Domestik
Home > LOEKELOE > TRAVELLERS > Domestik > +++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
Total Views: 34426 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 13 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

kadalxburik - 12/01/2010 05:36 PM
#1
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
kadalxburik - 12/01/2010 05:41 PM
#2

Sate Kerbau Nusantara

Salah satu kuliner khas kota Kudus, selain Soto Kudus, Lentog , Jenang, Nasi Pindang adalah Sate Kerbau. Saya tidak tahu apakah di daerah lain ada sate yang menggunakan daging kerbau. Sate Kerbau Nusantara ini adalah salah satu penjual sate yang cukup terkenal di Kudus, penjualnya merupakan generasi ke dua dari penjual sate kerbau yang legendaris di Kudus yaitu Sate Kerbau Pak Jastro. Kenapa namanya berubah , dikarenakan nama Sate Jastro ini masih digunakan oleh istri kedua dari pak Jastro ini.

Spoiler for sate kerbau
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Sebenarnya sate Kerbau ini tidak sebagaimana lazimnya sate yaitu menggunakan daging mentah yang dibakar, tapi dagingnya dibuat seperti dendeng terlebih dahulu yaitu dimemarkan dan dibumbui dan dimasak terlebih dahulu , baru kemudian di balutkan ketusuk satenya.

Cara pemesanan dan cara penyajiannya juga berbeda dari sate yang lain, biasanya kalau kita makan sate yang lain , kita pesan berapa tusuk baru dibakar tapi kalo sate kerbau ini kita tidak perlu pesan berapa tusuk melainkan langsung disajikan tumpukan sate dalam piring yang dialasi daun jati. Tinggal kita pilih yang daging atau koyor (jeroan, kaskus, ati).

Selain itu kita juga bebas untuk mengambil bumbu sate yang telah disediakan dalam baskom besar, biasanya sate nya kita celupin kedalam baskom tersebut.

Spoiler for sate kerbau
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


bumbu satenya ini dibuat dari gilingan kacang tanah dan srundeng (kelapa parut yang disangrai).

Nasi putih yang disajikan juga beralaskan daun jati , bagi yang suka pedas bisa memilih apakah menggunakan sambel ulek atau menggunakan cabe rawit yang di rebus.

Spoiler for sate kerbau
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 12/01/2010 05:45 PM
#3

Nasi Tiga Huruf

Namanya cukup singkat, Nasi Buk. Ya cuma 3 huruf Buk, tapi rasanya bisa bikin lidah serasa di gebug kenikmatan dan akhirnya membuat ketagihan. Setiap pulang kampung hampir setiap hari aku makan nasi Buk. Penjual nasi Buk di dominasi oleh ibu – ibu dari Madura dan mereka pun buka pada saat Lebaran Idul Fitri dan akan libur beberapa hari pada saat lebaran Haji.

Nasi Buk ini banyak di jumpai di Malang, sebut saja Nasi Buk Matirah yang ada di depan stasiun kota Malang, juga nasi Buk yang ada di gang Semarang dan masih banyak lagi.

Pada saat liburan tempo hari aku mencoba nasi Buk yang ada di seberang Depo Pertamina di seputaran jalan Halmahera, Malang.

Spoiler for BUK
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Bertempat di halaman rumah orang, si penjual sepertinya tidak ada waktu sama sekali untuk beristirahat barang sejenak. Bagaimana tidak pembelinya silih berganti datang dan pergi.

Ada yang datang lengkap dengan bayi yang masih digendong dan juga kakek – nenek pun juga hadir disana. Kendaraan yang parkir pun beragam, mulai dari sepeda pancal sampai dengan kendaraan mewah seperti Alphard, BMW dan Mercy pun parkir didepannya.

Karakter pembeli pun beragam, mulai dari yang ’ngeyel’ minta didahulukan sampai yang sabar menanti. Yang aku suka dari ibu penjualnya adalah melayani dengan prinsip first come first serve, apakah mau makan di tempat atau pun di bawa pulang ya judulnya harus ngantri.

Selama beberapa hari berada di Malang, hampir setiap pagi aku sempatkan untuk nongkrong di sini, aku pikir mumpung berada di Malang sekalian aja aku puas - puasin deh makannya daripada ngiler

Spoiler for BUK
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Yang khas dan selalu ada di nasi Buk adalah dendeng ragi, terbuat dari kelapa dan dendeng daging, juga sayur lodeh nangka muda + tahu gembos serta serundeng kelapa ikut meramaikan isi dari nasi Buk ini. Untuk lauk bisa dipilih telor godog, ayam, empal, babat dan beberapa jenis jeroan lainnya.

Nah, inilah wajah dari si penjual yang bikin pelanggannya rela untuk ngantri dan datang setiap hari tak terkecuali aku pun ikutan ngantri demi makanan yang bikin lidah bergoyang.

Spoiler for BUK
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 12/01/2010 05:49 PM
#4

Persekutuan Bumbu-bumbu Ala Pesisir

Seperti persekutuan pada umumnya selalu akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat, apalagi jika yang bersekutu adalah bumbu bumbu dapur, tanpa adanya interupsi dan orasi apalagi demonstrasi, kekuatannya merasuk dan akhirnya membuat tangan tanpa sadar mengelus perut…. Nikmat…

Setelah sekian lama berkutat dengan menu dari ayam dan teman temannya, kali ini pengembaraan lidah ingin mencicipi rasa masakan pesisir. Terletak di komplek Taman Sari berseberangan dengan Benton Junction di Lippo Karawaci.

Rumah makan yang dinamai Lombok Ijo oleh pemiliknya ini cukup luas dengan konsep terbuka yang memungkinkan angin keluar masuk dengan semilirnya. Disekelilingnya terdapat kolam ikan dan juga beberapa pohon kelapa menghiasi pelatarannya.

Begitu duduk, kami langsung melihat menu yang disodorkan. Dan sejauh mata memandang, cumi tinta menarik perhatianku. Waks ada cumi hitam? Aku lebih suka menyebutnya cumi hitam daripada cumi tinta. Aku belum pernah menemukan masakan cumi hitam di Jakarta, yang banyak disajikan di rumah makan biasanya adalah cumi goreng tepung alias calamari atau cumi bakar. Cumi hitam adalah salah satu masakan favorit aku. Sewaktu masih kecil dulu, ada 2 macam masakan dari cumi yang sering di buat oleh mama, cumi oseng yang kering dan cumi kuah, dua dua nya hitam. Dan cumi yang dimasak pun dari jenis yang kecil - kecil atau di daerah ku lebih di kenal dengan sebutan Nus.

Spoiler for ala pesisir
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Menurut keterangan dari pramusaji, ada dua jenis masakan cumi hitam khas Cirebonan di sini, cumi hitam lombok ijo dan cumi hitam kering. Daripada penasaran aku memesan keduanya. Sementara teman mempersilahkan aku untuk memilih menu yang lain jadilah Kepiting Telor asin menjadi pilihan berikutnya. Ditambah dengan tahu berontak, tempe mendoan dan kerang dara rebus sebagai hidangan pembuka.

Sambil menunggu proses masak memasak, aku meminta beberapa piring kecil untuk persiapan motret, menurutku makanan akan lebih mdah kalau motretnya diambil sebagian. Dan setelah masakan datang buru buru aku bawa ke meja sebelah yang kebetulan kosong, apalagi kalau bukan untuk diabadikan. Teman pun terpaksa harus rela menunggu walaupun lidah sudah bergoyang.

Ini adalah cumi hitam lombok ijo, disajikan dengan beberapa potong timun dan tomat plus daun selada sebagai pemanis. Terdiri dari anakan cumi dan potongan besar besar cabe hijau. Rasanya hmmmm

Dan yang ini adalah cumi goreng kering. Dari kedua jenis cumi hitam tersebut mempunyai rasa yang susah dilukiskan dengan kata kata alias bablas blas masuk mulut dan meluncur kedalam perut dengan suksesnya. Cumi yang di gunakan untuk masakan ini adalah anakan cumi jadi jangan berharap mendapatkan yang ada telor nya hiks, padahal telor cumi tuh rasanya hmmmm... dagingnya cumi hitam ini walaupun kering tetap empuk.

Spoiler for ala pesisir
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Berkali kali tendangan si cumi yang bersekutu dengan bumbu menghantam indra pencecap. Dan desahan nafas beradu dengan efek dari hantaman si hitam menjadikan kenikmatan tersendiri. Hitam rupamu namun tak sehitam rasamu.

Lain cumi lain pula kepiting. Dari masakan yang disajikan masih menyiratkan sisa sisa kegagahan si kepiting. Kembali aku ambil sebagian yang akan aku santap, hmmm karena kepiting nya tidak bertelor aku ambil bagian capit. Biasanya aku paling suka bagian cangkang yang penuh dengan telor.

Komentar dari teman yang ikut menikmati hidangan ini adalah lezzzatttt, rasa masir dari telor asin terasa disini, begitu menyentuh lidah lessss seperti berpasir. Kembali persekutuan bumbu bumbu dapur sukses menghantam lidah yang membuat nya menari nari. Dari informasi pemiliknya rasa dari kepiting ini adalah perpaduan antara Singapore dan Bali.

Akhirnya semangkuk es mangga menjadi hidangan penutup, rasa asam dan manis menyaput lidah melengkapi nikmatnya sajian pesisir kali ini. Ternyata bukan hanya bumbu bumbu dapur saja yang membuat lidah bertekuk lutut (emang lidah punya lutut ya? Hehehe) tetapi rasa asam dari serutan mangga ini juga membuat lidah bergoyang cha cha cha...

Dan dalam perjalanan pulang aku pun terbayang-bayang masa kecil dulu dimana mulutku belepotan warna hitam setelah menyantap hidangan ini dan aku pun tersenyum sendiri... Ternyata tendangan si cumi menghantam memoriku juga.

Spoiler for ala pesisir
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 12/01/2010 05:54 PM
#5

Nasi Rames Bali, Tong Seng ... Hmmm

Di penghujung tahun 2004 lalu tepatnya di bulan November aku pertama kali mencicipi salah satu menu di rumah makan ini. Sebelumnya aku mendapat telepon dari anak mantan rekan kerja yang minta aku untuk tidak menelepon mamanya pada saat ulang tahun. Ya, sang anak sedang merencanakan memberikan surprise party buat mamanya dan acara pun berlangsung dengan sukses.

Ketika aku datang semua tamu sudah berkumpul dan sang mama terkejut melihat aku berada di antara undangan dan dengan senyum manis (ceile…) melangkahkan kaki menuju ke arahnya untuk mengucapkan happy birthday. Ternyata aku adalah undangan termuda disana karena tamu yang lain anaknya sudah pada dewasa bahkan banyak yang sudah bercucu.

Spoiler for hmmm
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Dari kunjungan pertama akhirnya aku menjadi tamu reguler di rumah makan bernama Petojo Sari yang berlokasi di Jl. Prof. Dr. Djoko Soetono, SH No. 17 Kebayoran Baru ini. Karena pertemuan yang cukup sering dengan pramusaji yang ada disana, jadilah serasa makan di rumah sendiri, seperti pada hari ini ketika aku datang dan minta ijin untuk mondokumentasikan masakan yang ada di sana pun dengan senang hati di layani.

Seperti biasa makanan yang aku pesan adalah nasi Rames Bali. Pramusaji disana sudah paham setiap aku pesan selalu tanpa daging sapi suwir dan untuk sambal aku selalu diberikan porsi extra. Jujur saja sambalnya hmmmm…. Kalau makan sambal yang lain bisa tersisa tapi sambal yang ini tak bersisa malahan nambah.

Sambalnya terbuat dari bawang merah yang diiris tipis tipis, cabe rawit dipotong tipis tipis juga, ada teri nasi yang kecil kecil dan bumbu lain seperti garam. Menurut aku cara menikmati sambal ini paling enak adalah sedikit - sedikit di campurkan ke nasinya, tapi ada pula yang mencampurkannya dengan daging ayam suwir atau sayur lawar yang terbuat dari kacang panjang yang diiris tipis – tipis dicampur dengan parutan kelapa.

Spoiler for hmmm
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Nah ada juga cara lain untuk menikmati sambal ini yaitu dengan rempeyek yang renyah, terbuat dari udang rebon yang kecil kecil. Hmmm yummy.. aku jadi inget ketika membawa tamu dari Malaysia ke tempat ini dia pun memesan beberapa bungkus untuk dibawa pulang.

Dulu aku pernah mengajak tamu dari Perancis untuk menyantap Nasi Rames Bali di sini, aku pikir orang bule mana suka dengan sambal beginian? maunya sih aku borong saja bagiannya e… ternyata doyan juga dia hahaha. Dia pun mengikuti aku mencocol sambal dengan rempeyek.

Nah selesai makan pun, aku mencoba untuk melongok menu yang lain. Bukan karena mau pesan, tetapi karena ingin tahu menu apa hari ini? Dan di teras depan deretan masakan berjejer di kuali yang terbuat dari tembikar menyiratkan kenusantaraannya.

Inilah deretan beberapa masakan yang ada disana dimulai dari menu favorit teman yang sering aku ajak kesana, yaitu masakan Kuah Asam yang kalau di tempat asalnya bernama kuah Asang, terbuat dari iga sapi.

Spoiler for hmmm
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


yang kalau di close up menjadi seperti ini, kemudian ada juga Tong Seng hmmm dan Tengkleng. Sedangkan sate kerang seakan tak mau kalah dengan menu menu yang lain. Sate kerang ini adalah salah satu menu favorit yang sering aku pesan. Rasanya enak, empuk dan so pasti lezat. Gak tau di bumbui apa pokoknya kalau melihat sate ini bisa ’cleguk cleguk’

Nah menu lain yang tak kalah menarik adalah soto padang. Ini juga salah satu menu favorit teman yang konon membuat dia merem melek. Dan jujur saja Soto Padang ini membuat aku tergoda untuk meninggalkan puasa daging merah, hiks, aku pun hanya bisa menelan ludah melihatnya, duh... Soto ini dagingnya adalah daging yang sudah di goreng kering dan dipadu dengan kerupuk. Benar benar menggoda selera, untungnya aku sudah habis menyantap nasi rames tadi.

Nah bagi anda pencinta sambal, ini adalah sambal balado dan sambal hijau yang bisa di jadikan aksesoris pendamping menu utama. Ssstttt jujur aja aku gak berani nyoba takut kepedasan ...... hmmmmm

Dan masih banyak menu lainnya yang kalau di muat disini bisa panjang sekali. Pada food festival di Kelapa Gading beberapa saat lalu ’Nasi Peda’ dari Petojo Sari ini menyabet gelar makanan terfavorit dan lucunya pemiliknya baru tahu setelah aku mengirimkan ucapan selamat melalui pesan singkat di telepon genggam. Pada saat itu aku berada di sana untuk melihat aneka masakan yang di sajikan disana.

Spoiler for hmmm
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
trey234 - 12/01/2010 10:46 PM
#6

matabelo:
jd laperrrrr genit:genit:
kadalxburik - 13/01/2010 02:08 PM
#7

SGPC: Warung Klangenan

Penguji rasa di Warung SGPC Bu Wiryo 1959 di Yogyakarta tidak hanya seorang atau dua orang, melainkan ribuan orang. Mereka para mahasiswa yang setia menyambangi warung tadi sejak didirikan tahun 1959 hingga hari ini.

Kalau dirasa kurang enak atau sebab lain, Warung SGPC Bu Wiryo pasti sudah ditinggalkan para pelanggan. Nyatanya tidak. Bahkan semakin berkibar-kibar meski warung dengan menu sejenis terus saja berdiri di kota pelajar ini.

Semula warung dengan spesialisasi menu nasi pecel tersebut berdiri di sebelah timur kantor pusat tata usaha Universitas Gadjah Mada (UGM) di lingkungan Kampus Bulaksumur. Tetapi, akibat perluasan Fakultas Teknologi Pertanian, warung kemudian pindah ke arah utara ke Jalan Agro CT VIII, Sleman, berseberangan dengan kampus Fakultas Peternakan UGM.

Spoiler for klangenan
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Warung ini didirikan tahun 1959, 10 tahun setelah pendirian UGM, oleh pasangan suami-istri Dario dan Suyati yang memiliki nama keluarga Wiryosoenarto. Kala itu mereka belum memberi nama warung itu. Baru beberapa tahun kemudian, nama SGPC dilabelkan para pelanggan dengan menyebutnya SGPC, kependekan dari sega pecel. Satu menu spesial lain, sup, tak ikut disebut-sebut.

Oleh pengelola sekarang, Kelik Indarto (49), anak tertua Wiryosoenarto, di belakang nama SGPC kemudian diimbuhi potongan nama orangtuanya. Jadilah nama Warung SGPC Bu Wiryo 1959. Angka yang disebut terakhir adalah tahun pendirian.

Pasangan Dario-Suyati tidak keberatan dengan penamaan itu, terutama Suyati yang kemudian sendirian mengomando warung SGPC hingga akhir hayat tahun 1995.

Kecuali menempati rumah sendiri, perkembangan lain warung SGPC adalah diperkenalkannya musik guna memeriahkan suasana sekaligus membuat betah pelanggan. Ini merupakan upaya pribadi Kelik Indarto dua tahun terakhir. Meski demikian, menu utama masih seperti sediakala, yaitu sega (nasi) pecel dan sup.

”Lauknya juga masih seperti dulu, hanya terdiri dari tahu, tempe, dan telur ceplok. Harganya pas bagi kantong mahasiswa...,” tutur Sudadi (49), karyawan paling senior di SGPC. Sudadi—biasa dipanggil para pelanggan dengan sebutan Jon— bergabung sejak tahun 1979 dan hingga sekarang tidak pernah ganti profesi. Demikian pula 12 karyawan lain yang sebagian besar masih ada hubungan kekerabatan dengan pemilik.

Spoiler for klangenan
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Nostalgia

Warung SGPC pindah ke tempat baru tahun 1994. Jam buka di tempat lama, kata Sudadi, disesuaikan dengan jam buka kantor, pukul 06.00 hingga 16.00. Guna memenuhi permintaan pelanggan, jam layanan di tempat baru kemudian diperpanjang hingga pukul 21.00. Sepanjang tahun warung ini tak pernah tutup, kecuali hari pertama Lebaran.

”Pelanggan SGPC mayoritas mahasiswa dan karyawan UGM,” tambah Sudadi. Begitu kerapnya melayani pelanggan, pria asal Kulonprogo, DIY, ini hafal satu demi satu nama para pelanggan yang sekarang sudah men- jadi orang, di antaranya Gubernur BI Boediono, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu, Juru Bicara Kepresidenan Andi Alifian Mallarangeng, calon presiden Rizal Mallarangeng, ditambah ratusan nama lain.

”Bapak-bapak tersebut, kalau pas pulang ke Yogya atau dinas ke Yogya, pasti meluangkan waktu ke sini. Tak hanya sendirian, tetapi mengajak anggota keluarga,” tutur Sudadi. Mereka menjadikan warung murah meriah ini sebagai klangenan.

Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD yang selalu sarapan di SGPC Bu Wiryo, setiap kali mudik selalu mampir. ”Saya sering menggunakan warung ini untuk bernostalgia...,” ungkap Mahfud, pekan lalu, ketika kepergok di SGPC Bu Wiryo bersama keluarga.

Di sini, warung itulah, Mahfud pada tahun 1980-an bertemu dengan Zaizatun Nihayati yang kini menjadi istri dan telah memberinya tiga anak.

Menurut Mahfud, masakan di warung itu enak, sayurannya segar, bersih, serta suasananya bisa memancing selera. ”Tak terikat protokoler dan bebas bicara dengan semua kalangan,” tambah dia.

Di SGPC orang memang bebas bersuara. Malah beberapa aktivis mahasiswa menjadikan warung ini sebagai entry point berbagai unjuk rasa.

Spoiler for klangenan
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Ingar-bingar

Menurut Gutomo Priyatmono, Direktur Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies (Kompas, 17/9/2007), warung itu penuh sesak hingga sore hari bukan saja karena enaknya rasa pecel yang menjadi menu utama, tetapi karena menawarkan atmosfer Yogyakarta.

”Identitas Yogyakarta muncul di sana bukan karena cita rasa sambal pecelnya, tetapi karena persahabatan yang ditawarkan para penyaji sega pecel beserta jus tomat maupun es kunir asam. Persahabatan di sini bukan dalam arti sekadar kenal dan tahu, melainkan persahabatan yang mendudukkan pembeli merasa ’hidup secara bersama-sama’ dengan SGPC. Warung sega pecel itu membuat sekat di antara pengunjung dengan berbagai latar belakang dan status sosial menjadi cair,” tulisnya.

Hidup bersama-sama dapat digambarkan dengan hubungan penyaji SGPC yang aktif menyapa, menyilakan, melayani, dan menyajikan sega pecel untuk dinikmati para pengunjung. Sebaliknya, para pengunjung terus aktif menjadi penikmat.

Spoiler for klangenan
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 13/01/2010 02:17 PM
#8

Nostalgia Pecel Mbah Wito

Menikmati nasi pecel gendongan sambil mendengarkan cerita dari penjualnya memberikan keasyikan tersendiri. Berlatar candi Prambanan yang menjulang dan beralaskan tikar yang terbentang, perasaan pun menjadi tenang. Apalagi di padu dengan semilir angin yang berhembus perlahan, benar - benar menyatu dengan alam.

Namanya mbah Wito berasal dari desa Manis Renggo. Sehari hari dia berjualan nasi pecel di seputaran candi Prambanan. Bermodalkan tikar dan ’rinjing’ mbah Wito pun menggelar dagangannya di atas tikarnya. Penikmat dagangannya pun harus rela ’nglempoh’ alias duduk diatas tikar untuk menikmati hidangannya.

Spoiler for pecel
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Ketika aku berkunjung ke candi Prambanan, aku sempat mencicipi dagangan mbah Wito, yaitu nasi pecel. Bukan nasi pecel biasa tapi nasi pecel bersuasana plus nostalgia. Aku sebut bersuasana karena memang suasana alam begitu mempesona, semilir angin dan juga berlatar belakang candi Prambanan.

Disebut bernostalgia karena mbah Wito bercerita tentang masa lalunya yang sempat tinggal dan mencari nafkah di Jakarta, tepatnya di seputaran Benhil. Selama hidup di Jakarta, mbah Wito berjualan sayur keliling. Tak disebutkan pakai gerobak atau pakai ‘rinjing’, yang jelas penjaja sayuran.

Dan suatu ketika datanglah 2 orang pemuda menikmati nasi pecel dagangannya. Tak di sangka pengunjungnya kali ini adalah anak dari pelanggannya dahulu sewaktu mbah Wito menjadi penjaja sayuran di Jakarta. Sambil bercerita raut mukanya kelihatan senang sekali mengenang pertemuan itu. Apalagi setelah selesai menikmati makanannya pemuda tersebut meninggalkan uang jajan buatnya.

Spoiler for pecel
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Sewaktu aku sedang asyik memotret datanglah sepasang suami istri ikut menikmati dagangan si mbah. Dan si suami tiba tiba nyeletuk, ”mbah, kalau ada bule mau motret, minta aja bayaran”. Gubrak, aku tertegun sejenak. Apa si bapak ini menyindir ? Aku berusaha cuek dan melanjutkan memotret si mbah yang memang tidak keberatan untuk di potret. Si bapak pun dengan santainya masih berkomentar tentang kesukaan bule untuk memotret aktivitas seperti yang mbah Wito lakukan. Ah bodo amat, lagian aku kan bukan bule.

Jujur aja aku tertegun dengan kata kata bapak tadi, bukannya marah, jengkel atau sejenisnya tapi terlebih prihatin. Kenapa orang yang selugu mbah Wito kok ya diracuni dengan pemikiran seperti itu. Apakah nilai - nilai kesederhanaan dan keramahan yang dulu diagung - agungkan oleh nenek moyang kita sudah mulai luntur? Mudah – mudahan ini hanya pemikiran dari satu orang saja.

Duh mbah, semoga panjenengan tidak terpengaruh dengan kata - kata bapak tadi ya, semoga panjenengan di berikan seger kuwarasain... Semoga mbah tetap menjadi mbah Wito yang ramah tamah kepada semua tamu yang datang.

Spoiler for pecel
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 13/01/2010 02:28 PM
#9

Gudeg Yu Djum, antara Rasa dan Kharisma

Liburan minggu lalu aku sempatkan untuk ke Jogja. Kali ini aku benar benar mau santai dan mencoba untuk mengulik sesuatu yang selama ini aku abaikan kalau aku pergi ke Jogja. Ya gudeg dan batik, bukan karena aku tidak suka dengan dua kata tersebut melainkan karena kemana mata memandang disana selalu berjumpa dengan yang namanya Gudeg dan Batik.

Semangat berburu pun sudah dimulai di hari pertama, dan serangkaian pertanyaan pun terlontar kepada berbagai pihak. Sebenarnya cuman satu pertanyaanku : ”Dimana gudeg yang paling enak di Jogja?”

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Dari sopir taksi di bandara jawabnya sangat meyakinkan : Yu Djum, ada di Kaliurang dan Wijilan. Wow, bayangan gudeg dengan aksesoris pendampingnya sudah mulai menari-nari di pelupuk mata, bikin perut jadi laparrrrrrr.

Alih alih beristirahat di hotel, aku cuman meletakkan tas dan langsung menuju ke jalan raya mencari taksi dengan tujuan Kaliurang. Kembali pertanyaan seputar gudeg aku ajukan ke sopir taksi dan dengan jawaban pasti dia bilang Yu Djum, rasa penasaran pun semakin menjadi jadi. Seperti apa sih Yu Djum?

Sampailah aku di bilangan Barek, dekat dengan UGM. Sederet rumah makan menghiasi jalan raya, ada gudeg, makanan Padang, dll tapi sopir taksi malah masuk ke gang yang agak berliku dan berhenti di depan warung dengan bangunan sederhana. Sederet mobil parkir di depannya.

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Aura popularitas tempat ini sudah tercium dari teras, sekelompok seniman muda beraksi menyanyikan lagu lagu pop masa kini. Gerobak rujak pun menemani seniman, menjajakan dagangannya.

Pertama masuk, kesan gelap terasa karena penerangan seadanya alias natural lighting, tapi begitu mencicipi nasi gudeg nya, wow... memang luar biasa. Menurut teman-2 aku termasuk orang yang rewel untuk urusan makanan tapi kali ini tanpa komplain sepatah kata pun. Hmmm...

Penasaran aku pun minta ijin untuk melongok dapurnya, kali - kali aja ada alasan aku untuk bahan bantahan kalau sopir taksi bilang gudeg Yu Djum paling enak. Mulailah aku memasuki area dapur hingga ke ”original” dapur yang di luar.

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Dari acara berkeliling di dapur aku menyimpulkan mereka bekerja secara profesinal dan mereka pun menjaga kebersihan. Mungkin mereka sudah sadar kepuasan pelanggan yang diutamakan karena itu mereka menjalankan tugasnya dengan senang hati. Mungkin juga karena itu gudeg Yu Djum jadi enak.

Memang sudah berniat tiada hari tanpa gudeg selama aku ke Jogja, hari kedua pun masih penasaran dengan gudeg. Jadilah aku mencoba gudeg lain di sekitar Barek. Entah karena lidahku sudah terprogram dengan rasa ”Yu Djum” gudeg yang aku makan berasa lain. Aku pun cuman makan sekedarnya.

Setelah selesai makan, ku ayunkan langkah kaki menuju gang yang berliku, ke tempat Yu Djum, gile... habis makan, makan lagi. Ada pemandangan yang berbeda di sini. Kalau hari pertama gerobak rujak menghiasi halaman depan teras, kali ini gerobak kue leker yang bertengger di sana.

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Juga kalo hari sebelumnya senimannya adalah sekelompok muda, kali ini senimannya adalah sekelompok orang tua dengan suara sopran dari penyanyi wanitanya.

Sebenarnya kalau boleh jujur, gudeg bukanlah makanan favorit aku, tetapi karena penasaran saja yang membuat aku jadi gila gudeg. Dan kembali kegilaan itu muncul di hari ketiga. Dalam hati pun aku bertanya, apakah jawaban sopir taksi masih sama kalau aku menanyakan gudeg yang paling enak?

Dan memang entah kebetulan atau memang begitu populer di sana, kali ini bapak sopir pun membawa aku ke Wijilan, dari sederet gudeg gudeg yang ada, mobil berhenti tepat di depan rumah makan dengan penanda : Yu Djum. Hahaha, jadilah aku menyantap hidangan jogja khas Yu Djum.

Penasaran seperti apakah gerangan yu Djum itu? Inilah sosok Yu Djum yang sekarang usaha beliau diteruskan oleh generasi berikutnya bernama Yu Nani.

Dan rasa penasaran ku pun tertuntaskan oleh gudeg Yu Djum. Aku jadi membayangkan, andaikan Gudeg Yu Djum ada di Jakarta. Kapan ya?

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 13/01/2010 06:39 PM
#10

Nikmatnya Tahu Kupat Pak Pangat

Sebagai hidangan khas Kota Magelang, tahu kupat otomatis menjadi sajian yang mudah ditemukan di Jawa Tengah itu. Hidangan ini ditawarkan mulai dari pedagang keliling, warung, hingga rumah makan. Warung Tahu Kupat Pak Pangat adalah salah satu di antaranya. Tidak usah terlalu ragu untuk menanyakan kelezatannya karena pada waktu makan siang hari, pengunjung selalu datang berjejal mengisi bangku-bangku panjang di ruangan yang berukuran 4 x 8 meter persegi itu.

”Pada hari-hari biasa, kami bisa menjual 200 porsi per hari,” terang Supangat (48), si empunya warung ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Pada hari Minggu atau hari libur, penjualan pun bisa mencapai 250 hingga 300 porsi per hari. Bahkan, pada musim libur Lebaran, tahu kupat Pak Pangat ini bisa terjual hingga 800 porsi per hari!

Soal bahan-bahan yang digunakan, Supangat mengatakan bahwa hidangan yang dia sajikan tidak berbeda dengan yang disajikan di warung-warung lain. Kendatipun demikian, setiap penjaja tahu kupat pasti memiliki komposisi racikan bumbu masing-masing.

”Khusus di warung saya, keistimewaannya terletak dari banyaknya kacang tanah yang dipakai,” papar Supangat.

Untuk membumbui satu piring tahu kupat, Supangat biasanya menggunakan satu sendok makan kacang tanah. Di warung-warung lain, menurut dia, takaran ini bisa digunakan untuk tiga hingga empat piring tahu kupat.

Spoiler for tahu kupat
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Diulek di piring

Namun, tentu saja, racikan bumbu hidangan ini bukanlah semata-mata terdiri dari kacang tanah. Bagi yang belum pernah mencicipi, tahu kupat sebenarnya merupakan hidangan yang memiliki keistimewaan dari paduan bumbu yang diulek langsung di atas piring pelanggan. Kalau di Jakarta, cara menguleknya seperti sajian khas Betawi, ketoprak.

”Dengan diulek di atas piring, maka rasa bahan-bahan yang dipakai akan langsung menempel pada hidangan dan tidak tertinggal di cobek,” tutur Supangat.

Untuk bumbu, bahan utama adalah kacang tanah, kemudian bawang putih, dan cabai. Setelah diulek, bumbu ini ditambahi cairan gula merah yang sudah disiapkan di dalam botol. Kemudian juga ditambahi kecap.

”Agar benar-benar orisinal, kecap ini pun sengaja kami buat sendiri,” ujar Supangat.

Kecap ini sengaja dibikin setiap lima hari sekali. Tidak hanya dari gula merah dan kedelai hitam, adonan kecap ini pun ditambah dengan jeruk pecel. Dalam satu kali produksi, biasanya dibuat sekitar 120 kilogram kecap yang biasanya cukup untuk dipakai memenuhi kebutuhan selama 10 hari.

Setelah adonan bumbu selesai dibuat, baru selanjutnya dimasukkan bahan-bahan pokok, seperti tahu, ketupat, bakwan, dan irisan kubis. Untuk kubis, Supangat pun menerapkan perlakuan khusus. Sayuran itu hanya dicelupkan selama satu menit ke dalam minyak panas beberapa saat sebelum dihidangkan.

”Dengan begitu, kubis pun terbebas dari kuman, tetapi masih tetap segar dan renyah saat dimakan,” jelas Supangat. Tak ketinggalan, di atas tumpukan potongan bahan-bahan itu ditambahkan kerupuk untuk memeriahkan hidangan.

Kendati diolah dari bahan-bahan sederhana, tahu kupat Pak Pangat memang menghadirkan rasa nikmat dan khas. Paduan cita rasa segar, sedikit asam, pedas (sesuai selera) membuat hidangan ini mantap disantap saat siang hari.

Spoiler for tahu kupat
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Saran pelanggan

Supangat mengaku, resep memadupadankan bahan-bahan ini dia peroleh melalui proses panjang. Kendatipun dia buat sendiri, racikan bumbu itu diakui Supangat berasal dari masukan pelanggan semasa dia masih menjajakan tahu kupat berkeliling.

”Dari masukan para pelanggan inilah saya terus berusaha mengembangkan rasa tahu kupat terus hingga akhirnya ditemukan racikan bumbu seperti yang sekarang ini,” ujar warga asli Kelurahan Jurangombo, Kota Magelang itu.

Usaha berdagang tahu kupat secara berkeliling sudah dia jalani sejak tahun 1985. Setelah berhasil mengumpulkan uang, pada tahun 1997 dia menyewa kios di Jalan P Senopati di Kota Magelang, bersebelahan dengan Rumah Sakit Harapan, dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya.

Awalnya, menurut Supangat, para pelanggan di warung adalah konsumen lama yang sebelumnya biasa menyantap tahu kupatnya yang dijajakan berkeliling. Dari situ, penggemar tahu kupat Pak Pangat terus berkembang.

”Sekarang saya bahkan sudah memiliki pelanggan tetap dari luar kota, seperti Solo, Temanggung, Yogyakarta, dan Semarang,” ujar Supangat. Para pelanggan luar kota ini biasanya datang setiap akhir pekan.

Animo masyarakat pun terus meningkat. Jika sebelumnya hidangan baru habis terjual pada pukul 21.00, selama tiga tahun terakhir serbuan pelanggan membuat warung tahu kupat Pak Pangat sudah tutup pada sore hari.

Tidak Sembarangan Menaikkan Harga

Kendatipun banyak pesaing, Supangat, pemilik Warung Tahu Kupat Pak Pangat di Magelang, Jawa Tengah, mengaku tidak pernah resah.

Selain tetap menjaga resep andalannya, dia pun terus berusaha mempertahankan minat pelanggan dengan tidak sembarangan menaikkan harga.

”Dengan kenaikan harga bahan-bahan pokok sekarang ini, rasanya tidak pantas kalau saya seenaknya menaikkan harga,” ujar Supangat.

Kendatipun kenaikan harga kedelai memicu kenaikan harga tahu dan kecap juga kenaikan harga BBM menyebabkan biaya dan harga-harga bahan makanan naik, Supangat berusaha untuk tidak sembarangan menaikkan harga tahu kupatnya.

Juga dengan ukuran tahu yang makin diperkecil, dia pun tetap berupaya tidak mengecewakan pelanggan dengan menambah jumlah potongan tahu, sesuai dengan permintaan.

”Saya selalu berusaha membalikkan setiap keadaan ke diri saya sendiri. Kalau ingin diperlakukan baik oleh orang lain, maka saya harus memperlakukan pelanggan dengan baik,” terang Supangat.

Dengan prinsip itu, Supangat pun sama sekali tidak menetapkan takaran yang pas untuk bahan-bahan yang dipakai, kecuali racikan bumbu. Setiap pembeli dipersilakan sesuka hati menetapkan seberapa banyak kubis, kupat, tahu atau bakwan yang akan disantap.

Untuk memberikan layanan terbaik, Supangat pun saat ini sudah berupaya mendirikan warung yang lebih besar, berukuran 9 x 11 meter persegi. Dengan begitu, para pelanggan diharapkan tidak usah makan berdesak- desakan seperti saat menempati warung sekarang.

Spoiler for tahu kupat
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 13/01/2010 06:47 PM
#11

Satu Tempat, Seluruh Dunia Kuliner Solo

Gladag Langen Bogan (galabo) adalah sebuah pusat kuliner di Kota Solo. Diresmikan tanggal 13 April 2008 oleh Marie Elka Pangestu, suatu usaha pemkot Solo untuk mengoptimalkan asset daerah berupa keragaman kuliner untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian daerah. Saya pikir itu suatu pemanfaatan peluang yang cukup bagus, meski terkesan sedikit terlambat.

Keragaman kuliner Solo bukanlah trend sesaat dan instant, tetapi sudah ada sejak dulu kala, warisan simbah, buyut, canggah, udheg-udheg siwur. Mustinya harta ini sudah menjadi perhatian pemkot sejak lama. Tak apalah terlambat, daripada tidak pernah mengetahui dan mengalami sama sekali.

Spoiler for gladag
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Malam baru saja datang, tapi saya sungguh takjub melihat lambung jalan sekitar Gladak sudah penuh dengan lautan motor, jelas lebih dari 500 motor berjajar rapih bagaikan gigi tak beraturan yang telah selesai diberi begel. Saya tengok di sebelah timur, tempat parkir mobil, berjejal juga. Padahal waktu baru menunjukkan pukul 1900, dan bukan weekend pula. Ah… itu kan memang saat-saat prime time makan malam ya? Ya wajar lah kalau ramai. Tapi saya tak pernah menyangka kalau galabo bisa seramai ini, saya sangat antusias melihat animo masyarakat merespon program baru pemkot ini.

Orang Solo memang sangat suka makan, suka jajan. Tak ada penelitian yang sahih untuk mendukung hipotesis ini, tapi sudah menjadi semacam informasi yang melekat pada top of mind masyarakat Solo. Salahkah fenomena suka jajan ini? Wah…. tidak bisa digeneralisasikan jawabannya ya…. Kalau dilihat dari budaya hidup hemat atau hemat yang berlebihan (jika tak mau disebut pelit); budaya jajan akan dipandang sebagai hal yang sangat merugikan dan mengancam mereduksi ketebalan dompet kita. Kalau dipandang dari higienitas atau yang terlalu hygiene (jika tak mau disebut freak) maka jajan adalah momok besar yang mengancam mereduksi umur kita. Untungnya setelah dua bulan berjalan, galabo dari hari ke hari malah semakin ramai saja, semakin menunjukkan kalau masyarakat Solo suka jajan (saya lebih suka memakai kata ‘suka jajan’ daripada “konsumtif’).

Spoiler for gladag
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Menginjakkan kaki ke area galabo, saya memilih untuk melihat-lihat para pedagang dulu, menyisiri dari awal sampai ke gerobak yang paling pojok. Saya ingin membuktikan berita di koran bahwa pedagang yang berjualan di sini adalah 60% pedagang yang sudah terkenal namanya di Solo, 20% adalah pedagang hasil seleksi pemkot, dan 20% lagi untuk pengelola. Saya hitung ada sekitar 70 pedagang dengan gerobak yang sama, dengan komposisi pedagang memang hampir sama seperti pemberitaan di koran. Lebih dari separuh pedagang adalah pedagang yang sudah punya nama di bidang usaha kuliner di kota Solo.

Beberapa pedagang yang sudah terkenal itu seingat saya antara lain: Nasi Liwet Keprabon, Gudeg Ceker Margoyudan yang biasanya kalau di Margoyudan sana buka pukul 0130 dini hari, Sate Kere Yu Rebi, Tengkleng Klewer Bu Edi, Bebek Pak Slamet (hobinya Pak Bondan nih…), Nasi Tumpang Bu Mun, Harjo Bestik, Susu Segar Shi Jack, Bakso Alex, Tahu Kupat Bu Sri, Gempol Plered Bu Yami, dan waaaaa…… masih banyak lagi, saya tak tega menyiksa KoKiers yang ada di luar negeri dengan keji. Hi…hi…hi....

Setelah lelah berjalan, saya memutuskan untuk makan nasi gudeg ceker Margoyudan. Cukup Rp.8.500,- sudah komplit pakai nasi, gudeg, sambal goreng krecek, dan cakar ayam yang sangat lunak dan bagaikan lumer meresap ke lidah kita dan memenuhi lubang-lubang gigi kita. Kalau makan di samping gerobak, maka nasi gudeg akan disajikan dengan piring kaca, tetapi saya memilih pakai box aja karena saya akan cari tempat duduk yang bagus view-nya (baca: yang banyak brondong manis-nya, halah!).

Spoiler for gladag
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Sambil berjalan untuk mencari yang manis-manis itu, ternyata malah dapat segelas es dawet selasih yang memang manis, yang membuat lupa pada brondong manis. Tempat duduk di meja bundar di bawah tenda merah putih ternyata semuanya penuh terisi. Tidak masalah, saya duduk saja di tikar yang digelar di sepanjang trotoar jalan Mayor Sunaryo. Di belakang saya duduk adalah kompleks pertokoan Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC), penuh terang dengan lampu warna-warni menambah berpendar suasana malam itu.

Suasana memang sangat hangat dan rileks, sesekali terdengar canda tawa dari grup ini, kelompok itu, yang memang terlihat asyik menikmati makanan sambil mengobrol seru.

Tak banyak yang saya lihat lontang-lantung seorang diri seperti saya. Kebanyakan malah satu keluarga penuh, atau kumpulan ABG bersama teman-teman gank-nya, kelompok ibu-ibu, kelompok para karyawan pulang kantor, dan ada pula yang berpasang-pasangan. Semuanya seperti melebur dalam keramahan malam, keramahan makanan, dan keramahan kota Solo.

Spoiler for gladag
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Tak heran kalau di hari Sabtu dan Minggu malam, pengunjung galabo bisa mencapai 3000 orang. Wow…!!! Padahal, tempat ini mulai beroperasi hanya dari pukul 1800-2300 saja. Tetapi jangan berharap menemukannya pada siang hari ya, karena tempat yang dipakai untuk galabo ini adalah jalan raya yang sangat padat di siang hari. Malam hari ditutup total untuk pusat wisata.

Saatnya pulang, karena Smallville sudah memanggil untuk ditonton, halah! Sekarang saya sudah tak perlu bingung-bingung lagi ketika ada teman dari luar kota yang minta diantar makan. Satu tempat, seluruh dunia kuliner Solo. Silakan mampir ke Solo, rasakan keramahan kami…. monggo….

Spoiler for gladag
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 13/01/2010 06:53 PM
#12

Bubur Bali Berteman Urap Sayuran

Bali memiliki sejumlah menu masakan yang dijamin menggoyang lidah, tetapi bubur bali tidak termasuk dalam jenis makanan yang populer untuk orang dari Pulau Dewata itu. Salah satu tempat untuk menyantap bubur bali adalah di Warung Tresni di Jalan Drupadi, Denpasar. Warung milik Made Suwarka ini buka dari pukul 08.00 sampai sore. Namun, bila ingin mencicipi buburnya, jangan datang setelah pukul 10.00 pada hari hujan atau datanglah sebelum pukul 12.00 pada hari terang supaya masih kebagian.

Cara memasak bubur yang dijual dengan harga Rp 7.000 sepiring itu sama seperti membuat bubur di mana-mana: beras dimasak dengan banyak air ditambah daun salam untuk membuat wangi bubur.

Keistimewaan bubur bali adalah pada menu penyerta bubur itu, yaitu urap sayuran dan gecok yang terdiri dari suwiran daging ayam dengan kuah betutu yang rasanya pedas menggigit.

Spoiler for bubur dan urap bali
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Suwarka menyediakan buburnya dengan urap sayuran yang ditaburi kacang goreng, usus goreng, serta popcorn. Tidak lupa tentu saja sambal matah khas Bali.

Tentang popcorn, jagung letus buatan Suwarka itu cara pembuatannya sedikit berbeda dibandingkan dengan popcorn yang biasanya dibuat dengan dibubuhi garam atau margarin. Suwarka mengolahnya dengan memberi bawang putih lalu digoreng dengan minyak.

”Kalau ingin hasilnya lebih baik, jagung dijemur terlebih dahulu,” tutur Suwarka.

Gara-gara inovasi Suwarka dengan jagung letus itu, bubur Suwarka menjadi salah satu bubur bali yang populer di Denpasar.

Urap bali

Bubur dari Bali berbeda dengan bubur daerah lain di Indonesia karena teman menyantapnya adalah urap sayuran dan gecok. Sayuran urap terdiri dari daun singkong dan rajangan kasar kacang panjang. Sayuran rebus itu lalu dicampur dengan bumbu-bumbu, kelapa parut dari kelapa yang telah dibakar, bawang goreng, dan cabai yang dirajang kasar.

Teman makan bubur yang lain adalah gecok. Menu ini terdiri dari adukan daging ayam suwir, kaldu ceker ayam, santan matang, serta bumbu kalas. Bumbu kalas terdiri dari, antara lain, kencur, ketumbar, bawang merah, dan bawang putih lalu dicampur dengan parutan kasar kelapa yang dibakar terlebih dulu.

Spoiler for bubur dan urap bali
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Untuk lebih menarik, cara penyajian bubur pun dibuat sedekat mungkin dengan cara yang aslinya memakai daun pisang. Hanya saja, Suwarka meletakkan daun pisang di atas piring.

”Daun pisang tidak bisa ditinggalkan karena itu menjadi pemanis sajian sekaligus sedap di buburnya sendiri. Kalau saya tak lagi menggunakan, wah langganan bisa protes,” ujar Suwarka.

Bermacam racikan

Seperti lazimnya tawaran makanan di mana-mana, bubur bali pun memiliki racikan berbeda-beda sesuai dengan resep setiap pedagang yang dipengaruhi daerah asalnya.

Menurut Suwarka, buburnya memakai racikan Denpasar. Adapun daerah lain bisa saja memakai sayuran yang berbeda atau kuah betutu berbeda pula.

Sebenarnya di pasar-pasar tradisional juga bisa dijumpai bubur bali, hanya saja soal rasa tentu tidak bisa sama. Begitu juga rasa kuah dan jenis sayuran yang disajikan pun berbeda-beda. Dari beberapa orang yang ditemui, mereka menyatakan paling enak adalah bubur Tresni karena ada popcorn-nya.

Menikmati bubur Warung Tresni ini nikmatnya berpasangan dengan kerupuk dan teh manis panas. Teh manis panas di warung ini pun pasti dihiasi dengan irisan jeruk nipis.

Ia sendiri telah berkecimpung lebih dari 10 tahun berawal dari bisnis coba-coba ala kaki lima di pinggiran lapangan Puputan Renon. Belum lama berjualan di lapangan, penikmat bubur buatannya pun semakin bertambah setiap hari. Berbekal porsi sekitar 100 piring bubur seharga Rp 5.000 pun ludes setiap hari.

Karena terkena gusuran petugas ketertiban, Suwarka pun menyewa tempat di Jalan Drupadi. ”Saya pun mulai dari nol lagi. Saya berkeyakinan pembeli setia saya pasti akan mencari. Jadi, yakin saja, kalau enak, pasti dicari terus,” ujar dia mantap.

Selain menawarkan bubur bali, Warung Tresni juga menyediakan nasi campur dan jajan khas Bali. Enak seken ne (enak sekali)!

Spoiler for bubur dan urap bali
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Ketupat untuk Mengganti Bubur

Warung Tresni ini pernah disinggahi beberapa selebriti, antara lain Iwan Fals, Ahmad Albar, dan grup Jamrud. Warung ini juga menjadi tempat nongkrong para perupa dan pekerja seni Bali. Aktris mancanegara juga ada yang pernah mampir di sana, yaitu Steven Seagal.

Penampilan Warung Tresni milik Made Suwarka di Jalan Drupadi, Denpasar, tidak mewah, bahkan cenderung sederhana. Meski demikian, sejumlah pelanggan mengaku justru kesederhanaan itulah yang membuat mereka betah dan kembali datang ke warung itu.

Bangunan dan mebel kebanyakan memanfaatkan unsur kayu. Meski berada di jalan alternatif dekat jalan utama, warung yang berada di pojokan ini tidak bising dan berdebu. Bahkan pepohonan sekitar ruang makan yang mendekati pendopo itu mendukung keasrian tempat tersebut. Halaman parkirnya pun luas.

Apabila Anda mampir di warung milik Suwarka dan tidak ingin menyantap buburnya, bubur tersebut dapat diganti dengan tipat alias ketupat. Tentu saja menu untuk teman menyantap tipat itu bisa sama seperti menu teman makan bubur, yaitu urap sayuran dan suwiran daging ayam berkuah betutu.

Sayangnya, jika bubur atau tipat sudah tercampur dengan kuah serta sayuran, harus segera dimakan. Bisa jadi basi jika terbungkus daun atau plastik lama-lama.

Apabila bubur atau tipat buatan Suwarka ingin disantap di rumah, pembeli bisa meminta agar kuah betutu dan sayuran dibungkus terpisah. Itu pun tidak bisa menjamin masakan akan bertahan lebih dari dua jam. Namun, mengapa harus lama-lama menunggu untuk menyantap bubur bali ala Warung Tresni?

Spoiler for bubur dan urap bali
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
ketapel_kucing - 13/01/2010 07:09 PM
#13
sketsawajah.kaskus.ws
SGPC Bu Wiryo recommended tuh..

sering jadi langganan Pak Mahfud MD \)

I Love iloveindonesia
kadalxburik - 14/01/2010 12:35 AM
#14

Tepo Tahu Sajian Ngangeni

Hidangan berbahan dasar tahu berbumbu kacang banyak ragamnya. Kombinasinya bisa dengan lontong atau ketupat, telur, dan sayuran sehingga namanya tidak sama.Beberapa di antaranya, tahu gimbal, kupat tahu, dan tahu telur. Nah, Magetan punya sajian mirip, namanya tepo tahu.

Tepo masih berkerabat dengan lontong. Bedanya, bungkusan tepo berbentuk limas atau piramida. Jadi, penampilan luarnya berbeda jauh dari lontong meski sama-sama beras berbungkus daun pisang yang direbus berjam-jam hingga matang.

Melihat penampilan tepo tahu, tidak jauh berbeda dari tahu gimbal atau kupat tahu. Irisan tepo diletakkan di atas piring yang sudah ada bumbu kacang. Kemudian, gorengan irisan tahu plus telur dan tempe yang dipotong dadu mendarat di atas tepo lantas dikucuri kecap manis. Sebagai pelengkap, ada tambahan taoge rebus, cincangan daun seledri, taburan bawang merah goreng, dan kacang tanah goreng.

Spoiler for tepo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Tepo tahu paling terkenal di Magetan, Jawa Timur, adalah yang berlokasi di Jalan Pahlawan, persis berhadapan dengan Gedung Pegadaian Magetan. Tidak ada penanda nama pada warung di salah satu jalan utama Kota Magetan itu.

Warung berukuran sekitar 4 meter x 3,5 meter itu merupakan bagian dari deretan warung bercat hijau kekuningan di tepi Jalan Pahlawan. Bahkan, untuk masuk warung, Anda harus menuruni tiga anak tangga karena letak warung lebih rendah ketimbang badan jalan dan trotoar. Hanya ada tulisan kecil dari cat hitam di bagian depan warung, Tepo Tahu.

Warung milik Mbak Ima (27) itu merupakan warisan dari neneknya, Mbah Mami (82), yang baru pensiun mengolah tepo tahu 10 bulan silam. Mbah Mami mewarisi warung kecil tersebut dari almarhum suaminya, Mbah Sudir. Mbah Sudir biasa berkeliling kampung memikul angkringnya sekitar tahun 1940-an. Mereka baru menetap di Jalan Pahlawan tahun 1980-an, lama sebelum Ima lahir.

Meski begitu, masih ada yang tak berubah di warung tersebut: angkring peninggalan Mbah Sudir yang terbuat dari kayu jati berikut sangkutan pikulan terbuat dari rotan. Di tengah angkring tersebut Mbak Ima duduk di atas bangku kayu melayani pelanggan. Para pelanggan duduk di bangku kayu panjang di depan atau samping angkring.

Spoiler for tepo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Satu per satu

Gaya Mbak Ima menyiapkan sajian tepo tahu mirip dengan gaya sang nenek ketika saya datang ke sana tahun 2003. Keduanya santai menyiapkan pesanan pelanggan. Kesannya seperti main masak-masakan.

Sajian disiapkan satu per satu, tidak pernah sekaligus. Siapa pun harus sabar dan rela menunggu. Hidangan tersaji sesuai urutan datang, tanpa memandang pangkat atau kedudukan.

Mereka yang tiba duluan, otomatis akan menerima teponya paling dulu. Jadi, jika Anda datang berlima dengan empat rekan Anda, ketika orang pertama sudah menghabiskan hidangan, orang kelima baru menerima tepo. Mbak Ima mengikuti jejak Mbah Mami, tidak pernah terburu-buru dan akan menyiapkan pesanan satu per satu. Selalu.

”Saya juga tidak tahu mengapa harus satu per satu. Pelanggan juga tidak protes,” kata Mbak Ima.

Sebelum mengelola penuh warung tepo tersebut, Mbak Ima belajar dari neneknya selama dua tahun. Mbah Mami sendiri memiliki dua putra dan keduanya tidak turun langsung menyajikan memasak

Spoiler for tepo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Pelanggan setia

Warung itu buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Pelanggannya bukan hanya dari Kabupaten Magetan, banyak juga yang datang dari kota lain. Para pelanggan lama biasanya mewariskan pula kebiasaan makan tepo tahu di warung tersebut kepada anak dan cucunya.

Seperti pengakuan Darmo (40), warga Desa Gorang-gareng yang rumahnya berlokasi 7 kilometer dari Magetan. Dia mengenal tepo tahu tersebut dari ayahnya.

”Dulu, bapak saya selalu makan tepo di warung ini. Saking fanatiknya, ketika beliau sakit, tiap kali ingin makan tepo dia pasti menyuruh anak-anaknya membeli dari warung ini. Sekalipun hujan, saya harus pergi membeli tepo yang dibungkus untuk dibawa pulang buat bapak,” kata Darmo yang Sabtu siang itu datang bersama istri dan anaknya.

Menurut dia, di Magetan banyak penjual tepo, tetapi yang membuatnya kangen hanya warung tepo tahu milik Mbak Ima. Akan tetapi, dia tidak sanggup menjabarkan apa yang membuatnya selalu kangen dengan tepo tahu olahan warung tersebut.

”Wah, sulit menerangkannya. Tidak tahu apa namanya, yang jelas buat saya di sinilah tepo yang paling enak dan pas buat saya,” ungkap dia.

Sunyoto, ayah 8 anak plus 10 cucu, sudah berpuluh tahun menetap di Jakarta, tetapi tiap kali mudik ke Magetan selalu menyempatkan diri menyambangi warung tepo tahu Jalan Pahlawan.

Begitulah, tepo tahu Jalan Pahlawan membuat mereka yang pernah merasakan santapan itu akan kembali ke sana, di mana pun mereka kini....

Spoiler for tepo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 14/01/2010 12:39 AM
#15

Warung Makan Rosya Kebumen

Minggu terakhir survey, tugas saya untuk mengunjungi tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Purwokerto (Kab Banyumas), Cilacap dan Kebumen. Tapi coretan saya kali ini tidak membahas makanan dari dua kota pertama. Saya akan langsung cerita tentang pengalaman kuliner saya di tempat yang terakhir yaitu Warung Makan Rosya, Kebumen. Warung makan ini saya kunjungi pada waktu makan siang, sekaligus menunggu waktu bertemu Ibu Bupati Kebumen yang pada saat itu masih mengikuti acara Dengar Pendapat Fraksi di DPRD.


Berdasarkan rekomendasi dari pengantar saya, makanan yang paling spesial di WM Rosya ini adalah Sop Buntut. Hmmmm... yummiii. Tidak berapa lama menunggu sepiring nasi hangat dan semangkuk sop buntut yang masih mengepul telah tersaji dihadapan saya.

Spoiler for warung makan rosya
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Rasanya sangat "rumahan" sekali, tidak terlalu neko-neko tapi benar-benar menggugah selera, mengingatkan saya akan masakan Ibu di rumah. Dalam waktu sekejap, piring di depan saya sudah bersih, dan saya segera mengambil tissue karena segera saja bulir-bulir keringat mengucur karena udara di Kebumen ini yang sangat panas ditambah dengan sop panas yang ludes dengan cepat.

Ternyata tidak hanya itu hidangan yang merangsang air liur saya di WM Rosya ini. Di depan saya juga tersaji tempe goreng tepung, atau orang juga menyebutnya dengan tempe mendoan. Ditambah dengan sedikit sambal dan kecap, tidak terasa tiga lembar tempe mendoan ini sudah masuk ke jalur pencernaan di perut saya. Nikmat sekali.

WM Rosya ini juga menyediakan makanan-makanan lainnya yang dapat dipilih dalam bentuk prasmanan. Ada opor ayam kering, sate, tempe goreng kering, cumi, mie goreng dan masih banyak lagi. Pengen rasanya mencicipi semuanya, apadaya perut buncit ini ternyata sudah tidak memiliki ruang kosong.

Spoiler for warung makan rosya
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, saya berkesampatan juga bertemu dengan Bupati Kebumen, Ibu Dra. Hj. Rustiningsih, MSc, yang dengan bersahaja menerima kami dan mendiskusikan tentang e-Government di Kabupaten Kebumen.

Walau beliau seharian menghadiri rapat di DPRD tetapi tidak tampak kelelahan di wajah ibu bupati yang tengah menjalani periode keduanya sebagai bupati Kebumen ini. Terima kasih ibu sudah berkesempatan menerima kami, terima kasih juga untuk Bapak Sugiyanto yang sudah mengantar-ngantar kami keliling Kebumen. Kapan ya bisa nyicipin menu lain di WM Rosya?

Spoiler for warung makan rosya
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]




iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 14/01/2010 05:23 PM
#16

Ke Wamena, Menikmati Udang Selingkuh

Sudah waktunya makan siang ketika kami tiba di Wamena, Papua, pada pertengahan Desember tahun lalu. Sejenak melepas lelah, setelah berjam-jam terbang dari Jakarta menuju Sentani dilanjutkan dari Bandar Udara Sentani ke Wamena, dengan pesawat ATR 72-200 dari maskapai Triguna.
Rumah makan Blambangan, yang menurut kami paling bagus di daerah itu, menjadi sasaran kami untuk mengisi perut dan melepas dahaga. Rumah makan ini dilayani oleh gadis-gadis muda berpakaian modis. Karena masih flu, saya tak tertarik dengan sajian jus terong Belanda dan jus pokat. Saya memesan jeruk panas. Tanpa es, rasanya nikmat.

Saya mencoba mentimun dari kelompok lalapan. Rasanya manis. Juga wortelnya. Di sini tidak ada yang menggunakan pestisida.

"Oh, jadi tanaman organik, ya?" tanya saya.

"Ya, tanaman organik," ucap pemilik rumah makan itu. Esoknya, di pasar, kami melihat kubis alias kol sedikit berlubang-lubang alias dimakan ulat. Itu pertanda kol tidak disemprot dengan pestisida.

Makanan lain adalah ikan mujair goreng. Tapi yang paling nikmat adalah lauk utama: "udang selingkuh". Kenapa disebut udang selingkuh? Alasannya sederhana. Badannya memang udang, tapi sepit utamanya seperti sepit kepiting. Jadi perpaduan udang dengan kepiting, yang hidup di air tawar, terutama di Sungai Baliem yang mengalir di pinggir Wamena.

Jenis udang ini terdapat di Papua dan Australia. Ada yang besar, sebesar udang galah. Banyak yang kecil-kecil, yang kini banyak dibudidayakan di Pulau Jawa, yang dikenal sebagai lobster air tawar. Yang jelas rasanya amat manis, terutama yang sebesar jari orang dewasa. Saya coba yang besar, rasa manisnya agak kurang. Tapi secara keseluruhan nikmat. Apalagi cara penggorengannya memang cocok. Saya lihat minyaknya berwarna merah. Udangnya memang merah.

Sesampainya di Hotel Baliem Pilamo, kami hanya beristirahat sebentar.

"Sore biasanya hujan, Pak. Mumpung lagi cerah, kita langsung melihat mumi dan gua!" ucap Martin, yang menemani kami.

Dengan mobil Triton, yang cocok untuk daerah pegunungan, kami keluar dari kota sekitar 2 kilometer. Mobil memasuki jalan tanah yang mengeras. Setelah memarkir mobil di pelataran yang dikelilingi pohon-pohon besar, kami memasuki kompleks perumahan berpagar kayu, dengan pintu gerbangnya antik.

Sekelompok orang sedang membakar batu untuk memasak talas dan ubi jalar. Saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa harus membakar batu dulu baru memasak talas? Api untuk memanaskan batu saja sudah mampu mematangkan talas. Tapi, ya, itulah adat mereka.

Mari kita beralih ke mumi, yang dipegangi seseorang sambil duduk dan bersembunyi di balik mumi. Dua orang dewasa mengenakan koteka memayunginya. Alex, seorang kepala suku, menjelaskan bahwa usia mumi itu sudah 370 tahun. Itu terlihat dari jumlah kalungnya yang dipasang setiap lima tahun.

Gerimis mulai turun. Kami memasuki "honai", rumah orang Wamena yang terbuka, tempat berkumpul kaum lelaki. Honai tempat menyimpan mumi itu khusus untuk kaum lelaki dewasa. Di sebelah kanannya, honai untuk perempuan berdekatan dengan honai untuk anak-anak.

Di honai untuk dapur dan gudang makanan, sekelompok ibu tua meminta rokok kepada saya. Untunglah teman saya membawa banyak rokok untuk disuguhkan kepada Alex dan kawan-kawan. Perbincangan pun berlangsung akrab diselingi tawa.

"Kalau mau 'begituan' gimana?" tanya saya kepada Alex tentang hubungan seks.
"Oh, tinggal kasih kode, pergi ke hutan!" jawabnya.
"Ini masih bisa?" tanya saya kepada orang tua di samping saya.
"Saya tidak bisa lagi!" jawabnya sambil tertawa.
"Kalau berfoto sama yang bergelantungan bagaimana?"

"Bisa Ibu, tapi yang tadi dibayar dulu," jawab Alex. Teman saya merogoh kocek Rp 250 ribu untuk melihat dan berfoto-foto dengan mumi. Untuk berfoto dengan ibu-ibu diperlukan Rp 100 ribu lagi.

Kembali ke penginapan, hujan turun.

Malam di Wamena ternyata alamiah sekali. Dinginnya bukan main. Wamena berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Sangat terasa dingin ketika malam tiba.

Keesokan harinya, seusai sarapan, saya sempatkan berjalan-jalan di sekitar hotel. Lalu dengan mobil Triton, yang di Wamena seharga Rp 400 juta padahal di Jakarta Rp 280 juta, kami keluar dari kota. Dalam perjalanan ini barulah terlihat betapa pentingnya penggunaan mobil tersebut. Dua kilometer jalanan masih bagus. Begitu berbelok ke kanan, melewati Sungai Baliem, jalanan sedikit menanjak dan menanjak lagi, melalui jalanan yang terbuat dari batu-batu. Jalanan mendaki terus, sampai ke puncak, tempat The Baliem Valley Resort, yang merupakan kerja sama Jerman-Indonesia.

Bangunan utama resor ini berupa bangunan kayu yang sedang direnovasi, agaknya yang menjadi kantor, pelayanan tamu, tempat makan, serta lobi yang memuat beragam patung dan ukiran, baik Asmat maupun dari Lembah Baliem. Di bangunan itu pula terdapat pelataran untuk memandang ke lembah, dan nun di kejauhan terlihat Kota Wamena. Di lobi ini pula dipajang kerangka kepala buaya besar, burung kasuari, serta sebuah lemari yang diisi beberapa puluh buku.

Berkunjung ke Wamena, tak afdal jika tak belanja untuk oleh-oleh pulang ke Jakarta. Karena itu, saya sempatkan pula mengunjungi pasar tradisional Wamena dengan naik becak. Dari hotel, ongkos normal Rp 8.000. Teman saya membayar Rp 50 ribu untuk dua becak.

Pasar masih sepi Minggu itu karena waktunya orang pergi ke gereja. Udang selingkuh yang ditawarkan seorang penjual tak menarik minat saya. Saya lebih tertarik hasil rajutan berwarna-warni yang ditawarkan seorang wanita muda. Saya beli satu walau harganya relatif mahal, Rp 200 ribu.

Suvenir? Tentu saya tak lupa. Di New Guinea Art Shop, toko suvenir dekat hotel, saya membeli tas kulit kayu, hiasan dinding, kalung dan gelang, serta sebuah patung seorang ibu yang menggendong bayinya. Harga patung ini lumayan: Rp 350. Semua itu kami bawa pulang, dengan pesawat jenis ATR 72-200. Berakhirlah perjalanan saya ke Wamena.

Spoiler for udang selingkuh
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for wamena
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 14/01/2010 05:27 PM
#17

Restoran Ria Rio

Manado, kota yang terkenal dengan wisata baharinya, menjadi tujuan saya berikutnya. Tanggal 24 Juli, saya mendarat di bandara Sam Ratulangi untuk mengikuti dua kegiatan sekaligus di kota ini. Tanggal 25 saya menjadi pembicara pada Workshop Pemanfaatan Database Wartel Warnet yg diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Telematika - Ditjen Aptel, dan untuk tgl 26-27 saya menjadi fasilitator untuk pelatihan internet dalam kegiatan Fasilitasi Literasi Kominfo untuk Kaum Perempuan Sulawesi Utara.

Malam pertama dan kedua saya diajak menikmati hidangan ikan di restoran yang tampaknya menjadi rujukan banyak orang Menado untuk menikmati kuliner khas manado,yaitu Restoran Ria-Rio. Disana tersedia berbagai jenis ikan, bahkan sebagian namanya baru saya dengar kali ini.

Beberapa jenis iklan yang tersedia contohnya ikan bobara, bobara laut, goropa, kerapu, kerapu mulut tikus, mujaer, kakap merah dan lain-lain. Selain itu terdapat juga makanan laut lainnya seperti udang, udang golah (udang laut), dan cumi-cumi. Kita dapat memilih berbagai jenis olahan seperti goreng, bakar, bakar rica, goreng mentega, asam manis dan lain-lain.

Untuk sayur, kita bisa memilih beberapa jenis masakan yang tersedia seperti cah kangkung, cah pakis (nah ini percis pakis yg saya makan di singkawang tahun lalu), sapo tahu, capcay dan lain-lain.

Untuk minuman, yang menjadi pilihan utama di restoran ini adalah Es Kelapa Muda, kita bisa memilih kelapa muda ini menggunakan Gula Jawa atau Sirup Kelapa. Kalau saya jelas memilih menggunakan gula jawa. Jadi ingat tahun 2000 saya suka menikmati es kelapa muda di jalan Kelapa Dua,Akses UI Depok, disana kita bisa memilih gula sendiri yang disiapkan di meja.

Untuk dessert, ada jg beberapa yg khas manado. Pernah makan pisang goreng dikasih sambal? Nah, snack yang unik ini bisa ditemui di Manado, selain itu ada juga singkong rebus yang dikasih bumbu santan asin.

Gimana? Penasaran? Memang ibu kota Provinsi Sulawesi Utara ini menyajikan sensasi kuliner yang dihadirkan untuk para penikmat makanan. Oh iya, hari terakhir kita dijamu oleh ibu Ivonne dr Depkominfo, yang menyediakan satu meja lengkap makanan yang sebagian besar merupakan kuliner khas manado,sebut saja bubur manado,ikan bakar rica, ikan goreng, dan juga lengkap dengan penganan kecil khas manado seperti klapertart dan lemang.

Jadi, silakan kunjungi manado, nikmati keramahan masyarakat dan kulinernya. Torang Samua Barsodara to...


Spoiler for riario
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for riario
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for riario
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for riario
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 14/01/2010 05:31 PM
#18

Djendelo Djinjer, Warung dengan Harga Terserah


Tak salah rasanya menyebut Yogya sebagai pusatnya kuliner. Berbagai warung naknan (enak tenan) hingga warung nyentrik bertebaran di kota ini. Sebut saja sate klathak di Imogiri, Ayam goreng Cak Koting di depan Bioskop Mataram atau Warung Makan Roh Halus yang terkenal menjual sajen dan bunga di Wirobrajan.
Tak hanya itu saja di Yogya juga gudangnya warung-warung yang menggaet anak muda sebagai pangsa pasarnya. Dari suasana, pelayanan, hingga aneka nama menunya pun dibuat akrab untuk telinga anak muda.

Jika mempunyai kesempatan datang ke Kota Yogya cobalah mampir ke Djendelo Djinjer di Jalan Gejayan. Dari namanya, untuk anak muda Yogya yang doyan gaul tidaklah susah menebak jika warung minuman ini memiliki kaitan dengan Djendelo Cafe yang berada di Lantai 2 Toko Buku Toga Mas, Gejayan.

Namun Djendelo Djinjer mengusung konsep yang lebih merakyat dengan nuansa lesehan ala angkringan agar pembelinya betah berlama-lama bercengkerama. Warung yang mengangkat minuman sebagai menu utamanya ini bisa dibilang unik, aneh, dan inovatif.

Bagaimana tidak? Di warung ini pelanggan dibebaskan untuk menentukan sendiri harga minuman yang mereka beli. Menurut Derry Sarumpue, salah satu pemilik Djendelo Djinjer, konsep yang memberikan kebebasan pelanggannya menentukan sendiri harga minuman yang mereka beli adalah salah satu inovasi marketing yang ia terapkan.

"Harga terserah pembeli sebenarnya konsep marketing kita bro. Kalo menurut mereka enak mereka akan menghargai lebih. Biar mereka yang menentukan harga yang cocok untuk minuman yang kita sajikan. Yang jelas berapapun yang mereka bayar kita terima," ungkap lajang kelahiran Banjarmasin ini.

Konsep harga terserah pelanggan ini ternyata menjadi pengalaman tersendiri bagi Dee dan Dila yang mengaku baru pertama kali datang ke Djendelo Djinjer. "Wah kaget juga pas kita disuruh menentukan sendiri harganya karena baru pertama kali ada warung yang kaya gini. Tapi asik kok," ujar Dee.

Di warung ini tersedia enam buah menu minuman spesial. Anda bisa memesan Ronde Gendis dengan campuran gula merah, selasih, agar-agar, kolang-kaling, mutiara dan gabin (roti rangsum anggota TNI).

Atau Ronde Palui dengan komposisi seperti Ronde Gendis hanya saja mengganti komposisi gula merah dengan sirup. Untuk yang doyan selera pedas bisa memesan menu Soesoe Gepoek atau Kopi Gepoek yang menambahkan tumbukan jahe dalam komposisi minumannya. Selain itu, masih ada menu Soesoe Telur Madoe Djahe dan Kopi Kareba yang menggunakan telur ayam kampung sebagai campurannya.

Warung lesehan yang berukuran sekitar 7 X 5 meter ini melayani pelanggan mulai dari pukul 18.00 hingga 02.00 wib. Alunan musik swing jazz juga menjadi teman bercengkerama di warung ini.

Spoiler for djendelo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for djendelo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for djendelo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for djendelo
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 14/01/2010 05:36 PM
#19

Rumah Makan Keluarga, Solok

Kota Solok menjadi tujuan perjalananku selanjutnya. Sampai Bandara International Minangkabau (BIM) saya masih harus melanjutkan perjalanan darat kurang lebih selama 2 jam untuk tiba di kota ini. Hotel di kota ini masih terbatas, salah satu hotel yang agak “representatif” adalah hotel Taufina. Ratenya….. hanya Rp. 170.000,- per malam, sudah termasuk pajak. Murah kan…

Makan siang pertama di kota ini saya langsung salah satu rumah makan yang agak jauh dari pusat kota tetapi cukup ramai dikunjungi pengunjung, namanya RM Keluarga, berlokasi di Jl. Tembok Raya 127. Serupa dengan RM lainnya di propinsi Sumatera Barat ini, RM Keluarga ini juga menyajikan sajian khas tanah minang, atau kalo kita dipulau Jawa menamakan RM seperti ini dengan sebutan RM Padang. Tapi ada menu yang cukup unik dari piring-piring yang tersaji di meja kami, salah satunya ada Burung Goreng.

Burung berukuran mini ini katanya ternyata adalah Burung Puyuh. Walaupun tidak memberikan sajian daging yang melimpah, tapi kerenyahan daging burung ini memang bisa diacungi jempol, karena dimasak dengan digoreng kering sehingga bumbunya meresap sampai ke tulang-tulangnya.

Selain Burung Goreng, ada satu lagi menu yang menarik perhatian karena tidak pernah saya temui di RM Padang manapun yang pernah saya kunjungi, yaitu Gulai Telur Ikan. Yaaa, telur ikan yang mirip pasir bergumpal tersebut ternyata bisa juga digulai dan terpisahkan dengan induknya. Rasanya menurut saya biasa saja sih, mungkin karena bumbunya pun tidak terlalu istimewa, tapi setidaknya ini menjadi pengalaman kuliner yang cukup menarik untuk dikenang.

Untuk minumnya, seperti biasa di tempat makan di tanah Sumatera ini, saya senang memesan Juice Timun. Timun, yang konon salah satu buah yang mampu menekan angka kolestrol, memang sangat segar jika dibuat juice. Perbedaannya di RM Keluarga ini, timun yang di juice tidak diblender tetapi seperti diparut baru kemudian diberi gula, sehigga jika kita meminumnya selain mendapat kesegaran, kita juga menemukan sensasi parutan buah timun yang nyakres. Kres… Kres…..

RM. Keluarga Solok
Jl. Tembok Raya No. 127
No. Telp. : 0755 20138

Spoiler for RM. keluarga
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for RM. keluarga
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for RM. keluarga
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 15/01/2010 08:38 PM
#20

Mak Uneh, Rasa Bandung Tempo Doeloe

Pesona Bandung menyedot warga di kota sekitarnya untuk datang ke sana. Daya tariknya tak lain adalah belanja, entah belanja pakaian untuk memanjakan penampilan atau belanja makanan demi memanjakan lidah.
Seperti Jakarta, warisan kuliner di Kota Kembang itu juga berderet. Ada yang masih bertahan, ada yang makin berkembang, tapi ada pula yang sudah tutup warung. Bicara soal kuliner, tentu makanan yang langsung teringat dan seringkali ngangeni karena tidak membosankan - malah membangkitkan selera - tak lain adalah menu khas Sunda.

Apalagi kalau bukan berbagai macam pepes, gurame dan ikan mas goreng, jambal, leunca, berbagai rupa sambal, sayur asem, dan masih sederet jenis makanan lainnya. Salah satu warung yang sudah puluhan tahun menjual makanan khas Sunda adalah Warung Mak Uneh.

Almarhumah Mak Uneh memulai usahanya di sebuah gang sempit di seputaran Jalan Pajajaran. Kini sudah generasi ketiga dan keempat yang mengelola usaha tersebut. Generasi ketiga mengelola warung asli di Gang Terasana. Gang ini persis berada di samping rumah sakit bersalin. Patokannya, setelah Stadion Pajajaran ambillah lajur paling kiri. Persis sebelum rumah sakit bersalin ada gang, dan di dalam gang itulah warung Mak Uneh berada.

Mobil pengunjung warung biasanya diparkir di sepanjang gang ini, juga di pinggir Jalan Pajajaran. Dari sana calon pembeli harus berjalan kaki masuk ke gang yang lebih kecil lagi. Warung ada di sisi kiri gang yang makin menyempit. Begitu masuk warung ini kesannya memang seperti warung biasa. Namun jumlah kursi yang disediakan tak seperti warung. Meja kursi tersedia hingga ke dalam.

"Ini memang warung dari dulu, hanya diperbaiki dan diperluas," kata salah satu karyawan warung. Menurut salah satu karyawati di sini, menu yang banyak diburu pelanggan adalah aneka jeroan, seperti babat, paru, usus, dan limpa.

Namun variasi pepes pun tetap dikejar. Menu khas warung ini adalah haremis, yaitu kerang air tawar yang ukurannya sangat kecil. Kerang ini dimasak bumbu kuning. Rasanya gurih dan tidak amis.

Anda harus menukar selembar uang Rp 10.000 untuk semangkuk kecil haremis. Pepes nasi ikan asin pantas dicoba. Dengan Rp 10.000 kita bisa menelusuri cita rasa pepes nasi berisi sepotong kecil jambal roti, petai, dan telur ayam kampung rebus ini. Telur ayam kampung dibelah jadi dua. Tak ada rasa amis.

Nasinya saja sudah terasa gurih akibat dicampur semua lauk tadi. Buat yang suka ayam, di sini juga dijual ayam kampung goreng. Tentu saja cita rasa ayam kampungnya tak perlu diragukan lagi.

Gurame goreng di sini cukup untuk makan bertiga. Gurame itu sudah dipotong di bagian kepala dan ekor hingga tersisi bagian tengah atau daging saja. Selain gurih dan renyah, sepotong gurame yang dipatok Rp 50.000 itu berdaging sangat tebal. Secuil daging gurame dicocol sambal mangga atau sambal dadak baru masukkan ke dalam mulut, biarkan saraf-saraf di dalam mulut yang menilai.

Jika tak tahan melihat udang goreng berukuran cukup besar, coba saja! Tak ada ruginya. Meski seporsi berisi tiga udang goreng dibanderol Rp 60.000, tapi soal rasa jangan ditanya. Plus sambal mangga sebagai temannya, rasanya sepadan. Ulukuteuk leunca, sate bandeng juga siap dinikmati.

Ulukuteuk leunca adalah leunca yang dimasak dengan cabai dan oncom. Leunca bulat kecil yang terasa pahit bergabung dengan oncom yang berasa pedas menyajikan rasa khas Sunda yang sebenar-benarnya. Warung Mak Uneh di Jalan Pajajaran ini buka Sabtu sampai Kamis, dan tutup pada hari Jumat. Sejak pukul 07.00 warung ini sudah menyediakan sarapan warga Bandung, dan akan berakhir pukul 16.00.

Sementara itu restoran Mak Uneh di Jalan Setiabudi (seberang NHI) buka setiap hari mulai pukul 11.00- sampai sekitar pukul 19.00. Resto ini dikelola generasi keempat Mak Uneh.

Spoiler for mak uneh
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for mak uneh
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for mak uneh
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
Page 1 of 13 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TRAVELLERS > Domestik > +++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)