Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n
Total Views: 14225 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 10 of 12 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 > 

ilhamjenor - 14/08/2011 10:26 PM
#181

Quote:
Original Posted By AnimeChibis
Taliban itu sebenarnya mengandalkan sentimen Nasionalisme Pashtun. Kalau disini mungkin kayak superioritas Melayu di Malaysia.

Etnis Pashtun itu etnis terbesar di Afghanistan dan juga di Pakistan. Dari 2 negara ini Taliban dapat uang dan prajurit. Islam radikal ala Taliban itu bumbu penyedap, basic kekuatannya sih tetep aja di Etnis.

Hamid Karzai (Presiden Afghan sekarang) itu orang Pashtun. Muhammad Omar (Pemimpin Taliban) itu orang Pashtun. Cuman Hamid Karzai sekalipun Pashtun, gak populer.

Kenapa dulu pemerintahan mujahidin pasca Soviet bisa runtuh dan digulingkan Taliban, karena mereka tidak punya sekutu Pashtun yang kuat. Presiden Afghan waktu itu orang Tajik, dan Panglima terkenal pemerintahan Mujahidin, si Massoud, juga orang Tajik. Seandainya Shah Massoud itu orang Pashtun, gak akan ada yang namanya perang Saudara di Afghan.

Jika Afghanistan mau aman, harus dipimpin oleh etnis mayoritas dari Pashtun.

Dan kondisi aman itu terjadi ketika Taliban berkuasa. Cuman ya itu, Tambal Ban melihara penyakit bernama Al-Qaida.


yg terbesar di Pakistan itu etnis Punjabi bro, sekitar 44% nosara
goed.adit - 15/08/2011 04:24 PM
#182

Quote:
Original Posted By ilhamjenor
yg terbesar di Pakistan itu etnis Punjabi bro, sekitar 44% nosara


Lhaa... Thaliban adanya di Afghan kok, dan memang diam2 pemimpin lokal mereka etnosentris.

Kalu di Waziristan etnis dominannya apa yagh?
semutngeleng - 20/10/2011 06:17 AM
#183

Quote:
aku pernah baca tokoh yg ikut mengusir soviet, tapi berseberangan dng osama gan. sapa ya lupa aku, pernah saya baca di koran


nampaknya yg saya maksut adl Ahmed Shah Massoud
samanosuke20 - 11/06/2012 06:20 PM
#184

entah gmana nasib taliban skarang....

ada rekues buat nyundul... linux2:
MomodTaik - 11/06/2012 09:15 PM
#185

sekalian nyundul ah D
mau nanya nih .... apakah Tholiban dalam operasinya itu make Bisnis Harom Opium ???? masalahnya ada Artikel yang nyebutin kalau Tholiban waktu berkuasa malah ngehancurin Opium ...
sekian dan Trimakasih Peace:
goed.adit - 11/06/2012 09:29 PM
#186

Quote:
Original Posted By MomodTaik
sekalian nyundul ah D
mau nanya nih .... apakah Tholiban dalam operasinya itu make Bisnis Harom Opium ???? masalahnya ada Artikel yang nyebutin kalau Tholiban waktu berkuasa malah ngehancurin Opium ...
sekian dan Trimakasih Peace:


http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=162428856&postcount=18

Ring 1 Mullah omar dijamin gak bakal ikut bisnis opium, tapi warlord2 ring 3 entah... True taliban benci dengan opium. Haqqani network termasuk warlord yang mungkin narik pajak dari bisnis opium. Saat ini mungkin Haqqani disebut jaringan taliban paling mengancam ISAF, tapi dia ada di luar jaringan inti taliban, sekedar sekutu.

Warlord2 yang saat ini jadi sekutu Karzai justru bisnis opium lho. Sampai pasukan ISAF aja bengong herky Amerika dipake bawa opium.
Shuma-Gorath - 11/06/2012 09:29 PM
#187

Quote:
Original Posted By MomodTaik
sekalian nyundul ah D
mau nanya nih .... apakah Tholiban dalam operasinya itu make Bisnis Harom Opium ???? masalahnya ada Artikel yang nyebutin kalau Tholiban waktu berkuasa malah ngehancurin Opium ...
sekian dan Trimakasih Peace:


Udah dibahas kan di page 1

http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=162428856&postcount=18
kampaa - 12/06/2012 12:04 AM
#188

Ada yang bisa ngejelasin ga kenapa pemerintahan boneka Sovyet (rezim Nazibulllah) bisa bertahan 3 tahun dari 1989-1192 padahal menurut CNN Sovyet kalah? Kenapa Mujahidin si pemenang ga langsung mengambil kekuasaan seperti di Vietnam ? (Amerika mundur 29 April 1975, North Vietnam mengambil alih 30 April 1975 http://en.wikipedia.org/wiki/Vietnam_War#Fall_of_Saigon)
Shuma-Gorath - 12/06/2012 02:34 AM
#189

Quote:
Original Posted By kampaa
Ada yang bisa ngejelasin ga kenapa pemerintahan boneka Sovyet (rezim Nazibulllah) bisa bertahan 3 tahun dari 1989-1192 padahal menurut CNN Sovyet kalah? Kenapa Mujahidin si pemenang ga langsung mengambil kekuasaan seperti di Vietnam ? (Amerika mundur 29 April 1975, North Vietnam mengambil alih 30 April 1975 http://en.wikipedia.org/wiki/Vietnam_War#Fall_of_Saigon)


- rezimnya Najibullah masih mewarisi senjata-senjata berat peninggalan Soviet
- Rusia masih melanjutkan pengiriman bahan bakar & logistik hingga tahun 1992, tahun tumbangnya rezim Najibullah
Shameimaru.Aya - 12/06/2012 09:54 AM
#190

Abis liat suatu thread di BPLN, jadi kepikiran buat nanya sesuatu...

Apakah Taliban terlibat dalam konflik-konflik di Kaukasus (Nagorno-Karabakh, Chechnya, Dagestan)? Karena di sejumlah berita & artikel cuma dibilang kalau ada mujahidin asal Afganistan yg terlibat dalam konflik-konflik di sana, tapi gak dijelaskan apakah mujahidin-mujahidin tersebut emang punya afiliasi dengan Taliban
goed.adit - 12/06/2012 11:50 AM
#191

Tentang Najibullah : 1 lagi, Kabul itu tempat yg lumayan kosmopolitan, etnisnya macem2 & ideologinya macem2. Kabul satu2nya tempat Najibullah bisa sedikit merasa "aman." Waktu Kabul jatuh ke warlord mujahidin, bayak Kabuli yg dibantai.

Quote:
Original Posted By Shameimaru.Aya
Abis liat suatu thread di BPLN, jadi kepikiran buat nanya sesuatu...

Apakah Taliban terlibat dalam konflik-konflik di Kaukasus (Nagorno-Karabakh, Chechnya, Dagestan)? Karena di sejumlah berita & artikel cuma dibilang kalau ada mujahidin asal Afganistan yg terlibat dalam konflik-konflik di sana, tapi gak dijelaskan apakah mujahidin-mujahidin tersebut emang punya afiliasi dengan Taliban


Taliban gak terlibat selain jadi pemilik lahan aja. Al Qaidah bayar ke taliban u/ menjadikan afghanistan sebagai boot camp mereka, jihadist Kavkaz juga menjadikan afghan tempat pelatihan, tapi saya juga kurang jelas apakah seluruh jihadist Kavkaz di afghan bawaan Al Qaeda Central atau mereka punya jaringan sendiri di Afghanistan.

Al Qaidah satu2nya sumber dana eksternal taliban sebelum 2001.
ojongonole - 13/06/2012 01:58 AM
#192

akhirnya, ane bs membaca topik hebat ini di sub forum sejarah kaskus... trima kasih tuk teman2 yg tlh menyundulkannya hingga ke halaman pertama... malus

ok, ane lanjut aja kesini deh...

Spoiler for puanjang

Quote:
Original Posted By Fell Flucker
Awal Kemunculan Taliban

...............
Ironis bagi suku Pasthun, karena pasca mundurnya Soviet dan jatuhnya Najibullah, mereka seolah tersingkir. Kota Kabul jatuh ke tangan seorang pemimpin Tajik bernama Burhanuddin Rabbani dengan pemimpin perangnya bernama Ahmad Shah Massoud, dan juga pasukan Uzbek di Utara Afghanistan yang dipimpin oleh Abdul Rashid Dostum. Ini merupakan pukulan psikologis bagi orang Pasthun, karena ini adalah kali pertama mereka kehilangan kekuasaan setelah selama 300 tahun menguasai Afghanistan.

Cerita yang berkembang mengenai awal kemunculan Taliban berawal dari kisah penangkapan 2 orang gadis remaja yang diculik oleh seorang warlord dan keduanya diperkosa berkali-kali disebuah kamp. Atas perintah Mullah Omar, 30 orang Thalib dengan 16 pucuk senjata dikirim untuk menyerang kamp tersebut, membebaskan kedua gadis, dan menggantung warlord tersebut di laras sebuah tank.

Beberapa bulan kemudian, dua orang warlord sedang bersitegang memperebutkan seorang anak kecil untuk disodomi. Perselisihan ini menewaskan beberapa sipil. Anak kecil ini kemudian berhasil dibebaskan oleh Omar. Ia tidak meminta apa-apa kecuali agar orang-orang mengikuti ajaran agama Islam. Hal ini membuat Omar terkenal dimata masyarakat Kandahar pada waktu itu.

Pada masa awal pembentukannya, Omar mengirim utusannya untuk bertemu dengan Ismail Khan. Utusan lainnya, Mullah Muhammad Rabbani, juga bertemu dengan presiden Burhanuddin Rabbani di Kabul untuk membicarakan perdamaian mpada bulan September 1994. Presiden Rabbani mendukung kelompok Pashtun manapun yang bersedia berhadapan dengan pasukan Hekmatyar. Pada saat itu Hekmatyar (dan juga Dostum) tengah sibuk membombardir Kabul.

Taliban memiliki kedekatan dengan Pakistan, dimana sebagian besar anggota pasukan mereka berasal dari madrasah-madrasah milik Maulana Fazlur Rehman, dan didukung oleh Jamiat-e-Ulema-Islam (JUI), yaitu sebuah partai politik yang sangat mendukung etnis Pashtun di Baluchistan dan North West Frontier Province (NWFP) di Pakistan. Lebih strategisnya lagi, Rehman pada saat itu adalah sekutu Perdana Mentri Benazir Bhutto dan dia memiliki akses untuk melobi pemerintah, tentara, dan pejabat intelijen ISI Pakistan.


Quote:
Original Posted By Fell Flucker
Kampanye Militer: Penaklukkan Kabul, 1996

T a l i b a n

Di awal tahun 1996, utusan Taliban menyampaikan pesan pada utusan PBB, Mestiri, di Islamabad, bahwa mereka bersedia untuk berunding dengan presiden Rabbani. Mestiri menyambutnya dengan penuh harapan. Namun dalam sebuah pertemuan, para ulama menghasilkan sebuah keputusan yang bertolak belakang. Bulan Mei, Mestiri keluar dari PBB.

Pertemuan ulama tersebut didorong oleh keberhasilan presiden Rabbani dalam mendekatkan diri ke sejumlah faksi oposisi dan meningkatnya posisi Rabbani di mata dunia internasional.

Keberhasilan militer pemerintah Rabbani mengusir Hekmatyar, Hazara, dan Taliban dari Kabul pada tahun 1995 mendesak Rabbani untuk memanfaatkan momen ini agar lebih bisa diterima secara luas dengan cara meluaskan basis dukungan mereka. Presiden Rabbani memulai pembicaraan dengan sejumlah panglima perang agar mau membentuk suatu pemerintahan baru yang mengikutsertakan mereka.

Januari dan Februari 1996, utusan presiden Rabbani, Dr Abdur Rahman bertemu secara terpisah dengan Hekmatyar di Sarobi, bertemu dengan Dostum di Mazar E Sharif, dan bertemu pemimpin Hezb E Wahdat di Bamiyan. Semua kelompok oposisi, kecuali Taliban, setuju untuk membentuk sebuah dewan yang terdiri dari 10 orang untuk membicarakan perdamaian dengan Kabul. Beberapa minggu kemudian, dewan Hezb E Islami memberikan Hekmatyar kekuasaan untuk membicarakan perjanjian pembagian kekuasaan dengan Rabbani. Disisi lain, Taliban tetap menuntut agar rezim Rabbani menyerah.

Pakistan sangat khawatir dengan manuver Rabbani dan mencoba membujuk faksi oposisi yang sama untuk bergabung dengan Taliban dan membentuk aliansi anti-Kabul. ISI Pakistan lalu menghubungi Hekmatyar, Dostum, pemimpin Pashtun di Dewan Shura Jalalabad, dan sejumlah kepala Hezb E Wahdat di Islamabad, dan membujuk mereka agar mau bergabung dengan Taliban.

Mereka diajak bertemu dengan presiden Pakistan, Farooq Leghari, dan Jendral Jehangir Karamat. Intinya, Pakistan menawarkan aliansi politik untuk menjatuhkan Rabbani dengan Taliban menyerang dari selatan, Hekmatyar menyerang dari timur, Dostum dari utara. Untuk mempermanis ini, Mendagri Pakistan, Naseerullah Babar, menawarkan US$3 juta untuk memperbaiki jalan yang terbentang di selatan Afghanistan dari Chaman ke Torgundi di sekitar perbatasan Turkmenistan. Namun Taliban menolak untuk berhubungan dengan mereka yang sudah dianggap sebagai 'kafir komunis'.

Kegagalan Pakistan semakin membuat Rabbani percaya diri. Ia kemudian mengunjungi Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan untuk mendapatkan dukungan internasional dan bantuan militer. Iran, India, dan Rusia, yang mendukung rezim Rabbani, memperhitungkan bahwa perebutan Kabul dapat meningkatkan ketidakstabilan politik dan memperluas pengaruh Islam fundamentalis di Asia Tengah.

...........


[/quote]


perlu ada tambahan sdkt, sepintas kalo membaca dua postingan artikel tsb, sama sekali belum menyentuh-nyentuh soal ISI (dinas intelijen pakistan) sama sekali. pdhl, keterkaitan antara ISI dgn Taliban itu sngt dekat. krn sesungguhnya, sponsor utama dlm membentuk dan mendirikan milisi taliban itu adlh ISI. mmg bnr si mullah omar dulu beraksi membunuh warlord2 yg yg terlibat dlm penculikan dan pemerkosaan dua gadis, serta yg terlibat dlm kasus mau sodomi bocah. tapi, aksinya tsb msh sepihak, blum membentuk taliban. sedangkan taliban sendiri dibentuk di madrasah2 lokal yg berada di wilayah negara pakistan, yg berbatasan langsung dgn afghanistan. ISI membentuk Taliban dlm rangka sebagai bagian dr politik LN Pakistan tuk mengimbangi pengaruh India di kawasan asia selatan.

Pakistan tentu tak ingin di selatan menghadapi India, di utara hrs melawan afghanistan yg sk rusuh. ditambah lagi, suku pastun yg mendiami antara wilayah perbatasan afghanistan hingga pakistan, dikenal sk bikin gara2 di situ. sebab, mrk tak pernah mengakui adanya garis perbatasan antara kedua negara yg dibuat oleh pemerintah kolonial UK, pd masa lalu. nah, untuk menjinakkan mrk sekaligus bs menguasai afghanistan, ISI membentuk Taliban yg terdiri dari kaum muda terpelajar yg religius, tdk hny berasal dr suku pastun tp jg dr wilayah2 lain. madrasah2 di pakistan tsb terkenal sbg tempat pengajaran ajaran2 radikal/militan sayap kanan. ISI sendiri bs membentuk milis taliban, krn msh ada bnyk dana sisa bantuan dr amrik selama perang afghanistan vs soviet pd era perang dingin.

lho, kok bs pakistan spt itu? ya bs aja, dlm rangka membantu kaum mujahidin di afghanistan tuk melawan soviet, amrik gak mgkn donk minta bantuan sama iran, musuh bebuyutannya, sedangkan di utara afghanistan itu adlh uni soviet. satu2 nya sekutu yg bs amrik andalkan ya hny pakistan. maka, selama perang dingin, amrik melalui CIA, mengucurkan bgitu bnyk bantuan militer kpd para pejuang mujahidin melalu pakistan sbg jembatan penghubungnya. ah ya, ISI membentuk Taliban itu di masa PM benazir bhuto berkuasa di Pakistan lho. Ok, setelh berhasil membentuk milis Taliban pd 1994, barulah setahap demi tahap, Taliban masuk dan menguasai afghanistan selangkah demi selangkah. usaha tsb lumayan berhasil, sebab para pihak yg bertikai (Yg umum nya berasal dr penduduk asli) di afghanistan sdh pd kelelahan berperang. Talinan mulai berhasil mengalahkan satu demi satu musuh2nya.

sehingga pd 1996, Taliban berhasil menguasai sebagian besar wilayah afghanistan. lalu, di dunai ini hny ada 3 negara yg mengakui Taliban, pakistan (ya sdh jelas, lah sponsor utamanya Taliban), lalu arab saudi dan UEA. lalu, bagaimana dgn sikap amrik, well, awallnya amrik aslinya jg sdh tau gerak gerik perselingkuhan antara ISI dgn Taliban, tp mrk diam saja. ya secara tdk langsung, amrik jg diam2 menyetujui pembentukan taliban oleh ISI. krn, amrik mengira taliban di afghanistan akan mdh di kontrol oleh ISI, lalu amrik akan bs menguasai gas alam di afghanistan. namun, semuanya berantakan bgitu taliban cuek bebek dgn permintaan amrik, malah taliban makin keras dlm berkuasa di afghanistan (ya tau sendirilah soal kebijakan taliban atas HAM, kaum wanita, dll). belum lg, ditambah Taliban malah mulai asyik masyuk dgn osama dkk (al qaeda ).

Selama proses pengucilan oleh amrik dkk thd taliban di afghanistan, tiga negara islam itu tetap terus membantu taliban dlm bnyk hal. terutama pakistan, yg sngt berkepentingan agar afghanistan tetap berada dlm kekuasaan mrk. namun, semuanya berubah ketika kasus WTC 9/11 terjadi.

intinya sih, menurut ane, taliban itu bukanlah pejuang anti penjajahan tuk membela tanah airnya. apalg, menyamakan kaum taliban itu dgn pejuang kemerdekaan Indonesia. sulit sekali melihat keterkaitannya, bs dibilang malah hampir mustahil. Milisi Taliban sendiri dibentuk di Pakistan, digunakan oleh ISI dlm rangka mengamankan kebijakan LN pakistan di asia selatan. kaum taliban, sukses menggulung kaum mujahidin asli dr tanah afghanistan, berkat bantuan militer dan ekonomi dr pakistan. tanpa ada pakistan sbg faktor x, gak bakalan taliban bs terjun langsung ke tengah2 medan persing sipil di afghanistan.
ojongonole - 13/06/2012 02:00 AM
#193

Spoiler for meragukan isi beritanya

Quote:
Original Posted By joy_rider
“Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. Di Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!”

Taliban adalah target utama dalam serangan media Anti-Islam, agar publik membenci mereka.

Semua wanita (feminis barat) yang mengkritik burqa (cadar), diam saja ketika 2 juta rakyat afghan tewas karena bom Russia, mereka diam ketika 500.000 rakyat Afghan cacat karena ranjau, dan diam saja ketika ribuan perempuan diperkosa sebelum Taliban berkuasa

Jendral Hamid yang hidup beberapa tahun dibawah kekuasaan Taliban, berkata:

“Tidak ada kampanye yang ditujukan untuk memukuli wanita, dan tidak ada pelarangan pendidikan untuk wanita. Hanya pengetatan pendidikan bersama.”

Ada banyak kebohongan pada website-website “terhormat” tentang “penderitaan” wanita Afghan, dimana tidak ada tanggal, nama, tempat atau bentuk apapun yang bisa diverifikasi. Hamid gul berkata dia selalu melihat lebih banyak wanita di jalan-jalan dan pasar dari pada pria.
Wanita Afghan yang protes di barat berasal dari Faksi Khalq dan parcham yang Komunis. Mereka tidak mewakili sebagian besar masyarakat Afghan.

Taliban mengawasi ekstra ketat pada wanita-wanita komunis ini untuk memastikan mereka tidak menyebabkan perselisihan dan masalah. Wanita hanya harus menggunakan burqa dijalanan, sedang di rumah mereka bebas berpakaian yang meeka mau. Munur, seorang perawat berkata: wanita di Rumah Sakit jarang menggunakan burqa bahkan jilbab jika tidak ada pria disana.

Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. DI Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!

Sebelum Taliban berkuasa, hanya ada 350 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit di Kabul. Pada Agustus 2001, ada 950 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit khusus wanita di Kabul. Beberapa Rumah Sakit khusus wanita adalah RS Rabia Balkhi, RS Malali, RS Khair Khana, RS Indira Ghandi, RS Atta Turk, Pusat Kesehatan Bulan Sabit Merah Kuwait dan Klinik Kesehatan Penyakit Menular! Ada juga 32 klinik Wanita dan Anak.

Sebagai tambahan, wanita menerima layanan di ICRC dan Sanday Gal Orthopaedic Centres. Pada semua rumah sakit dan klinik hanya dokter dan perawat wanita yang bekerja melayani kesehatan.

Tetapi the Sun, Daily Express, New York Times, dan semua wartawan tidak pernah melaporkan hal ini, begitu juga dengan BBC, CNN, Fox News, dll. Ini adalah bagian dari kampanye dusta agar masyarakat dunia menentang Taliban.

Mereka berkata bahwa wanita tidak dapat bekerja, wanita tidak boleh keluar rumah, bersekolah, atau bahkan ke Rumah Sakit, semua fakta-fakta ini membuktikan sebaliknya.

Terjemahan dari: WorldOfIslam Portal (http://news.worldofislam.info/index.php?page=Taliban/The%20Taliban%20Education%20and%20health%20polic y%20toward%20




link sumber ente >= The page you were looking for appears to have been moved, deleted or does not exist.

Solutions:
* Try returning to the Home Page and finding the page you were looking for.
* See our Site Map and try find the page you were looking for.
* Notify us of this problem via our contact form, so we can fix and/or help you find what you were looking for.

artinya, sumber brita tsb sngt meragukan.

pihak taliban semasa berkuasa mmg melarang keras adanya pendidikan bg kaum wanita, selain itu wanita hny boleh keluar rumah jk di dampingi oleh suami/saudara laki2 nya. selain dr itu, tak boleh sama sekali. namun, walopun mrk melarang keras kaum wanita bersekolah, mrk tetap mengijinkan adnya dokter2 wanita bekerja di tempat umum, semacam klinik kesehatan ataupun Rumah sakit. MMG, di masa skrg, kaum wanita aghanistan pd umumnya bs sdkt bernafas lebih lega drpd slama Taliban berkuasa. mengapa hny sedikit?? sebab, kaum wanita afghanistan tetap terkekang oleh sistem adat istiadat setempat yg gantian mengekang mrk, dlm beberapa hal. belum lagi, para milis taliban yg msh berkeliaran yg sk mengancam adanya sekolah2 bg kaum wanita.

lalu, soal mengapa kaum feminis di barat diam saja melihat penderitaan kaum wanita afghanistan semasa pemerintahan komunis dan perang sipil pasca bubarnya komunisme di afghanistan?? ya gimana mrk mau berbicara vokal, pemerintahan komunis di afghanistan itu adlh bonekanya soviet, sedangkan ente seharusnya tau, spt apa negara2 yg jd bonekanya soviet... belumlg, era jaman perang sipil, siapa yg hrs bertangung jawab atas segala tindakan warlord tsb?? takuts

Quote:
Original Posted By poenya83
Barat takut terjadi Islamic Conquest seperti saat Abu Bakr ra & Umar ra berkuasa


kalo ente menyamakan kediktaktoran agama ala taliban dgn masa khilafah jaman abu bakar dan umar, ibarat menyamakan antara air dgn minyak.... cd:

Quote:
Original Posted By samanosuke20


jd ingat pilemnya tom hanks nih..
charlie wilson's war..

jd kl dari perspektif amerika..
kemenangan mujahidin ini sebagai usaha yg keras dari si congressman charlie wilson...

usaha memasok senjata kepada para anggota mujahidin buat nyerang soviet, sampai kata si charlie wilson... "berikan mereka bazoka biar bisa ngancurin helikopter soviet" (kok congressman USA ngmng indonesia yah..hha..DDD), dan memang taktik jitu ini akhirnya bkn soviet lari tunggang langgang, waktu itu soviet jg dh curiga akan keterlibatan amerika, tp hebatnya CIA menutup2in keterlibatan mereka...\)

cm sayang, setelah kaum mujahiddin menang perang, amerika lepas tangan utk membangun struktur pendidikan, kesehatan dan lain2.. yg kmudian berdampak dgn terbentuknya taliban, golongan anak muda bersenjata...

so jdlah afghanistan sebagai ajang konflik perang bersodara...hammer:
keren deh pilemnya..



ya, amrik mmg lepas tangan pasca runtuhnya pemerintahan komunis di afghanistan krn mrk melihat sdh tak ada urgensi nya lg membantu mujahidin. toh, slama perang berlangsung, amrik sdh bnyk membantu mrk. kini, biarkan mujahidin yg mengurus dirinya sendiri. kalopun mau membantu, amrik menyerahkan segala urusan afghanistan ke pakistan, sbg teman dekatnya sekaligus yg berjarak lbh dekat dgn afghanistan. hubungan amrik dgn pakistan, itu mmg sngt unik sekali. bagaiman tdk unik, pakistan adlah satu2 nya negara Islam yg diperbolehkan oleh amrik tuk mengembangkan dan memiliki senjata nuklir.

bahkan, di masa sekarang ini, walopun ISI pakistan ketauan kadang2 msh selingkuh di balik selimut bersama dgn al-qaeda dan taliban, namun amrik msh menganggap Pakistan sbg sekutu satu2 nya di asia selatan. meskipun tentunya hubungan pertemanan itu tak gratisan, pakistan hrs "rela" sebagian wilayahnya sering kena serangan bom secara diam2 oleh amrik, melalui drone2 nya yg suka wara wiri diatas udara pakistan, dlm rangka perang melawan teror. nasib Pakistan itu beda jauh dgn iran, yg jd musuh bebuyutan amrik. krn iran gak mau bersekutu dgn amrik, makanya amrik dkk sk menekan keras iran dlm hal nuklir.... malus
goed.adit - 13/06/2012 02:55 AM
#194

Quote:
Original Posted By ojongonole
pihak taliban semasa berkuasa mmg melarang keras adanya pendidikan bg kaum wanita, selain itu wanita hny boleh keluar rumah jk di dampingi oleh suami/saudara laki2 nya. selain dr itu, tak boleh sama sekali. namun, walopun mrk melarang keras kaum wanita bersekolah, mrk tetap mengijinkan adnya dokter2 wanita bekerja di tempat umum, semacam klinik kesehatan ataupun Rumah sakit. MMG, di masa skrg, kaum wanita aghanistan pd umumnya bs sdkt bernafas lebih lega drpd slama Taliban berkuasa. mengapa hny sedikit?? sebab, kaum wanita afghanistan tetap terkekang oleh sistem adat istiadat setempat yg gantian mengekang mrk, dlm beberapa hal. belum lagi, para milis taliban yg msh berkeliaran yg sk mengancam adanya sekolah2 bg kaum wanita.

lalu, soal mengapa kaum feminis di barat diam saja melihat penderitaan kaum wanita afghanistan semasa pemerintahan komunis dan perang sipil pasca bubarnya komunisme di afghanistan?? ya gimana mrk mau berbicara vokal, pemerintahan komunis di afghanistan itu adlh bonekanya soviet, sedangkan ente seharusnya tau, spt apa negara2 yg jd bonekanya soviet... belumlg, era jaman perang sipil, siapa yg hrs bertangung jawab atas segala tindakan warlord tsb?? takuts


Mullah Omar tidak secara langsung melarang wanita bersekolah. Jika ia melakukan ini maka fatwa pelarangan wanita bersekolah ini akan bertentangan dengan praktek yang dilakukan oleh gerakan Deobandi, induk dari gerakan Islam jazirah hindia, sumber ilmu dari para Mullah thaliban. Para Mullah yang pernah bersekolah di Pakistan pasti paham akan adanya kelas bagi para wanita di madrasah2.

Di Kandahar sendiri ada beberapa sekolah yang menyediakan kelas bagi wanita. Yang menjadi masalah adalah jika kelasnya bercampur, Mullah Omar dan taliban menentang hal ini sama sekali. Dus, kekurangan guru wanita menjadikan sekolah bagi wanita hanya impian. Di lain pihak adat Pashtun melarang wanita keluara rumah tanpa disertai kerabat prianya. Ini yang menyebabkan komandan2 di lapangan melarang wanita bersekolah.

Tidak harus taliban yang perlakukan wanita seperti ini. Istri Hamid Karzai adalah seorang dokter. Namun ia tidak pernah terlihat di luar rumahnya, sekalipun mendampingi karzai. Apa hanya taliban yang sekeras ini? terbukti tidak!

Ketika anda menyebut taliban melarang keras wanita bersekolah tanpa memahami apa dinamika taliban & afghanistan, maka anda sudah terpengaruh propaganda barat.

Katika keadaan sekacau saat ini, jangan harap Mullah Omar dapat mengendalikan perwira lapangannya.
ojongonole - 13/06/2012 04:33 AM
#195

Quote:
Original Posted By goed.adit


Mullah Omar tidak secara langsung melarang wanita bersekolah. Jika ia melakukan ini maka fatwa pelarangan wanita bersekolah ini akan bertentangan dengan praktek yang dilakukan oleh gerakan Deobandi, induk dari gerakan Islam jazirah hindia, sumber ilmu dari para Mullah thaliban. Para Mullah yang pernah bersekolah di Pakistan pasti paham akan adanya kelas bagi para wanita di madrasah2.

Di Kandahar sendiri ada beberapa sekolah yang menyediakan kelas bagi wanita. Yang menjadi masalah adalah jika kelasnya bercampur, Mullah Omar dan taliban menentang hal ini sama sekali. Dus, kekurangan guru wanita menjadikan sekolah bagi wanita hanya impian. Di lain pihak adat Pashtun melarang wanita keluara rumah tanpa disertai kerabat prianya. Ini yang menyebabkan komandan2 di lapangan melarang wanita bersekolah.

Tidak harus taliban yang perlakukan wanita seperti ini. Istri Hamid Karzai adalah seorang dokter. Namun ia tidak pernah terlihat di luar rumahnya, sekalipun mendampingi karzai. Apa hanya taliban yang sekeras ini? terbukti tidak!

Ketika anda menyebut taliban melarang keras wanita bersekolah tanpa memahami apa dinamika taliban & afghanistan, maka anda sudah terpengaruh propaganda barat.

Katika keadaan sekacau saat ini, jangan harap Mullah Omar dapat mengendalikan perwira lapangannya.


kadangkala, teori2 yg indah dlm buku tak selalu dgn mdh dipraktekkan di dlm kenyataannya. bs saja terjadi bhw si mullah omar maunya kaum wanita jg boleh bersekolah di luar rumah, tp hal tsb akan berbenturan dgn adat budaya lokal. mmg nya bgitu ybs tau bhw para bawahannya melarang kaum wanita datang ke sekolahan, lalu kebijakan apa yg telah ia (mullah omar) ambil slama berkuasa di afghanistan?? apakah ybs tetap membolehkan kaum wanita bersekolah di luar rumah??

....itu bkn berasal dr propaganda barat, mmg kenyataannya dulu spt itu.... malus

btw, soal istri si hamid karzai gak pernah keluar rumah?? lah, si karzai sendiri aja yg sering keluar rumah, slalu terancam oleh pembunuhan, apalg istrinya sendiri.... takuts
kampaa - 13/06/2012 08:23 AM
#196

Quote:
Original Posted By Shuma-Gorath
- rezimnya Najibullah masih mewarisi senjata-senjata berat peninggalan Soviet
- Rusia masih melanjutkan pengiriman bahan bakar & logistik hingga tahun 1992, tahun tumbangnya rezim Najibullah


Oh, kalo gitu Mujahidin baru menang beneran tahun 1992 dong, setelah Sovyet runtuh. Diliat realita di lapangan kurang masuk akal kalau:

- Mujahidin bisa menang lawan Sovyet + Najibullah.
- Tapi baru bisa menang lawan Najibullah (sendirian) yang notabene dilatih dan dipersenjatai oleh Sovyet setelah 3 tahun, itupun setelah Sovyet runtuh, kalo ga runtuh mungkin ga menang2.

Pendapat saya sih penarikan mundur Sovyet cuma taktik aja, Mujahidin ga kalah dalam artian ga habis, tapi juga ga menang. Akhirnya Sovyet bosan sendiri terus ganti taktik, "biar aja Najibullah yang perang, kita dukung dari belakang. Terserah CIA mau bilang apa yang penting secara resmi pemerintahan Afganistan di bawah kita".

Terbukti bonekanya berkuasa 3 tahun.

Quote:
Original Posted By ojongonole
amrik gak mgkn donk minta bantuan sama iran, musuh bebuyutannya,


Untuk kasus Taliban, Amrik dan Iran berdiri di pihak yang sama, walaupun mungkin tidak kerjasama secara terbuka. Iran (Syiah) ga senang dengan Taliban (Sunni garis keras), malah dari dulu Iran suka bantu Northern Alliance.

Politik..
Shuma-Gorath - 13/06/2012 08:04 PM
#197

Quote:
Original Posted By kampaa
Oh, kalo gitu Mujahidin baru menang beneran tahun 1992 dong, setelah Sovyet runtuh. Diliat realita di lapangan kurang masuk akal kalau:

- Mujahidin bisa menang lawan Sovyet + Najibullah.
- Tapi baru bisa menang lawan Najibullah (sendirian) yang notabene dilatih dan dipersenjatai oleh Sovyet setelah 3 tahun, itupun setelah Sovyet runtuh, kalo ga runtuh mungkin ga menang2.

Pendapat saya sih penarikan mundur Sovyet cuma taktik aja, Mujahidin ga kalah dalam artian ga habis, tapi juga ga menang. Akhirnya Sovyet bosan sendiri terus ganti taktik, "biar aja Najibullah yang perang, kita dukung dari belakang. Terserah CIA mau bilang apa yang penting secara resmi pemerintahan Afganistan di bawah kita".

Terbukti bonekanya berkuasa 3 tahun.


Sebenarnya terlalu berlebihan kalau menyebut mujahidin bisa menang mutlak atas pasukan Soviet & Najibullah. Pas Soviet menduduki Afganistan, pasukan Soviet emang berhasil menduduki kota-kota besar Afganistan, tapi cuma sampai di situ. Saat mereka berada di daerah pelosok, pasukan mereka kerap diserang & disabotase oleh para mujahidin. Namun, para mujahidin di sisi lain tidak bisa merebut kota-kota penting yg dijaga oleh pasukan Soviet

Jadi kata yg lebih pas untuk menggambarkan kondisi perang Soviet di Afganistan saat itu adalah "stalemate" (kebuntuan). Ga ada pihak yg benar-benar unggul mutlak & ga ada pihak yg benar-benar kalah. Tapi karena gak sanggup lagi menanggung kerugian material & korban jiwa dengan menempatkan pasukannya secara langsung di Afganistan, Soviet akhirnya menarik mundur pasukannya di tahun 1989

Kendati demikian, Soviet gak melepaskan rezim Najibullah sepenuhnya & tetap mengirimkan suplai logistik ke pihak Najibullah agar rezim tersebut bisa mempertahankan diri secara mandiri. Hasilnya, kondisi di medan perang gak banyak berubah walaupun Soviet dah mundur. Tapi karena suatu sebab yg gw kurang tau, Rusia selaku penerus rezim Soviet sejak tahun 1991 memilih untuk menghentikan bantuan logistiknya ke Afganistan pada tahun 1992 sehingga militer rezim Najibullah kehilangan taringnya & akhirnya bisa ditumbangkan oleh pasukan mujahidin
ojongonole - 13/06/2012 11:41 PM
#198

Quote:
Original Posted By kampaa

Untuk kasus Taliban, Amrik dan Iran berdiri di pihak yang sama, walaupun mungkin tidak kerjasama secara terbuka. Iran (Syiah) ga senang dengan Taliban (Sunni garis keras), malah dari dulu Iran suka bantu Northern Alliance.

Politik..


ane bicara tsb bkn dlm konteks masa taliban berkuasa (era 1994-1996 keatas), gan... melainkan msh dlm konteks perang dingin di afghanistan, antara pemerintahan komunis vs kaum mujahidin yg asli, era 1970-1980-an. pd masa itu, revolusi Islam di iran pd 1979 br saja usai, hub amrik dgn iran lg berada di titik terendah. sedangkan perang afghanistan makin menghangat, antara soviet berserta dgn para bonekanya yg melawan para gerilyawan mujahidin.

jd, bagaimana mgkn amrik bs membantu kaum mujahidin di afghanistan melalui iran?? satu2 nya cara ya melalui pakistan, lalu tentu saja pihak2 yg paling berperan atas bantuan amrik kpd mujahidin afghanistan, adlh CIA+ISI.

melihat dr peta bumi, amrik jg tak mgkn membantu mujahidin lewat india. lah, india tak berbatasan darat sama sekali dgn afghanistan (well, sbnr nya sih india sih berbatasan langsung dgn afghanistan, tp luasnya hny seujung kecil di utara afghanistan, berdekatan dgn perbatasan darat antara afghanistan dgn RRC). satu2 nya yg berbatasan langsung dgn negara yg aman (menurut kepentingan amrik), hanyalah pakistan seorang. tak lebih dan tak kurang. sekali lg, konteksnya msh dlm perang dingin, bkn pd abad 21 ini.

hubungan amrik dgn india sih termasuk dekat, tp gak sedekat spt pakistan dgn amrik. spt nya, kedekatan antara amrik dgn negara2 besar di asia selatan, kemungkinan krn negara2 asia selatan itu mmg bekas jajahan UK di masa lalu. sedangkan UK adlh sekutu utama amrik di benua eropa.

sbg info xtra, jk melihat dr peta akan terlihat bhw india dan pakistan, keduanya saling berbatasan darat secara langsung dgn RRC. lalu, coba tebak, di bagian wilayah mana dr RRC yg bersentuhan langsung dgn kedua negara nuklir tsb?? wilayah TIbet. jd, tdk mengherankan jk RRC akan mempertahankan Tibet secara mati2 an dan takkan peduli bnyk dgn berbagai gejolak sosial yg muncul di wilayah tsb.

belum lg, menurut kabar yg beredar....usai berakhirnya penugasan militer amrik dkk di afghanistan pd 2014, maka pasukan militer Rusia dan RRC yg tergabung dlm SCO, berencana akan menggantikan kehadiran militer amrik dkk di afghanistan. yg pastinya, Rusia dan RRC jg sama2 anti milisi Taliban.....

oh... btw, SCO mengundang Iran sbg negara pengamat dlm lembaganya. mgkn (msh sebatas teori), nantinya militer Iran jg akan bergabung dgn Rusia dan RRC tuk msk ke dlm Afghanistan. kalo mmg bnr spt itu pd prakteknya nanti, trnyata masa depan afghanistan spt nya akan semakin berwarna warni nih....krn bakalan ada konser trio macan di afghanistan... :matabelo

sngt menarik bkn, hubungan politik LN antara negara2 di asia selatan berikut amrik dkk.....malus
kampaa - 14/06/2012 08:02 PM
#199

Quote:
Original Posted By Shuma-Gorath
Sebenarnya terlalu berlebihan kalau menyebut mujahidin bisa menang mutlak atas pasukan Soviet & Najibullah. Pas Soviet menduduki Afganistan, pasukan Soviet emang berhasil menduduki kota-kota besar Afganistan, tapi cuma sampai di situ. Saat mereka berada di daerah pelosok, pasukan mereka kerap diserang & disabotase oleh para mujahidin. Namun, para mujahidin di sisi lain tidak bisa merebut kota-kota penting yg dijaga oleh pasukan Soviet

Jadi kata yg lebih pas untuk menggambarkan kondisi perang Soviet di Afganistan saat itu adalah "stalemate" (kebuntuan). Ga ada pihak yg benar-benar unggul mutlak & ga ada pihak yg benar-benar kalah. Tapi karena gak sanggup lagi menanggung kerugian material & korban jiwa dengan menempatkan pasukannya secara langsung di Afganistan, Soviet akhirnya menarik mundur pasukannya di tahun 1989

Kendati demikian, Soviet gak melepaskan rezim Najibullah sepenuhnya & tetap mengirimkan suplai logistik ke pihak Najibullah agar rezim tersebut bisa mempertahankan diri secara mandiri. Hasilnya, kondisi di medan perang gak banyak berubah walaupun Soviet dah mundur. Tapi karena suatu sebab yg gw kurang tau, Rusia selaku penerus rezim Soviet sejak tahun 1991 memilih untuk menghentikan bantuan logistiknya ke Afganistan pada tahun 1992 sehingga militer rezim Najibullah kehilangan taringnya & akhirnya bisa ditumbangkan oleh pasukan mujahidin


Setuju dengan stalemate. Pada masa itu Uni Sovyet menanggung beban finansial yang sangat besar (mereka kurang begitu peduli dengan korban jiwa, tapi uang ga bisa dibohongi) hasil dari perang dingin selama bbrp dekade - perlombaan senjata, (bisa dibilang sendirian) membiayai operasi militer / intelejen di berbagai belahan dunia dan perekonomian mereka yang "mismanaged" and by default, ga memungkinkan perkembangan yang pesat. Bisa jadi kaya sih, tapi tetap sistem kapitalis (USA / Barat) yang akan menang.

Kasian juga dengan Gorbachev.. ibaratnya pimpinan sebelumnya pesta besar2an, ninggalin kerusakan, terus pas dia menjabat Vodka habis dan dia harus membersihkan semua kerusakan.

Rusia mewarisi borok2 yang ditinggalkan Sovyet jadi paling lagi pusing mikir duit dan politik dalam negri.

Quote:
Original Posted By ojongonole
ane bicara tsb bkn dlm konteks masa taliban berkuasa (era 1994-1996 keatas), gan... melainkan msh dlm konteks perang dingin di afghanistan, antara pemerintahan komunis vs kaum mujahidin yg asli, era 1970-1980-an. pd masa itu, revolusi Islam di iran pd 1979 br saja usai, hub amrik dgn iran lg berada di titik terendah. sedangkan perang afghanistan makin menghangat, antara soviet berserta dgn para bonekanya yg melawan para gerilyawan mujahidin.

jd, bagaimana mgkn amrik bs membantu kaum mujahidin di afghanistan melalui iran?? satu2 nya cara ya melalui pakistan, lalu tentu saja pihak2 yg paling berperan atas bantuan amrik kpd mujahidin afghanistan, adlh CIA+ISI.

melihat dr peta bumi, amrik jg tak mgkn membantu mujahidin lewat india. lah, india tak berbatasan darat sama sekali dgn afghanistan. satu2 nya yg berbatasan langsung dgn negara yg aman (menurut kepentingan amrik), hanyalah pakistan seorang. tak lebih dan tak kurang. sekali lg, konteksnya msh dlm perang dingin, bkn pd abad 21 ini.

hubungan amrik dgn india sih termasuk dekat, tp gak sedekat spt pakistan dgn amrik. spt nya, kedekatan antara amrik dgn negara2 besar di asia selatan, kemungkinan krn negara2 asia selatan itu mmg bekas jajahan UK di masa lalu. sedangkan UK adlh sekutu utama amrik di benua eropa.

sbg info xtra, jk melihat dr peta akan terlihat bhw india dan pakistan, keduanya saling berbatasan darat secara langsung dgn RRC. lalu, coba tebak, di bagian wilayah mana dr RRC yg bersentuhan langsung dgn kedua negara nuklir tsb?? wilayah TIbet. jd, tdk mengherankan jk RRC akan mempertahankan Tibet secara mati2 an dan takkan peduli bnyk dgn berbagai gejolak sosial yg muncul di wilayah tsb.

belum lg, menurut kabar yg beredar....usai berakhirnya penugasan militer amrik dkk di afghanistan pd 2014, maka pasukan militer Rusia dan RRC yg tergabung dlm SCO, berencana akan menggantikan kehadiran militer amrik dkk di afghanistan. yg pastinya, Rusia dan RRC jg sama2 anti milisi Taliban.....

oh... btw, SCO mengundang Iran sbg negara pengamat dlm lembaganya. mgkn (msh sebatas teori), nantinya militer Iran jg akan bergabung dgn Rusia dan RRC tuk msk ke dlm Afghanistan. kalo mmg bnr spt itu pd prakteknya nanti, trnyata masa depan afghanistan spt nya akan semakin berwarna warni nih....krn bakalan ada konser trio macan di afghanistan... :matabelo

sngt menarik bkn, hubungan politik LN antara negara2 di asia selatan berikut amrik dkk.....malus


My mistake; sebagian lagi cuma mau bilang fenomena tidak biasa dimana USA dan Iran berdiri di kubu yang sama.

Kayanya cuma sekedar wacana.. negara2 itu sudah tau kalo Afganistan akan tetap berperang.. Ramalan gw di akhir nanti, pasukan apapun yang ada disana, paling cuma menjaga tempat2 strategis, selebihnya dibiarkan menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri.
ojongonole - 15/06/2012 12:38 PM
#200

Quote:
Original Posted By kampaa

Kayanya cuma sekedar wacana.. negara2 itu sudah tau kalo Afganistan akan tetap berperang.. Ramalan gw di akhir nanti, pasukan apapun yang ada disana, paling cuma menjaga tempat2 strategis, selebihnya dibiarkan menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri.


mgkn mmg hny sekedar wacana. tp dr berbagai berita yg ane baca mengenai ketertarikan SCO (Rusia, RRC, tajikistan, uzbekistan, kyrgiztan, kazakstan) thd Afghanistan, mrk (terutama RRC dan Rusia) berkali-kali menekankan akan pentingnya afghanistan yg aman dan stabil dlm rangka menjaga keharmonisan wilayah regional di asia tengah. sebab itulah, mrk jg menginginkan agar pemerintah afghanistan bs secepatnya membersihkan kejahatan2 transnasional, peredaran narkoba, ekstrimisme, dan terorisme yg terjadi di dalam negerinya itu sendiri.

masalahnya, jk amrik dkk sdh sepenuhnya meninggalkan afghanistan pd 2014, sdh siap 100% kah pasukan militer dan polisi nya tuk menjaga kamtibmas?? lalu, apakah SCO jg mempercayai penuh akan penanganan berbagai masalah keamanan dalam negri oleh pemerintah afghanistan sendiri??

kedepannya, semua mmg msh misteri.... malus
Page 10 of 12 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n