WEDDING & FAMILY
Home > LOEKELOE > WEDDING & FAMILY > Aku tak mau punya anak
Total Views: 70014 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 163 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

joeljungkat - 25/11/2009 01:20 PM
#61

Quote:
Original Posted By cutie_gurlz
sebelumnya dah buat perjanjian pra nikah gak?

soal gak mau punya anak ini diatur dalam perjanjian gak?


sudah pasti itu sis,
apalagi dengan keadaan aku dan keluarga, pasti banyak orang yg hanya ngincer harta keluarga yang jatuh ke tangan aku D

tidak punya anak, ada perjanjian pra nikah plus pisah harta, dipermudah sekali bukan ?
balapan_lari - 25/11/2009 02:12 PM
#62

Quote:
Original Posted By joeljungkat
sudah pasti itu sis,
apalagi dengan keadaan aku dan keluarga, pasti banyak orang yg hanya ngincer harta keluarga yang jatuh ke tangan aku D

tidak punya anak, ada perjanjian pra nikah plus pisah harta, dipermudah sekali bukan ?


wow, sangat dipermudah karena sepertinya emang dari awal ga akan pernah ada anak ya? Peace:

klo kondisinya gini sih brarti emang jalan termudah klo sampe suami pgn punya anak adalah cerai sis...

agak miris klo gw pribadi, ketika orang menikah tetep ada perjanjian pranikah, pisah harta sih wajar...

nikahnya jadi kaya sebuah ikatan bisnis, harus saling menguntungkan...

hanya sebuah pendapat... jangan dikasi bata ya...
joeljungkat - 25/11/2009 02:43 PM
#63

Quote:
Original Posted By balapan_lari
wow, sangat dipermudah karena sepertinya emang dari awal ga akan pernah ada anak ya? Peace:

klo kondisinya gini sih brarti emang jalan termudah klo sampe suami pgn punya anak adalah cerai sis...

agak miris klo gw pribadi, ketika orang menikah tetep ada perjanjian pranikah, pisah harta sih wajar...

nikahnya jadi kaya sebuah ikatan bisnis, harus saling menguntungkan...

hanya sebuah pendapat... jangan dikasi bata ya...


perjanjian pranikah dan pisah harta bukannya biasa ya ???
kenapa harus miris ?
kok ikatan bisnis sih ? kan tujuan lainnya banyak, bukan semata-mata ini hartaku dan ini hartamu sendiri-sendiri bro.
UpperLine - 25/11/2009 03:11 PM
#64

Gw salut sama keteguhan Sis Joel, walau gw sendiri tetep punya keinginan diberi keturunan setelah menikah D.
Intinya, jika itu prinsip Lo, bertahanlah. Omongan orang mah, sekata-kata lah, bagaimanapun pilihan ada di tangan anda karena anda yang menjalani semua.

Sekedar share, Gw memutuskan untuk ingin punya anak karena ada sebuah tanggung jawab baru yang akan gw dapet kalo gw punya anak. Boleh lah dikatakan sebuah tantangan... Komitmen, Dedikasi, Finansial, Mental and Luck. Dan sepertinya tantangan itu akan lebih berat daripada memilih Jurusan Teknik sementara Punya Rekor Mengagumkan dalam hal MEMERAHKAN nilai Matematika di RAPOR. Gw paham sepenuhnya kalau tidak ada yang menjamin hasilnya akan baik setelah pengorbanan yang gw lakukan. Tapi, gw yakin akan ada pengalaman yang lebih seru yang akan membayar semua pengorbanan gw nantinya dan pastinya lebih seru daripada mengobrak-abrik kamar hanya untuk menghadapi Ujian Mekanika Teknik dan Kalkulus. Lebih seru daripada Naik Gunung Mungkin D
balapan_lari - 25/11/2009 05:54 PM
#65

Quote:
Original Posted By joeljungkat
perjanjian pranikah dan pisah harta bukannya biasa ya ???
kenapa harus miris ?
kok ikatan bisnis sih ? kan tujuan lainnya banyak, bukan semata-mata ini hartaku dan ini hartamu sendiri-sendiri bro.


