Home > CASCISCUS > SEPUTAR PEMILU 2009 > SBY Amankan Kepentingan Amerika Di PERTAMINA
Total Views: 1795 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

middlefinger - 06/07/2009 07:41 PM
#1
SBY Amankan Kepentingan Amerika Di PERTAMINA
Quote:
Pada prinsipnya, secara pribadi saya pesimis ketika pemerintah (TPA) memutuskan menunjuk Karen untuk menempati posisi BUMN paling strategis PT Pertamina (Persero). Sesuatu yang semakin menambah pesimis justru berasal dari pernyataan Karen sendiri. Di beberapa media disebutkan jika Karen menegaskan untuk tidak ada intervensi atas tugas yang dipercayakan kepadanya selaku Dirut PT Pertamina (Persero). Kita mulai dulu dari profil beliau hingga akhirnya mencermati konsep pemikiran dan langkah-langkah ke depan. Berikut ini adalah profil singkat beliau yang penulis dapatkan dari harian Kompas (Minggu, 8 Pebruari 2009).

SBY Amankan Kepentingan Amerika Di PERTAMINA

Sekali lagi, pemerintah SBY menunjuk orang yang bukan berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Tidak berbeda ketika SBY menunjuk orang-orang yang menempati posisi di kabinetnya. Karen berasal dari keluarga yang bisa dikatakan berkecukupan dan mapan. Tentunya, mereka yang berasal dari kalangan ekonomi yang mapan di Indonesia bisa dikatakan hampir tidak pernah mengalami kesulitan ekonomi. Orang seperti mereka tidak pernah mengalami ataupun setidaknya ikut merasakan sulitnya kehidupan sosial ekonomi di kalangan menengah ke bawah. Dari sini rasanya sulit mengharapkan orang seperti mereka ikut memahami mengapa di negeri yang dikenal dengan produsen minyak, akan tetapi masih ada penduduknya yang busung lapar. Sekalipun hanya sekedar fakta, akan tetapi kenyataan justru lebih banyak yang membenarkan.

Karen berasal dari keluarga terpelajar dan tentunya terbiasa dengan alur kehidupan yang sistematis. Jika hendak menginginkan merubah PT Pertamina (Persero) menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih berpihak kepada rakyat, maka dibutuhkan seseorang yang memiliki garis pemikiran radikal. Program kerja yang dikemukakan Karen bukanlah sesuatu pemikiran radikal. Kebanyakan dari program kerja tersebut hanyalah meneruskan dan melengkapi program kerja dari Dirut sebelumnya (Ari H. Soemarno). Dalam hal ini, Karen tidak bisa dijadikan subyek pertanggungjawaban karena beliau hanyalah orang yang ditunjuk oleh pemerintah.

Bidang teknik fisika termasuk cabang ilmu murni yang bisa dimanfaatkan di banyak bidang praktis seperti halnya di lingkungan pertambangan dan eksplorasi migas. Saya kurang sependapat dengan Kurtubi yang menyatakan apabila latar belakang Karen ‘Tidak Nyambung’ (Okezone, 5 Pebruari 2009). Cabang ilmu-ilmu pasti yang tergolong ilmu murni memiliki aspek pekerjaan yang lebih luas dari bidang praktis. Permasalahannya, jarang sekali ditemukan seseorang dengan latar belakang ilmu-ilmu murni mampu mencapai posisi puncak di tingkat struktur organisasi. Perkecualian bagi mereka yang secara khusus dibina atau dikaderisasikan agar suatu saat nanti dapat memenuhi kepentingan-kepentingan perusahaan/organisasi. Pada umumnya, orang-orang dengan latar belakang teknis seperti Karen hanya akan menempati posisi penasehat teknis. Nanti saya akan jelaskan mengenai dugaan yang saya kembangkan sendiri terkait dengan karirnya di lingkungan migas.

