Arsitektur
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Arsitektur > Arsitektur - Gambar
Total Views: 78421 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

verditch - 13/11/2009 12:58 PM
#41

kaskus ID : verditch

kategori : arsitektur

bentuk karya : gambar rumah tradisional kalimantan timur

sumber : http://www.indonesia-negriku.co.cc/2009/11/rumah-rumah-adat-indonesia.html

keterangan : ini adalah gambar rumah lamin (rumah adat kalimantan timur)

Spoiler for
Arsitektur - Gambar
verditch - 13/11/2009 01:16 PM
#42

kaskus ID : verditch

kategori : arsitektur

bentuk karya : gambar rumah adat tradisional nusa tenggara barat

sumber : http://www.indonesia-negriku.co.cc/2009/11/rumah-rumah-adat-indonesia.html

keterangan : ini adalah gambar Dalam loka samawa (rumah adat tradisional NTB)

Spoiler for
Arsitektur - Gambar
verditch - 13/11/2009 01:21 PM
#43

kaskus ID : verditch

kategori : arsitektur

bentuk karya : gambar rumah adat tradisional nusa tenggara timur

sumber : http://www.indonesia-negriku.co.cc/2009/11/rumah-rumah-adat-indonesia.html

keterangan : ini adalah gambar Sao ata mosa lakitana (rumah adat tradisional daerah NTT)

Spoiler for
Arsitektur - Gambar
verditch - 13/11/2009 01:48 PM
#44

kaskus ID : verditch

kategori : arsitekur

bentuk karya : gambar rumah adat tradisional jawa

sumber : http://njowo.multiply.com/reviews/item/146

keterangan : ini adalah gambar rumah joglo (rumah adat tradisional daerah jawa)

Spoiler for


[spoiler=1]Arsitektur - Gambar


Spoiler for 2
Arsitektur - Gambar


Spoiler for 3
Arsitektur - Gambar


Spoiler for 4
Arsitektur - Gambar


[/spoiler]
Denisma - 15/11/2009 07:20 PM
#45
Rumah Adat Kalimantan Selatan
Rumah Adat Kalimantan Selatan kaya nya belum yaa...
salah satu dan yang paling khas adalah BUBUNGAN TINGGI
Arsitektur - Gambar
Ngguh - 24/11/2009 02:12 PM
#46

kaskus ID : Ngguh

kategori : Gambar

bentuk karya : Foto Bendera Diatas Gedung

sumber : https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2405506 ( Foto dari HP )

keterangan : Beberapa Foto sisa2 hasil 17 agustus 2009

Spoiler for I Love Indonesia

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar


mudah2an masuk ke kategori ini o

klo menyalahi aturan monggo do move om mod o
cahtjoepoe - 12/12/2009 08:53 PM
#47

kaskus ID : cahtjoepoe

kategori : arsitektur

bentuk karya : gambar taman sari di yogyakarta

sumber :
poto : http://farm1.static.flickr.com/98/382267260_025922aeb4.jpg

webnya : www.yogyes.com/

keterangan : ini adalah gambar salah satu tempat yang dulunya sering dipakai untuk mandi para putri-putri raja. Sekarang tempat ini menjadi salah satu tujuan wisatawan saat di yogyakarta.

Spoiler for "taman sari"
Arsitektur - Gambar
UcupBinSanusi - 19/12/2009 05:47 AM
#48

Kaskus ID : UcupBinSanusi
Kategori : Arsitektur
Bentuk Karya : Gambar Jam Gadang dan Sejarahnya
Sumber : Sumber I, Sumber II
Keterangan : Beberapa Gambar dan Sejarah Jam Gadang di Bukittingi

Spoiler for Jam Gadang

Jam Gadang di Zaman Belanda :

[spoiler=Zaman Belanda]Arsitektur - Gambar


Jam Gadang di Zaman Jepang :

Spoiler for Zaman Jepang

Arsitektur - Gambar


Jam Gadang di Zaman Sekarang :

Spoiler for Sekarang

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar
[/spoiler]

Sejarahnya :

Spoiler for sejarah

Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .

Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.

Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.

"Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang," ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.

Lebih Lanjut Tentang Jam Gadang :

Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement
dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang
lainnya. Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.
Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra
pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.

Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.
crnkkoeploek - 30/12/2009 02:40 PM
#49
Miniatur Candi Borobudur
Gan... ternyata keajaiban dan ke kayan budaya qta diminati oleh bangsa lain lho...
sampe dibuatkan miniatur nya

Arsitektur - Gambar
ipodshuffler - 02/01/2010 01:08 PM
#50

iloveindonesiailoveindonesia
Quote:
Kaskus ID: ipodshuffler
Kategori: Properti Sejarah Nasional - Gambar & Sejarah
Bentuk Karya: CANDI BOROBUDUR
Sumber: wikipedia
Keterangan: foto dan sejarah candi borobudur

iloveindonesiailoveindonesia

Spoiler for gambar borobudur

Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar
Arsitektur - Gambar



Spoiler for sejarah borobudur dari wikipedia

Nama Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.[2]

Struktur Borobudur
Borobudur dilihat dari pelataran sudut barat laut
Denah Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Relief

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.
Bagan Relief
Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura
Kaki candi asli - ----- Karmawibhangga 160 pigura
Tingkat I - dinding a. Lalitawistara 120 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 120 pigura
------- - langkan a. jataka/awadana 372 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 128 pigura
Tingkat II - dinding Gandawyuha 128 pigura
-------- - langkan jataka/awadana 100 pigura
Tingkat III - dinding Gandawyuha 88 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 88 pigura
Tingkat IV - dinding Gandawyuha 84 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 72 pigura
-------- Jumlah -------- 1460 pigura


bartendrist - 03/01/2010 05:07 PM
#51

Kaskus ID : bartendrist
Kategori : Arsitektur
Bantuk Karya : Rumah adat Kepulauan Riau
Sumber : http://asalehudin.wordpress.com/2008/06/30/rumah-belah-bubung/
Katerangan : Rumah Belah Bubung (Rumah Tradisional Melayu di Kepulauan Riau)

Arsitektur - Gambar

Spoiler for asal-usul

Asal-Usul

Kepulauan Riau merupakan salah satu satu provinsi di Indonesia. Daerah ini merupakan gugusan pulau yang tersebar di perairan selat Malaka dan laut Cina selatan. Keadaan pulau-pulau itu berbukit dengan pantai landai dan terjal. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani. Sedangkan agama yang dianut oleh sebagian besar dari mereka adalah Islam.

Kondisi alam dan keyakinan masyarakat Kepulauan Riau sangat mempengaruhi pola arsitektur rumahnya. Pengaruh alam sekitar dan keyakinan dapat dilihat dari bentuk rumahnya, yaitu berbentuk panggung yang didirikan di atas tiang dengan tinggi sekitar 1,50 meter sampai 2,40 meter. Penggunaan bahan-bahan untuk membuat rumah, pemberian ragam hias, dan penggunaan warna-warna untuk memperindah rumah merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekpresi nilai keagamaan dan nilai budaya.

Salah satu rumah untuk tempat tinggal masyarakat Kepulauan Riau adalah rumah Belah Bubung. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Nama rumah Belah Bubung diberikan oleh orang Melayu karena bentuk atapnya terbelah. Disebut rumah Rabung karena atapnya mengunakan perabung. Sedangkan nama rumah Bubung Melayu diberikan oleh orang-orang asing, khususnya Cina dan Belanda, karena bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka, yaitu berupa rumah Kelenting dan Limas.

Nama rumah ini juga terkadang diberikan berdasarkan bentuk dan variasi atapnya, misalnya: disebut rumah Lipat Pandan karena atapnya curam; rumah Lipat Kajang karena atapnya agak mendatar; rumah Atap Layar atau Ampar Labu karena bagian bawah atapnya ditambah dengan atap lain; rumah Perabung Panjang karena Perabung atapnya sejajar dengan jalan raya; dan rumah Perabung Melintang karena Perabungnya tidak sejajar dengan jalan.

Besar kecilnya rumah yang dibangun ditentukan oleh kemampuan pemiliknya, semakin kaya seseorang semakin besar rumahnya dan semakin banyak ragam hiasnya. Namun demikian, kekayaan bukan sebagai penentu yang mutlak. Pertimbangan yang paling utama dalam membuat rumah adalah keserasian dengan pemiliknya. Untuk menentukan serasi atau tidaknya sebuah rumah, sang pemilik menghitung ukuran rumahnya dengan hitungan hasta, dari satu sampai lima. Adapun uratannya adalah: ular berenang, meniti riak, riak meniti kumbang berteduh, habis utang berganti utang, dan hutang lima belum berimbuh. Ukuran yang paling baik adalah jika tepat pada hitungan riak meniti kumbang berteduh.
bartendrist - 03/01/2010 05:17 PM
#52

Kaskus ID : bartendrist
Kategori : Arsitektur
Bantuk Karya : Peninggalan sejarah Istana Kerajaan Siak
Sumber : Koleksi Foto Pribadi
Katerangan : Istana Kerajaan Siak

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar
shendyego - 05/01/2010 12:03 PM
#53

kerajaan kraton
Arsitektur - Gambar
caesarleo - 07/01/2010 11:59 AM
#54

Kaskus ID : Ceasrleo
Kategori : Arsitektur
Bentuk Karya : Siapa Bilang Indonesia gak bisa kayak Singapura
Sumber : Koleksi foto sendir, dikrop, trus digabungin
Keterangan : Siapa Bilang Indonesia gak bisa kayak Singapura? Hehe bisa koq asalkan gedung2nya disatuin dalam satu tempat. Contohnya gedung2 di Kota Makassar dipindahkan ke pinggir pantai Losari

Spoiler for Makassar City


Arsitektur - Gambar

Cyclers_07 - 18/01/2010 06:28 PM
#55

Kategori : Arsitektur

Bentuk karya: Gambar rumah adat di desa Bawomatalwo, Pulau Nias, Sumatera Utara (Suku Nias)

Sumber: Ngambil dari Panoramio-nya google earth Peace:

Keterangan: Di Nias ada 3 desa besar yang memiliki deretan rumah adat khas Nias, diantaranya desa Bawomatalwo, Orahili, dan Hilisimaetano (namanya susah2 bener hammer: ) dan yang saya tahu dari teman saya yang orang Sum-ut, secara silsilah kekerabatan, katanya orang Nias justru lebih dekat kekerabatannya dengan orang daerah Cina Selatan (Vietnam, Thailand), makanya warna kulit mereka lebih putih, bukan sawo matang seperti kebanyakan orang Indonesia, khususnya suku Batak yang lain (FYI, Suku batak ada 7: Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Pakpak, Angkola, dan Nias). Udah gitu, bahasa mereka katanya kayak bahasa vietnam gitu (CMIIW, ini dari temen ane gan)

Spoiler for Rumah Nias


[spoiler=1. Liat ukuran kayunya gan!]Arsitektur - Gambar


Spoiler for 2. Desa Bawomatalwo
Arsitektur - Gambar


Spoiler for 3. Udah ada parabolanya gan
Arsitektur - Gambar


Spoiler for 4. Ngomongin Nias, ngga afdol kalo ngga ada ininya
Arsitektur - Gambar


[/spoiler]

mantep ngga gan?
oiya, tambahan, bentuk rumah mereka menyerupai kapal karena memang berasal dari nenek moyang mereka yang asalnya adalah pelaut. jadi rumah mereka dibuat juga layaknya bahtera.

cendolbigcendolbig

kayaknya sih nggak repost:
closeureyes - 28/01/2010 06:48 AM
#56

ID : CLOSEUREYES

KATEGORI : ARSITEKTUR

KRATON DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA iloveindonesia

Spoiler for kraton1
Arsitektur - Gambar



Spoiler for kraton 2
Arsitektur - Gambar



Spoiler for kraton 3
Arsitektur - Gambar



Spoiler for kraton 4
Arsitektur - Gambar



just shareee iloveindonesia
closeureyes - 28/01/2010 07:08 AM
#57

ID ; CLOSEUREYES

KAREGORI : ARSITEKTUR


KAWASAN NOL KILOMETER JOGJA YANG PENUH DENGAN ARSITEKTUR MENAWAN

GEDUNG BANK INDONESIA , GAYA ARSITEK JAMAN BELANDA GAN thumbup:

Spoiler for bi

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar


Spoiler for jogja art

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

closeureyes - 28/01/2010 07:16 AM
#58

ID : CLOSEUREYES

JUDUL = BENTENG VREDEBURG ( PENINGGALAN BELANDA )


Spoiler for FOTO


Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

Arsitektur - Gambar

anakkuat - 28/01/2010 04:10 PM
#59

kaskus ID : anakkuat

kategori :arsitektur

bentuk karya : Gambar Rumah Adat Banjar, KalSel.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Banjar

keterangan : Rumah Banjar adalah rumah tradisional suku Banjar. Arsitektur tradisional ciri-cirinya antara lain mempunyai perlambang, mempunyai penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris. Ada beberapa macam rumah adat Banjar, sedikitnya ada 12 macam.

Diantaranya, seperti :
Spoiler for 1.bubungan tinggi
Arsitektur - Gambar

Spoiler for 2.Gajah Baliku
Arsitektur - Gambar

Spoiler for 3.Gajah Manyusu
Arsitektur - Gambar

Spoiler for 4.Balai Laki
Arsitektur - Gambar

Spoiler for 5.Balai Bini
Arsitektur - Gambar

Spoiler for 6.Palimbahan
Arsitektur - Gambar
Moo23 - 12/02/2010 12:15 AM
#60
Rumah adat batak dan tugu khatulistiwa
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Arsitektur > Arsitektur - Gambar