sori lo sbelumnya, cumen karena di keluarga saya g ada yang namanya gt sih D, bahkan secara keluarga besar juga... jadi ya bingung juga gt ngeliat orang yang nikah, dengan ikatan yang bisa dibilang sakral tapi ada perjanjian2 segala macem... kayanya jadi ga sakral lagi... sebuah pernikahan tapi ada ikatan kontraknya... itu menurut saya...

no offence buat yg berbeda pendapat... Peace:
Raspatih - 25/11/2009 06:56 PM
#66

Bila disimpulkan secara dini dari thread ini, motif seseorang/pasangan tidak ingin punya anak antara lain:
1. Trauma pada masa lalu
2. Merasa tidak sanggup secara komitmen, mental dan ekonomi
3. Tidak ingin merasa kecewa dengan anak mereka di masa yang akan datang
4. Terlalu mencintai kehidupan sekarang dan tak ingin mengubahnya

Sedangkan yang ingin/sudah punya anak, motifnya antara lain:
1. Ibadah
2. 'Keyakinan' turun-temurun
3. Menurunkan nama keluarga, warisan, dan motif materi lain
4. Mendapatkan kebahagiaan dengan membesarkan anak
5. Mendapatkan kebahagiaan dengan menambah satu anggota keluarga
6. Ingin diurusi atau diperhatikan di masa tua
7. Kalau anak berhasil, menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan

Jadi, keduanya sama2 punya alasan materil dan immateril. Yang immateril (terutama kebahagiaan subjektif) ini agak susah untuk digugat, karena letaknya di dalam hati. Tapi untuk yang sifatnya materil (warisan, nama keluarga, diurusi, dibanggakan dan hal2 duniawi lainnya), tentu masih bisa diperdebatkan.

Gw sendiri memilih yang nomor empat. Dengan punya dan membesarkan anak, gw merasa lengkap sebagai manusia. Sama lengkapnya seperti kita yang menjalani hidup yang tidak hanya soal kesenangan dan kebahagiaan. Di sana ada penderitaan dan kesusahan. Semua itu membuat hidup makin bernilai.
'Penderitaan' kita hari ini membesarkan anak, suatu saat akan kita kenang sebagai kebahagiaan dan keberhasilan. Itulah yang membuat diri menjadi lengkap.
Сhinchikurin_3 - 25/11/2009 08:21 PM
#67

Quote:
Original Posted By balapan_lari
sori lo sbelumnya, cumen karena di keluarga saya g ada yang namanya gt sih D, bahkan secara keluarga besar juga... jadi ya bingung juga gt ngeliat orang yang nikah, dengan ikatan yang bisa dibilang sakral tapi ada perjanjian2 segala macem... kayanya jadi ga sakral lagi... sebuah pernikahan tapi ada ikatan kontraknya... itu menurut saya...

no offence buat yg berbeda pendapat... Peace:


silahkan ke sini https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2174363
klo mau tau lebih lanjut ttg perjanjian pra nikah.. \)
░▒▓ Chef_iu ▓▒░ - 25/11/2009 08:24 PM
#68

Quote:
Original Posted By Raspatih
Bila disimpulkan secara dini dari thread ini, motif seseorang/pasangan tidak ingin punya anak antara lain:
1. Trauma pada masa lalu
2. Merasa tidak sanggup secara komitmen, mental dan ekonomi
3. Tidak ingin merasa kecewa dengan anak mereka di masa yang akan datang
4. Terlalu mencintai kehidupan sekarang dan tak ingin mengubahnya

Sedangkan yang ingin/sudah punya anak, motifnya antara lain:
1. Ibadah
2. 'Keyakinan' turun-temurun
3. Menurunkan nama keluarga, warisan, dan motif materi lain
4. Mendapatkan kebahagiaan dengan membesarkan anak
5. Mendapatkan kebahagiaan dengan menambah satu anggota keluarga
6. Ingin diurusi atau diperhatikan di masa tua
7. Kalau anak berhasil, menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan

Jadi, keduanya sama2 punya alasan materil dan immateril. Yang immateril (terutama kebahagiaan subjektif) ini agak susah untuk digugat, karena letaknya di dalam hati. Tapi untuk yang sifatnya materil (warisan, nama keluarga, diurusi, dibanggakan dan hal2 duniawi lainnya), tentu masih bisa diperdebatkan.

Gw sendiri memilih yang nomor empat. Dengan punya dan membesarkan anak, gw merasa lengkap sebagai manusia. Sama lengkapnya seperti kita yang menjalani hidup yang tidak hanya soal kesenangan dan kebahagiaan. Di sana ada penderitaan dan kesusahan. Semua itu membuat hidup makin bernilai.
'Penderitaan' kita hari ini membesarkan anak, suatu saat akan kita kenang sebagai kebahagiaan dan keberhasilan. Itulah yang membuat diri menjadi lengkap.


hwaw.. matabelo:
balapan_lari - 25/11/2009 08:40 PM
#69

Quote:
Original Posted By С
silahkan ke sini https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2174363
klo mau tau lebih lanjut ttg perjanjian pra nikah.. \)


udah baca koq sis...

dan sebenernya dalam agama yang saya anut ( no sara, lagi snesitif bgt yg bginian.. Peace: ) semua itu dah ada aturannya, ni klo ga berkeberatan kutipan salah satu artikelnya...

Spoiler for keistimewaan wanita
Apabila suatu waktu terjadi perceraian, maka harta pribadi istri tetap menjadi haknya. Kalaupun ada harta gono-gini, maka aturan pembagiannya fifty-fifty yang lazim digunakan orang adalah salah. Menurut Islam, harta istri tetap miliknya, tak ada hak suami atasnya.

bagi para wanita, ada kehormatan tinggi tersendiri. Tidak ada kewajiban bagi mereka untuk mencari nafkah. Bukannya menggambarkan wanita sebagai orang yang lemah dan tukang membebani laki-laki, tapi ini adalah penghormatan Islam kepada wanita seubungan dengan tugas mereka yang amat vital di dalam rumah keluarganya.

Seorang ayah wajib membiayai hidup anak-anak perempuannya sampai ia menikah. Bila ayah tidak mempunyai kesanggupan, tanggung jawab ini beralih ke pundak saudara laki-laki.

Rasulullah berkata, "Barangsiapa menanggung belanja tiga anak putri atau tiga saudara perempuan, maka pastilah ia memperoleh surga." (HR. Thahawi)


sbnernya kenapa kurang setuju sama perjanjian pra nikah ya itu tadi... semua sudah ada aturannya, klo mau telaah, ya dalam islam ada fiqihnya... \)
anaksederhana - 26/11/2009 01:14 AM
#70

Quote:
Original Posted By balapan_lari
ampe selese baca semuanya tetep aja... balik ke pribadi masing2... dsini jadinya bukan cari jawaban, tapi saling bertukar prinsip masing2... heheheh ga bkalan selese... Peace:

buat sis joel, alasannya buat ga mau punya anak itu mendasar banget klo buat gw, ego dan itu ga bisa disalahkan, hak masing2, tapi klo dalam pernikahan, ego itu adalah sesuatu yang harus ditekan kan? tapi sejauh mana toleransi penekanannya kembali ke masing2...

sebelumnya no offence n no sara yah, tapi gw islam, n gw sepengetahuan gw, memiliki keturunan itu sebuah anugerah, karena yang namanya anak baru akan diberikan klo kita dah mampu untuk menerimanya, soalnya ada semacam ketentuan bahwa Allah SWT ga bakal memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya... tapi semua itu balik lagi ke kepercayaan dan iman setiap orang...

soal gmana anak kita nanti, itu sama aja kaya memandang kita sendiri, klo kata khalil gibran, anak itu kaya anak panah, tugas orang tua hanya mengarahkan seperti busur, begitu dia lepas dari busur, ya tergantung anak panah itu sendiri...


Ya gua juga gak mau SARA atau bahas apa yg diajarkan agama masing2...menurut gua kehidupan pernikahan gak ada hubungannya dengan ajaran agama.

Pandangan gua lebih ke kehidupan saat ini dan masa depan. Apa yg bisa kita antisipasi dan apa maunya kita sendiri? terlepas dari segala ajaran doktrin yg dengan perkembangan jaman udah susah dijalankan.
twopiss99 - 26/11/2009 05:38 AM
#71

simple aja : masa tua ente yg akan ngurus sp sis o
implys - 26/11/2009 06:01 AM
#72

Sista lo sekarang merasa hidup bahagia kan???

dan lo akan lebih bahagia apabila di tengah kebahagian lo sekarang ada seorang anak.....



Quote:
Original Posted By twopiss99
simple aja : masa tua ente yg akan ngurus sp sis o


gw jawab ya ANAK gak mungkin bonyok, gak mungkin pembantu, kecuali mau di panti jompo
anaksederhana - 26/11/2009 07:33 AM
#73

Quote:
Original Posted By implys
Sista lo sekarang merasa hidup bahagia kan???

dan lo akan lebih bahagia apabila di tengah kebahagian lo sekarang ada seorang anak.....





gw jawab ya ANAK gak mungkin bonyok, gak mungkin pembantu, kecuali mau di panti jompo



berarti tujuan punya anak utk persiapan urus diri di hari tua dong ? p
implys - 26/11/2009 09:29 AM
#74

Quote:
Original Posted By anaksederhana
berarti tujuan punya anak utk persiapan urus diri di hari tua dong ? p


salah satu alasan punya anak.... dan masih banyak lagi...

kalo gak anak kita... siapa lagi????
slavine sky - 26/11/2009 10:27 AM
#75

^ emang anak jaman skrg masi sudi ngurus ortunya??? gila:

ngurus diri sendiri ajha msh ga becus, pa lg ngurus ortu nya D

ini fakta lho.. o


- alasan gw punya anak : suami yg minta o

- kalo ditanya apakah gw mau apa gak : wkt merit gw ga mao metal:

setelah punya anak gini, 1 ajha udah lebih dari cukup metal:

ga deh.. yg namanya nyari buat adek ato apalah... p

repot ngurusnya p

gw terkesan ibu yg jahat ye.. tp emang begitu keadaanya

soalnya gw ngurus sendiri baby, ga pake baby sister, ga pake titip tetangga, ga pake ngerepotin ortu

jd berasa bgt dah nohope:
sararock - 29/11/2009 03:29 AM
#76

diskusinya bagus euyy,, gw ampe 2 jam mejeng di tret ini bacain dg cermat atu2 ulasannya si anaksederhana matabelo: iloveindonesia

ini tret wajibnya masuk debate club kali yah, vs tret ini : nikah & anak datangkan rezeki
masing2 punya argumennya sendiri2
yg penting klo ud berketetapan hati di salah satu pilihan, harus ud siap nanggung semua resiko kemungkinan terburuk dan terbaik yg akan terjadi nanti \)
anaksederhana - 29/11/2009 05:52 AM
#77

Quote:
Original Posted By implys
salah satu alasan punya anak.... dan masih banyak lagi...

kalo gak anak kita... siapa lagi????


Yah suster atu...


ada anak juga mereka akan suruh suster yg urus...\)
Success - 29/11/2009 11:12 AM
#78

@Joel dan jg AnSe ...

dari pengalaman teman2 yg lebih tua, biasanya nanti kalau uda masuk hari tua, 50thn atau 60thn ke atas, baru kepikiran anak ...

mudah2an kalian ga menyesal yah Peace:
anaksederhana - 29/11/2009 04:05 PM
#79
lebih bersyukur malah...
Quote:
Original Posted By Success
@Joel dan jg AnSe ...

dari pengalaman teman2 yg lebih tua, biasanya nanti kalau uda masuk hari tua, 50thn atau 60thn ke atas, baru kepikiran anak ...

mudah2an kalian ga menyesal yah Peace:



melihat perkembangan sekarang malah lebih bersyukur....\)
ahmadz4 - 29/11/2009 04:48 PM
#80

ngakak ngakak ngakak
Jd penasaran mpe kpan TS bertahan
..........:ngacirAku tak mau punya anak
Page 4 of 163 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > LOEKELOE > WEDDING & FAMILY > Aku tak mau punya anak