Sepanjang karir, Karen lebih lama berada di lingkungan perusahaan Mobil Oil (1984-1996), yaitu salah satu anak perusahaan dari kelompok Exxon milik Amerika Serikat. Perusahaan seperti Exxon memiliki kedekatan dengan kepentingan-kepentingan luar negeri Amerika Serikat. Mantan Menteri Luar Negeri AS, Condoliza Rice memiliki kedekatan khusus dengan perusahaan perminyakan seperti Exxon, Chevron, termasuk pula di antaranya Hallliburton. Karen pernah bekerja sekitar 3 tahun di Mobil Oil Dallas. Ada kemungkinan selain beliau bekerja, beliau juga disekolahkan secara khusus oleh Mobil Oil. Total selama 12 tahun Karen bekerja untuk perusahaan yang dekat dengan politik luar negeri Amerika Serikat, Mobil Oil. Secara psikologis, Karen akan lebih dekat dengan kepentingan Amerika Serikat, terutama kepentingan politik luar negeri. Dibandingkan dengan Caltex ataupun Unocal 76, Mobil Oil (Exxon) lebih dekat dengan kepentingan politik luar negeri Amerika Serikat. Exxon selama ini paling banyak memberikan kontribusi politik (selain Chevron) untuk menjamin suplai energi di Amerika Serikat.

Tanpa adanya pengkaderan secara khusus, mustahil bagi orang seperti Karen bisa langsung menempati posisi puncak di BUMN paling strategis di Indonesia. Di PT Pertamina (Persero), Karen langsung ditempatkan ditempatkan sebagai Direktur Hulu Pertamina setelah belum lama menempati posisi Staf Ahli Presdir (2006 - Desember 2008). Belum lama menjalankan tugasnya sebagai Direktur Hulu Pertamina, mendadak Karen dipilih untuk memimpin PT Pertamina (Persero). Dari sinilah sesungguhnya muncul kecurigaan tentang kriteria atau pertimbangan yang digunakan oleh TPA dari pemerintah. Apakah Karen adalah ‘Titipan’ dari kepentingan asing di Indonesia?

Pada tanggal 23 Januari 2009, Menteri BUMN RI, Sofyan Djalil menyatakan jika TPA yang dipimpin oleh Presiden SBY memilih Karen Agustiawan memimpin PT Pertamina (Persero) karena kapasitasnya (Kompas Online, 5 Pebruari 2009, 11.21). Kapasitas yang dimaksudkan di sini adalah pengalamannya di sektor hulu perminyakan. Tentunya TPA juga sangat mempertimbangkan latar belakang Karen yang cukup lama bekerja untuk perusahaan Mobil Oil (ExxonMobil). TPA yang dipimpin oleh SBY nampaknya tidak mempertimbangkan kapasitas Karen sebagai orang baru di Pertamina (2006-2008). Bagaimana mungkin Karen yang belum banyak bekerja sebagai Direktur Hulu Pertamina (sejak Desember 2008) langsung dipromosikan sebagai Dirut Pertamina (Persero)? Disebutkan pula jika pertimbangan TPA yang dipimpin SBY didasarkan pengalaman Karen di sektor hulu migas, terutama setelah sebelumnya bekerja di perusahaan asing (Mobil Oil – Exxon).

Selama republik ini dipimpin oleh SBY, ada dua peristiwa penting di sektor migas terkait dengan Exxon. Pertama, pengambilalihan Blok Cepu oleh ExxonMobil. Kedua, kasus (sengketa) kontrak Exxon di Blok Natuna. Untuk yang kedua, pihak pemerintah bersengketa dengan kontrak ExxonMobil yang masanya berakhir tanggal 9 Januari 2009 (DetikFinance, 18 Januari 2009, 12.18). Kandungan gas di blok Natuna (Natuna D Alpha) diperkirakan 3 kali lipat dari blok Arun atau mencapai 222 TCF. Permasalahannya, pihak ExxonMobil hanya menginginkan perpanjangan kontrak lama, bukan dengan membuat pembaharuan kontrak melalui Kerjasama Operasi (KSO). Pada kontrak lama, pihak pemerintah hanya memperoleh bagian dari pajak atau hanya mendapatkan 0% dari bagian keuntungan pengelolaan Blok Natuna D Alpha. Sekalipun saat ini pemerintah telah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan Blok Natuna kepada PT Pertamina (Persero), akan tetapi hanya ExxonMobil yang dinilai saat ini mampu untuk mengoptimalkannya dalam waktu dekat ini. Selain didukung oleh sumber dana, pihak ExxonMobil memiliki data dan pengalaman paling memadai untuk mengoptimalkan Blok Natuna.

