Kekayaan Alam/Flora & Fauna
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Kekayaan Alam/Flora & Fauna > Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel
Total Views: 58557 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

template - 06/10/2009 03:39 PM
#1
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel
Contoh Post :

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel
romedaldz - 06/10/2009 09:12 PM
#2

Kaskus ID : romedaldz
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel Anggrek Hitam
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Anggrek_hitam
Keterangan : Ini adalah artikel online tentang flora Indonesia

Quote:
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Quote:
Spoiler for "Artikel Anggrek Hitam"
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora propinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.


Spoiler for "Karakteristik"
Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni.

Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial dengan bentuk bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa.


ilovekaskusiloveindonesiakiss
dream rocker - 06/10/2009 09:38 PM
#3

Kaskus ID : dream rocker
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel Flora & Fauna Taman Nasional Meru Betiri
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Meru_Betiri
Keterangan : mengenai flora & fauna di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur

Spoiler for coba buka
Quote:
[CENTER]Flora
Taman nasional Meru Betiri merupakan habitat tumbuhan langka yaitu padma Rafflesia zollingeriana yang endemik di Jawa.

Tumbuhan pantai yang dapat dijumpai antara lain

* bakau (Rhizophora sp.)
* api-api (Avicennia sp.)
* waru (Hibiscus tiliaceus)
* nyamplung (Calophyllum inophyllum)
* rengas (Gluta renghas)
* bungur (Lagerstroemia speciosa)
* pulai (Alstonia scholaris)
* benda (Artocarpus elasticus)
* Bruguiera sp.
* Sonneratia sp.
* Balanophora fungosa)

dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Survai tahun 2008 di daerah Bandealit (Kabupaten Jember) dan Sarongan (Kabupaten Banyuwangi) mengungkap ada paling tidak 27 spesies anggrek di taman nasional ini.

Fauna

Taman Nasional Meru Betiri memiliki satwa dilindungi yang terdiri dari 29 jenis mamalia, dan 180 jenis burung. Satwa tersebut di antaranya adalah banteng (Bos javanicus javanicus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), harimau Jawa (Panthera tigris sondaicus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), (Cervus unicolor), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang/ridel (Lepidochelys olivacea), Accipiter trivirgatus, Falco moluccensis, Hieraaetus kienerii, Otus lempiji, Glaucidium castanopterum, elang Spizaetus alboniger.
[/center]
capt_alfons - 07/10/2009 12:59 AM
#4

Kaskus ID : capt_alfons
Kategori : Kekayaan AlamFlora & Fauna
Bentuk karya : Sejarah Terbentuknya Danau Toba
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba
Keterangan: Sejarah Ilmiah Terbentuknya Danau Toba
Spoiler for Toba Lake
Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengah - tengahnyaKekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for artikel
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejarah

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

capt_alfons - 07/10/2009 03:55 AM
#5

Kaskus ID : capt_alfons
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk karya : Artikel tentang Burung Kakak Tua
Sumber : http://www.indoforum.org/archive/index.php/t-17866.html
Keterangan: Artikel tentang Burung Kakak Tua

Quote:
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for Artikel Burung Kakak Tua

[SPOILER=Mengenal Kakak Tua]Burung kakatua adalah binatang yang luarbiasa setia,bulu mereka sangat lembut dan mereka indah. Yang terpenting , mereka sangat pintar dan burung yang selalu ingin tau.

Burung kakatua senang pamer diri dan membuat tingkah lucu dengan membentangkan sayapnya, kepalanya naik turun ,menari dan berteriak.
Mereka sangat aktif dan selalu ingin tau mengenai lingkungan sekitarnya.

Burung kakatua yang bahagia menghabiskan waktunya dengan pertunjukan atau memeriksa dan memainkan bonekanya atau mainan yag diberikan dalam kandangnya.

Burung kakatua yang sendiri,tumbuh sehat sebagai hewan peliharaan jika tuannya menyediakan banyak waktu dan perhatian kepadanya, bermain dan mengungkapkan rasa sayang dalam tingkah laku sehari hari.
Bagaimanapun idealnya mempunyai 2 burung kakatua jika tuannya tidak punya waktu banyak untuk bermain dan memberikan perhatian kepada burung tersebut.
Dua ekor kakatua akan membantu untuk mencegah kebiasaan buruk yang disebabkan karena burung merasa bosan, contohnya seperti bersuara melengking dan mencabuti bulunya


Spoiler for Deskripsi/Gambaran
Istilah dari kakaktua adalah dalam bahasa melayu mempunyai 2 sebutan pincher dan old father.

Pincher dapat diartikan pasti sebagai kakatua yang mempunyai paruh yang kuat,dan dapat menghancurkan berkeping2 mainan kayu dalam waktu yang singkat!

Burung ini memojok dan berkelakuan sangat berbeda dibanding burung parrot lainnya. Mereka lebih banyak mempunyai warna bulu burung yang sewarna, seperti putih atau hitam dan mereka mempunyai kepala yang tegak lurus ,kemampuan bergerak mengikuti sesuatu. Paruhnya sangat besar dan kuat dan mereka dengan mudahnya menghancurkan objek.

Kakatua di duga burung yang hidup paling lama dari jenis parrot lainnya seperti contoh jenis greater sulphur-crested mempunyai hidup hamper 100th. Sangat susah untuk menjelaskan umur dari kakatua, bagaimanapun kakatua yang muda mempunyai paruh lebih lembut dan pucat warnanya dan bulu burung yg lebih pucat, sementara burung yang tua mempunyai paruh yang lebih gelap dan punya striations dan bulu burung sudah penuh dengan warna

Dari beberapa spesies kelopak matanya yg betina akan berwarna merah ke coklat setelah 2 tahun. Ini membantu untuk menentuka jenis kelamin dari burung tersebut. Warna mata tidak nyata dalam beberapa spesies. Dalam kasus ini jenis untuk mengetahui jenis kelamin harus dengan penyelidikan ilmu kedokteran. endoscopy, dapat dilaksanakan dengan bantuan dokter hewan atau dari test dna nya, biasanya sample darah atau beberapa helai bulu burung dikirim untuk diperiksan dalam laboratorium


Spoiler for Distribusi
Burung kakatua mempunyai tempat tinggal alam yg dapat ditemui sebagian besar Australia dan Indonesia. Mereka ditemukan dalam 3 wilayah yang berbeda, hutan tadah hujan yg basah dan mempunyai temperature udara yang tinggi, tanah dataran rendah berumput dan pdang rumput yg luas dan kering

Ada 18 spesies dari burung kakatua (termasuk dalam burung nuri) dan 37 sub spesies, haya sedikit yag orang tahu untuk keperluan import. Kakatua adalah binatang yg langka dan dilindungi. Larangan keras untuk mengekspor seluruh burung dari Australia, jadi burung yg masih muda tersedia untuk dijual umum di amerika adalah hasil ternakan.


Spoiler for Perawatan dan pemberian makan

Perawatan untuk kakatua musti termasuk mandi pancuran /berendam seminggu sekali untuk mengumpulkan debu pada sayap dan agar bulu burung punya bentuk yang bagus. Pancuran dapat lebih bagus bila dibantu dengan tangan yang menahan semprotan air atau selang yang diberikan spray head yang bagus dan air yg hangat kuku. Mangkuk untuk berendam /wadah keramik berukuran 12-14inc atau (30-35cm) dapat ditempatkan pada bawah kandang atau tinggi /jarak dari lantai 39inc atau 1 meter apabila punya kandang burung yang besar. Sayapnya harus dijaga tetap seimbang jika kamu ingin burung tersebut tidak kehilangan semangat untuk terbang dan mencegah untuk kehilangan peliharanmu kabur melaui jendela/pintu. Paruh dan cakar butuh di tumpulkan agar mereka tidak merusak ketika memanjat dan mengigit. Bny macam tipe perches yg tersedia untuk tetap menjaga kuku tumpul, tapi mereka tetap butuh di tumpulkan apabila telah tumbuh.

Kakatua akan menghancurkan mineral block ,lava blocks dan yg dapat dihancurkan dengan paruhnya dengan cepat dan mereka tidak mau membuat paruhnya tumpul.

Diet pada kakatua adalah makanan basic biji2an hookbill dengan suplemet tambahan sprouted seeds dan semua buah2an yang kecil dan sayuran yang aman untuk burung seperti apel.pir,plum,raisons,jeruk,pisang,peach,wortel,br okoli,kacang panjang,chickweed,dandelions dan lainnya.

Jangan berikan alpukat karena itu racun bagi burung. Kadang kadang makanan protein dapat diberikan seperti cottage cheese, bits of cheese, telur matang ,canned dog food dan cooked meat bones. Tetap jauhi dari bumbu penyedap,daging pembuat kegemukan. Vitamin dan mineral bukan kebutuhan penting yang diberikan langsung saat diet dan ketika stress. Karena mereka menghancurkan calcium blocks, calcium harus dihancurkan dan ditaburkan dalam makanannya seminggu sekali.


Spoiler for Rumah/Kandang
Kakatua senang bersosialisasi dan ingin tahu yang tinggi, jadi kandang sebisa mungkin dekat dengan jalan yag sering dilewati oleh keluarga. Tempatkan kandang setinggi mata kita memandang dan jng terkena sinar matahari langsung. Minimal kandang untuk kakatua kecil adalaha 27”X27”X39” atau 70X70X100 cm. Kandang yang besar untuk kakatua yg lebih besar musti dipertimbangkan. Jeruji yang horizontal yg terpenting karena kakatua suka memanjat.Jangan lupa kalau kakatua mempunyai paruh yang kuat,kakatua mampu menghancurkan jeruji dan menabrakan diri dalam kandang.tambahan untuk keamanan pintu kandang, snap lock yg terbaik. Kandang yg besar dan nyaman harus berukuran 39”X39”X78” atau 100x100x200cm. Tenggeran berukuran 1”(26-30mm) untuk kakatua kecil dan 1 1/2”-2” (35-45 mm) untuk kakatua yg besar. Ranting dari pohon buah sangat baik dan pemeliharaan dengan ukuran yang bermacam2 untuk latihan kaki dan seperti mengasah paruh dan memuntulkan kuku. Wadah dari tmp makanan dan minuman harus terbuat dari keramik atau stainless steel.

Tempat pemeliharaan burung/kandang yg besar outdoor untuk breeding harus mempunyai tempat sembunyi yang aman dan dapat dihangatkan dan diidnginkan sesuai kepentingan dan mempunyai bedding pasir. Untuk alat penambahan kadang flight harus berukuran 78”X117”X78” (2x3x2 m) untuk kakatua kecil dan tentunya untuk kakatua yang besar perlu yang berukuran lebih besar. Jangan lupa kandang flight harus tertutup. Peralatan kandang flight dengan tempat tenggeran yang lebih tinggi dan tempat bermandi bagus juga bila disediakan.

[/SPOILER]
verditch - 07/10/2009 12:04 PM
#6

kaskus ID : verditch

kategori : Kekayaan Alam/Flora & Fauna

bentuk karya : Artikel tentang fauna indonesia

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera

keterangan : ini adalah artikel tentang Harimau sumatra

Spoiler for Harimau Sumatra


Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.[1]

Penghancuran habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara 1998 dan 2000.

Ciri-ciri

Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut dengan berat 300 pound. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.

Habitat

Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.

Diet

Makanan harimau sumatra tergantung tempat tinggalnya dan seberapa berlimpah mangsanya. Mereka punya indera pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, yang membuatnya menjadi pemburu yang sangat efisien. Harimau sumatra merupakan hewan soliter, dan mereka berburu di malam hari, mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas atau ikan. Orangutan juga dapat jadi mangsa, mereka jarang menghabiskan waktu di permukaan tanah, dan karena itu jarang ditangkap harimau.

Menurut penduduk setempat harimau sumatra juga gemar makan durian

Harimau Sumatera juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika memburu mangsa. Luas kawasan perburuan harimau Sumatera tidak diketahui dengan tepat, tetapi diperkirakan bahwa 4-5 ekor harimau Sumatera dewasa memerlukan kawasan jelajah seluas 100 kilometer di kawasan dataran rendah dengan jumlah hewan buruan yang optimal (tidak diburu oleh manusia).

Reproduksi

Harimau sumatra dapat berbiak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harimau di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri. Harimau sumatra dapat hidup selama 15 tahun di alam liar, dan 20 tahun dalam kurungan.

[spoiler=gambar harimau sumatra 1]Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for gambar harimau sumatra 2
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for gambar harimau sumatra 3
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


[/spoiler]
capt_alfons - 07/10/2009 04:12 PM
#7

Kaskus ID : capt_alfons
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk karya : Artikel Burung Cendrawasih
Sumber : http://www.geocities.com/konservasialam/burungcendrawasih.htm
Keterangan: Burung Cendrawasih merupakan salah satu satwa yang dilindungi dari kepunahan

Spoiler for Artikel Cendrawasih
Burung Cendrawasih banyak tersebar di Indonesia timur, terutama Papua, Ternate, Pulau Aru, beberapa pulau kecil disekitarnya, dan juga di Papua Nugini, Australia, serta pulau-pulau yang berdekatan.

WWF Papua 1980 menyebutkan ada 48 spesies cendrawasih di kawasan itu, namun karena perambahan & konversi hutan jumlahnya menyusut.. Spesies yang terkenal antara lain : Paradisaea apoda, Paradisaea minor, Cicinnurus regius, dan Seleucidis melanoleuca.

Bulu yang indah terutama terdapat pada cenderawasih jantan. Umumnya bulu-bulunya sangat cerah dengan kombinasi hitam, coklat kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau, bahkan juga ungu.

Burung ini hidup menyendiri di lembah-lembah pegunungan hutan tropis dan biasa bersarang diatas kanopi pohon yang tinggi besar. Ukuran dewasa jantan sekitar 46 cm sampai ekor. Saat sayap dibentangkan, besar burung bisa mencapai 61 cm dari ujung ke ujung.

Cendrawasih betina biasanya bertelur 2 butir, mengerami dan membesarkan anaknya sendiri. Bulu burung betina dan anak-anaknya berwarna pucat dan mereka berkumpul dalam suatu kawanan agar tidak diganggu musuh.

Cendrawasih tergolong omnivora dengan memakan buah, biji-bijian, serangga, siput, dan kadal kecil. Seluruh spesies ini dilindungi sejak 1931 dengan UU Perlindungan Margasatwa th. 1931.

Karena maraknya penangkapan, penebangan hutan, perkebunan sawit, & pencarian kayu gaharu di hutan-hutan, burung ini terancam punah. Bahkan di Yapen Waropen, daerah yang selama ini menjadi pusat habitatnya, sudah sulit ditemukan burung ini. Demikian menurut Direktur Regional WWF Sahul Papua, Benja V Mambai.

Di Taman Nasional Laurentz ada 20 jenis cendrawasih, tetapi akhir-akhir ini tidak lagi terlihat. Di Jayapura, terutama di pegunungan Cyclops & Mamberamo, ada 18 jenis cendrawasih, tetapi sekarang tidak lagi ditemukan.
free wily - 07/10/2009 05:14 PM
#8

Nama ID: free wily
Kategori: Kekayaan alam flora & fauna
Bentuk karya: Artikel dan gambar komodo (Varanus komodoensis)
sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Biawak_komodo
Keterangan: Mengenal Komodo, kadal terbesar di Indonesia

Spoiler for gambar
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for artikel
Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat orang.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.
free wily - 07/10/2009 05:26 PM
#9

Nama ID : free wily
kategori: kekayaan alam flora & fauna
Bentuk karya: Artikel dan gambar
sumber: http://orangutan.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=32&Itemid=1
Keterangan: Mengenal primata endemik Indonesia Orang Utan (Pongo abielis

Spoiler for gambar
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for artikel
Orangutan adalah kera besar yang hanya terdapat di Asia, tepatnya di Sumatera dan Kalimantan. Kera besar lainnya ada di Afrika yaitu simpanse (Pan troglodytes) , gorila (Pan gorilla) dan banobo (Pan paniscus). Orangutan termasuk ke dalam Ordo Primata, Familia Pongidae, dan species Pongo pygmaeus (orangutan Kalimantan) dan Pongo abelli (orangutan yang terdapat di pulau Sumatera).

Ciri-ciri Tubuh:

* Orangutan Sumatera (Pongo abelli) memiliki ciri fisik badan yang lebih besar, berwarna gelap atau coklat kemerah-merahan, rambut jarang dan pendek, dan pada bayi terlihat ada bercak-bercak berwarna kemerahan atau kehijau-hijauan.
* Sedangkan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) ciri fisik badannya terlihat lebih kecil, berwarna terang atau oranye, dan tulang tangan lebih panjang.
* Secara umum, orangutan jantan memiliki cheekpad pada kedua pipinya dan ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari betina, dengan berat tubuh di alam berkisar antara 50-90 kg.

Habitat :

* Habitat orangutan adalah di hutan hujan tropik dataran rendah, hutan berawa atau hutan perbukitan pada ketinggian 1500 m dpl. Kini, mereka hanya bisa ditemukan di hutan tersisa di Kalimantan maupun Sumatera (90%), sementara 10% -nya di hutan tersisa Malaysia (Sabah dan Sarawak).
* Orangutan juga bersarang di atas pohon-pohon tinggi dan lebih banyak menghabiskan kegiatan kesehariannya juga dari atas pohon yang satu ke pohon lainnya.

Makanan dan regenerasi hutan:

* Orangutan termasuk hewan pelahap buah-buahan (frugivora ). Mereka juga memakan daun, bunga dan kambium. Juga rayap dan semut guna mendapatkan protein. Sedangkan untuk mendapatkan kandungan mineral, kadang mereka memakan tanah.
* Kebiasaannya memakan buah yang telah masak ataupun mentah di hutan rimba habitatnya serta kebiasaannya dalam menjelajah dari satu pohon ke pohon lainnya, jelas sangat berperan dalam regenerasi tumbuhan-tumbuhan hutan.
* Orangutan memakan daging dan biji-bijian buah. Kadang biji-biji buah yang tidak dimakannya tersemburkan begitu saja ke tanah. Bahkan biji-biji yang termakan terkadang masih utuh dalam kotorannya, sehingga bisa tumbuh lagi sebagai tumbuhan baru dalam meregenerasi pohon hutan yang telah tua dan mati.
* Orangutan juga sering "makan sambil jalan" ketika menjelajah dari dahan pohon satu ke pohon lainnya. Kadang biji buahnya disemburkan begitu saja jauh dari pohon induknya. Sehingga memperbesar sebaran bibit pohon tersebut tumbuh di mana saja di sepanjang area jelajah yang dilaluinya.
* Selain itu dengan bergerak menjelajah, orangutan biasanya akan melintasi bagian kanopi hutan, dengan membengkokkan/mematahkan banyak ranting, akan membantu tumbuhan yang berada dibawahnya mendapatkan sinar matahari yang sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesa.
free wily - 07/10/2009 05:31 PM
#10

Nama ID: free wily
Kategori: Kekayaan alam flora & fauna
Bentuk karya: Artikel dan gambar
sumber: http://nihaoma.wordpress.com/2007/12/24/babirusa-dia-pemalu-tapi-buas-diganggu/
Keterangan: Mengenal hewan endemik Indonesia, Babirusa(Babyrousa babirusa)

Spoiler for gambar
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for artikel
Dia menyerupai babi tetapi ukurannya jauh lebih kecil dari babi biasa. Akan tetapi ia mempunyai taring panjang yang mencuat ke atas menembus moncongnya. Ya itulah babirusa (Babyrousa babirussa), bentuknya memang seperti babi tetapi ia hanya lebih kecil dari babi dan mempunyai taring. Babirusa ini adalah salah satu hewan langka dan populer saat ini. Babirusa banyak terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Binatang langka ini pernah dipelajari oleh seorang pengamat binatang yang bernama Linnaeus, asal Amerika pada tahun 1758. Habitat babirusa ini, lebih banyak ditemukan di Hutan hujan tropis. Panjang tubuh sekitar 87 sampai 106 cm, tingginya hanya mencapai 65-80 cm, berat tubuh mencapai 90 kg. Hewan ini sangat gemar memakan buah-buahan dan tumbuhan seperti mangga, jamur dan dedaunan. Hewan ini mencari makan pada malam hari, agar terhindar dari binatang buas yang sering menyerang.
Hewan ini sering diburu oleh penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh, karena sering merusak lahan pertanian. Binatang pemalu ini bisa saja menjadi buas apabila ada yang mengganggu. Taringnya yang panjang dan mencuat ke atas, berguna untuk melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor sekali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Selah melahirkan bayi babirusa akan disusui induknya selama satu bulan. Setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Babirusa ini dapat bertahan hingga berumur 24 Tahun. Pada saat sekarang ini babirusa kian sedikit hingga ia termasuk dalam daftar hewan dilindungi.
Sejak tahun 1996 hewan ini masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITIES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar. Sebagai bagian kingdom mamalia, babirusa tergolong hewan Chordata (hewan bersumbu tubuh), ia juga tergolong dalam Subfillum Vertebrata (hewan bertulang belakang), dan ia diklasifikasikan sebagai hewan mamalia. Babirusa tubuhnya ditutupi rambut dan tergolong hewan bersuhu stabil. Babirusa merupakan hewan langka yang dilindungi. Termasuk kingdom Animalia, genus Babyrousa, dan spesies babirusa. Babirusa bersifat penyendiri. (Yulisa Farma)
sive - 07/10/2009 06:06 PM
#11
Terumbu karang
Kaskus ID : sive

Kategori : Kekayaan AlamFlora & Fauna

Bentuk karya : terumbu karang

Sumber : http://netsains.com/2008/10/indonesia-pusat-terumbu-karang-dunia/

Keterangan: indonesia sebagai PUSAT TERUMBU KARANG DUNIA


Spoiler for terumbu karang
Quote:

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Pusat keanekaragaman hayati laut dunia, terutama terumbu karang terletak di kawasan segitiga karang. Kawasan ini meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon. Jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang di ke-6 negara tersebut maka akan menyerupai segitiga. Itu sebabnya wilayah tersebut disebut sebagai segitiga karang dunia (coral triangle). Total luas terumbu karang di coral triangle sekitar 75.000 Km2.

Indonesia sendiri memiliki luas total terumbu karang sekitar 51.000 Km2 yang menyumbang 18% luas total terumbu karang dunia dan 65% luas total di coral triangle. Saat ini, kepulauan Raja Ampat di Papua Barat merupakan kepulauan dengan jumlah jenis terumbu karang tertinggi di dunia. Berdasarkan sebuah kajian ekologi yang dipimpin oleh The Nature Conservancy (TNC) dengan melibatkan para ahli terumbu karang dan ikan dunia pada tahun 2002, ditemukan sekitar 537 jenis karang dan 1074 jenis ikan di kepulauan Raja Ampat.

Manfaat

Jumlah jenis terumbu karang di Raja Ampat tersebut merupakan 75% dari seluruh jenis terumbu karang dunia yang pernah ditemukan. Walaupun kepulauan Carribean di Amerika tengah dan Great Barrier Reef Marine Park di Australia sangat terkenal, kedua kawasan tersebut hanya memiliki sekitar 400 jenis karang.

Beberapa kepulauan di Indonesia yang juga memiliki jenis karang cukup tinggi adalah Nusa Penida (Bali) , Komodo (NTT), Bunaken (Sulut), Kepulauan Derawan (Kaltim), Kepulauan Wakatobi (Sultra), dan Teluk Cendrawasih (Papua). Kepulauan tersebut juga merupakan tujuan utama wisata bahari, khususnya wisata selam dunia.

Manfaat terumbu karang bagi manusia selain aset wisata bahari adalah sebagai benteng alami pantai dari gempuran ombak dan sumber makanan dan obat-obatan, Sekitar 120 juta orang hidupnya sangat bergantung pada terumbu karang di coral triangle.

Melihat fungsi penting terumbu karang bagi kehidupan manusia, maka pada pertemuan APEC di Sydney tahun 2007, Presiden Republik Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan perlindungan terhadap terumbu karang di kawasan segitiga karang dunia bersama 6 negara coral triangle lainnya (CT6). Inisiative CT6 untuk melindungi terumbu karang di coral triangle disebut Coral Triangle Initiative (CTI). Inisiative ini mendapat banyak dukungan dari negara maju seperti Amerika dan Australia.
cybersapien - 08/10/2009 01:04 AM
#12

Kaskus ID : cybersapien
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel tentang Arwana Merah
Sumber : http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/berbagai-jenis-arwana-asia,http://id.wikipedia.org/wiki/Arwana_Asia
Keterangan : Artikel tentang Arwana Merah

Spoiler for "Artikel"

Arwana Asia (Scleropages formosus), adalah salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut "Ikan Naga" karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa

Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Ada empat varietas warna yang terdapat di lokasi:

* Hijau, ditemukan di Indonesia, Vietnam, Birma, Thailand, dan Malaysia
* Emas dengan ekor merah, ditemukan di Indonesia
* Emas, ditemukan di Malaysia
* Merah, ditemukan di Indonesia

Arwana Asia terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus "terancam punah" oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya yang tinggi sebagai ikan akuarium, terutama oleh masyarakat Asia. Pengikut Feng Shui dapat membayar harga yang mahal untuk seekor ikan ini.

Arwana Merah
Arwana merah merupakan varietas arwana yang berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Kedua tempat ini dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red).

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Pada dasarnya, arwana merah dikelompokkan dalam 4 varietas, yaitu Merah Darah (Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas (Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun demikian dalam perkembangannya super red lebih banyak merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah.

Arwana Merah Cabai dan Merah Darah berasal dari perairan Kalimantan Barat, yaitu dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap evolusi warna pada ikan yang bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan tercipatanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif, dan warna dasar yang lebih pekat.
e-New - 08/10/2009 03:16 PM
#13

Cagar Alam Morowali

Kaskus ID: e-New
Kategori: Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel
Bentuk Karya: Artikel/Gambar cagar alam morowali [sulteng]
Sumber: Disini
Keterangan: Cagar alam morowali [sulteng] tempat salah satu suku tradisional di sulteng [wana]

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Suku tradisional [wana]
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Fauna penghuni cagar alam morowali [babi rusa]
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Spoiler for cagar alam morowali


Lokasi

Berdasarkan pembagian wilayah administrasi pemerintahan, cagar alam Morowali terletak di dua kecamatan, yaitu Kec. Petasia (Kolonodale) Dan Kec. Bungku Utara, Kabupaten Poso.

Iklim dan Topografi

Topografi mulai dari datar sampai bergunung-gunung dengan puncak utama yang tinggi antara lain: G. Tokala (2.630 m), G. Tambusisi (2.422 m) dan G. Morowall (2.240 m). lklim dikawasan ini merupakan lklim tropis basah dengan curah hujan rata-rata 3.500 - 4.500 mm / tahun.

Sejarah

Cagar alam Morowali mempunyai nilai pelestarian yang tinggi sebab daerah ini merupakan salah satu daerah terluas yang masih ada dan merupakan daerah hutan hujan dataran rendah alluvial di Sulawesi. Selain itu untuk melindungi tipe hutan yang tumbuh pada batu-batuan beku basah atau ultra basah. Cagar alam ini seluas 225,000 Ha, berfungsi pula sebagai perlindungan sejumlah spesies mamalia dan burung endemik yang mempunyai daya tarik. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. : 374/Kpts-VII/1986, tanggal 24 Nopember 1986 ditetapkan sebagai Cagar alam dengan peruntukan sebagai tempat perlindungan ekosistem hutan tropis yang kompleks.

Potensi Sumber Daya Alam

Sebagai kawasan cagar alam, Morowali memiliki berbagai potensi seperti tipe ekosistem yang lengkap dari tipe hutan pantai sampai tipe hutan pegunungan. Keindahan alam kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan, penelitian dan pariwisata.

Flora

Ekosistem dikawasan ini sebagian besar didominir oleh jenis-jenis:

1. Hutan Mangrove, Jenis yang dominan seperti (Rhizophora bruguiera sp., Cedops sp., Pandanus sp.) dan lain-lain.
2. Hutan Alluvial Dataran Rendah Didominir oleh Callophyllum sp, Alstonia sp., Garcinia sp., Palaqulum dan Santiria.
3. Hutan Pegunungan, Jenis Castanopsis sp., Palaqulum sp. Pangium edule dan Lithocarpus sp. banyak mendominir tipe hutan ini juga terdapat Agathis sp., Diospyros sp. dan Parinari sp.
4. Hutan Lumut, Tipe ekosistem ini terdapat pada ketinggian 1.600 m dari permukaan laut. Pohon-pohon yang tumbuh pendek dan terlihat kerdil atau kurang baik pertumbuhannya. Didominir oleh jenis Querqus sp, Litocarpus sp, Tristania sp. Pada tipe ini lumut banyak ditemukan bergantungan pada jalinan cabang-cabang pohon dan Nepenthes sp. (kantung semar) yang besar-besar banyak dijumpai dipuncak-puncak pegunungan. Cemara (Casuarina sumatrana) merupakan pohon yang menjulang didaerah yang lebih kering dan merupakan tegakan murni disepanjang tepi S. Morowali. Agatis merupakan tanaman dominan dibeberapa daerah sebelah timur laut S. Tiworo. Agatis ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan menyadap getah damarnya. Selain itu beberapa jenis Orchidaceae banyak tumbuh dalam kawasan ini.

Fauna

1. Mamalia, Kebanyakan mamalia besar Sulawesi, termasuk Anoa pegunungan/dataran tinggi yang endemik (Bubalus quarlessi), Babirusa (Babyroussa babirusa), Kera (Macaca tonkeana), Kus-kus beruang (Phalanger ursinus), Babi hutan (Sus scrofa), Rusa (Cervus timorensis) dan Musang abu-abu (Viverra tangalunga), Tarsius sp. juga dapat dijumpai dikawasan ini.
2. Burung, Morowali memiliki habitat yang kaya, sehingga mempunyai fauna burung yang paling representatif. Jenis-jenis elang laut paruh putih (Haliaetusleucogaster), Belibis (Dendrocygna so.), Kum-kum hijau (Ducula aenea) dan Kum-kum putih (Ducula sp.). Burung pelatulk endemik dan Coracias temminckii yang endemilk. Jenis Megapodius seperti Maleo (Macrocephalon maleo) dan burung Gosong (Megapodius frycinet) banyak dijumpai ditepi S. Morowali, lembah Masoyo dan lembah Sumara serta beberapa sungal kecil.
3. Reptilia, Beberapa jenis Bengkarung, Ular Sanca (phyton reticulatus), Ular rumput (Natrixsp,) serta Ular hijau kepala segitiga. (Trimesurus wagleri). Biawak dan Kura-kura juga terdapat dalam kawasan ini.

Fenomena Alam

Keindahan alam Morowali dapat dinikmati terutama bagi petualang yang menyenangi kegiatan jalan jauh, mendaki gunung dan panorama hutan hujan di Morowali.

Budaya dan Obyek Wisata Pendukung lainnya

Budaya suku Wana yang mendiami kawasan ini dengan kebiasaan berburu dan berladang berpindah-pindah. Orang-orang Wana berburu babi hutan, rusa dan babirusa. Obyek wisata lain yang dapat dinikmati adalah obyek wisata teluk Tomori yang diusulkan sebagai taman wisata laut yang menarik antara lain batu payung yang jelas nampak seperti payung pada saat air laut surut Kemudian gua tapak tangan di desa Tapahulu dan Ganda - ganda yang bernilai sejarah peninggalan Sawerigading.

Selain itu terdapat pula air terjun Ganda-ganda yang tingginya mencapai 15 meter. Berenang dipantai atau bermain sky air dan memancing dapat pula dilakukan di kawasan Teluk Tomori ini.

Kegiatan yang ditawarkan

1. Penelitian, Kegiatan penelitian dapat dilakukan dikawasan ini terutama bidang biologi, ekologi, geologi dan kehidupan sosial budaya suku Wana. Beberapa penelitian telah dilakukan antara lain, mengenai sistem perladangan berpindah suku Wana dan cara perburuan suku Wana.
2. Pendidikan, Dapat dilakukan kegiatan pendidikan pengenalan tumbuh-tumbuhan, pembinaan cinta alam, pendidikan kader konservasi.
3. Pendakian, Pendakian gunung dapat dilakukan di G. Tambusisi (± 2.422 m), G. Morowali (± 2.280 m), dibagian selatan dan gunung berpuncak kembar G. Tokala (2.630 m).
4. Rekireasi dan Wisata Alam lain, Kegiatan lain yang dapat dilakukan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan. Perkampungan suku Wana juga menarik perhatian sebagai obyek wisata, mereka bermukim didaerah lembah Sobuku dan didaerah Kayu Merangka.

Sarana Informasi dan Pelayanan

Informasi tentang keadaan kawasan ini dapat diperoleh dari Kantor SBKSDA Sulawesi Tengah atau di Kantor BKSDA VI, atau langsung pada Sub Seksi KSDA Kolonodale.

Pengunjung yang masuk kekawasan CA. Morowali dapat ditemani oleh pemandu wisata alam atau oleh satu kelompok LSM yang memberi penjelasan dan memandu dikawasan tersebut. Penginapan banyak terdapat di Kolonodale.

Bagaimana Menuju Cagar Alam Morowali

Menuju cagar alam Morowali dapat ditempuh melalui jalan darat atau dengan pesawat terbang (sampai ke Poso) yaltu :

* Palu - Poso dapat ditempuh selama 6 jam dengan mobil/motor (± 210 km) dilanjutkan dengan mobil/motor ke Kolonodale (± 230 km) selama 7 jam dari Kolonodale- Baturube memakai angkutan air/speed boat ± 3 jam.
* Palu - Poso dengan pesawat ± 20 menit Poso-Kolonodale dengan mobil/motor 7 jam selanjutnya dari Kolonodale - CA. Morowali (Baturube) memakai speed boat 3 jam.
e-New - 22/10/2009 11:33 AM
#14

Kaskus ID : e-New
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna - Artikel
Bentuk karya : Gua Latea, Makam Leluhur Orang Poso
Sumber : http://posobersatu.blogspot.com/2008/07/gua-latea-makam-leluhur-orang-poso.html
Keterangan: Suku Pamona, suku asli Poso, Sulawesi Tengah, mempunyai kebiasaan unik saat menguburkan keluarganya yang meninggal dunia. Jenazah diletakkan di dalam peti kayu yang kemudian disimpan di dalam gua hingga tinggal kerangkanya.
Spoiler for Goa Latea

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Suku Pamona, suku asli Poso, Sulawesi Tengah, mempunyai kebiasaan unik saat menguburkan keluarganya yang meninggal dunia. Jenazah diletakkan di dalam peti kayu yang kemudian disimpan di dalam gua hingga tinggal kerangkanya.

Sisa-sisa tradisi suku Pamona ini masih bisa kita saksikan di Gua Latea, Tentena, sekitar 57 kilometer arah barat daya Kota Poso, atau 267 kilometer dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.Suasana magis langsung terasa ketika kita hendak memasuki kawasan Perbukitan Peruru di mana Gua Latea berada.

Konon kabarnya, hasil cetak foto pemngunjung pun kadang-kadang bermasalah alias tidak sesuai pengambilan gambar. Meski terasa suasana magisnya, perasaan kita terobati dengan pemandangan alam yang indah dan hawa udara yang segar di sekitarnya.

Gua Latea adalah gua alam berupa bukit kapur yang usia genesisnya ditaksir tidak kurang dari 30 juta tahun silam. Gua ini digunakan sebagai kuburan suku Pamona. Leluhur orang Pamona yang juga biasa disebut orang Poso itu, dulunya hidup di bukit-bukit, khususnya yang hidup di perbukitan Wawolembo.

Sistem penguburan dengan menaruh jenazah di gua-gua itu, baru berakhir pada sekitar abad ke-19 Masehi, setelah para penginjil dari Belanda menyebarkan agama Kristen di wilayah tersebut. Gua itu pernah mengalami keruntuhan batuan sekitar lebih dari 2.000 tahun silam.

Gua tersebut terdiri atas dua kamar utama. Kamar pertama terletak di kaki bukit di mana terdapat empat pasang peti jenazah dan 36 tengkorak manusia beserta rangkanya. Lalu, kamar kedua terletak di atas bukit berisi di mana terdapat 17 pasang peti jenazah, 47 buah tengkorak, dan lima buah gelang tangan. Gua ini adalah kuburan leluhur suku Pamona. Cara penguburan zaman dulu masyarakat Pamona ini, sama seperti yang dilakukan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Memang, menurut Yustinus Hoke (60), budayawan Pamona, berdasarkan historisnya orang Pamona dan orang Toraja masih memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat.
”Karena masih ada hubungan kekerabatan itulah, beberapa tradisi nyaris sama, termasuk salah satunya adalah cara penguburan jenazah dengan menaruhnya di gua-gua,” ujar Yustinus kepada SH baru-baru ini.

Menurut budayawan Pamona ini, tata cara dan tempat penguburan juga dipengaruhi kelas sosialnya. Diduga kaum bangsawan dikuburkan di kamar utama di atas bukit di mana didapat pula gelang-gelang dari besi dan kuningan. Selain di Latea, situs penguburan serupa juga dapat ditemukan di Gua Pamona di tepian Danau Poso dengan 12 kamar.
Seiring perkembangan zaman, kedua tempat itu kemudian menjadi lokasi wisata, bahkan sering kali menjadi tempat anak-anak bermain.

Hengki Bawias (30), warga Tentena, menceritakan bagaimana asyiknya mereka bermain dalam gua itu. “Guanya sampai di bawah aliran Danau Poso. Kalau masuk harus membawa senter, karena setelah kamar ketiga, cahaya sudah tidak ada lagi.
Makin jauh juga kita sudah susah bernapas. Tapi saat anak-anak kami suka bermain-main di dalamnya, karena menantang rasa ingin tahu kami,” tutur Hengki, yang kini sudah menjadi pendeta.

Jembatan Rusak
Gua yang merupakan pekuburan kuno ini dapat dicapai langsung dari jalan utama Kota Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso. Jaraknya hanya sekitar dua kilometer. Sepeda motor dapat dipakai sampai kilometer pertama lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai di mulut gua.

Namun jangan bersusah hati dulu, suara serangga hutan seperti orkestra, aliran sungai dan tiupan hawa yang segar bisa mengobati kepenatan kita. Jalan setapak menuju gua ini sudah dibeton dan dibuat berundak-undak. Tapi tetap harus hati-hati karena jalannya agak licin sebab berlumut.

Dua jembatan akan kita lewati sebelum sampai ke mulut gua. Sayang, kondisinya rusak sehingga papan-papan kayu jembatan sudah berganti jadi pokok-pokok bambu.

”Jembatan ini pernah diperbaiki pada tahun 1994, lalu tidak pernah lagi, sampai kayunya kini menjadi lapuk. Mudah-mudahan setelah ini, setelah Poso aman kembali, kita bisa memperbaiki dua jembatan menuju Gua Latea,” ujar Viktor Nggasi, seorang juru pelihara Gua Latea. (Oleh Erna Dwi Lidiawati).
Firstrate - 31/10/2009 04:48 PM
#15

Kaskus ID : firstrate
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel tentang Penyu Laut (Hewan cantik yang tergusur)
Sumber : http://maruf.wordpress.com/2006/01/03/penyu-laut-hewan-cantik-yang-tergusur/ oleh Ma'ruf Kasim
Keterangan : Artikel tentang Penyu

Spoiler for "Artikel"

Gerakannya yang unik dan khas seakan menggambarkan kelihayan perenang dasar laut yang mempesona. Ini mungkin bisa menggambarkan betapa unik dan indah melihat penyu laut berenang bebas di bawah permukaan laut. Dengan menggerakkan kedua kaki renang depan untuk mengontrol gerakan dan kecepatan, hewan ini bergerak gesit di dasar laut. Juga dengan bantuan kaki belakang sebagai penyeimbang seakan memberikan kesempurnaan gaya renang yang memukau.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Ada beberapa jenis (species) penyu laut yang hidup di perairan . Diantaranya penyu hijau atau dikenal dengan nama green turtle (Chelonia mydas), penyu sisik atau dikenal dengan nama Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata), penyu lekang atau dikenal dengan nama Olive ridley turtle (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing atau dikenal dengan nama Leatherback turtle (Dermochelys olivacea), penyu pipih atau dikenal dengan nama Flatback turtle (Natator depressus) dan penyu tempayan atau dikenal dengan nama Loggerhead turtle (Caretta caretta). Dari jenis ini Penyu Belimbing adalah penyu terbesar dengan ukuran mencapai 2 meter dengan berat 600 – 900 kg. Yang terkecil adalah penyu lekang dengan ukuran paling besar sekitar 50 kg.

Penyu hijau adalah salah satu jenis penyu laut yang umum dan jumlahnya lebih banyak di banding beberapa penyu lainnya. Jenis seperti penyu belimbing di laporkan telah sangat berkurang jumlahnya dan termasuk salah satu jenis yang hampir hilang di perairan , hanya beberapa tempat yang masih sesekali menjadi tempat memijah bagi jenis penyu ini. Penyu belimbing adalah penyu yang di lindungi dan masuk dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Meskipun jumlahnya lebih banyak di banding penyu lainnya, populasi penyu hijau tiap tahun berkurang oleh penangkapan dan membunuhan baik sengaja maupun tidak sengaja yang terperangkap oleh jaring .

Penyu laut, umumnya bermigasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Kita mungkin masih ingat salah satu adegan dalam film Nemo, saat induk jantan Nemo bertemu dengan gerombolan penyu hijau yang bermigrasi. Tidak persis sama dengan pola migrasi penyu umumnya, namum jelas memberikan gambaran bahwa penyu laut bermigrasi sebagai rangkaian dari siklus hidupnya. Pernah di laporkan migrasi penyu hijau yang mencapai jarak 3.000 km dalam 58 – 73 hari. Beberapa penelitian lain mengungkapkan bahwa penyu yang menetas di perairan , di temukan di sekitar perairan dan Hawaii .

Penyu laut khususnya penyu hijau adalah hewan pemakan tumbuhan (herbivore) namun sesekali dapat menelan beberapa hewan kecil. Hewan ini sering di laporkan beruaya di sekitar padang lamun (seagrass) untuk mencari makan, dan kadang di temukan memakan macroalga di sekitar padang alga. Pada padang lamun hewan ini lebih menyukai beberapa jenis lamun kecil dan lunak seperti (Thalassia testudinum, Halodule uninervis, Halophila ovalis, and H. ovata). Pada padang alga, hewan ini menyukai (Sargassum illiafolium and Chaclomorpha aerea). Pernah di laporkan pula bahwa penyu hijau memakan beberapa invertebrate yang umumnya melekat pada daun lamun dan alga.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Penyu laut adalah adalah hewan yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah permukaan laut. Induk betina dari hewan ini hanya sesekali kedaratan untuk meletakkan telut-telurnya di darat pada substrate berpasir yang jauh dari pemukiman penduduk. Untuk penyu hijau, seekor Induk betina dapat melepaskan telur-telurnya sebanyak 60 – 150 butir, dan secara alami tanpa adanya perburuan oleh manusia, hanya sekitar 11 ekor anak yang berhasil sampai kelaut kembali untuk berenag bebas untuk tumbuh dewasa. Beberapa peneliti pernah melaporkan bahwa presentase penetasan telur hewan ini secara alami hanya sekitar 50 % dan belum di tambah dengan adanya beberapa predator-predator lain saat mulai menetas dan saat kembali kelaut untuk berenang. Predator alami di daratan misalnya kepiting pantai (Ocypode saratan, Coenobita sp.), Burung dan tikus. Dilaut, predator utama hewan ini antara lain ikan-ikan besar yang beruaya di lingkungan perairan pantai.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Sangat kecilnya presentase tersebut lebih diperparah lagi dengan penjarahan oleh manusia yang mengambil telur-telur tersebut segera setelah Induk-induk dari penyu tadi bertelur.

Sangat di sayangkan memang, walaupun beberapa daerah pengeraman alami telur penyu jauh dari pemukiman penduduk, namun tidak luput dari perburuan illegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Kondisi ini semakin menurunkan populasi penyu laut di lingkungan asli mereka. Keunikannya tidak akan tampak lagi, saat banyak dari penduduk pantai merusak dan menjarah telur-telur meraka, memburuh induk-induk meraka dan merusak rumah-rumah mereka.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Dewasa ini memang sangat mendesak adanya upaya manajeman perlindungan lingkungan asli hewan ini yang tidak hanya berlaku pada suatu kawasan perteluran hewan ini namun juga di beberapa daerah yang merupakan jalur migrasi hewan ini dalam mencari makan.

Upaya konservasi dan perlindungan harusnya bukan hanya di atas kertas saja namun lebih kearah praktek pemeliharaan yang rill guna menjaga kelangsungan hidup dan lingkungan alami hewan ini.

Tentunya upaya ini akan bermuara ke realitas perlindungan lingkungan yang rill dan pemeliharaan biodiversity laut agar anak cucu kita masih dapat menyaksikan hewan ini berenang lincah di lautan bebas. Semoga.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel
Firstrate - 31/10/2009 04:55 PM
#16

Kaskus ID : firstrate
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel tentang Ikan Betutu
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Betutu

Spoiler for artikel


Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah nama sejenis ikan air tawar. Meskipun agak jarang yang berukuran besar, ikan yang menyebar di Asia Tenggara hingga Kepulauan Nusantara ini digemari pemancing karena betotan (tarikan)nya yang kuat dan tiba-tiba.
Nama-nama lainnya di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan.

Pengenalan


Sisi atas ikan betutu
Ikan bertubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar. Panjang tubuh (SL, standard length) maksimum hingga sekitar 65 cm[1], namun kebanyakan hanya antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya.
Sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.
Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.

Penyebaran :

Betutu menyebar di Asia Tenggara: Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Filipina, dan Indonesia: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Didapati pula di Jawa. Diintroduksi ke Singapura, Taiwan, Cina, dan mungkin pula Fiji.

Ikan betutu disukai sebagai ikan pancing maupun ikan konsumsi. Dagingnya enak dan lembut.
Sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.

Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

kancut ajaib - 05/12/2009 06:22 PM
#17

Kaskus ID : kancut ajaib
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk karya : Badak Jawa dan Sumatra
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Rhinoceros
Keterangan: Badak - pusaka warisan alam nusantara

Spoiler for gambar
Badak Sumatra
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Badak Jawa
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for artikel
Di seluruh dunia hanya terdapat 5 spesies badak. Dan 2 diantaranya terdapat di Indonesia, yakni Javan Rhinoceros (Rhinoceros sondaicus) dan Sumatran Rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis). 3 spesies lainnya adalah spesies badak India, badak Hitam dan badak Putih.

Bayangkan 2 jenis badak terdapat di negara yg kita tinggali, namun kita tidak dapat menjaga amanah dari Tuhan/alam ini. Karena kedua spesies badak ini serta jenis badak Hitam masuk dalam kategori spesies yg terancam punah stadium kritis. Artinya ketiga spesies ini sangat terancam punah dan jumlah populasinya sudah sangat memprihatinkan, yakni diperkirakan tinggal sekitar 300 ekor untuk badak Sumatra dan 50 ekor untuk badak Jawa. Jumlah yg sudah sangat mengkhawatirkan.

Sementara itu badak Hitam dan badak Putih terdapat di benua Afrika, sedangkan badak India, seperti namanya bisa ditemukan di hutan2 India. Kedua spesies badak Jawa dan Sumatra adalah spesies badak yg memiliki ukuran tubuh paling kecil, dengan badak Sumatra sebagai yg terkecil. Sedang badak India adalah spesies dgn ukuran tubuh terbesar dengan perkiraan sisa populasi sebesar ca 2.700 ekor. Spesies badak yg masuk dalam kategori vulnerable (masih dalam list terancam) adalah badak Putih Afrika dgn populasi ca 17.500 ekor.

Sekali lagi, badak adalah aset fauna nasional yg perlu dijaga kelestariannya. Dengan populasi badak Jawa yg tinggal 40-50 ekor adalah sebuah peringatan bagi kita, apakah kita sebagai manusia yg katanya khilafah di atas bumi bisa menjaga amanah dari Sang Pencipta?


thx admin.
roketman - 06/12/2009 06:33 PM
#18

Kaskus ID : roketman
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel tarsius
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tarsius
Keterangan : Ini adalah artikel tarsius salah satu binatang khas indonesia

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Quote:
Tarsius adalah primata dari genus Tarsius, suatu genus monotipe dari famili Tarsiidae, satu-satunya famili yang bertahan dari ordo Tarsiiformes. Meskipun grup ini dahulu kala memiliki penyebaran yang luas, semua spesies yang hidup sekarang ditemukan di pulau-pulau di Asia Tenggara.Klasifikasi
Tarsius memanjat pohon

Posisi filogenetik tarsius yang hidup sekarang banyak diperdebatkan pada abad yang lalu, dan tarsius diklasifikasikan secara bergantian pada Strepsirrhini pada subordo prosimia, atau sebagai grup saudara dari simia (=Anthropoidea) dalam infraordo Haplorrhini.

Diindikasikan bahwa tarsius, yang semuanya dimasukkan pada genus Tarsius, sebenarnya harus diklasifikasikan pada dua (grup Sulawesi dan Filipina-Barat) atau tiga genera yang berbeda (grup Sulawesi, Filipina dan Barat).[1][3]. Taksonomi di tngkat spesies adalah rumit, dengan morfologi seringkali digunakan secara terbatas dibandingkan vokalisasi. Beberapa "ragam bentuk vokal" mungkin mewakili taksa yang belum dideskripsikan, yang secara taksonomis terpisah dari Tarsius tarsier (=spectrum) (seperti tarsius dari Minahasa dan kepulauan Togean), dan banyak tarsius lain dari Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya (Shekelle & Leksono 2004). Hal ini mungkin juga merupakan kasus sejumlah populasi Filipina yang terisolasi yang kurang diketahui seperti populasi Basilan, Leyte dan Dinagat dari grup T. syrichta. Kerancuan lebih lanjut muncul pada validitas nama-nama tertentu. Diantaranya, T. dianae yang sering dipakai telah ditunjukkan sebagai sinonim junior dari T. dentatus, sama halnya dengan itu, T. spectrum sekarang dianggap sinonim junior dari T. tarsier.[1] Terlebih lagi, T. tarsier yang diperdebatkan sebagai sinonim senior dari T. spectrum yang dipakai secara luas.
gonagai - 11/12/2009 11:55 AM
#19

Kaskus ID : gonagai
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk karya : Cendrawasih
Sumber : http://www.burung.org/detail_txt.php?op=article&id=73
Keterangan: Mutiara dan Bencana Cendrawasih

Spoiler for gambar
Cendrawasih
Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel


Spoiler for artikel
Cendrawasih, burung dengan bulu berwarna-warni yang sangat indah hingga menutupi kakinya ini merupakan anugerah yang patut disyukuri penghuni pulau di ujung timur Indonesia. Predikat-predikat bernada kekaguman yang menempel memang layak disandangnya. Secara ekonomi ia telah menyejahterakan penduduk bumi melalui perdagangannya yang melintas batas negara-negara. Keindahannya telah sejak sangat lama menjadi komoditas usaha dengan rantai ekonomi yang mendunia, mulai dari para pemburu lokal, pemerintah kolonial Belanda, hingga pengusaha busana di Eropa, Amerika dan Kanada yang memanfaatkan bulu burung tersebut.

Keindahan cendrawasih, secara spiritual juga mampu memberikan spirit dan rasa kekaguman kepada siapapun yang melihatnya. Hingga di seluruh dunia ia terkenal dengan nama ”bird of paradise” (burung surga) atau ”bird of God” (burung dewata)

Akan tetapi, keindahan itulah yang justru menjadi sumber malapetaka baginya. Eksploitasi besar-besaran telah mengancam eksistensi burung ini menuju kepunahan. Ikhtiar pencegahan telah dilakukan sejak lama oleh para pemerhati lingkungan dan ahli biologi dari dalam maupun luar Indonesia, melalui kampanye berskala nasional maupun global.

Tarik menarik antara ideologi eksploitasi melawan ideologi preservasi (pengawetan) juga telah terjadi sejak lama, karena perburuan yang tidak terkontrol mengakibatkan jumlah populasinya tidak dapat dipantau secara pasti. Hal itu tercermin pada isi berbagai Staatsblad jaman Belanda yang dipenuhi ambiguitas dan ambivalensi dalam pengaturan perburuan burung ini.

Pemanfaatan yang berkelanjutan tentunya merupakan alternatif terbaik. Karena di satu sisi, ia dapat menjaga keberlanjutan ekonomi pihak-pihak yang mengusahakannya, dan di sisi lain eksistensi burung cendrawasih ini tetap terjaga. Logika ini merupakan satu-satunya jalan tengah di antara kedua kutub ideologi di atas.

Fenomena perburuan cendrawasih ini, bagaimanapun juga telah memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi gerakan konservasi, baik di Indonesia maupun di dunia. Sejak tahun 1914, isu yang berawal dari keprihatinan akan kepunahan burung cendrawasih ini bergeser menjadi isu lingkungan yang diterima masyarakat secara luas, tidak hanya nasional tapi juga internasional. Laju perburuan pada tahun 1912-1913, American Ban (Pelarangan komersialisasi cendrawasih di Amerika) telah menyumbang banyak dalam hal ini, dibandingkan dengan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1912. (Praminto Moehayat)

(Disadur dari buku ”Berkaca di Cermin Retak”: Refleksi Konservasi dan Implikasi Bagi Pengelolaan Taman Nasional)


Penyalai - 10/01/2010 11:29 PM
#20

Kaskus ID : penyalai
Kategori : Kekayaan Alam Flora & Fauna
Bentuk Karya : Artikel Banggai cardinalfish, ikan hias yang hanya ada di Indonesia
Sumber : http://ilmukelautan.com
Keterangan : Ini adalah artikel online tentang fauna Indonesia

Quote:

Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) adalah cardinalfish tropis yang kecil ( familyApogonidae ) yang sangat populer dijadikan ornamental fish.

Habitat

Spesies ini hanya ada di Kepulauan Banggai, Indonesia. Spesies ini hidup pada jangkauan geografis yang sangat terbatas yaitu 5.500 km² dan dengan jumlah populasi yang sedikit yaitu sekitar 2,4 juta saja. Banggai cardinalfish merupakan populasi yang terisolasi dan terkonsentrasi di peraiaran dangkal pada 17 pulau besar dan 10 pulau kecil, Kepulauan Banggai. Sebagian kecil populasinya terdapat di Luwuk Sulawesi Tengah. Tambahan populasi berasal dari Selat Lembeh (Sulawesi Utara), sekitar 400 Km sebelah utara dari habitat asli (berdasarkan laporan dari nelayan yang perdagangkannya tahun 2000).

Deskripsi

Spesies ini tumbuh dengan panjang maksimal 8 cm memiliki corak khusus yang kontras antara warna hitam dan garis terang warna putih. Perbedaan yang spesifik yang membedakan dengan cardinalfish lainnya adalah pada sirip dorsal yang pertama memiliki kuncir, sirip anal dan sirip dorsal yang kedua menjulur ke belakang, sirip caudal bercabang dua (cabangnya sangat dalam), memiliki corak warna yang terdiri dari 3 buah garis hitam pada kepala dan badan, warna hitamnya menyolok di tepi bagian awal sirip anal dan kedua sirip dorsal.Yang membedakan Banggai cardinalfish jantan dan betina adalah rongga mulut jantan lebih besar dan itu hanya terlihat mereka pada saat mengerami telurnya.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Ekologi

Banggai cardinalfish merupakan satu-satunya wakil dari family yang diurnal. Ikan demersal laut tropis yang membentuk grup yang stabil dengan beranggotakan 9 individu pada perairan dangkal (pada umumnya kedalaman 1,5-2,5 meter). Spesies ini mendiami perairan dangkal dengan berbagai habitat termasuk terumbu karang, padang lamun, dan daerah terbuka bersubstrat pasir dan rubble, pada umumnya pada daerah yang tenang yang terlindungi oleh pulau-pulau yang besar. Spesies ini sering ditemukan berasosiasi dengan lamun yaitu Enhalus acoroides dan bulu babi Diadema setosum. Hai ini terjadi pada berbagai substrat bentik seperti bulu babi, anemon laut, dan coral branching ; ikan muda sering paling berasosiasi dengan anemon laut, setelah remaja dan dewasa berasosiasi dengan bulu babi dan coral branching, bintang lau, hidrozoa, dan akar penopang mangrove.

Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel

Ikan ini termasuk spesies pemakan oportunistik sepanjang hari, tidak seperti spessies-spesies lain dari family yang sama. Komposisi dietnya sama dengan ukuran kelas termasuk plankton dan organisme bentik. Copepoda merupakan makanan utama mereka. Copepoda juga menjadi sumber makanan penting untuk berbagai spesies seperti lionfish (Pterois), Epinephelus merra, crocodilefish (Cymbacephalus beauforti), moray eel (Echidna nebulosa),stonefish (Synanceia horrida), dan ular laut Laticouda Colubrina.

Banggai cardinalfish adalah paternal mouthbrooder (induk jantan yang mengerami telur). Induk betina berperan dalam masa pembentukan dan formasi pasangan, yang terjadi beberapa jam hingga beberapa hari sebelum ikan bertelur. Pasangan bertelur beberapa meter dari kelompok utama dan mempertahankan wilayah teritorial mereka. Ukuran telur Banggai cardinalfish memiliki diameter 2,5 mm. Ikan ini memilki masa hidup yang pendek (lebih kurang 4 tahun pada daerah dengan kondisi ideal; 2 tahun di daerah yang liar), dan jumlah telur yang sedikit (50-90 buti)r walaupun memiliki potensi bertelur beberapa kali pertahun (setelah usianya di atas 10 bulan).
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Kekayaan Alam/Flora & Fauna > Kekayaan Alam/Flora & Fauna - Artikel