Entrepreneur Corner
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Entrepreneur Corner > kredit rumah trus dikontrain gimana ??
Total Views: 735 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 2 |  < 1 2

jambu.kluthuk - 17/01/2010 12:03 PM
#21

Quote:
Original Posted By ayokitabermain
iya tuh broo kredit mobil trus disewain...
kakak ane kredit mobil kira2 3 jt perbulan..
disewain sebulan kira2 bisa dapet 5 jt an..


modelnya gmn gan? menarik ni D
albertxkrnwn - 17/01/2010 02:56 PM
#22

hmmmmmmmmm........

Tuh agan sebelumnya tinggal dimana? rumah sendiri / kos / rumah keluarga?
kalo misal kos / rumah keluarga sih untungnya ndak bisa banyak sih.... karena qta kan harus melakukan renov tuh rumah setelah yg kontrak selesai sebab penghuni kontrakan jarang bgt yg perhatikan kondisi rumah yg dia tinggali.... semisal itu rumah agan tuk investasi sih masih bisa lah, kan dari pada ga da yg tinggali mendingan dikontrakin........
walyaw - 20/01/2010 11:02 AM
#23

Quote:
Original Posted By refy-yogyaweb
maksud ane sih gini gan...kredit rumah dikontrain...ya anggap ane cuma beli rumah separuh harga..itu udah untung buat ane..kira2 gimana gan ???

Nggak ketemu separuhnya 'gan.

Bunga KPR saat ini umumnya 9% bahkan bisa melonjak sampe 16% kayak kejadian 2008 kmaren.

Sedangkan harga sewa rumah umumnya ya 3% dari harga property.

Uang keluar buat KPR bukan cuma sekedar DP lho tapi juga BPHTB (Biaya Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan), notaris, asuransi jiwa+kebakaran, dan provisi bank.

sedangkan pendapatan dari sewa rumah ya cuma harga sewa doang.

Udah gitu biaya perawatan rumah semisal atap bocor, WC/KM mampet dan sejenisnya umumnya jadi tanggungan pemilik rumah.

Sorry bro ini murni sekedar sharing, karena sampingan gue juga nyewain rumah.

Semoga manfaat ye.
refy-yogyaweb - 21/01/2010 09:45 PM
#24

Quote:
Original Posted By walyaw
Nggak ketemu separuhnya 'gan.

Bunga KPR saat ini umumnya 9% bahkan bisa melonjak sampe 16% kayak kejadian 2008 kmaren.

Sedangkan harga sewa rumah umumnya ya 3% dari harga property.

Uang keluar buat KPR bukan cuma sekedar DP lho tapi juga BPHTB (Biaya Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan), notaris, asuransi jiwa+kebakaran, dan provisi bank.

sedangkan pendapatan dari sewa rumah ya cuma harga sewa doang.

Udah gitu biaya perawatan rumah semisal atap bocor, WC/KM mampet dan sejenisnya umumnya jadi tanggungan pemilik rumah.

Sorry bro ini murni sekedar sharing, karena sampingan gue juga nyewain rumah.

Semoga manfaat ye.


terimakasih infonya gan.... wah kalo gt gada untung2nya kredit rumah trus dikontrain... yg ada rugi,,, kondisinya makin tahun makin rusak juga,,sementara kita yg tanggung kreditnya pertahun dipotong harga sewanya..intinya keluar duit tapi rumah ga ditempatin sendiri ya.. ada info bagus lain gan ???????


agan2 yg lain juga ditunggu infonya...
walyaw - 22/01/2010 07:47 AM
#25

Quote:
Original Posted By refy-yogyaweb
terimakasih infonya gan.... wah kalo gt gada untung2nya kredit rumah trus dikontrain... yg ada rugi,,, kondisinya makin tahun makin rusak juga,,sementara kita yg tanggung kreditnya pertahun dipotong harga sewanya..intinya keluar duit tapi rumah ga ditempatin sendiri ya.. ada info bagus lain gan ???????


agan2 yg lain juga ditunggu infonya...

Info lain yg terkait ginian kan ada di thread sebelah 'gan, nih gue quote dari site-nya pak Dididk Eko Tjahyono:

Subject: [Ternyata Gini kah Caranya? Leverage ya? kirain...] Seminar Beli Property Tanpa Uang yg ada di iklan2 koran

BODOL Bank ver 2.0
(From: http://www.didikekotjahjono.com/2008/08/bodol-ver-10.html)
Ada 2 cara yang selama ini sudah selalu saya lakukan dalam mem-BODOL bank.

Kuncinya adalah di Beda Value, dan implementasinya ada pada "proses appraisal bank"

saya mulai dahulu dari yang "lebih sulit" yaitu BODOL ver 2.0

1. setelah dapat beberapa properti yang seusai keinginan untuk dibeli dengan cara BODOL

2. deal harga jadi dulu, kasi uang ikatan seminimal mungkin
> minta waktu pelunasan minimal 3 bulan kalo bisa max sampai "hampir kiamat"
> tanda jadi sesedikit mungkin kalo perlu cukup 1 juta, max 5% x harga deal

3. minta dibuatkan tanda terima berupa kuitansi bermeterai rp 6000
> disebutkan yg menjual siapa sesuai degan nama di sertifikat yang tanda tangan kuitansi
> harga deal nya brp ( ini penting untuk mengikat dia, biar tidak ganti harga)
(pada waktu awal karier saya banyak opportunity loss disini karena dia goyah minta penambahan harga begitu tahu saya dapat cashback)
> alamat lengkap dan no sertifikat yg dijual
> misal : harga deal / harga transaksi = 150 juta (silahkan ditawarkan dulu sampai mentok termurah)

4. untuk lebih kuat bisa dibuatkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli di notaris dgn kurun waktu yg disepakati
> bila lewat masa tersebut uang akan hangus

5. bawa dokumen ke bank beberapa bank (diadu mana yg paling menguntungkan bagi anda) terdiri atas :
> fc : sertifikat, pbb tahun terakhir, IMB, KTP penjual suami istri, KK, surat nikah
> fc : KTP suami istri, surat nikah, slip gaji + SK terakhir (karyawan)
akta pendirian usaha, SIUP, TDP, NPWP, rekening koran (pengusaha)
> bilang ke bank, kalo anda belinya ke penjual 250jt (semoga nilainya lebih tinggi dr yg diminta penjual yg 150jt tsb)

6. hasil appraisal dari beberapa bank tersebut kalau anda setujui pilih sendiri mana yg paling OK. (kriteria OK tentukan sendiri, ada yg berdasar bunga paling ringan, provisi murah, marketing banknya yg paling cantik, pokoknya yang kredit cair dapet payung cantik & mug dll)

7. misal bank yg anda pilih menyetujui kredit anda sebesar 240jt tsb sehingga anda harus "bayar DP" = 20% x 240jt = 48jt, maka sisa plafon kredit yg akan dicairkan sebesar 202 jt, bunga 11,5%, cicilan sekitar 2jt/bulan selama 15 thn

8. anda bilang ke bank kalo setelah anda "memberi DP" 48jt yg jual rumah minta "tambahan DP" lagi karena "butuh uang" 52jt lagi
> sebelum diatas dilakukan anda ahrus mengontak yg punya rumah dulu, bahwa pada dasarnya di harus memahami kalo "harga deal" nya 150jt
> selanjutnya anda bilang mengajukan kredit ke bank-nya "dilebihin" untuk biaya modal kerja sekalian sebesar 52juta

9. pada saat pencairan / realisasi KPR stlh #8 tsb OK, anda minta bank untuk langsung "memisahkan" pencairannya :
> 150 juta ke rekening pemilik properti yg anda beli (sekalilagi ybs harus terus "dielus-elus" sd tahap ini, karena banyak kejadian bisa tdk terduga yg bisa menggagalkan proses ini
> 52jt juta langsung ke rekening anda karena "sdh menambah DP" ke penjual

10. proses BODOL KPR selesai
> anda bisa beli properti tanpa UANG kan? (tanpa DP)
> skrg sdh punya properti yg segera dibalik nama ke anda kan? (walo masi nyicil)
> bisa punya modal usaha sebesar 52jt kan?
> modal itu kalo bener2 anda putar untuk usaha dan bukan konsumtif dgn modal 28jt tidak akan sulit mencari profit 2jt/bulan untuk mencicil KPR nya kan?

ga sulit kan?


Catatan :
1. semua angka masi GROSS belum NETT setelah dikurangi pajak, sengaja diabaikan dulu untuk mempermudah pemahaman.

2. dari cara yg saya share-kan tsb diatas, mungkin ada polemik tentang ETIKA.
> apakah etis kita bilang "beli 150jt" namun dikatakan "250jt"
> apakah "dosa" atau tidak degan trick spt tsb diatas?
> gengsi atau malu nggak? sungkan bilang ke yang punya rumah harga "dimark up" dll...



Posted by Didik Eko Tjahjono at 8:52 PM

Labels: financial, strategy
walyaw - 22/01/2010 07:48 AM
#26

lebih kumplit diskusi-nya di thread sebelah di forum ini juga bro...

gue juga nyimak terus kok, enak sama2 belajar.

Sukses buat kita semua !!!
Page 2 of 2 |  < 1 2
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Entrepreneur Corner > kredit rumah trus dikontrain gimana ??