Permainan Rakyat
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Permainan Rakyat > Permainan Rakyat - Artikel
Total Views: 19727 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 

archer999 - 29/01/2010 02:12 PM
#21

Kaskus ID : archer999
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk Karya : Artikel mengenai permainan Megoak-goakan
Sumber : http://e-kuta.com/blog/index.php/permainan-tradisional-megoak-goakan
Keterangan : Artikel mengenai permainan Megoak-goakan

Spoiler for Permainan tradisional Megoak-goakan
Megoak-goakan ini adalah tarian rakyat yang sering kali dipentaskan menjelang Hari Raya Nyepi dan hanya terdapat di Desa Panji, Kecamatan Sukasada 6 km ke selatan dari Kota Singaraja. Nama megoak-goakan diambil dari nama Burung Goak (Burung Gagak) ketika burung itu mengincar mangsanya kegiatan ini merupakan pementasan ulang dari sejarah kepahlawanan Ki Barak Panji Sakti sebagai Pahlawan Buleleng pada waktu menaklukkan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.
sejuta bintang - 06/02/2010 11:38 AM
#22

Kaskus ID : sejuta bintang
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk Karya : Artikel
Sumber : http://www.acehforum.or.id/permainan-tradisional-aceh-t5003.html
Keterangan : Permainan tradisional Aceh

Spoiler for main

Permainan Tradisional Aceh

GEULAYANG TUNANG
Geulayang Tunang terdiri dari dua kata yaitu geulayang yang berarti laying-layang dan tunang berarti pertandingan. Jadi geulayang tuning adalah pertandingan laying-layang atau adu laying yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Permainan ini sangat digemari di berbagai daerah di Aceh. Mengenai nama permainan ini kadang-kadang juga ada pula yang menyebutnya adud geulayang. Kedua istilah yang disebutkan terakhir sama artinya, hanya lokasinyalah yang berbeda.

Pada zaman dahulu permainan ini diselenggarakan sebagai pengisi waktu setelah mereka panen padi. Sebagai pengisi waktu, permainan ini sangat bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sering kali dilombakan dalam acara peringatan hari kemerdekaan RI atau event-event lainnya.

GEUDEUE-GEUDEUE
Geudeue-Geudeue atau disebut juga due-due adalah permainan ketangkasan yang terdapat di Pidie. Di samping ketangkasan, gesit, keberanian dan ketabahan pemain geudeue-geudeue harus bertubuh tegap dan kuat. Permainan ini kadang-kadang berbahaya karena permainan ini merupakan permainan adu kekuatan.

Cara memainkannya adalah seorang yang berbadan tegap tampil di arena. Ia menantang dua orang lain yang juga bertubuh tegap. Pihak pertama mengajak pihak kedua yang terdiri dari 2 orang supaya menyerbu kepadanya. Ketika terjadi penyerbuan, pihak pertama memukul dan menghempaskan penyerangnya (pok), sedangkan pihak yang pihak kedua menghempaskan pihak yang pertama.

Dalam tiap permainan bertindak 4 orang juru pemisah yang disebut ureueng seumubla (juri), yang berdiri selang-seling mengawasi setiap pemain.

PEUPOK LEUMO
Peupok Leumo adalah sejenis permainan yang khas terdapat di Aceh Besar. Permainan ini merupakan suatu permainan mengadu sapi. Permainan ini sebelumnya berkembang di kalangan peternak sapi. Zaman dahulu lazimnya peupok leumo diselenggarakan oleh sekelompok peternak yang berada pada satu lokasi seperti yang berada pada satu kampung atau lebih luas lagi satu mukim, diselenggarakan seminggu sekali. Untuk menentukan hari-hari penyelenggaraan setiap hari Minggu, Jumat atau hari lainnya. Dapat juga diselenggarakan pada sore hari, pukul 16.00 – 18.00.

Selaian peupok leumo masih ada lagi acara peupok leumo tunang, yaitu permainan peupok leumo untuk mencari sapi yang akan keluar sebagai pemenang. Acara Peupok leumo tuning ini biasanya diselenggarakan oleh sebuah panitia. Waktu tergantung kepada cuaca dan musim-musim tertentu seperti sehabis panen atau waktu lain seperti pada hari-hari besar dan sebagainya.

PACU KUDE
Pacu Kude dapat diartikan duduk di atas kuda yang lari atau dapat diartikan sebagai pacuan kuda. Permainan ini terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Karena daerah ini terdapat padang rumput yang sangat luas serta kuda adalah alat angkutan yang sangat praktir di daerah pegunungan, di samping untuk membajak sawah.

Sehabis panen kuda-kuda ini tidak mempunyai kegiatan apa-apa yang dianggap penting. Waktu-waktu seperti itu sering kuda-kuda tersebut berlari-lari berkelompok. Kebiasaan ini dikoordinir akhirnya terbentuk permainan pacu kude.

Pada awalnya permainan ini adalah permainan informal, tidak ada aturan yang baku untuk dilaksanakan. Namun lama kelamaan, permainan ini ditingkatkan menjadi permainan resmi dan terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi.
funnie.mooo - 16/02/2010 09:43 AM
#23

ID : funnie.mooo
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk Karya : Artikel
Sumber : Permainan Tradisional Aceh
Spoiler for artikel..


[*]Geulayang Tunang

Geulayang Tunang terdiri atas dua kata, yaitu geulayang yang berarti layang-layang dan tunang berarti pertandingan. Dari namanya jelas mempertegas bahwa geulayang tunang merupakan pertandingan layang-layang atau adu layang yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Permainan ini sangat digemari masyarakat di berbagai daerah di Aceh. Mengenai nama permainan jenis ini, ada pula yang menyebutnya adu geulayang. Kedua istilah yang disebutkan terakhir memiliki maksud dan arti yang sama.

Pada zaman dahulu, permainan ini diselenggarakan sebagai pengisi waktu setelah masyarakat suatu tempat panen padi. Sebagai pengisi waktu, permainan ini sangat bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sering kali dilombakan dalam acara peringatan hari kemerdekaan RI atau even-even kebudayaan lainnya di Aceh semisal Pekan Kebudayaan Aceh.

[*]Geudeue-geudeue

Geudeue-geudeue atau ada yang menyebutnya due-due adalah permainan ketangkasan yang terdapat di daerah Pidie. Di samping ketangkasan, kegesitan, keberanian, dan ketabahan, pemain geudeue-geudeue harus bertubuh tegap dan kuat serta memiliki otot yang meyakinkan. Permainan ini kadang-kadang berbahaya, karena merupakan permainan adu kekuatan.

Permainan ini dilakukan oleh seorang yang berbadan tegap. Mulanya dia tampil di arena menantang dua orang lain yang juga bertubuh tegap. Pihak pertama mengajak pihak kedua yang terdiri atas dua orang supaya menyerbu kepada yang menantang. Ketika terjadi penyerbuan, pihak pertama memukul dan menghempaskan penyerangnya (pok), sedangkan pihak yang pihak kedua menghempaskan pihak yang pertama.

Dalam tiap permainan, bertindak empat orang juru pemisah yang disebut ureueng seumubla (juri), yang berdiri selang-seling mengawasi setiap pemain. Permainan ini mirip dengan olahraga sumo Jepang, bedanya hanya pada jumlah pemain.

[*]Peupok Leumo

Peupok Leumo adalah sejenis permainan yang khas terdapat di Aceh Besar. Permainan ini merupakan suatu permainan mengadu sapi. Permainan ini sebelumnya berkembang di kalangan peternak sapi. Zaman dahulu, lazimnya peupok leumo diselenggarakan oleh sekelompok peternak yang berada pada satu lokasi seperti yang berada pada satu kampung atau lebih luas lagi satu mukim, yang diselenggarakan seminggu sekali. Hari penyelenggaraan permainan ini biasanya setiap Minggu atau Jumat, tetapi tidak tertutup kemunginan di hari lainnya. Lazimnya dilaksanakn pada sore hari, sekitar pukul 16.00-18.00 WIB atau selepas asar.

Selaian peupok leumo yang mirip dengan karapan sapi di Betawi, masih ada lagi acara peupok leumo tunang, yaitu permainan peupok leumo untuk mencari sapi yang akan keluar sebagai pemenang. Acara peupok leumo tunang ini biasanya diselenggarakan dengan menggunaka panitia dan dewan juri. Persoalan waktu, tergantung kepada cuaca dan musim-musim tertentu, seperti sehabis panen atau waktu lain seperti pada hari-hari besar dan sebagainya.

[*]Pacu Kude

Pacu Kude dapat diartikan duduk di atas kuda yang lari atau dapat diartikan sebagai pacuan kuda. Permainan ini terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini karena daerah Takengon terdapat padang rumput yang sangat luas serta kuda memang alat angkutan yang sangat praktis di daerah pegunungan, di samping untuk membajak sawah.

Sehabis panen, biasanya kuda-kuda ini tidak mempunyai kegiatan apa-apa yang dianggap penting. Waktu-waktu seperti itu sering kuda-kuda tersebut berlari-lari berkelompok. Kebiasaan ini dikoordinir akhirnya terbentuk permainan pacu kude.

Pada awalnya permainan ini adalah permainan informal, tidak ada aturan yang baku untuk dilaksanakan. Namun, lama kelamaan, permainan ini ditingkatkan menjadi permainan resmi dan terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi.

[*]Bola Keranjang

Bola keranjang atau bahasa Gayo disebut dengan tipak rege merupakan sejenis permainan bola yang dibuat dari rotan belah yang dipergunakan pada permainan sepak raga (sepak takraw). Permainan ini sudah jarang sekali dilakukan. Pada bola keranjang diikat rumbai-rumbai kain yang ber warna merah, putih, dan hitam, sebanyak 15 helai.

Zaman masa dahulu, sepak raga merupakan sejenis permai nan rakyat. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak, remaja/pemuda maupun orang-orang dewasa. Mereka me manfaatkan waktu-waktu senggangnya dengan permainan ini.

[*]Lenggang Rotan

Lenggang rotan merupakan jenis permainan yang terbuat dari rotan kecil yang dibuat melingkat seperti gelang besar. Rotan yang digunakan biasanya seukuran jempol tangan atau bisa lebih kecil. Rotan yang sudah dilingkarkan seperti gelang besar akan dimainkan di pinggang sambil menggoyang pinggang. Rotan tersebut akan berputar. Orang yang rotannya jatuh terlebih dahulu dianggap kalah. Permaianan ini umumnya juga terdapat di dataran tinggi Gayo, karena di sana memang terdapat banyak rotan.
funnie.mooo - 19/02/2010 11:10 AM
#24

ID : funnie.mooo
Kategori : Permainan Rakyat
Bentuk Karya : Artikel
Sumber : Pengaruh & Manfaat Permainan Tradisional
Spoiler for Artikel..

Pengaruh dan manfaat permainan tradisional terhadap perkembangan jiwa anak

Anak menjadi lebih kreatif
Permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para pemainnya. Mereka menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada di sekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan.

Selain itu, permainan tradisioanal tidak memiliki aturan secara tertulis. Biasanya, aturan yang berlaku, selain aturan yang sudah umum digunakan, ditambah dengan aturan yang disesuaikan dengan kesepakatan para pemain. Di sini juga terlihat bahwa para pemain dituntut untuk kreatif menciptakan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan mereka.

Bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak
Saat bermain, anak-anak akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa, dan bergerak. Kegiatan semacam ini bisa digunakan sebagai terapi untuk anak-anak yang memerlukannya kondisi tersebut.

Mengembangkan kecerdasan majemuk anak
Mengembangkan kecerdasan intelektual anak
Permainan tradisional seperti permainan Gagarudaan, Oray-Orayan, dan Pa Cici-Cici Putri mampu membantu anak untuk mengembangkan kecerdasan intelektualnya. Sebab, permainan tersebut akan menggali wawasan anak terhadap beragam pengetahuan.
Mengembangkan kecerdasan emosi dan antar personal anak
Hampir semua permainan tradisional dilakukan secara berkelompok. Dengan berkelompok anak akan:
mengasah emosinya sehingga timbul toleransi dan empati terhadap orang lain,
nyaman dan terbiasa dalam kelompok.

Beberapa permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok di antaranya:

[*]Bebentengan,
[*]Adang-Adangan,
[*]Anjang-Anjangan
[*]Kasti.


Mengembangkan kecerdasan logika anak
Beberapa permainan tradisional melatih anak untuk berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya, misalnya:

[*]Engklek
[*]Congkak
[*]Macan/Dam Daman
[*]Lompat tali/Spintrong
[*]Encrak/Entrengan
[*]Bola bekel
[*]Tebak-Tebakan


Mengembangkan kecerdasan kinestetik anak
Pada umumnya, permainan tradisional mendorong para pemainnya untuk bergerak, seperti melompat, berlari, menari, berputar, dan gerakan-gerakan lainnya. Contoh permainannya adalah:

[*]Nakaluri
[*]Adang-Adangan
[*]Lompat tali
[*]Baleba
[*]Pulu-Pulu
[*]Sorodot Gaplok
[*]Tos Asya
[*]Heulang jeung Hayam
[8]Enggrang


Mengembangkan kecerdasan natural anak
Banyak alat-alat permainan yang dibuat/digunakan dari tumbuhan, tanah, genting, batu, atau pasir. Aktivitas tersebut mendekatkan anak terhadap alam sekitarnya sehingga anak lebih menyatu terhadap alam. Contoh permainannya adalah:

[*]Anjang-Anjangan/dadagangan dengan membuat minyak dari daun bunga sepatu, mie baso terbuat dari tumbuhan parasit berwarna kuning yang bisanya tumbuh di tumbuhan anak nakal.
[*]Mobil-mobilan terbuat dari kulit jeruk bali
[*]Engrang terbuat dari bambu
[*]Encrak menggunakan batu
[*]Bola sodok menggunakan bambu
[*]Parise terbuat dari bambu
[*]Calung terbuat dari bambu
[*]Agra/sepak takraw, bolanya terbuat dari rotan


Mengembangkan kecerdasan spasial anak
Bermain peran dapat ditemukan dalam permainan tradisional Anjang-Anjangan. Permainan itu mendorong anak untuk mengenal konsep ruang dan berganti peran (teatrikal).
Mengembangkan kecerdasan musikal anak
Nyanyian atau bunyi-bunyian sangat akrab pada permainan tradisional. Permainan-permainan yang dilakukan sambil bernyanyi di antaranya:

[*]Ucang-Ucang Angge
[*]Enjot-Enjotan
[*]Calung
[*]Ambil-Ambilan
[*]Tari Tempurung
[*]Berbalas Pantun
[*]Wayang
[*]Pur-Pur Sadapur
[*]Oray-Orayan


Mengembangkan kecerdasan spiritual anak
Dalam permainan tradisional mengenal konsep menang dan kalah. Namun menang dan kalah ini tidak menjadikan para pemainnya bertengkar atau minder. Bahkan ada kecenderungan, orang yang sudah bisa melakukan permainan mengajarkan tidak secara langsung kepada teman-temannya yang belum bisa.
Permainan tradisional dilakukan lintas usia, sehingga para pemain yang usianya masih belia ada yang menjaganya, yaitu para pemain yang lebih dewasa.
Para pemain yang belum bisa melakukan permainan dapat belajar secara tidak langsung kepada para pemain yang sudah bisa, walaupun usianya masih di bawahnya.
Permainan tradisional dapat dilakukan oleh para pemain dengan multi jenjang usia dan tidak lekang oleh waktu.
Tidak ada yang paling unggul. Karena setiap orang memiliki kelebihan masing-masing untuk setiap permainan yang berbeda. Hal tersebut meminimalisir pemunculan ego di diri para pemainnya/anak-anak.
bunjekh - 24/02/2010 04:08 PM
#25

kaskus ID : bunjekh

kategori : Permainan Rakyat

bentuk karya : permainan tradisional sumbawa

sumber : gambar dari mbah google, artikel dari http://www.sumbawanews.com/sumbawa/budaya/barapan-kebo-ajang-sandro-adu-ilmu.html
keterangan : ini adalah artikel dan gambar barapan kebo (balapan kerbau) di sumbawa

Spoiler for gambar barapan kebo
Permainan Rakyat - Artikel

Spoiler for artikel barapan kebo

MUNGKIN sebagian besar rakyat Indonesia mengetahui bila penduduk Pulau Madura, Jawa Timur, memiliki tradisi karapan sapi. Boleh jadi benak akan bertanya, kalau mendengar barapan kebo (balapan kerbau). Konon permainan rakyat ini hanya ada di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Barapan kebo" berupa sepasang kerbau yang beradu kecepatan lari, yang dikendalikan seorang Joki. Kerbau yang lari lebih cepat dan mampu menjatuhkan sakak (tiang kayu) di garis finis, itulah pemenangnya. Untuk merobohkan sakak ada sandro (dukun) yang dengan kekuatan ilmunya bisa mengecoh ternak dan Jokinya.
Joki dan ternak harus merobohkan sakak, sehingga dinyatakan sebagai pemenang. Hanya saja untuk menjatuhkan sakak tidak gampang, karena di seputar sakak itu berdiri seorang sandro yang dengan kemampuan ilmunya berupaya mengecoh ternak dan joki.

Di sinilah tampaknya prestise dipertaruhkan, karena antara sandro di sakak itu dan joki yang di-back up oleh sandro saling baku ilmu. "Anda mungkin tidak percaya, dua meter menjelang sakak, kerbau bisa lari keluar garis pancang, atau jokinya terpental dari kareng," ujar Ahmad. Peserta yang keluar dari pancang atau tidak mampu merobohkan sasak dinyatakan diskualifikasi.

Di masa lampau permainan demikian malah lebih ganas lagi, ada kerbau yang tanduknya tiba-tiba copot dari kepalanya. Sebaliknya, sandro penjaga sakak buru-buru minggir, bila tidak mampu menahan kekuatan ilmu sang joki dan sandro-nya.
the-ray-man - 28/02/2010 12:54 PM
#26

ID : the-ray-man
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Bambu gila
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for ,



Bambu Gila

Bambu gila adalah permainan rakyat dari warga Maluku.

Permainan ini melibatkan kekuatan supranatural untuk menjalankannya, walaupun tidak diperlukan ritual tertentu. Sebatang bambu dipegang oleh beberapa orang, lalu oleh seorang dukun bambu ini diberi mantera. Lama-kelamaan bambu ini terasa berat hingga orang-orang yang memegangnya berjatuhan ke tanah. Pelaksanaannya biasanya diiringi dengan musik perkusi.
the-ray-man - 28/02/2010 12:58 PM
#27

ID : the-ray-man
Katagori : Permainan Rakyat
Karya :Bancakan
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for ,


Bancakan


Bancakan adalah salah satu permainan anak tradisional Jawa Barat berjenis petak umpet atau dalam bahasa sunda disebut Ucing sumput Bahasa Indonesia: kucing bersembunyi), dengan memakai sebuah batu dan genteng sebanyak jumlah pemain yang disusun bertumpuk, dan keduanya ditempatkan dalam dua buah lingkaran berdampingan.
[sunting] Permainan

Sebelum permainan dimulai, peserta melakukan pengundian dengan cara hompimpa atau suit. Yang kalah harus menjadi petugas penjaga atau kucing (ucing).
[sunting] Ucing

Ucing bertugas menyusun genteng secara bertumpuk sebagai benteng selagi para pemain bersembunyi, kemudian setelah susunan genteng telah berdiri secara sempurna, Ucing mulai menjaga susunan genteng agar tidak dirobohkan sembari mencari para pemain.

Apabila pemain terlihat atau ditemukan, Ucing harus menyebutkan nama pemain kemudian menginjak batu sembari berteriak BANCAKAN! sebagai tanda bahwa persembunyian pemain telah terbongkar dan pemain diharuskan keluar dari tempat persembunyiannya, sampai semua pemain ditemukan, kemudian permainan dimulai lagi dengan hompimpa untuk menentukan Ucing yang baru.
[sunting]

Pemain

Pemain selain harus bersembunyi dari Nu Jadi Ucing, pemain juga diharuskan menyerang benteng Nu Jadi Ucing, untuk ditoker sampai ngalayah sebagai tanda bahwa benteng telah dirobohkan dan Ucing wajib mempertanggungjawabkan kekalahannya dengan menjadi ucing lagi dalam ronde berikutnya sampai Nu Jadi Ucing sukses dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga.

Apabila Pemain ditemukan dan ternyata baik Nu Jadi Ucing maupun peserta yang ditemukan sama-sama jauh dari benteng, maka mereka berdua harus berlomba untuk mencapai benteng dan menuntaskan misi masing-masing.
the-ray-man - 28/02/2010 01:00 PM
#28

ID : the-ray-man
Katagori : Permainan Rakyat
Karya :Permainan Cip Dor (Lampung)
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya

Spoiler for ,


Permainan Cip Dor (Lampung)


Cip dor adalah permainan seperti kucing-kucingan. Permainan ini biasanya disenangi oleh anak perempuan. Mereka yang terlibat dalam permainan tersebut lebih dari empat orang. Tempat yang digunakan untuk bermain cip dor harus luas agar anak-anak dapat berlari dengan leluasa. Cara bermain cip dor dimulai dengan mencari siapa yang akan menjadi kucingnya. Baru kemudian yang lainnya berlari menghindari kejaran kucing. Kalau sudah sulit untuk menghindari kejaran kucing, pemain dapat berhenti sambil mengucapkan kata “cip”. Dia berdiri seperti patung dengan kedua belah tangan dilipat mengilang di dada. Dia tidak boleh bergerak sebelum ditepuk atau disentuh oleh temannya yang sedang bebas berlari sambil mengucapkan “dor”. Pergantian pemain dilakukan jika seseorang yang dikejar kucin tertangkap tanpa sempat mengucapkan “cip”. Cara lainnya adalah jika yang dikejar kucing sudah menyatakan “cip” semuanya. Dengan demikian, dia
the-ray-man - 28/02/2010 01:12 PM
#29

ID : the-ray-man
Katagori : Permainan Rakyat
Karya :Permainan Nobangan (Sulawesi Tengah)
Sumber : http://uun-halimah.blogspot.com/2008/05/permainan-nobangan-sulawesi-tengah.html
Keterangan : Artikelnya


Spoiler for ,


Permainan Nobangan (Sulawesi Tengah)


Pengantar
Nobangan adalah sebutan bagi orang Kaili di Sulawesi Tengah untuk sebuah permainan melempar kemiri yang dijadikan gacu ke sebuah lingkaran yang di dalamnya terdapat kemiri lain sebagai taruhannya. Nobangan itu sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “no” dan “banga”. “No” adalah kata awalan yang menunjukkan kata kerja dan “banga”, yang secara harafiah berarti “tempurung kelapa”, dalam permainan nobangan berarti suatu kejadian pada saat gacu mengenai dan mengeluarkan kemiri taruhan dari dalam lingkaran. Saat itu para pemain akan berteriak mobanga. Jadi, kata mobanga sebenarnya hanya berhubungan dengan kena atau tidaknya gacu pada taruhan yang ada di dalam lingkaran.

Pemain
Permainan nobangan ini dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak, yang pada umumnya dilakukan oleh anak laki-laki usia 7--14 tahun. Jumlah pemainnya 2--6 orang.

Tempat Permainan
Permainan yang disebut sebagai nobangan ini tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang khusus. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tepi pantai, di tanah lapang atau di pekarangan rumah. Di dalam arena permainan tersebut akan dibuat sebuah lingkaran yang berdiameter sekitar 10 cm. sedangkan, jarak antara garis batas lemparan pemain dengan lingkaran sekitar 6--10 meter.

Peralatan Permainan
Peralatan yang digunakan adalah beberapa buah kemiri. Kemiri-kemiri tersebut nantinya ada yang digunakan sebagai pelontar (pataba) dan ada yang dijadikan sebagai taruhan (potaa). Kemiri yang akan digunakan sebagai taruhan (potaa) jumlahnya sekitar 4--5 biji untuk setiap pemain. Sedangkan, kemiri yang akan dijadikan pataba bentuknya lebih besar yang dihiasi dengan satu atau dua helai bulu ekor ayam jantan yang panjang dan beberapa helai bulu lainnya yang lebih kecil dan pendek. Cara membuat pataba ini, mula-mula kemiri yang telah dipilih, dilubangi pada bagian atasnya kira-kira sebesar ujung tangkai bulu ekor ayam jantan dengan menggunakan pisau atau bor. Selanjutnya seluruh isi kemiri dikeluarkan, sehingga terdapat rongga pada buah kemiri itu. Setelah itu, dimasukkan ujung tangkai bulu ekor ayam jantan, lalu diteteskan tima putih cair. Apabila tima putih telah kering, disekitar bulu ayam jantan yang panjang itu, dipasang lagi bulu yang diambil pada bagian leher atau bagian punggung ayam dan dibalut dengan tarujanese.

Aturan Permainan
Aturan permainan nobangan adalah sebagai berikut: (1) pada saat melontar, pemain tidak boleh melewati garis batas; (2) pemain yang pataba-nya mengenai kemiri taruhan (potaa) hingga keluar dari lingkaran, dapat mengambil potaa tersebut dan mengulangi melontar; (3) apabila lontaran tidak berhasil mengenai potaa, maka posisinya akan digantikan oleh pemain lain; dan (4) pemain yang dapat mengumpulkan potaa paling banyak, dinyatakan sebagai pemenang.

Jalannya Permainan
Ada tiga tahap yang harus dilalui atau dilakukan dalam permainan ini. Pertama, tahap pengundian sebelum permainan dimulai, dengan cara melontarkan pataba ke arah lingkaran. Pemain yang dapat memasukkan pataba-nya ke dalam lingkaran akan memulai permainan. Namun, apabila tidak ada seorang pun yang dapat memasukkan pataba-nya ke dalam lingkaran, maka pataba yang paling dekat dengan lingkaran akan memulai permainan. Apabila ada beberapa pataba yang jaraknya sama, maka pelontarnya diharuskan untuk melontar kembali. Tahap kedua, pemain yang mendapat kesempatan memulai permainan akan mengumpulkan kemiri taruhan dari setiap pemain untuk ditaruh di dalam Lingkaran. Tahap ketiga, yaitu setelah kemiri taruhan berada di dalam lingkaran, pemain akan mulai melontarkan pataba-nya. Apabila pataba dapat mengenai taruhan (potaa), maka buah kemiri taruhan tersebut menjadi milik si pelontar dan selanjutnya akan melontarkan kembali pataba-nya. Begitu seterusnya, hingga potaa dalam lingkaran habis. Namun, apabila tidak ada satu kemiri taruhan pun yang dapat dikenai, maka pelontar harus digantikan oleh pemain yang lain. Pemain yang dapat mengumpulkan buah kemiri taruhan paling banyak dinyatakan sebagai pemenang.

Nilai Budaya
Nilai yang terkandung dalam permainan nobangan adalah: ketangkasan, kecermatan, keuletan, dan sportivitas. Nilai ketangkasan, kecermatan dan keuletan tercermin dari usaha para pemain untuk dapat mengenai kemiri taruhan, walaupun posisinya terkadang sangat sulit. Dan, nilai sportivitas tercermin tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menyerahkan buah-buah kemiri yang menjadi taruhan kepada lawan main yang keluar sebagai pemenangnya. (pepeng)
capt_alfons - 03/03/2010 04:35 PM
#30

Kaskus ID : capt_alfons

Kategori : Permainan Rakyat

Bentuk Karya : Permainan Madudutu Lese (Maluku)

Sumber : http://aligufron.multiply.com/journal/item/16/Permainan_Madudutu_Lese_Maluku

Keterangan : Madudutu Lese adalah permainan tradisional rakyat Maluku


Spoiler for Madudutu Lese


Asal Usul

Madudutu lese artinya “banting badan”. Dinamakan demikian, karena dalam permainan ini masing-masing pemain berusaha sekuat tenaga agar dapat membanting badan atau tubuh lawannya sehingga jatuh ke tanah dan tidak lagi berdaya untuk membalas bantingan tersebut. Permainan madudutu lese terdapat di Puau Halmahera, tepatnya di Kecamatan Sahu dan Kecamatan Jailolo, Kabupaten Maluku Utara. Pada mulanya madudutu lese hanya dilakukan pada waktu malam hari sebelum diadakan upacara Waleng yaitu upacara adat yang biasa dilakukan sesudah panen padi. Namun, madudutu lese tidak terikat pada waleng, karena keduanya adalah dua hal yang berbeda. Jadi, pelaksana waleng tidak beranggung jawab atas jalannya madudutu lese dan sebaliknya, pelaksana madudutu lese pun tidak beranggung jawab terhadap jalannya upacara waleng. Saat ini permainan madudutu lese dapat dimainkan kapan saja tanpa harus menunggu adanya upacara waleng terlebih dahulu.

Pemain

Madudutu lese hanya dimainkan oleh laki-laki dewasa yang dianggap sudah mahir berkelahi, sehingga jika bermain tidak terlalu membahayakan keselamatannya. Permainan ini terdiri dari 2 orang atau satu lawan satu dan dilaksanakan secara bertingkat. Artinya, yang menang melawan yang menang lagi sehingga selesai bermain tinggal beberapa orang saja. Permainan ini dapat 7 atau 9 malam berturut-turut menurut pelaksanaan upacara Waleng.

Tempat dan Peralatan Permainan

Permainan madudutu lese tidak memerlukan tempat yang luas (10 x 10 meter), karena satu kali pertandingan hanya diikuti oleh dua orang. Halaman rumah atau tanah yang agak lapang sudah cukup untuk menyelenggarakan permainan. Madudutu lese juga tidak memerlukan peralatan tertentu untuk membantu jalannya permainan, karena untuk menjatuhkan lawan hanya diperlukan kekuatan tubuh yang disalurkan melalui tangan dan kaki.

Aturan dan Proses Permainan

Aturan permaian tergolong mudah, yaitu siapa yang dapat menjatuhkan atau membanting lawannya maka dia dianggap sebagai pemenangnya. Pada saat pertandingan dimulai, pemain berdiri berhadapan sambil memegang ikat pinggang lawannya. Setelah wasit memberikan aba-aba, para pemain berusaha untuk membanting dengan tangan tetap berada pada ikat pinggang lawan tersebut. Ada beberapa cara untuk merobohkan lawan antara lain: labit rou, yaitu mengaitkan kaki lawan dari bagian luar atau dari dalam; badu bolon, yaitu membanting lawan dengan cara menjepit kaki lawan dengan kedua lutut sendiri, dan sementara itu tangan yang memegang ikat pinggang membanting ke kiri atau kekanan; sikur, yaitu mengangkat lawan dengan kedua lengan pada kain pengikat pnggang kemudian berusaha membanting lawan itu ke tanah; dan si wale, yaitu melemparkan lawan ke tanah tetapi tangan tidak boleh terlepas dari ikat pinggang lawan tersebut. Apabila seorang pemain dapat menjatuhkan lawannya maka ia dinyatakan sebagai pemenang dan nantinya akan berhadapan lagi dengan pemenang dari pertandingan lainnya. Begitu seterusnya hingga tinggal dua pemain terakhir yang selalu menang berhadapan satu sama lain untuk mendapatkan pemenang utama.

Nilai Budaya

Nilai yang terkandung dalam permainan rampuat kakaran adalah keterampilan, kerja keras, kerja sama, dan sportivitas. Nilai keterampilan tercermin dari keterampilan membawa bilah bambu dalam berbagai posisi dan ketepatan mengenai bilah bambu lawannya. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk mengenai bilah bambu lawan. Kemudian, nilai kerja sama tercermin dari kekompakan pemain dalam berusaha memperoleh poin agar bisa memenangkan permainan. Dan, nilai sportivitas tercermin dari adanya kesadaran bahwa dalam permainan tentunya ada pihak yang kalah dan memang. Oleh karena itu, setiap pemain dapat menerima kekalahan dengan lapang.
takum! - 19/03/2010 07:22 PM
#31

kaskus ID :takum!

kategori : Permainan Rakyat

bentuk karya : permainan kelereng

sumber : http://www.lautanindonesia.com/forum/permainan-klasik/kelereng-guli-marble/
http://briliansmart.blogspot.com/2009/08/sejarah-kelerang.html

keterangan : ini adalah artikel tentang kelereng

Spoiler for jenis permainan kelereng
Apa saja nama atau jenis permainan yang dapat kami mainkan dengan kelereng-kelereng tersebut? nama-nama permainan dengan kelereng yang masih saya ingat diantaranya adalah: PAL, Oles, Naga atau Apollo dan Tapo’ Lari (Tapo’ adalah bahasa melayu Pontianak yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya adalah sembunyi. jadi kalau betapo’ artinya bersembunyi)

main PAL, dimainkan oleh beberapa anak, minimal dimainkan oleh 2 orang, di atas tanah yang lembut (tidak kering). di atas tanah itu dibuat gambar dan garis yang terdiri dari 2 buah tanda yang menyerupai huruf N dan garis panjang sebagai pembatas (yang disebut sebagai PAL)

Main Oles, dimainkan oleh minimal 2 orang anak, diatas tanah. Diatas Tanah dibuat sebuah lingkaran yang luasnya dapat dikehendaki oleh pemain sesuka hati. Namun rata-rata jari-jari lingkaran yang biasa digunakan sekitar 30-50 CM. di tengah-tengah lingkaran itu di letakkan beberapa buah kelereng hasil taruhan atau pasangan setiap pemain. jika yang bermain 3 orang, dan pasangan atau taruhannya 4 buah kelereng, maka jumlah di tengah lingkaran itu adalah 3×4=12 buah kelereng.
Cara bermain Oles. dalam permainan oles ini setiap anak diberi kesempatan satu kali setiap sesi.


Spoiler for Sejarah Kelereng


Orang Betawi menyebut kelereng dengan nama gundu. Orang Jawa, neker. Di Sunda, kaleci. Palembang, ekar, di Banjar, kleker. Nah, ternyata, kelereng juga punya sejarah. Ini kuketahui saat membaca majalah Intisari edisi Desember 2004, rubrik asal-usul, hal 92.

Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil. Lain halnya di Belanda, para Sinyo-Sinyo itu menyebutnya dengan knikkers. Lantas, adakah pengaruh Belanda, khususnya di Jawa, knikkers diserap menjadi nekker? Mengingat, Belanda pernah ‘numpang hidup’ di Indonesia.

Tahun, 1694. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris telah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.

Kelereng populer di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke-16 hingga 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya adalah tanah liat dan diproduksi besar-besaran.

Jauh pada peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa.

Pada masa Rowami, permainan Kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.

Salah seorang penggemar kelereng adalah Octavian, kelak menjadi Kaisar Agustus. Layaknya permainan, di Romawi saat itu juga mempunyai aturan-aturan resmi. Peraturan tersebut menjadi dasar permainan sekarang.

Teknologi pembuatan kelereng kaca ditemukan pada 1864 di Jerman. Kelerang yang semula satu warna, menjadi berwarna-warni mirip permen. Teknologi ini segera menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun, akibat Perang Dunia II, pengiriman mesin pembuat kelereng itu sempat terhenti dan akhirnya masing-masing negara mengembangkannya sendiri.
bimoadjie - 04/04/2010 10:33 AM
#32

ID : bimoadjie
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Galah Asin(Gobak Sodor)
Sumber : http://artdianfemi.multiply.com/journal/item/53/Permainan_Tradisional_Indonesia
Keterangan : Artikel



Spoiler for For Galah Asin
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
bimoadjie - 04/04/2010 10:36 AM
#33

ID : bimoadjie
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Gasing
Sumber : http://artdianfemi.multiply.com/journal/item/53/Permainan_Tradisional_Indonesia
Keterangan : Artikel

Spoiler for Gasing
Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan
bimoadjie - 04/04/2010 10:38 AM
#34

ID : bimoadjie
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Kasti(Gebokan)
Sumber : http://artdianfemi.multiply.com/jour...onal_Indonesia
Keterangan : Artikel

Spoiler for Kasti(Gebokan)
Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.
rwinerk - 15/06/2010 06:40 PM
#35

ID : rwinerk
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Tarik tambang
Sumber : Wikipedia
Keterangan : Artikel mengenai Tarik Tambang

Spoiler for pengertian

Tarik tambang adalah salah satu lomba yang populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia


Spoiler for cara main

Pertandingan melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih peserta. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah.
Taktik permainan terletak pada penempatan pemain, kekuatan tarik dan pertahanan tumpuan kaki di tanah. Pada umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ditempatkan di ujung tali, untuk menahan ujung tali saat bertahan atau menghentak pada saat penarikan.


Spoiler for pict

Permainan Rakyat - Artikel
rwinerk - 15/06/2010 07:12 PM
#36

ID : rwinerk
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : Balap Karung
Sumber : Wikipedia
Keterangan : Artikel mengenai Balap Karung

Spoiler for balap karung
Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk.

Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.
scream.net - 19/06/2010 10:37 PM
#37
Permainan Anak Anak Sunda
kaskus ID : scream.net
kategori : Permainan Rakyat - Artikel
bentuk karya : Permainan Anak Anak Sunda
sumber :
keterangan : Permainan Anak Anak Sunda


Sekedar melanjutkan thread sebelumnya.. thread ini saya buat (meskipun nyontek dikit2 dari tetangga sebelah) biar agan agan terinspirasi untuk memberi cendol ke saya.. hehehe.. rame koq.. baca ajah...

Saya Orang Bandung, Saya Orang Sunda, apakah saya kreatif dan berani bereksperimen? Itu tergantung pandangan anda terhadap saya, tapi, Izinkan saya untuk “nga balakan” karena sebisa mungkin, saya akan berusaha membuktikan ke-Kreatif-an dan keberani saya untuk bereksperimen agar dapat menghidupkan kembali Budaya Sunda yang saya yakin suatu saat akan Berjaya Kembali.
Untuk sekedar menginspirasi saya akan mulai dari hal-hal yang kecil dulu, yang mungkin tidak ada hubungan nya dengan Kebudayaan Sunda, tapi saya pikir perlu untuk di bahas karena menurut saya ini adalah salah satu kekayaan khazanah Sunda yang sangat menarik, yaitu permainan anak-anak di Bandung pada Jaman dulu, saya yakin, tidak semua orang mengenal permainan-permainan ini, tapi bagi yang sudah mengenal nya, mungkin anda akan tersenyum sendiri dan mengingat kembali kenangan indah masa kecil anda. “hehe, abdi oge kitu Kang, Ceu..”
Ada beberapa permainan anak yang pada “masa” nya dulu sangat di gemari oleh anak-anak, yang menurut saya lebih mendidik anak dari pada permainan jaman sekarang yang justru sama sekali tidak mendidik, kita ambil salah satu contoh permainan anak jaman dulu yaitu “Perepet Jengkol” pernah dengar permainan ini? Atau bahkan pernah main? Hehe,, (bagi yang baru mendengar Perepet Jengkol, lihat penjelasan nya di bawah) menurut saya permainan Perepet Jengkol mendidik dalam hal kerja sama tim, karena dalam permainan ini membutuhkan kerja sama agar tetap seimbang selama bermain, tidak seperti permainan jaman sekarang yang justru menimbulkan perselisihan, seperti Play Station yang justru membuat anak yang satu dengan yang lain nya saling mengejek karena jagoan nya kalah, selain itu Play Station membuat anak-anak kecanduan memainkan nya.
Saya akan mencoba menuliskan beberapa permainan anak-anak sunda jaman dulu yang cukup terkenal, di sebut terkenal karena waktu saya kecil, permainan-permainan ini bisa di temukan di berbagai tempat di Jawa Barat, meskipun berbeda-beda nama permainan nya, tetapi secara keseluruhan, peraturan dan cara permainan nya sama, saya kurang mengetahui bagaimana cara menyebar luasnya permainan-permainan ini, ada yang tahu?

1. Perepet Jengkol

Permainan ini dilakukan oleh 3-4 anak perempuan atau lelaki. Pemain berdiri saling membelakangi, berpegangan tangan, dan salah satu kaki saling berkaitan di arah belakang. Dengan berdiri dengan sebelah kaki, pemain harus menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh, sambil bergerak berputar ke arah kiri atau kanan menuruti aba-aba si “dalang”, yang bertepuk tangan sambil melantunkan kawih (nyanyian) :

“Perepet jengkol jajahean.., Kadempet kohkol jejeretean…”

Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah dalam permainan ini. Jadi, jenis permainan ini hanya dimainkan untukbersenang-senang pada saat terang bulan.

Permainan Rakyat - Artikel

2. Oray – Orayan

Permainan ini dimainkan beberapa anak perempuan maupun lelaki di lapangan terbuka. Para pemain saling memegang ujung baju bagian belakang teman didepannya untuk membentuk barisan panjang. Pemain terdepan berusaha menangkap pemain yang paling belakang yang akan menghindar, sehingga barisan bergerak-meliuk-liuk seperti ular, tetapi barisan itu tidak boleh terputus. Sambil bermain, pemain melantunkan kawih.

”Oray-orayan luar leor ka sawah …,
Tong ka sawah parena keur sedeng beukah
Oray-orayan luar leor ka kebon …,
Tong ka kebon aya barudak keur ngangon”

Permainan Rakyat - Artikel

3. Gatrik

Permainan dimainkan oleh dua orang atau dua regu yang beranggotakan beberapa orang. Alat yang dimainkan adalah tongkat pemukul terbuat dari kayu dan potongan kayu sepanjang seperempat tongkat pemukul, yang biasa disebut “anak gatrik”. Anak gatrik diletakkan di lubang miring dan sempit dengan setengah panjangnya menyembul di permukaan tanah. Ujung anak gatrik dipukul dengan tongkat pemukul. Anak gatrik kembali dipukul sejauh-jauhnya ketika
terlontar ke udara. Bila anak gatrik tertangkap lawan, pemain dinyatakan kalah. Bila tidak tertangkap, jarak antara lubang dan tempat jatuhnya dihitung untukmenentukan pemenangnya.

Permainan Rakyat - Artikel

4. Paciwit – ciwit Lutung

Permainan ini dilakukan oleh 3-4 orang anak, baik anak perempuan maupun lelaki. Setiap pemain berusaha saling mendahului mencubit (nyiwit) punggung tangan di urutan teratas sambil melantunkan kawih :

“Paciwit-ciwit lutung, Si Lutung pindah ka tungtung, Paciwit-ciwit lutung, Si Lutung pindah ka tungtung”

Pada umumnya, tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah. Jadi, jenis permainan ini semata-mata dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu pada malam terang bulan.

Permainan Rakyat - Artikel

5. Sondah
Permainan ini pada umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang dibuat di tanah.
Setiap pemain memegang sepotong pecahan genteng atau batu pipih, yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak permainan. Pemain melompat-Iompat dari kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi pecahan genting tidak boleh diinjak. Pemain dinyatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak. Pemain pertama disebut mi-hiji, kedua mi-dua, ketiga mi-tilu, dan seterusnya.

Permainan Rakyat - Artikel

6. Jajangkungan
Permainan Jajangkungan dimainkan dengan sepasang tongkat atau galah, yang terbuat dari kayu atau bambu. Tumpuan untuk pijakan kaki dibuat pada ketinggian 30 - 60 cm dari ujung bawah tongkat. Beberapa orang pemain dapat serentak memainkannya bersama-sama.
Permainan ini biasa digabungkan dengan jenis permainan lain, seperti adu lari atau sepak bola. Ada kalanya, penilaian hanya pada adu ketahanan berjalan di atas jajangkungan sambil saling menendang kaki jajangkungan lawan bermain. Pemain yang terjatuh dinyatakan kalah.

Permainan Rakyat - Artikel

Masih banyak permainan anak-anak khas Sunda yang lain nya yang tidak saya jelaskan di sini, seperti Ucing Sumput (bahasa keren nya Hide And Seek, Hehe..), Ucing Kub, Congklak, Sapintrong, Galah Asin, Sorodot Gaplok, dan masih banyak lagi permainan – permainan anak yang menarik lain nya.


iloveindonesia
Adjhei - 12/07/2010 03:31 PM
#38
Dakon, mainan rakyat yang hilang
kaskus ID : Adjhei
kategori : Permainan Rakyat - Artikel
bentuk karya : Dakon, mainan rakyat yang hilang
sumber :
keterangan : Dakon, mainan rakyat yang hilang

Permainan dakon dikenal sebagai permainan tradisional masyarakat Jawa sekalipun permainan ini dikenal juga di daerah lain. Pada masa lalu permainan ini sangat lazim dimainkan oleh anak-anak bahkan remaja wanita. Tidak ada yang tahu mengapa permainan ini identik dengan dunia wanita. Menurut beberapa pendapat karena permainan ini identik atau berhubungan erat dengan manajemen atau pengelolaan keuangan. Pada masa lalu (bahkan hingga kini) kaum hawa disadari atau tidak berperanan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Dakon dianggap menjadi sarana pelatihan terhadap pengelolaan atau manajemen keuangan tersebut. Untuk kaum adam mungkin permainan semacam ini dianggap terlalu feminine, kurang menantang, tidak memerlukan kegiatan otot dan pengerahan tenaga yang lebih banyak. Jadi, barangkali dianggap terlalu lembut.

Pada saat sekarang permainan dakon ini boleh dikatakan tidak ada lagi. Anak-anak putri sekarang lebih tertarik bermain boneka Barbie, melihat sinetron, atau bermainn play station. Permainan dakon barangkali dianggap telah kuno, ketinggalan zaman, atau bahkan dianggap udik.

Umumnya permainan dakon pada zaman dulu dilakukan di pendapa, beranda rumah, atau di bawah pohon yang rindang dengan terlebih dulu menggelar tikar. Untuk memulai permainan yang melibatkan dua orang ini, keduanya akan mengundi atau ping sut untuk menentukan siapa yang jalan duluan.

Lubang pada papan dakon berjumlah 16 buah. Masing-masing sisi papan dakon terdapat 7 buah lubang dan 2 buah lubang di masing-masing pojokan/ujung papannya. Untuk memainkannya biasanya diperlukan biji-bijian untuk isian lubang-lubangnya. Umumnya biji yang digunakan untuk permainan ini adalah biji buah sawo. Mengapa biji buah sawo ? Jawabannya adalah karena tanaman sawo umumnya terdapat di hampir semua pekarangan (depan) rumah-rumah Jawa di masa lalu, khususnya rumah-rumah orang yang cukup mampu. Lebih-lebih rumah ningrat yang memiliki pendapa. Kecuali itu butiran biji sawo tidak terlalu kecil untuk dicomot. Permukaannya licin sehingga cukup mudah untuk diluncurkan dari genggaman sekaligus cukup mudah juga untuk digenggam telapak tangan. Selain itu, biji buah sawo yang dinamakan kecik itu secara visual memang tampak lebih eksotik (barangkali).

Untuk permainan dakon yang juga dinamakan congklak itu diperlukan 98 buah biji sawo. Masing-masing sisi dakon yang memiliki 7 buah lubang itu diisi 7 buah biji untuk masing-masing lubangnya. Jadi, masing-masing pemain memiliki 49 buah biji kecik yang siap dijalankan. Sedangkan lubang di bagian ujung (pojok) dakon dikosongkan untuk menampung sisa biji ketika permainan dijalankan.

Berikut sebuah gambar permainan dakon yang berasal dari masa lalu. Cermati detail penampilan kedua orang yang bermain dakon itu. Pakaiannya masih pakaian Jawa gaya jadul. Juga model dandanan rambutnya. Belum ada yang bermodel dicat (semir), dikeriting, diblow, dan sebagainya. Gambar atau foto ini diharapkan mampu menggugah kenangan Anda di masa lalu (khususnya generasi tua) yang pernah bersentuhan dengan permainan dakon. Anda mesti ingat bahwa permainan ini sesungguhnya merupakan serpihan kecil dari unsur pembentuk budaya dan karakter bangsa. Daripadanya sesungguhnya kita bisa memetik banyak manfaat yang kadang kita sendiri tidak menyadarinya. Dengan permainan itu kita telah dilatih untuk terampil, cermat, sportif, jujur, adil, tepa selira, dan akrab dengan orang lain (teman).

TS[/FONT][/SIZE]
Sumber: Europese Bibliotheek-Zaltbommel, 1970, De Javaansche Vorstenlanden in Oude Ansichten, Nederland.

Permainan Rakyat - Artikel

Permainan Rakyat - Artikel
fahroeddin - 03/08/2010 11:36 AM
#39
Engklek
ID : fahroeddin
Katagori : Permainan Rakyat
Karya : engklek
Sumber : Sumber
Keterangan : Artikelnya


Spoiler for engklek
pasti kalian tahu sama Dance Dance Revolution Series yang pasti ada di setiap tempat video game seperti Timezone, GameMaster, dsb…
beberapa permainan produk luar ini makin berevolusi dan mewabah di negara kita, ini nggak lepas dari peranan globalisasi. suksesnya globalisasi hampir membabat habis produk2 asli dalam negeri.
padahal banyak sekali permainan2 warisan orang- orang generasi terdahulu yang nggak kalah menarik untuk dimainkan salah satunya adalah engklek.
cara memainkannya adalah, pertama membikin arena main terlebih dahulu dengan cara membuat petak2 menyerupai palang merah yang dibagi-bagi menjadi 5 kotak dan ditambah 2 kotak sebagai tangga. kemudian Alat pendukung yang dibutuhkan adalah pecahan genting atau batu sebagai umpan. Umpan ini dalam bahasa jawa biasa disebut ’gacuk’. Permainan ini juga merupakan permainan kelompok. yang seru di permainan ini adalah ketika kelompok yang kalah harus mendapat hukuman menggendong kelompok yang menang. Pemain yang menang dalam undian suit berkesempatan bermain lebih dahulu. Pemain tersebut melempar gacuk kedalam kotak pertama pada area permainan yang berbentuk palang merah. Kemudian pemain melompat-lompat dengan satu kaki (engklek) pada kotak-kotak lain sampai kembali kekotak pertama sambil mengambil kembali gacuk yang tadi telah dilemparkan di kotak pertama. Selanjutnya pemain tersebut melempar gacuk ke kotak yang kedua lalu melompat-lompat lagi seperti cara yang pertama dan seterusnya sampai gacuk dilemparkan pada kotak yang terakhir.semakin besar angka kotak yang harus dilempari gacuk, maka semakin jauh pula gacuk harus dilemparkan. Apabila pemain tidak dapat melempar gacuk kedalam kotak yang semestinya, maka permainannya dianggap mati dan kelompok lawan berkesempatan untuk bermain. Kelompok yang dapat menyelesaikan tugasnya melempar gacuk sampai kotak yang terakhir, maka kelompok inilah yang menang dan berhak di gendong ke suatu tempat yang telah disepakati bersama.



gambar:
Spoiler for contoh
http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/o2zone/5nfKn5g986zu6dU6xZD8C2zxGQcc25y3wSK5h1CXaWgUY zxByfAEDfoSjYNx/engklek.jpg.scaled.1000.jpg
Frizy_87 - 07/08/2010 04:50 AM
#40
Permainan Anak Aceh
Kaskus ID : Frizy_87
Kategori : Permainan Rakyat anak aceh
Bentuk Karya : Artikel mengenai permainan anak tradisional aceh
Sumber : http://lidahtinta.wordpress.com/2009/04/04/permainan-tradisional-aceh/
Keterangan : Artikel mengenai permainan anak Tradisional Aceh

Spoiler for Permainan Tradisional aceh



Permainan Tradisional aceh
Permainan tradisional merupakan sejumlah lakon sehari-hari dalam masyarakat yang kemudian disejajarkan menjadi sebuah keriangan. Ia lalu dijadikan sebagai sebuah permainan yang hidup dan berkembangan dalam masyarakat secara regenerasi.

Seluruh daerah di permukaan bumi ini memiliki permainan tradisional. Namun, permainan tradisional sudah hampir terpinggirkan dan tergantikan dengan permainan modern. Hal ini terutama terjadi di kota-kota besar.

Di Aceh sendiri, tercatat sejumlah permainan dalam masyarakatnya. Permainan yang sudah hidup dan berkembang sejak zaman dahulu (tak ditentukan) itu menjadi patut diketahui oleh anak-anak Aceh sekarang, minimal sebagai ingatan terhadap suatu yang pernah ada di Bumi Fansuri ini. Pentingnya permainan tradisional bagi anak-anak adalah terhadap perkembangan jiwa, fisik, dan mental anak. Karena itu, berikut kami coba hadirkan sejumlah permainan tradisional masyarakat Aceh yang oleh masyarakat di sini terkadang menjadikannya sebagai ajang kompetisi.[/FONT][/B]


Spoiler for Geulayang Tunang


Geulayang Tunang terdiri atas dua kata, yaitu geulayang yang berarti layang-layang dan tunang berarti pertandingan. Dari namanya jelas mempertegas bahwa geulayang tunang merupakan pertandingan layang-layang atau adu layang yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Permainan ini sangat digemari masyarakat di berbagai daerah di Aceh. Mengenai nama permainan jenis ini, ada pula yang menyebutnya adu geulayang. Kedua istilah yang disebutkan terakhir memiliki maksud dan arti yang sama.

Pada zaman dahulu, permainan ini diselenggarakan sebagai pengisi waktu setelah masyarakat suatu tempat panen padi. Sebagai pengisi waktu, permainan ini sangat bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sering kali dilombakan dalam acara peringatan hari kemerdekaan RI atau even-even kebudayaan lainnya di Aceh semisal Pekan Kebudayaan Aceh.[/FONT][/B]



Spoiler for Geudeue-geudeue



Geudeue-geudeue
Geudeue-geudeue atau ada yang menyebutnya due-due adalah permainan ketangkasan yang terdapat di daerah Pidie. Di samping ketangkasan, kegesitan, keberanian, dan ketabahan, pemain geudeue-geudeue harus bertubuh tegap dan kuat serta memiliki otot yang meyakinkan. Permainan ini kadang-kadang berbahaya, karena merupakan permainan adu kekuatan.

Permainan ini dilakukan oleh seorang yang berbadan tegap. Mulanya dia tampil di arena menantang dua orang lain yang juga bertubuh tegap. Pihak pertama mengajak pihak kedua yang terdiri atas dua orang supaya menyerbu kepada yang menantang. Ketika terjadi penyerbuan, pihak pertama memukul dan menghempaskan penyerangnya (pok), sedangkan pihak yang pihak kedua menghempaskan pihak yang pertama.

Dalam tiap permainan, bertindak empat orang juru pemisah yang disebut ureueng seumubla (juri), yang berdiri selang-seling mengawasi setiap pemain. Permainan ini mirip dengan olahraga sumo Jepang, bedanya hanya pada jumlah pemain.[/FONT][/B]



Spoiler for Peupok Leumo



Peupok Leumo
Peupok Leumo adalah sejenis permainan yang khas terdapat di Aceh Besar. Permainan ini merupakan suatu permainan mengadu sapi. Permainan ini sebelumnya berkembang di kalangan peternak sapi. Zaman dahulu, lazimnya peupok leumo diselenggarakan oleh sekelompok peternak yang berada pada satu lokasi seperti yang berada pada satu kampung atau lebih luas lagi satu mukim, yang diselenggarakan seminggu sekali. Hari penyelenggaraan permainan ini biasanya setiap Minggu atau Jumat, tetapi tidak tertutup kemunginan di hari lainnya. Lazimnya dilaksanakn pada sore hari, sekitar pukul 16.00-18.00 WIB atau selepas asar.

Selaian peupok leumo yang mirip dengan karapan sapi di Betawi, masih ada lagi acara peupok leumo tunang, yaitu permainan peupok leumo untuk mencari sapi yang akan keluar sebagai pemenang. Acara peupok leumo tunang ini biasanya diselenggarakan dengan menggunaka panitia dan dewan juri. Persoalan waktu, tergantung kepada cuaca dan musim-musim tertentu, seperti sehabis panen atau waktu lain seperti pada hari-hari besar dan sebagainya.[/FONT][/B]


Spoiler for Pacu Kude



Pacu Kude
Pacu Kude dapat diartikan duduk di atas kuda yang lari atau dapat diartikan sebagai pacuan kuda. Permainan ini terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini karena daerah Takengon terdapat padang rumput yang sangat luas serta kuda memang alat angkutan yang sangat praktis di daerah pegunungan, di samping untuk membajak sawah.

Sehabis panen, biasanya kuda-kuda ini tidak mempunyai kegiatan apa-apa yang dianggap penting. Waktu-waktu seperti itu sering kuda-kuda tersebut berlari-lari berkelompok. Kebiasaan ini dikoordinir akhirnya terbentuk permainan pacu kude.

Pada awalnya permainan ini adalah permainan informal, tidak ada aturan yang baku untuk dilaksanakan. Namun, lama kelamaan, permainan ini ditingkatkan menjadi permainan resmi dan terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi.[/FONT][/B]


Spoiler for Bola Keranjang



Bola Keranjang
Bola keranjang atau bahasa Gayo disebut dengan tipak rege merupakan sejenis permainan bola yang dibuat dari rotan belah yang dipergunakan pada permainan sepak raga (sepak takraw). Permainan ini sudah jarang sekali dilakukan. Pada bola keranjang diikat rumbai-rumbai kain yang ber*warna merah, putih, dan hitam, sebanyak 15 helai.

Zaman masa dahulu, sepak raga merupakan sejenis permai*nan rakyat. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak, remaja/pemuda maupun orang-orang dewasa. Mereka me*manfaatkan waktu-waktu senggangnya dengan permainan ini.[/FONT][/B]


Spoiler for Lenggang Rotan



Lenggang Rotan
Lenggang rotan merupakan jenis permainan yang terbuat dari rotan kecil yang dibuat melingkat seperti gelang besar. Rotan yang digunakan biasanya seukuran jempol tangan atau bisa lebih kecil. Rotan yang sudah dilingkarkan seperti gelang besar akan dimainkan di pinggang sambil menggoyang pinggang. Rotan tersebut akan berputar. Orang yang rotannya jatuh terlebih dahulu dianggap kalah. Permaianan ini umumnya juga terdapat di dataran tinggi Gayo, karena di sana memang terdapat banyak rotan[/FONT][/B]



shakehand2 :2thumbup :thumbup
recsel :toast
ilovekaskus iloveindonesia
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Permainan Rakyat > Permainan Rakyat - Artikel