Sekali lagi, dalam hal ini keadilan untuk rakyat yang diprioritaskan, bukan kepentingan pihak tertentu.

Banyak hal yang telah dilakukan Jusuf Kalla. Siapa sebenarnya yang telah teruji dan terbukti? Hal yang telah teruji dan hal yang masih merupakan janji selalu bercampurbaur. Sekali lagi, terimakasih atas nasehat Bapak SBYmenyatakan: ”Jangan ambil resiko memilih pemimpin yang belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan janji.” JAWABANNYA ADALAH: BAHWA DALAM PROSES PERDAMAIAN DI POSO, AMBON, MALUKU, ACEH, PEMIMPIN YANG TELAH TERUJI DAN TERBUKTI ADALAH JUSUF KALLA, sekali lagi: HANYA JUSUF KALLA !!!

Pada bagian akhir surat ini, perkenankan saya bertanya: Mengapa Bapak SBY sebagai Menkopolkam pada waktu itu tidak hadir dalam proses Pertemuan Malino? Mengapa hanya Bapak Jusuf Kalla yang memprakarsai dan memfasilitasi Perdamaian Aceh di Helsinki? Meskipun Bapak Jusuf Kalla tidak pernah meminta penghargaan, mengapa Bapak tidak memberikan Penghargaan kepada Bapak Jusuf Kalla atas inisiatif dan peranannya dalam perdamaian di Poso, Ambon, Maluku, Aceh dll?

Terimakasih atas perkenan Bapak merespons surat ini.

Tentena, 17 Juni 2009
Mantan Narapidana Kasus Poso
Rinaldy Damanik.
Mesale House - Jl. Dr. AC.Kruiyt No.1. Petirodongi-Tentena.
Sobeit - 06/07/2009 08:22 AM
#18

^^ hoaemmm...

sebelum post, dibaca-baca dulu mas.. itu udah ada thread Dhvala, bahas disana aja...
Goodcat - 06/07/2009 08:23 AM
#19

Quote:
Original Posted By Sobeit


kasihan...


Jadi nyontreng sby dong, "kasihanan".. D
Sobeit - 06/07/2009 08:26 AM
#20

Quote:
Original Posted By Goodcat
Jadi nyontreng sby dong, "kasihanan".. D


ckckck.. \)
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > CASCISCUS > SEPUTAR PEMILU 2009 > Kemenangan SBY-Boediono Sudah di Depan Mata