Papua
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > INDONESIA TIMUR > Papua > DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!
Total Views: 4097 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 4 |  < 1 2 3 4 > 

ɐnʇɐʞɐʞº - 04/05/2010 01:36 AM
#41
Tradisi Barapen
Quote:
Quote:
"We, ayo ktong ikut barapen"
Kalimat penggalan di atas adalah kalimat ajakan untuk mengikuti upacara barapen dalam dialek logat Papua yang artinya mari mengikuti acara barapen.

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Upacara Barapen ini adalah sala satu budaya tertua di Papua yang diturunkan oleh nenek moyang turun-temurun. Upacaranya adalah membakan daging-dagingan (biasanya daging yang digunakan adalah daging babi), dan sayur-sayuran (singkong, petatas, dll) dan berbagai macam ketela pohon. Semua daging, sayur dan umbi-umbian untuk Barapen dibawa oleh seluruh sanak saudara. Jadi, tidak ada yang tidak ikut berpartisipasi dalam acara ini. Semuanya ambil bagian. Yang membuatnya berbeda adalah cara memasaknya. Yah secara umum biasanya saat kita ingin memasak daging atau sayur-sayuran maka kita lebih cenderung menggunakan kompor atau kayu bakar. Dalam upacara Barapen, semua daging, sayur dan umbi-umbian dimasak dengan cara ditindih dengan batu-batu yang sudah dibakar selama satu jam. Bisa dibayangkan betapa panasnya.
Seperti gambar di atas ini bisa teman-teman lihat bahwa semua batu dibakar dalam sebuah lubang tanah yang sengaja dibuat dengan ditindis oleh daun-daun pisang. Tujuan dari dilapisi dengan dain pisang ini adalah supaya setiap daging yang nanti akan dibarapen, lemak-lemaknya bisa diserap oleh daun-daun pisang dan sayuran lainnya. Saat batu dirasa sudah panas maka tumpukan batu itu kembali dibuka sebagian. lalu semua sayu-sayuran dimasukkan lalu ditengah-tengahnya ditaruhlah daging babi dan umbi-umbian. Kembali lagi ditutup dengan sayur dan lapisan terakhirnya ditutup dengan batu untuk menjaga suhunya tetap panas dan dapat memasak semua sayur dan daging yang telah dimasukkan.
Saat menunggu sayuran, daging dan umbi-umbian masak, semua orang yang ikut dalam upacara barapen akan bernyanyi dan menari bersama diiringin lagu-lagu daerah. Semua orang, entah yang paling tua hingga yang muda bersama-sama menari dan bersukaria mengelilingi tumpukan batu Barapen.Salah satu lagu daerah yang biasanya dinyanyikan:

"Woa mombrobarya
Naike irian supine mombronarya
Woa mombrobarya
naike supine mombrobarya..."

Penggalan lagu di atas menceritakan tentang semangat dan daya juang nenek moyang yang tidak lelah naik turun lembah saat mereka berburu. Lagu-lagu yang dinyanyikan secara garis besar selalu menceritakan tentang suka cita dan perjuangan.

Untuk hasil makanannya? Jangan kuatir. Dijamin kalau daging yang dibakar dan sayur-sayurannya enak untuk dinikmati. Daging yang tadinya masih mentah menjadi masak karena ditutupi oleh sayur-sayuran dan umbi-umbian. lemaknyapun sudah tidak ada karena saat dimasak, lemak daging telah terserap ke sayur-sayuran yang menutupinya.

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Tidak jarang bila upacara ini sering digunakan menjadi objek pariwisata mancanegara yang datang ke Papua. Penulispun sering mengikuti upacara Barapen ini bila sedang berlibur ke kampung halaman di Papua. Baisanya upacara ini dilakukan pada saat kedukaan (saat ada ysanak saudara yang meninggal dan dibuat upacara syukuran), syukuran hasil panen kebun. dan syukuran suksesasnya dan kembalinya sanak saudara yang merantau. Upacara barapen ini akan banyak sekali ditemukan dalam setiap kegiatan syukuran. namun tergantung juga dengan pemilik acara. Apakah dananya mencukupi atau mereka ingin membuat acaranya sederhana saja.

