ALL ABOUT DESIGN
Home > LOEKELOE > ALL ABOUT DESIGN > Improve Your Design!!! (Biar Ga Seharga Cendol!!!!)
Total Views: 15453 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 12 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 > 

ciptawan - 30/07/2011 03:57 PM
#201

Quote:
Original Posted By uno!
good share,

nah ini, mestinya 'para desainer' yang suka ngegampangin en maen dumping harga baca ini. baru punya kumpulan e-mag design luar + cd clipart + vector collection + font aja udah ngaku desain (maaf ane bukan mneggeneralisir, ini ucapan buat mereka mereka yang udah 'jago desain en merasa gak perlu spt penjelasan di atas')

hal ini pula yang bikin ane gak jadi ambil sekolah desain gan. dan di dukung pula sama realita pola konsumen kita juga sama parahnya.

kenapa ya client ragu sama skill designer dengan hasil designnya sehingga mereka memutuskan kita buat 'dimirip miripin'/niru dengan design yang udah ada. apa diluar negri juga gitu?


Memang seperti itulah kondisi memprihatinkan di masyarakat kita.
Kalau kita menjelaskan konsep design ke mereka, kadang-kadang malah dianggap nyeramahin mereka, atau malah justru dianggap "sok pinter" soal design... :shutups

Harus di-akui, membuat konsep plus brainstorming itu bukan kerjaan main-main. Terkadang harus menghabiskan waktu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk merancangnya. Tentu saja tahap ini jauh lebih berat daripada eksekusi design sendiri nantinya... berdukas

Soal design yang mirip-mirip itu ane rasa wajar-wajar saja.
Di dunia design itu ada banyak style dengan tema-tema tertentu.
Beberapa style, ambil contoh "web 2.0", memang menghendaki beberapa kesamaan sifat sebagai ciri khasnya tersendiri. Sehingga hampir semua karya dengan tema tersebut memiliki ciri khas yang identik, tapi tetap saja karya yang dihasilkan haruslah berbeda. Hal yang sama juga berlaku untuk style "eksperimental typography", "carnaval", "wedding", "dll"... Yb

Hal yang harus dihindari oleh seorang designer adalah menjiplak 100% karya orang lain.
Apalagi karya tersebut dilabeli dengan copyright oleh si pembuatnya, maka modifikasi dalam bentuk apapun sangat diharamkan dan dianggap sebagai tindakan kriminal.
Terlepas dari itu semua masih ada banyak kok stok foto, font, maupun script diluar sana yang bebas digunakan sebagai elemen design kita. Tentu saja Gnu licensed ataupun copyleft mendukung hal tersebut... \)b
Jenderal.Kampus - 31/07/2011 11:40 AM
#202

:2thumbup
mangstab gan! ternyata selama ini ane ngasal kalo ngedesain, terutama bagian concepting yg ane skip, dulu ane pikir design itu mengalir seperti air pas bkinny, tapi kenapa tiap sketching, hasilnya selalu g seperti yg diharapkan y gan? mohon saranny y gan
einald - 31/07/2011 02:31 PM
#203

Quote:
Original Posted By Jenderal.Kampus
:2thumbup
mangstab gan! ternyata selama ini ane ngasal kalo ngedesain, terutama bagian concepting yg ane skip, dulu ane pikir design itu mengalir seperti air pas bkinny, tapi kenapa tiap sketching, hasilnya selalu g seperti yg diharapkan y gan? mohon saranny y gan


mungkin karena ketika agan sketching trus design di software agan kurang dalam menentukan elemen visual dalam design yang pengen agan buat trus design agan belum tau mau di tujukan kepada siapa, kalo agan bikin sesuatu untuk agan nikmati sendiri hasilnya that's not design... that's art. kecuali agan uda membuat suatu karya kemudian karya tersebut agan komersialin that's a design.
Rouze - 31/07/2011 09:52 PM
#204

asli bner2 jadi nancep abis baca tretnya
jujur gwa mo belajar design ga tau mulai darimana mo segimana gwa ngikutin tuts macem2 tp ga tau apa dasar2nya blank parah gwa
gwa sendiri baru mulai mau belajar aplikasinya biar yang penting tau dulu
tp sesuai sama yang dibilang :
Spoiler for ini
Quote:
Original Posted By r4pro
Oh ya, buat TS, Judul threadnya
Improve Your Design!!! (Biar Ga Seharga Cendol!!!!)

Ini kaitannya udah bukan sekedar memahami teori, konsep, praktek dan pengalaman gan, ini sudah baur ke theory of bussiness. IMHO
gak ada hubungannya juga dengan jalur resmi atau otodidak. IMHO lagi
gak ada juga hubungannya dengan sampah visual lagi-lagi IMHO

Sebagai contoh : logo telkom yang baru yang katanya lebih kepada logo daktarin atau keluarga berencana ,
yang harusnya kita pahami disini adalah, kalo emang tuh logo gak sesuai dengan teori, konsep dan prinsip komunikasi terus kenapa tuh logo dibandrol sampe miliaran rupiah sama agency yang ngebuatnya??? hayooo tanya kenapa???
kalo menurut saya yang jago disini adalah si marketingnya atau AEnya yang bisa ngejual dan ngeyakinin si telkom untuk ngebayar bill se gede itu. Dan ini masuknya udah ranah teori bisnis gan. karena pasti ada kegiatan persuasi di dalamnya, terlepas dari hasil desain yang di hasilkan.
Ane kasih juga contoh di lapangan atau praktek mungkin kek gini, Untuk desainer yang independent mungkin cocok. Klien yang kita terima bervariasi dari yang bandeng sampe yang kakap, nah, kalo kita dapet yang kakap, kita bisa ngasih umpan yang gede buat tuh klien, yang kemungkinan akan di lahap si klien, dalam arti fee design yang bagus, namun kadang juga yang dateng ke kita ikan bandeng, nah kalo udah begini kan kita gak mungkin juga nyamain umpan yang kita kasih ke klien bandeng ini, Alasannya, 1, mulutnya kekecilan, 2, dia akan beralih ke umpan yang sesuai.
nah, biar kita tuh ikan gak lari dan kita gak dikasih bayaran seharga cendol kita harus fleksible dalam menentukan tarif fee design kita, kalo udah begini bukan hasil desain lagi yang jadi patokan, tapi pendekatan, alasan dan persuasi kita ke klien kenapa harus membayar tarif sesuai penawaran yang kita kasih.

Maaf saya ngebahas ini, soalnya ngebaca thread ini dari awal isinya kurang tepat, kek gini desain bagus harus komunikatif, desain itu harus begini, begitu bla,,blaa..blaaa... tapi gak ada yang ngasih contoh terapan gimana desain yang bagus secara visual dan harga jual.

Ane sendiri independent gan, dengan tim kecil ane baru jalan setahun. Dan untuk ini yang kita tonjolin dalam kegiatan menjual jasa kita adalah di ranah marketing dan managementnya gan, kalo itu udah bagus, baru ranah desainnya digunakan sebagai pendukung utama 2 kegiatan awal tadi. Karena sekarang ini persaingan kompetitip gan, disain bagus sesuai teori dan pakem tapi kalo dibayar cendol kan nyesek gan, dan desain jelek milik orang lain tapi bisa dibayar harga motor kita yang lebih nyesek gan. Sekarang ini desainer bukan hanya dituntut bisa ngedesain jago dan bagus gan, kalo masih menganut paham kek gini, lu sama aja desainer yang idealis, mau jalur resmi atau otodidak. Sekarang ini seorang desainer udah kek agency gan, mesti nguasain manajemen, marketing, dan produksinya.

Mohon maaf sebelumnya, komentar saya di atas merujuk kepada kegiatan atau profesi designer yang independent yang bener2 jadi usaha utama ataupun sambilan, Karena kalo lu desainer yang ikut perusahaan gak akan ada hubungannya sama thread ini, karena posisi lu hanya karyawan yang gak punya hak di dalam menentukan harga suatu desain.
mari kita berdiskusi.
ilovekaskus iloveindonesia shakehand2

Nih ada thread yang bagus soal harga disain
https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=591900
Bukannya ane mau promosi atau apa, males aja udah ngomong banyak2 tapi dibilang teori doang cd
[SPOILER=USAHA ANE]http://ciptakaryaimaji.com/


[/spoiler]
itu juga bner
masalahnya skrg2 kebanyakan butuh dikomersilkan
susah emang kalo dah namanya tuntutan hidup, bukannya ga mungkin buat ngerubah hal itu

anyway thx buat ts D
Duelis - 01/08/2011 03:29 PM
#205

Sangat membantu sekali thread ini.... bagi ane yg baru masuk dunia designer jadi tertarik & terpacu mempelajari lebih dalam lagi menjadi seoarang designer D
Om.Bernald - 09/09/2011 09:32 AM
#206
Sedikit Mengulas Desain Grafis
[quote=]

Apakah Anda sering bingung jika harus membuat sebuah poster, spanduk, atau brosur yang terlihat bagus? Apakah Anda merasa frustasi karena Anda tidak bisa membuat desain yang bagus dan terlihat indah? Apakah anda merasa desain yang Anda buat tidak pernah benar?

Benar dan salah tidak ada dalam desain grafis, yang ada hanyalah komunikasi yang efektif dan non-efektif.

Desain grafis seringkali terlihat sebagai area eksklusif untuk orang-orang yang berjiwa seni atau orang-orang yang memiliki gelar di desain grafis. Memang dua hal yang cukup menentukan kehebatan dalam desain grafis adalah bakat dan latihan (practice makes perfect), namun semua orang pasti bisa mendesain dengan cukup baik dengan mempelajari konsep-konsep dasarnya.

Seperti fotografi saja, semua orang bisa membidik dan mengambil gambar sesuka hati. Namun, jika mereka mempelajari konsep dasarnya rule of the thirds :

Dalam dunia fotografi, Rule of third atau aturan 1/3 bagian adalah petunjuk bagaimana caranya memposisikan obyek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Tehnik ini juga termasuk dalam mengkomposisikan obyek kedalam satu frame, dengan posisi yang tepat mengikuti acuan aturan sepertiga itu.Aturan ini mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan, sebab tidak selamanya penempatan obyek di 1/3 bagian foto itu nikmat untuk dilihat bergantung dari obyek dan hasil foto yang dihasilkan oleh fotografer .

kenapa ?? ya yang mereka ambil bisa terlihat jauh lebih baik.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui yang diharapkan akan membantu Anda memproduksi desain yang lebih baik dan terlihat lebih professional.



Sampaikan Melalui Desain Grafis


Quote dari AIGA's Graphic Design: A Career Guide:


"Jika Anda ingin mengumumkan atau menjual sesuatu, menghibur atau membujuk seseorang, menjelaskan suatu system yang rumit atau mendemonstrasikan sebuah proses, atau dengan kata lain, Anda mempunyai sebuah pesan yang ingin Anda komunikasikan. Bagaimana Anda mengirimkan pesan tersebut?


Anda bisa saja memberi tahu orang demi satu atau mem-broadcast-nya dengan radio atau loudspeaker. Namun itu adalah bentuk komunikasi verbal. Namun jika Anda menggunakan media visual (membuat poster, mengetik huruf, membuat ikon atau logo, atau iklan), Anda memnggunakan komunikasi visual bernama desain grafis."


"Desainer membuat, memilih, dan mengatur elemen-elemen desain tipografi, gambar, 'white space' di sekitar mereka untuk mengkomunikasikan sebuah pesan"

Dari quote di atas, pahamilah bahwa tujuan dari sebuah desain grafis adalah menyampaikan pesan, informasi atau ide. Mungkin itulah mengapa ada jurusan di perkuliahan yang bernama DKV (Desain Komunikasi Visual).

Berhentilah berpikir bahwa desain grafis itu hanyalah seni. Desain grafis memang bisa sangat artistic, namun tetap hanya memiliki 1 tujuan : mengkomunikasikan atau menyampaikan sebuah pesan.


Ketahui Apa Yang Ingin Anda Sampaikan


Adalah hal yang penting untuk mengetahui apa yang Anda coba sampaikan dengan desain. 'What does this messsage have to do with making things look good?' Anggap saja seperti memberikan sebuah presentasi atau pidato. Jika Anda tidak menguasai atau memahami pesan yang Anda sampaikan, maka betapapun hebat Anda berbicara, betapa lucu Anda bertutur-kata, atau betapa menariknya Anda, tidak akan berguna. Anda hanya akan menghabiskan waktu Anda dan pendengar.


Sama saja seperti sebuah desain: desain adalah kendaraan yang membantu Anda mengkomunikasikan pesan, sedangkan pesan itu sendiri Adalah kunci kendaraan tersebut. Jika desain tersebut tidak cocok dengan pesan Anda, atau sebaliknya, maka desain Anda tidak akan efektif.


And that is the point dari desain grafis: efektif. Jika anda ingin membuat karya seni yang keren, Anda lebih baik belajar melukis. Jangan membuat desain Anda menjadi artistik karena Anda memang bisa melakukannya, tapi buatlah desain tersebut Artistik jika itu cara Anda bisa mengkomunikasikan pesan Anda secara visual.


Misalnya, Anda harus membuat brosur untuk sebuah panti jompo. Desain grafis dari brosur Anda tentunya harus membantu mengkomunikasikan pesan dari brosur Anda, yaitu Anda mempunyai pegawai yang semangat dalam merawat orang jompo, yang care, yang membuat orang-orang jompo merasa bahwa mereka mempunyai keluarga baru.


Berdasarkan informasi tersebut, tentunya Anda tidak akan membuat desain dengan gambar-gambar kartun. Meskipun nantinya desain brosur Anda terlihat bagus, namun tetap tidak akan mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan, dan bahkan akan membuat 'calon klien' Anda menganggap mereka akan diperlakukan seperti anak-anak nantinya.


Berikan White Space

White space dalam desain menyediakan viewer untuk 'bernapas'. White space tidak harus berwarna putih, namun sebuah tempat kosong tidak diisi informasi apapun untuk menyediakan kontras dan meng-empasis informasi yang diberikan. Dalam desain, less is more! Tidak usah membuat desain yang terlalu ramai, karena dapat membingungkan viewer.

[/quote]


Lanjut Kebawah Ya Gan

think:
Om.Bernald - 09/09/2011 09:33 AM
#207

Quote:
Original Posted By ]

Tentukan Warnanya

Skema campuran warna yang unik dan baik memang susah dibuat, apalagi jika Anda tidak mempelajari sedikit tentang teori warna. Namun jika Anda sudah menentukan suatu warna yang tepat untuk suatu brand, maka tetaplah menggunakan sepuhan warna tersebut.

Contoh pertama, BINUS University, warna brand-nya adalah ungu tua. Walaupun tidak dipakai untuk logo, warna tersebut muncul hampir di semua media yang digunakan BINUS: kop surat, website, spanduk, dan lainnya. Yang lebih ekstrim lagi adalah UPS dengan warna logo cokelat. Seragam pekerja mereka juga cokelat, begitu juga dengan warna kendaraan delivery mereka.

Warna yang berbeda akan memberikan pesan yang berbeda. Misal biru memberikan kesan tenang, intelek, dalam. Kuning memberikan kesan ceria, pengecut

Sedikit Tentang Warna : [/B]


Warna sebagai termasuk dalam ranah nirmana. Terkadang pemakaian warna sangat membantu dalam pemilihan font dalam typografi. Kemampuan penguasaan budaya dan warna sangat berpengaruh dalam menentukan sebuah warna dalam pemakaian ke dalam produk desain, oleh karenanya penguasan warna merupakan syarat penting untuk desainer pemula.

Ingin tahu apa makna warna yang anda tuangkan dalam sebuah design ? berikut penjelasannya :

Kuning

Respon Psikologi: Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan, pencerahan dan intelektualitas. Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. Kuning adalah warna yang hangat. Cukup menarik perhatian dan sangat baik jika dijadikan background untuk teks hitam karena akan lebih mencolok terlihat.

Oranye

Respon Psikologi: Energy, Keseimbangan, Kehangantan. Menekankan sebuah produk yang tidak mahal.

marketing

Merah

Respon Psikologi: Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri
Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak. Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Karena itu seperti saya katakan tadi, bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli, lihat saja warna pizza hut, McD, KFC yang juga ada merahnya.
Atau kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah.


Biru

Respon Psikologi: Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran.
Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan.

Hijau

Respon Psikologi: Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan
Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan. Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang sedang ngetren dan akan banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau.

Ungu atau Jingga

Respon Psikologi: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan, Ramah, Romantis, dan Mandiri.
Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah capuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.

Coklat

Respon Psikologi: Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan, Stabilitas, Bobot, Kestabilan dan Keanggunan.
Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.

Hitam

Respon Psikologi: Ketakutan, Power, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Seksualitas, Kesedihan, Keanggunan, dan Independen, Berwibawa, Penyendiri, Disiplin, dan Berkemauan keras.
Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated). Menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia. Seperti ketika saya memilih warna dominan hitam pada Rahasia Blogging.warnatersebut sangat mendukung kata “rahasia” yang ingin saya tekankan.
Kalau untuk warna mobil, biasanya mobil berwarna hitam lebih mahal daripada mobil berwarna lain.

Putih

Warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian
Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun. Warna putih di situs web banyak dipakai sebagai warna background teks hitam. Sebab pengunjung akan lebih mudah untuk membacanya.

Abu Abu

Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan.


Gunakan Font Seperlunya

Beberapa font memang unik dan terlihat keren. Terkadang saking kerennya, Anda langsung masukkan saja di desain Anda tanpa berpikir panjang. Bahkan terkadang Anda memasukkan banyak font yang terlihat keren agar desain Anda terlihat keren juga.

Inilah yang harus dihindari. Menggunakan font dengan sembarangan seperti itu membuat Anda terlihat tidak mampu menggunakan font dengan baik. Gunakan dua atau tiga font dan tetaplah menggunakan font tersebut di dalam desain Anda. Satu font untuk headline, satu untuk teks konten, dan mungkin opsional satu lagi untuk aksen seperti quote, atau mungkin subheadline.

Gunakan Clipart Seperlunya

Setiap gambar dalam desain Anda harus memiliki tujuan tertentu. Terlalu banyak menggunakan clipart menandakan hasil karya seorang desainer amatir. Hanya karena Anda mempunyai clipart library lebih dari 1000 buah, tidak berarti Anda harus menggunakannya tanpa perancanaan yang hati-hati.

Jika Anda akan menggunakan clipart, gunakan gambar yang mempunyai style yang sama, terutama jika clipart tersebut dibuat oleh artis yang sama.

Teknik yang tidak mudah namun cukup berguna: gunakan sebuah gambar ber-resolusi tinggi dan crop bagian gambar tersebut untuk bagian-bagian berbeda dalam desain Anda. Lihat tutorialnya di Before & After Magazine.

Konsisten

Konsistensi adalah hal yang sangat penting dalam desain. Banyak flyer, brosur, poster yang menggunakan clipart yang berbeda-beda, banyak font yang berbeda, warna-warna yang 'edan', dan ukuran font yang berbeda pula. Wow!

Desain Anda harus konsisten, dan desain Anda juga harus membawa image yang konsisten tentang perusahaan Anda. Gunakan pilihan font yang sama, skema warna yang sama, penempatan logo yang sama di poster, brosur, dan media cetak lainnya. Hal ini akan membantu menjaga kesatuan image perusahaan atau brand Anda, dan terlihat sangat professional.



Semoga Sedikit Memberi Pengetahuan Untuk anda , Salah Kata Saya Meminta Maaf, Bila Ada Yang Ingin Menambahkan Silahkan \)
einald - 09/09/2011 11:50 AM
#208

Quote:
Original Posted By Om.Bernald
Semoga Sedikit Memberi Pengetahuan Untuk anda , Salah Kata Saya Meminta Maaf, Bila Ada Yang Ingin Menambahkan Silahkan \)


like this... Yb
teppeiusagi - 10/09/2011 09:33 AM
#209

Quote:
Original Posted By snoopdad
ini yang sering aku garis bawahin

aku pernah di komen sama seorang anak
yang waktu itu aku lagi ngerjain project di sebuah cafe
dia tiba2 nyamperin
sok kenal, sok dekat
ngomong, mas, desainnya ko sepi?
ga di kasih shadow aja? atau di kasih garis2 atau ornamen, biar penuh dan bagus

bagus buat sapa???

aku sering mengumpamakan desainer sebagai "dokter"
klien datang, dengan keluhan, apa yang "sakit"
desainer mencoba memberi "resep"
konsep desain, promosi, atau apapun yang sesuai buat "keluhannya"

menurutku sih, desain bukan sekedar bagus
karena bagus itu relatif
tapi lebih ke komunikatif

bagaimana berbicara melalui visual
menyampaikan pesan ke konsumen melalui desain
dan memperoleh feed back yang di harapkan
mungkin itu kenapa namanya "desain komunikasi visual"

"Design is outstanding as a competitive ’weapon’ when it comes to visualising a business strategy."

Benar banget gan.. :2thumbupTerkadang kesederhanaan desain lbh sampai ke konsumen. Mata ga lari kemana2 ato capek ngeliat terlalu byk pict n grafis yg ga penting. Yg terpenting, desainnya disesuaikan kepada marketnya, bukan pd "keramaian" dlm desainnya.
hirascave - 27/09/2011 08:58 AM
#210

keren gan D

ane jd makin semangat belajar desain graphic nich D
einald - 28/09/2011 04:05 PM
#211

Quote:
Original Posted By ervan_fahren
SUMPAH...
selama ini gua mengira diriku adalah Designer.. stelah membaca ini ternyata diriku hanyalah "sampah visual"
maklum gan.. ane kagag pernah makan bangku pendidikan tentang hal2 sperti ini (karena ane masih SMA ), selama ini ane pun cukup bangga dengan hasil2 karya ane dan cukup terkenal di antara pelajar2 se-Kota,,
tapi setelah membaca2 disini akhirnya aku sadar selama ini yang ku buat hanyalah gambar menarik, bukan design yg sesungguhnya... hmmm....
nais trit nih...

nb: tapi syg , semuanya pada teori duang kagag ada contohnya... Peace:


seharusnya si dari kata - kata om TS tinggal di aplikasiin aja ke dalam prakteknya... klo gambar di kasi contoh ntr komennya malah jadi fokus ke gambar samplena donk? so... keep it up.. ane juga ngerasa masih banyak kekurangan kok... \)iloveindonesiasiloveindonesias
sapiterbangg - 29/09/2011 02:02 PM
#212

thanks banget buat info na..
scara ane bukan anak DKV< tp pengen belajar desain, stidak na ada gambaran lah~~~ :addfriends
einald - 29/09/2011 10:55 PM
#213

Quote:
Original Posted By sapiterbangg
thanks banget buat info na..
scara ane bukan anak DKV< tp pengen belajar desain, stidak na ada gambaran lah~~~ :addfriends


sip, buat belajar design jgn dipaksaain harus anak DKV. Ane salut sama orang2 yang bukan DKV tp down to earth and karyanya ajib2....YbYbYb

satu lagi jgn menurunkan pasaran and harga desain, hihihiiloveindonesias
vctrwrks - 09/10/2011 10:31 PM
#214

good info gan

emang kadang banyak designer2 dadakan yang melupakan banyak aspek design
rachmansip - 13/10/2011 01:18 AM
#215

terima kasih atas postingan Bapak,dengan begitu saya dapat mengetahui makna dari warna-warna. sekali lagi terima kasih
merpiss - 13/10/2011 09:11 AM
#216

Quote:
Original Posted By rachmansip
terima kasih atas postingan Bapak,dengan begitu saya dapat mengetahui makna dari warna-warna. sekali lagi terima kasih


jangan lupa mampir di trit sebelahbuat nyumbang hasil karya....
D
cherryos - 13/10/2011 11:09 AM
#217

mantab gan ilmunya. daripada pada alay ngomong ini itu, mendingan yang ginian deh lebih bermanfaat :2thumbup
sammyidt - 13/10/2011 12:05 PM
#218

wah info nya berguna bgt buat ane.. jujur saja ane dari SI and ane tertarik banget sama yang namanya web design.. itu baru ketauan pas semester 5(baru ktauan hobbynya dimana).. tetapi pas ane baca thread ini banyak bgt theori2 yg ane ga tau.. kaya komunikasi dengan klien dengan cara visual dll.. btw nice thread :2thumbup
mr6ta - 14/10/2011 08:21 AM
#219

wuih penting ini...
saya simpen dulu linknya gan \)

Untuk Concept desain itu belajarnya dimana ya?
Apa itu memang karena bakat juga?
einald - 14/10/2011 11:50 AM
#220

Quote:
Original Posted By mr6ta
wuih penting ini...
saya simpen dulu linknya gan \)

Untuk Concept desain itu belajarnya dimana ya?
Apa itu memang karena bakat juga?


minimal tau dulu pengertian thema dan sketsa.
Page 11 of 12 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 > 
Home > LOEKELOE > ALL ABOUT DESIGN > Improve Your Design!!! (Biar Ga Seharga Cendol!!!!)