Dilihat dari sejarah karir, nampaknya ada kecenderungan jika Karen sudah diproyeksikan mengambilalih sektor hulu pengelolaan migas di Indonesia. Setelah dari Mobil Oil, Karen tidak sepenuhnya lepas dari kepentingan Amerika Serikat. Pada tahun 1998 hingga 2002, Karen bekerja sebagai Business Development Manager (BDM) di Landmark Concurrent Solusi Indonesia. Di sinilah Karen tetap menghubungkan kepentingan kliennya seperti ExxonMobil, PT Pertamina (Persero), dan BP Migas. Landmark sendiri adalah salah satu afiliasi politik untuk memenuhi kepentingan penguasaan jalur pengelolaan migas. Untuk menguatkan jalur menuju sektor hulu, Karen kemudian bergabung bersama Halliburton untuk menempati posisi sebagai Commercial Manager for Consulting and Project Management. Di Halliburton ini, Karen masih menjadi penghubung Amerika Serikat dengan diberikan tanggungjawab pembinaan hubungannya atas institusi perminyakan dan gas bumi di Indonesia seperti Departemen ESDM, BP Migas, Ditjen Migas, dan tentunya PT Pertamina (Persero). Artinya, selama empat tahun di Halliburton, Karen diarahkan untuk didekatkan kepada institusi pemerintah, terutama di bidang migas.

Nampaknya, upaya Karen untuk masuk ke dalam organisasi besar seperti Pertamina mulai menunjukkan hasil. Pada tahun 2006, Pertamina merekrut Karen untuk dijadikan sebagai staf ahli Presdir. Tentunya perekrutan ini sesungguhnya hanyalah untuk mempermudah akses Pertamina bekerja sama dengan kepentingan-kepentingan Amerika Serikat. Sebagai catatan, Halliburton merupakan perusahaan pemasok tunggal peralatan konstruksi perminyakan yang beroperasi di Indonesia, disamping jasa konsultan pengelolaan perminyakan dan gas bumi. Seluruh perusahaan minyak dan gas dari Amerika Serikat berafiliasi sepenuhnya dengan Halliburton, Schlumberger, dan Mc Dermot. Di antara ketiga perusahaan konsultan minyak dan gas bumi, Halliburton dianggap paling dekat dengan kepentingan politik luar negeri Amerika Serikat. Kantor PT Halliburton Indonesia pernah menjadi sasaran unjuk rasa dari kelompok Federasi Serikat Petani Indonesia, HMI, dan Koalisi Anti Utang (KAU) pada tanggal 17 Nopember 2006. Bersama perusahaan-perusahaan lainnya, Hallliburton dikenal paling banyak disorot dan diawasi terkait dengan praktik konspirasi penguasaan sumberdaya alam (Halliburton Watch).
middlefinger - 06/07/2009 07:43 PM
#2

Quote:
Agenda Tersembunyi
SBY sesunggunya membawa misi untuk mempertahankan kepentingan Amerika Serikat di Indonesia. Setelah sebelumnya melepaskan penguasaan Blok Cepu kepada ExxonMobil, maka langkah selanjutnya adalah mengamankan kepentingan-kepentingan Amerika di Indonesia. Salah satunya adalah mengamankan penguasaan atas institusi perminyakan dan gas bumi seperti PT Pertamina (Persero). Sebelum Condoliza Rice tiba di Indonesia, SBY melalui Menteri BUMN dan Kementrian ESDM terlebih dahulu meloloskan penguasaan ExxonMobil atas Blok Cepu. Tentunya SBY berusaha untuk sekali lagi mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat seperti pada tahun 2004 lalu.

