CANADA
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini
Total Views: 20727 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 24 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›

Edwin05032009 - 18/02/2011 11:21 PM
#201

Hidup takut di negeri sendiri lebih sering terjadi karena dari diri kita sendiri. Dan kita sering dibodohi (atau membodohi sendir) bahwa untuk melawannya adalah dengan uang.

Saya masih ingat ketika jaman Sipenmaru dulu semua orang diwanti-wanti bahwa hanya pinsil 2B merk "STEADLER" yang bisa dibaca komputer.

Karena itu tidak ada yang mau beli pensil "Faber Castle" (warna hijau) karena takut tidak terbaca. Orang berpikir toh Steadler hanya Rp 100 dan Faber Castle Rp75... mahal dikit lah, daripada, daripada....

Padahal kalau kita tahu bagaimana sistem komputer itu memeriksa kehitaman 2B, maka Faber Castle (yg juga made in Germany) itu pasti juga bisa..... tapi kita sudah dari awal ketakutan. Ketakutan yang mana tidak akan muncul kalau sedang di Canada walau dalam kasus yang sama. Kenapa?

Contoh kedua, ketika mau naik KA Parahyangan dari Gambir, sebelum sampai ke loket, sudah terlihat antrian panjang. Maka calo datang dan menakut-nakuti...."Pak, ga bakalan kebagian tiket, udah beli di sini aja, lebih mahal Rp 15.ooo aja". Melihat antrian, kita sudah takut duluan dan berpikir "alah...Rp 15.000 aja kok, daripada ngantri panas-panas, mending kasih orang itu, itung-itung uang rokok". Satu kelakuan yang kita tidak pernah lakukan walau kita melihat antrian panjang yang sama saat Boxing Day di Canada. Kenapa??

Contoh ketiga, saat menyetir di Canada, begitu lihat Speed Limit 80, maka kita berupaya mengurangi kecepatan mobil. Saat yang sama juga terjadi di tol Jagorawi, ada Speed limit 100, kita malah tancap 120. Pikirnya, "ga bakalan ada polisi lah". Saat di Canada kita distop Polisi karena Speed limit yang terlampaui, maka kita bilang "nasib...dan wah Polisi di sini tegas ya".

Tapi saat di Jagorawi kita dikejar, maka kita bilang "Alah...mau cari duit aja", lalu kita mencoba "menyuap" sesuatu yang kita sangat merasa jijik di sini. Ketika Polisi Indonesia menolak sogokan, yang muncul dipikiran adalah "Kurang kali duitnya" (ps: kenapa ga seperti di Canada yang kita bilang "wah tegas ya Polisi")

Juga saat di Canada kita terjebak pada jalur yang ada tulisan "Right Lane Exits" (Jalur kanan harus belok), maka kita akan memaksa diri kita untuk belok kanan dan cari putaran untuk kembali ke jalur kita. Tapi saat di Indonesia salah jalur di jalur "Belok Kanan Langsung", maka kita tetap berusaha untuk tetap lurus, pikirnya "alah, Metromini juga nanti nyalib dari tempat yang sama kok" (lah kok nyamain diri sendiri dengan sopir Metromini).

Dari semua contoh di atas, terlihat bahwa kita memang sering melihat Indonesia (negara anda atau buat yang sudah WN Canada, negara asal anda) secara berbeda. Sejak awal sebagian besar dari kita menganggap bahwa semua bisa diselesaikan dengan uang.

Padahal di sisi lain, ingin agar Indonesia menjadi bersih. Kalau memang itu yang diinginkan, maka dari kitanya dong yang jangan menyogok.

Untuk JC, sekiranya pun anda tidak menggunakan jasa orang di bandara tersebut, saya yakin bahwa anda memang tidak diindikasikan untuk membawa barang terlarang (artinya akan bebas melenggang). Tapi karena sedari awal sudah ditakut-takuti dan anda takut, maka keluarlah uang Rp 200rb.

Kalau pun anda kena pajak karena bawaan tersebut..... bukan kah itu memang aturannya? Jika hal yang sama terjadi saat anda menyebrang border USA balik ke Canada, dengan bawaan melebihi aturan $750, pasti anda akan tetap membayarnya di CBSA kan?

Tapi toh anda lebih berpikir untuk keluarkan Rp 200rb because is only $18, that's fine. Tapi berpikirkah anda untuk dampak jangka panjangnya?? seperti yg JC tulis sendiri:

Quote:
mudah2an ke depan nya Indonesia bisa berjalan ke arah yg benar ya pak.. :cheers:


Ya, kita memiliki sumbangsih juga dalam hal ini


Thanks Pak Unoff untuk kesempatan saya menulis di sini.

BTW, Saya jadi ingat cerita pertama tentang pensil "Faber Castle".... kenapa ya...??
John Connor - 18/02/2011 11:40 PM
#202

Quote:
Original Posted By Edwin05032009


Untuk JC, sekiranya pun anda tidak menggunakan jasa orang di bandara tersebut, saya yakin bahwa anda memang tidak diindikasikan untuk membawa barang terlarang (artinya akan bebas melenggang). Tapi karena sedari awal sudah ditakut-takuti dan anda takut, maka keluarlah uang Rp 200rb.

Kalau pun anda kena pajak karena bawaan tersebut..... bukan kah itu memang aturannya? Jika hal yang sama terjadi saat anda menyebrang border USA balik ke Canada, dengan bawaan melebihi aturan $750, pasti anda akan tetap membayarnya di CBSA kan?

Tapi toh anda lebih berpikir untuk keluarkan Rp 200rb because is only $18, that's fine. Tapi berpikirkah anda untuk dampak jangka panjangnya?? seperti yg JC tulis sendiri:



Ya, kita memiliki sumbangsih juga dalam hal ini

susah gan.. aturan yang mana yang mau diacu? saya berpikir keluar 200rb karena toh ujung2nya keluar2 juga, kenapa musti ribet2 buang waktu debat yang pada akhirnya harus dibereskan dengan keluar uang. saya juga maunya ngga keluar uang. 200rb atau 200 milyar itu sama2 uang, saya nyarinya sampe keringetan walaupun suhu minus.

peraturan2 barang masuk nya tidak 100% jelas, dan barang yg saya bawa pulang kemaren bukan barang oleh2 tapi memang belinya di canada, mau gimana? anak udah nangis dari sejak landing, ini urusan bakalan panjang punya kalo ngga buru2 keluar uang.

saya ngga takut kalo emang ada set rules yg jelas dan bisa diikutin, karena memang saya maunya bener. contohnya di imigrasi itu, siapa yang nyangka kalo itu pejabat berani ngibul di depan mata kepala saya sendiri dan banyak orang, dan siapa yg kepikir kalo urusan kertas selembar aja digede2in. itu juragan supercanada aja menyarankan keluar uang supaya keluar itu form. yg jadi masalah, saya ngga siap kalo masalah form pun musti keluar uang.

Quote:
Original Posted By supercanada
susah nya Indonesia begitu Om John. Coba kalo om keluarin duit...pasti langsung keluar deh tuh formulir keberangkatan nya....
Edwin05032009 - 19/02/2011 12:18 AM
#203

Quote:
Original Posted By John Connor
susah gan..

saya ngga takut kalo emang ada set rules yg jelas dan bisa diikutin, karena memang saya maunya bener.


Gan, kalau ngelihat postingan pak Unoff sebelumnya mengenai pajak ini kan sebenanrnya sudah ada set rules yang jelas....tapi itu lah...ketakutan di negara sendiri yang lebih dominan. Sama dengan ketakutan pada analogi "STEADLER" vs "Faber Castle" dan cerita tiket KA Parahyangan si stasiun Gambir itu. Semuanya ketakutan ayng tidak jelas dan dihadapi dengan uang, karena memang jumlah uang itu kita anggap tidak seberapa.

Quote:

.....contohnya di imigrasi itu, siapa yang nyangka kalo itu pejabat berani ngibul di depan mata kepala saya sendiri dan banyak orang, dan siapa yg kepikir kalo urusan kertas selembar aja digede2in. itu juragan supercanada aja menyarankan keluar uang supaya keluar itu form. yg jadi masalah, saya ngga siap kalo masalah form pun musti keluar uang.


Gw pernah mendarat di AS dan harus bolak-balik nunggu lama di Imigrasi (ga tahu mungkin karena paspor gua ada FIN nya). Tapi kok gua ga berani protes ya....? yang ada gua nurut aja.

Bahwa si imigrasi punya departure card dan ga kasih ke lu, ya emang kurang ajar juga

BTW, Bro.... kalau lu tahu sistem check in penerbangan sekarang. Selama lu sudah masuk ke manifest, lu ga bakalan ditinggal! Apalagi tas lu sudah masuk ke body pesawat, itu ga bakalan. Karena dengan alasan security. prinsip sekarang adalah tas harus berangkat bersama penumpangnya.

Pilihannya: Lu ditunggu (pesawat delayed dikit, tapi kan bisa dikejar di udara nanti) atau Lu ditinggal, tetapi pilot harus instruksikan ground handling untuk cari tas lu supaya keluar dari pesawat (delayed lama, kebayangkan karena harus cari dari ribuan tas).

So lu sudah tahu kan apa yang akan dipilih Maskapai. So, lu ga akan ditinggal dan lu ga perlu buru-buru.

Makanya counter sekarang sudah tutup satu jam sebelum pesawat terbang untuk ngehadapin hal-hal gini.

Kalau lu tiba di Bandara saat counter sudah tutup, ya lu emang ditinggal, karena nama lu belum masuk manifest.

Overall....untuk menjadikan Indonesia negara yang bersih, kita semua juga punya sumbangsih alias peranan.
Ars3n - 19/02/2011 05:08 AM
#204

Informasi yang menarik nih soal policy kalo ga ad penumpang, bagasi harus keluar juga. Ada rujukan article/peraturannya ga boss edwin, mungkin link di site tertentu? Atau mungkin cuma dengar2x saja.

Thanks!


Quote:
Original Posted By Edwin05032009
Gan, kalau ngelihat postingan pak Unoff sebelumnya mengenai pajak ini kan sebenanrnya sudah ada set rules yang jelas....tapi itu lah...ketakutan di negara sendiri yang lebih dominan. Sama dengan ketakutan pada analogi "STEADLER" vs "Faber Castle" dan cerita tiket KA Parahyangan si stasiun Gambir itu. Semuanya ketakutan ayng tidak jelas dan dihadapi dengan uang, karena memang jumlah uang itu kita anggap tidak seberapa.



Gw pernah mendarat di AS dan harus bolak-balik nunggu lama di Imigrasi (ga tahu mungkin karena paspor gua ada FIN nya). Tapi kok gua ga berani protes ya....? yang ada gua nurut aja.

Bahwa si imigrasi punya departure card dan ga kasih ke lu, ya emang kurang ajar juga

BTW, Bro.... kalau lu tahu sistem check in penerbangan sekarang. Selama lu sudah masuk ke manifest, lu ga bakalan ditinggal! Apalagi tas lu sudah masuk ke body pesawat, itu ga bakalan. Karena dengan alasan security. prinsip sekarang adalah tas harus berangkat bersama penumpangnya.

Pilihannya: Lu ditunggu (pesawat delayed dikit, tapi kan bisa dikejar di udara nanti) atau Lu ditinggal, tetapi pilot harus instruksikan ground handling untuk cari tas lu supaya keluar dari pesawat (delayed lama, kebayangkan karena harus cari dari ribuan tas).

So lu sudah tahu kan apa yang akan dipilih Maskapai. So, lu ga akan ditinggal dan lu ga perlu buru-buru.

Makanya counter sekarang sudah tutup satu jam sebelum pesawat terbang untuk ngehadapin hal-hal gini.

Kalau lu tiba di Bandara saat counter sudah tutup, ya lu emang ditinggal, karena nama lu belum masuk manifest.

Overall....untuk menjadikan Indonesia negara yang bersih, kita semua juga punya sumbangsih alias peranan.
Edwin05032009 - 19/02/2011 06:13 AM
#205

Quote:
Original Posted By Ars3n
Informasi yang menarik nih soal policy kalo ga ad penumpang, bagasi harus keluar juga. Ada rujukan article/peraturannya ga boss edwin, mungkin link di site tertentu? Atau mungkin cuma dengar2x saja.

Thanks!


Saya ngalami sendiri boss. Pesawat sudah siap mau berangkat, lagi nunggu penumpang yang transit. Barang sudah masuk duluan tapi penumpangnya belum masuk (mungkin salah gate). Akhirnya pilot mutuskan barang harus dikeluarkan dan ini butuh waktu lama.

Padahal kalau pemikiran simple gua, bawa aja dulu tas nya, toh pemiliknya akan terbang belakangan (tas duluan sampai). Tapi ternyata aturan ekamanan sekarang tidak memperbolehkan hal seperti ini.

Pemilik tas harus jelas siapa.

Mungkin terkait dengan kekhawatiran adanya memasukkan bom, dengan taktik pindah pesawat saat di gate.

Tapi gua ignatkan, jangan jadikan ini taktik untuk bersantai saat di bandara. Karena dengan semakin canggihnya sistem scanning, pencarian tas akan dapat dilakukan dengan cepat.

Makanya prosedur airline kalau ada missing passanger adalah:

- mencek ke counter apa sudah chekc in
- paging dengan public address speaker
- menyisir jalur imigrasi hingga ke gate

jika ga ada juga baru ditinggal. Pada saat prosedur di atas dilakukan, pilot sudah mulai instruksikan untuk menidentifikasi tas.

PS: Gua pernah ikut ground handling, sistem tas di dalam pesawat itu pakai container-container, yang kalau barcodenya jelas akan mempersempit pencaharian. Karena hanya memuka satu kontainer yang isinya paling 30 tas.

Gua kasih gambaran ke JC tentang situasi untuk tidak perlu khawatir, karena saat dia di imigrasi kan dia sudah ketemu dengan ground staff Cathay, yang artinya dia sudah ketahuan ada di bandara. So pasti ditunguiin ketimbang bongkar bagasi yang banyak.

Itu aja, bukan maskud memberi kesempatan untuk lama atau nyantai saat pesawat mau take off.
Ars3n - 19/02/2011 12:55 PM
#206

Ah thanks buat penjelasannya, tapi saya sih amsih agak penasaran apakah ini standar operating procedure yang umum, atau tergantung maunay si pilot gimana... soalnya masalah paging2x penumpang itu ga semua negara ngelakuin. Seingat saya sih kalau di indo, di canada, kalau semua udah pada boarding terus ada orang masih ilang bakal dipaging2x tapi kalau di US... boarding kelar, terus penumpang kagak nongol, ditinggal aja, kagak pake dipaging2x.

Quote:
Original Posted By Edwin05032009
Saya ngalami sendiri boss. Pesawat sudah siap mau berangkat, lagi nunggu penumpang yang transit. Barang sudah masuk duluan tapi penumpangnya belum masuk (mungkin salah gate). Akhirnya pilot mutuskan barang harus dikeluarkan dan ini butuh waktu lama.

Padahal kalau pemikiran simple gua, bawa aja dulu tas nya, toh pemiliknya akan terbang belakangan (tas duluan sampai). Tapi ternyata aturan ekamanan sekarang tidak memperbolehkan hal seperti ini.

Pemilik tas harus jelas siapa.

Mungkin terkait dengan kekhawatiran adanya memasukkan bom, dengan taktik pindah pesawat saat di gate.

Tapi gua ignatkan, jangan jadikan ini taktik untuk bersantai saat di bandara. Karena dengan semakin canggihnya sistem scanning, pencarian tas akan dapat dilakukan dengan cepat.

Makanya prosedur airline kalau ada missing passanger adalah:

- mencek ke counter apa sudah chekc in
- paging dengan public address speaker
- menyisir jalur imigrasi hingga ke gate

jika ga ada juga baru ditinggal. Pada saat prosedur di atas dilakukan, pilot sudah mulai instruksikan untuk menidentifikasi tas.

PS: Gua pernah ikut ground handling, sistem tas di dalam pesawat itu pakai container-container, yang kalau barcodenya jelas akan mempersempit pencaharian. Karena hanya memuka satu kontainer yang isinya paling 30 tas.

Gua kasih gambaran ke JC tentang situasi untuk tidak perlu khawatir, karena saat dia di imigrasi kan dia sudah ketemu dengan ground staff Cathay, yang artinya dia sudah ketahuan ada di bandara. So pasti ditunguiin ketimbang bongkar bagasi yang banyak.

Itu aja, bukan maskud memberi kesempatan untuk lama atau nyantai saat pesawat mau take off.
John Connor - 19/02/2011 03:02 PM
#207

Quote:
Original Posted By Edwin05032009
Gan, kalau ngelihat postingan pak Unoff sebelumnya mengenai pajak ini kan sebenanrnya sudah ada set rules yang jelas....tapi itu lah...ketakutan di negara sendiri yang lebih dominan. Sama dengan ketakutan pada analogi "STEADLER" vs "Faber Castle" dan cerita tiket KA Parahyangan si stasiun Gambir itu. Semuanya ketakutan ayng tidak jelas dan dihadapi dengan uang, karena memang jumlah uang itu kita anggap tidak seberapa.



Gw pernah mendarat di AS dan harus bolak-balik nunggu lama di Imigrasi (ga tahu mungkin karena paspor gua ada FIN nya). Tapi kok gua ga berani protes ya....? yang ada gua nurut aja.

Bahwa si imigrasi punya departure card dan ga kasih ke lu, ya emang kurang ajar juga

BTW, Bro.... kalau lu tahu sistem check in penerbangan sekarang. Selama lu sudah masuk ke manifest, lu ga bakalan ditinggal! Apalagi tas lu sudah masuk ke body pesawat, itu ga bakalan. Karena dengan alasan security. prinsip sekarang adalah tas harus berangkat bersama penumpangnya.

Pilihannya: Lu ditunggu (pesawat delayed dikit, tapi kan bisa dikejar di udara nanti) atau Lu ditinggal, tetapi pilot harus instruksikan ground handling untuk cari tas lu supaya keluar dari pesawat (delayed lama, kebayangkan karena harus cari dari ribuan tas).

So lu sudah tahu kan apa yang akan dipilih Maskapai. So, lu ga akan ditinggal dan lu ga perlu buru-buru.

Makanya counter sekarang sudah tutup satu jam sebelum pesawat terbang untuk ngehadapin hal-hal gini.

Kalau lu tiba di Bandara saat counter sudah tutup, ya lu emang ditinggal, karena nama lu belum masuk manifest.

Overall....untuk menjadikan Indonesia negara yang bersih, kita semua juga punya sumbangsih alias peranan.

Ini gua copy paste dari http://www.mytaxlink.net/188-pmk-04-2010/
yang bagian pembebasan barang masuk.

Bagian Kesatu
Barang Pribadi Penumpang

Pasal 8

(1) Terhadap Barang Pribadi Penumpang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dengan nilai pabean paling banyak FOB USD 250.00 (dua ratus lima puluh US Dollar) per orang atau FOB USD 1,000.00 (seribu US Dollar) per keluarga untuk setiap kedatangan, diberikan pembebasan bea masuk.
(2) Dalam hal Barang Pribadi Penumpang melebihi batas nilai pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1), atas kelebihan tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

nah coba liat, pasal 8 di atas kurang jelas barang pribadi yg mana yang dimaksud?? barang baru atau barang bekas??? acuannya apa?? kalo emang laptop beli di luar tapi dipake sendiri gimana? apa harus tunjukin receiptnya?? apa harus isi form??

yang pasti dengan berbekal pasal 8 udah cukup untuk muter2 ngomong gini gitu yang ujung2nya buang2 waktu (they have all the time, we don't) dan kita nyerah keluar uang juga kan??

mengenai urusan ditinggal pesawat atau tidaknya, saya ngga tau sama sekali, yg saya tau itu antrian imigrasi pajang dan saya udah nunggu 30 menit masa disuruh ambil form dan antri lagi, dan gila nya lagi dia ternyata punya segepok.
bener2 "kalo bisa dipersulit kenapa musti dipermudah" dijalankan dengan sebaik-baiknya.

well, that's all I have to say now. kali ini saya udah siap kalo emang musti pulang lagi, udah ada bekel rupiah 2 juta just in case nanti kalo pulang musti macem2 lagi. kemaren aja sebenernya saya cuma punya 100rb, untung pas seblom terbang ke indo, temen dari bandung ada yg punya sisa 100rb dikasih ke saya.
John Connor - 19/02/2011 03:08 PM
#208

Quote:
Original Posted By Edwin05032009

Overall....untuk menjadikan Indonesia negara yang bersih, kita semua juga punya sumbangsih alias peranan.


oh by the way, gua rasa gua udah cukup sumbangsih nya ke negara gan, don't get me wrong here, why would i give my hard earned money if I know I could solve problems with logic and fair treatment.

kalo gua waktu itu sampe setuju dibongkar tas gua, mereka ujung2nya pasti mempermasalahkan peralatan elektronik yang gua bawa. inilah, itulah, sampe pala pusing. now, that is the only logic that works in our beloved country my friend, trust me. don't kid ourselves and think that they would reason with you without money.
iloveindonesia
supercanada - 19/02/2011 11:42 PM
#209

ttg pesawat...kalo pesawat telat lepas landas, ground agent nya mesti bayar denda ribuan dollar ke airport soalnya sekarang pesawat nya mesti ngambil ground slot nya pesawat lain. makanya kebanyakan airline2 yang bagus pasti boarding dan take off early supaya engga bayar denda.

ttg nyogok2 di indonesia, itu sudah masalah budaya. sangat susah buat diubah. gaji pegawai negeri harus dinaikkan sehingga cukup untuk menghidupkan keluarga dan hukuman untuk yg menerima suapan harus keras. tapi untuk menaikan gaji haru ada pemasukan yaitu dari pajak. dan sistem harus jelas sehingga masyarakat bisa cari tahu hukum yang benar seperti apa sehingga petugas tidak bisa macam2. kalo bang edwin cuma bilang bahwa masyarakat harus berhenti menyuap tapi pemerintah tidak melakukan apa2, yah sama aja boong. yang ada masyarakat jadi susah dan kena dikerjain sama petugas.

dan kalaupun pemerintah mau mengubah hukum untuk memberantas korupsi, pasti dilawan tegas oleh pihak petugas dari atas sampai bawah.
dsacc - 21/02/2011 06:18 AM
#210

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Sebelum tahun 2009 memang Paspor masih menggunakan tulisan tangan, yang kemudian ditingkatkan dengan Pasport tulisan komputer, namun tanpa MRP (Machine Readable Passport).

Sekarang ini di seluruh perwakilan RI, termasuk KJRI Toronto telah menggunakan mesin cetak khusus sehingga paspor dicetak dengan tulisan komputer dan MRP. Artinya tampilan paspor akan sama persis dengan paspor yang dikeluarkan kantor imigrasi di Indonesia.

MRP = mirip barcode di mana airline/imigrasi dapat menggeseknya untuk membaca jati diri pemegang paspor

Thanks


Terima kasih Pak Unoff. atas informasinya. Saya mengecek website KJRI Toronto dan masuk ke halaman tentang Perpanjangan Passport. Disana ada pengumuman tentang buku passport yang sedang dikirim dari Jakarta. Apakah sekarang sudah ada bukunya?
Kira-kira proses perpanjangan passport memakan waktu berapa lama biasanya?

Terima kasih
Edwin05032009 - 21/02/2011 09:05 PM
#211

Quote:
Original Posted By Ars3n
Ah thanks buat penjelasannya, tapi saya sih amsih agak penasaran apakah ini standar operating procedure yang umum, atau tergantung maunay si pilot gimana... soalnya masalah paging2x penumpang itu ga semua negara ngelakuin. Seingat saya sih kalau di indo, di canada, kalau semua udah pada boarding terus ada orang masih ilang bakal dipaging2x tapi kalau di US... boarding kelar, terus penumpang kagak nongol, ditinggal aja, kagak pake dipaging2x.


yang pasti waktu itu dibilang "due to our security procedures..." Jadi gua asumsikan itu standar.

Dan setahu gua dunia penerbangan itu diatur oleh ICAO (pusatnya di Montreal) yang menstandarkan prosedur keamanan. Jadi harusny asama....ntar gua coba google dulu.


Kalau memang ditinggal, berarti tasnya juga ditingal. Kalau pesawatnya kecil, ga masalsah nyarinya. KAlau pesawatnya gede baru masalah. Tapi seperti gua bilang, waktu gua di ground handling, sistem bagasi dibagi dalam kontainer-kontainer kecil, yang isinya sekitar 30-an tas.

Kalau sistem barcodenya bagus, bisa juga cepat nyarinya.

Untuk supercanada, gua ga nolak apa yang lu bilang, tapi kadang kita yang sudah di luar negeri ga fair juga dalam memandang Indonesia. Contoh yang paling jamak itu ya soal bverlalu lintas..... jujur aja hampir semua yang lagi mudik, begitu di Indo cara bawa mobil kembali ke jaman dulu.

Ga pernah ikutin aturan batas kecepatan, dan kalau polisi nyetop, di benak yang muncul "waaaahhh... cari duit nih". Dan kalau sogokan kita ga diterima "wahhhhh..kurang nih".

Kapan kita mau adil bilang "wah salah nih gua" atau "tegas juga nih POLRI".

Gua pernah di Imigrasi Soekarno Hatta udah telat check in dan begitu petugasnya tahu gua harusnya udah boarding, gua ditarik dari antrian panjang dan langsung di bawa ke tempat crew. Gitu satu menit selesai, gua ngeluarin uang sebagai "TERIMAKASIH"....bukan nyogok!!, karena gua sudah dibantu duluan.

Dia bilang "Ga usah pak, yang penting bapak bisa terbang".

Sepanjang malam gua di pesawat, gua malu luar biasa. Gua ngerendahin petugas imigrasi itu hanya karena gua punya uang lebih.

So.... ga di Canada ga di Indonesia....orang baik dan bersih itu ada.

Ga di Canada ga di Indonesia....orang jahat itu ada.

...........
John Connor - 22/02/2011 09:47 AM
#212

Quote:
Original Posted By Edwin05032009
yang pasti waktu itu dibilang "due to our security procedures..." Jadi gua asumsikan itu standar.

Dan setahu gua dunia penerbangan itu diatur oleh ICAO (pusatnya di Montreal) yang menstandarkan prosedur keamanan. Jadi harusny asama....ntar gua coba google dulu.


Kalau memang ditinggal, berarti tasnya juga ditingal. Kalau pesawatnya kecil, ga masalsah nyarinya. KAlau pesawatnya gede baru masalah. Tapi seperti gua bilang, waktu gua di ground handling, sistem bagasi dibagi dalam kontainer-kontainer kecil, yang isinya sekitar 30-an tas.

Kalau sistem barcodenya bagus, bisa juga cepat nyarinya.

Untuk supercanada, gua ga nolak apa yang lu bilang, tapi kadang kita yang sudah di luar negeri ga fair juga dalam memandang Indonesia. Contoh yang paling jamak itu ya soal bverlalu lintas..... jujur aja hampir semua yang lagi mudik, begitu di Indo cara bawa mobil kembali ke jaman dulu.

Ga pernah ikutin aturan batas kecepatan, dan kalau polisi nyetop, di benak yang muncul "waaaahhh... cari duit nih". Dan kalau sogokan kita ga diterima "wahhhhh..kurang nih".

Kapan kita mau adil bilang "wah salah nih gua" atau "tegas juga nih POLRI".

Gua pernah di Imigrasi Soekarno Hatta udah telat check in dan begitu petugasnya tahu gua harusnya udah boarding, gua ditarik dari antrian panjang dan langsung di bawa ke tempat crew. Gitu satu menit selesai, gua ngeluarin uang sebagai "TERIMAKASIH"....bukan nyogok!!, karena gua sudah dibantu duluan.

Dia bilang "Ga usah pak, yang penting bapak bisa terbang".

Sepanjang malam gua di pesawat, gua malu luar biasa. Gua ngerendahin petugas imigrasi itu hanya karena gua punya uang lebih.

So.... ga di Canada ga di Indonesia....orang baik dan bersih itu ada.

Ga di Canada ga di Indonesia....orang jahat itu ada.

...........

gua ngga bilang di indo ngga ada orang baik, dan di canada selalu orangnya baik2. tapi yg pasti selama 3 tahun gua di canada, ngga pernah sekali pun ada pengalaman buruk berurusan dengan instansi apa pun. semua urusan jelas, aturan jelas, pelaksanaan pun masuk akal, jangan sampai merugikan siapa pun.

asuransi mobil yg udah lewat 1 tahun pun dikembalikan kelebihannya karena kesalahan mereka. di indo bisa ngga uang udah masuk dikembalikan???

di mana2 orang baik pasti ada, cuma masalah persentase aja gan, banyak di mana. gua pribadi berharap suatu saat indonesia bisa maju, pikiran luas, terbuka, mapan, menjujung kebebasan individu, mutual respects, dll. cuma kayaknya makin hari makin tipis itu harapan...
John Connor - 22/02/2011 10:37 AM
#213

Pak Unoff, maap ya sebelumnya kalo thread ini dipakai tidak dengan sebagaimana mestinya.
Edwin05032009 - 22/02/2011 01:15 PM
#214

Quote:
Original Posted By John Connor
tapi yg pasti selama 3 tahun gua di canada, ngga pernah sekali pun ada pengalaman buruk berurusan dengan instansi apa pun. semua urusan jelas, aturan jelas, pelaksanaan pun masuk akal, jangan sampai merugikan siapa pun.

...


Dear JC, gua khawatirnya yang 3 tahun itu masih bulan madu lu di Canada....

Gua ga tahu di kota mana lu tinggal, tapi gua terbuka aja...gua di Toronto.

Well,... hidup di sini sama baik dan sama jahatnya dengan di Jakarta.

God cop, bad cop ada. Baru kemarin Kepala Polisi di Durham diperiksa karena penyalahgunaan wewenang (nangkap suami orang karena dilaporin istrinya yang teman dia), mengancam polisi bawahan yang menilang temannya yang speeding, dll.

Sementara itu, dari bulan Juni tahun lalu sampai sekarang, ga selesai-selesai soal Polisi yang abusive saat nangani demonstran G20. Ga beda dengan Polis Indo dalam nangani demonstran.

Di tempat lain Polisi Toronto secara terbuka menarik bayaran $70/jam utk penjagaan yang diminta masyarakat dengan minimal 3 jam (misalnya utk iringan kematian, kawal orang yang sedang perbaikin jalan, dll)

Ada OHIP tapi sakit harus ngantri dulu setahun. Ada yang sakit di AS pas mau balik ga bisa karena rumah sakit semua menolak, katanya tidak ada tempat tidur. Surat pembaca bilang, tempat tidur sih ada tapi rumah sakitnya yang ga mau sewa suster tambahan.

Homeless berkeliaran di Toronto, dan kalau malam hari downtown jadi tempat tidur mereka. Polisi tidak bisa memindahkan mereka, karena itu hak mereka untuk tidur di jalan.

Pembunuhan (dengan pistol) hampir tiap bulan ada.

Terus terang di atas jam 12 malam gua lebih tenang jalan di Tn Abang, ketimbang di daerah Spadina.

Sorry gua hanya cerita yang buruk aja di Toronto karena yang bagusnya juga ada, ga perlu diceritaiin karena gampangya itu yang bikin gua tinggal di sini.

Tapi gua cuman mau fair aja melihat suatu hal.

Kalau kita sebagai foreigner senang di Canada pasti karena ada hal yang menguntungkan kita.

Begitu pula Indonesia, banyak foreigner yang senang tinggal di sana, karena ada yang menguntungkan mereka.

Nih salah satu forum para foreigner di Indonesia dan lu bisa lihat betapa mereka senang aja tinggal di sana:

http://www.livinginindonesiaforum.org/index.php

Overall gua cuman mau bilang,

....ga di Indonesia ga di Canada orang baik dan jahat itu ada

....ga di Indonesia ga di Canada hidup itu ada enak, ada ga nya tinggal lihat mana yang menguntungkan baut pribadi dan keluarga.
Unoff.KJRI.Tor - 23/02/2011 12:50 AM
#215

Quote:
Original Posted By dsacc
Terima kasih Pak Unoff. atas informasinya. Saya mengecek website KJRI Toronto dan masuk ke halaman tentang Perpanjangan Passport. Disana ada pengumuman tentang buku passport yang sedang dikirim dari Jakarta. Apakah sekarang sudah ada bukunya?
Kira-kira proses perpanjangan passport memakan waktu berapa lama biasanya?

Terima kasih


Ya informasi di website itu betul. Dan hingga sekarang kita belum terima pasokan buku baru. Jadi sepanjang tulisan di website itu belum hilang berarti situasinya belum berubah.

Jika buku ada, maka proses pembuatan paspor adalah 3 (tiga) hari.
Unoff.KJRI.Tor - 23/02/2011 04:50 AM
#216

Quote:
Original Posted By John Connor
Pak Unoff, maap ya sebelumnya kalo thread ini dipakai tidak dengan sebagaimana mestinya.


That's OK, saya melihat diskusinya sehat dan saling mengisi. Silakan dimanfaatkan.
JoniDisaster - 23/02/2011 09:14 AM
#217

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Bung JC, kalau memang tidak bawa apa-apa kok jadi khawatir....?



Kalau memang bapak yang nyamperin itu menjamin 100% tidak bakalan distop, maka sangat murah (dan mudah) sekali kalau mau masukin (misalnya) Mariyuana, emas, senjata, dll karena cukup dengan modal 300rb.

Saya tidak ingin berargumentasi panjang dan ke sana kemari, tapi memang kita sudah terbiasa hidup dalam tekanan ketika di negara sendiri, dan menganggap tekanan itu hanya bisa dihadapi dengan uang. Hal mana jika di sini (Canada) kita justru tidak melakukannya, bahkan kita merasa jijik sendiri kalau melakukan itu.

Yakinlah, bapak yang di situ tidak mungkin dapat meloloskan tas apapun, kalau memang tas itu sudah terindikasi sesuatu.

Namun semua itu terserah pada anda....


mau tanya pak, regulasi dan informasi tentang pajak souvenir bisa diliat dimana ya? saya hari minggu balik jakarta
John Connor - 23/02/2011 09:35 AM
#218

Quote:
Original Posted By Edwin05032009
Dear JC, gua khawatirnya yang 3 tahun itu masih bulan madu lu di Canada....



bulan madu?? ngga ada sedetik pun waktu gua di canada gua ngerasa ini bulan madu... gua kalo mau lebih senang jelas gua lebih senang di indo. rumah gede, pembantu loyal, usaha jalan, uang lebih gede masuknya dibanding di canada..

tapi gua di sini bisa dapetin apa yg ngga bisa dibeli di indo: "yg bener ya bener yang salah ya salah, ngga peduli kaya miskin".
gua juga setuju di mana2 ada orang jahat, tapi persentase nya berapa. berapa orang gelandangan di jakarta, rumah pinggir kali, berapa orang gelandangan di canada.

tapi ya udah lah itu mungkin presepsi elo yg ngerasa canada dan indo sama aja, berarti semua fakta2 dan riset yg menunjukan kalo tingkat korupsi, kejahatan, kesejahteraan negara2 di dunia bohong semua. udah aja semua SAMA... sama rata, ngga ada yg lebih ngga ada yg kurang.

gua cinta indonesia, tapi gua lebih cinta keluarga gua, dan untuk saat ini presepsi gua canada lebih baik dari indonesia, tapi gua masih berharap suatu saat bakalan kebalik, indonesia yang lebih baik..
John Connor - 23/02/2011 09:36 AM
#219

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
That's OK, saya melihat diskusinya sehat dan saling mengisi. Silakan dimanfaatkan.

terima kasih Pak unoff.. tapi saya rasa saya cukup sampe di sini...
John Connor - 23/02/2011 12:06 PM
#220

eh ngomong2 si adhento yg dulu jadi momod sok kuasa sekarang ternyata udah bukan momod lagi.... wakkakakakkak.... D D
Page 11 of 24 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini