Inspirasi
Home > LOEKELOE > LIFESTYLE > Inspirasi > Kosongkan Cangkir Tehmu
Total Views: 12792 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 13 of 16 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > 

kikizinc07 - 09/02/2012 07:42 PM
#241

hmmm ntar :toast:toast
invin - 10/02/2012 08:02 AM
#242

nice story bro.. keep posting..
PapaRazzor - 13/02/2012 12:32 PM
#243

Otak saya memang penuh. tapi kalau hanya untuk minum teh saya cukup megosongkan perut saya

bukan begitu kawan ?

ngakakngakakngakak

Semangat cendol!!!
cendolbigcendolbigcendolbig
holyhalliday - 13/02/2012 02:38 PM
#244

terimakasih banyak TS sudah share tentang mengosongkan cangkir
bener nih TS, saya kok sekarang merasa seperti pangeran itu ya?
mau mengosongkan cangkir tetapi sangat sulit rasanya \(
bagaimana ya biar saya dapat mengosongkan cangkir saya dengan mudah?
someofdrink - 13/02/2012 04:48 PM
#245

emang sih rata" orang yg udah pintar atau ahli dalam bidangnya,, sangat sulit untuk menerima kritik atau saran ..
Inzict - 14/02/2012 03:51 PM
#246

membuka pikiran utk hal2 yg baru gan" :thumbup

ane udh dpt poin cerita perumpamaan ente di atas.




nice share gan :2thumbup
The Predator - 14/02/2012 06:40 PM
#247

Betul sekali gan Andrie Wongso, saya setuju dengan yang agan jelaskan di depan thumbup:
TheArthata - 14/02/2012 08:26 PM
#248

udah sering dengar perumpamaan kyak gini
tapi nice juga
rtech4417 - 27/02/2012 06:56 PM
#249

pernah denger di mana gitu...
tp emang mantabz sih...
thx gan.
irulpopo - 02/03/2012 08:38 PM
#250

Quote:
Original Posted By AndrieWongso
Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya?

Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah: "Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain."

Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata, "Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!"

Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkan-merasa sudah tahu semua.

Tidak terasa haripun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu.

Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga mengenai tangan sang pangeran. Pangeran berteriak marah, "Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!"

Dengan tersenyum sang guru berkata tegas, "Beruntung hanya tangan pengeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri tauladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini.

Guru sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini."

Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. Tentu saja perubahan sikap pengeran ini membuat raja sangat bergembira.

Para Kaskuser yang LUAR BIASA!

Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain. Sikap seperti ini membuat pikiran tertutup (atau mental block), sulit menerima hal-hal baru yang diberikan oleh orang lain.

Sikap seperti ini jelas merugikan dirinya sendiri. Jika kita bisa bersikap open mind / membuka pikiran dalam menerima hal-hal baru dan mau menerima kritikan yang diberikan oleh orang lain, maka kita akan dapat memetik banyak keuntungan; seperti bertambahnya wawasan, ide, pengetahuan, pengertian, wisdom, dan lain sebagainya. Pasti semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan dan menciptakan kesuksesan.

Salam sukses, luar biasa!

ilovekaskus
_____________________________

Cerita ini, juga bisa teman-teman dapatkan di buku "Andrie Wongso: 18 Wisdom & Success - Classical Motivation Series" dan CD Audio Book "Andrie Wongso: 10 Wisdom & Success - Classical Motivation Series #5". Jika teman2 Kaskuser mau membelinya untuk koleksi, silakan berkunjung ke http://www.andriewongso.com/index.php?option=awshop


salam sukses luar biasa
wen0389 - 03/03/2012 06:45 PM
#251

nice share pak Andrie Wongso..
thank sudah diingatkan.. \)
jakasoenda - 04/03/2012 10:12 AM
#252

bener-bener mantap,,,, inspiratif,,,

Peace:Peace:
freak.mason - 04/03/2012 06:53 PM
#253

bner gan D
smoga crita ini bisa menurunkan sikap senioritas yg kurang baik
abahfunky - 05/03/2012 08:02 PM
#254

setuju........
newkinematics - 06/03/2012 10:24 AM
#255

nice share bos

untuk Indonesia yang lebih maju

iloveindonesia
Shadow.Dancer - 07/03/2012 06:26 PM
#256

Wah nice info :thumbup
Inspiratif banget ide ny
mohmadyusuf - 07/03/2012 08:01 PM
#257

menuntut ilmu memang tidak ada habisnya, karena yang namanya ilmu jumlahnya tak terhingga...
sang.adi - 23/03/2012 08:39 PM
#258

Quote:
Original Posted By AndrieWongso
Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya?

Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah: "Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain."

Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata, "Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!"

Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkan-merasa sudah tahu semua.

Tidak terasa haripun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu.

Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga mengenai tangan sang pangeran. Pangeran berteriak marah, "Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!"

Dengan tersenyum sang guru berkata tegas, "Beruntung hanya tangan pengeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri tauladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini.

Guru sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini."

Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. Tentu saja perubahan sikap pengeran ini membuat raja sangat bergembira.

Para Kaskuser yang LUAR BIASA!

Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain. Sikap seperti ini membuat pikiran tertutup (atau mental block), sulit menerima hal-hal baru yang diberikan oleh orang lain.

Sikap seperti ini jelas merugikan dirinya sendiri. Jika kita bisa bersikap open mind / membuka pikiran dalam menerima hal-hal baru dan mau menerima kritikan yang diberikan oleh orang lain, maka kita akan dapat memetik banyak keuntungan; seperti bertambahnya wawasan, ide, pengetahuan, pengertian, wisdom, dan lain sebagainya. Pasti semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan dan menciptakan kesuksesan.

Salam sukses, luar biasa!

ilovekaskus
_____________________________

Cerita ini, juga bisa teman-teman dapatkan di buku "Andrie Wongso: 18 Wisdom & Success - Classical Motivation Series" dan CD Audio Book "Andrie Wongso: 10 Wisdom & Success - Classical Motivation Series #5". Jika teman2 Kaskuser mau membelinya untuk koleksi, silakan berkunjung ke http://www.andriewongso.com/index.php?option=awshop

Semproel.htt - 25/03/2012 05:33 PM
#259

Quote:
Original Posted By kareesnikoray
matabelo:
kuncinya ada di open mind ya o


iya harus open mind biar ada hal baru bisa kita terima
Orphelin - 22/04/2012 11:17 AM
#260

open minded matabelo:
kita harus ngedengerin kata-kata orang lain, tapi ngelakuin yang kita rasa benar thumbup:
Page 13 of 16 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > 
Home > LOEKELOE > LIFESTYLE > Inspirasi > Kosongkan Cangkir Tehmu