Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n
Total Views: 14225 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 12 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

PakinTheWarhead - 06/10/2010 08:29 PM
#61

Sekilas tentang Afghanistan

Spoiler for Pegunungan Afghanistan
T a l i b a n

Spoiler for Peta Afghanistan
T a l i b a n


Afghanistan (yang bearti tanah orang Afghan) adalah sebuah wilayah negara yang terletak di Asia Tengah dan tidak memiliki batas dengan laut lepas (landlocked). Sejarah dan budaya A-stan dapat ditarik balik pada 5000 tahun yang lalu. Melalui sejarah panjangnya, daerah ini memiliki berbagai macam sebutan. Pada masa kuno daerah ini terkenal dengan sebutan tanah Aryana, pada abad pertengahan terkenal dengan sebutan Khurasan, dan pada masa kini terkenal dengan sebutan Afghanistan.


Afghanistan berbatasan dengan:

Timur dan Selatan: Pakistan
Barat.................: Iran
Utara................ : Turkmenistan, Uzbekistan dan Tajikistan
Timur Laut..........: China

Wilayah Afghanistan dibelah oleh pegunungan Hindu Kush.

Masyarakat Afghanistan sangat heterogen dimana terdapat empat etnis utama: Pasthun, Tajik, Hazara, dan Uzbek. Mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Bahasa resminya adalah Pastho dan Dari. Berikut adalah komposisi masyarakat Afghanistan berdasarkan laporan "Afghanistan: Where Things Stand" dari media massa Amerika, Inggris, dan Jerman (ABC News, BBC, dan ARD):

* 41% Pashtun
* 38% Tajik
* 10% Hazara
* 6% Uzbek
* 2% Turkmen
* 1% Nuristani
* 1% Baloch
* 1% other

Wilayah Afghanistan adalah bagian dari jalur sutra yang menghubungkan pedagang dari berbagai belahan dunia. Hal ini menjadikan Afghanistan sebagai tempat yang sering disinggahi oleh berbagai bangsa2 dunia. Wilayah ini pernah diduduki oleh berbagai penguasa, mulai dari Aleksander Agung, Kerajaan Mauria, pasukan Muslim, dan Genghis Khan. Wilayah Afghanistan juga menjadi akar bagi berdirinya kerajaan2 seperti Greco-Bactrian, Kushan, Samanid, Ghaznavid, Ghurid, Timurid, dll

Penyair terkenal India, Muhammad Iqbal, menggambarkan Afghanistan sebagai "the heart of Asia", sedangkan Lord Curzon, wakil raja Inggris di India pada awal abad 20, menyebut Afghanistan sebagai "the cockpit of Asia". Seseorang tua nan bijak pernah berkata kepada jurnalis Pakistan, Ahmed Rashid, tentang bagaimana Tuhan membuat Afghanistan. Dia mengatakan, "Ketika Allah membuat seluruh bagian di dunia, Dia melihat banyak rongsokan yang tersisa, yaitu sekelumit potongan-potongan dari berbagai benda yang tak sesuai ditempatkan di wilayah lain. Dia mengumpulkan seluruhnya dan meletakkannya di bumi. Itulah Afghanistan"

Afghanistan telah menjadi kawasan perlintasan di Asia dan tempat pertemuan dan perperangan dari dua gelombang peradaban besar, yaitu bangsa Persia di barat dan bangsa Turki-nomadic di utara Asia Tengah. Afghanistan adalah tanah dimana berkembang kepercayaan kuno seperti Zoroastrianisme, Manichaeanisme dan juga Budha. Balkh, reruntuhan yang masih bisa dilihat (hanya beberapa mil dari Mazar-e-Sharif), adalah salah satu kota tertua di dunia menurut UNESCO.

Melalui jalur sutra di Afghanistan lah agama Budha memasuki China dan Jepang. Pada tahun 329 SM , Aleksander Agung juga melewati Afghanistan untuk mencapai India. Tahun 654 pasukan Arab sampai ke Afghanistan, menyebarkan agama Islam dan menjadikannya sebagai agama terbesar di Afghanistan hingga kini. Pada tahun 874 - 999 Afghanistan dibawah dinasti Saminid kerajaan Persia dan menjadikannya pusat seni dan sastra. Tahun 1219 Genghis Khan menaklukkan dan menghancurkan Balkh dan Herat. Etnis Hazara Afghanistan yang sekarang adalah hasil perkawinan silang antara bangsa Mongol dan penduduk lokal.

Taimur merebut Herat tahun 1381. Anaknya, Shah Rukh memindahkan ibu kota kerajaan Timurid ke Herat pada tahun 1405. Mereka adalah bangsa Turkic yang membawa budaya nomaden Turki ke Asia Tengah dalam lintasan peradaban Persia. Mereka menjadikan Herat sebagai salah satu kota yang berbudaya di dunia. Seabad kemudian, raja Babur (keturunan Taimur) mengunjungi Herat dan menulis "tidak ada wilayah lain di dunia yang pantas untuk dihuni seperti Herat".

Sedangkan pada akhir abad ke 19 dan awal abad 20, terkenal dengan istilah The Great Game, yaitu perebutan kekuasaan dan pengaruh antara Kerajaan Rusia dan Kerajaan Inggris. Pasukan Inggris pun terlibat 3 kali perperangan di Afghanistan (Anglo-Afghan War I, II, dan III). Perang Anglo-Afghan War III menjadikan Afghanistan sebagai kerajaan yang independen dan lepas dari pengaruh Inggris.

Percampuran berbagai macam budaya dari sejumlah peradaban ini membuat struktur masyarakat Afghanistan menjadi sangat kompleks dan beragam.


Sejarah Modern Afghanistan

Pada abad ke-18, dinasti Safavid di Persia, Mogul di India, dan dinasti Janid bangsa Uzbek sedang mengalami kemerosotan. Pada masa inilah orang Pasthun mendirikan kerajaan di selatan Afghanistan. Pasthun terbagi menjadi 2 suku utama, yaitu Ghilzai dan Abdali (Duranni). Kedua suku ini saling bersaing memperebutkan kekuasaan.

Tahun 1761, Ahmad Shah Durrani berhasil mengalahkan Hinddu Mahratta dan menrebut takhta di Delhi dan Kashmir, dan menjadikannya sebagai kerajaan pertama Afghanistan. Kandahar dijadikan sebagai ibu kota. Ahmad Shah Durrani dimakamkan di kota ini dan dianggap sebagai Bapak Afghanistan. Sampai saat ini makamnya masih sering dikunjugi oleh banyak warga Afghan. Tahun 1772 Taimur Shah, anak Ahmad Shar Durrani, memindahkan ibu kota kerajaan dari Kandahar ke Kabul. Hal ini agar memudahkan kendali atas wilayah utara pegunungan Hindu Kush dan sungai Indus yang telah mereka taklukkan.

Kerajaan ini terus berlangsung sampai pada masa raja Zahir Shah. Dia adalah raja terkahir dalam kerajaan Afghanistan. Ia dikudeta oleh sepupunya sendiri pada tahun 1973, yaitu Muhammad Daud Khan, yang juga pernah menjabat sebagai mentri luar negeri Afghanistan kurun waktu 1953 s/d 1963 dan merubah Afghanistan menjadi negara republik untuk pertamakalinya. Peristiwa ini sekaligus mengakhiri masa kerajaan Afghanistan.

Spoiler for Korengal Valley
T a l i b a n

Korangal Valley. Lembah di Timur Laut Afghanistan. Terletak di Sungai Pech, Provinsi Kunar. Terlihat gambar diatas terjadi kontak senjata antara pasukan Amerika (Firebase Phoenix) dengan kelompok perlawanan. Tak satu orangpun yang tahu ada siapa dan apa di ujung lembah sepanjang 6 mil ini.
fitrio nugraha - 08/10/2010 01:53 AM
#62

Quote:
Original Posted By joy_rider
“Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. Di Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!”

Taliban adalah target utama dalam serangan media Anti-Islam, agar publik membenci mereka.

Semua wanita (feminis barat) yang mengkritik burqa (cadar), diam saja ketika 2 juta rakyat afghan tewas karena bom Russia, mereka diam ketika 500.000 rakyat Afghan cacat karena ranjau, dan diam saja ketika ribuan perempuan diperkosa sebelum Taliban berkuasa

Jendral Hamid yang hidup beberapa tahun dibawah kekuasaan Taliban, berkata:

“Tidak ada kampanye yang ditujukan untuk memukuli wanita, dan tidak ada pelarangan pendidikan untuk wanita. Hanya pengetatan pendidikan bersama.”

Ada banyak kebohongan pada website-website “terhormat” tentang “penderitaan” wanita Afghan, dimana tidak ada tanggal, nama, tempat atau bentuk apapun yang bisa diverifikasi. Hamid gul berkata dia selalu melihat lebih banyak wanita di jalan-jalan dan pasar dari pada pria.
Wanita Afghan yang protes di barat berasal dari Faksi Khalq dan parcham yang Komunis. Mereka tidak mewakili sebagian besar masyarakat Afghan.

Taliban mengawasi ekstra ketat pada wanita-wanita komunis ini untuk memastikan mereka tidak menyebabkan perselisihan dan masalah. Wanita hanya harus menggunakan burqa dijalanan, sedang di rumah mereka bebas berpakaian yang meeka mau. Munur, seorang perawat berkata: wanita di Rumah Sakit jarang menggunakan burqa bahkan jilbab jika tidak ada pria disana.

Berdasarkan sebuah survey Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA), 80% sekolah untuk anak perempuan yg berlokasi di pedesaan Afghanistan dan dikuasai Taliban tetap beroperasi. Pia Karlsson, penasehat pendidikan dari SCA, mengatakan 85% anak perempuan masih bersekolah. DI Propinsi Kunduz, yang dikuasai Taliban, 122 sekolah untuk anak perempuan beroperasi, dengan 390 guru wanita yang terdaftar!

Sebelum Taliban berkuasa, hanya ada 350 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit di Kabul. Pada Agustus 2001, ada 950 tempat tidur untuk wanita di Rumah Sakit khusus wanita di Kabul. Beberapa Rumah Sakit khusus wanita adalah RS Rabia Balkhi, RS Malali, RS Khair Khana, RS Indira Ghandi, RS Atta Turk, Pusat Kesehatan Bulan Sabit Merah Kuwait dan Klinik Kesehatan Penyakit Menular! Ada juga 32 klinik Wanita dan Anak.

Sebagai tambahan, wanita menerima layanan di ICRC dan Sanday Gal Orthopaedic Centres. Pada semua rumah sakit dan klinik hanya dokter dan perawat wanita yang bekerja melayani kesehatan.

Tetapi the Sun, Daily Express, New York Times, dan semua wartawan tidak pernah melaporkan hal ini, begitu juga dengan BBC, CNN, Fox News, dll. Ini adalah bagian dari kampanye dusta agar masyarakat dunia menentang Taliban.

Mereka berkata bahwa wanita tidak dapat bekerja, wanita tidak boleh keluar rumah, bersekolah, atau bahkan ke Rumah Sakit, semua fakta-fakta ini membuktikan sebaliknya.

Terjemahan dari: WorldOfIslam Portal (http://news.worldofislam.info/index.php?page=Taliban/The%20Taliban%20Education%20and%20health%20polic y%20toward%20
bisa ambil sumber barat lain ga biar imbang? Kalau memang hal ini yg berlaku pasti ud lama kita liat perempuan afganistan maju, perang slese dan tingkah tribal lenyap. Kok faktanya after and before taliban rise jadinya sama aja parahnya? It means taliban gagal donk membina rakyat afgan?T a l i b a n
Fell Flucker - 08/10/2010 11:04 AM
#63

Democratic Republic of Afghanistan (1979-1992)

Setelah kudeta berhasil, PDPA mendirikan pemerintahan baru dengan nama Democratic Republic of Afghanistan (DRA). Sebelum pemerintah didirikan, kolonel Angkatan Udara Afghanistan, Abdul Qadir Dagarwal, menjadi pemimpin resmi di Afghanistan selama tiga hari. Setelah itu Nur Muhammad Taraki menjadi Presiden, Perdana Mentri, dan Sekretaris Jendral PDPA , Babrak Karmal Wakil Perdana Mentri, dan Hafizullah Amin juga pada posisi Wakil Perdana Mentri.

Mereka mulai menerapkan berbagai agenda komunis, diantaranya adalah dengan menjadikan Afghanistan sebagai State of Atheism. Pria diperbolehkan memotong jenggot, wanita dilarang memakai burqa, mesjid dibatasi, pendidikan bagi pria dan wanita digalakkan. Namun kebanyakan dari program itu tidak terlalu diterima oleh masyarakat Afghanistan (khusunya masyarakat daerah), karena mereka merasa sangat asing dengan program-program itu, bertentangan dengan budaya Afghanistan, dan dianggap tidak Islami.

Walapun rezim telah berganti, konflik internal PDPA antara faksi Khalq (Taraki & Amin) dan Parcham (Karmal & Najibullah) masih terus berlangsung. Pada masa awal pemerintahan Taraki, kabinet didominasi oleh faksi Khalaq.

Tiga bulan setelah pemerintahannya, Taraki mulai melakukan seperti apa yang pernah dilakukan Daud Khan, yaitu mengirim saingannya - kali ini - keluar negeri. Babrak Karmal dikirim menjadi Duta Besar untuk Ceko-Slovakia, Najibullah menjadi Duta Besar untuk Iran, Anahita Ratebzad Duta Besar untuk Yugoslavia, sedangkan anggota Parcham lainnya banyak yang ditangkap dan dibunuh.

Sewaktu ada pemanggilan pulang, Karmar dan Anahita kemudian bersembunyi ke Soviet karena takut dieksekusi. Amin kemudian menjadi Perdana Mentri dan mereka mulai menandatangani sebuah perjanjian yang nantinya dijadikan dalih atas pendudukan Soviet. Disampin itu, Soviet juga mulai memberikan bantuan untuk Afghanistan dalam berbagai bidang.

Taraki memerintah dengan menerapkan berbagai kebijakan yang sangat radikal, dia mengintervensi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Afghan dengan ideologi Marxist-nya. Tentu saja hal ini akan banyak mendapat perlawanan yang luas dari berbagai masyarakat. Banyak dari mereka (puluhan ribu orang) yang menolak sekulerisasi kemudian ditangkap dan dibunuh. Sejak 1978 Amerika Serikat sudah melihat celah ini untuk melemahkan pengaruh Soviet di Afghanistan dengan mendukung gerakan Mujahidin.

Belakangan Taraki dibunuh oleh Amin , dan pada tanggal 14 September 1979, Amin kemudian menjadi Presiden Afghanistan selama 104 hari, karena ia sendiri dibunuh oleh agen KGB (OSNAZ dan Spetsnaz GRU). Selama masa pemerintahan Amin, ia sangat tidak populer dan kejam. Banyak orang yang menentangnya kemudian melarikan diri ke Iran dan Pakistan untuk menghindari penangkapan dan pembunuhan. Mereka kemudian berkumpul di Peshawar, Pakistan.

Babrak Karmal (faksi Parcham) datang kembali dari Ceko-Slovakia lalu naik menjadi presiden.

Pada tahun 1985, Mikhail Gorbachev terpilih menjadi Sekretaris Jendral Communist Party of the Soviet Uniot (CPSU). Gorbachev kemudian memilih Najibullah menjadi presiden Afghanistan pada tanggal 4 Mei 1986 untuk menggantikan posisi Babrak Karmal. Gorbachev menilai Karmal telah gagal dalam menjalankan pemerintahannya. Najibullah secara resmi diangkat menjadi presiden pada bulan November 1986. Ia dipilih karena dinilai telah berhasil dalam kepemimpinannya di Khadamat-e Etela'at-e Dawlati (KHAD), sebuah agen intelijen atau polisi rahasia Afghanistan pada masa pendudukan Soviet dan juga karena kepemimpinannya sebagai Sekretaris Jendral di PDPA.

Akhir dari Democratic Republic of Afghanistan 1992

Pasca kepergian pasukan Soviet, para Mujahidin masih terus melakukan perlawanan untuk menumbangkan pemerintahan komunis. Pada masa ini, Soviet masih memberikan berbagai bantuan militer kepada rezim Najibullah sampai pada keruntuhannya tahun 1991.

Setelah itu pemerintahan Najibullah semakin melemah akibat krisis ekonomi, karena partner utama ekonomi Afghanistan adalah Soviet. Hal ini diperparah lagi dengan kudeta militer pada bulan Maret 1990 yang dilakukan oleh Mentri Pertahanan, Shahnawaz Tanai (akibat perbedaan pandangan) dan didukung sepenuhnya oleh Gulbuddin Hekmatyar. Kudeta ini gagal, dan Tanai tepaksa melarikan diri ke Islamabad, Pakistan.

Najibullah kemudian mengganti nama partai PDPA dengan nama Homeland Party (Watan Party) pada Juni 1990 dan menanggalkan ideologi komunis (tahun 2002 partai ini ganti nama lagi menjadi Democratic Watan Party of Afghanistan). Najibullah juga mengganti nama negara menjadi Republic of Afghanistan, dan dia dianggap sebagai presiden kedua Afghanistan setelah Muhammad Daud Khan.

Pasukan pro-pemerintah Najibullah yang masih kuat melawan kelompok Mujahidin hanya dari pasukan pimpinan Abdul Rashid Dostum. Disamping itu, sejak perang dengan Soviet dan perlawanan terhadap Najibullah berkecamuk, para Mujahidin masih mendapat bantuan militer serta pelatihan dan rekruitmen yang diselenggarakan oleh agen intelijen Pakistan atau Inter-Services Intelligence (ISI).

Para mujahidin ini dilatih di kamp-kamp pelatihan di Pakistan atas bantuan dana dari Amerika Serikat. Selain itu mereka juga mendapat bantuan dari Arab Saudi, Iran, RRC, dan beberapa negara di Eropa. Semua itu dilakukan untuk menumbangkan rezim komunis pro-soviet dan merupakan bagian dalam perang ideologi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet (Perang Dingin)

Pemerintahan Najibullah semakin lemah dan tak berdaya. Kejatuhan rezimnya ditandai dengan pendudukan ibu kota Kabul oleh pasukan Mujahidin pada tahun 1992. Jendral Abdul Rashid Dostum yang semula adalah pro-pemerintahan Najibullah kini berganti pihak dan ikut melawan Najibullah bersama Ahmad Shah Massoud dan Sayed Jafar Naderi. Najibullah kemudian ingin melarikan diri ke India namun ia dicegat oleh Dostum di Kabul International Airport dan terpaksa mendiami kamp PBB sampai pada akhirnya dihukum gantung oleh Taliban pada tahun 1996. Faksi Khalq dari PDPA yang mayoritas adalah etnis Pasthun kemudian banyak yang menggabungkan diri dalam Mujahidin. Mereka juga berkontribusi dalam pendudukan Kota Kabul yang dipimpin oleh Hekmatyar. Akhirnya Kota Kabul pun dikuasai para Mujahidin pada bulan April 1992.

-- UNDER CONSTRUCTION --
Fell Flucker - 08/10/2010 11:08 AM
#64

Hamid Karzai

T a l i b a n

Karzai dilahirkan di desa Karz, provinsi Kandahar, pada 24 Des 1957. Ia berasal dari keluarga suku Pasthun yang sangat loyal kepada Raja Zahir Shah. Sejumlah anggota keluarganya menempati beberapa posisi penting kala itu. Karzai berhasil menyelesaikan pendidikan masternya di Universitas Himachal Pradesh, India, pada jurusan Ilmu Politik.

Pada masa pendudukan Soviet, ia aktif mengumpulkan dana untuk kebutuhan militer Mujahidin. Pada masa pemerintahan presiden Burhanuddin Rabbani, Karzai menempati posisi sebagai deputi kementrian luar negeri Afghanistan. Ia mahir berbasaha Pastho, Dari, Urdu, Hindi, Inggris, dan juga Perancis.

Pada awalnya ia adalah pendukung Taliban, namun campur tangan ISI Pakistan dalam Taliban membuatnya berubah haluan. Pada masa rezim Taliban ia tinggal di Pakistan, sementara saudaranya pergi mengungsi ke Amerika. Pada tahun 1999 ia menikahi Zeenat Quraishi. Ia bersama Ahmad Shah Mashud ikut membantu perlawanan terhadap rezim Taliban pada tahun 2001.

Setelah Taliban berhasil digulingkan oleh Amerika dan Inggris, Karzai menempati posisi sebagai kepala pemerintahan transisi selama 6 bulan. Pada tahun 2002, ia dipilih oleh Loya Jirga, sebagai presiden internal Afghanistan sebelum diadakannya pemilu. Tahun 2004 Ia berhasil memenangkan pemilu dan mengalahkan Yunus Qanuni. Sedangkan pada pemilu 2009 ia kembali berhasil memenangkan pemilu, mengalahkan Abdullah Abdullah yang memilih mundur pada babak kedua pemilu. Ia terpilih menjadi presiden ditengah banyaknya kecurangan yang dituduhkan padanya, lebih dari separuh dari satu juta suara ilegal diperkirakan masuk kedalam kantong suara Karzai.

Ketatnya Pengawalan Karzai

Sebagai presiden Afghanistan yang secara politis merupakan pemerintahan boneka AS, Karzai memiliki banyak musuh. Nyawanya juga diincar oleh warlord lokal yang berasal dari suku non-Pasthun. Hal ini membuat ia butuh pengawalan ketat dan profesional. Salah satu syarat mutlak bagi pasukan lokal keamanan Karzai adalah: bersuku Pasthun.

Permintaan Karzai atas keamanan dirinya ditanggapi oleh AS dengan membentuk pasukan pengawal Joint Special Operation Command (JSOC) yang personelnya terdiri dari pasukan antiteror dan berasal dari SEAL Team Six (ST6) atau lebih dikenal DEVGRU. Pasukan ini sudah teruji kemampuannya dan sudah mulai mengawal Karzai sejak 2 Juni 2002.

Teknik pengawalannya serupa dengan pengawalan para Jendral AS semasa berkunjung ke Afghanistan. Sistem pengawalan yang didominasi oleh personel AS ini ternyata membuat kesal musuh-musuh presiden Karzai. Upaya pembunuhan pun mulai dilancarkan.

Berbagai Upaya Pembunuhan
Pada 5 September 2002, Karzai dikawal oleh SEAL menghadiri acara pernikahan adik bungsunya di Kandahar, kawasan yang terkenal rawan. Acara tersebut dihadiri oleh gubernur Gul Sherzai.

Tiba-tiba salah satu pengawal berpakaian preman mencabut pistol Makarov kaliber 9mm berpeluru 18 butir dan menembak ke arah Karzai. Penembak yang kemudian diketahui merupakan rekruitmen baru itu dicoba dilumpuhkan oleh penjaga toko yang masih berusia 23 tahun dan dibantu oleh 2 pemuda lainnya. Melihat pergumulan itu SEAL menembak ketiga-tiganya dengan senapan serbu M4. Karzai lolos, satu anggota Special Forces terluka, sedangkan gubernur Sherzai terkena tembakan di leher.

Kedua pemuda yang ikut tewas tersebut mengguncang seluruh negeri. Apalagi mereka sebenarnya ingin melupuhkan penembak Karzai. Atas insiden ini, Craige “Mad” Max, sebagai komando pasukan keamanan Karzai, dicopot dari jabatannya. Sebagai mantan anggota Delta Force, Craige kemudian meminta DynCorp untuk menyediakan tenaga pengawalan untuk Karzai. DynCorp menanggapi secara positif dan Karzai pun masih percaya kepadanya.

Upaya pembunuhan kedua terjadi pada 16 September 2004 saat Karzai menumpangi helikopter terbang menuju kawasan konflik Gardez, dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan, guna kampanye politik. Kekuatan udara yang dikerahkan adalah 2 unit Chinook dan 2 unit Apache. Karzai menaikki Chinook yang dipimpin langsung oleh Craige. Chinook pertama yang berisi wartawan telah mendarat. Warga mulai mendekati dan mereka mulai tak terkendali terlebih ketika terlihat senapan AK47 diacung-acungkan oleh segrombolan massa. Tiba-tiba sebuah roket melesat di atas Chinook dan membuat semua penumpang panik. Pilot Chinook dan Apache segera melakukan manuver menghindar. Terdengar rentetan tembakan di bawah. Presiden Karzai berhasil lolos.

Upaya pembunuhan ketiga terjadi pada 10 juni 2007. Karzai sedang mengunjungi kota tua Ghazni. Pada saat itu Karzai sedang berpidato didepan sesepuh kota. Kemudian puluhan roket Taliban berterbangan di seputaran lokasi, bahkan salah satu roket jatuh dan meledak 200 meter dari lokasi podium. Karzai berhasil diamankan oleh pasukan pengawalnya.

Pada 27 April 2008, Karzai kembali mendapat serangan sewaktu acara parade militer di ibu kota Kabul. Acara tersebut dihadiri oleh petinggi Afghanistan beserta diplomat asing. Mimbar tempat duduku para tamu tersebut dihujani oleh tembakan senapan otomatis dan RPG oleh Taliban yang berhasil menyusup masuk. Seorang anggota parlemen, anak perempuan berusia 10 tahun, dan seorang kepala suku tewas tertembak. Karzai kembali berhasil diselamatkan dan lolos.
kanataqueen - 08/10/2010 12:44 PM
#65

infonya lengkap banget.. belom baca gue gan...
ane bookmark dulu. seru nih ngmongin taliban... cool:
AnimeChibis - 08/10/2010 01:47 PM
#66

Gara2 ngeliat Ustad Faiz pas jum'atan tadi, jadi inget cerita lama.

Dulu ustad faiz (keturunan arab, jenggotan, kurus, kulitnya rada item, mukanya serem, pakaiannya cingkrang) ini pernah ngisi pengajian di kampus gw, die cerita mengenai seorang panglima mujahidin Afghanistan paling terkenal, yang selalu lolos dari kejaran musuh2nya. Namun suatu ketika, datang bbrp wartawan hendak mewancarai si panglima mujahidin ini. Kemudian disodorilah ke dia sebuah amplop (yang katanya berisi pertanyaan2).


Kemudian panglima mujahidin ini membuka amplop tersebut, dan puf !! sebuah serbuk beracun terlepas ke udara dan membunuhnya hampir seketika. Wartawan2 tersebut ternyata musuh2 dari panglima mujahidin yang menyamar.

Waktu itu gw ngira, oh si panglima ini dibunuh antek Uni Soviet.

Sekitar 3 tahun kemudian, gw lagi iseng2 baca di wikipedia.

Ternyata Pimpinan Mujahidin itu bernama Ahmad Shah Massoud. Panglima Mujahidin paling terkenal semasa perang melawan Uni Soviet.

Sedangkan wartawan alias musuh yang menyamar adalah anggota Taliban.

o
AnimeChibis - 08/10/2010 01:50 PM
#67

T a l i b a n
Quote:
Massoud’s two assassins pictured just before their assassination attempt. One holds the rigged video camera. [Source: CNN]


T a l i b a n
Quote:
Ahmad Shah Massoud
Fell Flucker - 08/10/2010 04:05 PM
#68

Amir al-Mu'minin

20 Maret 1996, lebih dari 1.200 pemimpin religius Pasthun dari selatan, barat, dan tengah Afghanistan datang ke Kandahar. Ini adalah pertemuan terbesar para ulama dan mullah dalam sejarah modern Afghanistan. Mereka membicarakan banyak hal, politik, militer, hukum syariah, dan juga masa depan pendidikan wanita di Afghanistan. Acara tersebut sangat rahasia, tak satupun orang asing diperbolehkan masuk, kecuali Qazi Humayun (Duta Besar Pakistan di Kabul) dan beberapa pejabat ISI Pakistan, termasuk Kolonel Imam, yaitu seorang Jendral Konsulat Pakistan di kota Herat.

Hanya pemimpin-pemimpin religius saja yang dipianggil oleh Mullah Omar. Mereka diajak untuk membahas rencana aksi masa depan, dan yang terpenting adalah untuk melegitimasi pemimpin Taliban sebagai pemimpin terbesar di Afghanistan. Selain itu, pengepungan kota Kabul selama 10 bulan oleh Taliban telah gagal menghancurkan pertahanan kota, korban jiwa dari pihak Taliban pun semakin meningkat. Keresahan di kalangan petinggi Taliban mulai muncul. Selama musim dingin yang panjang, kaum moderat secara terbuka menginginkan negosiasi dengan rezim di Kabul, sedangkan kaum garis keras ingin tetap meneruskan penaklukkan ke seluruh negeri.

4 April 1996, Omar muncul diatas sebuah atap gedung ditengah kota, dan berbalut dengan sebuah jubah Nabi Muhammad SAW. Ini adalah untuk yang pertamakalinya bagi jubah tersebut keluar dan dikenakan oleh seseorang setelah selama 60 tahun tersimpan ditempat yang dikeramatkan (di depan makam Ahmad Shah Durrani, pendiri Afghanistan modern). Momen ini persis ketika Umar bin Khatab dijadikan pemimpin Khalifah setelah kematian Nabi Muhammad SAW. Mullah Omar tidak hanya menganggap dirinya sebagai pemimpin orang Afghan, namun ia juga mengklaim sebagai pemimpin seluruh umat muslim.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan deklarasi jihad melawan presiden Rabbani. Taliban menolak negosiasi dalam bentuk apapun dan menyatakan putusan akhirnya untuk memperbolehkan pendidikan bagi wanita jika nanti telah ada pemerintahan yang sah di Afghanistan.

Namun hal ini tidak terlalu ditanggap oleh masyarakat muslim sedunia. Tak ada seorang pun di Afghanistan yang menggunakan gelar itu setelah Raja Dost Muhammad Khan menggunakannya pada tahun 1834 ketika melawan kerajaan Sikh di Peshawar. Waktu itu Dost Muhammad bertempur melawan orang asing, sedangkan Omar menyatakan bertempur melawan orang Afghanistan juga (presiden Rabbani; dari etnis Tajik).

Gelar ini memberikan legitimasi yang sangat dibutuhkan oleh Omar, juga memberikan kesan mistis diantara warga Pashtun lainnya bahwa tidak pernah ada satu orang pun komandan Mujahiddin yang pernah menggunakannya selama perang. Dengan gelar ini ia mempunyai alasan untuk (misalnya) tidak bertemu dengan diplomat asing.

Spoiler for Mullah Omar
T a l i b a n
Diatas adalah sebuah foto yang diyakini sebagai Mullah Muhammad Omar. Banyak kontroversi mengenai foto-foto Mullah Omar yang beredar. Ada yang mengatakan bahwa pria difoto itu adalah Mullah Omar, namun ada juga yang mengatakan tidak. Omar begitu misterius, bahkan sampai detik ini, belum ada wartawan dari Barat yang berhasil mewawancarainya secara langsung.
AnimeChibis - 08/10/2010 04:44 PM
#69

Quote:
Original Posted By Fell Flucker
AnimeChibis

Terima kasih atas tambahannya. Aku nanti akan coba menulis singkat soal Ahmad Shah Mashud, The Lion of Panjshir Valley. Sayang dia terbunuh oleh bom 2 hari sebelum serangan 9/11. \)


Tapi setahu Aku, sampai saat ini kasusnya masih abu-abu, tidak ada yang tahu siapa pembunuh Mashud. \)


Ahmad Shah Massoud itu mati dibunuh ketika perang Taliban vs Aliansi Utara.

AS, Russia dan Iran ngasih duit ke Aliansi utara yang notabene dipimpin Massoud.

Yang bunuh Massoud kalau bukan intel Pakistan ya Taliban sendiri.

Dan 2 hari setelah Massoud dibunuh, ada bbrp objek nyasar ke WTC. US pun datang ke Afghan, membantu Aliansi Utara yag sudah megap2 karena hilangnya Massoud. Aliansi Utara itu sendiri koalisi bbrp organisasi, dari syi'ah sampe Uzbek. Bisa dibilang representasi penduduk Afghanistan, karena Presiden Afghanistan (De Jure) waktu itu si Burhanuddin Rabbani, tergabung juga dgn Aliansi Utara.

Ahmad Shah Massoud, Rabbani dan organisasinya (Jamiat Islam) itu satu ideologi dgn Hamas. Muslim Brotherhood a.k.a Ikhwanul Muslimin a.k.a PKS (kalau di Indonesia)

Pernah lihat Rambo III yg di Afghanistan ? disitu ada tokoh Afghan yang mau membantu Rambo.

Nama si tokoh ini : Masoud

maho
Fell Flucker - 08/10/2010 05:39 PM
#70

Kampanye Militer: Penaklukkan Kabul, 1996

T a l i b a n

Di awal tahun 1996, utusan Taliban menyampaikan pesan pada utusan PBB, Mestiri, di Islamabad, bahwa mereka bersedia untuk berunding dengan presiden Rabbani. Mestiri menyambutnya dengan penuh harapan. Namun dalam sebuah pertemuan, para ulama menghasilkan sebuah keputusan yang bertolak belakang. Bulan Mei, Mestiri keluar dari PBB.

Pertemuan ulama tersebut didorong oleh keberhasilan presiden Rabbani dalam mendekatkan diri ke sejumlah faksi oposisi dan meningkatnya posisi Rabbani di mata dunia internasional.

Keberhasilan militer pemerintah Rabbani mengusir Hekmatyar, Hazara, dan Taliban dari Kabul pada tahun 1995 mendesak Rabbani untuk memanfaatkan momen ini agar lebih bisa diterima secara luas dengan cara meluaskan basis dukungan mereka. Presiden Rabbani memulai pembicaraan dengan sejumlah panglima perang agar mau membentuk suatu pemerintahan baru yang mengikutsertakan mereka.

Januari dan Februari 1996, utusan presiden Rabbani, Dr Abdur Rahman bertemu secara terpisah dengan Hekmatyar di Sarobi, bertemu dengan Dostum di Mazar E Sharif, dan bertemu pemimpin Hezb E Wahdat di Bamiyan. Semua kelompok oposisi, kecuali Taliban, setuju untuk membentuk sebuah dewan yang terdiri dari 10 orang untuk membicarakan perdamaian dengan Kabul. Beberapa minggu kemudian, dewan Hezb E Islami memberikan Hekmatyar kekuasaan untuk membicarakan perjanjian pembagian kekuasaan dengan Rabbani. Disisi lain, Taliban tetap menuntut agar rezim Rabbani menyerah.

Pakistan sangat khawatir dengan manuver Rabbani dan mencoba membujuk faksi oposisi yang sama untuk bergabung dengan Taliban dan membentuk aliansi anti-Kabul. ISI Pakistan lalu menghubungi Hekmatyar, Dostum, pemimpin Pashtun di Dewan Shura Jalalabad, dan sejumlah kepala Hezb E Wahdat di Islamabad, dan membujuk mereka agar mau bergabung dengan Taliban.

Mereka diajak bertemu dengan presiden Pakistan, Farooq Leghari, dan Jendral Jehangir Karamat. Intinya, Pakistan menawarkan aliansi politik untuk menjatuhkan Rabbani dengan Taliban menyerang dari selatan, Hekmatyar menyerang dari timur, Dostum dari utara. Untuk mempermanis ini, Mendagri Pakistan, Naseerullah Babar, menawarkan US$3 juta untuk memperbaiki jalan yang terbentang di selatan Afghanistan dari Chaman ke Torgundi di sekitar perbatasan Turkmenistan. Namun Taliban menolak untuk berhubungan dengan mereka yang sudah dianggap sebagai 'kafir komunis'.

Kegagalan Pakistan semakin membuat Rabbani percaya diri. Ia kemudian mengunjungi Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan untuk mendapatkan dukungan internasional dan bantuan militer. Iran, India, dan Rusia, yang mendukung rezim Rabbani, memperhitungkan bahwa perebutan Kabul dapat meningkatkan ketidakstabilan politik dan memperluas pengaruh Islam fundamentalis di Asia Tengah.

Rusia menilai bahwa rezim Rabbani lebih moderat dan lembut daripada Taliban. Rusia sangat khawatir dengan kestabilan negara2 di Asia Tengah. Moskow menginginkan agar perang sipil antara pemerintah neo-komunis dan pemberontak Islam di Tajikistan, yang terinspirasi dari Afghanistan, segera berakhir. Iran juga sangat marah atas kejatuhan Herat oleh Taliban yang dibekingi oleh Pakistan dan Arab Saudi. Sementara India mendukung Rabbani hanya karena Pakistan mendukung Taliban.

Awal bulan Januari 1996, Taliban menyerang Kabul dengan sejumlah roket. Rabbani kemudian menawarkan proposal perdamaian kepada Taliban dan oposisi lainnya. Hekmatyar lalu meblokade jalur menuju Kabul. Hezb Wahdat, atas intervensi Iran, menyetujui menandatangani proposal tersebut dan membuka jalan Kabul-Bamiyan.

Bulan Maret 1996, Hekmatyar beralih kepada Rabbani dan sepakat untuk melawan Taliban. 11 April, pasukan pemerintah berhasil merebut distrik Saghar di provinsi Ghor dari Taliban. Pertempuran terus berlangsun di Chaghcharan. Taliban berhasil merebut distrik Sharak.

Awal bulan Mei, kedutaan Iran terkena ledakan bom dan melukai dua orang staff kedutaan. Pada tanggal 12 Mei 1996, Hekmatyar memasukkan 1.000 orang pasukannya untuk mempertahankan kota Kabul dari serangan Taliban. Tanggal 26 Juni 1996, Hekmatyar kembali memasuki Kabul dan menjadi Perdana Mentri, sebanyak sembilan orang anggotanya juga menempati sejumlah posisi di kabinet pemerintahan Rabbani.

Keberhasilan Rabbani merangkul Hekmatyar kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Jalalabad untuk membujuk Dewan Shura Jalalabad untuk bergabung dengan pemerintahannya. Rabbani mengatakan bahwa dia bersedia meletakkan jabatannya dan mengusulkan konferensi seluruh faksi di Jalalabad untuk ikut dalam pemelihan kepala negara yang baru nantinya.

Agustus 1996, Dostum setuju dengan gencatan senjata dan dia membuka kembali jalur Salang yang menghubungkan Kabul dengan bagian utara Afghanistan untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir. Ini merupakan pencapaian yang baik bagi Rabbani. Taliban sadar akan ini dan meulai bergerak cepat melawan Rabbani sebelum dia berhasil menggabungkan seluruh aliansi.

Serangan Taliban masih terus berlanjut. Di bulan April 1996, Taliban menembakkan 866 roket, membunuh 180 sipil, melukai 550 dan menghancurkan Kabul - hampir serupa dengan serangan Hekmatyar pada 1993-95. Pada bulan July, serangan roket Taliban jatuh di dekat kediaman mediator PBB yang baru, seorang Jerman bernama Nobert Holl.

Taliban menyerang garis pertahanan pasukan Massoud dari selatan dan barat kota Kabul di bawah perlindungan serangan artileri. Massoud kemudian membalasnya dengan menembakkan howitzer D-30 buatan Soviet yang mengguncang gunung di tempat persembunyian artileri Taliban.

Di belakang garis depan pasukan Massoud, sejumlah truk membawa amunisi dan pasukan tambahan. Seorang Jendral tentara Massoud berkata, "Taliban mempunyai banyak persediaan amunisi dan mereka telah menembakkan ribuan bom, tapi tembakan mereka tidak akurat. Walaupun demikian, cara mereka menggunakan tank dan pick-up jauh lebih baik ketimbang tahun lalu. Taktik mereka masih buruk, dan masih bergantung pada serangan frontal, sepertinya rantai komando mereka masih kurang efektif."

Taliban masih belum mampu mengkonsentrasikan daya tembak dan tenaga yang cukup untuk melewati garis pertahanan kota. Hal ini membuat Massoud berkali-kali berhasil mematahkan serangan mereka. Walaupun Massoud dapat mempertahankan garis pertahannya, namun pasukannya (sekitar 25.000 orang) tidak mampu memperluas serangan untuk mendorong Taliban.
AnimeChibis - 08/10/2010 06:20 PM
#71

Kalau si Dostum itu mah jenderal yang amat luar biasa

Sekutu dgn USSR ? pernah
Sekutu dgn Mujahidin ? pernah
Sekutu dgn Taliban ? juga pernah
Sekutu dgn US ? ya sekarang ini

Kalau ada alien nginvasi Afghanistan pasti si Dostum jadi sekutunya ngakak
Aristocrats - 09/10/2010 02:14 AM
#72

T a l i b a n

Wow ... ak seneng banget nih bacanya .. udah subscribe 5 hari loh o ... tapi baru di baca skrg" krn ak lagi ujian \( ... oh ujian oh \(

btw kakak .. ak boleh tanya ga kak??
1. Bisa Request soal cerita yg pembomb-an patung buddha terbesar yang di Afganistan itu nggak?? ak sendiri dl cma tau di TV doang ... bahwa itu di Bomb sama taliban .. tapi nosara ... Just Pure for learning .. \)

2. Kakak yang soal Burka .. kan Burka itu adalah budaya .. lalu kenapa jadi "fenomena" international ??

maaf kl OOT ... aku emang nggak baca smuanya (lg ujian ..) hammers

AnimeChibis - 09/10/2010 04:07 PM
#73

Quote:
Original Posted By Aristocrats
T a l i b a n

Wow ... ak seneng banget nih bacanya .. udah subscribe 5 hari loh o ... tapi baru di baca skrg" krn ak lagi ujian \( ... oh ujian oh \(

btw kakak .. ak boleh tanya ga kak??
1. Bisa Request soal cerita yg pembomb-an patung buddha terbesar yang di Afganistan itu nggak?? ak sendiri dl cma tau di TV doang ... bahwa itu di Bomb sama taliban .. tapi nosara ... Just Pure for learning .. \)


Itu dibom Taliban. Pada awalnya, Muhammad Omar (Pemimpin Taliban) tidak masalah dengan keberadaan Patung Buddha. Tentu sekilas aneh, kok Taliban yang radikal itu membolehkan patung ? Alasan si Omar sederhana, sudah tidak ada lagi penganut Buddha di Afghanistan. Bahkan sama si Omar, Patung Buddha itu nanti bisa dibuat jadi obyek pariwisata

Namun, ketika itu Afghanistan (pada awal2 Taliban berkuasa) baru saja selesai perang, dan terjadi bahaya kelaparan dimana2. PBB dan bbrp negara barat, menurut Omar, bukannya ngasih bantuan ke pddk Afghan, malah menawarkan uang untuk renovasi patung.

Si Omar marah, dan diletusinlah itu patung. Ini kalau mau ngikuti penjelasan dari mantan Duta besar Taliban (lupa gw namanya, ada di wiki)

Quote:
Original Posted By Aristocrats
[b][COLOR="Pink"][center]2. Kakak yang soal Burka .. kan Burka itu adalah budaya .. lalu kenapa jadi "fenomena" international ??

maaf kl OOT ... aku emang nggak baca smuanya (lg ujian ..) hammers



Ya soalnya ada bbrp ulama yang bilang kalau itu bukan budaya. Jadi agak rancu dimana letak burka ini.

Kalau dikita sendiri setahu gw burka gak dianggap budaya oleh MUI. Tapi sekalipun begitu, MUI juga gak melarang atau menganjurkan.

Namun beda tempat, beda otoritas, beda fatwa.
jamiroquai9 - 09/10/2010 05:34 PM
#74

Quote:
Original Posted By eugen
sejak kapan taliban ngancurin wtc? hammer:

saya denger di berita kalo yg bertanggung jawab osama
osama = taliban
cmiiw

Quote:
Original Posted By juraganbintaro
udah denger si ahmadinejad ngomong belom..??
yang ngancurin tu AS sendiri

taliban cuman ormas islam di afganistan yang menginginkan supaya supremasi AS di afgan hengkang, nggak ada salahnya kan toh AS emang lagaknya lagak penjajah :dp:


ahmadinejad gak boong kan? confused:
AnimeChibis - 09/10/2010 05:38 PM
#75

Quote:
Original Posted By jamiroquai9
saya denger di berita kalo yg bertanggung jawab osama
osama = taliban
cmiiw


Taliban jelas bukan Osama atau Al-Qaida. Ideologinya beda. Misal masalah burqa saja, Taliban mewajibkan sedangkan Al-Qaida nggak.

Cuman, mereka punya musuh yang sama.
Aristocrats - 09/10/2010 11:17 PM
#76

T a l i b a n

oooh, jadi basically krn mereka itu nggak dpt "Uang bantuan" waktu kelaparan yah ... think: so simple ...

btw ktnya itu hanya untuk mengundang turis (yg patung buddha itu) ... memanngya kenapa taliban harus sampai mengusir tourist?? eek:

memang aneh dengan kebudayaan tersebut ... misalnya negara prancis juga sudah melarang yang berkunjung ke prancis tidak boleh mengenakan burka kl ga salah ... think:

Jatah cendol selanjutnya buat kakak malu:
btw kakak itu TSnya?? eek:

AnimeChibis - 09/10/2010 11:34 PM
#77

Quote:
Original Posted By Aristocrats



Jatah cendol selanjutnya buat kakak malu:
btw kakak itu TSnya?? eek:



bukan, sy hanya orang tidak tahu diri yg nimbrung disembarang tempat o

T a l i b a n
samanosuke20 - 10/10/2010 02:04 AM
#78

Quote:
Original Posted By socceripoy
mau nanya gan.. soviet wktu nyrang Afgan gara2 knp ya? Osama diusir dr negranya ( Arab Saudi) tp malah didukung AS dalam perang Afgan-Soviet. Nah apakah waktu itu Arab-AS ud jadi sekutu? Klo posisinya ikutan mendukung Afgan, Arab Saudi hrsnya menerima Osama.. confused:


jd ingat pilemnya tom hanks nih..
charlie wilson's war..

jd kl dari perspektif amerika..
kemenangan mujahidin ini sebagai usaha yg keras dari si congressman charlie wilson...

usaha memasok senjata kepada para anggota mujahidin buat nyerang soviet, sampai kata si charlie wilson... "berikan mereka bazoka biar bisa ngancurin helikopter soviet" (kok congressman USA ngmng indonesia yah..hha..DDD), dan memang taktik jitu ini akhirnya bkn soviet lari tunggang langgang, waktu itu soviet jg dh curiga akan keterlibatan amerika, tp hebatnya CIA menutup2in keterlibatan mereka...\)

cm sayang, setelah kaum mujahiddin menang perang, amerika lepas tangan utk membangun struktur pendidikan, kesehatan dan lain2.. yg kmudian berdampak dgn terbentuknya taliban, golongan anak muda bersenjata...

so jdlah afghanistan sebagai ajang konflik perang bersodara...hammer:
keren deh pilemnya..
samanosuke20 - 10/10/2010 02:06 AM
#79

Quote:
Original Posted By AnimeChibis
bukan, sy hanya orang tidak tahu diri yg nimbrung disembarang tempat o

T a l i b a n


wkwkwkw..
si bro bisa aja ngmgnya...

tp nimbrungnya dbanyak tempat pulak lg..

DDD
Aristocrats - 10/10/2010 04:58 AM
#80

Quote:
Original Posted By AnimeChibis
bukan, sy hanya orang tidak tahu diri yg nimbrung disembarang tempat o

T a l i b a n


T a l i b a n

kirain klonengan TSnya ... tp si agan emang muncul dimana" nih .. hammers

btw emot aku dipake think:

itu masih blm diketahui yah kakak .. kenapa taliban menghindari tourist?? sementara bukannnya tourist jadi menghidupkan masyarakat sekitar situ juga?? (secara langsung ataupun ga langsung??)

Trus tanya lagi dong ... kl afganistan sendiri kan banyak warlord, lalu banyak perpecahan ... tenaga taliban dapet dr mana dong untuk anak buahnya?? bukannya biasanya orang lokal lbh setia sama warlord lokal ya?

Terima Kasih Tanggapannya yah kak \)


Page 4 of 12 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n