CANADA
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini
Total Views: 20727 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

t4hugor3ng - 05/05/2010 04:42 PM
#41

Quote:
Original Posted By John Connor
apa sih alasan utama pemerintah indonesia tidak mengijinkan kewarganegaraan ganda?

mudah2an jawabannya bisa memuaskan hasrat seluruh kaskuser..

terima kasih banyak sebelumnya.. \)


Lah.............., gk di ijinkan ja dah byk yg kabur2an, aplg kl0 di ijinkan....
WNI bisa tinggal 1/3 kalee.....

D

Pizz..... Juz j0king....
t4hugor3ng - 05/05/2010 04:44 PM
#42

Quote:
Original Posted By John Connor
apa sih alasan utama pemerintah indonesia tidak mengijinkan kewarganegaraan ganda?

mudah2an jawabannya bisa memuaskan hasrat seluruh kaskuser..

terima kasih banyak sebelumnya.. \)


Lah.............., gk di ijinkan ja dah byk yg kabur2an, aplg kl0 di ijinkan....
WNI bisa tinggal 1/3 kalee.....

D

Pizz..... Juz j0king....
hunyur - 05/05/2010 06:23 PM
#43

siip gan beer:
supercanada - 05/05/2010 11:58 PM
#44

Sepertinya ada unsur kebanggaan nasional. Jadi kalo mau mengambil warga negara lain, artinya sudah tidak bangga lagi dengan Indonesia sehingga sudah tidak layak untuk jadi WNI.

Mungkin nanti suatu hari kalo anggota2 DPR sudah lebih terbuka, Indonesia akan mengeluarkan UU baru yang mengijinkan dual citizenship. Sebetulnya, apa sih rugi nya buat negara Indonesia kalo orang2 punya kewarganegaraan lain?

Quote:
Original Posted By John Connor
sepi banget neh regional canada... kayak kuburan... D

sayah nanya lagi dah...

masih berhubungan dengan pertanyaan saya yg sebelumnya..

apa sih alasan utama pemerintah indonesia tidak mengijinkan kewarganegaraan ganda?

mudah2an jawabannya bisa memuaskan hasrat seluruh kaskuser..

terima kasih banyak sebelumnya.. \)
Unoff.KJRI.Tor - 06/05/2010 01:23 AM
#45

Quote:
Original Posted By John Connor
sepi banget neh regional canada... kayak kuburan... D

sayah nanya lagi dah...

masih berhubungan dengan pertanyaan saya yg sebelumnya..

apa sih alasan utama pemerintah indonesia tidak mengijinkan kewarganegaraan ganda?

mudah2an jawabannya bisa memuaskan hasrat seluruh kaskuser..

terima kasih banyak sebelumnya.. \)



Dear John dan teman-teman lain,

Atas pertanyaan di atas, kami tidak bisa memberikan jawaban secara exact, karena pembuat peraturan adalah para legislator di DPR yang dipilih oleh konstituennya (yang mungkin juga para WNI di luar negeri).

Tetapi hak kewarganegaraan ganda bukanlah hal mustahil suatu waktu nanti. Coba tengok dua puluh tahun lalu, tidak terpikirkan bahwa akan ada semacam UU No. 12/2006 yang memperkenankan kewarganegaraan ganda bagi warga yg berusia di bawah 18 tahun, akibat pernikahan campur atau aturan negara di mana dia tinggal (misalnya Canada yang meng-Canada kan semua orang yg lahir di Canada).

Artinya, bisa saja dalam 20 tahun mendatang hal ini juga berubah. Mungkin karena pertimbangan ekonomi atau hal-hal politis lainnya. Who knows? Saran kami adalah layangkan sesering mungkin suara-suara keinginan ini ke media atau pejabat yang berkunjung ke Canada (atau negara di tempat anda tinggal) atau kepada legislator pilihan anda tentang hal-hal yg menguntungkan Indonesia jika warganya bisa 2 kewarganegaraan. Anda adalah konstituennya yang berhak untuk menyampaikan pandangan.

