Domestik
Home > LOEKELOE > TRAVELLERS > Domestik > Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)
Total Views: 91926 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 27 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

kadalxburik - 27/01/2010 01:13 PM
#121

[SIZE="6"]Sumatera[/SIZE]

Indahnya Lembah di Sumbar

Bayangkan Sumatra Barat yang dilewati garis khatulistiwa, terdapat hutan tropis dengan curah hujan tinggi, dengan Pegunungan Bukit Barisan dan Gunung Singgalang di sekitar Bukittinggi. Banyak lembah atau ngarai dan danau yang sangat menarik bagi wisatawan. Keindahan alam ditambah udara sejuk kawasan Bukittinggi, di zaman kolonial dulu menarik para amtenar Belanda untuk tinggal di sana. Sekarang pun Bukittinggi menjadi daerah tujuan wisata utama bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik.

Sebagian orang berpendapat bahwa keelokan alam lembah ataupun ngarai lebih cantik bila dilihat jauh dari atas. Nyatanya terlihat indah dari segala sisi. Di dasar lembah biasanya mengalir sungai dan tanahnya lebih subur, sedangkan tebing lembah berliku-liku menjulang tinggi karena terus-menerus tererosi oleh angin dan hujan secara alami, sehingga terbentuk beragam rupa dan warna. Suatu panorama yang memesona.

Lembah Anai

Bila kita menempuh jalan raya Padang-Bukittinggi, setelah sejam perjalanan menggunakan mobil, menjelang Kota Panjang Panjang, jalan akan berkelok-kelok mendaki lereng gunung yang diselubungi pohon-pohon hijau subur dan rimbun sebagai cagar alam. Pada suatu kelokan di tepi kiri jalan, ada taman wisata air terjun Lembah Anai. Terlihat indah sekali. Air jatuh dari tengah dinding lembah yang ditumbuhi pohon-pohon lebat, menjuntai pada dinding lembah.

Dari gardu pandang di puncak lembah kita dapat memandang luas ke arah dasar lembah. Terlihat Lembah Anai dengan pohon-pohon lebat menghijau dan di dasar lembah mengalir Sungai Anai. Sungguh pemandangan alam yang sangat cantik.

Ngarai Sianok

Di Kota Bukittinggi sendiri ada Taman Panorama dan Lobang Jepang. Dari sana para pelancong dapat memandang Ngarai Sianok. Dinding lembah tertihat dari jauh. Indah sekali tiada bandingan. Pantas para pelancong dunia berdatangan ke situ ingin menyaksikan dan mengabadikan nuansa alam yang sangat molek.

Ngarai Sianok disebut-sebut sebagai "Grand Canyon" Indonesia, tetapi sesungguhnya lebih indah. Karena lokasinya di kawasan tropis, dinding Ngarai Sianok lebih bervariasi antara dinding batu dan pohon-pohon hutan tropis dan tumbuhan berjuntaian. Semua itu tidak terdapat pada lembah-lembah batu di Arizona sana. Ngarai Sianok lekat dengan beragam legenda. Sianok sendiri artinya sunyi, tepat untuk para wisatawan menikmati istirahat. Banyak penginapan di sekitar Taman Panorama itu. Wisatawan dapat memandangi keindahan alam tebing setinggi 100-120 meter, yang dasarnya lebar sekitar 200 meter dan dapat ditelusuri. Konon sepanjang 15 kilometer.

Di Taman Panorama itu terdapat Lobang Jepang, yang pada zaman penjajahan Jepang merupakan terowongan untuk keperluan pertahanan. Kini tempat itu sudah direvitalisasi, sehingga para pengunjung dapat turun memasuki terowongan yang pada ujungnya dapat langsung memandang Ngarai Sianok dari dasar lembah.

Lembah Harau

Dari Bukittinggi mengarah ke Barat, kita dapat menempuh jalan raya Bukittinggi-Pekanbaru. Setelah lewat Kota Payakumbuh mengambil jalan simpang ke kiri, kita menuju Kecamatan Lembah Harau yang masuk Kabupaten Lima Puluh Kota. Sekitar 1,5 jam perjalanan mobil dari Bukittinggi.

Dinding Lembah Harau membentang panjang, diselingi beberapa air terjun yang permai menawan. Tebing lembah itu hampir tegak beragam bentuk dan berwarna-warni lumut karena air hujan dan kucuran air dari puncak tebing.

Lembah seluas 300 hektare ini merupakan suaka alam yang terlestarikan dengan baik. Di dasar lembah tanahnya subur terhampar sawah, menjadi panorama eksotis kawasan itu. Sebenarnya keindahan alam Lembah Harau terbagi dua areal, disebut Sarasah Bunta dengan empat air terjun, dan Akar Barayun dengan sebuah air terjun. Pada musim hujan jumiah air terjun bertambah menjadi 12 buah. Pada suatu areal, para tamu dapat menjerit keras-keras, suaranya bergema dan terjadi echo.

Selain untuk berwisata atam, Lembah Harau merupakan arena olahraga panjat tebing, yang populer di kalangan pemanjat tebing nasional maupun mancanegara. Banyak informasi mengenai Lembah Harau di Internet dan memiliki website untuk dibaca olahragawan pemanjat tebing internasional.

Spoiler for sumbar
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sumbar
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sumbar
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
7apratampan_kw1 - 28/01/2010 07:53 PM
#122

Quote:
Original Posted By kadalxburik
gak kok om...


hayuuu atuh om...bareng2 kita keliling indonesia...iloveindonesia
naik apa om, ane cuma punya,,,ngacir2:
DALadventure - 28/01/2010 09:14 PM
#123

Quote:
Original Posted By 7apratampan_kw1
naik apa om, ane cuma punya,,,ngacir2:


Makin lengkap euy \)
kadalxburik - 04/02/2010 06:02 PM
#124

Air Panas Sipoholon, Salak Angkola dan Durian Sidimpuan

Jika ke Sumatra Utara, jangan lewatkan Danau Toba. Jangan mati sebelum berkunjung ke Danau Toba. Kedua pernyataan tersebut adalah benar adanya. Sebab Danau Toba adalah keindahan yang tiada tara. Namun keindahan Sumatra Utara bukan sekedar Danau Toba. Masih banyak tempat yang bisa dinikmati di Sumatra Utara. Di Kota Medan ada Istana Maimun. Belum lagi Berastagi yang sejuk dengan puncak Sibayaknya.

Bagi yang menyukai wisata alam, kuliner dan buah-buah eksotik, Sumatra Utara adalah salah satu tempat yang perlu diperhitungkan. Berikut adalah paparan dari perjalanan saya selama seminggu dari Medan sampai Sidimpuan.

Mendekati Pematang Siantar di sore hari, kita bisa menikmati sajian burung ayamayam di sebuah restoran. Setahu saya sajian burung ayam-ayam hanya ada di jalur Serdang sampai Siantar saja. Di restoran ini kita bisa mendapatkan setidaknya tiga jenis menu dari burung, yaitu burung ayam-ayam, burung belibis dan burung puyuh goreng. Menikmati menu burung ditemani juice terong belanda adalah sebuah sensasi menjelang malam. Bekal makan malam cukup untuk menjaga kehangatan tubuh ketika menginap di Parapat.

Ketika melintas Siborong-borong (siborong-borong artinya adalah kumbang besar), kita disuguhi gulai kuda. Gulai kuda di Siborong-borong dagingnya empuk. Sebab memang diambil dari kuda muda yang diternakkan untuk diambil dagingnya. Berbeda dengan yang ada di Jogja, daging kuda diambil dari kuda yang sudah tua dan tidak kuat bekerja lagi. Kota Siborong-borong sekarang ini menjadi terkenal karena disiapkan untuk menjadi Ibukota Propinsi Tapanuli, yang masih menunggu persetujuan. Dari Siborong-borong kita bisa berkunjung ke Makam Sisingamangaraja. Sayang, ketika kami melintas, hari masih terlalu pagi. Jadi kami urungkan untuk menyantap gulai kuda. Kami berhasil mengabadikan sang surya yang keluar dari selimut malam, membawa kehidupan di persawahan.

Air Panas Sipoholon

Salah satu obyek wisata di Tapanuli Utara, tepatnya di Sipoholon adalah Permandian Air Panas. Sumber air panas Sipoholon adalah kehangatan di kesejukan. Sipoholon terletak antara Siborong-borong dan Kota Tarutung.

Sumber mata airnya sungguh indah. Ada gua kecil didekat sumber mata air utama. Di dalam gua ini kita bisa lihat stalaktit yang masih aktif dan air panas yang mengalir di dasarnya. Selain sebagai tempat wisata, lokasi ini juga merupakan tambang belerang. Masyarakat sekitar Sipoholon mengumpulkan belerang untuk dijual.

Anda bisa berenang di kolam yang sudah disediakan. Setelah puas mandi jangan lupa menikmati kopi Sipoholon dan kacang garing Sihobuk yang gurih dan renyah. Anda bisa menikmati kopi dan kacang Sihobuk di kedai-kedai tepat didepan permandian air panas.

Setelah puas menikmati air panas Sipoholon dan nyeruput kopi pahit, kami menuju ke Kampung Hutagalung. Di Kampung Hutagalung ada restoran di tengah empang yang menyajikan bebek sambal goreng. Anda harus pesan sebelumnya kalau tak ingin lama menunggu. Sebab di restoran ini, bebeknya baru ditangkap ketika ada tamu yang memesan. Jadi bisa menunggu sekitar 1,5 jam sampai siap disajikan. Bebek sambal goreng adalah daging bebek yang digoreng kemudian diolesi sambal. Jadi bukan sambal goreng seperti yang di Jawa itu. Bebek sambal goreng disajikan dengan mentimun dan tomat yang diiris. Sangat sederhana. Namun kelezatannya jangan ditanya.

Jalan Kemenyan dan sunset di Pantai Sibolga

Dari Tarutung menuju Sibolga adalah menyusuri jalan kemenyan. Disebut sebagai jalan kemenyan karena jalan ini dulu dipakai oleh Belanda untuk mengirimkan kemenyan dari wilayah Silindung ke Sibolga. Jalannya kecil dan berkelok-bengkok. Pantat kijang kami belum ikut belok, kepala kijang sudah menuju ke arah lain. Awas jangan melihat ke sisi kiri. Sebab jurang yang menganga dan dasarnya tak terlihat akan membuat ngeri. Dari salah satu bukit, anda bisa menyaksikan Kota Tarutung yang berada di lembah nan asri.

Jika anda adalah penggemar durian, sepanjang jalan akan anda temukan pohon durian yang penuh dengan buah yang bergelantungan. Kami berhenti di Adian Koting untuk mencoba lezatnya durian koting. Meski kawan dari Medan mengingatkan bahwa durian koting tidak seenak durian Sidimpuan, kami tetap mencobanya. Enak.

Dari Adian Koting, jalan terus menurun sampai kami menyaksikan Kota Sibolga dari atas bukit. Kami berhenti dan mengabadikan pemandangan indah ini. Kota Sibolga di latar depan berdampingan dengan laut luas yang dijaga oleh pulau-pulau kecil. Saya khawatir tidak akan mendapat sunset di Sibolga. Sebab waktu sudah menunjukkan 17.30 ketika kami masuk kota. Pak Sitorus, sopir kami, menjelaskan bahwa sunset di Sibolga baru terjadi jam 18.30. Benar saja. Setelah masuk hotel, saya segera berlari kearah pantai. Menunggu sunset. Perpaduan matahari yang malu-malu dibalik awan tipis, pulau-pulau yang hitam dan perahu-perahu nelayan yang hilir mudik menampilkan suasana sorgawi. Indah luar biasa.

Vescak, Salak Angkola dan Durian Sidimpuan

Salah satu keunikan Kota Padang Sidimpuan adalah alat pengangkutan dalam kota. Kalau di Siantar ada becak mesin yang menggunakan motor BSA tua, di Sidimpuan VESCAK (vespa becak). Mereka menggunakan vespa sebagai mesin penarik becak. Vescak bukan hanya sebagai sarana pengangkut manusia, tetapi juga mengangkut barang apa saja.

Durian Lumut dan Ikan sale

Esok harinya kami melanjutkan perjalanan dari Sibolga menuju Padang Sidimpuan. Dua hal yang tak boleh dihindarkan adalah durian Lumut dan gulai ikan sale. Saya menyebutnya durian lumut karena lokasinya di Kecamatan Lumut, dekat dengan Bandara Pinangsori. Dagingnya tidak berlumut dan tidak menyerupai lumut. Jika durian koting saya beri nilai satu, enak, maka durian lumut harus kami beri nilai dua, enak-enak.

Ikan sale adalah ikan yang diasap. Ada satu jenis ikan sale yang khas di daerah ini, yaitu ikan sale yang dibuat dari sejenis ikan lele rawa. Kami menikmati gulai ikan sale di sebuah restoran tepi sungai di Batangtoru. Malamnya kami mencobanya lagi di Kota Padang Sidimpuan. Sayang kami hanya mendapat satu piring gulai ikan sale saja. Padahal kami berempat. Untunglah ketiga kawan kami mengalah dan menyerahkan sepiring gulai tersebut kepadaku. Nyam....

Sebagai seorang berlatar belakang pertanian, saya sangat tertarik untuk melihat kebun salak di Angkola. Meski perjalanan kali ini tidak berurusan dengan pertanian sama sekali, saya memaksa teman-teman saya untuk berhenti melihat kebun salak. Kebetulan teman yang dari Jakarta berminat untuk membeli salak sebagai oleh-oleh. Salak merupakan salah satu hasil pertanian dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Namun tidak semua wilayah Tapsel menghasilkan salak. Hanya di daerah Angkola saja yang kualitas salaknya bagus.

Salak Angkola rasanya memang beda. Jika salak pondoh di Jogja atau salah lumut di Malang rasanya manis saja, salak Angkola masih menyisakan rasa sedikit sepat yang merupakan rasa asli salak. Meski sedikit sepat tapi tidak membuat kelat. Manis, berair, renyah , berdaging tebal adalah ciri khas salak Angkola. Hampir semua keluarga di Angkola mempunyai kebun salak. Banyak penduduk di Kecamatan ini yang berhasil mengirim anaknya kuliah di Medan atau ke Jawa dari hasil tanaman salak. Salak Angkola dipasarkan sampai ke Medan, Aceh dan Pekanbaru.

Sebagai menu terakhir kami adalah menikmati durian Sidimpuan. Kami menuju Batang Angkola untuk mencari durian yang menurut teman kami yang dari Medan adalah durian terbaik di Sumatra Utara. Benar saja. Durian Sidimpuan mempunyai berbagai rasa. Bagi anda yang bukan penikmat durian, sebaiknya tidak ikut mencobanya. Sebab rasanya memang nendang; pahit, beralkohol dan menghangatkan perut. Kulit buahnya tipis, daging buahnya tebal dan bijinya kecil. Setelah mencicipi durian Sidimpuan kami harus katakan bahwa durian Thailand adalah seperti permen durian saja. Kalah jauh.

Minat terhadap salak dari negara-negara tetangga adalah sangat besar. Kendala ekspor salak kita hanyalah masalah rusaknya pucuk salak dan menjadi busuk saat diangkut. Kendala ekspor durian bukan karena kualitas rasa, tetapi disebabkan karena kulitnya sudah keburu pecah di pengangkutan.Seandainya masalah kebusukan pucuk buah salak sudah bisa dipecahkan oleh peneliti kita. Seandainya buah durian yang pecah di pengangkutan sudah juga teratasi, maka kita akan bisa menemukan salak Angkola dan Durian Sidimpuan di supermarket Tokyo, Hongkong, Taipeh dan Bangkok. Bukan malah menyaksikan Durian Thailand di supermarket dan kedai buah kita. Kalau Thailand bisa, kenapa kita tidak

Spoiler for sidempuan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sidempuan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sidempuan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sidempuan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 04/02/2010 06:08 PM
#125

Mendaki Bukit Serelo

Pagi ini disambut dengan cerah oleh sang surya yang seakan-akan turut serta dalam perjalanan kami menuju bukit Serelo yang ada dikawasan desa Perangai Kecamatan Perangai (Merapi Selatan) Kabupaten Lahat. Tampak para siswa yang tengah berkemas-kemas memasuki tas-tas ke dalam mobil taksi. Semuanya tampak bahagia saat mobil telah membawa kami melaju menyusuri jalan beraspal dan berliku.

Nyanyian-nyanyian perjalanan juga turut meramaikan suasana kegembiraan atas kebersamaan dan keterikatan hati antara yang satu dengan yang lainnya, mobil terus melaju membawa rombongan tim teater sebanyak 24 orang seirama dengan suara dawai gitar yang dilantunkan para siswa lewat petikan-petikan jari yang lunglai memainkan setiap nada lagu yang dinyanyikan.

Kemudian tiba-tiba mobil berhenti di tepi hutan pertanda pendakian akan mulai dilakukan. Kami semua memanjatkan do’a untuk keseamatan kami selama di perjalanan. Sang surya yang selalu setia menemani perjalanan kami, kini tak lagi bersahabat. Hawa panas yang membakar trus membuat keringat para siswa semakin mengguyur. Keringat membahasahi seluruh tubuh yang lelah berjalan di sepanjang jalan becek, berliku dan berbatu. Semakin jauh kami berjalan dan mendaki terasa semakin jauh bukit serelo yang akan kami tuju.

Keluhan dan rintihan mulai terucap dari bibir kami yang lemah dan capek. Namun, semuanya telah terobati saat kami beristirahat di atas batu besar dan sedikit dihibur oleh cekrikan foto yang mengabadikan keadaan kami pada saat itu. Rasa haus dan lapar sudah mulai mewarnai perjalanan kami, padahal perjalanan masih sangat jauh, apalagi saat ini mungkin belum sampai separoh jalan. Masih ada lereng-lereng bukit yang harus kami telusuri, masih banyak bukit-bukit kecil yang harus kami taklukan untuk sampai ke lokasi. Seperti kata pepatah ’’Berakit-rakit kita kehulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakitlah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Tidak terasa kami akhirnya tak lama lagi sampai ke puncak Bukit Serelo.
Tinggal satu tebing lagi, namun lumayan licin dan curam. Sesekali pula adegan jatuh dan terpeleset juga ikut memeriahkan suasana perjalanan.
Kemudian terdenggar suara-suara kebahagian teman-teman yang telah sampai di puncak terlebih dahulu, kami yang mendengar lansung bergegas menyusul ke atas dengan kegembiraan. Rasa capek dan pegal-pegal mulai hilang di hembus angin. Tetapi perjalanan belum selesai, masih perlu mendaki satu tingkat lagi ke lokasi yang sebenarnya.

Semuanya berkumpul di puncak Bukit Serelo dan membuka bekal karena hari sudah menjelang tengah hari. Kami semua minum dan makan dengan lahap. Kemudian semuanya mulai merasakan kenikmatan tersendiri saat berada dibuncak ini. Bagiku ini adalah perjalanan pertama dan mungkin yang terakhir dalam hidupku. Kuperhatikan Bukit Serelo yang lebih akrab dipanggil bukit Telunjuk atau bukit Jempol oleh masyarakat kami, khususnya desa Merapi.

Kupandangi semua pemandangan yang ada di sekeliling bukit. Kulihat rumah-rumah penduduk yang ada di kejauhan tampak seperti sampah-sampah yang berserakan. Sementara penghuni bumi ini tak terlihat sama sekali. Ternyata manusia sangat kecil dibanding alam semesesta ini. Jadi kita tidak boleh sombong karena diantara kita masih ada alam yang lebih luas, masih ada gunung yang lebih tinggi, masih ada langit yang berlapis-lapis dan masih ada Allah SWT yang menguasai alam jagat raya ini.

Aku berpikir bahwa Bukit Serelo itu hanyalah sebuah dongeng dalam hidupku. Karena aku hanya bisa mendengarnya dari cerita-cerita orang yang pernah datang ke sana. Tetapi sekarang semuanya telah menjadi nyata dan pasti dalam hidupku. Tak ada angka yang cukup besar untuk menilai keagungan ini, tak ada ucapan yang lebih indah untuk aku lukiskan. Aku hanya bisa berkata “SUBHANALLAH’’ sungguh besar Kekuasaan dan keagungan Tuhan.

Kupandangi tebing batu yang dihiasi oleh burung layang-layang yang beterbangan menyambut kedatangan kami atau mungkin terganggu dengan kehadiran kami. Aku memandangi dengan teliti tanpa melewatkan satu bagianpun yang terlewatkan.

Bukit Serelo adalah salah satu bukit keagungan Tuhan. Ia dengan keajaiban bisa berdiri kokoh mencakar langit. Bukit Serelo dan alam yang ada di sekitarnya wajib kita jaga dan di lestarikan jangan sampai rusak. Karena jika rusak yang menanggung dampak dan akibatnya adalah kita semua yang ada di kawasan ini.

Apalagi saat ini bumi kita sudah semakin kritis,sistem cuacanya sudah tidak teratur lagi, musim kemarau lebih panjang dari pada musim hujan. Lapisan ozon yang menyelimuti bumi ini sudah muai rusak akibat pemanasan global. Hanya dengan penghijauanlah kita dapat mengatasi salah satu bencana yang tengah menanti kita pada masa-masa yang akan datang. Ribuan orang mungkin telah merasakan kenikmatan alam bukit ini. Terlihat dari ribuan nama yang dicat dan diukir di atas batu sebagai tanda bahwa mereka pernah datang mendaki Bukit Serelo ini.

Tidak terasa hari tengah menjelang petang. Ucapan syukur dan permohonan atas cita-cita yang belum tercapai dipanjatkan di puncak bukit. Karena mungkin dengan berada di puncak semua do’a akan mudah didengar oleh Allah SWT.

Perjalanan arus balik mulai dilakukan, ceritanya bukan lagi tentang pendakian melainkan cerita tentang para rombongan yang menuruni lembah demi lembah Bukit Serelo. Suasana pulang mulai aku nikmati lagi, pohon-pohon besar yang mungkin sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun masih berdiri kokoh di hutan yang masih asli.

Spoiler for serelo
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for serelo
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for serelo
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 04/02/2010 06:12 PM
#126

Air Terjun Sipiso-piso

Air Terjun Sipiso-piso merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Dapat dibilang, mengunjungi desa ini tidak berbeda dengan berwisata ke Air Terjun Sipiso-piso. Secara geografis, Desa Tongging berada di dataran lebih rendah, sementara Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.

Nama air terjun yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo ini memiliki makna yang khas. Sebagaimana disebut dalam berita harian Suara Indonesia Baru, bahwa Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air-air yang berjatuhan dari bukit berketinggian di atas seratus meter ini diperumpamakan layaknya berbilah-bilah pisau yang tajam. Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat orang setempat menyebutnya piso dari Tanah Karo (http://www.hariansib.com).

Sebagai kabupaten yang berkembang, sektor pariwisata di Tanah Karo menjadi salah satu potensi unggulan yang diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), di samping sektor pertanian dan industri tentunya. Di sektor ini, Kabupaten Karo memiliki objek wisata yang menarik, misalnya gunung berapi, sumber air panas, kawasan pegunungan, danau, air terjun, rumah tradisional, kebudayaan masyarakat lokal, dan lain sebagainya (www.hariansib.com).

Dalam perkembangannya, objek-objek wisata di Tanah Karo mulai dikembangkan dan dipromosikan ke luar daerah, termasuk Air terjun Sipiso-piso sendiri. Meskipun seolah terjadi persaingan di antara objek-objek wisata itu, hal ini tetap menjadi nilai positif karena masing-masing objek menjadi terpacu untuk berkembang dan mampu menarik wisatawan sebanyak mungkin. Sebagai contoh, di Desa Tongging belum lama ini telah didirikan Taman Wisata Iman (TWI). Meskipun demikian, TWI yang konon lebih banyak menyerap perhatian wisatawan untuk datang, pesona Sipiso-piso tetap saja tidak akan tergantikan. Bagaimana tidak, air terjun ini tidak lain merupakan salah satu air terjun tertinggi di antara banyak air terjun di Indonesia, seperti Air Terjun Tinoor di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara atau Grojogan Sewu, di Provinsi Jawa Tengah.

Dari kesemuanya itu, Sipiso-piso tetap istimewa. Hanya terpisah jarak sejauh 35 km dari kota wisata terkenal di Indonesia, Kota Berastagi, Kabupaten Karo, dan hanya memerlukan sekitar 45 menit dari Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumatra Utara, Air Terjun Sipiso-piso terbukti mampu mengangkat reputasi Kabupaten Karo sebagai salah satu daerah tujuan pelancong domestik maupun mancanegara. Tonggo Simanungsong, seorang pecinta wisata, mengatakan bahwa wisatawan mancanegara yang banyak mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso berasal dari Malaysia, Singapura, Prancis, dan Belanda (http://tonggo.wordpress.com/). Bagi wisatawan lokal, panorama di Tongging ini sudah sangat dikenal, malahan ada yang mengatakan kabar ini telah sampai ke santero dunia karena keindahan alamnya yang menakjubkan.

Dahsyat!!! Begitulah perasaan Anda ketika pertama kali menginjakkan kaki di Desa Tongging, desa di mana Air Terjun Sipiso-piso berada. Dengan mengunjungi Desa Tongging, Anda akan menikmati pemandangan yang indah seperti kawasan wisata di Desa Tao Silalahi yang berada di dekatnya. Sebelum menikmati air terjun dari dekat, Anda akan disuguhi pemandangan indah Tanah Karo dari gardu pandang yang ada di puncak bukit, titik pangkal aliran air terjun Sipiso-piso. Dari puncak bukit yang mengitari Air Terjun Sipiso-piso ini pula Anda dapat menyaksikan keindahan lansekap Danau Toba, sebuah danau vulkanik terbesar di dunia.

Setelah itu, untuk menjelajahi keelokan alam Sipiso-piso dari dekat, Anda harus menyusuri punggung bukit melalui ratusan anak tangga kecil yang telah disediakan untuk turun dan mendekati air terjun tersebut. Jajaran anak tangga yang telah dipersiapkan itu merupakan jalan utama yang aman (http://jalan-wisata.blogspot.com).

Sesampainya di bawah, Anda dapat memandang ke arah bukit-bukit kecil yang ada di hadapan Anda. Ketakjuban Anda akan tingginya bukit-bukit tersebut akan dibarengi dengan suara gemuruh percikan ribuan butiran air yang memantul dari titik jatuhnya air. Karena air terjun ini memiliki ketinggian 120 meter atau sekitar 360 kaki sebelum mengalir ke Danau Toba, maka banyak orang yang pernah berkunjung ke tempat ini mengatakan besaran butiran percikan air jatuh di Sipiso-piso lebih besar dari Air terjun Sigura-gura—sebuah daerah wisata alam terkenal di Sumatra Utara.

Air terjun Sipiso-piso terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan ini berada sekitar 24 km dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.

Bila Anda berada di Kota Medan, ibukota Provinsi Sumatra Utara, maka Anda harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan bus atau mobil menuju Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Kabanjahe terletak di selatan kawasan wisata dataran tinggi yang terkenal, yakni Berastagi. Setiap 45 menit bus trayek Kabanjahe diberangkatkan dari terminal pusat kota Medan. Tarif bus sangat tergantung dengan jenis bus yang Anda pilih, tentu bus ekonomi yang paling murah. Sesampainya di Kabanjahe, Anda masih harus menempuh jarak 24 km ke arah Utara, jalur menuju Danau Toba. Dengan kualitas jalan beraspal, Anda dapat sampai di Desa Tongging untuk berwisata di Air Terjun Sipiso-piso dalam 30 menit menggunakan mobil atau bus.

Penginapan tentu menjadi hal yang penting bagi wisatawan. Ketika berwisata di Air Terjun Sipiso-piso dan berkeinginan untuk bermalam, maka Anda dapat menemukan penginapan di Desa Tongging atau di Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Selain itu, bila Anda ingin mencari kenang-kenangan atau suvenir untuk keluarga di rumah, maka datangi saja berbagai penjaja suvenir khas Tanah Karo di kawasan wisata ini.

Spoiler for sipiso
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sipiso
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sipiso
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sipiso
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
yamboo - 06/02/2010 04:28 AM
#127

Quote:
Original Posted By kadalxburik
Gua Maharani

Hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari pantai Laut Jawa yang berada di kawasan wisata pantai Tanujung Kodok (sekarang telah berubah nama menjadi kawasan Wisata Bahari Lamongan), Gua Istana Maharani merupakan salah satu objek wisata gua yang cukup terkenal di Indonesia.


Lokasi Gua Istana Maharani sangat strategis sebagai tempat wisata untuk santai istirahat dalam perjalanan wisata budaya ziarah makam Walisongo di sepanjang pantai utara Pulaua Jawa. Disebelah timur Gua Istana Maharani terdapat makam Sunana Drajat sedangkan di selatan gua kurang lebih 1,5 km terdapat situs makam Sunan Sendang Duwur yang berada pada gunung Amitunon, tempat pembakaran mayat si zaman Majapahit dan Singosari.

Dengan luas yang tidak seberapa besar yakni +/- 2500 m2, dibutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk mengitarinya dengan mengikuti tangga dan jalan setapak yang dibangun didalam gua dan terbuat dari semen. Pada bagian atas gua telah dibuatkan jalan angin berupa blower kipas angin yang menembus batu setebal lima meter. Berbagai lampu sorot warna-warni memperkuat dan memperjelas sisi-sisi gua ini yang memang penuh dengan berbagai bentuk maupun ornamen dari bebatuan stalagtit/stalagmit. Ornamen bebatuan stalagtit/stalagmit tersebut cukup unik, ada yang berbentuk mirip singgasana raja ada pula yang mirip flora/fauna. Total ada puluhan nama yang mewakili sekelompok tertentu dari batuan gua.

Gua Istana Maharani ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang kuli batu bernama Sugeng tatkala mengali batuan fosfat ditempat kerjanya. Pada hari Kamis 6 Agustus 1992, tatkala rekan-rekan kerjanya telah mulai istirahat siang karena kelelahan,Sugeng tetap bekerja tanpa suatu firasat apapun. Tiba-tiba saja ujung linggisnya menembus sebuah dinding dimana terdapat rongga besar didalamnya. Sugen bersama teman-temannya dengan gemetar memasuki gua yang masih perawan ini dengan penerangan lampu senter. Decak kagum menyelimuti hati para pekerja harian itu ketika mereka berada dalam rongga tanah berkapur yang ternayat amat luas dan penuh dengan keindahan bebatuan stalagtit dan stalakmit yang menakjubkan. Dari pantulan lampu senter terlihat gemerlap kilauan bintik-bintik putih terang bak intan berlian memantul ke wajah. Itulah kerlap kerlip batu kapur di langit-langit di lantai dan di-dinding gua, terkena sinar dari luar lewat pintu gua yang baru dibuat oleh sugeng dan kawan-kawannya.

Dua hari mereka merahasiakan penemuan gua ini namun setelah itu bocor juga berita adanya guaindah di akwasan Tanjung Kodok. Pada saat itu juga mandor Sunyoto segera melapor kepada Camat Paciran dan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Dati II Lamongan tentang penemuan gua indah oleh pekerjanya. Masyarakatpun mulai berbondong-bondong memasuki gua untuk melihat kecantikan isi gua dengan bantuan lampu penerangan petromak. Namun sayangnya banyak pengunjung yang merusak ujung-ujung stalaktit untuk dibawa pulang. Untuk pengamanan sementara, maka dibuatkan pintu berjeruji besi pada awal minggu ke dua setelah penemuan gua ini.

Keunikan terjadi saat pemberian nama gua ini. Banyak orang saling mengusulkan nama untuk gua yang baru ditemukan baik dari pejabat maupun dari masyarakat. Akhirnya oleh Bupati Lamongan di beri nama Gua Istana Maharani, yang merupakan pemberian nama dari istri Sunyoto, berdasarkan mimpi yang diperolehnya sebelum gua itu ditemukan. Kabarnya, sehari sebelum tanggal 6 Agustus 1992, Ny Sunyoto bermimpi bahwa direlung batu did epan gua baru tempat kerja suaminya ini terlihat seorang wanita canik memakai mahkota warna-warni. Mahkota wanita cantik ini bercahaya kemilau berlapis emas bertahtakan intan-berlian, bermotifkan bunga mawar dan dahlia. Ketika Ny Sunyoto terbagun dalam keheningan malam, merasakan ada bisikan bahwa dia baru saja melihat mahkota indah milik seorang Ratu yang disebut Maharani. Sang Ratu bermahkota indah ini tampak dalam relung didepan pintu gua yang akhrinya menjadi kenyataan.

Nama Maharani atau Istana Maharani sangat cocok ditetapkan,sebab di dalam gua ini terdapat banyak kenyataannya. Kondisi dalam gua, bak istana dimana terdapat seonggok bebatuan stalgamit di pelataran gua yang mirip mahkota Raja Puteri (Ratu Maharani). Ruangan Gua Istana Maharani dipenuhi pilar-pilar penyangga dan langit-langit berukir. Sungguh sangat mempesona jika telah masuk gua istana Maharani secara phisik

Spoiler for maharani
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for maharani
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for maharani
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for maharani
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia


Kalo ini daerah ane gan... Makasih uda posting di sini. hehehe.... iloveindonesia ilovekaskus
noped - 06/02/2010 11:53 AM
#128

Sadengan

Kawasan Balai Taman Nasional Alas Purwo tidak hanya menyediakan Wisata pantai saja, tapi juga menyediakan wisata yang di beri nama Sadengan. Di sadengan ini anda bisa melihat Banteng Purwo dan Menjangan. Untuk Melihat nya anda tidak perlu bersusah payah, cukup berbekal Teropong dan duduk di menara 3 tingkat dan mempunya tinggi kurang lebih 10 meter, banteng Purwo dan Mejangan ini akan keluar di area terbuka pada sore hari. Untuk menempuh ke tempat ini, dari pusat kota banyuwangi, anda bisa melewati jalan darat.

Dari Srono – Muncar – Sumberayu – Tegaldlimo – Dambuntung – Pasar Anyar – Kutorejo – Masuk Hutan

Dari Benculuk – Purwoharjo – Karetan- Jatirejo – Tegaldlimo – Dambuntung – Pasar Anyar – Kutorejo – Masuk Hutan

Jarak untuk menempuh ke Sadengan dari pusat kota banyuwangi kurang lebih 75 KM. Anda bisa menggunakan kendaraan motor ataupun mobil pribadi. Kami sarankan Motor anda sekelas Engine dan jika membawa mobil sekelas Land Rover, Jalan sepanjang masuk Hutan rusak parah.
azizie - 12/02/2010 03:33 PM
#129
vihara tertua di banten
vihara avalokitesvara merupakan hadiah pemberian sultan hasanudin kepada masyarakat china yang bermukim di teluk banten sejak abad 14 istri sultan maulana hasanudin yang merupakan keturunan china di desak oleh keluarga besarnya untuk mohon izin kepada sultan hasanudin agar mengizinkan membangun viraha dekat benteng surosoan.

sumber http://wisatabanten.com/artikel.php?id=17&idx=artikel
vi_wi - 12/02/2010 05:13 PM
#130

Quote:
Original Posted By azizie
vihara avalokitesvara merupakan hadiah pemberian sultan hasanudin kepada masyarakat china yang bermukim di teluk banten sejak abad 14 istri sultan maulana hasanudin yang merupakan keturunan china di desak oleh keluarga besarnya untuk mohon izin kepada sultan hasanudin agar mengizinkan membangun viraha dekat benteng surosoan.

sumber http://wisatabanten.com/artikel.php?id=17&idx=artikel

ehh ada terumbu banten o
kadalxburik - 12/02/2010 06:53 PM
#131

Pesisir Selatan Sumatra

Perjalanan dari Padang ke Pesisir Selatan ditempuh selam satu jam. Melewati bukit-bukit landai dengan pemandangan pesisir pantai yang indah. Raungan becak motor dan lambaian ramah para warga seakan menyambut para wisatawan yang datang. Tikungan terakhir, Kota Painan mulai terlihat dan kaki ini tidak sabar untuk menginjaknya.

Pesisir Selatan ternyata menyimpan daerah wisata yang cukup melimpah. Pantai menjadi ajang unjuk gigi selain alam hutan yang alami. Beragam pulau kecil memberikan pemandangan tidak lagi berbentuk abstrak berupa langit.

Di dekat dermaga, Pulau Cubadak terlihat dan mencoba memberikan ajakan untuk kesana. Bukit Langsiau dan Jembatan Akar yang unik masuk dalam daftar tujuan wisata Pesisir Selatan.

Pulau Cubadak

Pulau Cubadak yang berdiri kokoh dengan keindahan alam baharinya. Hamparan pasir putih yang indah, lautnya yang jernih dan airnya yang tenang, dikelilingi gugus kepulauan dengan bentuk yang unik disekelilingnya, eksotika laut dan keanekaragaman pohon, memberikan nuansa natural.

Suasana tenang dan sepi jelas terasa dalam membuat hati mengakui keagungan Tuhan. Duduk di tepi pantai menikmati semilir angin, merasakan setiap hembusan membuat sejuk diri. Takkan pernah rasa bosan hadir bertemu muka kala indah tak akan hilang. Pulau Cubadak, surga tersembunyi di Sumatera Barat.

Bukit langsiau

Dari puncak bukit, pemandangan Kota Painan, hamparan pasir putih Pantai Carocok, Pantai Salido, dan pulau-pulau kecil di Samudera India terlihat. Bukit ini terletak di 214 meter dari permukaan laut. Tantangan yang cukup menarik bagi penyuka wisata alam.

Yang gemar berolahraga dirgantara bisa leluasa menikmati paralayang. Saat yang tepat mengunjungi puncak bukit adalah sore menjelang matahari terbenam Pantulan sinar keemasan di permukaan taut menyajikan pemandangan spektakuler. Garis-garis warna memberikan mata sebuah relaksasi alam.

Jembatan akar

Jembatan yang unik ini terbuat dari dua akar pohon yang saling berlilitan. Jembatan yang menghubungkan antara Desa Lubuak Silau - Desa Pulut-pulut ini tercipta bukan dengan menggunakan teknologi yang muktahir melainkan karena kepanjang akalan manusia.

Konon, Jembatan Akar dirancang oleh Pakiah Sokan alias Angku Ketek bersama masyarakat Desa Pulut-pulut, 100 tahun yang lalu. Ide itu terbit setelah titian bambu yang biasa digunakan masyarakat, sering hancur dan diseret air bah bila Sungai Batang Bayang meluap.

Melihat jembatan ini, terasa logika dan akal berbeda pendapat. Semua sirna ketika duduk di atas batu besar tepian sungai. Rasa tak percaya dibayar tuntas dengan apa yang dilihat mata kepala, berpikir ulang dan basuh wajah menikmati kesegaran karunia Sang Pencipta.

Spoiler for painan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for painan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for painan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for painan
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 12/02/2010 06:57 PM
#132

Tarutung

Satu lagi keajaiban alam yang membuatku takjub, heran dan tak puas berdecak kagum ketika mengetahui bahwa itu ada, dan dekat dengan ku. Sekilas, seolah2 sedang berada di kawasan salju panas yang menyelimuti sedikit kulit bumi. Di sisi lain, air panas yang menggelegak mendidih yang di panaskan oleh tungku dari dasar bumi. Dimana2 tercium bau belerang. Keindahan alam yang eksotis bagiku ketika pertama kali datang berkunjung ke Sipoholon Tarutung, Tapanuli Utara.

Ini adalah kisah perjalanan ke Sibolga, Tapanuli Selatan Juli 2008 untuk sebuah persahabatan. Sepasang sahabat dekat menikah disana dan kami sepakat untuk menghadiri sekalian sightseeing tour menikmati beberapa daerah wisata yang dilewati menuju dan pulang dari sana. Mulai dari pemandangan Danau Toba yang indah tiada tara sampai laut dan daerah pantai dipinggir kota Sibolga. Dengan rute (kurang lebih begini) Medan-Siantar-Parapat-Porsea-Dolok sanggul-Tarutung-Sibolga, dengan menempuh rute yang sama ketika kembali ke Medan selama 2 hari satu malam. Persis pukul 01.00 dinihari, kami berangkat dari Medan.

Satu hal yang unik adalah, keindahan Danau Toba tetap bisa dinikmati secara putus sambung di setiap kota yang kami lewati. Mulai dari Parapat, Porsea, Dolok Sanggul, dan Tarutung. Jika dilihat di peta, kota-kota yang dilewati ini ada di pinggiran Danau Toba. Hampir mendekati kota Sibolga, pemandangan akan berganti dengan lautan yang luas. Sangat indah, amazing… bagai hamparan cermin raksasa tak ketahuan berujung dimana. Pantulan sinar matahari sore, menerbitkan semburat indah yang sempurna, yang akan menimbulkan decak kagum bagi setiap orang yang memandangnya. Membuat kita merenungkan betapa agung Sang Pencipta yang telah menjadikannya.

Kami tiba di Sibolga pada pagi hari dan langsung berbenah untuk mengikuti seluruh proses resepsi pernikahan. Setelah Resepsi pernikahan, kami menyempatkan diri untuk menikmati indahnya pantai laut Sibolga sebelum menuju rumah salah satu teman untuk menginap. Ada beberapa nama yang cukup dikenal untuk dikunjungi, kami memilih pergi ke Pantai Kalangan dengan alasan tertentu. Sebagaimana layaknya pantai, sangat indah memandang ke laut lepas. Bagai hamparan permadani kaca yang tak tau dimana tepi nya. Ditambah lagi dengan pantulan sinar matahari sore menambah indahnya.

Menjelang matahari terbenam kami menelusuri pantai yang menjorok ke dalam. Sambil memandang keunikan2 dari benda2 laut yang kami lewati, seperti kulit2 kerang yang sudah rapuh, batu-batu kecil nyaris seperti pasir, dan wujud bebatuan yang membentuk di bibir pantai. Turun berenang berkejaran menantang ombak dan berteriak lepas dalam setiap hempasan ombak yang tidak terlalu keras. Duduk di hamparan bebatuan pantai yang lebar menunggu turunnya raja siang ke peraduannya. Wow…luar biasa (hehe…agak ndeso ya? Soalnya ini pertama kali nya). Sengaja duduk berlama2 menunggu proses turun sampai hilangnya matahari di balik laut.

Pagi-pagi sekali kami memulai perjalanan pulang dengan rute yang sama namun dengan cara yang berbeda. Salah satu tujuan kami adalah Sipoholon Tarutung yang terkenal dengan pemandian sumber air panas nya. Air belerang yang mengalir dari perut bumi di alirkan dengan system yang sedemikian rupa ke tempat-tempat penampungan (rumah-rumah kedai) yang kemudian di komersilkan bagi siapa saja yang ingin mandi air panas tersebut. Yang katanya berkhasiat untuk melegakan penat dan kandungan belerangnya menyembuhkan penyakit kulit. Namun bukan ke sana tujuan kami. Berjalan agak mendaki ke atas bukit, di bagian belakang rumah penduduk (diantarai kedai), hendak langsung ke sumber mata air tersebut.

Memasuki area ini pertama sekali akan disambut oleh bau belerang. Jalan setapak menuju ke atas bukit sudah berkomposisi belerang. Dibagian sisi kiri kanan jalan setapak dialiri oleh aliran kecil air panas yang bersumber dari mata air panas bumi yang tumpah dari cekungan kulit bumi tampungan air mendidih tersebut. Wahh… satu lagi pemandangan alam yang membuatku terharu, kok bisa ya? Hehe… ya bisa lah… au ah… ndeso banget sih. Ini dia nih, danau kecil, mata air, titik sumber keluarnya air panas dari dasar bumi, panas dan mendidih…

Salah satu dari danau kecil itu, penuh dengan belerang yang telah membeku di sekelilingnya. Setelah puas menikmati pemandangan ini dan mengambil beberapa photo, kami turun ke bawah mengambil rute yang berbeda. Sengaja melewati jalur dari system penampungan air yang dibuat oleh penduduk sekitar untuk dikomersilkan. Disini awal dari judul kisah ini, ‘salju di Tarutung’. Bagaimana tidak? Begtu menginjak kan kaki di bagian ini, saya terheran-heran. Saudara-saudara…ini persis salju di Negara barat sana. Unik dan indah. (maaf buat teman-teman untuk photo yang dimuat, saya tidak punya photo yang lain untuk menunjukkan indahnya ‘salju’ ini, dan kiranya pembaca dapat menikmati pemandangan ‘salju’ ini tanpa terganggu oleh wajah-wajah yang tersenyum ke arah kamera). Ini disebabkan oleh aliran-aliran air panas yang membekas kan lapisan-lapisan putih belerang melapisi kulit bumi terbentuk seolah-olah salju. Sangat menakjubkan.

Di akhir perjalanan, kami singgah di Balige Toba Samosir, dan mengadakan acara kecil-kecilan di pantai Danau Toba yang juga menyentuh kota ini. Di salah satu titik wisata, kami turun untuk memandang Danau Toba lepas ditimpa sinar matahari hampir sore. Lagi-lagi pemandangan indah yang luar biasa. Cermin raksasa itu berkilau ditimpa cahaya matahari. Ini akhir dari cengkerama kami dengan keindahan alam daerah Tapanuli dan Toba Samosir dengan segala kejaiban alam yang ditempatkan oleh Sang Pencipta di tempat ini.

Spoiler for tarutung
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for tarutung
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for tarutung
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for tarutung
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 12/02/2010 07:00 PM
#133

Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan Obyek Wisata Seni Budaya yang berlokasi di Pusat Kota Bengkulu, Obyek wisata ini mudah dicapai, karena terletak di jantung kota, dekat dengan Pasar Baru Koto I dan berdampingan dengan Tapak Padri. Benteng ini banyak dikunjungi oleh wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. Di dalam benteng ini dapat kita saksikan ruang dan kamar-kamar. Kamar tempat tahanan, tempat penyimpanan senjata , ruangan tempat perlindungan dari serangan musuh pada waktu itu. Pada jaman penjajahan, Bung Karno pernah ditahan di Benteng ini.

Benteng Marlborough dibangun Perusahaan India Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini mengahadap selatan dan memiliki luas 44.100 meter persegi. Bentuk benteng abad XVIII (1914) ini menyerupai kura-kura.

Pintu utama dikelilingi parit luas dan tersambung dengan jembatan ke gerbang dalam. Menurut masyarakat sekitar, benteng ini memiliki pintu keluar bawah tanah.

Fort Marlborough adalah peninggalan terbesar Inggris terbesar di Indonesia. Benteng Marlborough sesungguhnya bukan sekadar benteng pertahanan militer, karena ia dibangun demi kepentingan perdagangan; penjamin kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East India Company, serta pengawasan jalur pelayaran dagang melalui Selat Sunda. Benteng berperan ganda: markas pertahanan militer sekaligus kantor pusat perdagangan dan pemerintahan Inggris.

Bengkulu merupakan ibu kota wilayah presidensi (kumpulan wilayah residen) Inggris di pesisir barat Sumatera. Wilayah itu dikendalikan dari Benteng Marlborough. Inggris sebelumnya juga membangun benteng serupa dengan fungsi dan peran lebih besar di Madras, India, yaitu Fort St George. Dari Madras inilah, East India Company mengembangkan pengaruh ke Asia Pasifik, termasuk Bengkulu.

Fort Marlborough dihuni oleh pegawai sipil dan tentara Inggris. Dalam catatan British Library, Oriental and India Office Collections tahun 1792 terdapat 90 pegawai sipil dan militer tinggal dan bekerja dalam Benteng Marlborough. Para petinggi atau perwira senior tinggal dalam lingkungan benteng bersama keluarga. Benteng ini menyerupai hunian dalam kota kecil dengan tembok tebal. Seperti layaknya kehidupan bermasyarakat, catatan-catatan menyangkut perkawinan, pembaptisan, dan kematian “penduduk” benteng ini pun masih dapat tersimpan.

Desain tata ruang Benteng Marlborough mencerminkan keragaman aktivitas masyarakat. Kompleks bangunan ini 44.100,5 meter persegi, tetapi total bangunan dalam benteng hanya sekitar 20 persen. Bagian benteng selebihnya bersungsi sebagai ruang terbuka. Bangunan fisik Benteng Marlborough sangat kokoh, antara lain terbukti ketika gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter meluluhlantakkan ribuan bangunan gedung dan permukiman Bengkulu tahun 2000, benteng ini tak mengalami kerusakan berarti. Padahal, konstruksi benteng ini tidak menggunakan beton bertulang.

Desain dasar Benteng Marlborough berbentuk segi empat. Desain ini menyerupai kura-kura, ditandai dengan empat bagian bangunan menyudut seperti kaki, serta satu kelompok bangunan menyerupai bagian kepala kura-kura. Bagian atas bangunan ini tersambung melingkar menjadi pelataran penempatan meriam, sekaligus mempermudah mobilitas perpindahan meriam. Ciri lain benteng pertahanan ini adalah dua lapis dinding pertahanan, sehingga ketika dinding terdepan bisa ditembus lawan, pasukan bisa segera mundur dan melakukan pertahanan dari dinding kedua.

Pembangunan benteng tahap pertama selesai 1718 dengan gerbang utama benteng di sisi barat. Bagian bangunan menyerupai kepala kura-kura kemudian ditambahkan pada 1783. Dengan penambahan ini sistem pertahanan gerbang benteng menjadi berlapis. Kekokohan benteng tergambar dari ketebalan dinding bagian luar setinggi 8,65 meter dan ketebalan tiga meter. Sementara tebal dinding dalam sekitar 1,8 meter. Bahan bangunan antara lain batu karang, batu kali, dan bata dengan perekat campuran kapur, pasir, dan semen merah.

Untuk memasuki benteng dari gerbang utama, kita harus melewati dua jembatan yang menyeberangi parit-parit kering. Parit itu berkedalaman sekitar 1,8 meter dengan lebar 3,6 meter. Jembatan-jembatan kayu di atas parit kering itu aslinya tidak pernah permanen agar dapat diangkat dalam menghambat gerak musuh. Selepas gerbang pertama, kita akan menyusuri lorong pendek dengan langit-langit melengkung. Empat buah batu nisan besar tertempel pada salah satu sisi bangunan lengkung ini. Batu-batu nisan ini merupakan tugu peringatan kematian sejumlah petinggi benteng, antara lain Deputi Gubernur Inggris Richard Watts—meninggal pada 1705. Meskipun tugu peringatan berbahasa Inggris itu tertulisdalam huruf bergaya kuno, tetapi sebagian besar masih terbaca dengan jelas.

Keluar dari bangunan lengkung selepas pintu masuk ini, kita akan menyusuri alur jalan pada ruang terbuka menuju jembatan kedua. Di sisi selatan jalan itu berjajar tiga buah makam, satu di antaranya makam Residen Thomas Parr—terbunuh Desember 1807. Adanya pemakaman itu menunjukkan fungsi benteng menampung seluruh aktivitas penghuni sejak lahir hingga meninggal. Melalui jembatan kedua berketinggian 3,25 meter dari dasar parit di bawahnya, sampailah pada pintu gerbang yang dikenal sebagai the great gate (gerbang utama). Daun pintu kayu pada gerbang kedua ini masih utuh meskipun sudah berumur hampir 300 tahun. Daun pintu ini memakai jenis kayu kapur konon berasal dari Kalimantan.

Tiga ruangan kita jumpai di sebelah kiri begitu melewati the great gate dulu difungsikan sebagai kediaman para perwira. Ruangan-ruangan ini pada 1873 difngsikan sebagai gudang senjata. Ruang pertama menyerupai lorong sepanjang 13,5 meter dengan lebar sekitar lima meter. Di dalamnya terdapat tiga “anak ruangan” berukuran sekitar 1,5 meter x 4,5 meter. Ruang ini seakan menyerupai lemari beton tebal. Di ujung lorong terdapat pintu turun menuju ke ruang bawah bangunan benteng. Gelap dan lembab pada ruang-ruang bawah memberi kesan penyusuran bagian benteng ini berbau petualangan. Ruang bawah ini disebutkan berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta.

Pada sisi lain gerbang masuk, kita akan menemui ruangan dengan funsi ruang jaga utama maupun ruang penjaga benteng yang tidak sedang bertugas. Di bagian dalam, terdapat dua ruang tahanan militer. Pada salah satu bagian dinding ruang tahanan itu terlihat lukisan arang dan catatan dalam bahasa Belanda kuno. Tulisan diperkirakan buatan tahanan dalam benteng.

Di sepanjang sayap selatan Benteng Marlborough terdapat deretan ruangan barak tidur. Masing-masing ruang memiliki satu pintu menghadap ke halaman dalam benteng. Meskipun terbuat dari jeruji besi, pintu-pintu ini berdesain lengkung dan terkesan cantik. Desain lengkung juga terlihat pada bagian langit-langit ruangan. Kompleks perkantoran terdapat di sayap utara benteng. Sebelum tahun 1780-an, sisi utara benteng ini difungsikan menjadi ruang keluarga pejabat sipil senior serta tempat tinggal perwira lajang. Sementara gudang dan kediaman gubernur terdapat di bagian barat.

Pada zamannya, benteng ini dikelola oleh dewan pimpinan terdiri dari deputi gubernur sebagai kepala wilayah pendudukan, komandan benteng sebagai pemimpin militer, dibantu oleh dua pejabat. Pejabat tinggi lainnya adalah semacam kepala perdagangan (senior merchant). Pada 1792, tercatat 18 atase perdagangan berkantor di Fort Marlborough. Beberapa kepala perdagangan ini juga menjabat sebagai kepala wilayah atau residen sejumlah kawasan sepanjang pesisir barat Sumatera, antara lain Manna, Lais, Natal, Tapanuli, dan Krui. Pada 1792 tercatat sembilan orang juru tulis bekerja dan tinggal dalam benteng. Teknisi, petugas kesehatan, pemain organ, hingga tukang kayu pun menghuni benteng ini.

Di tengah benteng, terhampar halaman dalam berumput hijau dengan beberapa pepohonan teduh. Halaman dalam cukup luas ini berfungsi bagi beragam kegiatan militer pada masa itu, misalnya upacara dan latihan keterampilan. Di lapangan ini pula dibacakan keputusan pengadilan dan kesaksian eksekusi militer. Sementara bagian halaman teduh oleh pepohonan dengan pemandangan laut lepas, menjadi tempat bersantai. Jalan setapak menghubungkan gerbang utama bagian selatan dengan gerbang utara terdapat di tengah halaman. Pintu gerbang sisi utara ini pun disambungkan dengan jembatan kayu ke luar lingkungan benteng.

Dari atas dinding benteng atau bastion, teramati hamparan laut lepas. Untuk menaikkan meriam pada posisi tembak di bastion, dibangunlah beberapa bidang miring dari susunan bata di sudut-sudut benteng ini. Di bastion, kita juga dapat mengamati saluran etalase ruangan-ruangan seperti cerobong. Mulut cerobong itu diberi payung kerucut terbuat dari seng sehingga udara dapat bersirkulasi, namun terlindung dari curahan air. Menjelajahi benteng ini tidak akan lengkap tanpa menyusuri lorong-lorong di bawahnya. Lorong-lorong bawah tanah sempit dan gelap ini konon merupakan tempat penyimpanan senjata. Juga terdapat lorong bawah tanah yang menyambungkan benteng dengan jalan keluar tanpa melewati pintu-pintu gerbang.

Spoiler for benteng
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for benteng
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for benteng
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for benteng
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
oxygent - 14/02/2010 10:42 PM
#134

Nyimak doloe gan
gntx - 14/02/2010 10:42 PM
#135

thx gan udah berbagi informasi.
sangat berguna nih threadnya.
thumbup: gntx likes this D
achber - 15/02/2010 10:45 AM
#136

maap, mau numpang saran aja.. o
IMHO, akan jauh lebih baik kalo tritnya ditambahin index tempat yg uda ente review tu bro.
mengingat tempat wisata yg di review uda mulai "kebanyakan"
sekian
terima kasih..
lamagica - 20/02/2010 01:22 AM
#137

thanks a lot bwt ts atas thread dan informasinya.
sekalian nanya, klo di bulan2 ini rekomendasi klo jalan2 sendirian ke mana ya, memperhitungkan cuaca yg lagi gak menentu.
lokasi ane di depok
perlu di bookmark nih thread.,
kadalxburik - 17/03/2010 01:41 PM
#138

Bukit Langkisau, Surga di Selatan

Bukit Langkisau (Langkisau Hill) terletak di kota Painan. Painan adalah ibukota Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, kurang lebih 77 km arah selatan kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat. Perjalanan dari kota Padang menuju Painan dapat ditempuh dengan transportasi darat. Moda transportasi darat yang tersedia adalah bus ukuran sedang dengan ongkos Rp. 10.000,-. Kemudian, juga ada bus ukuran kecil (jumlah penumpang lebih kurang 12 orang) dengan ongkos Rp. 15.000,-. Selain itu, para pelancong juga dapat menggunakan taksi atau bus pariwisata yang di carter dari padang.

Bus sedang yang melayani jurusan Padang-Painan akan berhenti di terminal sago yang berjarak 5 km dari kota Painan. Untuk melanjutkan perjalanan ke kota painan, para pelancong dapat menggunakan angkutan kota (angkot).

Layanan transportasi Padang-Painan yang resmi, pada umumnya dimulai pada jam 06.30 pagi dan berakhir pada jam 18. 30. Sedangkan layanan transportasi Painan-Padang, pada umumnya dimulai jam 05.00 dan berakhir pada pukul 18.30.

Bukit langkisau memiliki pemandangan yang luar biasa. Menaiki bukit langkisau, berarti dengan sengaja menghadapkan diri pada ciptaan Tuhan yang sangat Indah dan menyejukan hati.

Disebelah utara terhampar jalan lintas padang –painan, sebelah selatan terlihat jelas kota Painan dikurung oleh hamparan bukit, sebelah barat terhampar laut Hindia yang menyatu dengan langit ditambah gugusan pulau kecil yang masih bagian dari kabupaten pesisir selatan. Sebelah timur, berdiri berderetan bukit-bukit yang merupakan gugusan bukit barisan.

Beberapa aktivitas di Bukit Langkisau dapat dilakukan oleh para pelancong. Diantaranya, paralayang. Paralayang adalah kegiatan adventure yang penuh tantangan.

Klub paralayang kota painan melakukan latihan teratur di bukit ini. Pendaratannya dilakukan dipantai salido. Salido terletak sebelah utara kota Painan, Posisinya berada antara Sago (terminal) dan Kota Painan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tahu betul bahwa bukit ini merupakan potensi pariwisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diadakan kegiatan-kegiatan yang mampu mengundang masyarakat luas ke kota Painan khususnya Bukit Langkisau. Salah satunya dengan kegiatan Festival Langkisau yang diadakan setiap tahun sekali.

Jika anda telah puas dengan pemandangan di bukit Langkisau, anda bisa kembali turun dan berjalan ke arah barat, maka anda akan mendapatkan suguhan pantai nan indah, Pantai Cerocok. Di tempat ini sangat mengasyikan dan dijamin akan meredakan ketegangan urat syaraf anda.

Silahkan packing barang-barang anda dan bersiap melakukan petualangan ke kota Painan dan Bukit Langkisau.

Spoiler for langkisau
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for langkisau
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 17/03/2010 01:48 PM
#139

Ngarai Sianok yang Terhidang "Lezat"

Hidangan di jagat raya, kunyahlah dengan perasaan ingin tahu. Karena di baliknya terhampar perasaan yang tidak akan kau temui di meja belajar….. (The Journey, Gola Gong, 2008) Sebuah pengantar yang disampaikan Gola Gong dalam bukunya The Journey yang diterbitkan tahun lalu terngiang ketika menatap keindahan Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Bagaimana mungkin ya Allah? Bagaimana mungkin bisa seindah ini?

Ngarai Sianok adalah dua dinding bukit yang berdiri berhadapan hampir tegak lurus. Tingginya sekitar 100-120 meter dan panjang sekitar 15 km. Dindingnya membentuk semacam jurang dimana terdapat sawah yang membentang luas dan kelokan sungai di dasarnya. Di bagian atas ngarai ditumbuhi pepohonan dan rerumputan.

Ngarai ini membagi lokasi menjadi dua bagian, kawasan Bukit Tinggi dan Gunung Singgalang. Jika dinikmati dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah daerah di bagian kawasan Bukit Tinggi, keindahan Ngarai Sianok tampak mencengangkan. Cadas yang sangat tangguh, tidak kunjung berubah meski panas dan hujan silih berganti.

Memang di sinilah letak keistimewaan Ngarai Sianok. Apalagi pada saat matahari terbit dan hampir tenggelam. Berbagai wisatawan mancanegara bahkan mengaku tak merasa lengkap jika tidak mengunjungi Ngarai Sianok dalam jadwal perjalanan wisata mereka ke Indonesia. Selain dari Taman Panorama, keindahan Ngarai Sianok juga dapat dinikmati dengan turun langsung ke dasar jurangnya yang merupakan area pemukiman dan persawahan penduduk.

Jika ingin menikmati keindahan ngarai dari Taman Panorama, pengunjung cukup membayar retribusi sebesar Rp 3.000 per orang. Di Taman Panorama, pengunjung juga dapat menikmati lokasi wisata Lobang Jepang yang berlokasi di bawah tanah kawasan Ngarai Sianok. Hanya saja perlu membayar biaya pemandu lagi sekitar Rp 20.000.

Lokasi Taman Panorama Ngarai Sianok sendiri terletak di dalam kota Bukit Tinggi. Jaraknya kurang dari 1 km dari pusat kota Bukit Tinggi, yaitu kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas. Pengunjung dapat menjangkaunya baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan berjalan kaki sambil menikmati sejuknya udara Bukit Tinggi. Di dalam kawasan Taman Panorama, disediakan pondok-pondok bagi pengunjung untuk bersantai dan menikmati pemandangan ngarai sambil sesekali melihat kelincahan monyet-monyet ngarai yang hidup bebas di kawasan taman. Jika memiliki makanan, berbagilah sedikit kepada mereka. Tapi namanya binatang, pasti mereka akan menunggu untuk diberi makanan lagi.

Di dalam kawasan taman juga terdapat sebuah panggung teater mini yang sesekali digunakan untuk pertunjukan budaya pada waktu-waktu tertentu. Jika berdiri di atas panggung batu tersebut, luas sapu mata menjadi lebih lebar dan keindahan tebing yang berderet makin membuat berdecak kagum.

Keindahan ini yang memang pantang dilewatkan oleh banyak fotografer dan pelukis lokal maupun mancanegara untuk diabadikan. Begitu pula yang dipahami oleh masyarakat sekitar ngarai. Mereka menjual berbagai cendera mata yang menolong para pengunjung untuk terus mengenang keindahan ngarai dan bersyukur atasnya jika sudah pulang ke daerah asalnya.

Di sebelah utara taman, terdapat kios-kios cendera mata yang menawarkan kaus, tas, rajutan, kerajinan tangan rotan hingga lukisan yang merekam kedahsyatan Ngarai Sianok. Kaus dan baju dengan motif khusus dijual dengan kisaran harga Rp 30.000-75.000. Sementara itu, lukisan di atas kanvas dengan berbagai ukuran dijual dengan harga Rp 5.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Berjalan hingga ujung utara taman, terdapat sebuah menara setinggi 20 meter. Decak kagum di atas panggung teater mini bertambah derajatnya ketika menapaki tangga menara dan mendapati bahwa fakta alam yang sedang terhampar bukanlah buatan manusia.

Spoiler for ngarai
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for ngarai
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for ngarai
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 18/03/2010 01:30 PM
#140

Desa Lingga Pewaris Rumah Adat

Desa Lingga sampai saat ini masih memiliki bangunan-bangunan tradional seperti: rumah adat, Jambur, Lesung, Geriten dan Sapo Page. Bentu, bahan dan teknik mendirikan bangunan itu hampir sama, yakni letak dindingnya miring ke arah luar, mempunyai dua pintu yang menghadap ke arah barat dan timur.


Pada kedua ujung atap terdapat tanduk atau patung kepala kerbau. Dinding lantai dan tiang-tiangn terbuat dari kayu. Untuk tangga tura atau tea dan lain-lain dibuat dari bambu. Sedangkan alat pengikat dan atap digunakan ijuk. Pada beberapa bagian rumah terdapat relief yang dicat dengan warna merah, putih, kuning, hitam dan biru. Bangunan-bangunan itu berbentuk khusus yang melambangkan sifat-sifat khas dan suku bangsa Karo.

Rumah adat Karo memunyai ciri-ciri serta bentuk yang khusus. Rumah ini sangat besar dan didalammya terdapat ruangan yang luas , tidak mempunyai kamar-kamar. Namun mempunyai bagian-bagian yang ditempati oleh keluarga batih atau jabu tertentu. Rumah adat berdiri di atas tiang-tiang besar serupa rumah panggung yang tingginya kira-kira dua merter lebih dari tanah. Lantai dan dinding dari papan yang tebal dan letak dinding rumah agak miring keluar, mempunyai dua buah pintu menghadap ke sebelah barat satu lagi ke sebelah Timur.

Tangga masuk ke rumah juga ada dua sesuai dengan letak pintu dan terbuat dari bambu bulat. Menurut kepercayaan mereka, jumlah anak tangga harus ganjil. Di depan masing-masing pintu terdapat serambi, dibuat dari bambu-bambu bulat, besar dan kuat disebut Ture. Ture ini digunakan untuk anak gadis bertenun. Sedang pada malam hari Ture atau seambi ini berfungsi sebagai tempat naki-naki atau tempat perkenalan para pemuda dan pemudi untuk memadu kasih.

Sesuai dengan atapnya, rumah adat karo terdiri dari dua macam, yaitu rumah adat biasa dan rumah anjung-anjung. Pada rumah adat biasa mempunyai dua ayo-ayo dan dua tanduk kepala kerbau. Sedangkan pada rumah anjung-anjung terdapat paling sedikit ayo-ayo dan tanduk kepala kerbau.

Teknologi tradisional lainnya yang masih ada peninggalannya di desa Lingga adalah Sapo Page yang artinya lumbung padi. Bentuk Sapo Page adalah seperti rumah adat. Letaknya di halaman depan rumah adat. Tiap-ttiap Sapo Page milik dari beberapa jambu atas rumah adat. Sama dengan Geriten, Sapo Page terdiri dari dua tingkat dan berdiri di atas tiang . Lantai bawah tidak berdinding. Ruang ini digunakan untuk tempat duduk-duduk, beristerahat dan sebagai ruang tamu. Lantai bagian atas mempunyai dinding untuk menyimpan padi.

Warisan budaya yang berupa bangunan lain yang masih dapat kita jumpai di desa Lingga adalah lesung antik. Lesung ini dibuat dari kayu pangkih sejenis kayu keras, lesung tersebut mempunyai tiga puluh empat buah lubang tempat menumbuk padi. Letak lubang ada yang berpasang-pasang dan ada pula yang sebaris memanjang. Lesung ini terletak dalam sebuah bangunan tradisional yang tidak berdinding. Bangunan ini mempunyai enam buah tiang-tiang besar, tiga sebelah kanan yang disebut binangun Pinem.

Di desa Lingga masih dapat kita saksikan seni tari yang bersifat hiburan maupunyang berhubungan dengan adat. Untuk melayani kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke desa Lingga, maka di desa Lingga terdapat tarian yang bersifat hiburan.

Tarian Gundala-Gundala; sebenarnya adalah tarian yang berhubungan dengan kepercayaan. Apabila dalam suatu kemarau yang panjang, maka diadakan upacara memanggil hujan yang disebut upacara ndilo wari udan. Tarian ini merupakan tari topeng kepala burung. Keempat pemain memakai baju jubah. Tarian ini menggunakan musik pengiring tradisional.

Tarian Guro-Guro Aron; tarian ini ditarikan khusus pada waktu pesta muda-mudi. Tetapi pesta muda-mudi ini tidak berdiri sendiri. Biaanya pest ini diadakan setrelah panen. Tarian Simelungun Raja; tarian ini adalah tarian adat yang ditarikan khusus pada upacara-upacara adat seperti perkimpoian, kematian dan memasuki rumah baru.

Selain tarian, nyanyian juga mempunyai arti penting di dalam pelaksanaan upacar adat. Lagu tangis , dinyanyikan jika ada yang meninggal, si penyanyi menangis sambil mengucapkan kata-kata dengan naa sedih. Kata-katanya melukiskan riwayat hidup si mati sejak kecil dengan segala penderitaan dan kebaikannya dan bagaimana sedihnya perasaan keluarga yang ditinggalkannya.

Lagu Talas, biasanya dinyanyikan oleh guru waktu memimpin upacara ”Erpangir Kulau ”, atau pada waktu guru penawar meramu obat-obatan tradisonal untuk mengobati yang sakit. Lagu-lagu ini khusus dinyanyikan pada waktu diadakan upacara memasuki rumah baru atau mengket rumah imbaru, dan upacara perkimpoian. Lagu ini mengandung arti memohon keselamatan untuk seisi rumah dan keluarga

Spoiler for lingga
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for lingga
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for lingga
[IMG]Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
Page 7 of 27 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TRAVELLERS > Domestik > Kumpulan Tempat Wisata Di Indonesia (Update Trus)