CANADA
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini
Total Views: 20727 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 24 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 >  Last ›

Unoff.KJRI.Tor - 24/02/2011 02:06 AM
#221

Quote:
Original Posted By JoniDisaster
mau tanya pak, regulasi dan informasi tentang pajak souvenir bisa diliat dimana ya? saya hari minggu balik jakarta


Halo Joni,

Saya sengaja membuat page 1 sebagai index dari setiap topik dibahas.

Silakan kunjungi page 1 dan lihat informasi yang telah disajikan.

Namun demikian untuk kali ini saya kasih linknya langsung:

Aturan tentang barang pribadi bekas yang masuk ke Indonesia (Pasca Peraturan Menkeu baru ttg Bea Cukai No: 188/PMK.04/2010


Terimakasih
Edwin05032009 - 24/02/2011 04:21 AM
#222

@ Ars3n dari hasil google mengenai penumpang harus bareng dengan tas, ketemu bahwa itu merupakan "Security Directive" dari FAA (Federal Aviation Agency) miliknya AS. Jadi belum merupakan insitruksi dari ICAO, sehingga mungkin saja tidak diterapkan di seluruh dunia.

Berikut ini cuplikan yang saya dapat dari google:

http://en.allexperts.com/q/Aerospace-Aviation-2437/FAA-Regulation-baggage.htm

Quote:
Q: Where can I find the FAA Regulation that states that baggage cannot remain on a plane if the passenger does not actually board the plane? ...

A: The Federal Aviation Regulations do not have regs specific to this topic. However, the FAA has issued a "Security Directive" to the air carriers that mandates what they need do, and that is where you find such guidelines. Whether or not the text is available to the public, I don't know for certain, but I'd think not as it's a "security directive".


Pantesan gua google berkali-kali ga ketemu. karena kalau "Security Directive" kan harus tersembunyi.

Quote:
Original Posted By John Connor
bulan madu?? ngga ada sedetik pun waktu gua di canada gua ngerasa ini bulan madu... gua kalo mau lebih senang jelas gua lebih senang di indo. rumah gede, pembantu loyal, usaha jalan, uang lebih gede masuknya dibanding di canada..

tapi gua di sini bisa dapetin apa yg ngga bisa dibeli di indo: "yg bener ya bener yang salah ya salah, ngga peduli kaya miskin".
gua juga setuju di mana2 ada orang jahat, tapi persentase nya berapa. berapa orang gelandangan di jakarta, rumah pinggir kali, berapa orang gelandangan di canada.


@ Bro JC, persis seperti yang gua sampaikan di atas bahwa keberadaan gua di Canada karena pasti ada faktor yang berpihak pada gua. Tapi yang gua undang berpikir adalah melihat semuanya secara proporsional.

Sekali lagi gua angkat fact (dan kemungkinan lu punya feeling yang sama), kalau kita distop Polisi di Indoensia pasti pikiran pertama "wah minta duit nih", dan kalau sogokan kita diolak "wah kurang nih". Jarang sekali kita berpikir adil.

Soal masa bulan madu, gua mau kasih gambaran bahwa sebagian ebsar dari kita nih para imigran yang baru menemukan dunia baru. Anak-anak kita akan lahir di sini dan hidup sebagai orang Canada (whether pegang Paspor RI atau Canada that is not important). Artinya mereka sudah hidup dengan kondisi yang ada sejak lahir.

Dari situ maka akan muncul sifat-sifat manusia yakni "menuntut", hal mana yang sama juga kita rasakan di tanah kelahiran kita. Kita menuntut ini dan itu ke negara.

Lihat saja mereka yang sudah lahir di sini (ataupun sudah lama di Canada), mereka akan bilang bahwa pajak yang mereka bayar tidak sesuai dengan service yang diterima. Di Toronto mereka bilang bahwa sekolah harusnya sampai jam 5-6 pm supaya orang tuanya ga perlu day care tambahan.

OHIP (yang merupakan asuransi kesehatan) dibilang tidak memadai, karena orang harus nunggu berbulan-bulan untuk dapat diperiksa.

Polisi dituding haus duit karena minta bayaran $70/jam (minimal 3 jam) untuk menjaga acara masyarakat sipil, dst..dst

Buat kita yang dari Indonesia tuntutan-tuntutan itu seperti berlebihan karena kita merasa sudah puas dengan apa yang kita lihat sekarang ( alias sudah merasa nyaman jika dibanding dengan di Indonesia). Tapi buat mereka yang asli Canada (atau sudah lama di Canada) merasa itu belum memenuhi hasrat mereka.

Dan itulah mereka menutut...dan menuntut itu menjadi bagian hidup manusia.

Di sini gua mengajak untuk proporsional.

Gua ikut sebuah milis Audi Video (milik tokoh audio Indonesia, Tjandra Gozali). Kebetulan ada member seniorya yag sudah lama di Canada (tinggal di Richmond Hill, dekat Toronto) dan baru-baru ini menyampaikan pandangan yang mirip gua sampaikan.

Supaya gua gak kelihatan asal comot nama, nih linknya:

http://groups.yahoo.com/group/avifans/message/33095

(mungkin harus log in dulu untuk lihat, tapi gua kutip deh di bawah ini):

Quote:
Sayangnya Canada makin seperti Indonesia, Pak Muliadi.

Dulu memang bagus Pak. Tetapi sekarang tunjangan hari tua sudah tidak ada lagi untuk generasi saya, health care sudah rusak-rusakan -- untuk brain scan, EKG, "antrian"-nya sekitar 8 bulan. Ke rumah sakit, sebelum di-admit, kita harus tunggu antara 8-13 jam. Dokter gigi, dokter mata, sudah tidak dicover lagi dan untuk health benefit, sekarang tiap keluarga harus bayar $800 per tahun padahal hanya meng-cover dokter umum saja.

Jalan juga sekarang macet dimana2. Tidak separah Indonesia tentunya (baca: belum separah Indonesia), tapi jalan-jalan yang dulunya (8 tahun yang lalu) bisa ditempuh dalam 5 menit, sekarang jadi 30 menit. Snow removal tinggal 50% saja, malah hampir semua daerah perumahan diturunkan dari snow removal (snow-nya diambil) menjadi snow plowing (snow hanya dipinggirkan). Surat tidak lagi diantar dari rumah-ke-rumah, harus ambil di PO Box. Jalan raya banyak pot-hole dan sampah dimana-mana. Bayar parkir yang dulunya di tahun 2000 itu 50c per 30 minutes, sekarang sudah jadi $2 per 10 minutes (kenaikan 1,200%!!)

Kalau di Eropa saya dengar sih masih lebih fair yah.


Jawaban pa Muliadi yang di Eropa belum ada,...tapi khawatirnya dia akan bilang yang sama juga...."public service belum memenuhi tuntutan masyarakat".

Kita semua masih dalam periode bulan madu, saya juga belum terlalu lama. Saya masih menikmati hal-hal baru di Toronto ini.

Dan saya sedari awal mendidik dalam hati saya bahwa hidup di Toronto atau Jakarta sama saja, ga ada yang lebih baik atau lebih buruk.
John Connor - 24/02/2011 10:32 AM
#223

Quote:
Original Posted By Edwin05032009


@ Bro JC, persis seperti yang gua sampaikan di atas bahwa keberadaan gua di Canada karena pasti ada faktor yang berpihak pada gua. Tapi yang gua undang berpikir adalah melihat semuanya secara proporsional.

Sekali lagi gua angkat fact (dan kemungkinan lu punya feeling yang sama), kalau kita distop Polisi di Indoensia pasti pikiran pertama "wah minta duit nih", dan kalau sogokan kita diolak "wah kurang nih". Jarang sekali kita berpikir adil.

Soal masa bulan madu, gua mau kasih gambaran bahwa sebagian ebsar dari kita nih para imigran yang baru menemukan dunia baru. Anak-anak kita akan lahir di sini dan hidup sebagai orang Canada (whether pegang Paspor RI atau Canada that is not important). Artinya mereka sudah hidup dengan kondisi yang ada sejak lahir.

Dari situ maka akan muncul sifat-sifat manusia yakni "menuntut", hal mana yang sama juga kita rasakan di tanah kelahiran kita. Kita menuntut ini dan itu ke negara.

Lihat saja mereka yang sudah lahir di sini (ataupun sudah lama di Canada), mereka akan bilang bahwa pajak yang mereka bayar tidak sesuai dengan service yang diterima. Di Toronto mereka bilang bahwa sekolah harusnya sampai jam 5-6 pm supaya orang tuanya ga perlu day care tambahan.

OHIP (yang merupakan asuransi kesehatan) dibilang tidak memadai, karena orang harus nunggu berbulan-bulan untuk dapat diperiksa.

Polisi dituding haus duit karena minta bayaran $70/jam (minimal 3 jam) untuk menjaga acara masyarakat sipil, dst..dst

Buat kita yang dari Indonesia tuntutan-tuntutan itu seperti berlebihan karena kita merasa sudah puas dengan apa yang kita lihat sekarang ( alias sudah merasa nyaman jika dibanding dengan di Indonesia). Tapi buat mereka yang asli Canada (atau sudah lama di Canada) merasa itu belum memenuhi hasrat mereka.

Dan itulah mereka menutut...dan menuntut itu menjadi bagian hidup manusia.

Di sini gua mengajak untuk proporsional.

Gua ikut sebuah milis Audi Video (milik tokoh audio Indonesia, Tjandra Gozali). Kebetulan ada member seniorya yag sudah lama di Canada (tinggal di Richmond Hill, dekat Toronto) dan baru-baru ini menyampaikan pandangan yang mirip gua sampaikan.

Supaya gua gak kelihatan asal comot nama, nih linknya:

http://groups.yahoo.com/group/avifans/message/33095

(mungkin harus log in dulu untuk lihat, tapi gua kutip deh di bawah ini):



Jawaban pa Muliadi yang di Eropa belum ada,...tapi khawatirnya dia akan bilang yang sama juga...."public service belum memenuhi tuntutan masyarakat".

Kita semua masih dalam periode bulan madu, saya juga belum terlalu lama. Saya masih menikmati hal-hal baru di Toronto ini.

Dan saya sedari awal mendidik dalam hati saya bahwa hidup di Toronto atau Jakarta sama saja, ga ada yang lebih baik atau lebih buruk.


thanks buat penjelasan dari maksud elo... :thumbup

tapi gua tetep ngga sependapat ama elo untuk saat ini, karena banyak hal2 yg gua ngga perlu sebutin di sini karena nanti disangkanya gua ngga nasionalis dan lain sebagainya... yg pasti gua masih ngaku orang indonesia, masih wni, masih pengen pulang kalo emang suatu saat musti pulang..

satu hal gua kasih cerita di sini: anak gua sakit, ngga usah tau lah sakitnya apa, di sini gua dikasih tunjangan tambahan tiap bulan, dikasih assistant buat dia di sekolah, dikasih keringanan2 lainnya. di indo gua ngga tau musti keluar berapa supaya bisa dapetin apa yg gua dapet di sini.

gua udah itung2 sama bini gua, berapa biaya hidup di indonesia kalo mau dapet fasilitas yg sama seperti di canada, termasuk asuransi kesehatan, pajak, bensin, pajak rumah, pajak mobil dll.. ternyata hasilnya menunjukkan bahwa tinggal di indonesia lebih mahal dibanding di sini kecuali lu mau turun taraf hidupnya, ngga usah punya asuransi dll..

sekian dari gua... ngga usah lah diperpanjang lagi karena ini udah masuk ke pilihan pribadi masing2.

gua cinta indonesia, tapi lebih cinta keluarga gua. itu aja udah cukup alasan gua untuk lebih memilih tinggal di canada.
Edwin05032009 - 24/02/2011 10:35 PM
#224

Quote:
Original Posted By John Connor
thanks buat penjelasan dari maksud elo... :thumbup

...masih wni, masih pengen pulang kalo emang suatu saat musti pulang..


sekian dari gua... ngga usah lah diperpanjang lagi karena ini udah masuk ke pilihan pribadi masing2.

gua cinta indonesia, tapi lebih cinta keluarga gua. itu aja udah cukup alasan gua untuk lebih memilih tinggal di canada.