Namun demikian perlu diketahui bahwa masih banyak negara yang juga tidak memperkenankan kewarganegaraan ganda seperti India, Jepang, Filipina, dll.

Sejalan dengan perubahan waktu, peraturan juga mungkin berubah. Usaha saja terus, walau mungkin perlu 20 tahun lagi atau lebih untuk bisa terwujud.

Untuk saat ini yang bisa diperjuangkan para warga mungkin adalah memberikan kemudahan untuk mereka yang "ex" WNI untuk dapat kembali menjadi WNI atau kemudahan visa utk berkunjung ke tanah kelahirannya. Hingga saat ini, peraturan yang diterapkan kepada "ex" WNI adalah sama dengan peraturan yg diterapkan kepada WNA lainnya.

India dan Jepang, contohnya, memiliki kemudahan khusus mengenai dua hal ini bagi para diasporanya yg telah berganti kewarganegaraan.

Kalau kita bisa menggunakan tempat ini untuk diskusi, kira-kira bisakah disampaikan di sini hal positip apa yang akan menguntungkan Indonesia jika boleh berkewarganegaraan ganda? (please no SARA nosara), sekedar untuk tukar pikiran.

terimakasih,

iloveindonesia

ps: sambil kita berdiskusi, saya buka pooling utk mengnetahui seberapa besar antusiasme hak kewarganegaraan ganda bagi yg di atas 18 thn. Please inform teman-teman di regional lain untuk juga isi pooling ini. Mungkin suatu waktu bisa jadi petisi.
Unoff.KJRI.Tor - 06/05/2010 01:32 AM
#46
Pooling Dua Kewarganegaraan
OK sambil berdiskusi, saya buat poolingnya...

[edit]: gimana sih untuk bikin pooling???? bingung
John Connor - 06/05/2010 01:59 AM
#47

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor


Untuk saat ini yang bisa diperjuangkan para warga mungkin adalah memberikan kemudahan untuk mereka yang "ex" WNI untuk dapat kembali menjadi WNI atau kemudahan visa utk berkunjung ke tanah kelahirannya. Hingga saat ini, peraturan yang diterapkan kepada "ex" WNI adalah sama dengan peraturan yg diterapkan kepada WNA lainnya.

India dan Jepang, contohnya, memiliki kemudahan khusus mengenai dua hal ini bagi para diasporanya yg telah berganti kewarganegaraan.

Kalau kita bisa menggunakan tempat ini untuk diskusi, kira-kira bisakah disampaikan di sini hal positip apa yang akan menguntungkan Indonesia jika boleh berkewarganegaraan ganda? (please no SARA nosara), sekedar untuk tukar pikiran.

terimakasih,

iloveindonesia

ps: sambil kita berdiskusi, saya buka pooling utk mengnetahui seberapa besar antusiasme hak kewarganegaraan ganda bagi yg di atas 18 thn. Please inform teman-teman di regional lain untuk juga isi pooling ini. Mungkin suatu waktu bisa jadi petisi.


Terima kasih Pak untuk jawabannya yg sangat jelas. thumbup:

Kayaknya memberikan kemudahan utk x-wni dalam meminta visa paling tidak akan sangat membantu kalo memang dwi-kewarganegaraan masih sulit.

Once again, thank you for the prompt answer. I really appreciate it. beer:

PS: Ada yg bisa bantu ngga buat bikin poll?? sayah nubie di sini ngga ngerti caranya.. malu:
Unoff.KJRI.Tor - 08/05/2010 01:06 AM
#48

Quote:
Original Posted By t4hugor3ng
Lah.............., gk di ijinkan ja dah byk yg kabur2an, aplg kl0 di ijinkan....
WNI bisa tinggal 1/3 kalee.....

D

Pizz..... Juz j0king....


@t4hugor3ng, saya tahu di atas tengah bercanda.... tapi seriusnya, Pemerintah RI justru sedang menggalakkan untuk mencari peluang kerja di luar negeri, sebanyak mungkin. Khususnya yang skilled worker atau semi-skilled.

Untuk Canada, kita tengah berupaya untuk bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Saskatoon dan Manitoba agar tenaga semi-skilled kita bisa masuk ke sana. Jasa-jasa tenaga yang dibutuhkan adalah menjadi tukang las (welder), penjaga anak atau orang tua (caregiver), perawat (nurse). dll.

Untuk tenaga non-skilled seperti pemetik buah, sangat susah diperoleh, karena Pemerintah Canada mempunyai perjanjian khusus (baca: memprioritaskan) dengan negara-negara Amerika Selatan dan Karibia.

Sebenarnya, peluang kerja di Canada masih sangat luas (dan kebanyakan diambil oleh tenaga asal Filipina), hanya ada beberapa kendala yang menghambat kenapa TKI kita tidak berani masuk ke Kanada. Padahal ada keuntungan lain buat para tenaga kerja ini, setelah 2 tahun bekerja dengan ijin work permit, maka dapat mengajukan diri menjadi PR.

Duta Besar RI (sebelumnya) Djoko Hardono bahkan pernah mencanangkan "memenuhi Canada dengan sejuta orang Indonesia" (ps: agar kata "sejuta" tidak dilihat sebagai angka tetapi sebagai kiasan "sebanyak-banyaknya"). Artinya, Indonesia itu penduduknya sangat banyak, namun sedikit sekali yang berani bertualang ke luar negeri.

cheers,

iloveindonesia
John Connor - 08/05/2010 01:35 AM
#49

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
@t4hugor3ng, saya tahu di atas tengah bercanda.... tapi seriusnya, Pemerintah RI justru sedang menggalakkan untuk mencari peluang kerja di luar negeri, sebanyak mungkin. Khususnya yang skilled worker atau semi-skilled.

Untuk Canada, kita tengah berupaya untuk bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Saskatoon dan Manitoba agar tenaga semi-skilled kita bisa masuk ke sana. Jasa-jasa tenaga yang dibutuhkan adalah menjadi tukang las (welder), penjaga anak atau orang tua (caregiver), perawat (nurse). dll.

Untuk tenaga non-skilled seperti pemetik buah, sangat susah diperoleh, karena Pemerintah Canada mempunyai perjanjian khusus (baca: memprioritaskan) dengan negara-negara Amerika Selatan dan Karibia.

Sebenarnya, peluang kerja di Canada masih sangat luas (dan kebanyakan diambil oleh tenaga asal Filipina), hanya ada beberapa kendala yang menghambat kenapa TKI kita tidak berani masuk ke Kanada. Padahal ada keuntungan lain buat para tenaga kerja ini, setelah 2 tahun bekerja dengan ijin work permit, maka dapat mengajukan diri menjadi PR.

Duta Besar RI (sebelumnya) Djoko Hardono bahkan pernah mencanangkan "memenuhi Canada dengan sejuta orang Indonesia" (ps: agar kata "sejuta" tidak dilihat sebagai angka tetapi sebagai kiasan "sebanyak-banyaknya"). Artinya, Indonesia itu penduduknya sangat banyak, namun sedikit sekali yang berani bertualang ke luar negeri.

cheers,

iloveindonesia

Ada apa dengan filipina ya? Kok banyak banget orang2 filipina di sini? Orang indo seminggu sekali ketemu aja udah termasuk sering.

Sebenarnya banyak kali Pak yg mau pergi bertualang ke luar negri, cuma banyak sekali masalah2 dasar yg menghambat mereka. e.g.: tiket pesawat, bahasa, informasi, agen2 tukang tipu, dll...