Di bawah kepemimpinan Karen selaku Dirut PT Pertamina (Persero), tentunya sudah cukup meyakinkan untuk menjadi jalan pembuka menguasai sumberdaya alam (migas) di Indonesia untuk kepentingan asing (Amerika Serikat). Melihat dari latar belakang Karen sendiri, nampaknya agenda (tugas) dari Karen adalah mengamankan penguasaan ExxonMobil atas Blok Cepu dan mempersiapkan pengambilalihan Blok Natuna D Alpha. Dalam jangka panjang, tentunya keberadaan Karen dimaksudkan untuk mengamankan kepentingan-kepentingan Amerika Serikat di Indonesia. Di depan anggota kongres, Hillary selaku Menlu AS pernah mengatakan jika Indonesia termasuk negara yang paling penting di kawasan Asia selain Jepang dan RRC. Secara politis, dengan menempatkan orang-orang yang menjadi alat bagi kepentingan luar negeri Amerika Serikat di organisasi strategis seperti PT Pertamina (Persero), tentunya akan memberikan harapan dukungan politik dari Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, dipilihnya wanita untuk menempati posisi sebagai Dirut PT Pertamina (Persero) bukanlah suatu kebetulan semata. SBY berusaha untuk memanfaatkan dukungan suara dari kaum wanita di Indonesia dengan menciptakan citra keberpihakan kepada gender. Dalam hal ini, SBY berusaha untuk menjaga kemungkinan untuk mempertahankan kekuatan politik apabila nantinya tidak memperoleh dukungan dari Amerika Serikat pada Pemilu 2009.

Apa yang saya tulis di sini setidaknya bisa menjadi pembuka jalan untuk menelusuri lebih lanjut agenda tersembunyi terkait dengan dipilihnya Karen Agustiawan menjadi Dirut Pertamina (Persero). Jenjang karir Karen sejak di Mobil Oil (1984-1996), kemudian perpindahan ke Landmark dan Halliburton perlu untuk dicermati lebih lanjut. Kedekatannya dengan organisasi minyak Amerika Serikat perlu diwaspadai. Bisa jadi Karen adalah agen asing seperti halnya keberadaan kelompok Mafia Barkeley. Pernyataan Karen sendiri kepada Kompas juga tidak realistis dengan menjadikan Pertamina setidaknya sama dengan Petronas. Bagaimana mungkin bisa menyamakan dengan Petronas (Malaysia) apabila visi Pertamina masih saja difokuskan pada pengembangan sektor hulu. Sementara itu, sektor hulu justru lebih banyak merugikan kepentingan Indonesia dengan memberikan keberpihakan kepada kepentingan asing.


[CODE]Biodata KAREN[/CODE]

[CODE]Sumber[/CODE]
JELEHEN - 06/07/2009 07:57 PM
#3

ini khusus untuk pendukung JK-Wiranto


Mega-Pro yesss
cavaliere - 06/07/2009 08:19 PM
#4

gue mau lihat kinerja dia dulu.

bukannya dia sempat mau mundur karena dimintai uang kampanye oleh penguasa?
TheJustice - 06/07/2009 08:29 PM
#5

Gw rasa tidak ada kepentingan Amerika di sini....bisa kita liat Bro....sebelum Karen menjadi Dirut Pertamina...Ia melalui serangkaian Tes dahulu di DPR..

Menurut gw penunjukkan karen menjadi Dirut Pertamina sangat Baik karena dia sudah berpengalaman di bidang Perminyakkan..

Lagian Menurut gw ada baik nya kita jangan saling berprasangka buruk terlebih dahulu terhadap seseorang...dan saya tahu anda bukan lha pendukung SBY jadi apapun hal2 negatif mengenai SBY melalui Blog2 anda akan langsung memposting nya....

Sampai sejauh ini tidak terdengar kejelekkan dari Ibu Karen ini......

Lagian menurut gw kenapa kita harus selalu berpikiran negatif terhadap negara Amerika????
Kanjeng Doso - 06/07/2009 08:42 PM
#6

yang penting sekarang, pilih pemimpin yang mengutamakan kepentingan nasional, beorientasi pada program ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat dan pemimpin yang tidak tunduk sm kepentingan asing \)

[flash]http://media.imeem.com/m/fWpTbif7QB[/flash]

SUKSESKAN PILPRES SATU PUTARAN DENGAN MENCONTRENG JK-WIN!!!
Sangren - 06/07/2009 09:02 PM
#7

Ini yang dimaksud konflik kepentingan SBY ama JK

Banyak orang bertanya2 darimana SBY dapat dana kampanye sangat besar.
Menurut gua, SBY itu kaya sekali... Setiap deal ama luar negri dia pasti dapet komisi.

Nah JK berusaha dengan KKN mengambil deal untuk keluarganya daripada pihak asing. Kalo gini SBY ngak dapet komisi dan cuma si JK yang untung...