Sepakat bro...PEACE shakehand2

Seperti yang gua sampaikan di awal keberdaan kita di Canada karena ada sesuatu yang berpihak pada kita (dan ini bisa macam-macam dan menjadi urusan pribadi)

Quote:
Original Posted By John Connor
thanks buat penjelasan dari maksud elo... :thumbup

...masih wni, masih pengen pulang kalo emang suatu saat musti pulang..


Just my personal opinion, keep your Indonesian Passport as long as PRs have the same rights with citizen apart from Political activities. Toh Indonesia tidak (atau belum??) menetapkan pajak bagi warganya yang di LN.

Kalau kepalang ngambil citizen, maka berdasarkan UU Kewarganegaraan yang terakhir (no 12 ??) masih susah untuk tinggal lama di Indonesia dan untuk memiliki property (padahal bisa aja kan dapat warisan tanah dari ortu atau grandparents).

Tapi untuk hal ini sih pa Unoff yang paling berwenang menjabarkan.

BTW, sekalian aja deh Pak Unoff, sekalian nanya aja nih, apa konsekuensi kita yg WNI kalau melepas Paspor RI ke depannya. Mohon penjelasan yang mudah dipahami.

thanks ya....
SandyGirl - 01/03/2011 04:40 AM
#225

Delete Post
Unoff.KJRI.Tor - 01/03/2011 10:49 PM
#226

Quote:
Original Posted By SandyGirl
To Pak Unoff KJRI, Sorry ya, lagi iseng, cuaca Edmonton dingin, Big Kahuna cuti, nebeng Ngejunk ahhh....



Betul bro John, saya setuju dengan anda






:2thumbup buat Bro John


Yth Sdri Sandy,

Saya menghargai anda ingin berpendapat, namun mohon agar langsung kepada postingan ybs dengan menyebut ('memanggil") sehingga ybs tahu bahwa anda mendebat pendapat ybs.

Selain itu, saya lebih menyarankan agar menggunakan format
Quote:
....
dari penulis sebelumnya baru kemudian pendapat anda. Berikutnya
Quote:
....
lagi pendapat lain dari penulis itu untuk kemudian anda berikan pendapat anda lagi terhadap hal tersebut. Demikian seterusnya, sehingga menjadi lebih mudah dibaca.

Terakhir, mohon tidak gunakan dukungan-dukungan kepada kaskuser lainnya semacam itu, karena ini hanya akan membentuk forum ("lounge") ini seperti di wilayah kaskus lainnya, yang berujung penggunaan kata-kata kasar dan seperti anda bialng sendiri, menjaditempat "nge-junk".

Namun tentunya kalau anda membuat thread sendiri di luar "lounge' tanya jawab konsuler ini silakan saja mengabaikan hal-hal di atas.

Terimakasih,

ps: saya lagi mencoba merangkum jawaban untuk pertanyaan megnenai "resiko jika melepaskan kewarganegaraan RI". Untuk yang menanyakannya, mohon sbaar ya.
John Connor - 02/03/2011 10:06 AM
#227

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor

ps: saya lagi mencoba merangkum jawaban untuk pertanyaan megnenai "resiko jika melepaskan kewarganegaraan RI". Untuk yang menanyakannya, mohon sbaar ya.


Pak Unoff, kalo ada kabar mengenai dwi-kewarganegaraan mohon diinformasikan di sini ya... soalnya kalo boleh pegang dua baru saya mau apply canada..

Thanks iloveindonesia
The_Visitor - 02/03/2011 11:24 AM
#228

Dear Pak Unoff,

Mungkin Bpk bisa menjelaskan pertanyaan saya,
Mengapa jika seorang WNI mengganti namanya dengan surat ganti nama resmi (bersertifikat) saat bikin passport baru, terbitan passport barunya ada yang mencantumkan pernyataan di bawah ini dan ada juga yang tidak:

The bearer of this Passport is also known as [ Nama Lama ]

Bingung saya sistim pencantuman tidak seragam.

Thanks atas penjelasannya. iloveindonesia
The_Visitor - 02/03/2011 01:14 PM
#229

Saya lupa, ada satu lagi pertanyaan untuk Pak Unoff,

Seperti yang Bapak ketahui bahwa hampir di semua negara Barat, ganti nama bukanlah sesuatu yang sulit tidak seperti di Indonesia permohonan ganti nama adalah sesuatu yang ribet sehingga mungkin jarang orang Indonesia ingin ganti nama karena alasan tersebut.

Di Canada, WNI atau siapapun yang sudah berstatus PR dan Canadian citizens bisa ganti nama bila mereka ingin.

Pertanyaan saya,

Jika seorang WNI telah ganti nama (change of name) secara sah di Canada yang artinya mempunyai sertifikat ganti nama. Apakah sertifikat ganti nama yang dikeluarkan oleh Canada diakui oleh KBRI/konsulat RI dan apakah nama barunya bisa dicantumkan jika ingin membuat paspor dan apakah nama lamanya akan tetap dicantumkan di paspor baru nantinya - please see pertanyaan di atas.

Mohon pencerahan dan terima kasih.
umeboshi - 02/03/2011 03:06 PM
#230

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Hingga saat ini untuk pencantuman alamat bayar C$20 dengan money order payabale to "Indonesian Consulate General".

Pencantuman alamat berbeda dengan lapor diri. Pnecantuman alamat didasarkan untuk tujuan dari masing-masing pemilik Paspor yang mana KJRI atau KBRI tidak berkepentingan dengan tujuan tersebut.

Lapor diri adalah melaporkan keberadaan seorang WNI dan dengan demikian KJRI atau KBRI akan men-stamp nomor lapor diri pada paspor nya (tanpa alamat), dan untuk ini GRATIS (tidak ada biaya).

terimakasih


Menurut pengalaman saya bikin paspor baru di KBRI/Konsulat Australia biayanya AUD 40, termasuk lapor nama, pencantuman alamat di halaman terakhir paspor GRATIS, begitu paspor barunya jadi semua sudah tercantum di dalam paspor.
Mengapa peraturan di tiap KBRI/Konsulat RI beda-beda.
umeboshi - 02/03/2011 03:40 PM
#231

Quote:
Original Posted By John Connor
yg saya bawa itu ya ipad, 2 iphone, 1 nintendo ds, 1 psp, 1 ipod touch, saya ngga mau buang2 waktu kalo ujung2nya musti debat masalah lewat dari $1000 itu lho pak.. dan akhirnya mesti keluar uang pula, udah waktu abis, uang juga keluar. ya mending keluar uang aja, save time...

betul sekali yang pak unoff bilang, gampang sekali kalo emang mau menyelundupkan barang illegal ke indonesia. yah apa mau dikata, memang ini keadaan di indonesia pak, saya juga maunya mah semua lurus. di canada apa2 lurus dan jelas, peraturan jelas, pelaksanaan jelas, logika dan akal sehat dipake, bukan karena uang semua jadi bener.

mudah2an ke depan nya Indonesia bisa berjalan ke arah yg benar ya pak.. :cheers:

iloveindonesia


No offense, Peace:

Bila agan bisa taat hukum di Canada, seharusnya agan juga harus bisa membawa perilaku yang baik ini ketika pulang ke tanah air.
Buang waktu dikit gak apa kalo memang agan gak salah. malu:
Unoff.KJRI.Tor - 02/03/2011 11:39 PM
#232

Quote:
Original Posted By The_Visitor
Dear Pak Unoff,

Mungkin Bpk bisa menjelaskan pertanyaan saya,
Mengapa jika seorang WNI mengganti namanya dengan surat ganti nama resmi (bersertifikat) saat bikin passport baru, terbitan passport barunya ada yang mencantumkan pernyataan di bawah ini dan ada juga yang tidak:

The bearer of this Passport is also known as [ Nama Lama ]

Bingung saya sistim pencantuman tidak seragam.

Thanks atas penjelasannya. iloveindonesia


Pencantuman kalimat tersebut untuk kepentingan ybs, Ada beberapa negara yang menyimpan database pengunjung negaranya sehingga kalau org yang sama masuk dengan nama lain, imigrasi negara itu akan heran. Untuk menghindari pertanyaan tersebut maka dicantumkan kalimat penjelas tersebut.

Tetapi ada juga negara yang tidak mementingkan hal tersebut.

Pencantuman kalimat tersebut juga tidak selalu karena penggantian nama, tetapi bisa karena penambahan nama (suami atau ayah). Orang meminta adanya kalimat penjelas tersebut karena (yang biasa terjadi) kartu PR nya telah memakai nama tambahan tersebut, tetapi paspor belum. Untuk menghindari pertanyaan di perbatasan, maka diberikan kalimat penjelasan tersebut.

Hal ini terutama sering terjadi di perbatasan Canada - AS.

Tetapi ada beberaapa orang yang merasa tidak perlu diberikan kalimat penjelas tersebut.

Pencantuman kalimat tambahan tersebut lebih merupakan opsional yang bisa diminta atau dihapuskan oleh pemegang paspornya.

Untuk meminta kalimat penjelasan itu tidak ada biaya. GRATIS. Yang penting ada surat pribadi yang memohon adanya penambahan tersebut disertai bukti surat nikah, atau surat kelahiran, dan jika ganti nama total, maka ada surat keputusan pemerintah setempat (change of name).


Quote:
Original Posted By The_Visitor
.

Pertanyaan saya,

Jika seorang WNI telah ganti nama (change of name) secara sah di Canada yang artinya mempunyai sertifikat ganti nama. Apakah sertifikat ganti nama yang dikeluarkan oleh Canada diakui oleh KBRI/konsulat RI dan apakah nama barunya bisa dicantumkan jika ingin membuat paspor dan apakah nama lamanya akan tetap dicantumkan di paspor baru nantinya - please see pertanyaan di atas.

Mohon pencerahan dan terima kasih.


Dalam praktek di KJRI atau KBRI kami dapat menerima sertifikat ganti nama tersebut. Dan banyak yang sudah melakukannya.

namun jika hal itu ditanyakan lebih jauh dalam kaitan dengan dokumen-dokumen hukum di Indonesia, misalnya surat tanah, ijasah, dll hal ini diluar kapasitas saya untuk menjawabnya.

Karena keputusan pengadilan di suatu negara asing tidak serta merta diakui oleh negara lainnya.

Sejauh ini Konvensi internasional baru mengakui secara bersama dokumen Kelahiran, Pernikahan dan Kematian seseorang. Di manapun dan siapapun negara yang mengeluarkannya, negara asal harus mengakui keberadaan dokumen tersebut dengan cara mensyahkan (mendaftarkan kembali) pada instansi berwenang

Terimakasih.
Unoff.KJRI.Tor - 02/03/2011 11:52 PM
#233

Quote:
Original Posted By umeboshi
Menurut pengalaman saya bikin paspor baru di KBRI/Konsulat Australia biayanya AUD 40, termasuk lapor nama, pencantuman alamat di halaman terakhir paspor GRATIS, begitu paspor barunya jadi semua sudah tercantum di dalam paspor.
Mengapa peraturan di tiap KBRI/Konsulat RI beda-beda.


Sejarah adanya biaya pada pencantuman alamat, karena dulu Kementerian Keuangan menetapkan biaya fiskal (Rp 2jt) untuk yg akan bepergian ke luar negeri KECUALI ada alamat yang menyatakan ybs adalah penduduk luar negeri.

Untuk itu ada keputusan agar pencantuman alamat dikenakan biaya, jika di canada $20 (yg tetap lebih murah daripada bayar Rp 2jt tsb)

Saat ini fiskal sudah dihapuskan, sehingga penetapan biaya tersebut menjadi tidak relevan lagi.

Kami juga setuju untuk hal tersebut, karenanya pada postingan sebelumnya dikatakan:

Quote:
SK Dubes, sudah ada sejak 4-5 tahun lalu. Sudah diusulkan untuk dihapus karena tidak ada lagi relevansinya.

terimakasih



ini link langsungnya: https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=342315391&postcount=181

Karena kita bekerja berdasarkan peraturan, selama SK tersebtu belum dicabut, maka kita harus menjalankannya.

Namun seperti ditulis di atas, kita sendiri sepakat itu tidak ada relevansinya algi.

Karena itu saya menyarankan agar cukup mencantumkan lapor diri saja dan ini GRATIS.
SandyGirl - 03/03/2011 12:54 AM
#234

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Hingga saat ini untuk pencantuman alamat bayar C$20 dengan money order payabale to "Indonesian Consulate General".

Pencantuman alamat berbeda dengan lapor diri. Pnecantuman alamat didasarkan untuk tujuan dari masing-masing pemilik Paspor yang mana KJRI atau KBRI tidak berkepentingan dengan tujuan tersebut.

Lapor diri adalah melaporkan keberadaan seorang WNI dan dengan demikian KJRI atau KBRI akan men-stamp nomor lapor diri pada paspor nya (tanpa alamat), dan untuk ini GRATIS (tidak ada biaya).

terimakasih

@Umeboshi,
seperti yang di jelaskan oleh unoffKJRI :
"Lapor diri adalah melaporkan keberadaan seorang WNI dan dengan demikian KJRI atau KBRI akan men-stamp nomor lapor diri pada paspor nya (tanpa alamat), dan untuk ini GRATIS (tidak ada biaya)."

so, gua coba cari buku passport yang lama, dan coba lihat buku passport anak kenalan yang baru lahir di Canada, dan hasilnya lapor diri dan pencantuman alamat berada di halaman 48 (catatan Resmi) but ini dari KJRI Vancouver, seharusnya similar dengan KJRI Toronto or KBRI Otawa ( Dubesnya kan sama)

TELAH MELAPORKAN DIRI DI
KONSULAT JENDRERAL REPUBLIK INDONESIA
VANCOUVER, B.C., CANADA

Nomor : 123/.../.../.../.../.../2011
Tanggal :../../ 2011

Mengetahui penduduk negara Canada :
..., Avenue
Edmonton, AB

Vancouver, ../ 2011

AN Kepala Perwakilan R.I

TTD dan Stempel

Konsul

Stempel aslinya dalam warna hitam, kecuali stempel konsulat dan ttdnya dalam warna biru dan hijau.
nah yang gua bold merah itu yang gratis, dan yang gua bold PINK (3 baris) itu musti BAYAR $20.

Seperti pada postingan unoffKJRI :
"Pencantuman alamat berbeda dengan lapor diri. Pnecantuman alamat didasarkan untuk tujuan dari masing-masing pemilik Paspor yang mana KJRI atau KBRI tidak berkepentingan dengan tujuan tersebut."

Pencantuman alamat pada passport biasanya hanya diberikan kepada WNI yang tinggal di luar negeri dan memiliki alamat tetap, dan umumnya digunakan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Surat Keterangan Bebas Fiskal di bandara Indonesia (karena tinggal lebih dari 183 hari di LN sehingga tidak termasuk WP dalam Negeri), selain itu sebagai ID yang lengkap (beralamat) jika diperlukan (itu termasuk salah satu guna passport kan ?).
Lapor diri bukannya cuma tinggal bilang hadir, dan selesai, kita juga harus mencantumkan alamat, contact number, dan bahkan email, agar suatu saat dapat dihubungi jika diperlukan.so lapor diri dan pencantuman alamat tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya, wong cuma tambahin 3 baris stempel kok susah ?
"Pnecantuman alamat didasarkan untuk tujuan dari masing-masing pemilik Paspor yang mana KJRI atau KBRI tidak berkepentingan dengan tujuan tersebut" rasanya agak aneh.....
KBRI or KJRI adalah wakil resmi pemerintah RI di luar negeri, dgn adanya lapor diri, Pemerintah RI bisa mengetahui berapa banyak jumlah WNInya di LN, dan database ini bisa dipakai untuk banyak kepentingan Pemerintah RI, mis : Pemilu, Tenaga kerja Indonesia, Devisa yang masuk, dll.

Quote:
Original Posted By Tansaga
Pak Unoff : Sekedar mau tanya, apakah biaya pencantuman alamat termasuk Kepres or SK Duta Besar ?


Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
SK Dubes, sudah ada sejak 4-5 tahun lalu. Sudah diusulkan untuk dihapus karena tidak ada lagi relevansinya.

terimakasih


Gua QUOTE Pertanyaan Bro Tansaga dan penjelasan UnoffKJRI :
bahwa KEPPRES ditindaklanjuti oleh SK DUBES, mau bilang apa ?
Di halaman belakang passport ada terlulis "
1. Passpor ini adalah dokumen milik Negara.
2. Kecuali pejabat yang berwenang, dilarang mencoret atau melakukan perubahan apapun atas tulisan, cetakan dan/ atau dalam bentuk apapun yang terdapat dalam paspor ini.
So, kita bukan Pejabat Negara yang berwenang, cuma ada pilihan take it or leave it, meskipun cukup aneh, bahwa harga sebuah passport RI hanya $30 but stempel 3 baris harus Bayar $20.
Jadi ingat kata - kata "Silahkan kalau mau bayar tilang disini, kita bantu, kalau ngak mau, silahkan bayar tilang sendiri di Pengadilan tapi jangan lupa jam dan tanggal sidangnya ya !"

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Yth Sdri Sandy,

Saya menghargai anda ingin berpendapat, namun mohon agar langsung kepada postingan ybs dengan menyebut ('memanggil") sehingga ybs tahu bahwa anda mendebat pendapat ybs.

Selain itu, saya lebih menyarankan agar menggunakan format dari penulis sebelumnya baru kemudian pendapat anda. Berikutnya lagi pendapat lain dari penulis itu untuk kemudian anda berikan pendapat anda lagi terhadap hal tersebut. Demikian seterusnya, sehingga menjadi lebih mudah dibaca.

Terakhir, mohon tidak gunakan dukungan-dukungan kepada kaskuser lainnya semacam itu, karena ini hanya akan membentuk forum ("lounge") ini seperti di wilayah kaskus lainnya, yang berujung penggunaan kata-kata kasar dan seperti anda bialng sendiri, menjaditempat "nge-junk".

Namun tentunya kalau anda membuat thread sendiri di luar "lounge' tanya jawab konsuler ini silakan saja mengabaikan hal-hal di atas.

Terimakasih,

ps: saya lagi mencoba merangkum jawaban untuk pertanyaan megnenai "resiko jika melepaskan kewarganegaraan RI". Untuk yang menanyakannya, mohon sbaar ya.


@ unoff kjri
Meskipun joint kaskus tahun 2007, saya lebih sering baca, jarang posting, statuspun masih newbie, dan ngak punya Kloning-an, ini aja pake ID Istri, jadi mohon petunjuk dan bimbingannya, apalagi anda sendiri kan salah satu staff wakil Pemerintah RI di Canada, seperti yang anda katakan, saya cuma sekedar berpendapat dan tangan lagi agak gatal saja (kok orang lain boleh ngejunk dan saya tidak?), btw postingannya sudah saya hapus, seperti saran anda saya bikin thread sendiri.

Quote:
Original Posted By umeboshi
Menurut pengalaman saya bikin paspor baru di KBRI/Konsulat Australia biayanya AUD 40, termasuk lapor nama, pencantuman alamat di halaman terakhir paspor GRATIS, begitu paspor barunya jadi semua sudah tercantum di dalam paspor.
Mengapa peraturan di tiap KBRI/Konsulat RI beda-beda.


@umeboshi
Dulu kata orang Pintar "Lain lubuk lain ikannya" biar satu guru satu Ilmu, but DUBESnya kan orang yang berbeda, ya mau gimana inilah Indonesia.iloveindonesia
Dulu gua juga pernah perpanjang passport di Sydney, jadi malu waktu udah selesai, malah sampai di telp ke mobile.
Unoff.KJRI.Tor - 03/03/2011 03:07 AM
#235

Quote:
Original Posted By SandyGirl

Seperti pada postingan unoffKJRI :
"Pencantuman alamat berbeda dengan lapor diri. Pnecantuman alamat didasarkan untuk tujuan dari masing-masing pemilik Paspor yang mana KJRI atau KBRI tidak berkepentingan dengan tujuan tersebut."

Pencantuman alamat pada passport biasanya hanya diberikan kepada WNI yang tinggal di luar negeri dan memiliki alamat tetap, dan umumnya digunakan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Surat Keterangan Bebas Fiskal di bandara Indonesia (karena tinggal lebih dari 183 hari di LN sehingga tidak termasuk WP dalam Negeri), selain itu sebagai ID yang lengkap (beralamat) jika diperlukan (itu termasuk salah satu guna passport kan ?).


ya penjelasan ini sudah betul dan menegaskan apa yang saya sampaikan sebelumnya (yakni sejarah adanya istilah "pencantuman alamat")

Quote:
Lapor diri bukannya cuma tinggal bilang hadir, dan selesai, kita juga harus mencantumkan alamat, contact number, dan bahkan email, agar suatu saat dapat dihubungi jika diperlukan.so lapor diri dan pencantuman alamat tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya, wong cuma tambahin 3 baris stempel kok susah ?
"Pnecantuman alamat didasarkan untuk tujuan dari masing-masing pemilik Paspor yang mana KJRI atau KBRI tidak berkepentingan dengan tujuan tersebut" rasanya agak aneh.....
KBRI or KJRI adalah wakil resmi pemerintah RI di luar negeri, dgn adanya lapor diri, Pemerintah RI bisa mengetahui berapa banyak jumlah WNInya di LN, dan database ini bisa dipakai untuk banyak kepentingan Pemerintah RI, mis : Pemilu, Tenaga kerja Indonesia, Devisa yang masuk, dll.


Ini juga perlu diperjelas, bahwa yang dikenal oleh Perwakilan RI di luar negeri adalah Lapor Diri. Ini yang menjadi standar.

Betul bahwa dalam Lapor Diri akan dicatat alamat, contact number dan email. Semua itu kami cantumkan dalam database kami.

Dalam lapor diri kami tidak mencantumkan alamat pemegang tersebut, karena orang dapat berpindah-pindah yang dapat mengakibatkan kesalahan tertentu atau yang berkaitan dengan privacy mereka.

Namun kalau si pemilik paspor yang meminta dicantumkan alamat itu berarti konsekuensi si pemegang. Dan karena ada SK Dubes yang menetapkan biaya $20 maka kami harus menjalankannya,s uka atau tidak.

Namun seperti yang saya sampaikan, ini sedang diuslkan untuk dihapus. Dan kalaupun biaya ini dihapus, tetap saja alamat tidak akan kami cantumkan dalam paspor tersebut KECUALI diminta oleh pemegangnya.


Quote:

bahwa KEPPRES ditindaklanjuti oleh SK DUBES, mau bilang apa ?
Di halaman belakang passport ada terlulis "
1. Passpor ini adalah dokumen milik Negara.
2. Kecuali pejabat yang berwenang, dilarang mencoret atau melakukan perubahan apapun atas tulisan, cetakan dan/ atau dalam bentuk apapun yang terdapat dalam paspor ini.
So, kita bukan Pejabat Negara yang berwenang, cuma ada pilihan take it or leave it, meskipun cukup aneh, bahwa harga sebuah passport RI hanya $30 but stempel 3 baris harus Bayar $20.


Pencantuman alamat tidak ada dalam Keppres, tetapi merupakan keputusan lokal (Dubes masing-masing). Karena itu bisa saja di negara satu bayar, di negara lain tidak. Sekali lagi saya sampaikan bahwa kita sedang usulkan agar SK Dubes di Canada dicabut.

Mengenai biaya pembuatan paspor yang terlihat murah itu karena $30 adalah hasil konversi biaya paspor di Indonesia ke mata uang CD$. Biaya pembuatan Paspor adalah Keppres yang berlaku sama di seluruh dunia . Sementara seperti saya tadi sampaikan, "pencantuman lamat" itu berdasarkan masing-masing negara, karena itu disesuaikan dengan tingkat ekonominya.

Maka dari itu anda jangan memperpandingkan dua hal yang berbeda. Sama saja anda membandingkan harga McDonald di Jakarta (setelah di kurs) dengan McDonadl di Toronto. Pasti beda!

Quote:
Dulu gua juga pernah perpanjang passport di Sydney, jadi malu waktu udah selesai, malah sampai di telp ke mobile.


Kalau anda di Toronto, maka anda akan mendapatkan pelayanan yang seperti itu. Karena falsafah kita adalah "melayani".

Terimakasih

iloveindonesia
SandyGirl - 03/03/2011 06:04 AM
#236

Terima kasih atas replynya,
Kalau boleh tahu, unoffKJRI ini Cowo or Cewe ?
Jadi Bingung nih mau nyebut apa, Bro/Sis or Bapak/Ibu?

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
SK Dubes, sudah ada sejak 4-5 tahun lalu. Sudah diusulkan untuk dihapus karena tidak ada lagi relevansinya.
terimakasih


Wah sudah berjalan 4 tahun, cukup lama juga ya ?, semoga Bapak DUBESnya main-main ke Kaskus dan baca thread ini. setelah itu dicabut SK tentang pencantuman alamatnya

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor

Pencantuman alamat tidak ada dalam Keppres, tetapi merupakan keputusan lokal (Dubes masing-masing). Karena itu bisa saja di negara satu bayar, di negara lain tidak. Sekali lagi saya sampaikan bahwa kita sedang usulkan agar SK Dubes di Canada dicabut.

Mengenai biaya pembuatan paspor yang terlihat murah itu karena $30 adalah hasil konversi biaya paspor di Indonesia ke mata uang CD$. Biaya pembuatan Paspor adalah Keppres yang berlaku sama di seluruh dunia . Sementara seperti saya tadi sampaikan, "pencantuman lamat" itu berdasarkan masing-masing negara, karena itu disesuaikan dengan tingkat ekonominya.

Maka dari itu anda jangan memperpandingkan dua hal yang berbeda. Sama saja anda membandingkan harga McDonald di Jakarta (setelah di kurs) dengan McDonadl di Toronto. Pasti beda!

Kalau anda di Toronto, maka anda akan mendapatkan pelayanan yang seperti itu. Karena falsafah kita adalah "melayani".

Terimakasih

iloveindonesia


Pencantuman Alamat memang tidak ada SK KEPPRESnya, karena itu pelaksanaannya tergantung DUBES masing - masing, but yang dipermasalahkan adalah Pencantuman alamat yang notabenenya cuma butuh 3baris stempel tambahan (saya yakin walaupun SK-nya dihapus, banyak WNI yang menginginkan alamatnya distempel dihalaman belakang)
Bagi saya pribadi biaya Passport $.30 tidak mahal, but $.20 hanya untuk Stempel 3 baris alamat, sangatlah tidak masuk akal, but ada SK DUBESnya, apa mau dikata ? $.20 cukup berharga lho, (minimal dapat seekor Bebek Panggang)
"Maka dari itu anda jangan memperpandingkan dua hal yang berbeda. Sama saja anda membandingkan harga McDonald di Jakarta (setelah di kurs) dengan McDonadl di Toronto. Pasti beda!"
Saya tidak memperbandingkan 2 hal yang berbeda, yang kita bahas saat ini adalah kenapa Pencantuman Alamat di Canada harus bayar sedangkan di negara lain dalam hal ini ( Australia dan NZ(baru saja saya cek disana)) tidak membebankan biaya ? mungkin anda harus membandingkan kenapa makan McDonald di Jakarta ngak usah bayar buat Sauce Tomat dan Sambelnya, sedangkan McDonadl di Toronto harus bayar buat Sauce Tomat dan Sambelnya or diasumsikan bahwa harga tinta printer or stempel di Canada lebih mahal daripada Harga tinta di Australia or New Zealand.
but, pernyataan anda bisa saya mengerti, bahwa andapun terikat dengan peraturan dalam hal ini SK DUBES.
Kalau saya di Toronto, saat ini juga saya akan ajak anda makan di McDonald, dan kita cari tahu apakah Sauce Tomat dan Sambel di McDonal Toronto perlu bayar atau tidak.
Wah mottonya mirip polisi aja, "to Serve and Protect"
Unoff.KJRI.Tor - 03/03/2011 06:39 AM
#237

Quote:
Original Posted By SandyGirl
Terima kasih atas replynya,
Wah sudah berjalan 4 tahun, cukup lama juga ya ?, semoga Bapak DUBESnya main-main ke Kaskus dan baca thread ini. setelah itu dicabut SK tentang pencantuman alamatnya


Permasalahannya Dubes yagn sekarang adalah Dubes baru sementara SK itu dibuat oleh Dubes sebelumnya. Mungkin yang jadi pertimbangannya adalah masalah legalitas hukumnya.

Quote:
yang kita bahas saat ini adalah kenapa Pencantuman Alamat di Canada harus bayar sedangkan di negara lain dalam hal ini ( Australia dan NZ(baru saja saya cek disana))


Saya di Australia pada tahun 1996 dan pencantuman alamat juga bayar saat itu. Hanya saat ini SK Dubes di negara itu telah dicabut sehingga di sana tidak lagi bayar. Seperti saya sebutkan, utk di Kanada hal ini sudah diusulkan akan dicabut. Kita tunggu saja hasilnya.

Namun sekali lagi, pencantuman alamat hanya akan dilakukan sesuai permintaan pemegang paspor, karena banyak juga yang tidak ingin alamatnya dicantumkan, mengingat alasan yang saya sebutkan sebelumnya.

Jika dahulu orang berharap alamat tercantum pada paspor karena untuk hal yang terkait dengan biaya fiskal itu, namun sekarang fiskal sendiri sudah tidak ada. Maka ada ataupun tidak ada alamat tidak memiliki efek buat sebagian orang. Yang penting buat mereka, nama dan alamatnya tercatat di database KJRI (dan yang lebih penting lagi terus mengupdate jika terjadi perpindahan alamat).

Terimakasih,
umeboshi - 03/03/2011 07:08 AM
#238

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Sejarah adanya biaya pada pencantuman alamat, karena dulu Kementerian Keuangan menetapkan biaya fiskal (Rp 2jt) untuk yg akan bepergian ke luar negeri KECUALI ada alamat yang menyatakan ybs adalah penduduk luar negeri.

Untuk itu ada keputusan agar pencantuman alamat dikenakan biaya, jika di canada $20 (yg tetap lebih murah daripada bayar Rp 2jt tsb)

Saat ini fiskal sudah dihapuskan, sehingga penetapan biaya tersebut menjadi tidak relevan lagi.

Kami juga setuju untuk hal tersebut, karenanya pada postingan sebelumnya dikatakan:

ini link langsungnya: https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=342315391&postcount=181

Karena kita bekerja berdasarkan peraturan, selama SK tersebtu belum dicabut, maka kita harus menjalankannya.

Namun seperti ditulis di atas, kita sendiri sepakat itu tidak ada relevansinya algi.

Karena itu saya menyarankan agar cukup mencantumkan lapor diri saja dan ini GRATIS.

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
ya penjelasan ini sudah betul dan menegaskan apa yang saya sampaikan sebelumnya (yakni sejarah adanya istilah "pencantuman alamat")



Ini juga perlu diperjelas, bahwa yang dikenal oleh Perwakilan RI di luar negeri adalah Lapor Diri. Ini yang menjadi standar.

Betul bahwa dalam Lapor Diri akan dicatat alamat, contact number dan email. Semua itu kami cantumkan dalam database kami.

Dalam lapor diri kami tidak mencantumkan alamat pemegang tersebut, karena orang dapat berpindah-pindah yang dapat mengakibatkan kesalahan tertentu atau yang berkaitan dengan privacy mereka.

Namun kalau si pemilik paspor yang meminta dicantumkan alamat itu berarti konsekuensi si pemegang. Dan karena ada SK Dubes yang menetapkan biaya $20 maka kami harus menjalankannya,s uka atau tidak.

Namun seperti yang saya sampaikan, ini sedang diuslkan untuk dihapus. Dan kalaupun biaya ini dihapus, tetap saja alamat tidak akan kami cantumkan dalam paspor tersebut KECUALI diminta oleh pemegangnya.




Pencantuman alamat tidak ada dalam Keppres, tetapi merupakan keputusan lokal (Dubes masing-masing). Karena itu bisa saja di negara satu bayar, di negara lain tidak. Sekali lagi saya sampaikan bahwa kita sedang usulkan agar SK Dubes di Canada dicabut.

Mengenai biaya pembuatan paspor yang terlihat murah itu karena $30 adalah hasil konversi biaya paspor di Indonesia ke mata uang CD$. Biaya pembuatan Paspor adalah Keppres yang berlaku sama di seluruh dunia . Sementara seperti saya tadi sampaikan, "pencantuman lamat" itu berdasarkan masing-masing negara, karena itu disesuaikan dengan tingkat ekonominya.

Maka dari itu anda jangan memperpandingkan dua hal yang berbeda. Sama saja anda membandingkan harga McDonald di Jakarta (setelah di kurs) dengan McDonadl di Toronto. Pasti beda!

Kalau anda di Toronto, maka anda akan mendapatkan pelayanan yang seperti itu. Karena falsafah kita adalah "melayani".

Terimakasih

iloveindonesia


Sepertinya keputusan tentang biaya-biaya konsuler tergantung keputusan DUBES masing-masing makanya seperti Pencantuman Alamat di Australia GRATIS tapi di Canada BAYAR CAD 20 (sedang diusulkan untuk dihapus).

Quote:
Original Posted By SandyGirl

@umeboshi
Dulu kata orang Pintar "Lain lubuk lain ikannya" biar satu guru satu Ilmu, but DUBESnya kan orang yang berbeda, ya mau gimana inilah Indonesia.iloveindonesia
Dulu gua juga pernah perpanjang passport di Sydney, jadi malu waktu udah selesai, malah sampai di telp ke mobile.


Ini kesimpulan yang saya tangkap dari penjelasan di atas.
Paspor keluaran KBRI/Konsulat di Australia formatnya:

Lapor Diri: always di halaman VISA sekarang sudah print dan stempel Garuda warna biru.
Pencantuman alamat: otomatis tanpa mohon dan di halaman terakhir paspor berikut keterangan***saya pikir sejak Fiskal LN dihapus, di tahun mendatang alamat sudah tidak relevan lagi karena ini gunanya untuk bukti bahwa yang bersangkutan adalah Penduduk Luar Negeri dan diberikan fasilitas bebas fiskal ln***
Bekas Pemegang Paspor RI no. X XXXXX
Kantor yang mengeluarkan: Nama kota di Australia
Tanggal pengeluaran: tanggal pengeluaran paspor lama
John Connor - 03/03/2011 10:10 AM
#239

Quote:
Original Posted By umeboshi
No offense, Peace:

Bila agan bisa taat hukum di Canada, seharusnya agan juga harus bisa membawa perilaku yang baik ini ketika pulang ke tanah air.
Buang waktu dikit gak apa kalo memang agan gak salah. malu:


bos, kalo mau komen baca dulu semuanya yg bener.. belom tau duduk persoalannya mending jangan komen apalagi kasih nasehat ke orang udah kayak yg paling bener aja...

gua pulang waktu itu bawa anak gua masih kecil, sakit pula, terbang 22 jam.. ini urusannya ujung2nya duit, jadi mau ngapain gua buang2 waktu kalo ujung2nya musti keluar juga? banyak temen2 gua ngalamin kejadian sama sebelom gua pulang...

ngga usah ngomong prilaku baik prilaku buruk bos, gua kalo mau ngga bener idup gua mau ngapain gua pindah ke canada??? mending di indo semua bisa gua beli pake duit.. toh di indo juga gua bukan orang susah...

asli nih gua fed up with this topic... specially with people who comments without knowing the whole f**king situation.. najis
umeboshi - 03/03/2011 10:58 AM
#240

Quote:
Original Posted By John Connor
bos, kalo mau komen baca dulu semuanya yg bener.. belom tau duduk persoalannya mending jangan komen apalagi kasih nasehat ke orang udah kayak yg paling bener aja...

gua pulang waktu itu bawa anak gua masih kecil, sakit pula, terbang 22 jam.. ini urusannya ujung2nya duit, jadi mau ngapain gua buang2 waktu kalo ujung2nya musti keluar juga? banyak temen2 gua ngalamin kejadian sama sebelom gua pulang...

ngga usah ngomong prilaku baik prilaku buruk bos, gua kalo mau ngga bener idup gua mau ngapain gua pindah ke canada??? mending di indo semua bisa gua beli pake duit.. toh di indo juga gua bukan orang susah...

asli nih gua fed up with this topic... specially with people who comments without knowing the whole f**king situation.. najis


It is airlines passenger/s responsibility to make sure they filled in departure card before proceed to immigration clearance. One cannot expect immigation desks will have it just for you.

I'd say you are f***ing ignorant, don't blame petugas imigrasi, you already knew Canada and Indo is two different country, but all in your mind is everything can be solved with money in Indonesia. Try that in Canada!

Kalo semua WNI kayak lo bagaimana Indonesia bisa maju n bebas korupsi. nohope:
Page 12 of 24 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini