Lagu/Tarian/Alat Musik
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Lagu/Tarian/Alat Musik > Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Total Views: 127990 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6

iseh.perawan - 26/01/2011 03:54 AM
#101
gender barung, organologi
newbie gan nyoba ngethread, ane da info tentang instrumen gamelan jawa gan gender barung ni gan kebetulan ni tugas ane gan mungkin kalo ad yang krang pas ma sepengetahuan agan monggo hancurkan dengan komen yang membangun gan mohon bantuannya........
ane cinta indonesia iloveindonesia iloveindonesia

Kaskus ID : iseh.perawan
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : gender barung
Sumber : penelitian sendiri
Keterangan : sepeti apa gender barung itu???



Spoiler for gender

ORGANOLOGI GENDER BARUNG



DESKRIPSI GENDER BARUNG

1. Wujud fisik Gender Barung
Gender Barung adalah salah satu instrumen gamelan jawa yang menghasilkan suara halus dan lembut. Gender barung memiliki peran sebagai pamurbo iromo untuk memperindah dan pemanis gending yang dimainkan. Bagian-bagian pada gender barung terdiri dari;

1. Racakan

2. Bilah gender

3. Pluntur

4. Placak

5. bremoro

6. bumbungan



1. Racakan adalah rangka dari gender barung yang menopang semua organologi gender atau omahan berbentuk persegi panjang dengan ukiran disetiap sisinya dalm bentuk bakunya dan terbuat dari kayu. Racakan mempunyai berbagai macam, sebagai contoh racakan grobogan, racakan Gawangan dll.
2. Bilah gender merupakan sumber bunyi Gender karena suara getaran yang dihasilkan oleh bilah setelah dipukul oleh pemain gender, Terbuat dari besi, perunggu atau aloy dan bentuk bilah gender bermacam – macam yaitu blimbingan, kruwingan, sigar menjalin, geger sapi, dan sirah lele. Gender barung mempunyai 14 bilah yang tersusun rapi memanjang dari kiri ke kanan pemain gender yang menghasilkan nada rendah ke tinggi, semakin ke kanan bilah gender menghasilkan nada yang tinggi.
3. Pluntur pluntur adalah tali pengikat untuk mengikat bilah-bilah gender yang diikat berhubungan dengan yang lain untuk menahan bilah gender agar dapat menggantung dan bergetar untuk menghasilkan bunyi. Pluntur terbuat dari tali atau semacamnya namun pluntur yang paling bagus terbuat dari lawe bahan yang biasa digunakan untuk membuat kain batik yang lebih lentur untuk memudahkan bilah bergetar.
4. Placak berfungsi sebagai alat penyangga pluntur yang mengikat bilah gender agar mendapat jarak dengan bumbungan agar resonansi getaran dapat bekerja dengan baik. Bentuk placak hamper sama dengan skrup tapi placak mempuyai penyangga dibagian atas untuk menyangga pluntur.
5. Bremoro digunakan sebagai pengganjal pluntur yang mengikat bilah agar bilah tidak bergeser tempat. Letak bremoro ada disetiap bagian bawah bilah gender berentuk kayu lonjoran berukuran hanya beberapa cm.
6. Bumbungan berfungsi untuk mengeraskan nada/resonator yang dihasilkan oleh bilah gender dengan bentuk kubus bumbungan dapat dengan sempurna mengeraskan nada yang dihasilkan. Beberapa bumbungan yang ada di bawah bilah ada yang terdapat suwekan, suwekan ini berfungsi untuk mencocokan nada yang masuk ke bumbungan sehingga nada yang dikeraskan bumbungan terdengar padu. Letak suwekan ini terdapat di bumbungan bagian atas yang berbentuk seperti menutup bumbungan namun masih ada lubang kecil di tengah untuk masuknya nada yang ditangkap.



2. Posisi Gender dalam Ansambel Gamelan Agung

Letak Gender dalam ansambel gamelan terletak di sebelah kanan jika letak Bonang berada di kiri. Karena jika letak Bonang berdekatan dengan gender maka suara gender tertutup Bonang karena suaranya yang yang lebih nyaring dan keras dari pada gender yang mempunyai suara halus. Jadi instrumen gamelan Jawa yang mempunyai sifat kasar tidak bisa didekatkan karena akan menutup suara dari instrumen yang memiliki suara halus. Maka letak instrumen harus di kelompokan dengan instrumen kasar dan halus. Letak gender barung terletak di kelompok halus karena sifatnya.



3. Sejarah Gender

Dalam prekembangannya, gender mengalami beberapa kali perubahan titi laras. Menurut catatan R.ngabei Praja Pangrawit yang merupakan punggawa dari Kerajaan Surakarta pada tahun 1089 Raja Purwa cerita Prabu Djajalengka mencipta gender dengan 10 bilah laras slendro. Kemudian beliau menciptakan pula gender dengan laras bem. Kemudian di tahun 1131 R.Panji Hinu Kartapati dari Kerajaan Jenggala merubah bilah gender menjadi 11 buah, kemudian diberi nama laras manis. Tahun 1433 R. Patah Adipati Demak Bintara dengan para Wali menambahkan 1 bilah dibawah nada terendah sebelumnya menjadi 1 bilah. Beberapa puluh tahun kemudian, Ratu Tunggal di Giri pada masa Kerajaan Demak menambah 1 bilah diatas nada sebelumnya pada tahun 1489 (Dewa Ngesthi sucining Nabi).

Terakhir, pada tahun 1806 (Rakasa Muluk Madyaning Jagad), KBRM Tumenggung Purwanegara, praja agung Bupati bumi di Surakarta mengubah bilah gender lebih besar dari pad slenthem. Sapai sekarang, bilah gender menjadi 14 buah.


(sumber sejarah dari buku “BerkreasiSeniI” P.71/2004)
silverpolly - 21/07/2011 09:14 AM
#102
Sitalasari Lagu Batak Simalungun
Kaskus ID : Silverpolly

Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik

Bentuk karya : Lirik Lagu Sitalasari

Sumber : http://simalungun.com/2009/10/27/sitalasari/

Keterangan : Lagu daerah asal Simalungun, Sumatera Utara.
lagu ini biasanya sering diperdengarkan, bila ada pesta adat batak simalungun.

Spoiler for lirik lagu Sitalasari

Lirik Lagu Sitalasari

Dapot ma rudang, Sitalasari baya, Da bai bulang
Naroh do inang baya, bagi iya do, runduk homa
Tarsunggul uhur, adat nahinan homa,
Rap ma hita, na hophop ma.

Sitalasari tambar ni sihol baya, bani huta.
Patudu ma da baya, mada tuah, goran homa
bonani tortor, doding hatata baya,
Rap ma nari hita homa.

Dapot ma rudang, Sitalasari baya, Da bai bulang
Naroh do inang baya, bagi iya do, runduk homa
Tarsungguh uhur, adat nahinan homa,
Rap ma hita, na hophop ma.

Sitalasari tambar ni sihol baya, bani huta.
Patudu ma da baya, mada tuah, goran homa
bonani tortor, doding hatata baya,
Rap ma nari hita hom

leenyul - 01/05/2012 01:56 AM
#103

Kaskus ID : leenyul
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Lirik Lagu "Tegining Teganang" - Lombok NTB
Sumber : Guru Mulok SD ane dulu \)
Keterangan : Lagunya cocok dinyanyikan saat sedang di sawah \)

Spoiler for Lirik Tegining Teganang

Leq jaman laeq
Araq sopoq cerite
Inaq Tegining Amaq Teganang aran ne
Pegawean ne ngarat sampi leq tengaq rau
Sampi sai tekujang tekujing leq tengaq rau
Inaq Tegining Amaq Teganang epe ne





flower: Go Green flower:
winixis - 24/05/2012 11:04 PM
#104

MASAMPER

Kaskus id : winixis
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik
Bentuk karya : Tarian-Artikel
Sumber : http://jollydaud.blogspot.com/2011/08/masamper.html
Keterangan : Masamper adalah bernyanyi bersama-sama di ikuti dengan gerakan tarian oleh masyarakat sangihe sulawesi utara

Spoiler for masamper
Quote:
Sejarah masamper tidak lepasa dari upaya Zending, dalam hal memperkenalkan lagu-lagu yang digunakan dalam ibadah jemaat. Namun, sebelum injil masuk ke kepulauan sangihe talaud, masamper ini sudah ada dan dikenala dengan nama tunjuke. Tunjuke terdiri dari tiga macam yaitu: sasambo, mekarumpang dan kakumbaede. Menyanyi (bahas sangir : megantare) secara bersama dalam bentuk berkelompok merupakan kegemaran orang sangihe. Misalnya ketika melakukan pelayaran panjang sambil berdayung, orang-orang sangihe pun bernyanyi sampai sampai tiba di tempat tujuan.
Pada abad ke-15 yaitu ± tahun 1565 para Zending datang untuk memberitakan injil dan didalamnya pula memperkenalkan nyanyian-nyanyian rohani yang biasa digunakan dalam ibadah. Pada waktu itu orang-orang sangihe memang sudah gemar menyanyi, walaupun belum mengenal solmisasi.
Bernyanyi secara kelompok ini, oleh para zending disebut zangvereniging (bahasa belanda), yang berarti kelompok menanyi. Oleh karena sebutan ini adalah bahasa asing maka, oleh orang-orang sangihe terlafalkan berdasarkan dialek bahasa sangihe samper. Bila kegemaran bernyanyi bersama ini dilakukan, maka oleh orang-orang sangihe disebut masamper dan dalam perkembangan selanjutnya masamper juga disebut pato pato. Sebutan ini terkait dengan sebuah judul lagu masamper. Pato dalam bahasa sangir berarrti perahu atau bahtera. Lagu pato-pato ini ketika dinyanyikan bisa membuat orang menyanyi atau orang yang mendengarkan terangsang untuk berdiri dan menggerakan tubuh sambil bernyanyi mengikuti irama lagu.

Nilai-nilai yang terkandung dalam masamper
Masamper sarat dengan ungkapan hati nurani selain memiliki nilai religius dan nilai moral, masamper mengjak dan mengajari tata cara pergaulan hidup masyarakat sangihe dan pengajaran itu dirangkaikan dalam syair lagu yang kemudian dinyatakan nyaian baik dalam acara sukaxita maupun dukacita
Masamper meiliki nilai-nilai yang tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan setiap pribadi pelaku atau peminat kesenian masamper. Nilai-nilai itu adalh:
• Nilai kebenaran
Dikatkan nilai kebenaran karena masamper dapat diterima secara akal sehat manusia sehingga keasliannya tidak tergoyakan
• Nilai keindahan
Nilai keindahan itu bersumber pada perasaan manusia. Budaya masamper merupakan ekspresi dari jiwa masyarakat yang melukiskan tentang perenungan, pengalaman tentang keindahan serta diungkapkan pula kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam masyarakat yang penuh kekeluargaan. Semua itu diungkapkan lewat nyanyian bersama dengan alunan vokal dan gaya bahasa indah serta diperindah lagi dengan ciri khasnya berbalas balasan sehingga asik dipandang, didengar, mapundirasakn
• Nilai moral
Nilai ini juga disebut kebaikan. Dalam hal ini, ketepatan dalam mebalasa lagu merupakan unsur yang paling utama, yaitu setiap nyanyian yang dinyanyikan tidak dinyanyikan sembarangan, melainkan setiap tema lagu dan makna lagu yang dinyanyikan lebih dahulu menjadi patokan untuk nyanyian berikutnya. Oleh karena itu, dalam masamper sangat diperlukan kemampuan mengiterpretasikan lagu yang dinyanyikan, sekaligus menyiapkan lagu agar balasannya tepat sesuai tema dan makna lagu.
• Nilai religius
Yang dimaksudkan di sini adalah nilai kerohanian. Hal ini dilakukan oleh manusia kepada Tuhan sehingga, semua mhluk yang bernafas menyembahnya. selain memiliki nlai kesenian masmper juga mengandung unsur-unsur dan makna tertentu. Unsur-unsur yang dimaksud itu adalah musik atau vokal sebagai alat pengngkapan dan unsur gerak sebagai penunjang dalam pengungkapan pesan atau makna lagu ang dinyanyikan. Sementara itu unsur mebawalase dan unsur ketepatan dalam membalas lagu sebagai suatu proses dialog dan merupakan ciri khas masamper. Hal-hal inilah juga menentukan kelanjutan dari masmper.

Ket : zending adalah Misionaris Protestan,(dari bahasa Belanda yang artinya pengutusan). Misionaris ditujukan untuk penyebaran agama Kristen
alnidafatrisa - 07/08/2012 04:22 PM
#105
Manuk Dadali
ini nih lagu sunda yang paling enak, emang panjang sih liriknya tapi tetep enak aja didengernya \)

Judu lagu: MANUK DADALI
Ciptaan: Sambas Mangundikarta | Asal Daerah: Provinsi Jawa Barat

Lirik

Mesat ngapung luhur jauh di awang awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Kukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk
Ngepak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Gandang jeung partentang taya badingan nana
Dipika gimir dipika serab ku sasama
Taya karempan ka sieun leber wawanenna

Ref :

Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti indonesia jaya
Manuk dadali pang kakoncarana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahirihiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali gadung siloka sinatria
Keur sakumna bangsa di nagara indonesia


:2thumbup
:2thumbup
:2thumbup
:2thumbup
Page 6 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Lagu/Tarian/Alat Musik > Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel