Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n
Total Views: 14225 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 12 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > 

adiknyaKipli82 - 15/01/2011 10:51 AM
#141

mantab share ilmunya...bedeway kalo uzbekistan termasuk "geng" bermata sipit sperti yang atas bukan yak?
dulu ane punya temen uzbek ,kek gitu juga think:
adiknyaKipli82 - 15/01/2011 11:03 AM
#142

mantab share ilmunya...bedeway kalo uzbekistan termasuk "geng" bermata sipit sperti yang atas bukan yak?
dulu ane punya temen uzbek ,kek gitu juga think:
sekwilda - 16/01/2011 12:29 AM
#143

Wah pengatahuan gw mankin banyak neh tentang Taliban.
ane ikut monitor2 aja lah isi thread ini ilovekaskus:
x369z5qg6 - 18/05/2011 03:54 AM
#144

Quote:

Hukum yang mereka terapkan itu adalah gabungan dari Shariah (aliran wahabi), hukum adat, dan mereka itu dipengaruhi oleh aliran Deobandi Islam. Aliran ini berasal dari India, dan sudah ada sejak tahun 1866-1867, dan aliran ini sangat anti Barat. Semua hukum yang mereka terapkan dilakukan dengan sangat sangat ketat, hukuman bagi yang melanggarnya pun sangat sangat keras. Sebagian pelarangan terhadap wanita datang dari aliran Deobandi Islam ini

Gila kejam banget nih warlord kalo beneran kejadian fuck:fuck:fuck:, ga heran taliban pun banyak yang dukung akhirnya.
x369z5qg6 - 18/05/2011 03:57 AM
#145

Quote:
Original Posted By AnimeChibis
Shah Massoud mati oleh Tambal ban yang nyamar jadi wartawan

Abdul Haq, sebelum mati oleh tambal ban, istri dan anaknya mati oleh tambal ban juga.

Dan dari wawancara ini, Tambal ban lupa kalau dia itu pernah menumbangkan pemerintahan Afghanistan yang SAH.

Penghianat.

Negara boleh ancur, tapi gak boleh mengkhianati negara sendiri. Setelah Komunis tumbang, Semua sudah sepakat Pemerintahan Negara Islam Afghanistan adalah yang sah. Perkara ada yang mbalelo ya bantulah negara, jangan nusuk dari belakang.

kalo bener cerita yang di-quote di atas, sepertinya taliban sudah beritikad baik membantu negara memberantas kejahatan warlord D sayang memang mereka bertindak seperti itu
FUHRERS - 18/05/2011 11:58 AM
#146

Trit Super duper keren nih gan,
ane suka cara pembabaran yang runtut dan rapi,
lanjut gan :rate5
aRieVoriuZ - 31/05/2011 03:15 PM
#147

wah, thread yang bagus nih,
kebetulan ane disarankan sama dosen untuk ngambil topik pembahasan mengenai politik Afganistan untuk thesis ane. Ijin nyimak ya gan \)
DikvanHorn - 31/05/2011 07:09 PM
#148

mantap nih tret, TS-nya berhasil menyajikan tulisan tentang taliban ini begitu menarik...thumbup:

salah satu Suku di Afganistan yang menjadi tulang punggung Taliban adalah suku Pastun, yg konon salah satu karakteristik suku tersebut adalah gemar berperang. Hal tersebut berdasarkan ucapan seorang Suku Pastun bahwa "kita hanya bisa damai, ketika kita berperang"
maleboboy - 31/05/2011 07:35 PM
#149

gan ..
coba pertanyaannya di gabungin ja di pejwan. .
bingung para kaskuser bacanya bingungs

menurut ane ada baik dan ada tidaknya gan.
karena mereka berasal dari penganut gol islam yg berbeda dgn kita.
ane sih setuju kalau taliban memperjuang kan nilai2 islam,tapi klau melenceng dari ajaran islam gk banget deh p
tapi menurut ane ni ye nosara,emg ada strategi dari amerika untuk menguasai jazirah arab. . .karena memiliki potensi minyak. .
ya salah satunya di afgan.
tapi cuma opini ane lo gan..bukan bermaksud sara nosara
Fell Flucker - 02/06/2011 05:48 PM
#150

Serangan mendadak ke Jalalabad dan penaklukkan Kabul, 1996

Taliban membujuk Pakistan dan Arab Saudi untuk mendukung kembali rencana serangan lainnya untuk menduduki Kabul sebelum musim dingin tiba. Kemudian, kepala intelijen Saudi, Pangeran Turki bin Faisal, mengunjungi Islamabad dan Kandahar pada Juli 1996 untuk membicarakan dengan ISI mengenai rencana baru untuk menyerang Kabul. Dua bulan setelah kunjungan Turki, Taliban mulai bergerak, bukan menyerang Kabul, tapi menyerang bagian timur kota Jalalabad. Pakistan dan Arab Saudi ikut mengatur penyerahan kekuasaan kota Jalalabad dan mereka melarikan kepala Dewan Shura Jalalabad, Haji Abdul Qadeer. Qadeer dilaporkan telah disuap sebesar US$10 juta secara tunai, serta diberikan jaminan bahwa aset dan akun bank miliknya di Pakistan tidak akan dibekukan.

Taliban melancarkan serangan mendadaknya ke Jalalabad pada tanggal 25 Agustus 1996, mereka masuk dari arah selatan kota Jalalabad. Pada waktu bersamaan, Pakistan membiarkan ratusan orang bersenjata pendukung Taliban, yang berasal dari kamp-kamp pengunsi warga Afghan di Pakistan, untuk melintasi perbatasan Pakistan dan memasuki Jalalabad dari arah timur. Terjadi kepanikan di Jalalabad, Dewan Shura Jalalabad jatuh ke tangan Taliban. Haji Abdul Qadeer melarikan diri ke Pakistan pada tanggal 10 September 1996, dan penggantinya, Mahmud, ditemukan terbunuh pada keesokan harinya bersamaan dengan enam orang bodyguard-nya ketika ingin melarikan diri ke Pakistan juga.

Selan beberapa hari kemudian, pasukan bermobil Taliban berhasil menguasai tiga procvinsi di bagian timur, yaitu Nangarhar, Laghman, dan Kunar. Pada malam tanggal 24 September 1996, mereka bergerak menuju Sarobi, 45 mil dari kota Kabul dan merupakan pintu gerbang menuju Kabul. Serangan kecil nan mendadak dari Taliban mengagetkan pasukan pemerintah, mereka terpaksa mundur dan balik menuju Kabul.

Kini, kota Kabul terbuka untuk diserang dari arah timur untuk pertama kalinya.

Pasukan Taliban tidak menyusun kembali kekuatannya, mereka malah terus mengejar pasukan pertahanan Sarobi yang balik menuju Kabul. Disisi lain, pasukan Taliban juga bergerak untuk menyerang Kabul dari arah selatan dan sebagian lagi bergerak ke utara, dari Sarobi, untuk menduduki lanud Bagram dengan maksud untuk memutuskan satu-satunya rantai kekuatan udara Massoud.

Kecepatan serangan Taliban ini mengagetkan pemerintahan Rabbani. Pasukan Taliban memasuki Kabul pada malam hari tanggal 26 September 1996, hanya berselan beberapa jam setelah Massoud memerintahkan untuk menarik pasukan. Sejumlah unit kecil pasukan Massoud tetap tinggal di Kabul untuk menahan laju serangan Taliban dan meledakkan timbunan amunisi milik mereka. Massoud lalu keluar dari Kabul menuju ke arah utara bersamaan dengan rombongan besar pasukan lapis baja dan artileri miliknya.

Massoud meninggalkan Kabul tanpa perlawanan, dia tahu bahwa dia tidak akan mungkin dapat bertahan dari serangan Taliban yang datang dari segala penjuru. Dia juga tidak ingin kehilangan dukungan dari warga Kabul dengan terus bertempur di dalam kota yang ditakutkannya akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah.


Pembunuhan ex-presiden, Muhammad Najibullah

Pada tanggal 27 September 1996, Taliban sudah berhasil menduduki kota Kabul dan menangkap ex-presiden komunis, Muhammad Najibullah, di kamp PBB di pusat kota Kabul. Najibullah adalah presiden terakhir pada masa rezim komunis yang memerintah pada kurun waktu 1989-1992.

Ketika kota Kabul jatuh ke tangan Mujahiddin pada tahun 1992, Najibullah mencoba untuk melarikan diri bersama dengan seorang mediator PBB (Benon Sevan) melalui Kabul International Airport. Namun ia dicegat oleh Dostum. Pada tanggal 17 April 1992, dia menempati kamp PBB di pusat kota Kabul. Semua faksi Mujahidin menghormati imunitas PBB dan dia aman selama perang sipil berlangsung antara faksi Mujahidin kurun waktu 1992-1996. Sementara itu, istri dan ketiga anaknya telah berhasil mengevakuasi diri dan tinggal di New Delhi, India.

PBB termasuk pihak yang ikut bertanggung jawab atas kematian Najibullah. Ketika Sarobi jatuh ke tangan Taliban, Najibullah mengirimkan pesan ke markas PBB di Islamabad, dia meminta Norbert Holl menyusun rencana evakuasi dirinya dan tiga orang yang menemaninya - saudaranya, Shahpur Ahmadzai, sekretaris peribadinya, dan seorang bodyguard. Tapi tidak ada seorang pejabat PBB pun di kota Kabul pada waktu itu yang mau bertanggung jawab.

Sore hari pada tanggal 26 September 1996, Massoud mengirimkan Jendral seniornya untuk mengajak Najibullah pergi dengan pasukan pemerintah yang mundur menuju ke utara dan menjanjikannya keamanan bagi dirinya. Namun Najibullah menolak. Seorang yang keras kepala, agaknya dia takut jika ia pergi dengan orang2 Tajik, maka dia akan merasa terlecehkan di mata rekan-rekan Pasthun-nya.

Hanya ada tiga orang Afghan yang dipekerjakan oleh PBB untuk menjaga kamp PBB. Mereka ketakutan dan melarikan diri begitu mendengar letusan senjata Taliban di pinggiran kota. Najibullah kembali mengirimkan pesan nirkabel ke markas PBB di Islamabad sebelum malam, namun itu semua sudah terlambat.

Unit khusus Taliban yang terdiri dari 5 orang, dipimpin oleh Mullah Abdul Razaq - Gubernur Herat yang kini menjadi pemimpin untuk menduduki Kabul, datang dan masuk ke kamp PBB pada pukul 1 dini hari (28 September 1996). Sebelum Taliban menduduki Kabul, Razaq mengakui bahwa dia telah memerintahkan untk membunuh Najibullah.

Taliban berjalan menuju ruang Najibullah, memukul Najibullah dan saudaranya tanpa rasa ampun, mengikatnya dan memasukkannya ke dalam mobil pick-up dan membawanya ke istana presiden yang gelap. Disana, mereka mengebiri Najibullah, menyeret tubuhnya dengan mobil jeep dalam beberapa putaran dan menembakknya sampai tewas. Saudaranya juga mendapat siksaan yang sama, lalu dicekik hingga tewas.

Taliban lalu menggantung tubuh mereka berdua disebuah beton pos lalu lintas di sekitar istana presiden, hanya beberapa blok dari kamp PBB. Pada subuh hari, warga Kabul yang penasaran kemudian menghampiri untuk melihat dua mayat yang telah membengkak tergantung dengan seutas tali baja.

Spoiler for hehe
T a l i b a n

T a l i b a n

Pasca pembunuhan Najibullah, Taliban mendapat kecaman keras dari masyarakat internasional, khususnya dari negara2 muslim. Berkaitan dengan pembunuhan tsb, PBB menyatakan bahwa Taliban telah melanggar imunitas PBB dan telah merusak usaha2 yang tengah ditempuh untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan. Mereka juga telah mempermalukan sekutu mereka, Pakistan dan Arab Saudi. Sebagai balasan, Taliban malah mengeluarkan pernyataan akan membunuh Dostum, Rabbani, dan Massoud.
Fell Flucker - 02/06/2011 05:50 PM
#151

Kampanye militer Taliban: Serangan ke utara!, akhir 1996

Massoud bersama pasukannya kini bertahan di Panjshir, yaitu tempat di mana Massoud berasal. Pasukan Massoud dengan sengaja meledakkan gunung-gunung di sekitar, kemudian terjadilah longsor yang menutupi jalan-jalan masuk menuju lembah Panjshir. Taliban melancarkan serangan, namun gagal menemukan jalan masuk.

Taliban juga menelusuri jalan raya Salang dan merebut sejumlah perkotaan di sepanjang jalan. Sesampainya di terowongan Salang, mereka dihadang oleh serangan pasukan Dostum yang datang dari kota Mazaar E Sharif.

Mullah Rabbani bertemu dengan Dostum pada 8 Oktober 1996 dalam upaya untuk mencoba menetralkan orang2 Uzbeks, karena pada waktu itu mereka sedang mengejar Massoud. Namun tidak pernah ada kesepakatan. Taliban menolak kekuasaan dan otonomi Dostum di utara.

Pakistan secara terus-menerus melakukan diplomasi untuk memutuskan hubungan Dostum dan Massoud. Terlepas dari segala perbedaan pandangannya dengan Massoud, Dostum yakin bahwa Taliban adalah ancaman nyata bagi seluruh penduduk non-Pashtun. Pada 10 Oktober 1996, presiden termakzul Rabbani, Massoud, Dostum, Karim Khalili (pemimpin Hazara) bertemu di Khin Jan dan membentuk 'Supreme Council for the Defence of the Motherland' untuk melawan Taliban. Ini adalah aliansi anti-Taliban baru yang akan memperpanjang peperangan ini.

Dalam serangan kilatnya ke utara, Taliban menyebar dalam sejumlah pasukan2 kecil. Hal ini dimanfaatkan oleh Massoud dengan menyerang kelompok2 kecil tersebut dan berhasil merebut sejumlah kota, menangkap dan membunuh ratusan Taliban dan membuat sebagian lagi mundur balik ke Kabul.

18 Oktober 1996, pasukan Massoud berhasil merebut lanud Bagram dari Taliban. Pasukan udara Dostum juga membombardir sejumlah posisi Taliban di Kabul. Pertempuran ini menewaskan ribuan sipil dan memaksa 50 ribu orang di sepanjang jalan Salang mengungsi. Sementara itu ribuan warga Kabul - mayoritas Tajiks dan Hazara - mengungsi ke perbatasan Pakistan untuk menghindari serangan dan penangkapan massal oleh Taliban.

Jumlah pasukan Taliban yang tewas meningkat, mereka mulai merasa kekurangan sumber daya dan akhirnya mengadakan wajib militer bagi pemuda2 Kabul, mereka memasuki masjid2 dan menangkap orang2 yang sedang beribadah untuk bergabung bersama mereka.

Ribuah relawan lainnya datang dari Pakistan, sejumlah ulama Pakistan menutup madrasahnya agar para pelajar bisa bergabung dan berjuang bersama Taliban. Ribuan pelajar Pakistan dan warga Afghanistan dari kamp2 pengungsi di Pakistan mulai berdatangan setiap harinya ke Kandahar dan Kabul. Mereka menggunakan bus yang disewa oleh sejumlah partai Islam di Pakistan. Pemerintah Pakistan juga melepaskan para relawan melintasi perbatasan begitu saja, tanpa menggunakan paspor dan visa.

Dengan tambahan pasukan ini, Taliban melancarkan serangan ke dari barat Afghanistan menuju ke arah utara. Mereka berangkat dari Herat menuju provinsi Baghdis. Akhir bulan Oktober 1996, Ismail Khan dan 2.000 orang pasukannya berangkat dari Iran menuju Maimana dengan menggunakan pesawat Dostum untuk mempertahankan garis pertahanan melawan serangan Taliban di Baghdis.

Iran telah mempersenjatai dan memberi perlengkapan bagi pasukan Khan untuk mendukung gerakan anti-Taliban ini. Pertempuran hebat terjadi antara kedua belah pihak di Baghdis sepanjang November dan Desember, penggunaan angkatan udara dalam jumlah besar oleh kedua belah pihak menyebabkan 50.000 orang mengungsi menuju Herat. Terjadi krisis pengungsi bagi PBB, salju musim dingin turut dan intensitas peperangan menyulitkan agen2 PBB untuk membantu para pengungsi.

Walaupun turun salju di musim dingin, Taliban terus mendesak pasukan Massoud dari pinggiran kota Kabul. Akhir bulan Januari 1997, Taliban telah berhasil merebut kembali seluruh kota-kota di sepanjang jalan raya Salang, menduduki lanud Bagram dan Charikar. Massoud kembali bertahan di lembah Panjshir dan Taliban terus bergerak ke arah utara untuk menghadapi Dostum.

Kejatuhan Kabul dan meningkatnya intensitas pertempuran berujung pada keprihatinan di seluruh kawasan. Iran, Rusia, dan negara2 Asia Tengah (Central Asia Republics) memperingati Taliban agar tidak bergerak terus ke utara dan secara terang-terangan mengumumkan akan mempersenjatai aliansi anti-Taliban.

Sementara itu Pakistan dan Arab Saudi mengirimkan diplomat mereka ke Kabul untuk melihat bantuan apa yang sekiranya dapat mereka berikan untuk Taliban. Permintaan PBB dan dunia internasioal agar segara diadakan gencatan senjata dan perdamaian tidak ditanggapi oleh kedua belah pihak.

Ambisi mulah Omar untuk menguasai Kabul akhirnya tercapai. Kabul adalah ibu kota bagi raja Pasthun Afghanistan sejak 1772. Kini mereka berhasil menguasainya kembali setelah selama 40 tahun dipegang oleh orang2 Tajiks.

“Perang adalah permainan yang rumit”, ungkap Omar. “Taliban membutuhkan waktu 5 bulan untuk merebut satu provinsi, lalu kini 6 provinsi telah jatuh ke tangan kita hanya dalam 10 hari. Sekarang kita memegang kendali di 22 provinsi, termasuk Kabul. Insya Allah, seluruh Afghanistan akan jatuh ke tangan kita. Kita merasa opsi militer adalah pilihan terbaik setelah sejumlah kegagalan dalam negosiasi untuk mencapai perdamaian”
Fell Flucker - 02/06/2011 05:51 PM
#152

Kampanya militer Taliban: Serangan ke Mazar E Sharif, dan Pembantaian di utara, 1997! Part I

Mazar E Sharif adalah basis pertahanan terakhir pasukan anti-Taliban yang terletak di bagian utara Afghanistan. Kawasan ini terdiri dari 6 provinsi yang dikuasai oleh Jendral Abdul Rashid Dostum.

Selama musim dingin, terjadi kepanikan diantara warga Mazar. Makanan dan bahan bakar mulai berkurang akibat blokade Taliban. Nilai tukar mata uang Afghani pun naik dua kali lipat menjadi US$1, lalu kemudian menjadi tiga kali lipat ketika orang kaya di Mazar melarikan diri ke Asia Tengah.

Mayoritas penduduk Afghanistan menempati kawasan selatan. Namun, 60% kekayaan agraris dan 80% kekayaan mineral dan gas serta pusat industri terletak di utara Afghanistan. Selama satu abad terakhir, wilayah utara adalah kawasan kunci bagi pembangunan ekonomi rezim Kabul.

Ketika Taliban melancarkan serangannya ke kawasan ini pada bulan Mei 1997, terjadi sejumlah drama pergantian keberpihakan, pengkhianatan, hingga pertumpahan darah antar etnis. Hal ini semakin memperburuh situasi regional Asia Tengah.
Ketika Dostum berlindung di Qalal-i-Jangi (Benteng Perang), pada musim dingin di pinggiran kota Mazar, ia tiba-tiba mendapat dukungan dari negara-negara tetangga dan banyak warga Afghan lainnya. Dostum dianggap sebagai penyelamat dan merupakan harapan terakhir untuk berlindung dari serangan Taliban.

Sebagai konsekuensinya, ia menjamin keamanan bagi ribuan pengungsi yang datang dari kota Kabul sejak tahun 1992. Mazar dianggap sebagai kota terakhir yang memberikan kedamaian. Sejumlah penyanyi dan penari terkenal Afghan yang tadinya tampil di Kabul, kini pindah ke Mazar. Universitas Balkh adalah satu-satunya universitas yang masih beroperasi di Afghanistan. Kota ini juga merupakan tujuan para peziarah. Ribuan orang datang ke Mazar setiap tahunnya untuk mengunjungi dan berdoa di makam Ali yang dilapisi ubin berwarna biru. Ali adalah sepupu sekaligus anak menantu Nabi Muhammad SAW, ia juga adalah pemimpin Khalifah Islam yang ke-4, dan dipuji oleh umat Syiah.

Tak jauh dari kota Mazar, terdapat reruntuhan kota kuno Balkh, yang disebut sebagai "The Mother of all Cities" oleh pasukan Arab pada abad ke-7. Di sini lah ajaran Zoroaster berkembang sekitar 3.000 tahun lalu, di sini lah tempat Aleksander Agung mendirikan kamp, dan di kota ini juga lah tempat kelahiran penyair terkenal Persia bernama Rumi. Balkh berkembang sebagai salah satu pusat peradaban Zoroaster, Budha, dan Islam, lalu kemudian dihancurkan oleh Genghis Khan pada tahun 1220. Pusat kebudayaan dan perdagangan lalu akhirnya pindah ke kota Mazar.

Kota Mazar tidak pernah mengalami peperangan selama konflik berlangsung di Afghanistan. Namun sepertinya situasi akan segera berubah.

Sejarah klan orang Uzbek diwarnai dengan sejarah panjang, pertumpahan darah, pembunuhan, perebutan kekuasaan, penjarahaan dan perselisihan karena wanita. Olah raga favorit orang Uzbek adalah Buzkushi, semacam olah raga Polo dimana penunggang kuda memegang cambuk dan berebut kambing buntung. Tidak ada tim, tidak ada peraturan. Begitulah analogi untuk menggambarkan politik orang Uzbek.

Terdapat perselisihan sengit antara Dostum dan Jendral Malik Pahlawan (pemegang komando ke-2). Dostum dituduh sebagai pembunuh saudara laki-laki Malik, Jendral Rasul Pahlawan. Rasul terbunuh bersamaan dengan 16 orang bodyguard-nya dalam sebuah serangan pada bulan Juni 1996. Malik khawatir kalau Dostum tengah menyiapkan rencana pembunuhan dirinya. Hal ini dimanfaatkan oleh Taliban dengan menyuap dan memberikan janji akan kekuasaan kepada Malik. Akhirnya Malik berpaling dari Dostum dan bergabung dengan Taliban. 19 Mei 1997, Malik meminta Taliban untuk menyingkirkan Dostum dari posisinya. Tiga jendral Uzbek lainnya, Jendral Gul Muhammad Pahlawan, Ghafar Pahlawan, dan Majid Rouzi, ikut bersama Malik bergabung dengan Taliban. Disamping itu, Dostum telah 5 bulan tidak membayar gaji tentaranya dan menyebabkan kekacauan di internal militernya.

Taliban bergerak ke utara dari Herat dan Kabul, satu persatu provinsi jatuh ke tangan pasukan Pashtun Taliban dan pasukan Uzbeks pimpinan Malik yang berasal dari basis militer di provinsi Faryab. Dostum melarikan diri bersama dengan 135 orang lainnya menuju Uzbekistan, lalu pindah ke Turki. Sewaktu dalam perjalanan menuju ke Temenz di perbatasan Afghanistan-Uzbekistan, Dostum terpaksa menyuap tentaranya sendiri dengan sejumlah dollar Amerika agar konvoinya bisa melewati perbatasan tersebut.

Sebanyak 2.500 pasukan Taliban menjejakkan kakinya di Mazar dengan menggunakan mobil pick-up dibawah pimpinah Mullah Abdul Razaq. Mereka menolak berbagi kekuasaan dengan Malik dan hanya menawarkan Malik posisi sebagai Deputi Kementrian Luar Negeri di Kabul. Malik telah salah mengira bahwa ia akan mendapatkan otonomi seperti yang diperoleh Dostum di Mazar sejak 1992.

Seketika Taliban langsung melucuti senjata pasukan Uzbek dan Hazara, mengambil alih masjid, menutup sekolah dan universitas, menggiring wanita ke jalan-jalan.

Diplomat Pakistan dan pejabat ISI berangkat menuju Mazar berupaya untuk membantu Taliban dalam renegosiasi sejumlah poin. Karena Malik telah terburu-buru percaya kepada Taliban dengan kesepakatan pembagian kekuasaan. Malik menilai ini bukanlah pembagian kekuasaan, namun perebutan kekuasan oleh Taliban. Padahal Malik telah menyerahkan Ismail Khan kepada Taliban sewaktu bertempur bersama di Faryab. Kini ia terjebak diantara pengkhianatan Taliban dan pengkhianatan yang ia lakukan kepada Dostum.

Sore hari tanggal 28 Mei 1997, terjadi pertengkaran ketika pasukan Hazara menolak untuk dilucuti. Kemudiaan keadaan semakin tak terkendali. Pertama orang Hazara yang memberontak, lalu penduduk kota Mazar pun ikut memberontak. Taliban tidak terlatih dalam pertempuran di kota, dan mereka tidak mengetahui seluk beluk kota Mazar. Taliban dengan mudahnya menjadi korban bulan-bulan2an warga Mazar, sebagian dari mereka lari menggunakan pick-up, namun malah menemui jalan buntu.

Selama 15 jam dalam keadaan chaos, kurang lebih 600 Taliban dibantai di jalan-jalan, dan lebih dari 1.000 orang ditangkap ketika hendak melarikan diri di bandara udara. 10 pemimpin politik dan militer Taliban tertangkap dan ada juga yang terbunuh. Mereka yang tertangkap adalah Mentri Luar Negeri Mullah Muhammad Ghaus, Mullah Razaq, dan Gubernur Bank Sentral Mullah Ehsanullah. Pasukan Malik mulai menjarahi kota, termasuk menjarahi kantor milik PBB, dan memaksa PBB untuk meninggalkan Mazar. Lusinan pelajar Pakistan juga ditemukan tewas.

Pasukan Malik dengan cepat merebut kembali 4 provinsi di utara (Takhar, Faryab, Jowzjan, dan Sari Pul), yang sebelumnya telah dikuasai Taliba hanya dalam 5 hari. Selebihnya pasukan Malik menghadapi pertempuran hebat ketika hendak menguasai ketiga provinsi lainnya (Balkh, Samangan, dan Kunduz). Jalur pelarian Taliban telah ditutup, ribuan pasukan Taliban dan pelajar Pakistan ditangkap lalu ditembak mati dan ditanam dalam kuburan massal.

Di selatan, Massoud memanfaatkan keadaan ini dengan melancarkan serangan, dan sekali lagi berhasil merebut Jabal ul Seraj di selatan pintu masuk terowongan Salang. Dia meledakkan pintu masuk diujung terowongan, dan menjebak pasukan Taliban di utara yang sedang melarikan diri menuju Kabul.

Massoud juga merebut sejumlah daerah di sekitar Kabul dan beberapa kota di timur laut Afghanistan. Ratusan Taliban terbunuh dan tertangkap. Sementara itu, pasukan Hazara yang terdorong oleh semangat kemenangan di Mazar mulai melalukan serangan balasan terhadap pasukan Taliban yang telah menduduki Hazarajat. Pasukan Taliban yang berada di pintu masuk lembah Bamiyan dipukul mundur, pasukan Hazara pimpinan Khalili bergerak maju ke Kabul, memaksa ribuan penduduk Pashtun untuk mengungsi ke Kabul.

Ini adalah kekalahan terparah yang pernah dialami oleh Taliban. Dalam sepuluh minggu bertempur, antara bulan Mei dan Juli, Taliban kehilangan 3.000 pasukannya, baik itu terbunuh maupun terluka, dan sekitar 3.600 orang tertangkap. Lebih dari 7.000 orang pasukan dan sipil dari keduabelah pihak terluka (menurut data ICRC). Bahkan 250 warga Pakistan ikut tewas dan sebanyak 550 tertangkap. Semangat tempur Taliban jatuh, terlebih ketika mengetahui begitu banyak pasukan berpengalaman yang ikut tewas.

Mullah Omar memanggil para pelajar Pakistan untuk datang dan membantu Taliban. Lagi dan lagi, sejumlah madrasah ditutup dan Taliban mendapat tambahan pasukan sebanyak 5.000 orang. Situasi Taliban saat itu sangat kacau, hingga Mullah Omar terpaksa pergi ke Kabul untuk meningkatkan morale tempur pasukannya.

Taliban juga merekrut pasukan dari masyarakat Pashtun Ghilzai di timur Afghanistan dan Pakistan. Tapi mereka menginginkan timbal balik politis yang tidak dapat disanggupi oleh Taliban. Pashtun Ghilzai, yang dulunya mendominasi perang melawan Soviet, tidak bersedia dijadikan umpan bagi Taliban tanpa perwakilan yang cukup di Shura yang didominasi oleh Pasthun Durrani. Komandan pasukan Ghilzai (Jalaluddin Haqqani) mengkritik taktik perang Taliban sewaktu di Mazar. Haqqani menyalahkan Taliban karena terlalu terburu-buru dan kurang adanya dialog antara satu sama lain, Taliban juga dinilai telah melakukan kesalahan dalam taktik militer.
Fell Flucker - 02/06/2011 06:04 PM
#153

Kampanya militer Taliban: Serangan ke Mazar E Sharif, dan Pembantaian di utara, 1997! Part II

Haqqani adalah veteran perang Soviet yang memimpin pasukan dari daerah Khost di provinsi Paktia. Dia bergabung dengan Taliban pada tahun 1995. Setelah kekalahan di Mazar, Taliban mendapat tambahan 3.000 pasukan dari Pashtun Ghilzai dengan membayar sejumlah uang kepada Haqqani. Seluruh pasukan itu di tempatkan di front Kabul.

Haqqani menjabat sebuah posisi di pemerintahan Kabul, namun ia adalah seorang Pashtun non-Kandahar. Sementara itu, seluruh keputusan politik dan militer berada di tangan orang-orang Pashtun Kandhar dibawah pimpinan Mullah Omar. Haqqani tidak dapat ikut serta dalam setiap pengambilan keputusan. Kebijakan-kebijakan yang di ambil di Shura Kandahar banyak menyebabkan kekacauan.

Hanya berselang dua bulang, pasukan Haqqani hanya tersisa 300 orang. Bahkan lebih parahnya lagi, warga Kandahar menolak mengirimkan anaknya untuk bergabung dengan Taliban. Ini adalah kali pertama Taliban menemui kesulitan dalam merekrut tentara baru.

Sementara itu, negara-negara di Asia Tengah cukup gerah dengan peperangan di utara Afghanistan. Mereka mulai memperketat keamanan di perbatasan. 3.000 pasukan Rusia di perbatasan Uzbekistan-Afghanistan, 25.000 pasukan Rusia di perbatasan Tajikistan-Afghanistan, serta penjaga perbatasan Rusia di Turkmenistan dan sejumlah divisi tentara lokal lainnya berada dalam kewaspadaan tingkat tinggi. Uzbekistan dan Tajikistan menutup perbatasan mereka di utara Afghanistan. Di Termez, helikopter tempur Uzbekistan berpatroli dan pasukan angkatan darat meletakkan jebakan tank, dan membentengi jembatan yang melintasi sungai Amu Darya, sungai yang membelah Afghanistan dari Asia Tengah.

Rusia menawarkan untuk mengirim 10 batalion pasukan ke Kyrgyzstan atas permintaan dari presiden Kyrgyz, Askar Akayev, walaupun Kyrgyz tidak berbatasan langsung dengan Afghanistan. Rusia dan Khazakstan juga menyusun pertemuan darurat di Commonwealth of Independent States (CIS) untuk membicarakan krisis ini, dimana Mentri Luar Negeri Rusia, Yevgeny Primakov, menjanjikan 'aksi keras dan efektif' jika Taliban maju lebih jauh. Turkmenistan, yang mengklaim sebagai negara netral dan berbatasan langsung dengan Afghanistan, menjalin hubungan dengan Taliban. Mereka terkesima dengan dahsyatnya pertempuran di Mazar, terlebih ketika 9.000 orang Turkmen WN Afghanistan menyebrangi perbatasan dan meminta perlindungan di Turkmenistan.

Iran mengatakan akan terus mendukung pasukan anti-Taliban dan meminta kepada Rusia, India, dan negara2 Asia Tengah untuk menolong mereka juga. Mentri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Velayti, mendesak intervensi PBB.

Taliban sangat geram dengan negara-negara tetangganya. Mentri Kesehatan Taliban, Mullah Muhammad Abbas, mengatakan bahwa Iran dan Rusia telah mengintervensi dan mendukung kelompok oposisi dalam membombardir Taliban. Iran membuku 22 penerbangan setiap harinya ke Mazar untuk memberikan persenjataan bagi pasukan Aliansi Utara.

Diplomat Iran dan negara Asia Tengah lainnya menyalahkan Pakistan bukan hanya karena dukungannya atas Taliban, tapi juga atas pengkhianatan sebuah komitmen yang diucapkan oleh Perdana Mentri Pakistan, Nawaz Sharif, seminggu sebelum Taliban menyerang Mazar. Dalam sebuah pertemuan kepala negara tingkat regional di Ashkhabad (ibu kota Turkmenistan), Nawaz Sharif telah berjanji akan mengendalikan Taliban dan akan mencegah terjadinya perluasan serangan ke utara.

Disisi lain, serangan Taliban ke utara ini juga berdampak positif terhadap perang sipil yang telah berlangsung selama 4 tahun di Tajikistan. Kedua belah pihak yang bertikati mempercepat penandatanganan perdamaian karena takut dengan pergerakan Taliban. Perdamaian ini diprakarsai oleh Rusia dan PBB antara pemerintah Tajikistan dan kelompok oposisi Islam pada 27 Juni 1997. Hal ini merupakan dorongan besar bagi Massoud, karena Rusia bisa memberikan bantuannya melalui basisnya di Tajikistan. Massoud diperbolehkan menggunakan bandara di Kuliab, selatan Tajikistan, untuk mengambil bantuan dari Rusia dan Iran, lalu membawanya ke lembah Panjshir.
Fell Flucker - 03/06/2011 10:48 AM
#154

Serangan ke Mazar E Sharif dan Pembantaian di utara, 1997! Part III

Pembentukan Aliansi Utara

Aliansi anti-Taliban mencoba untuk mempererat aliansi mereka dengan merumus ulang sebuah aliansi politik baru. Pada tanggal 13 Juni 1997 mereka mendirikan United Islamic Front for the Salvation of Afghanistan (Jabha-yi Muttahid-i Islami-yi Milli bara-yi Nijat-i), atau lebih dikenal dengan Aliansi Utara.

Mereka menyatakan Mazar E Sharif sebagai ibu kota dan memilih Burhanuddin Rabbani sebagai presiden, Ahmad Shah Massoud sebagai Mentri Pertahanan dan berjanji akan membentuk pemerintahan baru yang akan merangkul pemimpin-pemimpin suku, agama, dan teknokrat. Aliansi ini terdiri dari berbagai etnis, mulai dari Pashtun, Tajiks, Uzbeks, Hazara, Turkmen, dan lain2 yang tergabung dalam sejumlah faksi politik. Namun mereka menemui sejumlah kendala akibat perselisihan diantara Malik, Massoud, dan Khalili. Terutama kecurigaan atas Malik yang ditakutkan akan berkhianat lagi seperti dulu.

Aliansi Utara mendapat bantuan dan dukungan dari sejumlah negara sekitar.

Rusia mendukung pemerintahan Rabbani sejak di Kabul. Rusia juga memberikan sejumlah tank T-55 dan T-62 kepada Dostum untuk mencegah ekspansi militer Taliban yang didukung oleh Pakistan. Rusia juga memberikan misil Frog-7 dan Luna-M kepada Dostum. Rusia melakukan ini untuk mejaga keamanan kepentingan-kepentingan mereka di Asia Tengah dari ancaman Taliban.

Presiden Uzbekistan, Islam Karimov, secara diam-diam memberikan rekan Uzbeknya, Dostum, sejumlah tank, pesawat, dan teknisi, dengan harapan agar pasukan Uzbek di Afghanistan dapat mencegah menyebarnya ekstrimisme di perbatasan negara mereka.

Tajikistan, dengan dukungan Rusia, sangat bersimpati dan mendukung rekan Tajiks-nya, presiden Rabbani. Disisi lain, Iran masih terus memberikan berbagai dukungan kepada faksi Wahdat, faksi politik etnis Hazara. Rabbani dan Massoud juga mendapat bantuan teknisi dan finansial dari India.

Quote:
T a l i b a n
Aliansi Utara
MERAH: Daerah Massoud
HIJAU: Daerah Dostum
Taliban
KUNING: Daerah Taliban


Sewaktu Malik mempertahankan dan memcoba mengusir Taliban dari provinsi Kunduz, Massoud mulai mengadakan serangan ke Kabul dengan merebut kembali Charikar dan lanud Bagram yang berjarak 20 mil dari Kabul. Di selatan kota Kabul, pasukan Hazara pimpinan Khalili juga ikut mengepung Kabul. Kini Kabul telah terkepung 180 derajat.

Taliban tetap percaya diri bahwa mereka akan berhasil mempertahankan Kabul dari serangan Aliansi Utara. Haqqani mengatakan bahwa Aliansi Utara tidak akan bisa mengalahkan Taliban, karena mereka kekurangan orang dan terpecah di dua front, Kunduz dan Kabul.

Malik berhasil ditangkap oleh Taliban, suku Pashtun lokal membantu Taliban untuk menyerang kembali kota Mazar. Pada 7 September 1997, Taliban merebut kota Tashkhorgan, dan membuat panik warga Mazar.

Ditengah serangan Taliban tersebut, pecahlah pertempuran antara pasukan Uzbek faksi Malik dan pasukan Uzbek faksi Dostum. Rumah milik Malik dibakar oleh pasukan Dostum dan dia terpaksa melarikan diri ke markasnya di provinsi Faryab lalu melarikan diri ke Turkmenistan, dan akhirnya pindah ke Iran.

Dostum kembali ke Mazar dari pelariannya di Turki. Ia ingin menghancurkan pendukung Malik dan mengusir Taliban keluar dari Mazar. Terjadi kekacauan di Mazar, karena sejumlah pasukan Uzbek kembali menjarah kota. Markas PBB pun tak luput dari penjarahan dan memaksa aktivis kemanusian melarikan diri dari Mazar untuk yang kedua kalinya.

Di front lain, Taliban berhasil dipukul mundur dan bertahan di Kunduz. Dostum mulai mengumpulkan kembali dan memperkuat pasukannya. Namun kota Mazar kini berada di tangan pasukan Hazara, Dostum terpaksa membangun basisnya di Shiberghan. Meningkatnya ketegangan antara pasukan Uzbek dan Hazara ini malah mencederai aliansi anti-Taliban ini.

Sementara itu, Dostum mencoba untuk merebut hati pasukan Malik dengan menuduh Malik telah melakukan pembantaian di gurun Dash-e-Leili di provinsi Jowzjan dimana pasukannya menemukan 20 kuburan massal yang didalamnya terdapat 2.000 lebih mayat tahanan perang (prisoner of war) dari pasukan Taliban. Dostum menawarkan bantuan kepada Taliban untuk memulangkan jenazah2 tersebut dan menyerukan investigasi oleh PBB. Dostum lalu melepaskan tahanan perang Taliban sebanyak 200 orang sebagai bentuk atas niat baiknya.

Paik Chong-Hyun, investigator PBB, mengatakan bahwa ribuan pasukan Taliban tersebut disiksa dan menderita kelaparan sebelum akhirnya tewas. Pengakuan dari Jendral Saleem Sahar, seorang loyalis Malik yang ditangkap Dostum, mengatakan bahwa tahanan perang Taliban tersebut diangkut dengan menggunakan kontainer dalam kondisi mata tertutup dan tangan terikat. Mereka disuruh berbaris di pinggiran lobang lalu di tembak. Pembantaian ini menghabiskan waktu 6 malam.

Kekacauan di utara ini sangat mengerikan. Pembantaian dan pengusiran etnis berlangsung saling berbalas. Semua pihak melakukan kejahatan kemanusiaan. Taliban membantai warga desa Syiah Hazara dan mengusir petani Tajiks keluar dari lembah Shomali. Pasukan Uzbek dan Hazara juga membantai ratusan pasukan Taliban dan membunuh penduduk desa Pashtun di utara dan di sekitar Kabul. Warga Syiah Hazara juga mengusir warga Pashtun karena beraliran Sunni. 3/4 juta orang terpaksa menjadi pengungsi - dari Mazar, Herat, dan Kabul - dan cukup merepotkan PBB. Intervensi negara-negara sekitar yang mendukung keduabelah pihak makin menambah parah konflik multidimensi di Afghanistan

Mediator PBB, Nobert Holl, gagal menyakinkan Taliban bahwa PBB adalah lembagi netral yang akan memprakarsai kedamaian, ia juga gagal menyakinkan oposisi perihal perlindungan bagi kelompok etnis minoritas. Kini, tak satupun pihak yang mempercayai PBB. Holl juga gagal menekan negara2 tentangga agar tidak ikut camur dan secara blak-blakan menyalahkan negara sekitar yang terus mempersenjatai keduabelah pihak. Pada bulan Desember 1997, Holl menyatakan mengundurkan diri sebagai perwakilan PBB untuk Afghanistan.

Pertengahan 1997, Sekjen PBB (Kofi Anan) memilih Lakhdar Brahmini, mantan MenLu Aljazair, untuk membantu membuat laporan kepada Dewan Keamanan PBB. Brahmini pada akhir laporannya mengajak dunia internasional untuk menekan negara-negara yang membantu pihak-pihak yang bertikai di Afghanistan.

Oktober 1997, Kofi Anan membentuk Group of Concerned Countries (Six plus Two), yaitu enam negara disekitar Afghanistan plus Rusia dan Amerika. Rencana lainnya adalah untuk menerapkan embargo senjata terhadap Afghanistan..

Pertengahan November, Kofi Anan mengkritik keras negara-negara sekitar yang masih terus membantu pihak2 bertikai, terutama Iran dan Pakistan.
edycool - 03/06/2011 12:28 PM
#155

wah nambah lagi nih matabelo:
Fell Flucker - 03/06/2011 02:36 PM
#156

Serangan ke provinsi Bamiyan dan Penaklukan Mazar 1998-99!

Agustus 1997, Taliban menutup semua jalan dari arah selatan, timur, dan barat yang memasuki kawasan pasukan Hazara di pegunungan2 Bamiyan, dengan tujuan agar mereka mau menyerahkan diri. Jalur utara sangat tidak memungkinkan untuk dilewati, tidak ada hukum yang berlaku disana, sangat berbahaya. Jalur masuk ini juga tertutup oleh salju di musim dingin dan menyulitkan masuknya konvoi makanan menuju Bamiyan yang terletak diatas 7.500 kaki.

300.000 warga Hazara di Bamiyan menderita kelaparan, 700.000 warga di tiga provinsi lainnya (Ghor, Wardak, Ghazni), juga mengalami kekurangan pasokan makanan dan kelaparan. Jadi, total 1 juta orang dalam keadaan kelaparan.

Selama berbulan-bulan, PBB memalui FAO (Food and Agricultural Organisation) melakukan negosiasi dengan Taliban agar memperbolehkan masuknya konvoi bantuan, tapi permintaan ini ditolak. Ironisnya, Pakistan memberikan 600.000 ton gandum untuk Taliban tapi sama sekali tidak membantu negosiasi untuk membuka blokade Taliban atas Bamiyan.

Meskipun dalam keadaan terkepung, diperlakukan tidak baik, dan dicurigai oleh penguasa Pashtun di Kabul, mereka cukup memainkan sejumlah peranan penting. Mereka adalah kunci utama ketika mengalahkan pasukan Taliban di Mazar pada bulan Mei 1997, dan juga Oktober 1997. Mereka juga berhasil memukul mundur serangan Taliban yang terus menerus terhadap Bamiyan. Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi pasukan Hazara.

"Di belakang kami adalah pegunungan Hindu Kush, dan dihadapan kami adalah pasukan Taliban dan pendukungnya Pakistan. Kita akan mati tapi kita tidak akan menyerah," tegas Qurban Ali Irfani, kepala deputi partai Wahdat.

Namun pasukan Hazara bukanlah tanpa dukungan. Iran menerbangkan bantuan militer kepada Hazara di sebuah landasan sepanjang 2 mil yang baru dibangun di luar Bamiyan. Karim Khalili, pemimpin partai Wahdat, menghabiskan musim dingin dengan mengunjungi Tehran, Moscow, New Delhi, dan Ankara untuk mencari bantuan militer.

Dalam tubuh politik Hazara juga terjadi perpecahan yang terbagi menjadi sejumlah faksi kecil, semuanya berebut wilayah, pengaruh, dan bantuan asing. Sejumlah faksi ini menguasai sejumlah kawasan di Mazar, dan mereka saling bertempur. Persis seperti pasukan Uzbek yang juga saling menyerang antara satu dengan yang lainnya.

Intel Iran dan Rusia berusaha mengambil langkah-langkah strategis untuk memediasi faksi-faksi yang saling bertikai diantara internal Uzbek dan Hazara. Tapi tak satupun faksi yang mau berkompromi.

Pada Februari 1998, pecah pertempuran antara pasukan Hazara dan Uzbek di Mazar. Massoud kemudian berangkat menuju Tehran dan berusaha membujuk agar Tehran mau melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Aliansi Utara sebelum terlambat.

Sementara itu Taliban hanya duduk diluar menyaksikan pertempuran antar faksi di dalam tubuh Aliansi Utara sembari memperkuat pasukan untuk mengepung Bamiyan dan menyiapkan serangan baru ke Mazar.

Brahimi mencoba untuk mempertemukan pemimpin Taliban dan Aliansi Utara. Taliban khawatir jikalau ada pertemuan antara PBB dan kelompok oposisi, karena itu akan memberikan legitimasi lebih jauh kepada mereka. Untuk itu Taliban menyarankan pertemuan antar ulama dari keduabelah pihak. PBB membawa Bill Richardson, orang yang pandai mengatasi masalah luar negeri pada masa presiden Bill Clinton yang juga menjabat sebagai Duta Besar Amerika di PBB, untuk mengunjungi Afghanistan dan mengajak keduabelah pihak berunding.

Keduabelah pihak berusaha membujuk AS, Richardson diberikan sambutan yang cukup meriah. Dia diberikan sejumlah souvenir seperti karpet, sorban, dan kantong pelana. Di Kabul, Taliban memperbolehkan krew TV asal AS untuk memfilmkan pemimpin mereka, sebagai rasa hormat bagi Richardson mereka menangguhkan hukuman amputasi dan pukulan yang biasa mereka lakukan tiap Jumat di stadion bola.

Pemimpin Taliban di Kabul berjanji akan menghapus rencana serangan ke Hazarajat, mereka bersedia untuk membicarakan masalah kebijakan gender, dan bersedia untuk melakukan pertukaran tahanan perang. Setelah beberapa jam Richardson pergi dari Kabul, Mullah Omar menolak kesepakatan tersebut.

Ulama setuju untuk bertemu di Islamabad dibawah pengawasan PBB pada akhir April 98. Setelah empat hari berdiskusi, tiap faksi mengirimkan 20 ulama untuk membentuk komisi perdamaian yang akan membahas perihal gencatan senjata, membatalkan pengepuhan Taliban terhadap Hazarajat, dan pertukaran tahanan perang. Namun, Taliban menolak mengirimkan utusannya dan malah menyiapkan serangan baru. Proses perdamaian pun mandul.

Bulan Juli, Taliban memulai ekspedisi ke utara. Berangkat dari Herat, mereka memporak-porandakan pasukan Dostum lalu merebut Maimana pada 12 Juli 1998 dan merebut 100 tank, kendaraan, dan menangkap 800 tentara Uzbeks - sebagian besar lalu dieksekusi mati.

1 Agustus 1998, Taliban menduduki basis pusat Dostum di Shiberghan setelah sejumlah pemimpin perang Uzbek menerima suap dan berubah haluan menjadi pro-Taliban. Dostum melarikan diri ke Uzbekistan, lalu pindah ke Turki. Karena Dostum kabur, sejumlah komandan militer Uzbek akhirnya menerima suap Taliban juga, dan berhasil mengagetkan 1.500 pasukan Hazara.

8 Agustus 1998, pasukan Hazara terkepung. Mereka bertempur habis2an hingga hanya tersisa 100 orang. Jam 10 pagi, Taliban berhasil masuk ke pusat kota Mazar dengan mobil pick-up.

Seketika Taliban membalas dendam atas kekalahannya tahun lalu. Mereka membawa mobil pick-up ke jalan2, menembak ke kiri dan kanan, membunuh apa saja yang bergerak. pedagang, wanita, anak2, kambing dan keledai pun tak luput dari tembakan.

Taliban lalu mulai mencari orang2 Hazara. Tidak mau mengulangi kesalahan sebelumnya, Taliban mengajak warga Pashtun lokal (berasal dari Balkh dan merupakan ex-loyalis Hekmatyar) untuk menunjukkan jalan2 di kota Mazar, agar mereka tidak tersesat seperti tahun lalu. Taliban kehilangan kendali, mereka membunuh setiap orang Hazara, bahkan orang2 non-Hazara pun menjadi korban.
bagasganteng - 03/06/2011 02:55 PM
#157

kalo konflik di timur tengah katanya ada campur tangan dari amrik sono gan nosara
katanya sih tentara amrik sengaja dateng ke afghanistan
alesannyasih buat ngebantu ngelawan taliban
tapi sebenernya buat alesan biar bisa ngucurin anggaran militer

pada jaman bush anggaran militer amerika membengkak ampe miliyaran dollar
Fell Flucker - 03/06/2011 05:03 PM
#158

Ahmad Shah Massoud

T a l i b a n

OK... ini tokoh Afghanistan favorit saya...

Massoud dilahirkan pada tahun 1953 di Jangalak, kawasan lembah Panjshir, di utara ibu kota Kabul, dan berasal dari etnis Tajiks. Dia adalah salah satu tokoh terpenting dalam sejarah Afghanistan dan merupakan pemimpin militer bagi pasukan Tajiks. Pada tahun 1980an, dia memimpin perlawanan ketika Soviet menyerang lembah Panjshir. Jendral-jendral Soviet menyebutnya sebagai ahli perang gerilya yang tak terkalahkan. Berkat keberaniannya tersebut, ia dijuluki The Lion of Panjshir.

Dia sangat diidolakan oleh tentaranya, puncak dari reputasinya adalah ketika dia berhasil memasuki kota Kabul pada tahun 1992, dan berhasil menggagalkan usaha Hekmatyar untuk menguasai Kabul. Namun, empat tahun berkuasa di Kabul, membuat tentara-tentaranya menjadi arogan dan suka mengusik warga Kabul. Inilah salah satu penyebab mengapa warga Kabul cenderung menerima Taliban pada masa awal pendudukannya di tahun 1996.

Ayahnya adalah seorang polisi di Herat, ketika jabatan naik, ayahnya pindah ke Kabul. Jadi ia pernah bersekolah di Herat dan Kabul. Sejak kecil dia sudah menunjukkan bakatnya. Dia bisa berbahasa Persia, Pastho, Urdu, Hindi, dan Perancis. Juga memiliki pengetahuan luas mengenai bahasa Arab dan Inggris.

Ia menikahi seorang anak perempuan rekannya, Kaakaa Tajuddin, bernama Sediqa pada tahun 1988. Ketika itu Massoud telah berumur 35 tahun. Melalui pernikahan ini, ia dikaruniai seorang anak laki-laki dan lima orang anak perempuan. Istri dan anak2nya tinggal di Iran.

Tahun 1972-73, Massoud diterima sebagai mahasiwa di Institut Politeknik Kabul dan bergabung dengan Sazman-i Jawanan-i Musalman (Organisasi Pemuda Muslim), sebuah organisasi cabang dari Jamiat-e Islami Afghanistan yang dipimpin oleh Profesor Burhanuddin Rabbani.

Tahun 1975, Massoud mengadakan sebuah pemberontakan melawan pemerintahan presiden Daud Khan di lembah Panjshir. Ia gagal dan terpaksa melarikan diri ke Peshawar, Pakistan. Disini, ia berselisih dengan rekannya, Gulbiddin Hekmatyar, yang akan menjadi saingannya selama 20 tahun mendatang. Inilah salah satu akar permasalahan mengapa Mujahidin tidak pernah bisa membentuk sebuah pemerintahan yang bersatu.

Tahun 1976, terjadi perpecahan dalam internal kelompok Jamiat. Kelompok yang lebih ekstrim memisahkan diri, dipimpin oleh Hekmatyar, mereka lalu membentuk Hezb-e-Islami. Massoud, yang memiliki banyak perbedaan pandangan dengan Hekmatyar, memilih bargabung dengan Rabbani.

Tahun 1979, Massoud kembali ke Panjshir dan melakukan pemberontakan melawan pemerintahan komunis Afghanistan. Pemberontakan meletus di Panjshir, Salang, dan Bola Ghain selama 40 hari. Sayang, usahanya kali ini gagal lagi. Namun dari sini ia mulai belajar bahwa konfrontasi melawan pasukan regular dalam jumlah besar tidak akan efektif. Akhirnya dia pun merubah haluan dengan melakukan perang gerilya.

Sewaktu perang melawan Soviet, Massoud berkali-kali berhasil mempertahankan lembah Panjshir dari serangan tentara Merah. Pada tahun 1983, Massoud memperluas serangan terhadap pasukan Soviet dengan membentuk Shura-e-Nazar (Dewan Pengawas), yaitu sebuah badan yang bertugas memberikan koordinat serangan bagi 130 komandan Mujahidin di provinsi Badakshan, Parwan, Kapisa, Baghlan, Laghman, Kunar, Takhar dan Kunduz. Dewan Pengawas ini masih aktif sampai ketika ia menjadi Mentri Pertahanan di Aliansi Utara.

Bahkan pada tahun 1986, Massoud berhasil merebut daerah Farkhar di provinsi Takhar, pasukannya juga berhasil menduduki dan mengendalikan markas besar divisi 20 pemerintah komunis di Nahrin, provinsi Baghlan. Kelompok pertahan lain mulai mempelajari cara perang gerilya Massoud dan menerapkannya.

Ketidaksukaan Massoud pada Pakistan bermula ketika Pakistan secara terus menerus mendukung Hekmatyar melawan pasukannya. Bahkan pada tahun 1989, Massoud pernah diserang oleh sejumlah pasukan Hekmatyar, beberapa rekannya terbunuh, namun Massoud berhasil melarikan diri. Ia juga semakin membencinya ketika Pakistan merubah haluan dan mendukung Taliban untuk menanamkan pengaruhnya di Afghanistan pada tahun 90an.

Massoud menegaskan bahwa arah strategis perang ini harus ditentukan oleh orang Afghan, bukan ISI Pakistan. Pada saat itu, Pakistan adalah agen penyalur sejumlah mesin perang buatan AS kepada Mujahidin.

Tahun 1992, Islamabad terkejut ketika mengetahui Kabul bukan jatuh ke tangan Pashtun, melainkan diduduki oleh pasukan Tajiks dan Uzbeks. Massoud memimpin pasukan Mujahiddin memasuki kota Kabul dan pemerintahan interim Afghanistan dibawah pimpinan presiden Sibghatullah Mojaddedi menunjuk Massoud sebagai Mentri Pertahanan. Seketika itu Kabul digempur oleh Hekmatyar beserta aliansinya (faksi Khalq PDPA dan kelompok Wahdat).

Tahun 1993, Massoud membentuk Bonyad-e Farhangi wa Ta'wani Mohammad-e Ghazali (Cooperative Mohammad Ghazali Culture Foundation). Organisasi ini memberikan bantuan kemanusiaan dan perawatan medis bagi warga kota Kabul yang menjadi korban perang sipil. Organisasi ini adalah rekan kerja pertama Palang Merah.

Kurun waktu perang sipil 1992-96, Massoud berhasil mematahkan sejumlah gempura dan mendepak pasukan Hekmatyar, Dostum, Hazara, dan Taliban. Namun puncak serangan Taliban pada September 1996 memaksanya untuk keluar dari Kabul dan bertahan di lembah Panjshir.

Massoud memang memiliki kelebihan dalam bidang militer, namun ia sangat tidak baik dalam bidang diplomasi. Ia tidak mampu menyakinkan kelompok-kelompok Pashtun anti-Hekmatyar untuk bergabung bersamanya. Masalah utamanya adalah karena statusnya sebagai Tajiks. Dahulu etnis Tajiks pernah melakukan kudeta gagal di tahun 1929. Sejak saat itu, orang Tajiks tidak pernah ladi dipercaya oleh Pashtun.

Pasca kejatuhan Kabul, ia menetap di lembah Panjshir. Taliban pernah mengejarnya ke daerah ini, namun tidak pernah berhasil menerobos baris pertahanan Massoud. Selebihnya Massoud hanya beberapa kali menyerang posisi Taliban dan pernah berhasil merebut lanud Bagram, 20 mil dari Kabul, Salang, Chraikar, dll, namun kembali direbut oleh Taliban.

Massoud adalah satu-satunya komandan militer Afghanistan yang berhasil mempertahankan kawasannya dari serangan Taliban, sedangkan rekan-rekannya, Rabbani, Dostum, dan lain-lain melarikan diri ke luar negeri. Ia bahkan pernah ditawar untuk menghentikan perlawanannya dan bergabung bersama Taliban untuk menempati posisi Perdana Mentri, namun ia menolak.

Bulan April 2001, Massoud berkungjung ke Eropa dan mencoba meminta bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Afghanistan. Dalam sebuah pidato di Parlemen Eropa, ia menyatakan bahwa Taliban dan Al-Qaeda telah salah dalam menginterpretasikan ajaran Islam dan mereka tidak akan bisa bertahan tanpa bantuan Pakistan dan Bin Laden. Pada saat yang sama ia memperingatkan intelijen Barat bahwa kemungkinan besar akan ada serangan terhadap Amerika.

Massoud tewas akibat luka dari serangan bom pada tanggal 9 September 2001, ketika 2 orang asing berpura-pura menjadi wartawan dan ingin mewawancarainya. Sebuah bom yang diletakkan di dalam kamera meledak. Ia tewas pada saat dibawah ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter. Massoud lalu dimakamkan di daerah Bazarak, lembah Panjshir. Setelah kematiannya, Massoud secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di Afghanistan.
goed.adit - 03/06/2011 08:25 PM
#159

Quote:
Original Posted By Fell Flucker

Tokoh/Warlord
Ahmad Shah Massoud
Hamid Karzai


Kok tokohnya cuma Karzai & Massoud?

Dua-duanya anti thaliban pulak....

Minta Haqqani(Mujahidin + Thaliban), Mullah Umar(Uber Boss Thaliban), Hikmatyar(sekutu Iran), & Dustum (Commie)

T a l i b a n

Oh yagh, TS, bisa kasih penjelasan tentang suku2 Afghan yang cenderung mengisolasi diri?
Fell Flucker - 04/06/2011 08:55 AM
#160

Jalaluddin Haqqani

T a l i b a n

Haqqani lahir sekitar tahun 1950, ayahnya bernama Sirajuddin Haqqani. Ia adalah seorang Jardan, yaitu suku Pashtun yang berasal dari provinsi Paktya. Ia memiliki 2 orang istri (Pasthun dan Arab) dan sangat fasih berbahasa Arab. Istri Arabnya dipercaya tinggal di Uni Emirat Arab. Anaknya, Sirajuddin Haqqani, saat ini aktif melawan pemerintahan Karzai dan memimpin sejumlah serangan di kawasan Waziristan.

Haqqani memulai sepak terjangnya ketika ia bergabung dengan Hezb-e-Islami faksi Yunus Khalis. Haqqani adalah salah satu pemimpim perang yang terkenal di tiga zaman, ia pernah bertempur melawan Soviet, bersama Taliban melawan pemerintahan Mujahidin dan Aliansi Utara, dan kini, melawan pasukan pimpinan Amerika dan pemerintahan Karzai.

Haqqani bersekutu dengan Osama Bin Laden, Ayman Al-Zawahiri, dan secara rahasia memiliki hubungan dengan ISI Pakistan. Tahun 2008, CIA pernah menyodorkan bukti keterkaitan ISI Pakistan dengan Haqqani, namun dibantah oleh Pakistan. Haqqani juga memberikan perlindungan kepada Osama dan mereka berdua saling bahu-membahu melawan pasukan Soviet.

Hubungan Haqqani dengan ISI Pakistan bermula pada tahun 80an. Haqqani didukung oleh ISI, Saudi, dan juga CIA. Dia menerima sangat banyak bantuan persenjataan pembelian dari CIA dan Saudi. Ia memiliki reputasi sebagai pejuang yang sangat keras di mata pejabat intelijen ISI. Pada masa perang Soviet, ia berlindung di Peshawar, Pakistan. Pejabat ISI Pakistan membuat rancangan serangan ke Soviet, lalu Haqqani yang mengeksekusinya.

Peter Tomsen, utusan Amerika di Afghanistan pada tahun 1989 - 1992, menyebut Haqqani sebagai "our client". Charlie Wilson, anggota kongres AS yang membantu menyalurkan bantuan kepada kelompok perlawanan di Afghanistan, menyebut Haqqani sebagai "goodness personified" (kebaikan yang terpersonafikasi).

Ia melawan kampanye militer Soviet (Operasi Magistral), bersama dengan kelompok perlawanan lainnya ia juga pernah melakukan pengepuan di Khost, Urgun, Paktia, dll. Operasi Magistral (1987-88) di Khost adalah salah satu operasi yang sukses bagi militer Soviet, namun pada waktu itu mereka diharuskan untuk mundur sebagai bagian dari komitmen Soviet dalam Geneva Accord 1988.

Tahun 1989 ia dipercaya sebagai ketua dalam sebuah komisi untuk membentuk pemerintahan internal Afghanistan yang terdiri dari pemimpin-pemimpin pasukan Mujahidin. Pada waktu itu Sibghatullah Mojaddedi terpilih sebagai presiden. Tahun 1990, ia pernah menjadi bagian dalam Shura-e-Nazar bentukan Massoud, dengan tujuan untuk membangun koordinasi yang lebih baik antar komandan Mujahidin di sejumlah front. Ia juga mengetuai sebuah sebuah komisi perdamaian untuk mengakhiri perang sipil pada tahun 1994.

Haqqani menolak untuk terus tinggal di Peshawar, ia lebih memilih bergerilya di pegunungan, menangkap sejumlah tentara Soviet, menyerang konvoi mereka, dan pada tahun 1991 berhasil merebut kota Khost dari pasukan pemerintahan Najibullah. Ketika presiden Najibullah tergulingkan di tahun 1992, Haqqani menjabat sebagai Mentri Hukum dalam pemerintahan koalisi Mujahidin.

Pakistan merasa tidak puas dengan pemerintahan Mujahidin dan mulai mendukung pemberontakan Hekmatyar. Karena dinilai telah gagal, Pakistan mulai melirik Taliban pada tahun 1994. Pada tahun 1995, Pakistan membujuk Haqqani untuk bergabung dengan Taliban, ia baru benar-benar bergabung ketika Taliban berhasil menguasai Kabul pada tahun 1996. Setelah itu, Haqqani menjadi salah satu komandan militer terkuat dalam jajaran militer Taliban yang memimpin pasukan di utara kota Kabul. Ia juga diangkat menjadi Mentri Perbatasan, sekaligus menjabat sebagai gubernur di provinsi Paktya.

Ketika Amerika menyerang Afghanistan, Haqqani dipercaya melarikan Osama Bin Laden ke perbatasan Afghanistan-Pakistan (Afpak). Ia juga pernah ditawarkan untuk menempati posisi Perdana Mentri pada masa awal pemerintahan Karzai, namun ia menolak segala jenis pendekatan.

Ibrahim dan Ishaq adalah sauadara dan anak dari Haqqani. Mereka berdua tertangkap di Utara Waziristan dan kini masih mendekam di penjara Pakistan. CIA dan ISI mempergunakan keduanya sebagai alat untuk membujuk Haqqani agar meninggalkan Taliban dan mau berdamai. Sampai saat ini, Haqqani masih tetap menolak.
Page 8 of 12 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > T a l i b a n