Sebagai generasi penerus bangsa, penulis harapkan agar melalui tulisan ini banyak teman-teman yang tergerak untuk menulis tentang budayanya. Selain untuk menjadi pengetahuan umum, hal ini bisa penjadi salah satu cara pelestarian budaya daerah kita. Tidak lucu kan bila budaya-budaya yang unik seperti ini hilang dalam jangka waktu lima tahun ke depan karena kita, generasi penerus tidak mengindahkannya?

Jadi bila teman-teman berkunjung ke Papua, jangan lupa untuk menghadari acara Barapen. Dijamin seru! Ayo, berpartisipasi dalam melestarikan budaya indonesia!

Source
ɐnʇɐʞɐʞ♠ - 04/05/2010 01:41 AM
#42

Menu Hari ini

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Silahkan dinikmati genit: genit: genit:
taufan_rizqi - 02/11/2010 01:29 PM
#43

Ahh saya cinta bumi papua.. Gak pernah bosan kalau jalan kesana. Banyak makanan unik, tempat-tempat cantik.. saya rindu tanah papuaaa.. walaupun saya orang bogor tapi cinta papuaa. Insyaallah akhir tahun ini main lagi ke papua bersama istri. D

Itu ada resep buat papeda?? wuiihhh makasi banyak.. segera sampaikan ke istri untuk buat dirumah.. hahahaha
taufan_rizqi - 02/11/2010 01:42 PM
#44

Quote:
Original Posted By ɐ
Menu Hari ini

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Silahkan dinikmati genit: genit: genit:


genit: genit: genit: genit: genit:

Yummmm.. D
Dead_Star_27 - 02/11/2010 04:43 PM
#45
LOL Fag !!!
Salam buat teman2 di Regional Papua \)

Salah satu obsesi saya adalah mencicipi semua kuliner khas Nusantara
Dan karena makanan khas Papua sangat jarang (bahkan ga pernah saya temuin) di Jakarta, thread ini sangat bermanfaat bagi saya
Walopun ga bisa mencicipi langsung di Papua, tapi setidaknya bisa saya praktekin di rumah / kosan malu:

Izin memantau ya kk sekalian o linux2:

~DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!~
hyaken17 - 02/11/2010 04:43 PM
#46

wowo papeda + ikan bumbu kuning ................ jd pengen ke sorong
aFganCENDOL - 18/11/2010 12:57 PM
#47

sdikit curhat agan" regional papua..
saya sedang Tugas Akhir yg rencananya mo mempromosikan papua lewat media ilustrasi untuk anak kecil..

jadi rencananya di dalam buku tersebut banyak gambar ilustrasi tentang bumi papua yg unik" cth nya papeda, koteka, honai, suku asmat, tifa, cendrawasih dan mambruk,pakean adat dll..
ditunggu pencerahan dari agan" semua beer:
fadhlier - 19/11/2010 02:59 AM
#48

Quote:
Original Posted By ɐ
Menu Hari ini

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Silahkan dinikmati genit: genit: genit:


wow menggiurkan sekali genit:
mata_irfan - 10/02/2011 03:34 PM
#49

Quote:
Original Posted By ɐ
Menu Hari ini

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Silahkan dinikmati genit: genit: genit:


Enak nih gan..
rajinmenabung - 04/05/2011 09:57 AM
#50

lanjutkan....

siapa tau ada resep roti gulung khas Manokwari... genit:
masadoy - 12/05/2011 06:59 AM
#51

saya punya tempat makan ikan bakar recomended di sorong namanya "Pojok Madiun" , bagi pecinta makanan pedas mesti coba sambel disini (yg terpedas yg pernah saya cicipin)

tempatnya di tembok berlin setelah pelabuhan
menno - 18/05/2011 06:46 PM
#52

Quote:
Original Posted By masadoy
saya punya tempat makan ikan bakar recomended di sorong namanya "Pojok Madiun" , bagi pecinta makanan pedas mesti coba sambel disini (yg terpedas yg pernah saya cicipin)

tempatnya di tembok berlin setelah pelabuhan


kasih foto penampakan tempatnya dong pace termasuk harga makanannya berapa aja
staticangel - 25/05/2011 10:52 AM
#53

Quote:
Original Posted By ɐ
Menu Hari ini

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Silahkan dinikmati genit: genit: genit:


su 1th lebih di Papua tapi blm pernah makan papeda malu:hammerhammer
ɐnʇɐʞɐʞ² - 01/06/2011 08:46 PM
#54

Siput Felle Makanan Khas Masyarakat Sentani

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!

Potensi alam Danau Sentani bukan hanya Ikan Gabus Sentani atau dalam bahasa setempat disebut Khahebei tetapi juga terdapat siput atau keong. Siput khas Danau Sentani terdapat dua jenis yaitu felle dan kheka. kulit siput jenis kheka ini yang sangat bagus kalau dibuat sebagai kapur pinang. Warna kapur pinangnya agak berbeda dengan kapur pinang dari kerang atau siput laut.

Kalau siput laut berwarna putih sedangkan kapur pinang dari siput kheka berwarna abu-abu. Namun kalau memakan pinang dan sirih warnanya tetap merah.

Menurut Mama Beatriks Felle, siput jenis kheka sudah semakin sedikit dan sudah sulit dicari di sekitar danau terkecuali siput jenis felle yang masih banyak dijumpai dan dibeli di Pasar Sentani.

“Harga setumpuk biasanya sekitar Rp 10.000,” papar Beatriks Felle kepada JUBI belum lama ini di Pasar Sentani.

Dia menambahkan kemungkinan siput jenis kheka ini semakin sedikit karena dikonsumsi dan juga karena ada jenis siput baru asal Taiwan yang dibawa ke dalam Danau Sentani.

Siput adalah nama umum yang diberikan untuk anggota kelas Moluska Gastropoda. Dalam arti sempit, istilah ini diberikan bagi mereka yang memiliki cangkang bergelung pada tahap dewasa. Kelas Gastropoda menempati urutan kedua terbanyak dari segi jumlah spesies anggotanya setelah insecta (serangga). Habitat, bentuk, tingkah laku dan anatomi siput pun sangat bervariasi di antara anggota-anggotanya.

Siput dapat ditemukan pada berbagai lingkungan yang berbeda: dari parit hingga gurun, bahkan hingga laut yang sangat dalam. Sebagian besar spesies siput adalah hewan laut. Banyak juga yang hidup di darat, air tawar, bahkan air payau. Kebanyakan siput merupakan herbivora, walaupun beberapa spesies yang hidup di darat dan laut dapat merupakan omnivora atau karnivora predator. Beberapa contoh Gastropoda adalah bekicot (Achatina fulica), siput kebun (Helix sp.), siput laut (Littorina sp.) dan siput air tawar (Limnaea sp.)

Siput yang hidup di Danau Sentani termasuk siput air tawar, siput jenis felle banyak ditemukan di atas permukaan danau terutama sekitar rumput-rumput yang hidup dalam air. Rumput-rumput Danau Sentani ini agak mirip dengan rumput yang terdapat di air laut.
Siput felle biasanya dijual dalam bentuk satu tumpuk dan sebelum memasak harus direndam terlebih dahulu agar kotoran yang terdapat di dalam siput bisa keluar hingga bersih. Siput jenis felle ini warnanya kecoklat-coklatan ukurannya kecil mirip kelereng. Cara memasaknya sangat gampang hanya dengan tumis seperti memasak sayur-sayuran.

Setelah siput felle direndam dan dibersihkan langsung ditumis bersama cangkangnya tak perlu dilepas. Adapun bumbu-bumbu yang digunakan adalah, daun jeruk secukupnya, daun seray, garam, cabe, bawang merah dan bawang putih. Mula-mula tuangkan minyak goreng ke dalam wajan atau kuali dan masukan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan kemudian masukan siput felle hingga matang dan tinggal dihidangkan. Bagi masyarakat Sentani siput felle ini diyakini bisa menyembuhkan sakit kuning.

“Kalau kitorang makan siput felle sangat manjur untuk menyembuhkan sakit kuning,” papar Mama Beatriks Felle meyakinkan, sebab lanjut dia sejak dulu jarang ada masyarakat di sekitar Danau Sentani yang menderita sakit kuning. Sedangkan siput jenis keka langsung direbus seperti biasanya agar cangkangnya terbuka dan diambil isi siputnya. Kemudian isi siput kheka ditumis atau dimasak seperti cara memasak siput jenis felle. Sisa cangkang dari siput kheka, bisa dibuat kapur pinang. (Dominggus A. Mampioper)

Sumber : Tabloid Jubi
ɐnʇɐʞɐʞ² - 01/06/2011 08:50 PM
#55

Ke Wamena, Menikmati Udang Selingkuh

DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!