Saya rasa ada keuntungan buat WN Fiilpina sehingga mereka bisa lebih mudah memiliki akses ke Canada, yg terutama itu bahasa nasional mereka ada dua, tagalog dan Inggris. Jadi kebanyakan mereka yg nekad pindah ke canada walau jadi tenaga kasar dan tidak dari pendidikan tinggi, tapi mereka punya basic need yg diperlukan yaitu: Bahasa Inggris. Sedangkan di Indonesia, cuma orang2 yg punya dana sekolah yg bermutu baik yg bisa belajar Bahasa Inggris, nah yg menengah ke bawah? Jangankan sekolah yg baik, bisa makan sehari dua kali aja sudah untung.

It's sad but true.

Saya cuma bisa berharap, suatu saat nanti petinggi2 Indonesia bisa kebuka hati dan pikirannya untuk kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat nya, jangan cuma pikirin perut dan gedung 'miring'. \)
iloveindonesia
t4hugor3ng - 08/05/2010 04:19 AM
#50

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
@t4hugor3ng, saya tahu di atas tengah bercanda.... tapi seriusnya, Pemerintah RI justru sedang menggalakkan untuk mencari peluang kerja di luar negeri, sebanyak mungkin. Khususnya yang skilled worker atau semi-skilled.

Untuk Canada, kita tengah berupaya untuk bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Saskatoon dan Manitoba agar tenaga semi-skilled kita bisa masuk ke sana. Jasa-jasa tenaga yang dibutuhkan adalah menjadi tukang las (welder), penjaga anak atau orang tua (caregiver), perawat (nurse). dll.

Untuk tenaga non-skilled seperti pemetik buah, sangat susah diperoleh, karena Pemerintah Canada mempunyai perjanjian khusus (baca: memprioritaskan) dengan negara-negara Amerika Selatan dan Karibia.

Sebenarnya, peluang kerja di Canada masih sangat luas (dan kebanyakan diambil oleh tenaga asal Filipina), hanya ada beberapa kendala yang menghambat kenapa TKI kita tidak berani masuk ke Kanada. Padahal ada keuntungan lain buat para tenaga kerja ini, setelah 2 tahun bekerja dengan ijin work permit, maka dapat mengajukan diri menjadi PR.

Duta Besar RI (sebelumnya) Djoko Hardono bahkan pernah mencanangkan "memenuhi Canada dengan sejuta orang Indonesia" (ps: agar kata "sejuta" tidak dilihat sebagai angka tetapi sebagai kiasan "sebanyak-banyaknya"). Artinya, Indonesia itu penduduknya sangat banyak, namun sedikit sekali yang berani bertualang ke luar negeri.

cheers,

iloveindonesia


Makasih ataz inputnya....

Sm0ga ja harapan Memenuhi Canada dgn sejuta 0rang Ind0nesia bisa segera di realisasikn.. Krn kazian s0dara2 di tanah air byk yg menjerit krn standar gaji makin turun, sdgkan biaya kebutuhan2 makin meningkat...

Ay0 qt smwa dukung pr0gram pemerintah ne !! :toast
supercanada - 08/05/2010 04:42 AM
#51

sebetulnya yang harus didorong itu program di Indonesia nya Pak KJRI Toronto.

kalau saja Pemerintah mau turun tangan dan buka training centre untuk TKI ke Canada, pasti bisa jalan. Tinggal berkerja sama dengan pemerintah Canada dan minta requirement nya apa saja. Nanti TKI nya diseleksi di Indonesia dan yang tembus di training dalam Bahasa Inggris dan akreditasi lain nya.

Yang saya tahu kalo Caregiver itu paling gampang karena hanya butuh First Aid dan Training sedikit dalam caregiving.

Saya tahu kok ada banyak orang filipina yang datang ke Canada sebagai caregiver padahal sebelum nya kerja sebagai pegawai kantoran, bank, guru, dll. Tapi mereka berani mengambil sertifikat caregiver dan first aid...kemudian meninggalkan keluarga selama 2 tahun. tapi setelah itu, PR nya keluar dan mereka bisa sponsor keluarga nya untuk pindah ke Canada.

tapi masalah nya di Indonesia, kalaupun ada training centre tersebut, pasti akhir nya akan ada masalah korupsi, kolusi dan nepotisme. Demand di Canada nya banyak, tapi supply di Indonesia nya terlalu berbelit2. Masa mau kerja di Canada harus keluar 40 juta dulu ke Agen nya? siapa yang berani berangkat?
Unoff.KJRI.Tor - 08/05/2010 04:49 AM
#52
Kenapa Naker Indonesia susah menembus pasar tenaga kerja Kanada
Dear John dan Tahugoreng (hmmm...yummy.. \)\)\)\) )

Sebagian besar yg John sampaikan itu memang benar, tetapi ada yg paling mendasar dari hambatan kenapa naker Indonesia susah masuk. Nanti saya sampaikan paling akhir.

Informasi No. 12

Memang benar bahwa Filipino memiliki kemampuan bahasa Inggris (dasar) yang baik, tetapi sekarang juga banyak semi-skilled workers kita yang bisa bahasa Inggris. Perbedaannya adalah the Filipinos terkenal membentuk "serikat tolong-menolong", sementara wong kita itu masih individu. Jadi banyak orang Filipina yang saling mengabarkan ketika ada lowongan kerja, dan saat pertama kali landed, mereka menyediakan tempat sebelum ybs mandiri.

Tetapi kita jangan berkecil hati, karena bisa saja serikat tolong-menolongnya itu juga baru terlihat sekarang ini, setelah jumlah mereka banyak. Karena itu, upayakanlah supaya sedikit demi sedikit orang Indonesia datang ke Kanada. Seperti kata pepatah "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit".

Persoalan kedua adalah kesenjangan ekonomi Indonesia yang terlalu mendalam sehingga hanya orang berada saja yang sanggup membeli tiket pesawat atau menyewa lawyer imigrasi. Untuk itu semua paling tidak dibutuhkan dana sekitar $7500 (single) dan plus dana hidup untuk 3 bulan pertama sekitar $12500.

Artinya, senekat-nekatnya orang, dan seberuntung-beruntungnya dia mendapat PR dengan cepat, seorang single perlu memiliki dana $20rb (sekitar 200jt-an) Nah, dengan situasi Indonesia sekarang ini, adakah orang kalangan bawah yang memiliki duit sebesar itu? Jika dia punya, pertanyaan berikutnya, mau tidak menggunakannya untuk hal yang belum pasti memberikan hasil.

Sementara jika dari kalangan berada (yg dengan mudah memiliki Rp 200jt), situasinya terbalik, yakni keluaraga ini sudah punya usaha tertentu dan cenderung meminta anak-anaknya untuk melanjutkan usaha mereka.

Belum lagi tambahan seperti yg John sampaikan yakni : penipuan (saya tidak akan jauh bicara kesitu).

OK tadi saya di atas menyebut ada hal utama yg menjadi penghambat pengiriman Naker semi-skilled secara rombongan (seperti halnya Naker ke Korea, Taiwan dan Jepang). Hal tersebut adalah aturan tenaga kerja Kanada yang tidak memperbolehkan pemotongan gaji untuk menutupi biaya awal keberangkatan mereka ke PJTKI di Indonesia.

Nah, ini persoalan. Sementara di Asia (Timur Tengah cntohnya) hal ini tidak menjadi masalah. Sementara di sini, praktek seperti itu dapat dianggap sebagai perbudakan (slavery).

Kita sudah bertemu dengan beberapa agen tenaga kerja Kanada untuk mencari peluang kerja baut para Naker Indonesia, dan ketika sampai kepada klausula di atas, kita juga tidak bisa memberikan jawaban.

Ada ide untuk melaksanakan kontrak kerja itu dan diam-diam membayar ke PJTKI, toh Kanada tidak mungkin lacak. Persoalannya, di sini tidak ada orang yang mau mengambil resiko dengan ancaman denda $25rb/naker. Tentu saja, karena dalam hal HAM, kanada akan sangat tegas.

