BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Review Novel The Catcher in The Rye
Total Views: 4075 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 6 |  1 2 3 4 5 6 > 

wahyoeflizzow - 24/01/2010 02:05 PM
#1
Review Novel TERBAIK NO 2 SEPANJANG MASA ( Novel The Catcher in The Rye)
mohon maaf klu udah pada yang tau yg agan2..
maklum newbi..
\)

Inspirasi Bagi Pembunuh
Dor, dor, dor. Dor! Empat buah tembakan membelah keheningan malam. Empat buah timah panas yang keluar dari moncong revolver bersarang di tubuh seorang laki-laki berusia 40 tahun. John Lennon.

Ia roboh dan bersimbah darah hanya beberapa langkah dari limosin yang baru saja mengantarnya di apartemen Dakota tempat ia tinggal selama ini. Polisi bertindak cepat, membawa mantan vokalis band The Beatles ini ke rumah sakit Roosevelt, namun ia meninggal beberapa saat kemudian.

Kejadian itu terjadi di musim dingin 8 Desember 1980. Pagi hari, beberapa jam sebelum John Lennon terbunuh Mark David Chapman meminta dia menandatangani sebuah buku, The Catcher in The Rye. Chapman sangat terinspirasi dengan novel karangan Jerome David Salinger.

Bahwa dirinyalah Holden Caulfield, tokoh utama novel itu. Pria berkacamata itu bahkan pernah menapaktilasi jalanan New York yang dilalui Holden pada malam-malam dingin menjelang Natal. Chapman menembak John Lenon dan mengaku terinspirasi setelah membaca The Catcher in The Rye.

Mengapa buku ini menjadi inspirasi bagi sebagian orang psycho untuk membunuh? Jawabannya beragam. Salah satunya mungkin karena semangat ‘pemberontakan’ yang dilakukan oleh seorang remaja, Holden Caulfield. Terhadap dunia remaja menjelang dewasa.

“Salah satu alasan paling besar kenapa aku angkat kaki dari Elkton Hills adalah karena ketika disana aku terjebak di tengah-tengah sederetan pecundang yang serba munafik, itu saja. Mereka ada dimana-mana. Misalnya, mereka punya seorang kepala sekolah, Pak Haas, bajingan paling munafik yang aku temui seumur hidupku.” Holden sudah tiga kali pindah sekolah. Mulai dari Sekolah Whooton dan Elkton Hills hingga Pencey Prep di Agerstoon, Pennsylvania. ”Yang namanya pertandingan sepakbola selalu saja miskin penonton gadis. Cuma para senior yang boleh membawa pacar mereka. Ini memang sekolah payah.” Saat terbit pertama kali di Amerika pada 16 Juli 1951 buku ini menjadi fenomena.


Pejabat melarang untuk beredar. Salah satu alasannya, buku dengan genre bildungsroman atau karya untuk remaja yang beranjak dewasa ini menggunakan bahasa-bahasa kasar. Ia melihat lingkungan sosial dari kacamata seorang remaja pemberontak yang bermasalah dengan lingkungan sosial dan kepribadiannya. Ia menilai lingkungan dewasa penuh dengan kepalsuan. ”Ini memang sekolah payah, dilihat dari sisi manapun. Aku lebih suka bersekolah di tempat lain, di mana paling tidak ada segelintir gadis bisa dilihat. Mungkin mereka sekedar garuk-garuk, mengeluarkan ingus, atau bahkan cuma cekikan atau itulah, masa bodoh.”

Kini setelah 48 tahun, buku itu terbit dalam bahasa Indonesia. Adalah penerbit Banana yang menerbitkannya untuk Anda. Setelah terbitan pertama laku keras, diluncurkan terbitan kedua Juli 2007 untuk Anda yang belum sempat mengkoleksi. Buku dengan cover putih kekuning-kuningan dan sebuah bola mata berikut alis mata hitam dan riapan rambut coklat yang didesain Bondan Winarno masih menggunakan judul aslinya, The Catcher in The Rye. Yusi Avianto Pareanom, sebagaimana buku-buku terbitan Banana menjadi editor untuk buku setebal 300 halaman dengan ukuran 19 senti. Kata-kata (maaf) kasar, kurang ajar, sumpah serapah akan mudah sekali ditemui dalam buku ini. Holden Caulfield, melakukannya secara vulgar dan terang-terangan. Tapi di sinilah letak ”bagus” dan membedakan karya ini dengan yang lain.

Simak misalnya, ”** SENSOR ** sialan, minggir kau, cepat bangun dari atas badanku. Meskipun sudah berusia 48 tahun dan diterbitkan dengan versi Indonesia namun novel karangan seorang novelis dan penulis yang lahir di Manhattan, Now York 1 Januari 1919 ini tetap tak kalah menggigit dibandingkan versi orosinil-Inggris. Tentu saja Salinger tidak bermaksud mengilhami siapapun untuk membunuh atau berbuat kasar setelah membaca karyanya. Memang jika ditilik, buku ini bukan satu-satunya yang menginspirasikan para psycho melakukan aksi brutal. Ada beberapa karya serupa tapi tak sama yang punya pengaruh ”dahsyat”. Sebut saja misalnya Anthony Fawcett dengan One Day At A Time.

Kemudian ada Isaac Asimov dengan novel serialnya Foundation, memengaruhi Shoko Asahara ketua Aum Shinrikyo, sebuah sekte kiamat meledakkan gas sarin di stasiun bawah tanah Tokyo yang menyebabkan 12 orang tewas dan 5 ribu oarng terluka. Di belahan dunia lain, novel The Turner Diaries memengaruhi Timothy McVeigh menjalankan dengan tepat aksi teror yang diceritakan dalam buku tersebut. Ia kemudian meledakkan gedung federal di Oklahoma, AS. Seratus enam puluh delapan orang tewas karenanya. Ada pula Theodore John Kaczynski, PhD, mendapatkan ide dan inspirasi untuk melakukan teror ini dari sebuah novel berjudul The Secret Agent, karangan Joseph Conrad. Ia mengirimkan sejumlah bom surat dalam rentang 18 tahun. Tiga orang tewas dan 29 lainnya terluka akibat aksi ini. Sementara novel The Collector karya John Fowles yang terbit untuk pertama kalinya pada 1963 sudah menginspirasi, sedikitnya, lima pembunuhan berantai dan 40 pembantaian.

The Catcher in The Rye tidak eksplisit mengajarkan bagaimana cara-cara membunuh. Bahkan memotivasi pun tidak. Mungkin kemarahan kritik-kritik dan seorang anak muda yang merasa dirinya adalah korban dari sistem, bisa mendorong pembaca yang punya masalah kejiwaan dan mengalami nasib yang sama dengan Holden untuk melakukan hal-hal nekad. Ia pembaca yang marah, merasa tidak ada yang memahaminya, tapi sangat sayang keluarga seperti Holden. Setelah membaca buku ini apakah Anda juga ingin membunuh? Tentu saja jawabannya terserah Anda. Sesungguhnya ada sebuah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Bahwa buku itu mengajarkan semangat orang muda dan perjuangannya. Jika Anda orang lemah, jangan baca! Sebab ia diperuntukkan bagi mereka yang kuat dan punya daya juang. *
ajengsui - 24/01/2010 02:07 PM
#2

Quote:
Original Posted By wahyoeflizzow
mohon maaf klu udah pada yang tau yg agan2..
maklum newbi..
\)

semua orang pasti udah tau The beatles kan..?
atau mugkin ada yang ga tau..??
klu ga tau silahkan search di google dulu ya gan..
biar ntr bacanya agak nyambung..
D

siapa sih yang asing mendengar nama jhon lenon..
mungkin tidak ada yg tidak tahu ya gan..

dan seperti yg kita ketahui bersama , bahwa jhon lenon merupakan musisi yang jenius karena lagunya tidak ada matinya..
dari bokap gw sampai gw juga dengar lagu itu..

tapi sangat di sayangkan klu akhirnya jhon lenon mati di tangan fans fanatiknya sendiri yaitu
David Chapman.

Spoiler for Riwayat hidup David Chapman
Mark David Chapman (lahir di Dallas, Texas, Texas, Amerika Serikat, 10 Mei 1955; umur 54 tahun) adalah seorang warganegara Amerika yang terkenal karena membunuh musikus John Winston Lennon.
Kehidupan awal

Chapman besar di Georgia, dan merupakan penggemar The Beatles sejak pertama kali terkenal. Ia mulai belajar gitar dan ingin menjadi musikus. Namun kemudian ia menjadi orang Kristen fundamentalis, dan pandangan-pandangannya pun berubah. Ia lalu percaya bahwa The Beatles berpengaruh buruk bagi banyak orang, John Lennon khususnya, karena pandangan Lennon pada agama dan negara. Saat Lennon meluncurkan lagunya Imagine pada tahun 1971, banyak tokoh terkemuka yang tak menyukainya. Chapman memparodikan lagu itu dengan "Imagine John Lennon dead."

Seiring berlalunya tahun, Chapman kurang berhasil dan banyak bermasalah dalam kehidupan pribadinya. Terinspirasi oleh film Around the World in Eighty Days, ia berkelana ke Tokyo, Seoul, Hong Kong, Singapura, Bangkok, Delhi, Israel, Jenewa, London, Paris, dan Dublin. Ia kembali ke Amerika Serikat, dan kemudian pindah ke Hawaii. Seperti Lennon, ia menikahi seorang wanita Jepang, namun pernikahannya tak bahagia. Chapman bekerja dengan upah rendah, sebagai seorang petugas keamanan.

Pertemuan (dan pembunuhan) Lennon

Pada tahun 1980, setelah beberapa tahun pensiun, John Lennon meluncurkan album baru, Double Fantasy, dengan isterinya Ono Yoko. Chapman mengetahui dari buku di mana tempat tinggal Lennon di New York City, dan tak sulit baginya menemukannya di seluruh kota. Chapman meluruk ke New York beberapa jali yang gagal, berpikir tentang apa yang ingin dilakukannya. Ia berpikir tentang bunuh diri sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membunuh Lennon. Ia merasa bahwa melakukan hal ini akan agak mengurangi beban masalah kehidupannya sendiri.

Pada tanggal 8 Desember 1980, Chapman mengunjungi New York lagi, bertemu Lennon dan Yōko Ono saat mereka meninggalkan rumah untuk pergi ke sesi rekaman. Lennon menandatangani kopian Double Fantasy untuk Chapman, dan seorang fotografer mengambil foto kedua lelaki itu. Chapman menunggu hingga mereka kembali. Saat Lennon memasuki bangunan apartemennya, Chapman mencabut pistol, memanggil Lennon, lalu menembakinya beberapa kali. Lennon jatuh, dan meninggal dalam perjalanan ke RS akibat kehabisan darah.
Kejadian selanjutnya

Chapman tak mencoba angkat kaki, dan sedang membaca buku The Catcher in the Rye, saat polisi datang ke TKP. Mereka menahan Chapman, yang kemudian menyatakan diri bersalah sebagai pembunuh Lennon, berkata di pengadilan bahwa Tuhan telah menitahkannya berbuat demikian. Ia dijatuhi dakwaan pembunuhan tingkat kedua.

Ia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada tahun 1981. Ia dipenjarakan di Attica State Prison sejak tahun 1981. Ia dipisahkan dari tahanan lain karena masalah kesehatannya. Lalu ia menulis pada Ono Yōko, mencoba meminta maaf padanya dan menjelaskan tindakannya, namun Yoko Ono tak pernah menjawab.

Pada tahun 1985, seorang aktor bernama Mark Lindsay Chapman kehilangan kesempatan untuk memerankan Lennon di sebuah film TV tentang kehidupannya dengan Yoko Ono, karena namanya mirip dengan pembunuh Lennon.

Saat memenuhi syarat untuk dibebaskan, Chapman menggunakannya namun kemudian ditolak. Yoko Ono memberikan pernyataan pada pengadilan, mengatakan bahwa kematian Lennon masih melukainya dan anaknya Sean Lennon tiap hari, dan mereka masih mereka kehilangan. Ia mengingatkan mereka bagaimana tindakan Chapman menjadi salah satu dari banyak keangkuhan dan pembunuhan terkenal, dan bahwa pembebasan Chapman hanya akan mengilhami orang lain untuk berbuat serupa. Pengadilan mendengar kata-katanya, dan pembebasan Chapman terus ditolak. Pada tanggal 8 Desember 2006, pada peringatan ke-26 dari kematian Lennon, Yoko Ono menerbitkan sebuah iklan 1 halaman di sejumlah surat kabar dengan menuliskan bahwa, meski 8 Desember menjadi "hari pengampunan" sekalipun, ia takkan pernah memaafkan Chapman. Pemeriksaan pembebasan Chapman berikutnya dijadwalkan pada bulan Oktober 2008.

Pembunuhan Lennon terulang kembali secara aneh pada bulan Desember 1999 saat seorang lelaki muda bernama Michael Abram, meruyak masuk ke rumah bekas anggota The Beatles lainnya, George Harrison, sambil membawa pisau. Ia ingin membunuh Harrison dengan alasan yang sama seperti Chapman membunuh John Lennon. Harrison dan istrinya Olivia melawan, namun kemudian Olivia melempari Abram dengan lampu, dan pasangan itu menekannya hingga polisi datang. Harrison ditusuk oleh Abram, namun ia sembuh. Abram dikirim ke RSJ


dan yang menjadi pertanyaannya kenapa sih Mark David Chapman membawa buku The Cather in The Rye.?

pertanyaan ini akan saya jawab setelah kita tahu bahwa ada lagi kasus serupa yang hampir membunuh presiden Amerika Ronal Reagan.
penembak yang bernama John Warnock Hinckley, Jr


Spoiler for isi novel
Membincangkan novel psikologi karya J.D. Salinger ini sebaiknya diawali dengan pertanyaan: mengapa buku ini disukai para pembunuh?
Konon, novel The Catcher in the Rye inilah yang dipegang Mark David Chapman ketika menembak mati personel The Beatles, John Lennon (1940-1980), di luar apartemennya di Manhattan (8 Desember 1980). Buku ini juga menjadi obsesi John Warnock Hinckley, Jr. ketika berniat melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Ronald Reagan.
Namun demikian, banyak kalangan meragukannya. Benarkah sebuah buku bisa mendorong seseorang melakukan aksi kriminal seperti membunuh? Rasanya kelewat ekstrem jika dikatakan bahwa buku mampu ‘menggerakkan’ seseorang untuk melakukan tindakan kriminal atau aksi destruktif lainnya.
Menurut editor The Catcher in the Rye edisi Indonesia, Yusi Avianto Pareanom, sebenarnya buku hanya mampu memberikan pandangan. Sedikit memengaruhi, namun untuk sampai pada aksi nyata itu sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang terbangun dan cara pandang seseorang. Agaknya, klausal seperti ini mendekati kebenaran daripada asumsi sepihak bahwa buku dapat menggerakkan emosi dan jiwa seorang pembaca untuk bertindak nekat. Padahal, lanjut Yusi, jika kita hendak jujur, buku yang paling banyak membunuh adalah kitab suci. Tentu saja ini pandangan yang ekstrem, tetapi dalam banyak hal, ia benar.
Padahal buku bisa memperhalus budi, mempertajam nalar. Buku juga bisa menggerakkan akal dan nurani karena di dalamnya banyak hal dapat dipelajari, ditiru, dan digugu. Nah, semua ini tentunya kembali kepada situasi dan pilihan emosi pembacanya. Seperti dikatakan Mark Chapman dalam kesaksiannya di pengadilan, bahwa ada semacam dorongan emosional untuk membunuh Lennon seperti “kereta api yang lepas kendali”.
Setelah kematian Lennon dikait-kaitkan dengan buku fenomenal The Catcher in the Rye ini, pada 1981 silam dalam rangka memperingati setahun kematian musisi asal Liverpool (Inggris) yang telah menjadi ikon abad ke-20, John Lennon, sekelompok mahasiswa Sosiologi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan diskusi dengan mengambil topik ‘kekuatan’ buku karya Jerome David Salinger ini. Di sekitar awal bulan Desember 2005, Fakultas Psikologi UI juga menyelenggarakan diskusi buku The Catcher in the Rye ini.


klu kira-kira berminat sudi kiranya agan2 memberi Cendol..
heheh
atau di ALT+D



wehhhhhhhh tonggoh omah muac deh
iha2003 - 24/01/2010 09:09 PM
#3

ini buku mantep, my bible.

tapi kenapa isi tulisan ts gak sekeren judul threadnya? hammer:
wahyoeflizzow - 25/01/2010 10:42 AM
#4

hehe, sebenarnya mau nulis lebih mendetail gan, tapi sayang ga cukup kata2nya..
\((
maklum new bie
iha2003 - 26/01/2010 12:21 AM
#5

udah beres gan baca the catcher-nya?
wahyoeflizzow - 26/01/2010 06:43 PM
#6

Quote:
Original Posted By iha2003
udah beres gan baca the catcher-nya?


alhamdulilah sudha 2 kali gan..
dan tetap saja masih seru..
\)
durza - 26/01/2010 10:00 PM
#7

bagi e-book ver.Indonesianya dong gan... ane jadi penasaran nih...masa iya sih bukunya bisa seefek itu...hammer:
wahyoeflizzow - 27/01/2010 08:09 AM
#8

Quote:
Original Posted By durza
bagi e-book ver.Indonesianya dong gan... ane jadi penasaran nih...masa iya sih bukunya bisa seefek itu...hammer:


kebenaran ebok versi indonesia nya blum ada tuh gan..

saya aja dulu nyari bukunya juga susah sekali..
sampai ke beijing, australia, malaysia, kuala lumpur, medan, bandung, jakarta, surabaya, semua ga ada..
eh tau2nya ada jual yg versi indonesia di www.bukabuku.com
murah kok gan, cuma 35 rbu..
di jamin ga nyesal deh gan..
ilovekaskus
MisterDylan - 27/01/2010 10:28 AM
#9

ane udh baca Catcher...sekedar luapan emosi remaja puber yang tiba tiba marah pada segala hal,kita semua ngalamin ko...luapan emosi pada saat masa remaja itu alami,cuma mungkin,gaya tutur naratif yang di pakai untuk menggambarkan perasaan Holden dibuat sedemikian rupa hingga Orang orang yang berpedoman pada buku ini untuk melakukan kejahatan,merasa bahwa kemarahan mereka adalah hal yang wajar,setelah membaca buku Catcher,mereka merasa "direstui" untuk melakukan yang mereka lakukan...setidaknya itu menurut ane,gan...
wahyoeflizzow - 27/01/2010 07:59 PM
#10

Quote:
Original Posted By MisterDylan
ane udh baca Catcher...sekedar luapan emosi remaja puber yang tiba tiba marah pada segala hal,kita semua ngalamin ko...luapan emosi pada saat masa remaja itu alami,cuma mungkin,gaya tutur naratif yang di pakai untuk menggambarkan perasaan Holden dibuat sedemikian rupa hingga Orang orang yang berpedoman pada buku ini untuk melakukan kejahatan,merasa bahwa kemarahan mereka adalah hal yang wajar,setelah membaca buku Catcher,mereka merasa "direstui" untuk melakukan yang mereka lakukan...setidaknya itu menurut ane,gan...


iya gan, benar gan..
tapi kita sebaiknya mengambil dari sisi positifnya aja..
toh walaupun sebagaimana munafiknya holden dia tetap saja sayang kepada jane dan Phobe..
\)

kapan lagi kira kira ada seorang sastrawan yang bisa seperti dia ya..?
iha2003 - 30/01/2010 10:36 PM
#11

berita duka, gan. J.D Salinger wafat kemarin pada usia 91 tahun.

terima kasih banyak untuk salinger yang telah menuliskan novel hebat ini!
wahyoeflizzow - 31/01/2010 07:55 PM
#12

Quote:
Original Posted By iha2003
berita duka, gan. J.D Salinger wafat kemarin pada usia 91 tahun.

terima kasih banyak untuk salinger yang telah menuliskan novel hebat ini!


wah serius gan..?
ada link nya ga gan.?
son2 - 31/01/2010 08:34 PM
#13

gw sedang baca buku ini, dapatnya versi b. inggris. cara bercerita Salinger yang bikin baca buku ini semakin menarik, seorang anak yang sarcastic terhadap segala yang berada di lingkungan sekitarnya, namun terkesan sangat jujur. meskipun terkadang kejam juga D

mudah2andalam minggu ini bisa tamat bacanya, jd bisa gw baca ulang.
iha2003 - 01/02/2010 02:43 PM
#14

Quote:
Original Posted By son2
gw sedang baca buku ini, dapatnya versi b. inggris. cara bercerita Salinger yang bikin baca buku ini semakin menarik, seorang anak yang sarcastic terhadap segala yang berada di lingkungan sekitarnya, namun terkesan sangat jujur. meskipun terkadang kejam juga D

mudah2andalam minggu ini bisa tamat bacanya, jd bisa gw baca ulang.


udah pernah baca versi indo-nya gan? dicompare dunks gan....
wahyoeflizzow - 01/02/2010 07:58 PM
#15

Quote:
Original Posted By son2
gw sedang baca buku ini, dapatnya versi b. inggris. cara bercerita Salinger yang bikin baca buku ini semakin menarik, seorang anak yang sarcastic terhadap segala yang berada di lingkungan sekitarnya, namun terkesan sangat jujur. meskipun terkadang kejam juga D

mudah2andalam minggu ini bisa tamat bacanya, jd bisa gw baca ulang.


iya gan..
taoi bagaimanapun bajingannya holden dia masih punya rasa kesayangan terhadap jane dan phoebe..
terlebih kepada alie..
\)
wahyoeflizzow - 01/02/2010 08:00 PM
#16

Quote:
Original Posted By iha2003
udah pernah baca versi indo-nya gan? dicompare dunks gan....


klu mau beli yang versi indonesiannya bisa di bukabuku.com gan..
cuma 35rbu..

murah meriah..
tapi isi ga murahan..

\)

kemarin pingin compare tapi ga ngerti caranya gan..
hehehe
SPONSZ - 01/02/2010 10:28 PM
#17

Jadi inget, gw pertama kali baca buku ini setelah nonton film.. Judulnya kalo ga salah conspiration teory? Yg main mel gibson dan julia roberts.
Soalnya baru tau buku itu dibaca pembunuh2 juga \)Review Novel The Catcher in The Rye
banny123 - 02/02/2010 01:06 AM
#18

good point TS thumbup: buat bikin thread yang menyangkut buku ini D btw ane search di google tulisan TS repost dari mana2 yak? think:

katanya ni buku dibuat oleh mendiang J.D. salinger cuma selama 3 hari yah? sakti banget emang nih orang. ngeliat tanggal lahirnya aja 1 Januari. sepupu ane lahiran sama tahun 80'an punya otak yang sama gilanya sama nih orang.

yaah kalo gue liat cuma pergerakan emosional si Holden Caulfield aja. menyatakan dirinya benci Phony(orang munafik) padahal dia sendiri menahan hasrat2 nyampur sama orang lain, gak melakukan usaha apa2, cuma bisa protes. ya kayaknya sih "Emo" sekali. gak tau deh ya kalo hubungannya sama pembunuhan. emang gak bisa diliat dari buku yang dia baca doang sih, bisa aja dari latar belakang psikologisnya.

kalo kaskuser semua pengen liat gmana ceritanya si chapman bisa bunuh si Lennon cari aja filmnya "The Killing OF John Lenon" empat thumbup: buat film ini. oiya btw @TS yang mau cari berita soal penulisnya yang wafat, liat aja di internet atao wiki. banyak kok D
wahyoeflizzow - 02/02/2010 08:20 AM
#19

Quote:
Original Posted By SPONSZ
Jadi inget, gw pertama kali baca buku ini setelah nonton film.. Judulnya kalo ga salah conspiration teory? Yg main mel gibson dan julia roberts.
Soalnya baru tau buku itu dibaca pembunuh2 juga \)Review Novel The Catcher in The Rye


heheh.
udah baca gan.?
wahyoeflizzow - 02/02/2010 08:24 AM
#20

Quote:
Original Posted By banny123
good point TS thumbup: buat bikin thread yang menyangkut buku ini D btw ane search di google tulisan TS repost dari mana2 yak? think:

katanya ni buku dibuat oleh mendiang J.D. salinger cuma selama 3 hari yah? sakti banget emang nih orang. ngeliat tanggal lahirnya aja 1 Januari. sepupu ane lahiran sama tahun 80'an punya otak yang sama gilanya sama nih orang.

yaah kalo gue liat cuma pergerakan emosional si Holden Caulfield aja. menyatakan dirinya benci Phony(orang munafik) padahal dia sendiri menahan hasrat2 nyampur sama orang lain, gak melakukan usaha apa2, cuma bisa protes. ya kayaknya sih "Emo" sekali. gak tau deh ya kalo hubungannya sama pembunuhan. emang gak bisa diliat dari buku yang dia baca doang sih, bisa aja dari latar belakang psikologisnya.

kalo kaskuser semua pengen liat gmana ceritanya si chapman bisa bunuh si Lennon cari aja filmnya "The Killing OF John Lenon" empat thumbup: buat film ini. oiya btw @TS yang mau cari berita soal penulisnya yang wafat, liat aja di internet atao wiki. banyak kok D


benar tuh gan, tapi dari situ kita kan bisa menikmati sebuha novel yang benar2 bagus..
\)
Page 1 of 6 |  1 2 3 4 5 6 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > Review Novel The Catcher in The Rye