Sudah waktunya makan siang ketika kami tiba di Wamena, Papua, pada pertengahan Desember tahun lalu. Sejenak melepas lelah, setelah berjam-jam terbang dari Jakarta menuju Sentani dilanjutkan dari Bandar Udara Sentani ke Wamena, dengan pesawat ATR 72-200 dari maskapai Triguna.
Rumah makan Blambangan, yang menurut kami paling bagus di daerah itu, menjadi sasaran kami untuk mengisi perut dan melepas dahaga. Rumah makan ini dilayani oleh gadis-gadis muda berpakaian modis. Karena masih flu, saya tak tertarik dengan sajian jus terong Belanda dan jus pokat. Saya memesan jeruk panas. Tanpa es, rasanya nikmat.

Saya mencoba mentimun dari kelompok lalapan. Rasanya manis. Juga wortelnya. Di sini tidak ada yang menggunakan pestisida.

"Oh, jadi tanaman organik, ya?" tanya saya.

"Ya, tanaman organik," ucap pemilik rumah makan itu. Esoknya, di pasar, kami melihat kubis alias kol sedikit berlubang-lubang alias dimakan ulat. Itu pertanda kol tidak disemprot dengan pestisida.

Makanan lain adalah ikan mujair goreng. Tapi yang paling nikmat adalah lauk utama: "udang selingkuh". Kenapa disebut udang selingkuh? Alasannya sederhana. Badannya memang udang, tapi sepit utamanya seperti sepit kepiting. Jadi perpaduan udang dengan kepiting, yang hidup di air tawar, terutama di Sungai Baliem yang mengalir di pinggir Wamena.

Jenis udang ini terdapat di Papua dan Australia. Ada yang besar, sebesar udang galah. Banyak yang kecil-kecil, yang kini banyak dibudidayakan di Pulau Jawa, yang dikenal sebagai lobster air tawar. Yang jelas rasanya amat manis, terutama yang sebesar jari orang dewasa. Saya coba yang besar, rasa manisnya agak kurang. Tapi secara keseluruhan nikmat. Apalagi cara penggorengannya memang cocok. Saya lihat minyaknya berwarna merah. Udangnya memang merah.

Sesampainya di Hotel Baliem Pilamo, kami hanya beristirahat sebentar.

"Sore biasanya hujan, Pak. Mumpung lagi cerah, kita langsung melihat mumi dan gua!" ucap Martin, yang menemani kami.

Dengan mobil Triton, yang cocok untuk daerah pegunungan, kami keluar dari kota sekitar 2 kilometer. Mobil memasuki jalan tanah yang mengeras. Setelah memarkir mobil di pelataran yang dikelilingi pohon-pohon besar, kami memasuki kompleks perumahan berpagar kayu, dengan pintu gerbangnya antik.

Sekelompok orang sedang membakar batu untuk memasak talas dan ubi jalar. Saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa harus membakar batu dulu baru memasak talas? Api untuk memanaskan batu saja sudah mampu mematangkan talas. Tapi, ya, itulah adat mereka.

Mari kita beralih ke mumi, yang dipegangi seseorang sambil duduk dan bersembunyi di balik mumi. Dua orang dewasa mengenakan koteka memayunginya. Alex, seorang kepala suku, menjelaskan bahwa usia mumi itu sudah 370 tahun. Itu terlihat dari jumlah kalungnya yang dipasang setiap lima tahun.

Gerimis mulai turun. Kami memasuki "honai", rumah orang Wamena yang terbuka, tempat berkumpul kaum lelaki. Honai tempat menyimpan mumi itu khusus untuk kaum lelaki dewasa. Di sebelah kanannya, honai untuk perempuan berdekatan dengan honai untuk anak-anak.

Di honai untuk dapur dan gudang makanan, sekelompok ibu tua meminta rokok kepada saya. Untunglah teman saya membawa banyak rokok untuk disuguhkan kepada Alex dan kawan-kawan. Perbincangan pun berlangsung akrab diselingi tawa.

"Kalau mau 'begituan' gimana?" tanya saya kepada Alex tentang hubungan seks.
"Oh, tinggal kasih kode, pergi ke hutan!" jawabnya.
"Ini masih bisa?" tanya saya kepada orang tua di samping saya.
"Saya tidak bisa lagi!" jawabnya sambil tertawa.
"Kalau berfoto sama yang bergelantungan bagaimana?"

"Bisa Ibu, tapi yang tadi dibayar dulu," jawab Alex. Teman saya merogoh kocek Rp 250 ribu untuk melihat dan berfoto-foto dengan mumi. Untuk berfoto dengan ibu-ibu diperlukan Rp 100 ribu lagi.

Kembali ke penginapan, hujan turun.

Malam di Wamena ternyata alamiah sekali. Dinginnya bukan main. Wamena berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Sangat terasa dingin ketika malam tiba.

Keesokan harinya, seusai sarapan, saya sempatkan berjalan-jalan di sekitar hotel. Lalu dengan mobil Triton, yang di Wamena seharga Rp 400 juta padahal di Jakarta Rp 280 juta, kami keluar dari kota. Dalam perjalanan ini barulah terlihat betapa pentingnya penggunaan mobil tersebut. Dua kilometer jalanan masih bagus. Begitu berbelok ke kanan, melewati Sungai Baliem, jalanan sedikit menanjak dan menanjak lagi, melalui jalanan yang terbuat dari batu-batu. Jalanan mendaki terus, sampai ke puncak, tempat The Baliem Valley Resort, yang merupakan kerja sama Jerman-Indonesia.

Bangunan utama resor ini berupa bangunan kayu yang sedang direnovasi, agaknya yang menjadi kantor, pelayanan tamu, tempat makan, serta lobi yang memuat beragam patung dan ukiran, baik Asmat maupun dari Lembah Baliem. Di bangunan itu pula terdapat pelataran untuk memandang ke lembah, dan nun di kejauhan terlihat Kota Wamena. Di lobi ini pula dipajang kerangka kepala buaya besar, burung kasuari, serta sebuah lemari yang diisi beberapa puluh buku.

Berkunjung ke Wamena, tak afdal jika tak belanja untuk oleh-oleh pulang ke Jakarta. Karena itu, saya sempatkan pula mengunjungi pasar tradisional Wamena dengan naik becak. Dari hotel, ongkos normal Rp 8.000. Teman saya membayar Rp 50 ribu untuk dua becak.

Pasar masih sepi Minggu itu karena waktunya orang pergi ke gereja. Udang selingkuh yang ditawarkan seorang penjual tak menarik minat saya. Saya lebih tertarik hasil rajutan berwarna-warni yang ditawarkan seorang wanita muda. Saya beli satu walau harganya relatif mahal, Rp 200 ribu.

Suvenir? Tentu saya tak lupa. Di New Guinea Art Shop, toko suvenir dekat hotel, saya membeli tas kulit kayu, hiasan dinding, kalung dan gelang, serta sebuah patung seorang ibu yang menggendong bayinya. Harga patung ini lumayan: Rp 350. Semua itu kami bawa pulang, dengan pesawat jenis ATR 72-200. Berakhirlah perjalanan saya ke Wamena.

Penulis : Dedes Erlina, Penikmat Perjalanan, Tinggal di Jakarta
Sumber : Kompas.com
Foto : http://afriyanto.wordpress.com
rajinmenabung - 01/06/2011 09:10 PM
#56

padahal kemaren sa su foto udang selingkuh buat dipamer di sini..

belom di-upload keburu kktua post.. nohope:
ɐnʇɐʞɐʞ² - 01/06/2011 09:14 PM
#57

Quote:
Original Posted By rajinmenabung
padahal kemaren sa su foto udang selingkuh buat dipamer di sini..

belom di-upload keburu kktua post.. nohope:


Post ulang + Tempat + FR + Harga genit:
chuangK - 02/06/2011 02:35 AM
#58

Quote:
Original Posted By karamb
tolong rekomendasi tempat makan yang enak di kota SORONG!!!!!


kalo warung coba kk cek di HBM, kampung pisang kesana - kesana lagi e
ada dapu nama warung lumajang... makanan disitu dari ayam pu telor, telor pu ayam,daging,gorengan,cumi,udang,rendang segala macam ada

tapi satu yg paling penting
murah abang.... Betul e sa sumpah hammer
papuano - 14/02/2012 03:46 PM
#59

Pace Mace skalian, ijin sa membuat daftar rumah makan / tempat kuliner yang pernah sa jalani selama di papua ya.

1. Jayapura
- Mujahir Bakar Nusantara di APO depan Gor Cenderawasih (sambalnya hooot dan mantaf)
- Bebek Goreng Murni di APO juga (sambalnya juga maknyuss)
- Ikan Bakar Maros di Ruko Dok II (Ikan bakar mantaf, ada pepes jerohan ikan, dan sambal wokunya itu mantaf abisss)
- Ikan Bakar Duta Cafe di Ruko Dok II
- Ikan Bakar Blue Cafe di Ruko Dok II (ada live musik dan di pinggir pantai persis)
- RM Prima Rasa Ruko dok II (biasa sa makan Papeda disini)
- Mujahir Woku Selera Nusanta di Ruko dok II
- Warung Makan Bu Wono dan Warung Makan Pak Kumis di Dok 5
- RM Prima Rasa di Waena arah Uncen Baru (Spesialis Steak paling maknyus di Jayapura)
- Yougwa Restaurant pinggir danau Sentai (biasanya saya pesan ikan gabus kuah asam)
- Rumah Makan Padang Citra Bundo Ruko dok II
- Gulai kepala Kakap yang maknyus ada di Sentani, dari bandara arah kekiri, setelah jembatan, sa lupa nama rumah makannya (rmh makan padang)
- Warung Makan Bu Atmo (klo gak salah) ada ke arah depapre dari sentai sa lupa nama daerah situ


2. Wamena
- Warung Makan Mas Udy dan Warung Makan Blambangan (Khas Udang Selingkuh)

3. Timika
- Warung Makan 212 (Khas Kepiting Timika dan Sea Food)

4. Sorong
- Ikan Bakar Malioboro (di tembok berlin)

5. Manokwari
- Restoran di Mansinam Beach Hotel (Seafod)

masih ada beberapa lagi sih, tapi sa lupa2 ingat de pu nama jadi
sekian dulu, mungkin di bawah sa mau nambahin


iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
EinsteinX - 14/02/2012 04:10 PM
#60

Quote:
Original Posted By papuano
Pace Mace skalian, ijin sa membuat daftar rumah makan / tempat kuliner yang pernah sa jalani selama di papua ya.

1. Jayapura
- Mujahir Bakar Nusantara di APO depan Gor Cenderawasih (sambalnya hooot dan mantaf)
- Bebek Goreng Murni di APO juga (sambalnya juga maknyuss)
- Ikan Bakar Maros di Ruko Dok II (Ikan bakar mantaf, ada pepes jerohan ikan, dan sambal wokunya itu mantaf abisss)
- Ikan Bakar Duta Cafe di Ruko Dok II
- Ikan Bakar Blue Cafe di Ruko Dok II (ada live musik dan di pinggir pantai persis)
- RM Prima Rasa Ruko dok II (biasa sa makan Papeda disini)
- Mujahir Woku Selera Nusanta di Ruko dok II
- Warung Makan Bu Wono dan Warung Makan Pak Kumis di Dok 5
- RM Prima Rasa di Waena arah Uncen Baru (Spesialis Steak paling maknyus di Jayapura)
- Yougwa Restaurant pinggir danau Sentai (biasanya saya pesan ikan gabus kuah asam)
- Rumah Makan Padang Citra Bundo Ruko dok II
- Gulai kepala Kakap yang maknyus ada di Sentani, dari bandara arah kekiri, setelah jembatan, sa lupa nama rumah makannya (rmh makan padang)
- Warung Makan Bu Atmo (klo gak salah) ada ke arah depapre dari sentai sa lupa nama daerah situ


2. Wamena
- Warung Makan Mas Udy dan Warung Makan Blambangan (Khas Udang Selingkuh)

3. Timika
- Warung Makan 212 (Khas Kepiting Timika dan Sea Food)

4. Sorong
- Ikan Bakar Malioboro (di tembok berlin)

5. Manokwari
- Restoran di Mansinam Beach Hotel (Seafod)

masih ada beberapa lagi sih, tapi sa lupa2 ingat de pu nama jadi
sekian dulu, mungkin di bawah sa mau nambahin


iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias



simpan di page one shakehand
Page 3 of 4 |  < 1 2 3 4 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > INDONESIA TIMUR > Papua > DAPURPAPUA | Wisata Kuliner Regional Papua !!!