BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Review Novel The Catcher in The Rye
Total Views: 4075 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 

morishige - 12/04/2010 03:25 AM
#41

Quote:
Original Posted By Fela Kuti
Catcher in the Rye dalam beberapa kata:

People in this goddam world depress the hell out of me, if you want to know the truth. Boy, they're so phony and all, it kills me.

Review Novel The Catcher in The Rye


yoa gan.. D nice point. D

tapi meskipun begitu keknya diam2 dia juga maklum dan bisa menerima kalo setiap orang punya karakter dan sifat yang berbeda. (keknya ane mesti baca-baca lagi nih buku supaya bisa ngutip2) D
morishige - 12/04/2010 03:29 AM
#42

Quote:
Original Posted By wahyoeflizzow
sepertinya sudah ada deh gan, filmnya..
coba aja search di youtube, pasti ada gan thilernya..
D
maaf ga bisa kasih linknya gan, soalnya komputer lagi lelet..


belum ada keknya gan.. nohope:

maksud ente trailer yang katanya si Holden mau diperanin sama Emille Hirsch itu? keknya sih kagak ada sampe sekarang filmnya..

kebanyakan yang di youtube itu cuma interpretasi orang-orang aja. dan keknya kebanyakan yang bikin juga siswa2 sma di amerika..
morishige - 12/04/2010 03:30 AM
#43

Quote:
Original Posted By wahyoeflizzow
sepertinya bukan marah2 sih mas..
dia cuma ingin menjelaskan sesuatu dari sisi pandang yg berbeda aja, karena di jamin seperti ini sepertinya buku seperti ini cocok di baca para pejabat2 kita ya..
hehehe
mereka itu kan tiap hari selalu bermain peran di rapat century..
xixixi


I love kurt cobain..
\)


pejabat2 kan udah tua gan? sedang si Holden dalam cerita 16 tahun... gak bakal mungkin masuk dah di kepala pejabat.. nohope:
Kevin10th - 01/05/2010 06:32 PM
#44

Quote:
Original Posted By wahyoeflizzow
mohon maaf klu udah pada yang tau yg agan2..
maklum newbi..
\)

Inspirasi Bagi Pembunuh
Dor, dor, dor. Dor! Empat buah tembakan membelah keheningan malam. Empat buah timah panas yang keluar dari moncong revolver bersarang di tubuh seorang laki-laki berusia 40 tahun. John Lennon.

Ia roboh dan bersimbah darah hanya beberapa langkah dari limosin yang baru saja mengantarnya di apartemen Dakota tempat ia tinggal selama ini. Polisi bertindak cepat, membawa mantan vokalis band The Beatles ini ke rumah sakit Roosevelt, namun ia meninggal beberapa saat kemudian.

Kejadian itu terjadi di musim dingin 8 Desember 1980. Pagi hari, beberapa jam sebelum John Lennon terbunuh Mark David Chapman meminta dia menandatangani sebuah buku, The Catcher in The Rye. Chapman sangat terinspirasi dengan novel karangan Jerome David Salinger.

Bahwa dirinyalah Holden Caulfield, tokoh utama novel itu. Pria berkacamata itu bahkan pernah menapaktilasi jalanan New York yang dilalui Holden pada malam-malam dingin menjelang Natal. Chapman menembak John Lenon dan mengaku terinspirasi setelah membaca The Catcher in The Rye.

Mengapa buku ini menjadi inspirasi bagi sebagian orang psycho untuk membunuh? Jawabannya beragam. Salah satunya mungkin karena semangat ‘pemberontakan’ yang dilakukan oleh seorang remaja, Holden Caulfield. Terhadap dunia remaja menjelang dewasa.

“Salah satu alasan paling besar kenapa aku angkat kaki dari Elkton Hills adalah karena ketika disana aku terjebak di tengah-tengah sederetan pecundang yang serba munafik, itu saja. Mereka ada dimana-mana. Misalnya, mereka punya seorang kepala sekolah, Pak Haas, bajingan paling munafik yang aku temui seumur hidupku.” Holden sudah tiga kali pindah sekolah. Mulai dari Sekolah Whooton dan Elkton Hills hingga Pencey Prep di Agerstoon, Pennsylvania. ”Yang namanya pertandingan sepakbola selalu saja miskin penonton gadis. Cuma para senior yang boleh membawa pacar mereka. Ini memang sekolah payah.” Saat terbit pertama kali di Amerika pada 16 Juli 1951 buku ini menjadi fenomena.


Pejabat melarang untuk beredar. Salah satu alasannya, buku dengan genre bildungsroman atau karya untuk remaja yang beranjak dewasa ini menggunakan bahasa-bahasa kasar. Ia melihat lingkungan sosial dari kacamata seorang remaja pemberontak yang bermasalah dengan lingkungan sosial dan kepribadiannya. Ia menilai lingkungan dewasa penuh dengan kepalsuan. ”Ini memang sekolah payah, dilihat dari sisi manapun. Aku lebih suka bersekolah di tempat lain, di mana paling tidak ada segelintir gadis bisa dilihat. Mungkin mereka sekedar garuk-garuk, mengeluarkan ingus, atau bahkan cuma cekikan atau itulah, masa bodoh.”

Kini setelah 48 tahun, buku itu terbit dalam bahasa Indonesia. Adalah penerbit Banana yang menerbitkannya untuk Anda. Setelah terbitan pertama laku keras, diluncurkan terbitan kedua Juli 2007 untuk Anda yang belum sempat mengkoleksi. Buku dengan cover putih kekuning-kuningan dan sebuah bola mata berikut alis mata hitam dan riapan rambut coklat yang didesain Bondan Winarno masih menggunakan judul aslinya, The Catcher in The Rye. Yusi Avianto Pareanom, sebagaimana buku-buku terbitan Banana menjadi editor untuk buku setebal 300 halaman dengan ukuran 19 senti. Kata-kata (maaf) kasar, kurang ajar, sumpah serapah akan mudah sekali ditemui dalam buku ini. Holden Caulfield, melakukannya secara vulgar dan terang-terangan. Tapi di sinilah letak ”bagus” dan membedakan karya ini dengan yang lain.

Simak misalnya, ”** SENSOR ** sialan, minggir kau, cepat bangun dari atas badanku. Meskipun sudah berusia 48 tahun dan diterbitkan dengan versi Indonesia namun novel karangan seorang novelis dan penulis yang lahir di Manhattan, Now York 1 Januari 1919 ini tetap tak kalah menggigit dibandingkan versi orosinil-Inggris. Tentu saja Salinger tidak bermaksud mengilhami siapapun untuk membunuh atau berbuat kasar setelah membaca karyanya. Memang jika ditilik, buku ini bukan satu-satunya yang menginspirasikan para psycho melakukan aksi brutal. Ada beberapa karya serupa tapi tak sama yang punya pengaruh ”dahsyat”. Sebut saja misalnya Anthony Fawcett dengan One Day At A Time.

Kemudian ada Isaac Asimov dengan novel serialnya Foundation, memengaruhi Shoko Asahara ketua Aum Shinrikyo, sebuah sekte kiamat meledakkan gas sarin di stasiun bawah tanah Tokyo yang menyebabkan 12 orang tewas dan 5 ribu oarng terluka. Di belahan dunia lain, novel The Turner Diaries memengaruhi Timothy McVeigh menjalankan dengan tepat aksi teror yang diceritakan dalam buku tersebut. Ia kemudian meledakkan gedung federal di Oklahoma, AS. Seratus enam puluh delapan orang tewas karenanya. Ada pula Theodore John Kaczynski, PhD, mendapatkan ide dan inspirasi untuk melakukan teror ini dari sebuah novel berjudul The Secret Agent, karangan Joseph Conrad. Ia mengirimkan sejumlah bom surat dalam rentang 18 tahun. Tiga orang tewas dan 29 lainnya terluka akibat aksi ini. Sementara novel The Collector karya John Fowles yang terbit untuk pertama kalinya pada 1963 sudah menginspirasi, sedikitnya, lima pembunuhan berantai dan 40 pembantaian.

The Catcher in The Rye tidak eksplisit mengajarkan bagaimana cara-cara membunuh. Bahkan memotivasi pun tidak. Mungkin kemarahan kritik-kritik dan seorang anak muda yang merasa dirinya adalah korban dari sistem, bisa mendorong pembaca yang punya masalah kejiwaan dan mengalami nasib yang sama dengan Holden untuk melakukan hal-hal nekad. Ia pembaca yang marah, merasa tidak ada yang memahaminya, tapi sangat sayang keluarga seperti Holden. Setelah membaca buku ini apakah Anda juga ingin membunuh? Tentu saja jawabannya terserah Anda. Sesungguhnya ada sebuah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Bahwa buku itu mengajarkan semangat orang muda dan perjuangannya. Jika Anda orang lemah, jangan baca! Sebab ia diperuntukkan bagi mereka yang kuat dan punya daya juang. *

klu senang bisa tolong di kasih cendolnya ya gan..
hehehe


kk baca dr ebook ato novelnya? kalo novelnya cari di mana ya? sudah setaon ne cari2 novelnya gak ketemu2 berduka
alley2rim - 26/05/2010 02:01 PM
#45

Quote:
Original Posted By adhitama
ini buku lama terkeren gan!!ane sampe punya 2 dengan cover yang berbeda...hehehe Sallinger emg top!!

sayang buku yang dikarang setelah itu Franny and Zooey ga sekeren Catcher in the rye


I disagree. Franny and Zooey lbh kompleks problematikanya gan.

Tp Catcher in the rye memang salah satu buku favorit gw.
alley2rim - 26/05/2010 02:03 PM
#46

Quote:
Original Posted By Kevin10th
kk baca dr ebook ato novelnya? kalo novelnya cari di mana ya? sudah setaon ne cari2 novelnya gak ketemu2 berduka


novel inggris di periplus dan toko buku impor banyak tuh

kalo novel indonesia gak pernah lihat gw.
nandojamur - 28/07/2010 11:17 PM
#47

Quote:
Original Posted By trevor_trevor
Ah. The Catcher in The Rye. Buku yang isinya ABG marah-marah. Semua dikomplen.

Tapi keren, serius. Gw baca buku ini bisa ketawa-ketawa sendiri. Jadi inget jaman ABG dulu. Apalagi pertumbuhan gw diiringi dengan merebaknya musik alternatif dengan tema kemarahan remaja dan depresi. Nirvana, booming Dookie-nya Green Day, Silverchair, etc.

Mantap lah.

Notable Quotes:

"All morons hate it when you call them a moron. "

"It killed me."


ah, pas sekali gan! nirvana dan the catcher in the rye. \)

Quote:
Original Posted By ZeeRKa
menurut gw novel ya novel, film ya film..kalo udah novel gak perlu di filmkan karena dapat membatasi imajinasi pembaca..mau dibawa kemana imajinasi kita bila semua novel di filmkan..lagian kalo pun di filmkan gw yakin gak bakalan sebagus novelnya..contohnya no country for old men yang bagusan novel dibanding filmnya, walaupun filmnya meraih Oscar.. Peace:


pikiran kita sehati gan. no countru for old men juga. tapi kalau pun diangkat ke film ane maunya Coen Brothers juga yang bikin D

Quote:
Original Posted By banny123
good point TS thumbup: buat bikin thread yang menyangkut buku ini D btw ane search di google tulisan TS repost dari mana2 yak? think:

katanya ni buku dibuat oleh mendiang J.D. salinger cuma selama 3 hari yah? sakti banget emang nih orang. ngeliat tanggal lahirnya aja 1 Januari. sepupu ane lahiran sama tahun 80'an punya otak yang sama gilanya sama nih orang.

yaah kalo gue liat cuma pergerakan emosional si Holden Caulfield aja. menyatakan dirinya benci Phony(orang munafik) padahal dia sendiri menahan hasrat2 nyampur sama orang lain, gak melakukan usaha apa2, cuma bisa protes. ya kayaknya sih "Emo" sekali. gak tau deh ya kalo hubungannya sama pembunuhan. emang gak bisa diliat dari buku yang dia baca doang sih, bisa aja dari latar belakang psikologisnya.

kalo kaskuser semua pengen liat gmana ceritanya si chapman bisa bunuh si Lennon cari aja filmnya "The Killing OF John Lenon" empat thumbup: buat film ini. oiya btw @TS yang mau cari berita soal penulisnya yang wafat, liat aja di internet atao wiki. banyak kok D


Quote:
Original Posted By wahyoeflizzow
mohon maaf klu udah pada yang tau yg agan2..
maklum newbi..
\)

Kini setelah 48 tahun, buku itu terbit dalam bahasa Indonesia. Adalah penerbit Banana yang menerbitkannya untuk Anda. Setelah terbitan pertama laku keras, diluncurkan terbitan kedua Juli 2007 untuk Anda yang belum sempat mengkoleksi. Buku dengan cover putih kekuning-kuningan dan sebuah bola mata berikut alis mata hitam dan riapan rambut coklat yang didesain Bondan Winarno masih menggunakan judul aslinya, The Catcher in The Rye. Yusi Avianto Pareanom, sebagaimana buku-buku terbitan Banana menjadi editor untuk buku setebal 300 halaman dengan ukuran 19 senti. Kata-kata (maaf) kasar, kurang ajar, sumpah serapah akan mudah sekali ditemui dalam buku ini. Holden Caulfield, melakukannya secara vulgar dan terang-terangan. Tapi di sinilah letak ”bagus” dan membedakan karya ini dengan yang lain.

The Catcher in The Rye tidak eksplisit mengajarkan bagaimana cara-cara membunuh. Bahkan memotivasi pun tidak. Mungkin kemarahan kritik-kritik dan seorang anak muda yang merasa dirinya adalah korban dari sistem, bisa mendorong pembaca yang punya masalah kejiwaan dan mengalami nasib yang sama dengan Holden untuk melakukan hal-hal nekad. Ia pembaca yang marah, merasa tidak ada yang memahaminya, tapi sangat sayang keluarga seperti Holden. Setelah membaca buku ini apakah Anda juga ingin membunuh? Tentu saja jawabannya terserah Anda. Sesungguhnya ada sebuah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Bahwa buku itu mengajarkan semangat orang muda dan perjuangannya. Jika Anda orang lemah, jangan baca! Sebab ia diperuntukkan bagi mereka yang kuat dan punya daya juang. *

klu senang bisa tolong di kasih cendolnya ya gan..
hehehe


buat agan sekalian kalian harus liat puisi Robert Burns, karena katanya salinger ngambil referensi dan sebagainya dari puisi itu orang. ntah kok Holden mengartikannya begitu. tidak apa2…

Coming Through the Rye (Robert Burns 1759-1796)


Coming thro' the rye, poor body,
Coming thro' the rye,
She draiglet a' her petticoatie
Coming thro' the rye.

O, Jenny's a' wat, poor body;
Jenny's seldom dry;
She draiglet a' her petticoatie
Coming thro' the rye.

Gin a body meet a body
Coming thro' the rye,
Gin a body kiss a body -
Need a body cry?

Gin a body meet a body
Coming thro' the glen,
Gin a body kiss a body -
Need the warld ken?



beer:
wedocare - 26/08/2010 11:09 AM
#48

gw ad e book nya yang inggris ni .. pm email lw aj ya beer:
wahyoeflizzow - 01/10/2010 12:11 AM
#49

buat yang cari bukunya bisa cari di toko online indonesia kok gan.
bukabuk*.com.
coba aja.
ZeeRKa - 01/10/2010 11:21 AM
#50

Quote:
Original Posted By bananafish
catcher in the rye no 1 buat ane sih...
btw, ane suka bgt karya2 salinger


bananafish dari nine stories matabelo:

tapi kok avatarnya kungfu panda hammer:
nadia reva - 17/10/2010 01:10 PM
#51

ane jadi kepingin baca gan, ane cari bukunya rada susah ya..
ada yang punya ebooknya?
treponemapaldom - 01/11/2010 11:32 PM
#52

gan bagi ebook bahasa indonesianyaa doong
ane baca yg bahasa inggris ga selesai2 dari kapan tau.hehe
bukumoo123 - 13/12/2010 07:43 PM
#53

bingungane masih bertanya-tanya gimana caranya bisa dapet buku ini. Paling ngga pinjem atau beli lah... susehnya minta ampun..

anyone??
iha2003 - 20/01/2011 11:05 PM
#54

Quote:
Original Posted By bukumoo123
bingungane masih bertanya-tanya gimana caranya bisa dapet buku ini. Paling ngga pinjem atau beli lah... susehnya minta ampun..

anyone??


coba ke sini gan

http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/27170/the-catcher-in-the-rye.html
iha2003 - 20/01/2011 11:18 PM
#55

Holden Caulfield’s Goddam War

By Kenneth Slawenski

In the autumn of 1950, at his home in Westport, Connecticut, J. D. Salinger completed The Catcher in the Rye. The achievement was a catharsis. It was confession, purging, prayer, and enlightenment, in a voice so distinct that it would alter American culture.

Holden Caulfield, and the pages that held him, had been the author’s constant companion for most of his adult life. Those pages, the first of them written in his mid-20s, just before he shipped off to Europe as an army sergeant, were so precious to Salinger that he carried them on his person throughout the Second World War. Pages of The Catcher in the Rye had stormed the beach at Normandy; they had paraded down the streets of Paris, been present at the deaths of countless soldiers in countless places, and been carried through the concentration camps of Nazi Germany. In bits and pieces they had been re-written, put aside, and re-written again, the nature of the story changing as the author himself was changed. Now, in Connecticut, Salinger placed the final line on the final chapter of the book. It is with Salinger’s experience of the Second World War in mind that we should understand Holden Caulfield’s insight at the Central Park carousel, and the parting words of The Catcher in the Rye: “Don’t ever tell anybody anything. If you do, you start missing everybody.” All the dead soldiers.
Fighter and Writer

selanjutnya ada di sini
Putri Dangdut - 28/01/2011 01:36 PM
#56

Wah belum baca neh gue. Keren kayaknya. Btw yg cover versi indonesia buatan bondan winarno yg wisata kuliner itu bukan DReview Novel The Catcher in The Rye
Pepohonan - 28/01/2011 03:11 PM
#57

Quote:
Original Posted By Putri Dangdut
Wah belum baca neh gue. Keren kayaknya. Btw yg cover versi indonesia buatan bondan winarno yg wisata kuliner itu bukan DReview Novel The Catcher in The Rye


hee??
covernya apa?hammer:
kayaknya bukan deh malu:
Putri Dangdut - 28/01/2011 05:39 PM
#58

Quote:
Original Posted By Pepohonan


hee??
covernya apa?hammer:
kayaknya bukan deh malu:
hahahahah, iseng nanya aja abis di tritnya katanya cover didesain sama bondan winarno... ngakak: Review Novel The Catcher in The Rye
fyodor - 29/01/2011 09:41 PM
#59

Quote:
Original Posted By Putri Dangdut
hahahahah, iseng nanya aja abis di tritnya katanya cover didesain sama bondan winarno... ngakak: Review Novel The Catcher in The Rye


bondan winarno atau bondan prakoso? malu: ngakaks

Quote:
The Catcher in the Rye, J.D. Salinger
300 halaman, Banana 2007, cetakan II
Penerjemah: Gita Widya Laksmini
Penyunting: Yusi Avianto Pareanom
Sampul: Bondan Winarno

Review Novel The Catcher in The Rye


bondan yang ini ya? bingungs

Quote:
Original Posted By Pepohonan
hee??
covernya apa?hammer:
kayaknya bukan deh malu:


udah selesai bacanya mod? malu:
Pepohonan - 31/01/2011 11:28 AM
#60

Quote:
Original Posted By fyodor
bondan winarno atau bondan prakoso? malu: ngakaks



bondan yang ini ya? bingungs



udah selesai bacanya mod? malu:


ooh bondan yang itu hammer:
belum,
bacanya sambil selingkuh sama si franny nya sih ;p
Page 3 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > Review Novel The Catcher in The Rye