Domestik
Home > LOEKELOE > TRAVELLERS > Domestik > +++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
Total Views: 34426 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 13 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

kadalxburik - 26/01/2010 01:40 PM
#41

Nikmatnya Sate Buntel "Wedhus Gembel"

Orang yang sudah lama tinggal di Surakarta atau Solo, tidak asing lagi dengan warung Sate Kambing Tambak Segaran. Cukup tanya di mana lokasinya, pasti diberitahu alamatnya, termasuk ancar–ancar menuju tempat itu. "Jangan lupa cicipi sate buntelnya, ya," pesan seorang warga ketika saya bertanya alamat warung makan ini. Hari Kamis bersama teman, saya menuju warung Sate Kambing Tambak Segaran di Jalan Sutan Syahrir. Setelah melewati Balaikota Solo, hanya sekitar lima menit naik motor roda dua kami telah berada di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Setabelan, Solo.

Takut terlewat karena arus lalu lintas satu arah, kami pun bertanya kepada seorang tukang becak yang mangkal di Jalan Sutan Syahrir. Tanpa pikir panjang tukang becak itu spontan menunjukkan tempat yang kami cari, yang ternyata berada di antara deretan pertokoan di Jalan Sutan Syahrir 149. Jalan itu dulu bernama Jalan Tambak Segaran sehingga tidak mengherankan nama warung itu adalah Tambak Segaran.

Sebuah papan kecil kuning bertuliskan Sate Kambing "Asli" Tambak Segaran Solo–Sejak Tahun 1948 tergantung di depan warung berukuran sekitar 5 x 6 meter. Kecuali meja makan antik berwarna hitam dan enam kursi kayu beralaskan anyaman rotan, sama sekali tidak ada tanda–tanda yang menunjukkan warung sate ini pada tahun 1960–1980–an sangat digemari orang Solo.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.15, ketika pelayan memberi daftar menu berisi aneka menu sate seperti sate buntel, sate buntel campur, sate buntel daging/ati, sate campur, dan sate daging. Selain sate, menu andalan warung ini adalah gulai, mulai dari gulai daging, iga, kaki, otak dan otak goreng, hingga gule sumsum. Ada juga menu tongseng daging giling dan tongseng daging dan hati.

Selain itu hanya ada nasi putih, minuman beras kencur, es gula asam, air jeruk, dan teh. Menu makanan lain tidak ada. "Kami sengaja mempertahankan menu yang sejak dulu dijual orangtua kami," ujar Eko Liem pemilik warung sate Tambak Segaran.

Sate buntel

Lalu kenapa nama satenya ditambah kata buntel? Jawabannya karena daging satenya dibalut lemak daging kambing.

Cara memasaknya, kata Eko, sama seperti sate–sate umumnya, yaitu diberi bumbu dan dibakar. Tetapi, untuk sate buntel dagingnya harus digiling halus, diberi bumbu bawang merah, merica, dan bumbu lain. Setelah itu daging dibalut atau dibungkus lemak daging kambing, ditusuk dengan bambu seperti sate biasa, kemudian dibakar di atas bara hingga matang.

Tertarik dengan nama sate buntel, saya memesan seporsi sate buntel campur beserta es jeruk, sementara teman saya memesan seporsi gulai daging dan es beras kencur. Tentu saja dengan nasi putih. Aroma sate yang dibakar pun langsung tercium hidung, maklum tempat membakar sate ada di bagian depan warung.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, sate buntel pun datang yang ternyata ketika dihidangkan tidak menggunakan tusukan. Untuk satu porsi sate buntel campur, selain sepotong sate buntel, juga ada beberapa potong daging sebesar dadu yang dilepaskan dari dua tusukan. Sate buntel dan daging sate biasa ini pun dicampur dengan kecap encer serta irisan bawang merah, acar ketimun, dan sambal.

Cara penyajian seperti inilah yang membedakan warung ini dengan warung lain. Walaupun saat dibakar semua dagingnya menggunakan tusukan, namun saat akan disajikan daging dilepas dari tusukannya. "Tetapi, kalau ada pembeli yang mau satenya tetap pakai tusukan, tusukannya tidak kami lepas," ujar Eko.

Meskipun menu sate berbeda–beda, harga satu porsi tetap sama, yakni Rp 19.000. Demikian juga dengan gulai, setiap porsi dihargai Rp 9.000, sedangkan untuk tongseng daging giling ataupun daging biasa satu porsinya harganya Rp 12.000.

58 tahun

Daging sate buntel di warung ini tak hanya lunak, tetapi juga terasa lezat saat dimakan. Eko mengatakan, usaha sate kambing yang dirintis orangtuanya, Lim Hwa Youe, sejak tahun 1948, menggunakan bukan daging sembarang kambing, tetapi daging kambing gibas/gembel (wedhus gembel) atau kambing yang berwarna putih, bukan kambing jawa yang berwarna coklat.

Yang juga membuat kelezatan sate kambing Tambak Segaran ini beda dibandingkan dengan sate–sate lainnya adalah kecapnya. "Sejak zaman orangtua saya, kecapnya tidak dibeli di luar tetapi kami buat sendiri. Makanya sengaja dibuat agak cair," papar Eko.

Sebagai generasi penerus, Eko memastikan citarasa sate di warung ini tidak berbeda dari semasa dikelola orangtuanya. Hasilnya, sampai kini pelanggan, terutama dari luar daerah, tetap menyempatkan diri mampir di warung ini ketika berada di Kota Solo. "Kalau habis makan, biasanya mereka pesan untuk dibawa pulang," ujarnya.

"Pada zaman orangtua saya warung ini tak pernah sepi. Kalau sekarang, ramainya saat hari libur atau malam Minggu saja. Mungkin karena sekarang banyak penyakit kolesterol sehingga orang mulai mengurangi makan daging kambing," kata Eko sambil tertawa.

Walau demikian, Eko sangat yakin warung sate kambingnya yang dibuka mulai pukul 12.00 hingga pukul 21.30 tetap diminati orang. Resep yang diturunkan orangtuanya sejak 58 tahun lalu tetap menjadi andalannya. Kecuali minuman beras kencur, semua menu utama di warung ini masih tetap seperti waktu dikelola orangtuanya.

Pada hari biasa, menurut Eko, warungnya menghabiskan sekitar 15 kilogram daging kambing, namun pada hari raya bisa menghabiskan lebih dari 25 kilogram daging. Adapun kecap dibuat seminggu sekali.

Spoiler for sate buntel
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for sate buntel
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 26/01/2010 02:04 PM
#42

Bebek Basah Kuyup yang Renyah

Beberapa waktu yang lalu Ubud, Bali, kelihatan sepintas seperti tidak banyak berubah. Mobil masih berderet–deret parkir di tepi Jalan Monkey Forest, di depan deretan toko, galeri, dan penginapan. Turis–turis asing tampak berlalu lalang di trotoar meskipun jumlahnya tidak banyak. Biasa saja, turis–turis masih saja ada yang datang. Ubud kan memang dari dulu tidak pernah seramai Kuta," kata perempuan penjaga Gallery Tama di Jalan Monkey Forest.

Ketika mobil kami berbelok menuju jalan utama Ubud, pasar tradisional di pojok jalan juga terlihat ramai oleh turis. Meskipun begitu, Bom Bali II tetap meninggalkan dampak, bahkan untuk kawasan yang tenang dan sejuk seperti Ubud.

Hari sudah lewat tengah hari dan perut mulai berteriak minta diisi. Ditambah dengan udara sejuk, kami memutuskan segera mencari tempat makan. Tempat yang direkomendasikan pengemudi kami, yang orang Bali asli, adalah restoran Bebek Bengil.

Restoran di Jalan Hanoman, kawasan Padang Tegal, ini tidak asing bagi kami karena sekitar lima tahun lalu kami juga pernah berhenti makan siang di sini. Saya tidak menolak untuk mencobanya lagi, penasaran apa yang membuat setelah waktu berlalu restoran ini tetap populer.

Perbedaan yang segera saya rasakan adalah kami tidak perlu menunggu untuk mendapat tempat duduk. Meskipun tempat makan itu ramai, tetapi tidak seramai ketika pertama kali kami datang ke restoran tersebut.

Untuk kami, suasana itu justru menguntungkan karena kami dapat merasakan suasana damai dan tenang Ubud yang sejak awal abad lalu sudah menarik banyak seniman luar datang dan bermukim di sana.

Duduk di atas panggung kayu, yang disediakan bagi tamu yang ingin makan dengan duduk bersila atau berselonjor kaki di atas bantal–bantal kecil, suasana terasa asri di restoran yang dikelilingi pohon semak dan gemericik air kolam. Tiga penabuh gamelan mengiringi dengan musik bali yang lincah.

Bebek renyah

Sesuai dengan namanya, hidangan unggulan restoran ini adalah hidangan bebek goreng. Berbeda dengan bebek goreng di banyak tempat, bebek goreng yang disajikan separuh ekor dengan nasi putih, lengkap bersama sambal matah dan lawar di tempat terpisah itu, terasa renyah hingga ke tulang–tulang kecilnya yang bisa dikunyah.

Warna bebek gorengnya coklat–kekuningan dengan kulit yang kelihatan kering dan renyah. "Bebeknya berasal dari daerah sekitar sini. Sebelum direbus 3–4 jam, bebek ini direndam dalam bumbu–bumbu selama 12 jam. Setelah direbus, ditiriskan, dan siap digoreng," kata Agung Raka Dalem (48), adik dari Agung Raka Sueni, pemilik restoran ini.

Tidak heran bila rasa gurih itu terasa hingga ke daging bebek bagian dalam. Menurut Raka Dalem, yang ikut membantu mengawasi operasi restoran ini sehari–hari, menu bebek bengil crispy duck ini merupakan menu unggulan yang selalu ada sejak restoran tersebut berdiri tahun 1990.

Resep bebek goreng tersebut sebetulnya berawal dari resep keluarga yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari–hari. Kemudian, untuk keperluan penyajian di restoran, resep itu mengalami perubahan dan perbaikan.

"Setiap tahun kami mengubah menu, tetapi 10 menu yang paling digemari tamu–tamu kami terus kami pertahankan," tutur Raka Dalem, yang pernah bekerja di sejumlah restoran di Australia dan terbiasa dengan menu–menu Eropa.

Bersama koki utama restoran itu, Wayan Sandi, dia ikut mengolah menu–menu baru, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, sajian penutup, hingga minuman.

Selain bebek goreng renyah, menu favorit lain antara lain nasi campur, king prawn and mashed potato, dan stuffed chicken breast. Menu–menu tersebut rata–rata memakai bahasa Inggris karena tamu tempat ini memang berasal dari berbagai bangsa.

Selalu berganti

Bila mempunyai kantong perut cukup besar, Anda dapat mencoba nasi campur. Disajikan di atas piring makan berukuran besar, nasi dan lauk pauknya diletakkan di atas helai daun pisang.

Nasi hangat bertabur bawang goreng ditemani sate ikan yang dililitkan di batang serai. Lauk lainnya adalah telur balado, daging semur, ayam bumbu kuning, udang tempura, dan perkedel jagung. Tidak ketinggalan urap kacang panjang, kacang goreng, dan kerupuk.

Menu santapan utama stuffed chicken breast terdiri dari dada ayam yang diisi dengan paduan jamur shiitake, bayam, dan taoge. Pelengkapnya adalah sayuran kol, taoge, dan wortel, saus bersantan kental, serta nasi goreng.

Yang harus dicoba adalah sambal matah yang dibuat dari irisan bawang merah, bawang putih, serai dan cabai rawit, minyak makan, air jeruk limau, serta sedikit terasi.

Sambal matah di Bebek Bengil sudah disesuaikan dengan lidah tamu–tamunya yang berasal dari berbagai bangsa sehingga tidak sepedas sambal matah yang pernah dibuat seorang teman Bali saya.

Sebenarnya saya ingin menjajal minuman yang direkomendasikan pelayan restoran ini, yaitu giant chill. Ini adalah jus stroberi atau jambu biji yang dicampur dengan air soda. Sayang, kami tidak bisa mencicipi sebab kebetulan tidak tersedia stroberi saat itu.

Menurut Raka Dalem, Bebek Bengil selalu memperbarui menunya tiap tahun sebagai bagian dari strategi agar Bebek Bengil selalu menjadi tempat favorit di Ubud. Tiap kali dievaluasi menu mana yang paling digemari dan 10 menu yang paling digemari akan dipertahankan.

Spoiler for bebek bengil
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for bebek bengil
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for bebek bengil
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 09/02/2010 02:03 PM
#43

Lawar ’Kuwir’ Klungkung

Lawar merupakan makanan khas yang sudah tidak asing lagi bagi warga Bali. Makanan khas ini menjadi menu utama pada setiap sarana upakara (upacara) keagamaan. Jadi, tidak hanya untuk santapan teman nasi saja.

Lawar pun bermacam-macam. Ada lawar ayam, lawar babi, lawar kuwir, hingga lawar penyu. Sebelum dilarang dikonsumsi, lawar upakara di Bali memakai penyu. Sekarang, warga memakai daging kuwir atau daging babi. Katanya, lebih enak lawar kuwir atau lawar babi ketimbang lawar daging ayam. Bumbunya lebih merasuk. Tetapi, tidak semua orang senang atau bisa mengonsumsi babi.

Lawar kuwir populer di Kabupaten Klungkung. Salah satu warung yang memopulerkan lawar kuwir Klungkung menjadi santapan di luar menu upakara, yaitu untuk disantap kapan saja, adalah warung Pan Sinar. Warung di Jalan Kembang Matahari Nomor 3B, Banjar Ketapian Kaja, Denpasar, itu milik Ketut Gina (61), warga asli kelahiran Banjar Lepang, Desa Takmung, Klungkung.

Kuwir adalah sebutan di Pulau Dewata untuk bebek atau mentok. Jika harga mentok di Jawa murah, sekitar Rp 15.000 per ekor, di Pulau Seribu Pura ini bisa mencapai Rp 35.000 per ekor. Karena belum lama ini Indonesia terserang virus flu burung, Gubernur Bali pun melarang memasok unggas hidup, kecuali yang masih berumur satu hari atau telurnya saja.

"Tiyang (saya) sempat kesulitan mendapatkan kuwir. Tetapi, tiyang tidak khawatir sepi pelanggan gara-gara flu burung karena kuwir sudah tiyang masak dengan matang dan bersih," ujar Ketut Gina.

Meramu lawar tidak mudah dan tidak sembarang orang pandai meraciknya menjadi makanan yang nikmat. Di Bali, orang yang pandai meramu lawar disebut mencegera. Mereka khusus peramu atau koki lawar pada saat perhelatan upacara keagamaan.

Ketut Gina sendiri diakui para pelanggannya pandai meramu lawar kuwir dengan rasa pas dan rasanya bisa sama setiap harinya. Warungnya yang disewanya sekitar tahun 1996 itu memang sederhana. Awalnya ia berjualan di pasar dengan menggelar tenda kecil dari pagi hingga siang. Sekarang, ia mampu melayani pelanggan dari pukul 07.00 Wita sampai 20.00 Wita. Katanya, ia sering kasihan dengan pelanggan yang kecele karena sebelumnya pukul 17.00 Wita warungnya sudah tutup.

Harga Rp 10.000 per porsi sudah dipertahankan Ketut Gina sekitar tiga tahun terakhir. Ia tidak tega menaikkan harga lagi. "Kasihan, apa-apa sudah mahal. Tiyang bertahan saja, asal masih untung sudah bersyukur," ujarnya.

Keuntungan yang dia raup menurun jauh dibandingkan sebelum krisis ekonomi 1998. "Dulu, tiyang membutuhkan 80 ekor kuwir setiap hari. Sampai-sampai tiyang punya ternak ratusan ekor yang dipasok dari Jawa. Sekarang, hanya habis sekitar 20 ekor saja dan tidak lagi pasok dari Jawa," ceritanya dengan nada sedih.

Bangga

Ketut Gina merasa bangga dengan keahliannya mampu ngelawar (meramu lawar) yang jarang dimiliki warga Bali. Anaknya yang mengikuti jejak sang bapak pun terpaksa gulung tikar. Warung yang dibuka di Tuban dan Jalan By Pass Ida Bagus Mantra tak bertahan dan terpaksa modal Rp 200 juta pun melayang. Bagaimana tidak, pelanggan sudah tersugesti dengan lawar kuwir racikan tangan Ketut Gina.

Bagi penikmat lawar, rasa lawar Pan Sinar memang belum ada tandingannya dibandingkan dengan masakan warung lawar lain. "Duh, rasanya selangit. Pas banget. Belum ada tandingannya. Seken ne (beneran nih)," kata salah satu pelanggan tetap Pan Sinar.

Lawar kuwir terdiri dari rajangan nangka muda, irisan kuwir yang sudah direbus selain bagian dada, parutan kelapa bakar, serta bumbu lengkap ala Bali yang disebut bumbu genep, seperti kencur, kunyit, laos, bawang merah, bawang putih, serta tak lupa irisan cabai. Semua itu diuleni dengan tangan.

Takaran memang memengaruhi rasa. Meleset perbandingannya antara bumbu dan racikan bahan lainnya, lawar menjadi hambar atau tidak mantap. Katanya, bagi yang kurang pandai meracik lawar secara enak bakal menyiasati rasa dengan irisan cabai yang banyak. Tetapi, siasat ini tidak berlaku untuk Ketut Gina.

Makanya, seorang mencegera biasanya mendapat kemampuan meramu secara turun-temurun. Namun, kalau tidak hobi dan menikmati sebagai mencegera juga bisa dipastikan gagal menyajikan lawar yang enak.

Nangka mudanya pun pilihan, yakni nangka cendana muda. Alasannya, menurut Ketut Gina, serat-seratnya lebih banyak dan kenyal dibandingkan nangka muda lainnya. Jika ke Bali, coba dan bandingkan rasanya,. Hmmm… dijamin tidak menyesal mencoba lawar kuwir ini. Dan tak perlu khawatir, lawar ini dijamin tidak dicampur dengan daging hewan lain.

Menyantap lawar kuwir ini enaknya langsung di warung Pan Sinar. Sepiring nasi panas menambah nafsu makan. Lawar kuwir sendiri pun rasanya sedikit pedas. Tetapi, namanya kapok-kapok sambal, meski pedas bisa jadi justru bikin ingin tambah.

Di tempat Pan Sinar sepiring lawar kuwir disajikan bersama sate lilit kuwir (dari bagian dada). Tak lupa, semangkuk jukut ares kuwir atau bisa memilih dengan kuah komoh (kuah kaldu rebusan daging kuwir).

Yang tak kalah ketinggalan adalah sambal matah (irisan cabai, bawang merah goreng, dengan minyak kelapa) dan lawar daun belimbing dan racikannya pun tidak sembarangan pilih daun. Yang pasti, semua bahan adalah pilihan.

Spoiler for lawar
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for lawar
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
kadalxburik - 09/02/2010 02:06 PM
#44

Nasi Uduk Kuntilanak

Kuntilanak ternyata bisa sangat menguntungkan buat para pekerja yang bekerja malam hingga dini hari. Percayalah, kuntilanak yang satu ini enak, renyah, empuk dan enak buat ngisi perut yang keroncongan. Loh? Jangan salah sangka dulu deh, kuntilanak yang ini memang cuma istilah salah satu warung di kawasan Pasar Menteng Pulo, Jembatan Merah, Jakarta Pusat.

Pasalnya, warung makan yang tidak terlalu besar tempatnya ini, baru buka ketika "orang normal" sudah pada tidur, yakni jam 12 malam sampai jam 6 pagi. Kami coba-coba menyambangi sebelum jam 12 malam, terpaksa gigi jari harus menunggu lantaran belum semua masakan matang. Ternyata warung milik Endang termasuk benar-benar menjaga jam bukanya.

Pada waktu-waktu tersebut ia justru membuka warung nasi uduk miliknya. Bagi warga sekitar dan para langganan, warung nasi uduk milik Endang ini dikenal dengan julukan Nasi Uduk "Kuntilanak".

Makanan yang dijual di warung tersebut adalah nasi uduk lengkap dengan lauk-pauknya, seperti empal, paru, telor, tempe, tahu, semur jengkol, ikan tongkol, dan sebagainya. Tidak ketinggalan, jeruk dan teh manis hangat menjadi pilihan minumannya.

Warung sudah berdiri sejak tahun 1971. Orang yang pertama kali mengelola warung adalah ibunda Endang, yang masih turut serta mengelola warung hingga saat ini. "Nasi uduk ama beberapa lauk yang masak ibu kok," jelasnya kepada kami. Soal pembeli, Endang mengaku bahwa sebagian besar adalah laki-laki. Pembeli wanita biasanya hanya datang pada waktu-waktu tertentu.

Tidak itu saja, sebagian besar pembeli merupakan pelanggan setia yang sudah berulang-kali mampir di warung tersebut. Sangking seringnya, Endang bahkan dapat membedakan pelanggan yang kerap berganti-ganti pasangan. Kabarnya, beberapa kru stasiun televisi dan wartawan yang kerap liputan hingga dini hari, menjadi langganan tetap nasi uduk kuntilanak ini.

Diakui juga oleh Endang, beberapa pelanggan setia tersebut biasanya memiliki susunan menu yang khas. Seorang pelanggan yang juga bekerja sebagai pembawa acara misteri di sebuah stasiun televisi swasta, misalnya, memiliki menu tetap yang terdiri dari nasi uduk, telor ceplok, dan tempe bacem.

Berjualan yang dilakoninya pada tengah malam hingga pagi hari memberikan kenangan suka dan duka pada dirinya tersendiri. Di sisi suka, Endang mengaku bahwa masakannya selalu nyaris terjual habis. Sedangkan dukanya, ia mengaku harus begadang setiap hari. Untuk itu, ia selalu mengonsumsi minuman berenergi.

Tidak hanya suka dan duka saja, waktu kerja yang berlangsung pada tengah malam hingga pagi hari memaksa Endang untuk memiliki cara-cara tertentu dalam melayani pembeli. Sebab, tidak tertutup kemungkinan terdapat pembeli yang memiliki niat tidak baik. Oleh karena itu, logat Betawi yang kental pun menjadi salah satu ciri khasnya saat melayani pembeli. Ditambah lagi dengan postur tubuhnya yang relatif gemuk dan suara agak nge-bass.

Meski demikian, Endang bersyukur bahwa hingga saat ini warungnya tidak pernah mengalami gangguan tertentu, seperti pencurian atau perampokan. Hal yang dirasakan cukup sulit hanyalah pada saat turun hujan. "Kalo hujan, yang beli pasti sepi deh," paparnya.

Soal harga, dijamin tidak bakal membuat kamu-kamu "menjerit" kemahalan. Kalau hanya punya uang 10 ribu pun, kamu sudah bisa menikmati makanan yang membuat perut kamu sedikit membuncit. Jadi, siapa bilang kuntilanak itu selalu menakutkan?

Spoiler for nasi uduk
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for nasi uduk
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
poetra001 - 09/02/2010 02:18 PM
#45

Quote:
Original Posted By n3n3
Walo lokasi warungnya di bali tp makanan yg disajikan citarasa jawa ada juga chinese foodnya...
tempatnya nyaman free hot spot lagi trus harga murah tapi rasanya mantab seperti nama warungnya....WARUNG MANTAB
ane paling suka ama pecelnya bumbunya uenak tenan apalg isi pecelnya gak seperti pada umumnya....misalnya labu siam, kenikir, kecipir, genjer dan sayuran yg seperti pecel lain juga satu porsinya cuma 6.000 gan.....


Lokasi tepatnya di mana ya gan?
poetra001 - 09/02/2010 02:20 PM
#46

Quote:
Original Posted By kadalxburik
Bebek Basah Kuyup yang Renyah

Beberapa waktu yang lalu Ubud, Bali, kelihatan sepintas seperti tidak banyak berubah. Mobil masih berderet–deret parkir di tepi Jalan Monkey Forest, di depan deretan toko, galeri, dan penginapan. Turis–turis asing tampak berlalu lalang di trotoar meskipun jumlahnya tidak banyak. Biasa saja, turis–turis masih saja ada yang datang. Ubud kan memang dari dulu tidak pernah seramai Kuta," kata perempuan penjaga Gallery Tama di Jalan Monkey Forest.

Ketika mobil kami berbelok menuju jalan utama Ubud, pasar tradisional di pojok jalan juga terlihat ramai oleh turis. Meskipun begitu, Bom Bali II tetap meninggalkan dampak, bahkan untuk kawasan yang tenang dan sejuk seperti Ubud.

Hari sudah lewat tengah hari dan perut mulai berteriak minta diisi. Ditambah dengan udara sejuk, kami memutuskan segera mencari tempat makan. Tempat yang direkomendasikan pengemudi kami, yang orang Bali asli, adalah restoran Bebek Bengil.

Restoran di Jalan Hanoman, kawasan Padang Tegal, ini tidak asing bagi kami karena sekitar lima tahun lalu kami juga pernah berhenti makan siang di sini. Saya tidak menolak untuk mencobanya lagi, penasaran apa yang membuat setelah waktu berlalu restoran ini tetap populer.

Perbedaan yang segera saya rasakan adalah kami tidak perlu menunggu untuk mendapat tempat duduk. Meskipun tempat makan itu ramai, tetapi tidak seramai ketika pertama kali kami datang ke restoran tersebut.

Untuk kami, suasana itu justru menguntungkan karena kami dapat merasakan suasana damai dan tenang Ubud yang sejak awal abad lalu sudah menarik banyak seniman luar datang dan bermukim di sana.

Duduk di atas panggung kayu, yang disediakan bagi tamu yang ingin makan dengan duduk bersila atau berselonjor kaki di atas bantal–bantal kecil, suasana terasa asri di restoran yang dikelilingi pohon semak dan gemericik air kolam. Tiga penabuh gamelan mengiringi dengan musik bali yang lincah.

Bebek renyah

Sesuai dengan namanya, hidangan unggulan restoran ini adalah hidangan bebek goreng. Berbeda dengan bebek goreng di banyak tempat, bebek goreng yang disajikan separuh ekor dengan nasi putih, lengkap bersama sambal matah dan lawar di tempat terpisah itu, terasa renyah hingga ke tulang–tulang kecilnya yang bisa dikunyah.

Warna bebek gorengnya coklat–kekuningan dengan kulit yang kelihatan kering dan renyah. "Bebeknya berasal dari daerah sekitar sini. Sebelum direbus 3–4 jam, bebek ini direndam dalam bumbu–bumbu selama 12 jam. Setelah direbus, ditiriskan, dan siap digoreng," kata Agung Raka Dalem (48), adik dari Agung Raka Sueni, pemilik restoran ini.

Tidak heran bila rasa gurih itu terasa hingga ke daging bebek bagian dalam. Menurut Raka Dalem, yang ikut membantu mengawasi operasi restoran ini sehari–hari, menu bebek bengil crispy duck ini merupakan menu unggulan yang selalu ada sejak restoran tersebut berdiri tahun 1990.

Resep bebek goreng tersebut sebetulnya berawal dari resep keluarga yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari–hari. Kemudian, untuk keperluan penyajian di restoran, resep itu mengalami perubahan dan perbaikan.

"Setiap tahun kami mengubah menu, tetapi 10 menu yang paling digemari tamu–tamu kami terus kami pertahankan," tutur Raka Dalem, yang pernah bekerja di sejumlah restoran di Australia dan terbiasa dengan menu–menu Eropa.

Bersama koki utama restoran itu, Wayan Sandi, dia ikut mengolah menu–menu baru, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, sajian penutup, hingga minuman.

Selain bebek goreng renyah, menu favorit lain antara lain nasi campur, king prawn and mashed potato, dan stuffed chicken breast. Menu–menu tersebut rata–rata memakai bahasa Inggris karena tamu tempat ini memang berasal dari berbagai bangsa.

Selalu berganti

Bila mempunyai kantong perut cukup besar, Anda dapat mencoba nasi campur. Disajikan di atas piring makan berukuran besar, nasi dan lauk pauknya diletakkan di atas helai daun pisang.

Nasi hangat bertabur bawang goreng ditemani sate ikan yang dililitkan di batang serai. Lauk lainnya adalah telur balado, daging semur, ayam bumbu kuning, udang tempura, dan perkedel jagung. Tidak ketinggalan urap kacang panjang, kacang goreng, dan kerupuk.

Menu santapan utama stuffed chicken breast terdiri dari dada ayam yang diisi dengan paduan jamur shiitake, bayam, dan taoge. Pelengkapnya adalah sayuran kol, taoge, dan wortel, saus bersantan kental, serta nasi goreng.

Yang harus dicoba adalah sambal matah yang dibuat dari irisan bawang merah, bawang putih, serai dan cabai rawit, minyak makan, air jeruk limau, serta sedikit terasi.

Sambal matah di Bebek Bengil sudah disesuaikan dengan lidah tamu–tamunya yang berasal dari berbagai bangsa sehingga tidak sepedas sambal matah yang pernah dibuat seorang teman Bali saya.

Sebenarnya saya ingin menjajal minuman yang direkomendasikan pelayan restoran ini, yaitu giant chill. Ini adalah jus stroberi atau jambu biji yang dicampur dengan air soda. Sayang, kami tidak bisa mencicipi sebab kebetulan tidak tersedia stroberi saat itu.

Menurut Raka Dalem, Bebek Bengil selalu memperbarui menunya tiap tahun sebagai bagian dari strategi agar Bebek Bengil selalu menjadi tempat favorit di Ubud. Tiap kali dievaluasi menu mana yang paling digemari dan 10 menu yang paling digemari akan dipertahankan.

Spoiler for bebek bengil
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for bebek bengil
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for bebek bengil
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia


Mahal ga bro makan di sana?
gntx - 14/02/2010 08:37 PM
#47

kalo di tegal ada apaan ya gan??
chipar - 25/02/2010 04:36 PM
#48

wow...keren nih TS....kerjaan nya apa ya kok bisa keliling nusantara gitu???

nice info dah!D

Quote:
Original Posted By poetra001
Mahal ga bro makan di sana?


bebek bengil yah.....murah sih kalo dibayarin wkwkwkwkw

dua tahun lalu gw makan 1 porsi nasi bebek goreng 75rb/porsi bos.....mahal ngga ya relatip....D
pemuda.2000 - 26/02/2010 08:21 AM
#49
Soto Betawi - di UKI
Favorit ane soto betawi di UKI - cawang, jakarta. Lokasi tepatnya kalo dari arah cililitan lewatin kampus uki dikit sebelah kiri ada tanah lapang buat parkiran mobil, disana ada yg jual soto betawi, menurut gw makyuss deh, seporsi lumayan harganya sekitar 35 rb belum termasuk nasi.
biludak - 10/03/2010 09:00 PM
#50
cuma mau share doang
nih situs tempat makan yg ane tau ane cuma mau share aja nih.

www.doyanmakan.com.

klo udah pada mampir jangan lupacendolbig nya ya.
kadalxburik - 15/03/2010 11:15 AM
#51

Sop Buntut Karamel-nya Bikin Ketagihan

Semua gara-gara hobi makan. Sampai ketika "mentok" tidak menemukan tantangan baru lagi, muncul ide yang awalnya terdengar nekat dan gila, bikin warung makan sendiri! Yap, dengan warung makan sendiri semua ide dan kreasi apapaun soal makanan yang diinginkan bisa dicoba. Dan itulah yang dilakukan oleh pasangan suami istri Indra Riana dan Irma Trisnayanti. Karena pasangan ini menggilai sop buntut, ide awal yang ada di otak mereka adalah membuka warung makan yang isinya soal sop buntut deh. Alhasil, dengan modal nekat sekitar 50 juta dan cabut dari pekerjaan yang menghasilkan gaji tetap, tahun 2004 lahirlah DAPUR BUNTUT.

Berbekal rekomendasi dari beberapa kawan, RILEKS.com mendatangi warung berukuran 2,5 meter x 8 meter [Irma lebih suka menyebutnya warung ber-AC]. Dari luar, semuanya tampak berwarna hijau. "Warna hijau itu memberi kesegaran dan terkesan cerah," jelas Irma yang sempat ngobrol menemani penulis makan.

Lokasinya termasuk gampang dicari. Kalau kamu menuju Kampung Melayu Besar dari arah Tebet menuju Kampung Melayu, tengoklah ke arah kiri. Persis di bagian mulut fly over, ada warung mungil berwarna hijau ngejreng. Di sinilah Dapur Buntut bakal menggoyang lidah Anda dengan sop buntutnya. Mudah bukan?

Tempatnya memang tidak terlalu besar. Dari tempat kita makan pun, kita bisa melihat pesanan kita dimasak. Aromanya langsung terasa. Di daftar menu terpajang daftar seperti Sop Buntut Karamel, Sop Tulang Lunak, Sop Buntut Panggang, Sop Buntut Goreng, Rawon Buntut, Iga Panggang BBQ, Home Made Burger, dan Sirloin/Tenderlin Steak. Ada lagi beberapa menu lain, tapi menu yang tersebut itulah yang selama ini menjadi "incaran" banyak pelanggan.

Penulis memesan Sop Buntut Karamel dan Sop Buntut Tulang Lunak. Mengapa dua menu ini? Pertama, siapa pernah bayangkan sop buntut dikombinasi dengan karamel yang biasa kita temukan di es krim atau cokelat atau kopi, tapi kali ini bareng daging buntut. "Saya suka karamel, sementara suami saya suka sop buntut, ya sudah kita cari-cari gimana caranya supaya bisa dapat dua-duanya. Lahirlah resep hasil eksplorasi ini," jelas Irma lagi.

Kedua, Sop Buntut Tulang Lunak. Penulis membayangkan seperti bandeng presto khas Semarang yang duri-durinya pun bisa kita sikat tandas sampai habis. "Memang begitu, tulang-tulangnya bisa dimakan sampai habis!' tambah Irma lagi.

Perlu waktu sekitar 15-20 menit sampai pesanan datang ke meja kita. Bagaimana kalau sedang penuh mbak? "Yah mungkin persoalan kita memang waktu pelayanan, karena memang memasaknya kan tidak bisa dilakukan cepat," kilah Irma.

Dari aromanya saja, jujur penulis langsung "meneteskan air liur". Sedaap dan harum. Daging warna hitam dengan harum karamel langsungn penulis hajar. Rasanya memang manis, tapi tidak terlalu manis karena ada lada hitam yang terasa kasar tapi menetralisir rasa manis itu. Bumbu khusus ini kabarnya sengaja dibuat oleh Irma. Sepekan sekali, Irma membikin bumbu karamel ini untuk 100 porsi.

Dipotong pakai sendok pun, dagingnya langsung nyakut karena memang empuk. Masukan pelan-pelan ke mulut dan rasakan paduan karamel dan lada hitam yang "aneh' itu. Ternyata paduan yang 'nyeleneh' itu terasa nendang di mulut. Dengan harga Rp 22.500 per porsi, menu ini patut dicoba!

Menu kedua yang dicoba adalah Sop Buntut Tulang Lunak. Bentuk agak-agak memanjang, karena tulang dan daging menyatu. Kuahnya yang panas, sudah terasa "menganggu" penciuman. Sabar...tambahkan sedikit sambal dan jeruk nipis. Dan cobalah. Kuahnya terasa panas di lidah tapi bumbunya pas. Dagingnya telan pelan-pelan karena empuk dan tidak terlalu sulit dikunyah. Eh tulangnya pun siap disikat, karena memang lunak. Harga standar, Rp 22.500 saja kok.

Pendeknya, sop buntut racikan Irma ini dagingnya cukup empuk, sehingga meluruhdari tulangnya. Apalagi, paduan kuahnya yang nyaris tanpa lemakyang menebal membuat Anda lupa bahwa makanan ini mengandung kolesterol yang cukup tinggi.

Warung milik Irma ini cukup nyaman untuk berlama-lama. Misalnya, sembari pulang kantor danmenunggu kemacetan, ruangan Irma lumayan ramah untuk disinggahi. Meja dan kursinya yang mungil pas dengan ruangan yang sama imutnya.

Ngiler membayangkan rasanya? Wajar saja, karena memang membuat kita tak sabar untuk mencobanya. Saran penulis, kalau memang mencari sop buntut yang berbeda, coba dulu Sop Buntut Karamelnya. Soalnya, tidak bakal ketemu di tempat lain.

Tertarik? Coba saja berkunjung ke:

DAPUR BUNTUT
Jl. KG Abdullah Syafei No. 50 D
Jakarta 12840
Telp: 021-8310-555
Faks: 021-8304-143

Spoiler for buntut
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Spoiler for buntut
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
save213 - 22/03/2010 12:48 PM
#52

mo tanya gan klo warung yg jual rujak bebek disekitaran Jakarta Timur or Pusat dmn ya??

Thx beer:
Kebanggaan - 31/03/2010 07:03 PM
#53

yg kepiting lada hitam keliatannya mak nyuss gan genit:

perlu dicoba neh genit:
sarvicam - 01/04/2010 05:11 PM
#54

Dapur Buntut emang mantep, Gan..

Tks buat TS, infonya komplit..plit..plit.. thumbup:
CDblank - 02/04/2010 10:17 AM
#55

I LOVE SOLO genit:genit:genit:

Quote:
Original Posted By xhandhekx
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)



Spoiler for "Intip Solo..."
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)




..Hi..
Bro n Sis,,,
Dah pernah traveling ke Solo??
Kalo belom sayang banget, Kotanya manteb deh,,,
Pokoknya g nyesel kalo jalan² ke Solo...


     
Semoga thread yang sederhana ini bisa memberikan refrensi bagi para Kaskuser semuanya. Refrensi mulai dari tempat jajanan kuliner, tempat wisata yang ada di SOLO dari tempat pertunjukan kesenian sampai musiumnya, dan tempat yang cozies untuk nongkrong dengan keluarga maupun teman anda.



Mungkin bagi KasKuser yang kepengin mlaku²
nang Solo
Treet ini bisa membantu, walaupun sedikit,,,
Maklum saja Newbie neh,,,
beer: beer: beer:



Solo Turism Catalogue:
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
click gambar, buat donlotnya...



Peta Solo:
Spoiler for "Bandwidth Killer..."
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)


Bisa diakses juga di Sini:
Peta Solo


Bagi yang lagi Melancong, ini ada sedikit list HOTEL nya:
Hotel Bintang Lima:

[*]LOR IN
Jln. Adisucipto No. 47 Solo 57174 Central Java, INDONESIA
Telp: (+62 271) 724500




Hotel Bintang Empat:

[*]Ibis Solo
Jalan Gajah Mada 23
Tel : (+62 271) 724555
Fax : (+62 271) 724666
Site : Hotel Ibis Solo


[*]Sahid Raya Solo
JL. Gajah Mada No. 82
Telp: (+62 271) 644644 / 644144
Site : Sahid Solo


[*]Sahid Kusuma
JL. Sugiyopranoto No. 20
Telp: (+62 271) 632680 / 632681
Site : Sahid Solo


[*]Novotel
JL. Slamet Riyadi 274
Telp: (+62 271) 724555 / 724666
Site: Novotel Solo


[*]The Sunan Hotel
JL. Jend. Akhmad Yani 43
Telp: (+62 271) 731312
Site : The Sunan Hotel Solo



List Yang laen ada di Sini:
Spoiler for "List Hotel Yang Lain"

[code]http://rapi.ums.ac.id/sites/default/files/hotel%20solo.pdf[/code]
[code]https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=104882752&postcount=65[/code]

Oke deh All..
Mungkin ini hanya sedikit banget membantu bagi para pelancong,,,
Maka dari itu TS minta bantuannya yach agar tidak segan untuk memposting beberapa hal tentang Kota SOLO yang belum di tulis sama TS disini...
beer: beer: beer:



Update:
Spoiler for "Apdet..."
Bagi yang kangen Solo,
Ataw pengen ngintip sudut kota Solo.
Sekarang Solo bisa diakses Live Kamera Video:
Khususnya daerah Gladak dan sekitarnya

Monggo, bisa di klick di sini:
http://www.solocityview.com



[*]Serabi Notosuman - Jajanan Khas Dari Kota Solo
[*]Galabo (Gladak Langen Bogan) - Tempat kuliner baru di Solo
[*]Daftar Hotspot Free n Ivas di Kota Solo
[*]D' Cost Seafood - Restoran Makanan Seafood
[*]Puro Mangkunegaran
[*]WHCCE and SIEM:
1. Berita Event,
2. Kirab Pusaka Dunia, WHCCE,
3. Kirab Pusaka Dunia WHCCE
[*]Wayang Orang Sriwedari
[*]KA Wisata di Solo
[*]Sekaten
[*]CD Profil dan Potensi Pariwisata Solo / Surakarta
[*]The First Eco Hotel in Solo - Rumah Turi
[*]Calender Of Cultural Event Solo 2009
[*]Masjid Agung Surakarta - Monumen Pengaruh Islam di Kasunanan
[*]Pagelaran Sasonosumewo - Sitihinggil Lor
[*]House Of Danar Hadi - Museum Batik Kuno
[*]m.soloaja.com - Update Info Mudik Solo Raya melalui Ponsel
[*]Sepur Kluthuk JALADARA - Kereta Wisata [TERM]
[*]Solo Calendar Event 2010 - new





rose: rose: rose:


Quote:
Original Posted By xhandhekx
Sedikit gambar daerah Kraton Solo:




Icon daris salah satu kota Solo..
yaitu Sungai Bengawan Solo...



Kalo di Jogja ada pasar Bringharjo..
Di Solo ada Pasar Klewer pastinya...
D D D







Kalaw pengen liat Foto² Kota Solo yang laen,
bisa maen kesini langsunk:
Solo Picture


Quote:
Original Posted By black lotus
[B]CD Profil dan Potensi Pariwisata Solo / Surakarta[/B]

+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)

CD Profil dan Potensi Pariwisata Solo / Surakarta akan menampilkan potensi - potensi wisata yang dimiliki kota Solo / Surakarta. Sangat pas bagi anda yang ingin berwisata atau mengetahui lebih jauh mengenai potensi wisata yang dimiliki Solo / Surakarta
download:
[code]
http://wisatasolo.com/wp/?p=299

http://wisatasolo.com/files/soloprofilemobile.mp4

atau

http://wisatasolo.com/files/soloprofilebroad.wmv
[/code]



CD Wisata Kuliner Solo - Berpikir Dengan Lidah

+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
CD Wisata Kuliner Solo ini kami dapatkan dari Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta. CD ini berisi kompilasi keunggulan kuliner kota Solo seperti Nasi Liwet , Tengkleng , Srabi , Sate Kere , Sate Buntel ,Gudeg Ceker , Gempol Pleret , Soto Kwali dan masih banyak lagi.
download
[code]
http://wisatasolo.com/wp/?p=297

http://wisatasolo.com/files/wiskulobroad.wmv
atau
http://wisatasolo.com/files/wiskulomobile.mp4[/code]

credit to Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta and wisatasolo.com


iloveindonesia iloveindonesia
MaTurhafack - 03/04/2010 03:39 AM
#56

makannan khas''
takkan bs di lupakan,,
kuliner''
like it's..
\)b\)b\)b\)b\)b
ombakku - 04/04/2010 01:09 AM
#57

hello all,

btw ada yg tau ga t4 recomended resto pagihari yg jam 6pagi buta dah buka untuk daerah jakarta.
mentheleng - 16/05/2010 12:00 AM
#58

Mantab gan... Mohon share terus "perjalanan lidahnya". Sangat bermanfaat dan semoga berguna buat banyak kaskuser.
avekai - 20/06/2010 01:27 AM
#59
Gudeg Yu Djum
Quote:
Original Posted By kadalxburik
Gudeg Yu Djum, antara Rasa dan Kharisma

Liburan minggu lalu aku sempatkan untuk ke Jogja. Kali ini aku benar benar mau santai dan mencoba untuk mengulik sesuatu yang selama ini aku abaikan kalau aku pergi ke Jogja. Ya gudeg dan batik, bukan karena aku tidak suka dengan dua kata tersebut melainkan karena kemana mata memandang disana selalu berjumpa dengan yang namanya Gudeg dan Batik.

Semangat berburu pun sudah dimulai di hari pertama, dan serangkaian pertanyaan pun terlontar kepada berbagai pihak. Sebenarnya cuman satu pertanyaanku : ”Dimana gudeg yang paling enak di Jogja?”

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Dari sopir taksi di bandara jawabnya sangat meyakinkan : Yu Djum, ada di Kaliurang dan Wijilan. Wow, bayangan gudeg dengan aksesoris pendampingnya sudah mulai menari-nari di pelupuk mata, bikin perut jadi laparrrrrrr.

Alih alih beristirahat di hotel, aku cuman meletakkan tas dan langsung menuju ke jalan raya mencari taksi dengan tujuan Kaliurang. Kembali pertanyaan seputar gudeg aku ajukan ke sopir taksi dan dengan jawaban pasti dia bilang Yu Djum, rasa penasaran pun semakin menjadi jadi. Seperti apa sih Yu Djum?

Sampailah aku di bilangan Barek, dekat dengan UGM. Sederet rumah makan menghiasi jalan raya, ada gudeg, makanan Padang, dll tapi sopir taksi malah masuk ke gang yang agak berliku dan berhenti di depan warung dengan bangunan sederhana. Sederet mobil parkir di depannya.

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Aura popularitas tempat ini sudah tercium dari teras, sekelompok seniman muda beraksi menyanyikan lagu lagu pop masa kini. Gerobak rujak pun menemani seniman, menjajakan dagangannya.

Pertama masuk, kesan gelap terasa karena penerangan seadanya alias natural lighting, tapi begitu mencicipi nasi gudeg nya, wow... memang luar biasa. Menurut teman-2 aku termasuk orang yang rewel untuk urusan makanan tapi kali ini tanpa komplain sepatah kata pun. Hmmm...

Penasaran aku pun minta ijin untuk melongok dapurnya, kali - kali aja ada alasan aku untuk bahan bantahan kalau sopir taksi bilang gudeg Yu Djum paling enak. Mulailah aku memasuki area dapur hingga ke ”original” dapur yang di luar.

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Dari acara berkeliling di dapur aku menyimpulkan mereka bekerja secara profesinal dan mereka pun menjaga kebersihan. Mungkin mereka sudah sadar kepuasan pelanggan yang diutamakan karena itu mereka menjalankan tugasnya dengan senang hati. Mungkin juga karena itu gudeg Yu Djum jadi enak.

Memang sudah berniat tiada hari tanpa gudeg selama aku ke Jogja, hari kedua pun masih penasaran dengan gudeg. Jadilah aku mencoba gudeg lain di sekitar Barek. Entah karena lidahku sudah terprogram dengan rasa ”Yu Djum” gudeg yang aku makan berasa lain. Aku pun cuman makan sekedarnya.

Setelah selesai makan, ku ayunkan langkah kaki menuju gang yang berliku, ke tempat Yu Djum, gile... habis makan, makan lagi. Ada pemandangan yang berbeda di sini. Kalau hari pertama gerobak rujak menghiasi halaman depan teras, kali ini gerobak kue leker yang bertengger di sana.

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]


Juga kalo hari sebelumnya senimannya adalah sekelompok muda, kali ini senimannya adalah sekelompok orang tua dengan suara sopran dari penyanyi wanitanya.

Sebenarnya kalau boleh jujur, gudeg bukanlah makanan favorit aku, tetapi karena penasaran saja yang membuat aku jadi gila gudeg. Dan kembali kegilaan itu muncul di hari ketiga. Dalam hati pun aku bertanya, apakah jawaban sopir taksi masih sama kalau aku menanyakan gudeg yang paling enak?

Dan memang entah kebetulan atau memang begitu populer di sana, kali ini bapak sopir pun membawa aku ke Wijilan, dari sederet gudeg gudeg yang ada, mobil berhenti tepat di depan rumah makan dengan penanda : Yu Djum. Hahaha, jadilah aku menyantap hidangan jogja khas Yu Djum.

Penasaran seperti apakah gerangan yu Djum itu? Inilah sosok Yu Djum yang sekarang usaha beliau diteruskan oleh generasi berikutnya bernama Yu Nani.

Dan rasa penasaran ku pun tertuntaskan oleh gudeg Yu Djum. Aku jadi membayangkan, andaikan Gudeg Yu Djum ada di Jakarta. Kapan ya?

Spoiler for gudeg
[IMG]+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)[/IMG]



iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia



Buat yang penasaran dengan Gudeg Yu Djum, ini alamat dan daftar harga nya, Gan \) Boleh kan di attach disini?

CEKIDOT!

Attachment:
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
Damian DJ - 20/06/2010 03:33 PM
#60

bagus2 neh.. keep posting dunk
Page 3 of 13 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TRAVELLERS > Domestik > +++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)