Jadi, SBY ngak mungkin bersatu kembali ama JK...
chielini - 06/07/2009 09:11 PM
#8

Quote:
Original Posted By cavaliere
gue mau lihat kinerja dia dulu.

bukannya dia sempat mau mundur karena dimintai uang kampanye oleh penguasa?


tapi ga jadi mundur kan
biezbiez - 06/07/2009 10:10 PM
#9

Yang jelas Karen naik ngegantiin dirut sebelumnya yg lg kerja membersihkan pertamina..Ari H Sumarno...

Kesian pak Ari, emang susah jadi orang idealis di tengah2 bangsat2 bertopeng anak bangsa

Mobil Oil (sekarang gabung ama Exxon) kan salah satu perusahaannya si Rockefeller..

kalo pernah baca buku century of war pasti ngerti deh rockefeller dan grupnya pengaruhnya di politik dunia kyk apa..
suba21shop - 06/07/2009 10:13 PM
#10

Spoiler for suba21shop
GOLPUT ae mas, klo ragu......
Iam (uoʇ) ŃęďćO - 06/07/2009 10:17 PM
#11

thumbup:makasie infonya untung akal saya msh sehat nih......




moga2x pemerintahan bersih untuk rakyat bsa berlanjut dpilpres 1 putaran nantio


sayang klo msh dtunggangi politikus yg gemar KKND
Mcdavy - 07/07/2009 02:42 AM
#12

hancurkann neolib!!!
middlefinger - 07/07/2009 05:43 AM
#13

sundul dulu gan last day mo pilpres D
InRealLife - 07/07/2009 12:04 PM
#14

Quote:
Original Posted By JELEHEN
ini khusus untuk pendukung JK-Wiranto[/B][/SIZE]

[IMG]h++p://i295.photobucket.com/albums/mm156/kevindeh/TAIRUMPUT.jpg[/IMG]

Mega-Pro yesss[/B][/SIZE]


Induknya jelehen: kevindeh
https://www.kaskus.co.id/member.php?u=425435
LB Moerdani - 07/07/2009 12:24 PM
#15

Tugas seorang Jongos = mengamankan barang Majikan
LB Moerdani - 07/07/2009 12:28 PM
#16

Quote:
Original Posted By JELEHEN
ini khusus untuk pendukung JK-Wiranto

SBY Amankan Kepentingan Amerika Di PERTAMINA

Mega-Pro yesss



pendukung JK jgn mau diadu domba..D

ini bukan pendukung megapro nih..D
Kiriya - 04/01/2010 10:48 AM
#17

Quote:
Original Posted By TheJustice
Gw rasa tidak ada kepentingan Amerika di sini....bisa kita liat Bro....sebelum Karen menjadi Dirut Pertamina...Ia melalui serangkaian Tes dahulu di DPR..

Menurut gw penunjukkan karen menjadi Dirut Pertamina sangat Baik karena dia sudah berpengalaman di bidang Perminyakkan..

Lagian Menurut gw ada baik nya kita jangan saling berprasangka buruk terlebih dahulu terhadap seseorang...dan saya tahu anda bukan lha pendukung SBY jadi apapun hal2 negatif mengenai SBY melalui Blog2 anda akan langsung memposting nya....

Sampai sejauh ini tidak terdengar kejelekkan dari Ibu Karen ini......

Lagian menurut gw kenapa kita harus selalu berpikiran negatif terhadap negara Amerika????


anda naif sekali!!! jangan berpikiran buruk terhadap amerika???? weleh2.. apakah anda tahu negara indonesia dan banyak negara2 lain yang sudah di obrak abrik ama amerika serikat, baik secara politis dan ekonomi???
dari jaman kemerdekaan indonesia yang di deklarasikan soekarno sampai sekarang???
FightMe - 23/08/2010 05:48 AM
#18

Ya tahu sendiri lah si bemo capedes
DJ Baby - 29/08/2010 01:18 AM
#19

subyektif lah menurut gw
SmithWill - 06/09/2010 10:00 AM
#20

Si buya...panteslah...
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > SEPUTAR PEMILU 2009 > SBY Amankan Kepentingan Amerika Di PERTAMINA