Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n
Total Views: 14225 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 12 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

PnumpasKeadilan - 22/04/2010 04:01 PM
#41

nice post gan...
Shuma-Gorath - 22/04/2010 04:09 PM
#42

NIce info dari TS, mengangkat topik seabsurd & sekontroversial Taliban dari sudut pandang netral. Aye bantu rate ye beer:

Mo nanya, tapi masih bingung secara pengetahuan aye soal Taliban masih minim. Jadi sekarang aye ijin nyimak dulu aja ye p
edycool - 27/04/2010 10:45 AM
#43

Afghanistan. Lebih cocok sistem tribal daripada demokrasi!



beer:
joy_rider - 27/04/2010 01:35 PM
#44

dopost
joy_rider - 27/04/2010 01:36 PM
#45
Taliban, Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Terhadap Perempuan
“Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. Di Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!”

Taliban adalah target utama dalam serangan media Anti-Islam, agar publik membenci mereka.

Semua wanita (feminis barat) yang mengkritik burqa (cadar), diam saja ketika 2 juta rakyat afghan tewas karena bom Russia, mereka diam ketika 500.000 rakyat Afghan cacat karena ranjau, dan diam saja ketika ribuan perempuan diperkosa sebelum Taliban berkuasa

Jendral Hamid yang hidup beberapa tahun dibawah kekuasaan Taliban, berkata:

“Tidak ada kampanye yang ditujukan untuk memukuli wanita, dan tidak ada pelarangan pendidikan untuk wanita. Hanya pengetatan pendidikan bersama.”

Ada banyak kebohongan pada website-website “terhormat” tentang “penderitaan” wanita Afghan, dimana tidak ada tanggal, nama, tempat atau bentuk apapun yang bisa diverifikasi. Hamid gul berkata dia selalu melihat lebih banyak wanita di jalan-jalan dan pasar dari pada pria.
Wanita Afghan yang protes di barat berasal dari Faksi Khalq dan parcham yang Komunis. Mereka tidak mewakili sebagian besar masyarakat Afghan.

Taliban mengawasi ekstra ketat pada wanita-wanita komunis ini untuk memastikan mereka tidak menyebabkan perselisihan dan masalah. Wanita hanya harus menggunakan burqa dijalanan, sedang di rumah mereka bebas berpakaian yang meeka mau. Munur, seorang perawat berkata: wanita di Rumah Sakit jarang menggunakan burqa bahkan jilbab jika tidak ada pria disana.

Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. DI Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!

Sebelum Taliban berkuasa, hanya ada 350 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit di Kabul. Pada Agustus 2001, ada 950 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit khusus wanita di Kabul. Beberapa Rumah Sakit khusus wanita adalah RS Rabia Balkhi, RS Malali, RS Khair Khana, RS Indira Ghandi, RS Atta Turk, Pusat Kesehatan Bulan Sabit Merah Kuwait dan Klinik Kesehatan Penyakit Menular! Ada juga 32 klinik Wanita dan Anak.

Sebagai tambahan, wanita menerima layanan di ICRC dan Sanday Gal Orthopaedic Centres. Pada semua rumah sakit dan klinik hanya dokter dan perawat wanita yang bekerja melayani kesehatan.

Tetapi the Sun, Daily Express, New York Times, dan semua wartawan tidak pernah melaporkan hal ini, begitu juga dengan BBC, CNN, Fox News, dll. Ini adalah bagian dari kampanye dusta agar masyarakat dunia menentang Taliban.

Mereka berkata bahwa wanita tidak dapat bekerja, wanita tidak boleh keluar rumah, bersekolah, atau bahkan ke Rumah Sakit, semua fakta-fakta ini membuktikan sebaliknya.

Terjemahan dari: WorldOfIslam Portal (http://news.worldofislam.info/index.php?page=Taliban/The%20Taliban%20Education%20and%20health%20polic y%20toward%20
Cpt. Price - 01/05/2010 11:15 AM
#46

"Dont mess with afghan people"
Vladimir_Putin - 01/10/2010 12:27 PM
#47

Ditunggu kisah lanjutannya
thumbup:T a l i b a n
Ekspresi2nd - 01/10/2010 02:02 PM
#48

asik disimak kisah tentang Taliban ini D
AnimeChibis - 01/10/2010 02:17 PM
#49

Quote:
Original Posted By edycool
Afghanistan. Lebih cocok sistem tribal daripada demokrasi!



beer:

:2thumbup
darkjustice80 - 03/10/2010 10:02 AM
#50

Quote:
Original Posted By edycool
Afghanistan. Lebih cocok sistem tribal daripada demokrasi!



beer:


demokrasi belum tentu cocok untuk semua budaya... demokrasi juga bukan bentuk yang paling beradab...dalam demokrasi terbukti para pelakunya tidak memiliki tanggung jawab terhadap rakyat...hanya jadi antek sponsor pengusaha...
jackmoohsen - 03/10/2010 12:32 PM
#51

laskar santri afghan, muangtabs nih trit
javanissary - 03/10/2010 05:21 PM
#52

Quote:
Original Posted By joy_rider
“Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. Di Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!”

Taliban adalah target utama dalam serangan media Anti-Islam, agar publik membenci mereka.

Semua wanita (feminis barat) yang mengkritik burqa (cadar), diam saja ketika 2 juta rakyat afghan tewas karena bom Russia, mereka diam ketika 500.000 rakyat Afghan cacat karena ranjau, dan diam saja ketika ribuan perempuan diperkosa sebelum Taliban berkuasa

Jendral Hamid yang hidup beberapa tahun dibawah kekuasaan Taliban, berkata:

“Tidak ada kampanye yang ditujukan untuk memukuli wanita, dan tidak ada pelarangan pendidikan untuk wanita. Hanya pengetatan pendidikan bersama.”

Ada banyak kebohongan pada website-website “terhormat” tentang “penderitaan” wanita Afghan, dimana tidak ada tanggal, nama, tempat atau bentuk apapun yang bisa diverifikasi. Hamid gul berkata dia selalu melihat lebih banyak wanita di jalan-jalan dan pasar dari pada pria.
Wanita Afghan yang protes di barat berasal dari Faksi Khalq dan parcham yang Komunis. Mereka tidak mewakili sebagian besar masyarakat Afghan.

Taliban mengawasi ekstra ketat pada wanita-wanita komunis ini untuk memastikan mereka tidak menyebabkan perselisihan dan masalah. Wanita hanya harus menggunakan burqa dijalanan, sedang di rumah mereka bebas berpakaian yang meeka mau. Munur, seorang perawat berkata: wanita di Rumah Sakit jarang menggunakan burqa bahkan jilbab jika tidak ada pria disana.

Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. DI Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!

Sebelum Taliban berkuasa, hanya ada 350 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit di Kabul. Pada Agustus 2001, ada 950 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit khusus wanita di Kabul. Beberapa Rumah Sakit khusus wanita adalah RS Rabia Balkhi, RS Malali, RS Khair Khana, RS Indira Ghandi, RS Atta Turk, Pusat Kesehatan Bulan Sabit Merah Kuwait dan Klinik Kesehatan Penyakit Menular! Ada juga 32 klinik Wanita dan Anak.

Sebagai tambahan, wanita menerima layanan di ICRC dan Sanday Gal Orthopaedic Centres. Pada semua rumah sakit dan klinik hanya dokter dan perawat wanita yang bekerja melayani kesehatan.

Tetapi the Sun, Daily Express, New York Times, dan semua wartawan tidak pernah melaporkan hal ini, begitu juga dengan BBC, CNN, Fox News, dll. Ini adalah bagian dari kampanye dusta agar masyarakat dunia menentang Taliban.

Mereka berkata bahwa wanita tidak dapat bekerja, wanita tidak boleh keluar rumah, bersekolah, atau bahkan ke Rumah Sakit, semua fakta-fakta ini membuktikan sebaliknya.

Terjemahan dari: WorldOfIslam Portal (http://news.worldofislam.info/index.php?page=Taliban/The%20Taliban%20Education%20and%20health%20polic y%20toward%20


baru tau ane gan
nice info nih...:thumbup
Shuma-Gorath - 03/10/2010 05:56 PM
#53

Quote:
Original Posted By edycool
Afghanistan. Lebih cocok sistem tribal daripada demokrasi!



beer:


Hmm, bisa diperjelas ga klo sistem tribal (kesukuan) sebagai sistem kenegaraan itu gimana? Apa maksudnya pemimpin masing-masing daerah adalah kepala suku yg dominan & selanjutnya masing-masing kepala suku menentukan pemimpin tertinggi sebagai pemimpin nasional?
jamiroquai9 - 05/10/2010 08:07 PM
#54

bener ga sih taliban yg ngancurin wtc?
taliban = teroris??
eugen - 05/10/2010 11:27 PM
#55

Quote:
Original Posted By jamiroquai9
bener ga sih taliban yg ngancurin wtc?
taliban = teroris??


sejak kapan taliban ngancurin wtc? hammer:
AnimeChibis - 06/10/2010 12:09 AM
#56

Tambal Ban Taliban

Pas awal2 pernah simpati sama gerakan ini.

Tapi setelah baca2, ternyata banyak orang edannya didalem.
congkel - 06/10/2010 01:28 AM
#57

menarik gan
silahkan di lanjut kembali

saya tunggu
LekTukir - 06/10/2010 01:04 PM
#58

mantep bgt..
kayak lg kuliah nie hahaha..
juraganbintaro - 06/10/2010 03:54 PM
#59

Quote:
Original Posted By jamiroquai9
bener ga sih taliban yg ngancurin wtc?
taliban = teroris??


udah denger si ahmadinejad ngomong belom..??
yang ngancurin tu AS sendiri

taliban cuman ormas islam di afganistan yang menginginkan supaya supremasi AS di afgan hengkang, nggak ada salahnya kan toh AS emang lagaknya lagak penjajah :dp:
niceshit - 06/10/2010 06:12 PM
#60

russ kalah sama talibanngakak
Page 3 of 12 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n