Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > [Merged] Semua tentang Buddhis ( Theravada, Mahayana and Vajrayana )
Total Views: 101691 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 232 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

themisterier - 27/12/2009 03:52 PM
#41

cuma pertanyaan dari orang yang buta,namun ingin mencari terang di kegelapan padahal telah memegang pelita.

para guru & bro" sepuh,ada tertulis begini :
jalan >indra-jalan >rasionaL-jalan filsafat.

apa maksudnya? apakah setiap proses itu merupakan proses yang harus dilalui,sebelum mencapai proses berikutnya?
misal seorang yg hanya peduli pemuasan nafsu : jalan indra.
seorang yang bisa memikirkan akibat dari nafsu : jalan rasional.
seorang yang bisa memahami hakikat nafsu : jalan filsafat.

apakah seperti itu proses pencerahan? ?

mohon bimbingan
RedDraco - 27/12/2009 04:34 PM
#42

Quote:
Original Posted By themisterier
semua hal ada sebab-akibat.

berarti mengapa sariputta dan moggallana menyadari dan memilih mencari kebenaran juga merupakan akibat dari suatu sebab. (mengapa saya menuliskan hal ini juga ada 'sebab'nya)
namun,apa sebab orang bisa menyadari bahwa hidupnya akan berakhir pada kematian,apa yang ia rasakan,sehingga oleh perasaan itu dia telah dibawa ke jalan mencari kebanaran?
mengapa manusia bisa merasakan dhukka dalam kehidupan,sehingga memilih mencari kebenaran?
bagaimana cara mencapai perasaan tersebut(mungkin perasaan bosan dg hidup) padahal kita manusia biasa masih perlu memuaskan nafsu" duniawi? apakah perasaan itu datang dari pemenuhan semua nafsu duniawi trlebih dulu,sehingga orang akan merasa sadar bahwa nafsu itu palsu?

dan bagaimana orang yang mencari kebenaran namun tidak dengan motivasi yang berawal dari sebab (kepentingan) yang sama?


apa dan bagaimana proses menyadari itu?
dan apakah yang dimaksud 'kapasitas' tiap orang? apakah berarti setiap orang mempunyai peluang dan kemungkinan yang berbeda untuk mencapai pencerahan?

lalu keinginan seseorang untuk mencapai pencerahan apakah juga merupakan 'nafsu'?



Saya sangat terkesan dengan pertanyaan2 bro yang kritis dan mendalam.shakehandthumbup:

Pertanyaan2 ini pun sering keluar dari dalam diri saya dulu.
Namun saya rasa sangat sulit untuk menjawab hal2 yang bro tanyakan di atas, karena begitu rumit dan detail untuk dijelaskan oleh kami2 yang awam. sedangkan kami2 disini masih dalam perjalanan menuju kebenaran (belum menemukan kebenaran sejati).

Mungkin Bro Sauchi dapat memberi refrensi sutta Buddha yang menjelaskan ttg pertanyaan2 bro themisterier di atas, agar kita semua juga mendapat manfaat.

Dan menurut saya jalan terbaik untuk dapat mengerti Dharma adalah Meditasi.
Karena dari pengalaman saya pribadi, banyak hal2 yang sulit utk dimengerti, tapi dapat kita mengerti dan pahami ketika menembus sedikit saja pengalaman dalam meditasi.

Orang yang kritis akan lebih sering menemukan kebenaran.thumbup:thumbup:thumbup:
sauchi88 - 27/12/2009 06:42 PM
#43

^^

Salam semuanya^^

btw thanks banget bagi yang da berkenan mampir and juga memberikan sumbangsih yang sangat positif bagi threat nie..

untuk Pertanyaan dari Bro themisterier, tentu saja sebenarnya dalam beberapa sutta ada dijelaskan yang mendekati hal tersebut, salah satunya mungkin dapat dilihat di " Milinda Panha" yang merupakan Tanya Jawab antara Seorang Raja yang sangat Kritis bernama Milinda ( dikenal juga sebagai Raja Menander ) kepada Yang Ariya Nagasena dan semua terjawab dengan sempurna...

untuk saat nie mgkin lum cukup waktu nie buat nulis terlalu byk, cos waktu lebih banyak di habiskan untuk adik di RS...^^mohon doa dari teman2 semuanya yach..

salam kenal buat sesepuh semuanya...wish all the best...
Auchan - 27/12/2009 07:56 PM
#44

Quote:
Original Posted By sauchi88
^^

Salam semuanya^^

btw thanks banget bagi yang da berkenan mampir and juga memberikan sumbangsih yang sangat positif bagi threat nie..

untuk Pertanyaan dari Bro themisterier, tentu saja sebenarnya dalam beberapa sutta ada dijelaskan yang mendekati hal tersebut, salah satunya mungkin dapat dilihat di " Milinda Panha" yang merupakan Tanya Jawab antara Seorang Raja yang sangat Kritis bernama Milinda ( dikenal juga sebagai Raja Menander ) kepada Yang Ariya Nagasena dan semua terjawab dengan sempurna...

untuk saat nie mgkin lum cukup waktu nie buat nulis terlalu byk, cos waktu lebih banyak di habiskan untuk adik di RS...^^mohon doa dari teman2 semuanya yach..

salam kenal buat sesepuh semuanya...wish all the best...


semoga adik TS cepat sembuh..
tread yg bagus sekali..semoga dilimpahkan berkat dari sang Buddha..
Si_eYe - 27/12/2009 08:09 PM
#45

entah mengapa ingin menulis disini D

btw, saya pernah datang ke acara yg mana beberapa biksu dr thailand datang ke indo. sempat terjadi tanya jawab antara beliau2 dg peserta. tetapi karena para biksu tersebut tdk mengerti bhs indo dan kurang mengerti bhs inggris, beliau agak bingung dengan pertanyaannya. akhirnya menjawab kurang lebih begini "sila - samadhi - panna, lakukan saja itu." D D D
versay - 27/12/2009 08:41 PM
#46

Quote:
Original Posted By Auchan
semoga adik TS cepat sembuh..
tread yg bagus sekali..semoga dilimpahkan berkat dari sang Buddha..

saya turut mendoakan agar adik TS cepat sembuh...
salam kenal shakehand2
Quote:
Original Posted By Si_eYe
entah mengapa ingin menulis disini D

btw, saya pernah datang ke acara yg mana beberapa biksu dr thailand datang ke indo. sempat terjadi tanya jawab antara beliau2 dg peserta. tetapi karena para biksu tersebut tdk mengerti bhs indo dan kurang mengerti bhs inggris, beliau agak bingung dengan pertanyaannya. akhirnya menjawab kurang lebih begini "sila - samadhi - panna, lakukan saja itu." D D D

wow matabelo: singkat padat dan jelas thumbup:
salam kenal shakehand2

Spoiler for dhammapada
[Merged] Semua tentang Buddhis ( Theravada, Mahayana and Vajrayana )
RedDraco - 27/12/2009 10:20 PM
#47

Quote:
Original Posted By sauchi88
^^

Salam semuanya^^

btw thanks banget bagi yang da berkenan mampir and juga memberikan sumbangsih yang sangat positif bagi threat nie..

untuk Pertanyaan dari Bro themisterier, tentu saja sebenarnya dalam beberapa sutta ada dijelaskan yang mendekati hal tersebut, salah satunya mungkin dapat dilihat di " Milinda Panha" yang merupakan Tanya Jawab antara Seorang Raja yang sangat Kritis bernama Milinda ( dikenal juga sebagai Raja Menander ) kepada Yang Ariya Nagasena dan semua terjawab dengan sempurna...

untuk saat nie mgkin lum cukup waktu nie buat nulis terlalu byk, cos waktu lebih banyak di habiskan untuk adik di RS...^^mohon doa dari teman2 semuanya yach..

salam kenal buat sesepuh semuanya...wish all the best...


Semoga adik bro sauchi cepat sembuh, dan bro sekeluarga dapat tegar dalam menghadapi semua masalah.
flower:flower:flower:flower:flower:
RedDraco - 27/12/2009 10:22 PM
#48

Quote:
Original Posted By Si_eYe
entah mengapa ingin menulis disini D

btw, saya pernah datang ke acara yg mana beberapa biksu dr thailand datang ke indo. sempat terjadi tanya jawab antara beliau2 dg peserta. tetapi karena para biksu tersebut tdk mengerti bhs indo dan kurang mengerti bhs inggris, beliau agak bingung dengan pertanyaannya. akhirnya menjawab kurang lebih begini "sila - samadhi - panna, lakukan saja itu." D D D


That's the way...
Thx untuk mengingatkan bro/sis.
iloveindonesia
RedDraco - 27/12/2009 10:23 PM
#49

Double.
versay - 28/12/2009 06:15 PM
#50

Spoiler for dhammapada
[Merged] Semua tentang Buddhis ( Theravada, Mahayana and Vajrayana )
indrajohan1384 - 28/12/2009 08:28 PM
#51

Quote:
Original Posted By themisterier
semua hal ada sebab-akibat.

berarti mengapa sariputta dan moggallana menyadari dan memilih mencari kebenaran juga merupakan akibat dari suatu sebab. (mengapa saya menuliskan hal ini juga ada 'sebab'nya)
namun,apa sebab orang bisa menyadari bahwa hidupnya akan berakhir pada kematian,apa yang ia rasakan,sehingga oleh perasaan itu dia telah dibawa ke jalan mencari kebanaran?
mengapa manusia bisa merasakan dhukka dalam kehidupan,sehingga memilih mencari kebenaran?
bagaimana cara mencapai perasaan tersebut(mungkin perasaan bosan dg hidup) padahal kita manusia biasa masih perlu memuaskan nafsu" duniawi? apakah perasaan itu datang dari pemenuhan semua nafsu duniawi trlebih dulu,sehingga orang akan merasa sadar bahwa nafsu itu palsu?

dan bagaimana orang yang mencari kebenaran namun tidak dengan motivasi yang berawal dari sebab (kepentingan) yang sama?


apa dan bagaimana proses menyadari itu?
dan apakah yang dimaksud 'kapasitas' tiap orang? apakah berarti setiap orang mempunyai peluang dan kemungkinan yang berbeda untuk mencapai pencerahan?

lalu keinginan seseorang untuk mencapai pencerahan apakah juga merupakan 'nafsu'?


waa... nubie sampe ga bisa berkata2 dengan pemikiran koko. nubie kagum... nubie yg atas2nya belum ngerti sih ko. mohon maaf.. cuma yg bagian akhir saja nubie ingin mencoba jawab..


kapasitas itu tergantung pemahaman, jodoh, karma, keinginan,dan waktu... jadi setiap orang siapapun itu bila paham,jodoh,karma,keinginan,dan berjalannya waktu... proses penyadaran itu hanya masing2 diri yg menemukan. ada sebab akibat.. ada yg karena pengalaman sendiri apakah itu baik maupun buruk.. ada yg berguru.. ada yg belajar otodidak. dan lain2.. tak ada yg pasti, umumnya relatif menurut nubie ko.. dan nubie setuju dengan kata2 koko kalau setiap orang berbeda2 peluang dan kemungkinan untuk mencapai pencerahan..

, kadang kita ingin makan pisang, kita juga butuh mengambil kulitnya juga.. ngga bisa langsung ngambil isinya.. mungkin itu menurut nubie.. tapi kalo salah.. mohon petunjuknya ya ko... nubie baru belajar, jadi mohon maaf bila ada yg salah ya ko.. maafkan aku..
indrajohan1384 - 28/12/2009 08:33 PM
#52

Quote:
Original Posted By RedDraco
Nice advice bro.
Salam kenal sama sesepuh semua.


salam kenal juga ko, nubie juga baru join disini.ingin belajar bersama dengan koko dan suhu2 dan teman2 disini : )

Quote:
Original Posted By versay
serasa dejavu ya bro D
kabar baek baek aja
gimana kabar bro?



baik ko versay, nubie baik2 saja.. he3.. iya kaya dejavu ko.. kaya pernah ketemu koko dimana.kekekeke

Quote:
Original Posted By themisterier
cuma pertanyaan dari orang yang buta,namun ingin mencari terang di kegelapan padahal telah memegang pelita.

para guru & bro" sepuh,ada tertulis begini :
jalan >indra-jalan >rasionaL-jalan filsafat.

apa maksudnya? apakah setiap proses itu merupakan proses yang harus dilalui,sebelum mencapai proses berikutnya?
misal seorang yg hanya peduli pemuasan nafsu : jalan indra.
seorang yang bisa memikirkan akibat dari nafsu : jalan rasional.
seorang yang bisa memahami hakikat nafsu : jalan filsafat.

apakah seperti itu proses pencerahan? ?

mohon bimbingan


wa.... nubie makin merasa lebih banyak yg nubie sebaiknya pelajari.. kata2 koko dalam bgt... mohon petunjuknya ya para koko disini T-T ... nubie ingin belajar... hic13x
azuraid - 28/12/2009 09:19 PM
#53

Numpang nyimak hehehe... newbie ane
RedDraco - 29/12/2009 06:42 AM
#54

Quote:
Original Posted By indrajohan1384
salam kenal juga ko, nubie juga baru join disini.ingin belajar bersama dengan koko dan suhu2 dan teman2 disini : )


Salam kenal juga bro, kita semua nubie kok.
Mudah2an dengan ada nya Thread ini kita semua bisa belajar lebih banyak lagi yah.
bosanhidup - 29/12/2009 06:46 AM
#55

ilovekaskusiloveindonesiailoveindonesia
themisterier - 29/12/2009 10:15 AM
#56

Quote:
Original Posted By Si_eYe
entah mengapa ingin menulis disini D

btw, saya pernah datang ke acara yg mana beberapa biksu dr thailand datang ke indo. sempat terjadi tanya jawab antara beliau2 dg peserta. tetapi karena para biksu tersebut tdk mengerti bhs indo dan kurang mengerti bhs inggris, beliau agak bingung dengan pertanyaannya. akhirnya menjawab kurang lebih begini "sila - samadhi - panna, lakukan saja itu." D D D


bro,bisa tolong dijelasin gimana "sila - samadhi - panna" yang benar?
selama meditasi pikiran sya ngga bisa tenang,selalu ingin memikirkan dhukka yg saya alami di hari itu maupun hari" sebelumnya,karena ingin sekali bebas dan lepas dari penderitaan yang diakibatkan oleh kelakuan & pikiran saya itu,yang saya rasa kurang tepat;dan sangat ingin membenahinya melalui pemahaman,dengan meditasi.

namun yang terjadi adalah pikiran saya selalu melekat di kejadian" itu dan perasaan saya semakin kacau dan tidak tenang,meskipun saya telah meditasi agak lama. saya berusaha beripikir,tentang mengapa ini terjadi,apa sebabnya,alasanya,mengapa diri saya merasakan ini dan itu,mengapa orang lain merespon begini dan begitu. ada jawaban logis muncul,namun bukan pencerahan. semakin hari semakin gelisah,seperti ikan yang dikeluarkan dari kolamnya.

dan jika saya berusaha meditasi berpikir mengapa saya ngga bisa tenang saat meditasi,,jawaban nya adalah ketakutan saya memasuki bawah sadar,dimana pikiran kosong,dan tenang. saya sadar saya takut untuk bermeditasi. takut jikalau saya memasuki pikiran tenang,masalah" saya yang tadi saya pikirkan tidak akan terselesaikan,karena TIDAK DIPIKIRKAN pada saat pikiran kosong. padahal saya bermeditasi tujuannya untuk memikirkan dan mendapat penyelesaian dari masalah tersebut . jadi,intinya saya enggan bermeditasi,meskipun saya juga tahu dan pernah sedikit mengalami bahwa pencerahan dan pemahaman hanya bisa didapat dari pikiran kosong.

dan dengan demikian masalah yang saya hadapi tidak akan pernah selesai. saya merasa down,lemah,ngga berguna,ngga becus,ngga layak mndpt pncerahan.

jika demikian bagaimana cara saya mendapatkan objektivitas,pikiran jernih,untuk menyelesaikan masalah saya,karena masuk bawah sadar saja takut? mengapa saya bisa takut?
mohon bantuannya dengan sangat . .
Si_eYe - 29/12/2009 10:54 AM
#57

@themisterier

sang biksu menjelaskan sedikit ttg kata2nya. beliau bilang sila mendungkung samadhi, dan samadhi akan menghasilkan panna. panna akan mendukung sila, dan terus berputar saling mendukung.
sila kurang lebih berarti moralitas, yg mana akan mendukung pikiran utk menjadi tenang. gampangnya, org yg selalu menjaga moralitasnya tentu kekhawatirannya akan berkurang dibandingkan org yg moralitasnya rendah (contohnya pembunuh, perampok, dan semacamnya tentu takut kalau2 ada org lain mengetahui perbuatan buruknya). pikiran yang tenang tentu mempermudah pelatihan samadhi. dan dari samadhi akan dihasilkan kebijaksanaan2. dst dst dst \)

jangan anda melekat pada objek, tapi awasi/sadari saja. melekat itu bisa dalam bentuk menyenangi atau membenci. saya pernah memperhatikan, ada yg unik ttg membenci ini.
pernah suatu kali saya emosi karena suatu hal. karena saya TAU bahwa marah itu tdk baik, saya berusaha menghilangkannya dan meredamnya. saya paksa, saya coba terus tapi marah itu tidak hilang2. pelan2 saya menjadi jengkel, lalu jadi SAYA MARAH KARENA SAYA TIDAK BISA MENGHILANGKAN MARAH.... hahahahahahaha...... lucu sekali.... yg mana akibatnya saya menjadi 2x lebih marah..... ketika saya menyadarinya pertama kali, saya langsung tertawa saat itu D D D

saya melihat dari cerita anda, kurang lebih kita mengalami hal yang sama. anda mencoba berkonsentrasi, tapi karena tidak bisa, anda menjadi jengkel. semakin jengkel, hingga semakin frustasi. semakin frustasi, semakin pikiran tidak tenang dan tidak terkonsentrasi. yang pada akhirnya seperti lingkaran yang saling mendukung (seperti sila - samadhi - panna hanya saja lingkaran yg kita alami berdampak negatif bagi kita p).

dari lingkaran diatas, bila 1 faktornya terputus, tentu lingkaran itu tdk akan tercipta lagi. saya menyarankan coba anda "putus" di bagian jengkelnya. jadi ketika anda bermeditasi, dan pikiran anda melayang2, coba anda awasi saja pikirannya. sadari saja pikiran sedang melayang2, tapi jgn terhanyut utk melayang. jgn juga memaksa si pikiran untuk berkonsentrasi pada objek anda. ketika si pikiran sudah tdk melayang2 lagi, baru kembalikan pikiran anda ke objek. ketika ada suatu gangguan seperti gatal, biarkan saja. jgn anda membenci gatalnya jg jgn berusaha menggaruknya, amati saja. jgn anda mengamati DENGAN BERHARAP SI GATAL HILANG, tp biarkan saja si gatal datang dan pergi semaunya. cukup amati saja. \)
amati semua yang terjadi tanpa berusaha menghilangkan, atau membuatnya terus menerus ada. dengan membencinya, anda berusaha menghilangkannya. dengan menyukainya, anda mempertahankannya agar ada terus menerus.

pikiran kosong, jgn dikira berarti seperti tdk memikirkan apa2.... dulu saya beranggapan spt itu. tp ketika saya mendengar share dari meditator2, ternyata berbeda dr apa yg selama ini saya bayangkan. D
gampangnya, anda coba saja sendiri. D
percuma org menjelaskan pada anda ttg pikiran yg tenang saat meditasi kalau anda tdk "mencicipinya" sendiri. ibarat anda belum pernah makan apel, apakah dg membaca/mendengar ttg rasa apel maka anda akan mengetahui rasa apel itu? tentu tidak. anda akan mengetahui rasa apel itu ketika ANDA SENDIRI MENCICIPINYA. \)

kalau anda ketakutan, mungkin bisa anda berdoa dulu sesuai agama anda. kalau anda buddhis, mungkin anda bisa membaca paritta sebelum bermeditasi. pilih paritta yg cocok dan sesuai dg anda. \)

tujuan dr meditasi yg Sang Buddha anjurkan bukan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan/kesulitan hidup. tapi untuk memahami dan menyelami bahwa KESULITAN HIDUP ADALAH BAGIAN DR HIDUP INI. \)
so? enjoy aja meditasinya.... D
dengan pikiran yg tenang dan jernih, masalah akan terlihat lebih jelas, ibarat air di kolam. air yg beriak, bergelombang, dan kotor tentu akan menyulitkan kita melihat dasar kolam tersebut. tapi air yg tenang, jernih dan bersih tentu akan membuat dasar kolam terlihat dengan jelas. ohoooo... ada teratai "nirwana" yg sedang berkembang ternyata dalam kolam diri anda... D D D

ingat... jgn anda mengejar apapun dalam meditasi. lepaskan semuanya \)

semoga anda berbahagia. \)
sauchi88 - 29/12/2009 11:39 AM
#58

Quote:
Original Posted By indrajohan1384
nubie doakan semoga adik koko cepat sembuh ya ko : )


salam kenal bro^^

Thanks yach atas doanya..Semoga Bro juga selalu mendapatkan berkah yg berlimpah..^^peace^^
ilovekaskus
sauchi88 - 29/12/2009 11:43 AM
#59

Quote:
Original Posted By RedDraco
Semoga adik bro sauchi cepat sembuh, dan bro sekeluarga dapat tegar dalam menghadapi semua masalah.
flower:flower:flower:flower:flower:


yupe^^^

Thanks banget untuk semuanya bro...

apapun yg harus dihadapai, hidup tetap harus berlanjut..so pasti harus tegar..^^Hukum ketidak kekalan yg diajarkan Sang Buddha itulah yg menjadi pegangan bagi saya, karena semua masalah itu tidaklah kekal demikian juga semua kebahagiaan juga tidak kekal..

So enjoy saja..hehe...

wish u all th best bro..^^
sauchi88 - 29/12/2009 11:46 AM
#60

Quote:
Original Posted By Si_eYe
entah mengapa ingin menulis disini D

btw, saya pernah datang ke acara yg mana beberapa biksu dr thailand datang ke indo. sempat terjadi tanya jawab antara beliau2 dg peserta. tetapi karena para biksu tersebut tdk mengerti bhs indo dan kurang mengerti bhs inggris, beliau agak bingung dengan pertanyaannya. akhirnya menjawab kurang lebih begini "sila - samadhi - panna, lakukan saja itu." D D D


salam bro eye^^

met kenal yach..

sebenarnya Inti Ajaran Sang Buddha sudah tercakup dalam 3 kata tersebut..dimana apabila seseorang menjalankan sila nya dengan baik, selalu menjaga perbuatan, ucapan dan pikirannya maka mereka akan memperoleh ketenangan , yang apabila dikembangkan dengan Samadhi ( Meditasi ) maka akan dicapai sebuah kebijaksanaan, dengan 3 hal ini seseorang sudah dapat hidup berbahagia dan Telah menjalankan Dhamma Sang Bhagava..

maho maho

Semoga berkenan...
Page 3 of 232 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > [Merged] Semua tentang Buddhis ( Theravada, Mahayana and Vajrayana )