ACTIVITY & HOBBY
Home > LOEKELOE > ACTIVITY & HOBBY > Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks
Total Views: 208546 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 221 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

ahocool - 21/04/2010 02:58 PM
#141

Quote:
Original Posted By kbid3
ente biasanya memprogramnya pakai apa bro ? D
saia biasanya pakai bascom (baik utk mcs 51 or avr)
klo pakai codevisionAVR (bhs C) punya refernsinya ga?
iloveindonesia

tenkyu


untuk mcs51 aku dulu full bahasa asembly pas kuliah ..

kalo AVR aku pake : AVR STUDIO nya atmel ( free) + WinAVR ( crack)
ntar programnya pake GCC ( C buat AVR )

kalo mo belajar ikut caraku aja lari ke www.avrfreaks.net
ahocool - 22/04/2010 08:51 AM
#142

test 123....

ngetest kaskus kok aneh nehh

post ku ada di hal 8

tp di atas ga ada halaman 8
nemeziz99 - 24/04/2010 08:56 PM
#143

Quote:
Original Posted By ahocool
coil GUN ?? kayak yang dibuat anak sidoarjo yak ??
linknya di mari

1 kata ..SUSAH !!...yang dari sidoarjo itu anak'e dosen elektro ITS, pasti di LAB power ada alat ukur buat L...jadi gampang

kalo coba2 tanpa alat ukur....susah !!


Lho..lho gan, kok tau klo arek sidoarjo yg bwt coilgun itu anake dosen ITS??malu:malu
nemeziz99 - 24/04/2010 09:06 PM
#144
gabung
agan-agan smua.. akhirnya ketemu jg forum yg pas sm hobby.. hehe..
gabung euy..ilovekaskusilovekaskusilovekaskus
monzha - 25/04/2010 09:49 AM
#145

gan, DT-HiQ AVR USB ISP di SAN ELECTRONIC
PS.GENTENG LT.II Blok AD3-6, harga nya 190 rb.
wah harus ngumpulin duit nech, buat beli DT-HiQ AVR USB. D
nemeziz99 - 25/04/2010 11:34 AM
#146

Quote:
Original Posted By monzha
gan, DT-HiQ AVR USB ISP di SAN ELECTRONIC
PS.GENTENG LT.II Blok AD3-6, harga nya 190 rb.
wah harus ngumpulin duit nech, buat beli DT-HiQ AVR USB. D


iya gan di pasar genteng agak mahal..
kapan itu ane beli waktu pameran dapet 120k..
wajib beli gan.. praktis bgt.. hehe
monzha - 25/04/2010 12:00 PM
#147

Quote:
Original Posted By nemeziz99
iya gan di pasar genteng agak mahal..
kapan itu ane beli waktu pameran dapet 120k..
wajib beli gan.. praktis bgt.. hehe


lam kenal gan shakehand2, wah beli nya waktu pameran yaa.
dpt harga murah tuh gan. sayang aq di ygy ngak ada pameran produk begituan \(
ahocool - 25/04/2010 02:24 PM
#148

Quote:
Original Posted By nemeziz99
iya gan di pasar genteng agak mahal..
kapan itu ane beli waktu pameran dapet 120k..
wajib beli gan.. praktis bgt.. hehe


wahh..met gabung ya nakk....
anak ini yg juara itu looo....

https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=3905355


Spoiler for si nemeziz99 yang mantap ....


Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks

Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks

Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks

source: http://www.coilgun.ru/#10.1

“Senjata ini saya namakan EMG-M4. Untuk membuatnya membutuhkan waktu dua bulan,” ujar Miftah.


Siswa SMA Sidoarjo Ciptakan Senjata Api

Selasa, 20 April 2010 - 04:05 wib
SIDOARJO- Beberapa guru SMAN 1 Sidoarjo, pada Senin, 19 April, berkumpul di ruang wakil kepala sekolah. Tak lain, mereka ingin melihat senjata api yang dirakit oleh salah satu siswanya.

Pagi itu, Miftah Yama Fauzan (16), membawa senjata api yang berhasil mengantarkan Indonesia menjadi juara I mengalahkan pelajar Rusia dan Jerman dalam International Conference of Young Scientists (ICYS) pekan lalu. Sebelum masuk ruang wakil kepala sekolah, Miftah yang datang sambil memanggul tas panjang disambut oleh siswa-siswa lainnya.

Teman-temannya bergantian mengucapkan selamat menyambut Miftah. Dengan berseragam putih abu-abu, dia memanggul tas gendong. Di tangan kanannya membawa sebuah kotak warna hitam berbentuk persegi panjang.

Di dalamnya tas itu, berisi senjata laras panjang. Senjata itulah yang mengantarkannya menjadi juara dalam ajang internasional. “Senjata ini saya namakan EMG-M4. Untuk membuatnya membutuhkan waktu dua bulan,” ujar Miftah.

Meski rakitan, namun senjata laras panjang ini mirip seperti aslinya senjata yang digunakan Densus 88 Anti Teror. Demikian pula, mulai peluru, sampai sistem kerjanya tak ubahnya senjata api.

Bedanya, hanya pemicu senjata itu menggunakan kekuatan baterai yang dirangkai menggunakan rangkaian tertentu. Dengan baterai berkekuatan 12 volt masuk ke DC converter sehingga daya naik menjadi 300 volt. Tenaga dari baterai itu disimpan di enam kapasitor.

Setelah terkumpul, tenaga itu disalurkan ke kumparan dan mengubahnya menjadi magnet. Dari sinilah, peluru ditarik dengan kekuatan penuh dan ketika pelatuk ditekan, langsung melepaskan tembakan. ”Peluru yang saya gunakan dari besi veromagnetik. Senjata ini juga dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi jarak,” urai siswa kelas I SMA N 1 Sidoarjo ini.

Karena ada sensor deteksi jaraknya, jika jarak dekat, tenaga yang digunakan untuk melepaskan peluru menggunakan dua kapasitor. Sedangkan jarak sedang, menggunakan empat kapasitor, maka menggunakan tenaga di empat kapasitor. “Baru kalau jarak jauh, menggunakan tenaga di enam kapasitor sekaligus,” ujar siswa berkulit putih ini.

Jika menggunakan kekuatan penuh, lanjut Miftah, senjata rakitannya mampu menembus obyek dengan jarak 30 meter. Kekuatannya pun cukup besar dan bisa mengoyak obyek yang ditembak.

Meski demikian, Miftah mengaku belum puas dan masih ingin mengembangkan senjatanya ini.”Untuk kekuatannya masih bisa dikembangkan lagi agar jangkauannya lebih jauh. Kan senjata ini masik prototype awal,” ujarnya sembari menunjukkan komponen senjata rakitannya.

Putra guru besar ITS Mochamad Ashari itu menambahkan, dia pernah mencoba senapannya menembak tumpukan kaca. Ternyata, bisa memporak-porandakan tumpukan kaca itu. Berarti kekuatannya cukup besar. Padahal, lanjut dia, rangkaian senjata itu sejatinya adalah air soft gun yang dibeli secara terpisah melalui internet.

Untuk merangkai senpi itu, dia merogoh kocek sampai Rp1,5 juta. Pelajar yang tinggal di Wonoayu itu mengaku banyak belajar dari internet. Beberapa istilah penting yang didapat dari sana.

Dari melihat beberapa spesifikasi senjata di internet itulah, kemudian dia belajar merangkai sendiri senjata itu. Ternyata bapaknya yang menjadi guru besar di ITS, juga sangat membantunya dalam merakit senjata itu. “Jika sudah tidak bisa berpikir sendiri lagi, saya Tanya sama bapak,” akunya.

Miftah mengaku, meski sudah meraih juara I tingkat internasional, tidak membuatnya puas. Dia ingin mengembangkan apa yang dihasilkan sehingga bisa menjadi sebuah karya yang membanggakan
http://news.okezone.com/read/2010/04/20/337/324317/siswa-sma-sidoarjo-ciptakan-senjata-api


SISWA SMA SIDOARJO BUAT PROTOTIPE SENJATA ELEKTRONIK TANPA SUARA

Jakarta, 3/9/2009 (Kominfo-Newsroom) – Seorang siswa SMAN I Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil membuat prototipe senjata elektronik murah tanpa suara sebagai alternatif pengganti senjata api TNI/Polri, dan keberhasilannya itu telah menghantarkan dirinya menjadi juara II Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2009.

Siswa tersebut, Miftah Yama Fauzan, dalam LPIR yang diadakan pada bulan Agustus 2009 tersebut mengajukan penelitian mengenai senjata elektronik dengan biaya murah untuk merebut juara II di bidang fisika, mesin, dan elektro.

”Senjata elektronik murah dan tanpa suara tersebut modelnya mirip pistol, tapi amunisinya bisa menggunakan logam apa saja, dan tidak pakai bahan peledak karena sistemnya 100 persen elektronikal,” kata Miftah saat dihubungi pertelepon dalam siaran iptek voice di Kemeneg Ristek, Jakarta, Kamis (3/9).

Senjata tersebut saat digunakan menembak tidak mengeluarkan suara, dan prototipe yang dibuatnya itu memiliki jarak tembak efektif maksimal 15 meter. ”Proyektilnya boleh apa saja yang penting dari logam yang bisa dipakai dengan elektro magnit,” katanya.

Dalam lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR) 2009 tersebut, ia memilih tema

senjata elektronik murah tanpa suara, karena akhir-akhir ini ia mendengar informasi sering ada kecelakaan pesawat TNI akibat kurangnya anggaran untuk perawatan pesawat-pesawat tersebut.

Ia mengatakan, dengan pembuatan senjata elektronik tanpa suara ini diharapkan dapat menghemat anggaran, karena biayanya jauh lebih murah dari senjata yang dipakai oleh TNI/Polri sekarang.

Mengenai pembuatan senjata tersebut persiapannya tidak sulit, pembuatan hardwarenya dan lain-lain semuanya

tidak ada masalah, hanya pada waktu lomba tersebut pembuatan proposalnya saja yang agak kesulitan.

Menurutnya, pembuatannya dilakukan sendiri, sedangkan mengenai rumus-rumus, kecepatan peluru, energi untuk penembakan semua dicari di internet. Uji coba sudah pernah dilakukan dengan sasaran tembak kaca berketebalan 2 mm, dan kacanya pecah. Bentuk pelurunya mirip paku tumpul, diameternya 0,5 cm dan panjangnya 2 cm.

Disebutkan, senjata itu kalau dipakai sasarannya bisa untuk melumpuhkan atau mematikan, karena kekuatannya bisa diatur. Misalnya kalau Polri untuk menangkap penjahat kekuatannya bisa diturunkan, karena mungkin hanya untuk melumpuhkan saja, tetapi kalau kondisi perang, misalnya, maka pelurunya bica dikencangkan lagi.
http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/siswa-sma-sidoarjo-buat-prototipe-senjata-elektronik-t anpa-suara/

simbah koprol - 25/04/2010 04:29 PM
#149

jadi.kangen juga. di bandung 19 tahun yg lalu buat ta ngebangun sistem pakai 8088 + turbo assembler borland.. hampir tiap hari ke jaya plaza buat isi eprom.Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks
ahocool - 25/04/2010 05:11 PM
#150

Quote:
Original Posted By simbah koprol
jadi.kangen juga. di bandung 19 tahun yg lalu buat ta ngebangun sistem pakai 8088 + turbo assembler borland.. hampir tiap hari ke jaya plaza buat isi eprom.Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks


wahh..8088 nya intel... saya juga belajar pertamanya nya pake ini GAN
dulu di elektro-its dapet ilmu minimum system 8088 dari alm. pak tikno
pak tikno ini yg bawa 8088 dari amsterdam, trus bikin minimum systemnya
kalo aku seh di LAB ada eeprom writternya

sekarang dah jamannya AVR .... serba serial programmer / SPI / I2C pula
simbah koprol - 25/04/2010 07:11 PM
#151

Quote:
Original Posted By ahocool
wahh..8088 nya intel... saya juga belajar pertamanya nya pake ini GAN
dulu di elektro-its dapet ilmu minimum system 8088 dari alm. pak tikno
pak tikno ini yg bawa 8088 dari amsterdam, trus bikin minimum systemnya
kalo aku seh di LAB ada eeprom writternya

sekarang dah jamannya AVR .... serba serial programmer / SPI / I2C pula


iya gan, terakhir waktu ane gawe di engineering - sony pakainya uc fujitsu , komunikasi antar modul pake i2c..
sekarang ane malah jadi tukang ngelas, setelah 10 tahun menekuni program uc.. halah. malah oot ya..

gan, punya ide atau link cara buat CAN pakai wifi ? sekedar buat ngontrol input-output produksi doang sih.
simbah koprol - 25/04/2010 07:23 PM
#152

Quote:
Original Posted By ahocool
untuk mcs51 aku dulu full bahasa asembly pas kuliah ..
kalo AVR aku pake : AVR STUDIO nya atmel ( free) + WinAVR ( krack)
ntar programnya pake GCC ( C buat AVR )
kalo mo belajar ikut caraku aja lari ke www.avrfreaks.net


yup, rasanya ukuran memory lebih efisien kalau pake assembly. simulasi pake pinnacle 8052.
dulu sih nyari sample ic buatan maxim mudah banget. tinggal buka web, minta sample, 3 minggu kemudian datang.
nemeziz99 - 25/04/2010 11:19 PM
#153

Quote:
Original Posted By ahocool
wahh..met gabung ya nakk....
anak ini yg juara itu looo....

https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=3905355


Spoiler for si nemeziz99 yang mantap ....


Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks

Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks

Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks

source: http://www.coilgun.ru/#10.1

“Senjata ini saya namakan EMG-M4. Untuk membuatnya membutuhkan waktu dua bulan,” ujar Miftah.


Siswa SMA Sidoarjo Ciptakan Senjata Api

Selasa, 20 April 2010 - 04:05 wib
SIDOARJO- Beberapa guru SMAN 1 Sidoarjo, pada Senin, 19 April, berkumpul di ruang wakil kepala sekolah. Tak lain, mereka ingin melihat senjata api yang dirakit oleh salah satu siswanya.

Pagi itu, Miftah Yama Fauzan (16), membawa senjata api yang berhasil mengantarkan Indonesia menjadi juara I mengalahkan pelajar Rusia dan Jerman dalam International Conference of Young Scientists (ICYS) pekan lalu. Sebelum masuk ruang wakil kepala sekolah, Miftah yang datang sambil memanggul tas panjang disambut oleh siswa-siswa lainnya.

Teman-temannya bergantian mengucapkan selamat menyambut Miftah. Dengan berseragam putih abu-abu, dia memanggul tas gendong. Di tangan kanannya membawa sebuah kotak warna hitam berbentuk persegi panjang.

Di dalamnya tas itu, berisi senjata laras panjang. Senjata itulah yang mengantarkannya menjadi juara dalam ajang internasional. “Senjata ini saya namakan EMG-M4. Untuk membuatnya membutuhkan waktu dua bulan,” ujar Miftah.

Meski rakitan, namun senjata laras panjang ini mirip seperti aslinya senjata yang digunakan Densus 88 Anti Teror. Demikian pula, mulai peluru, sampai sistem kerjanya tak ubahnya senjata api.

Bedanya, hanya pemicu senjata itu menggunakan kekuatan baterai yang dirangkai menggunakan rangkaian tertentu. Dengan baterai berkekuatan 12 volt masuk ke DC converter sehingga daya naik menjadi 300 volt. Tenaga dari baterai itu disimpan di enam kapasitor.

Setelah terkumpul, tenaga itu disalurkan ke kumparan dan mengubahnya menjadi magnet. Dari sinilah, peluru ditarik dengan kekuatan penuh dan ketika pelatuk ditekan, langsung melepaskan tembakan. ”Peluru yang saya gunakan dari besi veromagnetik. Senjata ini juga dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi jarak,” urai siswa kelas I SMA N 1 Sidoarjo ini.

Karena ada sensor deteksi jaraknya, jika jarak dekat, tenaga yang digunakan untuk melepaskan peluru menggunakan dua kapasitor. Sedangkan jarak sedang, menggunakan empat kapasitor, maka menggunakan tenaga di empat kapasitor. “Baru kalau jarak jauh, menggunakan tenaga di enam kapasitor sekaligus,” ujar siswa berkulit putih ini.

Jika menggunakan kekuatan penuh, lanjut Miftah, senjata rakitannya mampu menembus obyek dengan jarak 30 meter. Kekuatannya pun cukup besar dan bisa mengoyak obyek yang ditembak.

Meski demikian, Miftah mengaku belum puas dan masih ingin mengembangkan senjatanya ini.”Untuk kekuatannya masih bisa dikembangkan lagi agar jangkauannya lebih jauh. Kan senjata ini masik prototype awal,” ujarnya sembari menunjukkan komponen senjata rakitannya.

Putra guru besar ITS Mochamad Ashari itu menambahkan, dia pernah mencoba senapannya menembak tumpukan kaca. Ternyata, bisa memporak-porandakan tumpukan kaca itu. Berarti kekuatannya cukup besar. Padahal, lanjut dia, rangkaian senjata itu sejatinya adalah air soft gun yang dibeli secara terpisah melalui internet.

Untuk merangkai senpi itu, dia merogoh kocek sampai Rp1,5 juta. Pelajar yang tinggal di Wonoayu itu mengaku banyak belajar dari internet. Beberapa istilah penting yang didapat dari sana.

Dari melihat beberapa spesifikasi senjata di internet itulah, kemudian dia belajar merangkai sendiri senjata itu. Ternyata bapaknya yang menjadi guru besar di ITS, juga sangat membantunya dalam merakit senjata itu. “Jika sudah tidak bisa berpikir sendiri lagi, saya Tanya sama bapak,” akunya.

Miftah mengaku, meski sudah meraih juara I tingkat internasional, tidak membuatnya puas. Dia ingin mengembangkan apa yang dihasilkan sehingga bisa menjadi sebuah karya yang membanggakan
http://news.okezone.com/read/2010/04/20/337/324317/siswa-sma-sidoarjo-ciptakan-senjata-api


SISWA SMA SIDOARJO BUAT PROTOTIPE SENJATA ELEKTRONIK TANPA SUARA

Jakarta, 3/9/2009 (Kominfo-Newsroom) – Seorang siswa SMAN I Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil membuat prototipe senjata elektronik murah tanpa suara sebagai alternatif pengganti senjata api TNI/Polri, dan keberhasilannya itu telah menghantarkan dirinya menjadi juara II Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2009.

Siswa tersebut, Miftah Yama Fauzan, dalam LPIR yang diadakan pada bulan Agustus 2009 tersebut mengajukan penelitian mengenai senjata elektronik dengan biaya murah untuk merebut juara II di bidang fisika, mesin, dan elektro.

”Senjata elektronik murah dan tanpa suara tersebut modelnya mirip pistol, tapi amunisinya bisa menggunakan logam apa saja, dan tidak pakai bahan peledak karena sistemnya 100 persen elektronikal,” kata Miftah saat dihubungi pertelepon dalam siaran iptek voice di Kemeneg Ristek, Jakarta, Kamis (3/9).

Senjata tersebut saat digunakan menembak tidak mengeluarkan suara, dan prototipe yang dibuatnya itu memiliki jarak tembak efektif maksimal 15 meter. ”Proyektilnya boleh apa saja yang penting dari logam yang bisa dipakai dengan elektro magnit,” katanya.

Dalam lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR) 2009 tersebut, ia memilih tema

senjata elektronik murah tanpa suara, karena akhir-akhir ini ia mendengar informasi sering ada kecelakaan pesawat TNI akibat kurangnya anggaran untuk perawatan pesawat-pesawat tersebut.

Ia mengatakan, dengan pembuatan senjata elektronik tanpa suara ini diharapkan dapat menghemat anggaran, karena biayanya jauh lebih murah dari senjata yang dipakai oleh TNI/Polri sekarang.

Mengenai pembuatan senjata tersebut persiapannya tidak sulit, pembuatan hardwarenya dan lain-lain semuanya

tidak ada masalah, hanya pada waktu lomba tersebut pembuatan proposalnya saja yang agak kesulitan.

Menurutnya, pembuatannya dilakukan sendiri, sedangkan mengenai rumus-rumus, kecepatan peluru, energi untuk penembakan semua dicari di internet. Uji coba sudah pernah dilakukan dengan sasaran tembak kaca berketebalan 2 mm, dan kacanya pecah. Bentuk pelurunya mirip paku tumpul, diameternya 0,5 cm dan panjangnya 2 cm.

Disebutkan, senjata itu kalau dipakai sasarannya bisa untuk melumpuhkan atau mematikan, karena kekuatannya bisa diatur. Misalnya kalau Polri untuk menangkap penjahat kekuatannya bisa diturunkan, karena mungkin hanya untuk melumpuhkan saja, tetapi kalau kondisi perang, misalnya, maka pelurunya bica dikencangkan lagi.
http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/siswa-sma-sidoarjo-buat-prototipe-senjata-elektronik-t anpa-suara/



hehehe.. iyoo.. thanks gan..
nemeziz99 - 25/04/2010 11:22 PM
#154

Quote:
Original Posted By monzha
lam kenal gan shakehand2, wah beli nya waktu pameran yaa.
dpt harga murah tuh gan. sayang aq di ygy ngak ada pameran produk begituan \(


hehe.. slm kenal jg gan.. shakehand2
dulu dapetnya waktu pameran robot.. hehe
monzha - 26/04/2010 12:28 AM
#155

Quote:
Original Posted By nemeziz99
hehe.. slm kenal jg gan.. shakehand2
dulu dapetnya waktu pameran robot.. hehe


wah aq ucapin selamat dolo yaa. hadoh msh sma dah juara 1,aq yg dah kull masa kalah yaa. harus lbh tekun belajar nih. Ayo gan ahoo ajarinn aq.p
ahocool - 26/04/2010 09:19 AM
#156

Quote:
Original Posted By simbah koprol


gan, punya ide atau link cara buat CAN pakai wifi ? sekedar buat ngontrol input-output produksi doang sih.


CAN = controler area network ? beli wifi modulenya dulu gan
harganya sekitar 600 - 1jt, beli online di digiware.com
itu udah output jadi serial rs232 kayaknya
kalo CAN terus terang ga tau blassaaa....mo googling dulu ahhh...


Quote:
Original Posted By monzha
wah aq ucapin selamat dolo yaa. hadoh msh sma dah juara 1,aq yg dah kull masa kalah yaa. harus lbh tekun belajar nih. Ayo gan ahoo ajarinn aq.p


udah beli programmernya belom ? kalo udah baru bisa start
monzha - 26/04/2010 05:34 PM
#157

ia lg ngumpulin dolo buat beli, ntar kalo dah dpt brngya aq kabarin D
monzha - 26/04/2010 05:35 PM
#158

--double post-- inet lemod
thoneramen - 28/04/2010 04:26 PM
#159

One piece = Number One...
Mantep banget lah ni Anime..
D
simbah koprol - 28/04/2010 07:47 PM
#160

Quote:
Original Posted By ahocool
CAN = controler area network ? beli wifi modulenya dulu gan
harganya sekitar 600 - 1jt, beli online di digiware.com
itu udah output jadi serial rs232 kayaknya
kalo CAN terus terang ga tau blassaaa....mo googling dulu ahhh...


dah nyoba zigbee tapi kualitas sinyalnya jelek. kalau ada penghalang sinyalnya ngga tembus..
pake modu wimax kali ya, tapi disini bisa dapatkan dimana...
Page 8 of 221 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > LOEKELOE > ACTIVITY & HOBBY > Hobby Elektronika Digital, MicroController & solder Menyolder gabung sini Yuks