Hal ini yang menjadi penghambat, karena untuk tiket p.p saja orang Indonesia mayoritas susah, padahal selain itu masih ada biaya kursus untuk sertifikat (agar dapat kerja di kanada pd bidang tertentu), pemondokan, dll yang bisa mencapai $4000-an.

Ketika sebuah PJTKI memberanikan diri membuka lowongan kerja di Kanada dengan syarat menyiapkan uang $4000 di muka, maka tidak ada yang berminat. Banyak orang berpikir kalau punya uang $4000 lebih baik buka warung atau ngojek.

Sementara ketika PJTKI itu ditanya, apakah dengan mengeluarkan $4000 itu si naker akan dijamin kerja, maka PJTKI itu juga tidak bisa mengatakan 100% ya. Sebab akan ada paling tidak 3 hal yang dapat menghambat keberangkatannya:

1. Si calon Naker sebegitu bodohnya, sehingga tidak ada satu sertifikatpun yg berhasil diambil (kerja di Kanada perlu sertifikat, walau hanya sebagai tukang las. Dan sertifikat itu pun harus melalui proses penyamaan).

2. Si calon Naker sudah dapat sertifikat, tetapi saat pengajuan Visa namanya masuk dalam daftar cekal Kanada (yg kita tidak pernah tahu kenapa visa seseorang ditolak)

3. Si calon Naker sudah dapat sertifikat dan Visa, giliran ekonomi Kanada (bisa saja) sedang menurun, artinya harus menunggu dan menunggu lagi.

Karena itu tidak ada PJTKI yg berani mengatakan 100% pasti dapat kerja. Pasti ada disclaimernya.

Maka untuk menghadapi situasi seperti ini, yang mungkin dapat dipertimabngkan (dipikirkan) adalah melibatkan Bank sebagai guarantor bagi para calon Naker ini. Artinya untuk menyiasati aturan Kanada yang tidak membolehkan potong gaji, maka para calon Naker ini meminjam uang dari Bank di Indonesia dan dia mencicil saat bekerja.

Ini sih sebetulnya cuma mengakali larangan itu, kan sah saja seseorang pinjam uang dari Bank.

Tinggal pertanyaan yang harus dijawab, mau ga Bank memberikan pinjaman tanpa agunan (jaminan) selain work permitnya si naker.

Silakan didiskusikan di sini, the more input the merrier....

regards

ilovekaskus
supercanada - 08/05/2010 05:05 AM
#53

Seharusnya...

seorang TKI yang mau berangkat berangkat ke Canada itu TIDAK PERLU mengeluarkan uang sepeserpun (ya mungkin keluar uang ojek buat pergi ke interview di Indonesia nya).

semua biaya seperti tiket pesawat, biaya Visa Canada, dan lain2 ditanggung oleh si employer. Si agen tidak berhak menarik biaya dari TKI karena sudah dapat uang jasa dari si employer.

Contoh...coba lihat website www.nanniescanada.ca

agency ini menarik biaya sebesar $1795 + GST dari employer untuk jasa nya membawa caregiver dari luar Canada.

Dan mereka pun menulis pengumuman demikian:


Quote:
New Live-in Caregiver Law

Dear Valued Nannies Canada Clients,
We are writing to personally connect with all of our Nannies Canada Families to share and update you on the new laws effective April 1st, 2010.

The new law dictates that the employer is responsible for all costs incurred by their caregiver to secure a position in Canada inclusive of airfare. You will also be legally responsible for health insurance and workplace safety insurance. Overtime must now be compensated reflective of employment standards and will be enforced. In addition, due to these new laws, placement fees will increase in order to maintain Nannies Canada standard of service. Hiring a live in caregiver will be significantly more expensive. We have been advised by Service Canada that this will not affect our clients who have files now in process.

Complete information and new contract is available from the government. We will innovate and change our business to maintain our service without compromising our high standards. We commit to keeping you informed.

Nannies Canada approached the Minister of Labour and Minister of Immigration to prove the negative consequences of the new legislation to Employers. Unfortunately, they did not have the best interests of Canadian Families in mind.

Once again, we thank you for your confidence in Nannies Canada and look forward to assisting you in the future.


kenapa sih si agen mesti serakah ambil duit dari employer dan employee juga? apalagi kadang2 sampe ngambil persenan gaji segala. Susah nya, orang indonesia jarang sih yang mau research tentang beginian. Mau nya jalan singkat dan gampang aja, jadi nya gampang tertipu.
John Connor - 08/05/2010 03:10 PM
#54

Quote:
Original Posted By supercanada
Sepertinya ada unsur kebanggaan nasional. Jadi kalo mau mengambil warga negara lain, artinya sudah tidak bangga lagi dengan Indonesia sehingga sudah tidak layak untuk jadi WNI.

Mungkin nanti suatu hari kalo anggota2 DPR sudah lebih terbuka, Indonesia akan mengeluarkan UU baru yang mengijinkan dual citizenship. Sebetulnya, apa sih rugi nya buat negara Indonesia kalo orang2 punya kewarganegaraan lain?


kayaknya ada satu kerugian yg bisa timbul akibat dwi-kewarganegaraan dude..

akan banyak orang2 asing yg memanfaatkan jadi warga negara indonesia dan mengambil pekerjaan2 yg di posisi penting.

cmiiw.
John Connor - 08/05/2010 03:13 PM
#55

Pak Unoff,

Terima kasih atas penjelasannya yg lengkap dan informatif. Saya agak sibuk minggu ini, saya akan coba baca lebih dalam lagi beberapa hari ini dan akan berusaha untuk kasih input2 penting buat semua di sini. \)

iloveindonesia
t4hugor3ng - 08/05/2010 03:22 PM
#56

Quote:
Original Posted By supercanada
masalah nya di Indonesia, kalaupun ada training centre tersebut, pasti akhir nya akan ada masalah korupsi, kolusi dan nepotisme. Demand di Canada nya banyak, tapi supply di Indonesia nya terlalu berbelit2. Masa mau kerja di Canada harus keluar 40 juta dulu ke Agen nya? siapa yang berani berangkat?


ha...ha....
G00d p0int br0 !! :toast

Mang kasian s0dara2 qt ne, mau cari pnghidupan lbh baik ja rumitnya minta ampun 7 kliling, 4 puteran, 6 bel0kan, 9 tanjakkan, 3 turunan ! D

Skdr usul ja (mklum ane kn buta aturan & hukum yg brlaku neh...), npa gk dibuatkan jalur khusuz spt H2B di Amrik ??
John Connor - 08/05/2010 03:39 PM
#57

Quote:
Original Posted By t4hugor3ng
ha...ha....
G00d p0int br0 !! :toast

Mang kasian s0dara2 qt ne, mau cari pnghidupan lbh baik ja rumitnya minta ampun 7 kliling, 4 puteran, 6 bel0kan, 9 tanjakkan, 3 turunan ! D

Skdr usul ja (mklum ane kn buta aturan & hukum yg brlaku neh...), npa gk dibuatkan jalur khusuz spt H2B di Amrik ??


H2B apaan?

mungkin salah alamat bro... mustinya nanya ke canadian government kali? cmiiw..
supercanada - 08/05/2010 10:20 PM
#58

Quote:
Original Posted By John Connor
kayaknya ada satu kerugian yg bisa timbul akibat dwi-kewarganegaraan dude..

akan banyak orang2 asing yg memanfaatkan jadi warga negara indonesia dan mengambil pekerjaan2 yg di posisi penting.

cmiiw.


tapi kan buat orang asing mau jadi WNI, persyaratan nya lumayan berat. Mesti lancar bahasa indonesia, tinggal di indonesia +5 tahun, dll. dan biasanya WNA yang mau jadi WNI pasti udah tinggal di Indonesia pakai visa kerja jadi nya sudah punya pekerjaan yg posisi nya penting.

gua sih pengen aja dapet warga negara Canada kalo Indonesia ngasih dual citizenship. Habis nya gua capek mo jalan2 mesti apply visa sana-sini. dan mahal pula. dan itu petugas imigrasi Amrik udah paling seneng kalo ngeliat paspor Indonesia, gua langsung kena nunggu diperiksa 30-60 menit. pake ditanya pernah ikut sekolah latihan jihad segala lagi. Emang nya semua WNI teroris?
t4hugor3ng - 09/05/2010 12:49 AM
#59

Quote:
Original Posted By John Connor
H2B apaan?

mungkin salah alamat bro... mustinya nanya ke canadian government kali? cmiiw..


H2B tu temp0rary w0rking visa yg brlaku max 3 ta0n..

Mksd w, mngkin dari K0nsuler bisa bantu usulkan ke Canadian G0vernment... D
Unoff.KJRI.Tor - 12/05/2010 02:54 AM
#60

Quote:
Original Posted By supercanada
tapi kan buat orang asing mau jadi WNI, persyaratan nya lumayan berat. Mesti lancar bahasa indonesia, tinggal di indonesia +5 tahun, dll. dan biasanya WNA yang mau jadi WNI pasti udah tinggal di Indonesia pakai visa kerja jadi nya sudah punya pekerjaan yg posisi nya penting.


Bagus nih forum bisa dijadikan tempat berdiskusi. Dan nampaknya diskusi berkembang dua topik, Kewarganegaraan dan Peluang Kerja di LN.

Untuk tidak memusingkan pembaca lain, maka tulisan sayapun disajikan dalam dua reply yg terpisah.

Kewarganegaraan

@supercanada sangat tepat pernyataannya bahwa menjadi warga negara Indonesia tidaklah mudah. Berbeda dengan Canada (dan AS serta beberapa negara lain) yang menganut paham: "semua yang lahir di Canada adalah WN Canada" alias dikenal sebagai pahal Jus Soli, maka Indonesia menganut paham berdasarkan darah keturunan alias "Jus Sanguinis".

Artinya seorang WNI haruslah memiliki orang tua yang salah satu atau keduanya WNI.

Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka akan melalui jalan berat yakni
"Naturalisasi" yang salah satu syaratnya disebutkan supercanada, yakni tinggal di Indonesia 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. Untuk tinggal 5 tahun tersebut, berarti awalnya harus memegang KIMS (Kartu Ijin Menetap Sementara) yang akan diberikan jika memiliki pekerjaan (ada sponsor). Sehingga logis disebutkan bahwa orang yg ingin beralih kewarganegaraan pasti sudah mapan hidupnya.

Itu adalah berdasarkan UU No 12 (2006) yang berlaku saat ini.

Namun jika kita berandai-andai bahwa Indonesia memperkenankan dua kewarganegaraan, maka otomatis UU No. 12 itu pun harus digugurkan terlebih dahulu.

Saya tidak bisa menduga, bentuk UU apa yang akan diberlakukan jika memang Indonesia sampai pada tahap dua kewarganegaraan tersebut. Tetapi logisnya, jika di satu sisi ada peraturan yang dilonggarkan, maka aturan-aturan lain pun akan berubah, dan (bisa saja) di antaranya keharusan tinggal 5 tahun berturut-turut tersebut

Jadi apa yang dikhawatirkan John pun menjadi hal yang logis.

Seama seperti kekhawatiran sekarang ini saja, ketika Pasar Bebas ASEAN terbentuk, yang justru dikhawatirkan adalah masuknya tenaga kerja asing murah dari Vietnam, atau manajer-manajer handal dari Filipina.

Oleh karena itu, kita harus siap dengan setiap perubahan yang ada.

thanks

iloveindonesia
Page 3 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini