Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n
Total Views: 14225 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 12 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12

kampaa - 03/08/2012 12:04 AM
#221

Quote:
Original Posted By ojongonole
kan sdh jelas tercantum spt ini, gan;

Spoiler for Sandaran strategis


Pakistan menganggap Afganistan adalah sandaran strategis menghadapi India, musuh bebuyutan Pakistan di Asia Selatan. Hal ini mendorong ISI tetap bermain di Afganistan dan mendorong ISI mendirikan Taliban tahun 1994. Keberhasilan Taliban menguasai Kabul dan sekitar 90 persen wilayah Afganistan tahun 1996 tak lepas dari peran Pakistan di Afganistan.

Akan tetapi, setelah berkuasa di Afganistan, karakter radikal Taliban terkuak. Taliban beraliansi dengan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden yang kerap menyerang sasaran Barat. Ini membuat posisi Pakistan sebagai pengorbit Taliban menjadi sulit. Pakistan menjadi sasaran tekanan Barat agar mengakhiri hubungan dengan Taliban. Tragedi 11 September 2001 di AS mendorong Pakistan mengakhiri hubungan dengan Taliban.

Presiden Pakistan saat itu Pervez Musharraf memilih beraliansi dengan AS yang bertempur dan akhirnya menumbangkan Taliban. Konferensi internasional tentang Afganistan pada Desember 2001 di Bonn, Jerman, menghasilkan keputusan untuk membentuk pemerintahan interim di bawah pimpinan Hamid Karzai. Susunan kabinet Karzai pun didominasi aliansi utara, musuh Pakistan di Afganistan. Presiden Pervez Musharraf dan ISI kecewa pada konferensi Bonn karena tidak mengakomodasi kepentingan strategis Pakistan di Afganistan. Konferensi Bonn menaikkan musuh-musuh Pakistan ke tampuk kekuasaan.

Hal itu mendorong Pakistan meninjau kembali kebijakannya di Afganistan dan mulai tercium riak-riak tentang perilaku ISI bermain mata dengan Taliban. Karena itu, meski Musharraf memilih berkoalisi dengan AS untuk menumbangkan Taliban, tetap ada kecurigaan tentang aksi main mata antara ISI dan Taliban. Presiden Afganistan Hamid Karzai sering menuduh ISI memainkan peran ganda, mendukung perang melawan teroris yang digalang AS sekaligus bermain mata dengan Taliban.


rekam jejak ISI kan sdh biasa terlibat dlm dukungannya di berbagai kasus gerakan militan sayap kanan di kashmir, india dan afghanistan.... semuanya demi melawan musuh bebuyutannya, yakni India... malus



1. serangan rame2 dr kaum taliban ke kabul pd beberapa minggu yg lalu??
2. tp, status afghanistan sdh jd sekutu utama amrik, apa SCO msh berminta tuk msk lbh jauh ke afghanistan??
3. bukankah ISAF itu di bwh komando PBB?? krn mrk dibentuk oleh PBB, bukan oleh NATO... bingungs


Ngeles dikit ah lol

Itukan dulu, sekarang? Kalo serangan yang di wilayah India langsung sih masuk akal (dan ini berarti lepas dari konteks dukungan terhadap Taliban).

Lagian, buat apa dia dukung Taliban? Walau masuk akal (baca: ada untungnya dapat dukungan Taliban) tapi seberapa besar sih dukungan tersebut dalam konteks Pakistan vs India?

- Afgan berbatasan langsung dengan India = tidak.
- Afgan / Taliban punya angkatan bersenjata big enough untuk diperhitungkan sebagai sekutu melawan India = tidak.
- India punya kepentingan di Afgan = ga tau, tapi kayanya ga besar2 amat.. India paling mikir energy (bisa dapat dari sumber2 lain) sama IT (bisnis dengan US / negara yang cukup maju untuk care dengan IT). Belum lagi diaspora India di mana2 bisa ngirim duit.. pendeknya, ga bisnis dengan Afgan juga ga masalah buat India.
- Militansi Taliban bisa dibelokkan ke India = mungkin, tapi tetap aja musuh mereka (Taliban) Amrik, bukan India.

Jadi ya.. pendapat gw, "alasan India" tidak signifikan bagi Pakistan (ISI) untuk ngebantuin Taliban.
ojongonole - 03/08/2012 01:08 AM
#222

Quote:
Original Posted By kampaa
Ngeles dikit ah lol

Itukan dulu, sekarang? Kalo serangan yang di wilayah India langsung sih masuk akal (dan ini berarti lepas dari konteks dukungan terhadap Taliban).

Lagian, buat apa dia dukung Taliban? Walau masuk akal (baca: ada untungnya dapat dukungan Taliban) tapi seberapa besar sih dukungan tersebut dalam konteks Pakistan vs India?

- Afgan berbatasan langsung dengan India = tidak.
- Afgan / Taliban punya angkatan bersenjata big enough untuk diperhitungkan sebagai sekutu melawan India = tidak.
- India punya kepentingan di Afgan = ga tau, tapi kayanya ga besar2 amat.. India paling mikir energy (bisa dapat dari sumber2 lain) sama IT (bisnis dengan US / negara yang cukup maju untuk care dengan IT). Belum lagi diaspora India di mana2 bisa ngirim duit.. pendeknya, ga bisnis dengan Afgan juga ga masalah buat India.
- Militansi Taliban bisa dibelokkan ke India = mungkin, tapi tetap aja musuh mereka (Taliban) Amrik, bukan India.

Jadi ya.. pendapat gw, "alasan India" tidak signifikan bagi Pakistan (ISI) untuk ngebantuin Taliban.


tuk sementara ane jd pakar kebijakan LN dadakan, dulu dah... malu:

Spoiler for daratan

kalo ente melihatnya semata-mata pd masalah perbatasan darat saja, ya gak bakal ketemuan hubungan antara Pakistan dgn afghanistan dan india. juga bkn soal afghanistan pny kekuatan tempur yg besar tuk melawan india. tp, jk melihat kepentingan regional terutama pd era 1990-an, akan sngt terlihat jelas, bhw bg pakistan, afghanistan sbg tetangga belakangnya jk gak di urus dgn baik dan benar akan menambah kerepotan bg islamabad sendiri dlm menghadapi konfrontasi politik dgn India, terutama soal sengketa wilayah kashmir. maka, agar afghanistan bs diatur dgn baik dan benar, pakistan wajib dan perlu ikut campur dlm urusan rumah tangga mereka.

lalu, ISi memunculkan pasukan Taliban dari pakistan tuk diteruskan ke afghanistan. apalg di wilayah pakistan sendiri, terutama yg berbatasan langsung dgn afghanistan dr jaman perang dingin sampe skrg, tak sdkt kaum fundamentalis, militan sayap kanan yg msh sk berkeliaran disana yg bersenjata api dgn bebas. keberhasilan pakistan dlm mengelola konflik di afghanistan, akan bs berdampak positif bg dukungan kaum militan sayap kanan dr afghanistan-pakistan tuk diteruskan ke wilayah kashmir dan india, yg berada di halaman depan pakistan. sehingga, pandangan kebijakan LN pakistan itu tetap terus dibawa hingga skrg (tentunya paham tsb dianut oleh para petinggi ISi dan militer pakistan yg beraliran radikal sayap kanan), walopun pakistan sdh jd sekutu utama amrik di luar NATO. ya contohnya soal ISI yg berhasil menyembunyikan osama bin laden di Pakistan sendiri.

soal dekat tidaknya antara hubungan ISI dgn osama sendiri sih, mgkn ada kaitannya dgn keterlibatan salah seorang petinggi ISI dlm kasus WTC 11 9 2001, yg sampe skrg malah jd gelap. sempat muncul pecah kongsi antara ISI dgn taliban pasca WTC 11 9 2001 slama beberapa tahun kemudian, tp mslh tsb tak berlangsung lama. ISI kembali terlanda CLBK. krn, kepentingan regional di asia selatan bg pakistan sama2 pentingnya dgn pakistan berteman baik thd amrik dkk.

Bg pakistan sendiri, tuk mengalahkan India, memerlukan perang yg panjang, jd untuk itulah ISI terus membina hubungan dekat dgn faksi2 militan sayap kanan yg berpotensi tuk meng-ganggu India dlm segala hal. sedangkan, pihak India sendiri sih tak ambil pusing dgn afghanistan, mrk lbh peduli pd sengketa kashmir dgn pakistan yg tak berkesudahan slama puluhan tahun dan telah menimbulkan tiga kali perang besar.



ya kira2 bgitulah.... o

tp, ane sendiri msh belum paham soal gerakan militan sayap kanan di pakistan, apa jg sempat menyebar ke wilayah asia tengah dan RRC....?? malus
PakinTheWarfare - 03/08/2012 10:45 AM
#223

Quote:
Original Posted By ojongonole

1. serangan rame2 dr kaum taliban ke kabul pd beberapa minggu yg lalu??
2. tp, status afghanistan sdh jd sekutu utama amrik, apa SCO msh berminta tuk msk lbh jauh ke afghanistan??
3. bukankah ISAF itu di bwh komando PBB?? krn mrk dibentuk oleh PBB, bukan oleh NATO... bingungs

1. Menurut gw itu masih serangan sporadis, toh cuman berlangsung beberapa jam saja kan? Serangan besar2an itu mungkin kayak Serangan Umum 1 Maret atau Serangan Tentara Vietnam ke Saigon. D

Kalo menurut gw, serangan Taliban itu hanya sebagai bukti eksistensi perlawanan mereka terhadap pasukan pimpinan NATO. Mereka ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa mereka masih eksis dan masih memiliki kemampuan tempur. Seperti yang gw sebut sebelumnya; ini juga untuk meningkatkan morale tempur anggota yang lain.

2. Nah itu buktinya status Afghanistan sudah naik menjadi Observer di SCO. IMHO, China dan Rusia pasti akan terus melakukan lobi untuk melibatkan Afghanistan secara lebih mendalam di SCO.

3. ISAF dibawah komando NATO.. PBB yang membetuk ISAF secara resmi... Membentuk/meresmikan dan memberi komando itu dua hal yang berbeda loh gan.. CMIIW o



Spoiler for hehe
IMHO

Afghanistan dari dulu memang dijadikan "medan tempur" bagi India dan Pakistan. Media menyebutnya "PROXY WAR". Untuk memahami ini kita mesti menarik sejarah lebih jauh. Proxy war ini mulai meningkat sejak keruntuhan Soviet, akhir 80an.

Dulu Soviet memblokade perbatasan selatannya. Blokade ini terjadi hampir selama satu abad sejak Soviet berdiri. Setelah bubar, banyak negara-negara baru pecahan Soviet. Awal 90an negara2 baru ini mulai membuka jalur perdagangan ke arah Selatan (Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Timur). Jalur ini dianggap penting karena negara-negara baru pecahan Soviet ini secara ekonomi dan politik masih belum stabil. Mereka harus membuka peluang kerjasama lebih besar untuk bisa stabil. Terlebih negara2 ini kaya akan SDA (minyak dan gas). Mereka butuh Investor dan Pasar.

Salah satu jalur perdagangan yang menghubungkan negara pecahan Soviet dengan dunia Selatan adalah melalui Quetta-Kandahar-Herat-Ashgabat. Jalur ini melewati Pakistan-Afghanistan-Turkmenistan. Nah, awal tahun 90an jalur perdagangan ini dulu dikuasai oleh perompak, penyamun, dan sejenisnya. Pemerintah Afghanistan (Najibullah) tidak bisa memberikan keamanan di jalur ini, karena dia sendiri digempur oleh Mujahiddin.

Pakistan melihat ini sebagai peluang bisnisnya, untuk menghubungkan negara2 pecahan Soviet yang kaya minyak dan gas menuju ke pasarnya di Asia. Media menyebut pasar di Asia sebagai "FAST GROWING MARKET".

Dulu Pakistan mendukung Hekmatyar, namun setelah muncul Taliban, mereka berbalik menyokong Taliban karena Hekmatyar itu keras kepala! Tujuan mendukung Taliban: UNTUK MENGAMANKAN JALUR PERDAGANGAN TADI! dan Taliban memang berhasil memberantas perampok dan penyamun di sebagian ruas jalan itu tadi.

Kalau ini diteruskan, maka Pakistan bisa mendominasi perekonomian regional. Dominasi ini tentu juga bisa meningkatkan kemampuan militernya. Di sini lah titik dimana INDIA MERASA TERANCAM!

Ketika Taliban semakin besar dan berhasil merebut Kandahar, Herat, dan Kabul (1996). India lalu mendukung pasukan Aliansi Utara yang dipimpin Jenderal Abdul Rashid Dostum. Jadilah PROXY WAR antara INDIA (yang mendukung Aliansi Utara) melawan PAKISTAN (yang mendukung Taliban). Dalam perang ini, Pakistan keluar sebagai pemenang! Tentu saja India gondok... Hehe

S/d tahun 2010, India menginvestasikan US$1,3 juta untuk proyek bantuan di Afghanistan. Kalau pengaruh Pakistan dalam pemerintah Afghanistan kuat, proyek2 jutaan dollar milik India di Afghanistan dapat dipastikan mandek semua D

Tahun 2011, mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf pernah menyebut bahwa Afghanistan itu memang menjadi PROXY WAR antara India dan Pakistan.

IMHO, CIA pasti tahu persis kalau sekutu mereka, ISI Pakistan, dari dulu sampai sekarang mendukung Taliban. Tapi ya mereka diem aja....

Cek:
http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2010/may/06/india-pakistan-afghanistan-exit
kampaa - 03/08/2012 12:28 PM
#224

Langsung Ojongnole sama Pakin ya..

Terlepas dari rebutan pengaruh dan sebagainya, Afganistan itu ga ada pengaruh apa2.

Okelah Pakistan "menang" perang dengan Taliban naik, tapi selain kalah gengsi apa sih pengaruhnya buat India?

Pakistan ketambahan "tentara" berupa 100 pick up penuh orang bawa AK? Really??

Mending kalo yang menang / di bantu rezim yang emang pengen maju, bolehlah, sekarang ancur, sepuluh - dua puluh tahun kedepan ekonomi maju merasa utang budi terus ngasih dukungan yang benar2 matter untuk Pakistan. Lah ini sekolah aja di larang (mungkin ada, tapi tau lah gimana..) gimana mau maju?

Dari sisi geografis juga, coba liat peta deh:

http://www.lib.utexas.edu/maps/commonwealth/caucasus_cntrl_asia_pol_00.jpg

Asia tengah:

- Tajikistan = akses langsung ke Cina.
- Kyrgistan = Cina atau kalo mau ke Eropa (Rusia) via Kazakhstan
- Uzbek = mau ke Cina atau Eropa ga harus lewat Afgan
- Turkmenistan juga gitu, nyebrang Kaspia udah bisa ke mana2.

Dulu mungkin beda pas masih perang dingin, tapi pas perang dingin negara2 ini kan urusannya sama Rusia (Uni Sovyet). Pasca perang dingin, Rusia buka diri, Cina mulai naik = pasar yang besar.

Emang sih, ga ada ruginya jalur Afganistan aman, tapi tetap aja kalo dari negara2 Asia Tengah di atas harus nyebrang Afganistan, Pakistan, baru dapat laut. Naik kapal lagi..

Ga rugi dan ga akan mati mereka kalo ga lewat Afganistan.

Jadi ya.. perang gengsi tapi nilai sebenarnya ga ada. Kecuali si pemenang dapat 100% hasil Afganistan (apapun itu) baru lain cerita.
kampaa - 03/08/2012 12:40 PM
#225

Ini jalur energi Asia Tengah, teorinya sih, kalo minyak + gas aja bisa lewat bikin jalan buat lewat barang / manusia juga harusnya ga masalah / masih mungkin:

Paling besar: Kazakstan:

http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_policy_of_Kazakhstan:

Quote:
Main oil export routes are the Caspian Pipeline Consortium and the Atyrau-Samara oil pipeline to Russia, and Kazakhstan-China oil pipeline to China. Kazakhstan is also a transit country for the Omsk (Russia) -Pavlodar (Kasakhstan) -Shymkent - Türkmenabat (Turkmenistan) pipeline. The Baku-Tbilisi-Ceyhan pipeline and Neka in Iran could be supplied by oil tankers. In addition, for the export to neighboring countries the rail transport is used.


Uzbek:

http://www.globalsecurity.org/military/world/centralasia/uzbek-energy.htm

Quote:
Uzbekistan exports natural gas to Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia, Ukraine, and Tajikistan. Uzbekistan has an arrangement with Tajikistan trading natural gas for pipeline passage rights, and in 2000, Uzbekistan traded $25 million of gas for this transit right for the pipeline that crosses the Leninabad region in northern Tajikistan. Under current arrangements, gas from Turkmenistan transits across Uzbekistan. A typical route is Uzbekistan-Kazakhstan-Russia.


Yang lain lebih kecil dan kurang lebih sama.

Ga lewat Afganistan juga baik2 aja.. sebelahnya Cina, jalan dikit sampe Eropa, lapar energi semua itu.
ojongonole - 03/08/2012 05:41 PM
#226

walopun pd masa lalu, berbagai kerajaan besar sempat bertarung tuk saling memperebutkan wilayah afghanistan. kalo di masa skrg, ada artikel bgs disini, bg yg msh kurang percaya thd arti strategisnya wilayah afghanistan;

Spoiler for No proof


But Islamabad says it is working with its international partners in hunting down the Taliban. And the Taliban's former ambassador to Pakistan, Abdul Salam Zaeef, says there is no proof of a link between the ISI and the Afghan Taliban. "I have no proof that Pakistan is supporting the Taliban," he told the BBC, "or that the ISI is providing money to them... or other support to provide weapons." Even so, Pakistan's role in Afghanistan is viewed as critical.

Last week Afghan intelligence chief Amrullah Saleh resigned, saying he had become an obstacle to plans to talk to the Taliban. Mr Saleh told Reuters news agency a day after quitting that the ISI was "part of the landscape of destruction" in Afghanistan and accused Pakistan of sheltering Taliban leaders in safe houses. Pakistan has always denied such claims and points to arrests and military offensives against the militants on its side of the border. Nevertheless, parts of the tribal north-west of Pakistan bordering Afghanistan remain strongholds for the militants.

The BBC's Quentin Sommerville in Kabul says there is a growing understanding that military action alone will not be enough to bring peace in Afghanistan. "Without a change in Pakistani behaviour it will be difficult if not impossible for international forces and the Afghan government to make progress against the insurgency," the report concludes.


Spoiler for In the dark

The Soviet invasion of Afghanistan in December 1979 transformed the regional setting. All foreign assistance to mujahideen rebels at that time arrived via Pakistan, to be handled by the ISI whose Afghan bureau co-ordinated operational activities with the seven guerrilla militias.

This was done in such secrecy that the Pakistani military itself was kept in the dark. Foreign money helped to establish hundreds of madrassas (religious schools) in Pakistan's cities and frontier areas. These turned out thousands of Taliban (students) who joined the mujahideen in the anti-Soviet campaign. The ISI managed this operation, handling tens of thousands of tons of ordnance every year and co-ordinating the action of several hundred thousand fighters in great secrecy.

In 1989, the Soviet Union withdrew its forces. The 10-year-long Afghan war not only bestowed on the ISI huge experience of covert warfare, it also created for it a vast reserve of motivated manpower that could be used as its proxy in the geo-strategic horseplay of regional powers.

Despite denials from Islamabad, correspondents say there is plenty of evidence that in 1988, without directly involving Pakistan in a conflict, the ISI moved Islamic militants from Afghanistan to Indian-administered Kashmir to start an insurgency there.
India has repeatedly accused Pakistan, and especially the ISI, of involvement in Kashmir and in attacks elsewhere in India - including the 2008 Mumbai (Bombay) attacks in which gunmen killed 165 people.


[code]
http://www.bbc.co.uk/news/10302946
http://www.bbc.co.uk/news/world-south-asia-13272009
[/code]

.... o
kampaa - 03/08/2012 08:08 PM
#227

^^ Di masa lalu, sekarang dan saya yakin di masa depan, bangsa2 berperang di mana2. Ada yang punya alasan bagus, ada yang demi alasan ga penting. Contoh Timtim, kalo militer kita kuat mungkin kita sudah perang dengan Amrik + Aussie. Demi apa? Minyak yang cuma seuprit? Yang concern paling cuma kita sama Aussie. Lain halnya kalo kita nutup selat Malaka dari Arab sampe Cina pasti komplen semua.

Kalo ga ada nama Usamah, ga ada peristiwa WTC, ga akan ada yang ganggu Taliban. Mereka mau bikin apa disana asal ga ngeledakkan 100 nuklir ga akan ada yang peduli.

Pakistan punya 150 juta penduduk, sebagian besar pendidikan rendah. Tanpa bantu Taliban pun mereka punya banyak orang untuk ngelawan India. Emang sih India jauh lebih besar.. tapi sekali lagi, berapa banyak sih yang bisa / mau dikerahkan Taliban buat perangnya "orang lain"? Cukup "worth" kah sekian orang ini dengan bantuan ISI? Seandainya disuruh pake duit sendiri dan bukan dari Arab yang ga tau lagi mau bikin apa dengan duitnya kira2 mau ga ISI bantu Taliban?

Anyway, kayanya agree to disagree aja deh, tapi pendapat saya Afganistan / Taliban itu ga banyak pengaruh. Mau debunk ini? Kasih penjelasan yang masuk akal mengenai peran signifikan (baca: bisa mempengaruhi banyak orang - selain Usamah dan WTC tentu) Afganistan / Taliban. Kalo cuma perang, apalagi perang karena gengsi (apa coba yang didapat Sovyet dari Afganistan?) ga masuk hitungan karena selain "ego yang membumbung" itu kan ga ada nilai strategis apa2.
ojongonole - 03/08/2012 09:50 PM
#228

Quote:
Original Posted By kampaa
^^ Di masa lalu, sekarang dan saya yakin di masa depan, bangsa2 berperang di mana2. Ada yang punya alasan bagus, ada yang demi alasan ga penting. Contoh Timtim, kalo militer kita kuat mungkin kita sudah perang dengan Amrik + Aussie. Demi apa? Minyak yang cuma seuprit? Yang concern paling cuma kita sama Aussie. Lain halnya kalo kita nutup selat Malaka dari Arab sampe Cina pasti komplen semua.

Kalo ga ada nama Usamah, ga ada peristiwa WTC, ga akan ada yang ganggu Taliban. Mereka mau bikin apa disana asal ga ngeledakkan 100 nuklir ga akan ada yang peduli.

Pakistan punya 150 juta penduduk, sebagian besar pendidikan rendah. Tanpa bantu Taliban pun mereka punya banyak orang untuk ngelawan India. Emang sih India jauh lebih besar.. tapi sekali lagi, berapa banyak sih yang bisa / mau dikerahkan Taliban buat perangnya "orang lain"? Cukup "worth" kah sekian orang ini dengan bantuan ISI? Seandainya disuruh pake duit sendiri dan bukan dari Arab yang ga tau lagi mau bikin apa dengan duitnya kira2 mau ga ISI bantu Taliban?

Anyway, kayanya agree to disagree aja deh, tapi pendapat saya Afganistan / Taliban itu ga banyak pengaruh. Mau debunk ini? Kasih penjelasan yang masuk akal mengenai peran signifikan (baca: bisa mempengaruhi banyak orang - selain Usamah dan WTC tentu) Afganistan / Taliban. Kalo cuma perang, apalagi perang karena gengsi (apa coba yang didapat Sovyet dari Afganistan?) ga masuk hitungan karena selain "ego yang membumbung" itu kan ga ada nilai strategis apa2.



ya silakan ente komplain ke ISI sono, ngapain sih mrk capek2 ngurusin afghanistan (buang2 waktu, uang, dan tenaga) dan sk bikin masalah di kashmir ama India.... mmg trmasuk unik bngt sih, kebijakan2 politik LN ala ISI tsb... malu:

btw, kt siapa Pakistan sanggup melawan India sendirian?? mrk sdh tiga kali perang besar dlm sengketa perbatasan, tp hasilnya tetap nihil kok sampe skrg... o
PakinTheWarfare - 04/08/2012 01:51 AM
#229

Quote:
Original Posted By kampaa
Ini jalur energi Asia Tengah, teorinya sih, kalo minyak + gas aja bisa lewat bikin jalan buat lewat barang / manusia juga harusnya ga masalah / masih mungkin:

Paling besar: Kazakstan:

http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_policy_of_Kazakhstan:



Uzbek:

http://www.globalsecurity.org/military/world/centralasia/uzbek-energy.htm



Yang lain lebih kecil dan kurang lebih sama.

Ga lewat Afganistan juga baik2 aja.. sebelahnya Cina, jalan dikit sampe Eropa, lapar energi semua itu.

Coba ente cek jalur2 pipa minyak itu, kebanyakan jalur pipa di atas menuju Barat (Eropa), Utara (Rusia), dan Timur (China). Ada satu jalur yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu SELATAN (untuk disalurkan ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Timur)! Terlebih banyak daerah potensi minyak dan gas di Asia Tengah belum dieksplorasi.

Perusahaan minyak dan gas dari China, AS, Iran, dan Rusia memiliki rencana tersendiri mengenai kemana jalur pipa ini akan terbentang. Bahkan pada dekade tahun 90an, perusahaan asal Argentina (Bridas - skrg bernama BP Amoco Argentina) sering melakukan lobi kepada petinggi Taliban untuk mendukung rencana pendirian pipa minyak dan gas dari Asia Tengah ke........... Selatan !

Kenapa perlu pengembangan jalur pipa ke Selatan?

1. Pipa oil and gas dari Asia Tengah ke Barat dulunya adalah milik Soviet yang kini dikuasai penuh oleh Rusia. Dalam hal ini, Rusia sangat berkuasa atas pipa-pipa miliknya. Contoh: Rusia pernah membatasi ekspor minyak Turkmenistan, karena minyak dari Turkmenistan (yg dikelola pihak Barat) menyaingi ekspor minyak Rusia ke Siberia. Tahun 1992 bahkan Rusia pernah menolak membayar minyak Turkmenistan. Untuk itu, presiden Turkmenistan pada waktu itu (Niyazov) membutuhkan JALUR BARU agar tidak bergantung terus2an kepada Rusia, yaitu melalui jalur SELATAN !

2. Negara2 pecahan Soviet sangat membutuhkan PASAR ! Mereka tidak bisa terus menerus bergantung pada pipa milik Rusia ! Mereka harus menjual minyak untuk memperkuat perekonomiannya, karena negara mereka secara ekonomi dan politik belum stabil ! Mereka harus menjual minyaknya, yaitu ke SELATAN !

3. Sebagian besar eksplorasi minyak dan gas di negara pecahan Soviet dilakukan oleh perusahaan dari Barat ! Kurun waktu 94-98 sudah terdapat 24 perusahaan dari 13 negara yang menandatangani kontrak dengan negara2 Asia Tengah. Mengingat mayoritas perusahaan2 ini BERASAL DARI BARAT, maka membangun jalur pipa ke SELATAN melewati Iran bukanlah pilihan yang bijak. Membangun pipa ke arah Timur (China) juga tentu akan ditentang. Maka diambil lah jalur ke SELATAN yang lebih singkat, yaitu ke....... AFGHANISTAN ! Rencana ini pernah tertuang dalam sebuah proyek pipa TAPI (Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India)!

Quote:
Original Posted By kampaa
Ga rugi dan ga akan mati mereka kalo ga lewat Afganistan.

Di sini lah dilemanya negara2 Asia Tengah. Pipa-pipa itu terpaksa harus melewati Afghanistan. Jika tidak demikian, mau sampai kapan negara Asia Tengah terus bergantung dengan pipa milik Rusia? Mereka butuh jalur pipa baru untuk menghidupi negaranya, karena pasca Soviet runtuh, rakyat mereka banyak yang miskin, pengangguran, memberontak, dll.... mereka membutuhkan stabilitas ekonomi... dan juga politik.

Justru, jika pipa ini tidak melewati Afghanistan, maka mereka (negara Asia Tengah dan perusahaan Barat) AKAN RUGI BESAR ! Terlebih China dan Iran juga ikut berebut kue minyak dan gas di Asia Tengah ! Dan kebetulan dilema ini terjadi pada dekade 90an ketika Taliban berkuasa di Afghanistan.. !
kampaa - 04/08/2012 06:11 AM
#230

Quote:
Original Posted By ojongonole
ya silakan ente komplain ke ISI sono, ngapain sih mrk capek2 ngurusin afghanistan (buang2 waktu, uang, dan tenaga) dan sk bikin masalah di kashmir ama India.... mmg trmasuk unik bngt sih, kebijakan2 politik LN ala ISI tsb... malu:

btw, kt siapa Pakistan sanggup melawan India sendirian?? mrk sdh tiga kali perang besar dlm sengketa perbatasan, tp hasilnya tetap nihil kok sampe skrg... o


Gw ga bilang ISI salah (bego), kalo mau tunjuk2an gw bilang yang bego (atau halusnya "kurang masuk akal") itu contohnya Uni Sovyet and Amerika perang di Afganistan dulu. Buktinya begitu Sovyet pergi baik Sovyet dan Amerika bisa di bilang ga peduli lagi Afganistan jadi apa.

Pendapat gw ISI ini pintar, mereka memanfaatkan Taliban sebagai alat untuk cari uang. Duit buat Taliban itu duit siapa sih? Itu kan uang dari simpatisan2 dan ga mungkin dikasih gitu aja. Ga ada milyuner Arab datang terang2an bawa koper duit ke Afganistan. Yang ada, kasih (transfer) ke salah satu rekening ISI, diputar2, cuci, jadi senjata dan mobil pick up buat Taliban. Tentu, ada fee nya.

Sama Amrik juga digituin, dari bantuan militer sampe road tax ke Afganistan:

http://tribune.com.pk/story/384794/reopening-nato-supply-govt-justifies-5000-fee-for-shipping-contain ers/

(note: makanya kalo ada yang pro sama Taliban karena sentimen tertentu, tuh, protes dulu sama yang paling dekat, si enabler).

Apa ISI juga dapat? Terus terang gw belum sempat dengar tapi 99% pastilah..

Jadi ISI berkepentingan Taliban terus ada karena mereka cari duit dari situ.

Soal Pakistan vs India, emang benar, ga akan menang Pakistan head to head sama India. Poin gw, daripada cape2 miara Taliban (kalau pake duit sendiri) mending duitnya di pake buat tambah2 ngelatih tentara sendiri deh. Masih banyak orang yang ga kepake di sana.

Quote:
Original Posted By PakinTheWarfare
Coba ente cek jalur2 pipa minyak itu, kebanyakan jalur pipa di atas menuju Barat (Eropa), Utara (Rusia), dan Timur (China). Ada satu jalur yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu SELATAN (untuk disalurkan ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Timur)! Terlebih banyak daerah potensi minyak dan gas di Asia Tengah belum dieksplorasi.

Perusahaan minyak dan gas dari China, AS, Iran, dan Rusia memiliki rencana tersendiri mengenai kemana jalur pipa ini akan terbentang. Bahkan pada dekade tahun 90an, perusahaan asal Argentina (Bridas - skrg bernama BP Amoco Argentina) sering melakukan lobi kepada petinggi Taliban untuk mendukung rencana pendirian pipa minyak dan gas dari Asia Tengah ke........... Selatan !

Kenapa perlu pengembangan jalur pipa ke Selatan?

1. Pipa oil and gas dari Asia Tengah ke Barat dulunya adalah milik Soviet yang kini dikuasai penuh oleh Rusia. Dalam hal ini, Rusia sangat berkuasa atas pipa-pipa miliknya. Contoh: Rusia pernah membatasi ekspor minyak Turkmenistan, karena minyak dari Turkmenistan (yg dikelola pihak Barat) menyaingi ekspor minyak Rusia ke Siberia. Tahun 1992 bahkan Rusia pernah menolak membayar minyak Turkmenistan. Untuk itu, presiden Turkmenistan pada waktu itu (Niyazov) membutuhkan JALUR BARU agar tidak bergantung terus2an kepada Rusia, yaitu melalui jalur SELATAN !

2. Negara2 pecahan Soviet sangat membutuhkan PASAR ! Mereka tidak bisa terus menerus bergantung pada pipa milik Rusia ! Mereka harus menjual minyak untuk memperkuat perekonomiannya, karena negara mereka secara ekonomi dan politik belum stabil ! Mereka harus menjual minyaknya, yaitu ke SELATAN !

3. Sebagian besar eksplorasi minyak dan gas di negara pecahan Soviet dilakukan oleh perusahaan dari Barat ! Kurun waktu 94-98 sudah terdapat 24 perusahaan dari 13 negara yang menandatangani kontrak dengan negara2 Asia Tengah. Mengingat mayoritas perusahaan2 ini BERASAL DARI BARAT, maka membangun jalur pipa ke SELATAN melewati Iran bukanlah pilihan yang bijak. Membangun pipa ke arah Timur (China) juga tentu akan ditentang. Maka diambil lah jalur ke SELATAN yang lebih singkat, yaitu ke....... AFGHANISTAN ! Rencana ini pernah tertuang dalam sebuah proyek pipa TAPI (Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India)!


Di sini lah dilemanya negara2 Asia Tengah. Pipa-pipa itu terpaksa harus melewati Afghanistan. Jika tidak demikian, mau sampai kapan negara Asia Tengah terus bergantung dengan pipa milik Rusia? Mereka butuh jalur pipa baru untuk menghidupi negaranya, karena pasca Soviet runtuh, rakyat mereka banyak yang miskin, pengangguran, memberontak, dll.... mereka membutuhkan stabilitas ekonomi... dan juga politik.

Justru, jika pipa ini tidak melewati Afghanistan, maka mereka (negara Asia Tengah dan perusahaan Barat) AKAN RUGI BESAR ! Terlebih China dan Iran juga ikut berebut kue minyak dan gas di Asia Tengah ! Dan kebetulan dilema ini terjadi pada dekade 90an ketika Taliban berkuasa di Afghanistan.. !


Memang benar sempat ada negosiasi soal pipa minyak lewat Afganistan. Tapi siapa berani jamin Afganistan + Pakistan (mau ga mau harus lewat Pakistan) ga akan minta fee macam2? Terus itu kan ga langsung nyampe ke konsumen, tapi ke pelabuhan di Pakistan, angkut lagi pake tanker. So, fee Afganistan + Pakistan (liat kasus road tax di atas) + tanker, mana yang lebih besar dibanding pipa lewat Rusia?

(beneran ga tau, cuma mau bilang kalo pipa Afganistan belum tentu menyelesaikan masalah).

Terus yang di bold:

Negara Asia Tengah: Produsen
Cina: Konsumen

Dimanakah letak Cina? Tepat di samping Asia Tengah, ga perlu lewat Afganistan.

Perusahaan barat ga mau jual ke China? Suruh aja Petro China. Lagian, sulit dipercaya korporasi barat nolak uang.

Yang paling besar "ketergantungannya" sama Afganistan ya Turkmenistan sama Uzbekhistan tapi tetap aja bisa deal sama tetangga2 lain kalo emang Afganistan (dan sekali lagi, Pakistan yang kebijakannya kesana kemari) macam2.

Dengan kata lain, Afganistan boleh jadi penting, tapi tanpa Afganistan (yang aman) pun mereka udah survive puluhan tahun.

TAPI udah deal kalo ga salah. Inipun India sebagai konsumen masih ketar ketir dengan (kebijakan) Pakistan.
goed.adit - 04/08/2012 08:48 AM
#231

Quote:
Original Posted By kampaa
Langsung Ojongnole sama Pakin ya..

Terlepas dari rebutan pengaruh dan sebagainya, Afganistan itu ga ada pengaruh apa2.

Okelah Pakistan "menang" perang dengan Taliban naik, tapi selain kalah gengsi apa sih pengaruhnya buat India?


Jangan remehkan persaingan dua saudara ini (India-Pakistan).

Taliban milih baik-baik dengan Pakistan supaya mereka dibiarkan berkuasa dan Pakistan gak ngobok2 Afghan secara langsung. (Pakistan gak pernah mengadu faksi2 Afghan, tapi sangat pemilih dalam kassi bantuan) Sementara bagi Pakistan, mereka butuh Afghanistan dari doktrin yang menjadikan Afghan sebagai baris belakang jika ada perang dengan India. Jika bisa menghalangi munculnya jalur pipa minyak Iran-India, itu keuntungan jugak. Tapi sebagai sekutu Cina, mereka pasti dilibatkan jika ada jalur pipa Iran-Cina.

Sementara itu pemerintah Karzai saat ini memilih mendekat ke India, mereka memandang jalur pipa Iran-India adalah potensi strategis u/ pemasukan. Dan bagaimana mungkin Karzai mau percaya rezim yang mendukung musuhnya?

Cuma gocapan dari ane....
PakinTheWarfare - 04/08/2012 09:26 AM
#232

Quote:
Original Posted By kampaa
Memang benar sempat ada negosiasi soal pipa minyak lewat Afganistan. Tapi siapa berani jamin Afganistan + Pakistan (mau ga mau harus lewat Pakistan) ga akan minta fee macam2? Terus itu kan ga langsung nyampe ke konsumen, tapi ke pelabuhan di Pakistan, angkut lagi pake tanker. So, fee Afganistan + Pakistan (liat kasus road tax di atas) + tanker, mana yang lebih besar dibanding pipa lewat Rusia?

(beneran ga tau, cuma mau bilang kalo pipa Afganistan belum tentu menyelesaikan masalah).

Ya tentu lah ada fee jika melewati Afghanistan dan Pakistan. Dulu AS sering melakukan negosiasi dengan Taliban. Bahkan tahun 1997 utusan Taliban diundang ke AS dan Arab Saudi untuk membicarakan proyek ini. Harapanya agar Taliban merestui dan ikut mengamankan jalur yang akan dilewati oleh pipa ini. Karena tahun 1997, Taliban sudah menguasai penuh kawasan2 yang direncanakan akan dilewati pipa baru.

Ya lo pikir aja sendiri. Gw dah kasi contoh kalo Rusia bahkan pernah MENOLAK MEMBAYAR minyak Turkmenistan (tahun 90an)! Kalau begini terus ya mereka GAK BAKAL DAPAT PASAR dan bakal mudah DIDIKTE RUSIA! Trus produksi minyak dan gas mereka MAU DIJUAL KEMANA ?

Makanya butuh INVESTASI ! Biayanya memang mahal, tapi itulah keputusan sejumlah perusahaan yang tergabung dalam konsorsium proyek TAPI Pipeline !

Memang bener, dari Pakistan masih butuh pengangkutan lagi ke konsumen yang tersebar di seluruh dunia.Tapi ingat, secara geografis Pakistan juga terletak di Laut Arab dan berada persis di bibir Selat Hormuz, dimana 40% distribusi minyak dan gas dunia lewat. Nah, dari sini sudah relatif mudah distribusi minyak, dan pasar potensialnya ke SELURUH DUNIA ! Jadi negara Asia Tengah tidak bergantung ke Rusia melulu dan tidak ekspor minyaknya ke Eropa melulu lewat jalur Utara! D
Quote:
Terus yang di bold:

Negara Asia Tengah: Produsen
Cina: Konsumen

Dimanakah letak Cina? Tepat di samping Asia Tengah, ga perlu lewat Afganistan.

Perusahaan barat ga mau jual ke China? Suruh aja Petro China. Lagian, sulit dipercaya korporasi barat nolak uang.

Gan, Turkmenistan itu adalah eksportir minyak TERBESAR bagi China. Sudah ada pipa yang diarahkan ke China, pipa ini dikelola oleh perusahaan non-Barat (terutama China).

Banyak pihak yang berebut ingin mengelola kekayaan SDA di Asia Tengah. Masa lu gampang banget bilang nyuruh saja PetroChina yg kelola? Kalo begini nanti China bisa menyedot minyak dan gas lebih besar. Satu hal yang tentunya gak diinginkan pihak Barat. DILEMA !

Gak melulu soal uang, tapi liat implikasi secara ekonomi dan politik jika perusahaan Barat mendirikan pipa ke China ! Kalau pun mereka mau seperti itu, BELUM TENTU juga China mau ! Emangnya China kagak bisa bangun pipa sendiri? Mereka juga punya kemampuan itu kali.. D
Quote:
Yang paling besar "ketergantungannya" sama Afganistan ya Turkmenistan sama Uzbekhistan tapi tetap aja bisa deal sama tetangga2 lain kalo emang Afganistan (dan sekali lagi, Pakistan yang kebijakannya kesana kemari) macam2.

Dengan kata lain, Afganistan boleh jadi penting, tapi tanpa Afganistan (yang aman) pun mereka udah survive puluhan tahun.

TAPI udah deal kalo ga salah. Inipun India sebagai konsumen masih ketar ketir dengan (kebijakan) Pakistan.

IMHO, ini hanya perebutan KUE pengelolaan minyak dan gas Asia Tengah oleh banyak perusahaan dari Asia dan Barat. Jalur Utara dikuasai Rusia, jalur Timur dikuasai China. Maka Barat hanya memiliki dua opsi, yaitu jalur Barat dan SELATAN !

Jalur ke Barat bukan tidak bermasalah, jalur ini akan melewati Laut Kaspia. Sebagian kawasan ini juga dikuasai Iran. Setelah melewati Laut Kaspia, jalur ini akan menuju Turki dengan terlebih dahulu melewati Armenia atau Georgia, dua negara dimana pengaruh Rusia cukup besar !

Itulah kenapa akhirnya perusahaan Barat memilih jalur ke Selatan melewati Afghanistan !
ojongonole - 04/08/2012 11:53 AM
#233

Quote:
Original Posted By kampaa
Gw ga bilang ISI salah (bego), kalo mau tunjuk2an gw bilang yang bego (atau halusnya "kurang masuk akal") itu contohnya Uni Sovyet and Amerika perang di Afganistan dulu. Buktinya begitu Sovyet pergi baik Sovyet dan Amerika bisa di bilang ga peduli lagi Afganistan jadi apa.


sori, gan, ane gak bermaksud merendahkan spt itu kpd siapa pun di sini.... malu:

btw....ah iya, ini satu hal lg tuk menunjukkan betapa pentingnya posisi wilayah afghanistan yg sngt strategis, baik bg amrik maupun pakistan dlm kebijakan politik LN mereka di kawasan asia selatan;

Spoiler for strategis 1

Afghanistan: Its Geo-strategic Significance

Afghanistan with a noticeable sizeable chunk of geometrically regular territorial configuration lies at the intersection of the Indian Sub-Continent (Pakistan), the Middle East (Iran), Central Asia (Turkmenistan, Uzbekistan and Tajikistan) and China (The Wakhan Corridor). In terms of International borders, the details are Pakistan (2430 km); Iran (936 km); Tajikistan (1206 km); Uzbekistan (137 km); Turkmenistan (744 km), and China (75 km).

While the theory of buffer states may no longer be operative, but the considerations of regional balance of power and a country’s location affording geo-strategic access to strategically vital regions especially in terms of energy security are strong strategic determinations today. In terms of United States national security interests and regional strategy, Afghanistan offers better long term strategic prospects than Pakistan. Afghanistan's landlocked location should be no impediment to the United States which has conquered gegraphical constraints by air-mobility.

American strategic planners seem to view strategic access to Afghanistan, through the long torturous routes through Pakistan emanating from Karachi to Kabul via the Khyber Pass. The United States has now awoken to the much shorter route from Iran (Chahbahar Port) and then via the Indian constructed link road joining the Iranian border to the Afghanistan circular national highway. Geo-strategically, if the United States wishes to adhere to Brezezinski’s famous precept of USA retaining predominance in Eurasia, then Afghanistan with a US-Iran rapprochement in tandem offers the best option.


Spoiler for strategis 2

Pakistan’s Geo-strategic Significance Exaggerated by United States and China

In terms of geographical configuration, Pakistan stands out on the map as an elongated thin slive of territory, more in the nature of a “geographical appendix” of the Indian Sub-continent. Pakistan’s geographical configuration offers no “strategic depth” in relation to its more powerful neighbours and this magnifies her security problems and also her national security uncertainties

Pakistan’s long land borders with India (2912 km); Iran (909 km); Afghanistan (2430 km); and China (523 km) pose serious security problems with its more sizeable neighbors except China, presently. Pakistan has border disputes with Afghanistan and India. Pakistan’s geo-strategic significance has all along in its 60 years plus existence has stood considerably exaggerated by the US strategic planners. Originally, in relation to the Cold War containment strategy, in the 1980s as a spring board for US strategy to confront Soviet occupation of Afghanistan and presently (doubtful strategic utilitiy) in the global war on terrorism.

Pakistan’s geo-strategic significance appeals to US strategic planners only in its value as a “rental state” to meet US strategic ends. China attaches great importance to Pakistan’s geo-strategic location only in terms of giving China land access to the Arabian Sea (Gwadar & Karachi); energy corridor (Gwadur to Xinjiang via Khenjerab Pass); and a Chinese Naval Base in the proximity of the strategic choke point of Hormuz Straits (Gwadur).

In terms of future US containment strategy of China, Afghanistan air bases offers better prospects than Pakistan, provided USA stays embedded in Afghanistan. Afghan air-bases also provide an added strategic asset for US strategic air coverage of the Central Asian Republics and the Middle East. As stated before if the choice confronts Pakistan in terms of strategic support for USA versus China, Pakistan will opt for China. In real terms Pakistan geo-strategically offers no value to USA except for a very remote possibility of use as an India-containment strategy.


Spoiler for strategis 3

Afghanistan’s Geo-political Significance Reinforced by its Strategic Location

Afghanistan geo-politically has existed as a nation state since 1749 onwards and as a political state with recognized boundaries since 1919. In terms of political existence, Afghanistan pre-dates Pakistan by nearly 200 years. Afghanistan by virtue of its geo-strategic location has witnessed political rivalries over it between Russia and the British Empire and also from Iran.

Politically, today, Afghanistan is at peace with Russia, Iran, India and her Central Asia neighbors. There is ample cooperation and trust between them. Pakistan has since 1947 been embroiled in confrontationist stances with Afghanistan. Devoid of geographical strategic depth, Pakistan has always argued that Afghanistan falls within its security perimeter and it should therefore exercise strategic control over it. The Taliban was created by the Pakistan Army as the instrument to execute this design.

In terms of geopolitics, Russia along with Iran and India have a convergence of strategic interests in mantaining Afghanistan as a stable independent entity, free of the virulent Islamist influences emanating from Pakistan. Geo-politically, the United States has a strategic imperatives to retain control over Afghanistan, far transcending the neutralization of Al Qaeda and Taliban. The United States however is in a strategic dilemma as it made its Afghanistan strategy totally dependent on Pakistan Army’s cooperation.

A strategic denouement is underway presently. The United States geopolitically stirs a witches cauldron in Afghanistan by giving primacy to Pakistan Army’s strategic sensitivities to control Afghanistan. Any US exit from Afghanistan induced by combat fatigue engineered by the Pakistan Army, could create a political vacuum which most likely gets filled in by Russia, Iran and India.

- China stands aligned with the Taliban and Pakistan both pre-9/11 and post-9/11 and finds no political support in Afghanistan.
- Afghanistan’s geo-political significance therefore far transcends any dilution of US strategic interest or exit from the Afghanistan scene.
- Afghanistan, both geo-politically and geo-strategically offers the best prospects for the United States to remain “embedded” in Eurasia.
- Pakistan's Geo-political Importance Only in United States, China and Saudi Arabia’s Strategic Calculus
- Pakistan's geo-political importance so far figured only in the strategic calculus of the United States, China and Saudi Arabia.

The reasons for Pakistan figuring in the strategic calculus of USA and China stand spelt out earlier in the Paper. Saudi Arabia has had both a geo-strategic and geo-political interest in Pakistan. It saw Pakistan a strategic balancer of Iran with the same appeal applicable to USA. The United States viewed Pakistan as a springboard for any military strikes on Iran.

Politically, Pakistan offered a fertile ground for promotion of extreme Islami Wahabism all around through Saudi financing of Pakistani Islamist organizations and keeping the Al Qaeda away from Saudi territory and under protective custody of the Pakistan Army is the border tracts of the Pak-Afghan border.

Strategic realities however are fast over-taking the geopolitical interest of these counties in Pakistan. The US has entered a strategic denouement phase with Pakistan. Pakistan is fast down-sliding into state-failure and its strategic utility to US strategy is becoming limited. Indicative of a subtle change in Chinese altitudes is that China while ready for strategic investments in Pakistan in encouraging Pakistan Army build- up is not ready to under write Pakistan’s failing economy. With cleavages surfacing in US- Saudi relations and a likely US-Iran rapprochement the Saudis may have to downgrade their focused interest in Pakistan.


[code]
http://www.southasiaanalysis.org/papers32/paper3139.html
[/code]

trnyata, keterlibatan pakistan tuk turut ikut campur dlm urusan rumah tangga di afghanistan, mmg bkn sekedar dilandasi oleh ego yg membumbung tinggi... lalu, ane jg br sadar bhwpakistan berbatasan darat secara langsung dgn iran... malus



*duh, posting di kaskus beta malah gak muncul di kaskus jadul... trpaksa ane ngulang posting dah... hammers
kampaa - 05/08/2012 04:10 PM
#234

Quote:
Original Posted By goed.adit
JSementara bagi Pakistan, mereka butuh Afghanistan dari doktrin yang menjadikan Afghan sebagai baris belakang jika ada perang dengan India. Jika bisa menghalangi munculnya jalur pipa minyak Iran-India, itu keuntungan jugak. Tapi sebagai sekutu Cina, mereka pasti dilibatkan jika ada jalur pipa Iran-Cina.


Baris belakang apa dulu maksudnya? Ngebantuin Pakistan dalam / kalau perang dengan India? Bisa, tapi seperti gw bilang sebelumnya, ga signifikan.

Afganistan dijadikan fall back, tempat pengungsian? Ga akan terjadi, kiamat duluan (nuklir bicara) sebelum Pakistan kalah "selevel" itu.

Lah itu TAPI udah jalan? Bukan Iran sih, tapi kan kurang lebih sama.

(note: gw juga heran TAPI jalan, tapi (lol) mungkin dijadikan kartu Pakistan kalo ada konflik dengan India)

Quote:
Original Posted By PakinTheWarfare

Ya lo pikir aja sendiri. Gw dah kasi contoh kalo Rusia bahkan pernah MENOLAK MEMBAYAR minyak Turkmenistan (tahun 90an)! Kalau begini terus ya mereka GAK BAKAL DAPAT PASAR dan bakal mudah DIDIKTE RUSIA! Trus produksi minyak dan gas mereka MAU DIJUAL KEMANA ?

Jadi negara Asia Tengah tidak bergantung ke Rusia melulu dan tidak ekspor minyaknya ke Eropa melulu lewat jalur Utara! D

Gan, Turkmenistan itu adalah eksportir minyak TERBESAR bagi China. Sudah ada pipa yang diarahkan ke China, pipa ini dikelola oleh perusahaan non-Barat (terutama China).

Gak melulu soal uang, tapi liat implikasi secara ekonomi dan politik jika perusahaan Barat mendirikan pipa ke China ! Kalau pun mereka mau seperti itu, BELUM TENTU juga China mau ! Emangnya China kagak bisa bangun pipa sendiri? Mereka juga punya kemampuan itu kali.. D

IMHO, ini hanya perebutan KUE pengelolaan minyak dan gas Asia Tengah oleh banyak perusahaan dari Asia dan Barat. Jalur Utara dikuasai Rusia, jalur Timur dikuasai China. Maka Barat hanya memiliki dua opsi, yaitu jalur Barat dan SELATAN !

Itulah kenapa akhirnya perusahaan Barat memilih jalur ke Selatan melewati Afghanistan !


Perhatiin yang di bold ya..

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/tx.html

Quote:
Additional pipelines to China and Iran, that began operation in early 2010, have expanded Turkmenistan's export routes for its gas


+ Rusia. Jadi ada 3 (kiri - kanan - atas) Sekarang tambah TAPI.

Lo mungkin bilang diblok Rusia, Iran bermasalah, Cina pelit etc etc, siapa bisa jamin Afganistan + Pakistan ga akan bermasalah?

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2176rank.html

Masa sih Turkmenistan pengekspor minyak terbesar ke Cina? Semua minyaknya di beli Cina kali.. cuma peringkat 63 di dunia sementara Cina konsumen energi nomor 2 di dunia (gabung dengan gas dan batubara sih)

Negara Asia tengah? Cuma Rusia? Lah baru aja ngomong jualan ke Cina. Terus ada Iran. Lagian, yang kuatir kayanya cuma Turmenistan deh (yang paling kecil ..?), Kazakhstan yang paling besar tenang2 aja bisnis dengan Rusia dengan Cina.

Cina bukan masalah siapa yang bangun dan juga bukan masalah ga punya uang, masalah Cina lebih ke dapat energi apa ga. Kalo mereka yang bangun bagus, tapi biar orang lain yang bangun asal mereka dapat energi ya bagus aja.

Kalo pemerintah suatu negara maunya ngasih kontrak ke Barat (atau Rusia / Zimbabwe / Martians) mau apa Cina? Paling ngelobi biar dijual ke dia.

Terus kenapa kalo Barat ga dapat kue? Bukan gw ngebelain Cina dan Rusia tapi, biasa ajalah, kecuali negara yang punya kue ga kebagian, baru luar biasa. Lah ini Turkmenistan pun masih jualan kue ke kiri, kanan, atas (plus bawah dengan TAPI).

Tenang aja, Barat kuenya banyak, dari laut utara sampe teluk meksiko, dari Indonesia sampe Nigeria.. ga kurang kue mereka.

Kalo (perusahaan Barat) krisis.. minyak tumpah di teluk Meksiko krisis, bajak laut Somalia krisis, kita rebutan Ambalat juga mereka krisis (ikut rebutan). Tapi, tetap aja jalan.

Perang di teluk dan Iran blokade selat Hormuz, nah, itu baru krisis.

Omong2, selain Turkmenistan yang ternyata jualan kiri, kanan, atas negara mana lagi yang "panik"? Ada Cina di samping, berapapun minyak dan gas dia siap menampung.

Quote:
Original Posted By ojongonole

Spoiler for strategis 1

Afghanistan: Its Geo-strategic Significance Afghanistan's landlocked location should be no impediment to the United States which has conquered gegraphical constraints by air-mobility.

American strategic planners seem to view strategic access to Afghanistan, through the long torturous routes through Pakistan emanating from Karachi to Kabul via the Khyber Pass.


Spoiler for strategis 2

Pakistan’s Geo-strategic Significance Exaggerated by United States and China

Pakistan’s geographical configuration offers no “strategic depth”

Pakistan’s geo-strategic significance appeals to US strategic planners only in its value as a “rental state” to meet US strategic ends.


Spoiler for strategis 3

Afghanistan’s Geo-political Significance Reinforced by its Strategic Location



Politically, today, Afghanistan is at peace with Russia, Iran, India and her Central Asia neighbors. Pakistan has always argued that Afghanistan falls within its security perimeter and it should therefore exercise strategic control over it. [COLOR="Red"] The Taliban was created by the Pakistan Army as the instrument to execute this design.

free of the virulent Islamist influences emanating from Pakistan.

giving primacy to Pakistan Army’s strategic sensitivities to control Afghanistan. Any US exit from Afghanistan induced by combat fatigue engineered by the Pakistan Army

- Pakistan's Geo-political Importance Only in United States, China and Saudi Arabia’s Strategic Calculus
- Pakistan's geo-political importance so far figured only in the strategic calculus of the United States, China and Saudi Arabia.

Saudi Arabia has had both a geo-strategic and geo-political interest in Pakistan. It saw Pakistan a strategic balancer of Iran with the same appeal applicable to USA. The United States viewed Pakistan as a springboard for any military strikes on Iran.

Politically, Pakistan offered a fertile ground for promotion of extreme Islami Wahabism all around through Saudi financing of Pakistani Islamist organizations and keeping the Al Qaeda away from Saudi territory and under protective custody of the Pakistan Army is the border tracts of the Pak-Afghan border.



[code]
http://www.southasiaanalysis.org/papers32/paper3139.html
[/code]

trnyata, keterlibatan pakistan tuk turut ikut campur dlm urusan rumah tangga di afghanistan, mmg bkn sekedar dilandasi oleh ego yg membumbung tinggi... lalu, ane jg br sadar bhwpakistan berbatasan darat secara langsung dgn iran... malus



*duh, posting di kaskus beta malah gak muncul di kaskus jadul... trpaksa ane ngulang posting dah... hammers


(1)

- Liat yang di bold. Udah keliatan ngawurnya? Emang disekitar Afganistan wilayah udara tak bertuan?? 360 derajat ada yang punya semua itu.

- Bold kedua - jalurnya lewat Afganistan + Pakistan, tapi somehow, Afganistan penting (karena ini) tapi Pakistan di bilang ga penting di poin nomor dua. Hmm.. Siapa penulisnya?

(2) tentang Pakistan. Ga usah bahas ya, makin jauh ntar OOTnya, sekarang aja Afganistan dengan Taliban udah beda.

Dikit aja, sekarang US ke Afganistan sebagian besar via Pakistan, gimana ga penting? Kecuali US sudah menemukan pesawat semacam yang di sebut di poin 1. Bisa tembus ke Afganistan tanpa peduli wilayah udara sekitar.

Nyambungin ke poin 1, Pakistan di bilang rental state demi kepentingan di Afganistan. Selain Pakistan siapa lagi yang bisa di rental?? Kalo ga ada yang bisa di rental, gimana mau "dapat" Afganistan?

Siapa penulisnya?

(3) - Sekarang "at peace". Terus terang gw ragu Karzai bisa bertahan dan efektif kalo NATO mundur (tanpa di bantu siapa2). Irak jauh lebih menjanjikan di banding Afganistan.

Liat yang di bold, sampe bosan sendiri gw nge-bold. Terus yang penting siapa, Pakistan atau Afganistan? Dari sini keliatan kalo mereka mau nanam pengaruh di Afganistan dan mereka sadar betul kalo mau begitu, tidak bisa tidak, harus melibatkan Pakistan.

Gimana bisa Afganistan penting tapi unsur yang bisa "menguasai" Afganistan dianggap ga penting?

Energy security? Emang negara penghasil energy pasti mau jual ke US? Cina lebih dekat dan butuh banyak (sangat banyak, haus) teorinya bisa ngasih harga super bagus. Rusia juga bisa ngasih deal, Iran juga sama. Terus, emang itu satu2nya proyek US? Tanpa energy dari Asia Tengah mati gitu?

Jalur sutra baru? LOL, emang mau bikin apa Amerika di jalur sutra? Dagang karpet dari Iran ke Cina? Cina, India, Iran dan Afganistan sendiri lebih berkepentingan dengan jalur sutra. Kecuali Amerika mau buka FedEx cabang Asia Tengah (lol). Terus kalo mau dagang dengan India, Cina sudah pasti lewat laut. Dengan negara Asia Tengah di atas Afganistan volume relatif kecil, udah di monopoli Rusia dan Cina dan kayanya mereka tenang2 aja tuh.. Kecuali Turkmenistan, yang sekali lagi, ternyata juga dagang kiri, kanan, atas, bawah.

Pangkalan udara? Negara 360 derajat dijepit negara lain gimana bisa jadi pangkalan udara yang bagus?? Kembali ke poin di atas, yakin Karzai bisa bertahan? Sekarang aja masih kompromi sama suku dan warlords. Habisin dulu semua baru ngomong pangkalan militer yang bagus macam Jeman, Jepang, Italy dst.
ojongonole - 05/08/2012 05:09 PM
#235

Quote:
Original Posted By kampaa
Baris belakang apa dulu maksudnya? Ngebantuin Pakistan dalam / kalau perang dengan India? Bisa, tapi seperti gw bilang sebelumnya, ga signifikan.

Spoiler for puanjang

Afganistan dijadikan fall back, tempat pengungsian? Ga akan terjadi, kiamat duluan (nuklir bicara) sebelum Pakistan kalah "selevel" itu.

Lah itu TAPI udah jalan? Bukan Iran sih, tapi kan kurang lebih sama.

(note: gw juga heran TAPI jalan, tapi (lol) mungkin dijadikan kartu Pakistan kalo ada konflik dengan India)


Perhatiin yang di bold ya..

https://www.cia.gov/library/publicat...k/geos/tx.html


+ Rusia. Jadi ada 3 (kiri - kanan - atas) Sekarang tambah TAPI.

Lo mungkin bilang diblok Rusia, Iran bermasalah, Cina pelit etc etc, siapa bisa jamin Afganistan + Pakistan ga akan bermasalah?

https://www.cia.gov/library/publicat.../2176rank.html

Masa sih Turkmenistan pengekspor minyak terbesar ke Cina? Semua minyaknya di beli Cina kali.. cuma peringkat 63 di dunia sementara Cina konsumen energi nomor 2 di dunia (gabung dengan gas dan batubara sih)

Negara Asia tengah? Cuma Rusia? Lah baru aja ngomong jualan ke Cina. Terus ada Iran. Lagian, yang kuatir kayanya cuma Turmenistan deh (yang paling kecil ..?), Kazakhstan yang paling besar tenang2 aja bisnis dengan Rusia dengan Cina.

Cina bukan masalah siapa yang bangun dan juga bukan masalah ga punya uang, masalah Cina lebih ke dapat energi apa ga. Kalo mereka yang bangun bagus, tapi biar orang lain yang bangun asal mereka dapat energi ya bagus aja.

Kalo pemerintah suatu negara maunya ngasih kontrak ke Barat (atau Rusia / Zimbabwe / Martians) mau apa Cina? Paling ngelobi biar dijual ke dia.

Terus kenapa kalo Barat ga dapat kue? Bukan gw ngebelain Cina dan Rusia tapi, biasa ajalah, kecuali negara yang punya kue ga kebagian, baru luar biasa. Lah ini Turkmenistan pun masih jualan kue ke kiri, kanan, atas (plus bawah dengan TAPI).

Tenang aja, Barat kuenya banyak, dari laut utara sampe teluk meksiko, dari Indonesia sampe Nigeria.. ga kurang kue mereka.

Kalo (perusahaan Barat) krisis.. minyak tumpah di teluk Meksiko krisis, bajak laut Somalia krisis, kita rebutan Ambalat juga mereka krisis (ikut rebutan). Tapi, tetap aja jalan.

Perang di teluk dan Iran blokade selat Hormuz, nah, itu baru krisis.

Omong2, selain Turkmenistan yang ternyata jualan kiri, kanan, atas negara mana lagi yang "panik"? Ada Cina di samping, berapapun minyak dan gas dia siap menampung.


(1)

- Liat yang di bold. Udah keliatan ngawurnya? Emang disekitar Afganistan wilayah udara tak bertuan?? 360 derajat ada yang punya semua itu.

- Bold kedua - jalurnya lewat Afganistan + Pakistan, tapi somehow, Afganistan penting (karena ini) tapi Pakistan di bilang ga penting di poin nomor dua. Hmm.. Siapa penulisnya?

(2) tentang Pakistan. Ga usah bahas ya, makin jauh ntar OOTnya, sekarang aja Afganistan dengan Taliban udah beda.

Dikit aja, sekarang US ke Afganistan sebagian besar via Pakistan, gimana ga penting? Kecuali US sudah menemukan pesawat semacam yang di sebut di poin 1. Bisa tembus ke Afganistan tanpa peduli wilayah udara sekitar.

Nyambungin ke poin 1, Pakistan di bilang rental state demi kepentingan di Afganistan. Selain Pakistan siapa lagi yang bisa di rental?? Kalo ga ada yang bisa di rental, gimana mau "dapat" Afganistan?

Siapa penulisnya?

(3) - Sekarang "at peace". Terus terang gw ragu Karzai bisa bertahan dan efektif kalo NATO mundur (tanpa di bantu siapa2). Irak jauh lebih menjanjikan di banding Afganistan.

Liat yang di bold, sampe bosan sendiri gw nge-bold. Terus yang penting siapa, Pakistan atau Afganistan? Dari sini keliatan kalo mereka mau nanam pengaruh di Afganistan dan mereka sadar betul kalo mau begitu, tidak bisa tidak, harus melibatkan Pakistan.

Gimana bisa Afganistan penting tapi unsur yang bisa "menguasai" Afganistan dianggap ga penting?

Energy security? Emang negara penghasil energy pasti mau jual ke US? Cina lebih dekat dan butuh banyak (sangat banyak, haus) teorinya bisa ngasih harga super bagus. Rusia juga bisa ngasih deal, Iran juga sama. Terus, emang itu satu2nya proyek US? Tanpa energy dari Asia Tengah mati gitu?

Jalur sutra baru? LOL, emang mau bikin apa Amerika di jalur sutra? Dagang karpet dari Iran ke Cina? Cina, India, Iran dan Afganistan sendiri lebih berkepentingan dengan jalur sutra. Kecuali Amerika mau buka FedEx cabang Asia Tengah (lol). Terus kalo mau dagang dengan India, Cina sudah pasti lewat laut. Dengan negara Asia Tengah di atas Afganistan volume relatif kecil, udah di monopoli Rusia dan Cina dan kayanya mereka tenang2 aja tuh.. Kecuali Turkmenistan, yang sekali lagi, ternyata juga dagang kiri, kanan, atas, bawah.


Pangkalan udara? Negara 360 derajat dijepit negara lain gimana bisa jadi pangkalan udara yang bagus?? Kembali ke poin di atas, yakin Karzai bisa bertahan? Sekarang aja masih kompromi sama suku dan warlords. Habisin dulu semua baru ngomong pangkalan militer yang bagus macam Jeman, Jepang, Italy dst.



jd intinya, ente mau ngomong apa sih sebenarnya soal afghanistan dan taliban??? bingungs
Shuma-Gorath - 20/10/2012 09:37 AM
#236

Debatnya rame rupanya di atas matabelo:

Tapi gw juga penasaran sih, seberapa besar nilai strategis dari Afganistan bagi Pakistan & negara-negara Barat

Yg gw tau, kalau soal kenapa Pakistan menaruh simpati pada Taliban ya karena Pakistan butuh jaminan supaya tetangga mereka diperintah oleh rezim yg jinak. Pakistan juga kurang suka dengan rezimnya Karzai yg dianggap kelewat dekat dengan India linux2:
Page 12 of 12 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n