CANADA
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini
Total Views: 20727 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

Unoff.KJRI.Tor - 12/05/2010 03:07 AM
#61
Peluang Kerja di LN
Quote:
Original Posted By t4hugor3ng
H2B tu temp0rary w0rking visa yg brlaku max 3 ta0n..

Mksd w, mngkin dari K0nsuler bisa bantu usulkan ke Canadian G0vernment... D


H2B adalah kebijaksanaan masing-masing host country. Kalau berbicara mendekati Pemerintah Canada, KBRI di Ottawa (bukan Konsulat karena ini sudah tahapan hubungan bilateral dua negara) bahkan mengambil pendekatan lebih jauh yakni dengan mengusulkan agar Paspor RI juga mendapat Bebas Visa masuk ke Canada seperti puluhan negara lainnya.

Tetapi, seperti umumnya, kita yang mengusulkan mereka yang memutuskan ...D

Sebaliknya, Canada juga mengusulkan pemegang Paspor Canada dapat bebas masuk Indonesia (seperti WN ASEAN), tetapi kita tolak dan hanya memberikan kelonggaran Visa on Arrival (demi meningkatnya kunjungan wisatawan)

Peluang Kerja di LN

Informasi No. 13

Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, memang saat ini Pemerintah sedang merevisi Balai Latihan Tenaga Kerja (BLK). Hampir di semua propinsi besar telah terdapat BLK yang dikelola Pemda bersama BNP2TKI (= ini adalah badan yg khusus dibentuk untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja di LN).

Tapi memang kita harus sadar bahwa manusia Indonesia pada umumnya tidaklah berkualitas baik, sehingga lulusan BLK tersebut hanya bisa dipasarkan untuk tenaga kasar di Timur Tengah, Malaysia, ataupun kalau yang ada semi-skilled untuk di Korea, Taiwan dan Jepang.

Sedangkan yang kita sedang diskusikan adalah pemanfaatan peluang kerja di Canada, yang seleksi dan standar mutunya sangat ketat. Belum ada dari BLK-BLK tersebut yang dapat mengeluarkan sertifikasi yang diakui institusi Canada. Justru BLK swastalah yang telah mencapai tahap standar tersebut.

Oleh karena itu, untuk merebut peluang kerja di Canada, masih hanya dapat dilakukan oleh BLK swasta. Untuk memperoleh sertifikat yang standarnya diakui Canada, para calon naker haruslah mengikuti kursus yang terjadwal dan terkontrol. Dan seperti kursus di manapun, perlu uang untuk mengikutinya. Inilah yang dirasakan berat oleh banyak calon Naker yang memang pada umumnya berasal dari keluarga tidak berada.

Di situlah lingkaran setannya.

kiss
t4hugor3ng - 12/05/2010 08:26 AM
#62

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Peluang Kerja di LN

H2B adalah kebijaksanaan masing-masing host country. Kalau berbicara mendekati Pemerintah Canada, KBRI di Ottawa (bukan Konsulat karena ini sudah tahapan hubungan bilateral dua negara) bahkan mengambil pendekatan lebih jauh yakni dengan mengusulkan agar Paspor RI juga mendapat Bebas Visa masuk ke Canada seperti puluhan negara lainnya.

Tetapi, seperti umumnya, kita yang mengusulkan mereka yang memutuskan ...D

Sebaliknya, Canada juga mengusulkan pemegang Paspor Canada dapat bebas masuk Indonesia (seperti WN ASEAN), tetapi kita tolak dan hanya memberikan kelonggaran Visa on Arrival (demi meningkatnya kunjungan wisatawan)

Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, memang saat ini Pemerintah sedang merevisi Balai Latihan Tenaga Kerja (BLK). Hampir di semua propinsi besar telah terdapat BLK yang dikelola Pemda bersama BNP2TKI (= ini adalah badan yg khusus dibentuk untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja di LN).


Thx buat inputnya...
Baru kali ne dengar inf0 lgsg dari tangan prtama, jd jelaz... D

Kl0 b0leh tw, npa pemegang pasp0r Canada gk di ijinkan bebaz masuk Ind0nesia y ? Bknkah qt mang prlu devisa masuq trutama utk mngembangkn minat invest0r asing dsni ?

Trz ttg BLK swasta...., mang ada BLK swasta yg benar2 legitimate utk ke Canada ?

:toast
John Connor - 12/05/2010 10:12 AM
#63

wondering around... kapan ini tret bagus di-sticky yah??
Unoff.KJRI.Tor - 12/05/2010 10:19 PM
#64
Visa untuk Warga Canada
Quote:
Original Posted By t4hugor3ng
Thx buat inputnya...
Baru kali ne dengar inf0 lgsg dari tangan prtama, jd jelaz... D

Kl0 b0leh tw, npa pemegang pasp0r Canada gk di ijinkan bebaz masuk Ind0nesia y ? Bknkah qt mang prlu devisa masuq trutama utk mngembangkn minat invest0r asing dsni ?


Informasi no. 14

Dulu (sekitar 6-8 tahun yg lalu), banyak negara termasuk Canada yang bebas masuk ke Indonesia tanpa visa atau fasilitas ini dikenal sebagai BVKS (Bebas Visa Kunjungan Singkat). Tujaunnya memang untuk meningkatkan arus kunjungan wisata. Tetapi karena fasilitas ini banyak disalahgunakan oleh wartawan/LSM/pedagang/calo pendidikan/calo naker untuk tujuan di luar wisata, maka BVKS dicabut.

Sebagai gantinya maka dikeluarkan Visa on Arrival (VOA), yang diberikan di Airport saat mendarat dengan biaya US$25 untuk 30 hari tinggal, dan dapat diperpanjang 1x lagi (untuk 30 hari lagi) tanpa harus keluar Indonesia dulu.

Namun demikian, kalaupun malas mengikuti antrian untuk dapat VOA yang kadangkala panjang jika beberapa B747 mendarat hamir bersamaan, maka dapat mengajukan di KJRI Toronto. Namun kami hanya mengeluarkan sekaligus 60 hari dengan biaya CAD$ 55 (eqv. US$50).

Untuk menarik kunjungan wisatawan, prosesnya sengaja kami permudah, dengan jaminan 3 hari selesai dan dapat dilakukan melalui pos (tidak harus datang ke Toronto).

Selanjutnya dapat dilihat di sini:

http://indonesiatoronto.org/consular/index.asp?act=link&menu_id=102
Unoff.KJRI.Tor - 12/05/2010 10:38 PM
#65

Quote:
Original Posted By t4hugor3ng
?

Trz ttg BLK swasta...., mang ada BLK swasta yg benar2 legitimate utk ke Canada ?

:toast


Menjawab pertanyaan ini, saya harus berhati-hati. Karena itu, mohon dibaca dulu disclaimernya:

     Penyebutan nama atau website di sini tidak menunjukkan dukungan (endorsement) atau jaminan (guarantee) atas tawaran yang diberikan masing-masing perusahan. Mohon gunakan ini sebagai bahan dasar informasi saja.

Kami hanya bisa memebrikan nama-nama BLK (baca: PJTKI) yang memang kebetulan pernah melakukan kontak, atau salah seorang pekerjanya pernah kami temui sedang bekerja di Canada. Ini tidak berarti, nama yang tidak disebut tidak layak. Mungkin masih lebih banyak BLK lainnya yang juga mampu.

http://www.yip.co.id/

http://www.balidutamandiri.com/

http://www.sukmakaryasejati.com/

dll, dll

Ada BLK yang sudah menandatangani perjanjain dengna agen tenaga kerja di Canada, sehingga penempatan Nakernya sudah lebih pasti.

Namun sekali lagi, mereka mematok biaya proses yang tidak kecil. Mungkin sebelumnya ada yang menyatakan bahwa agen di Canada akan membayar biaya perekrutan tersebut. Itu benar adanya, tetapi mengingat kualitas Naker kita masih jauh di bawah (untuk dapat bekerja di negara maju seperti Canada), maka harus ditingkatkan dulu (sertifikasi) dan inilah yang memunculkan biaya proses tersebut.

Sekedar gambaran sederhana, jiak sebuah agen tenaga kerja di Canada menyatakan membutuhkan 10 orang dari Indonesia dengan jaminan adanya lowongan, maka agen tersebut membayar kepada PJTKI biaya transfer 10 orang tersebut dan menyediakan tiket pesawatnya serta biaya Visa.

Tetapi ketika calon Naker ini sadar bahwa bahasa Inggrisnya belum memadai untuk kerja di Canada, maka mereka ambil kursus di LIA. Untuk kursus di LIA kan perlu duit, nah yang bayar kursus ini tentu si calon Nakernya. Begitu juga untuk sertifikasi lainnya, si Naker lah yang harus membayarnya, karena itu untuk kepentingan pribadi dia saat ini dan untuk masa yang akan datang.

Agen di Canada hanya mau membayar biaya transfer naker itu dari Indonesia ke Canada, yang besaran biayanya sudah terbentuk oleh pasar. Jika katakanlah biaya transfer itu $2500/org, sementara PJTKI merasa jumlah itu terlalu kecil (karena harus menyediakan pemondokan dan kursus ini-itu), maka agen Canada akan mudah mengalihkan ke negara lain, Filipina misalnya.

Di sinilah "misteri" atau "lingkaran setan" yang sebelumnya saya sampaikan dimulai, dan ini harus dicarikan jalan pemecahannya.
t4hugor3ng - 13/05/2010 01:06 AM
#66

Weleh....weleh....., tengkyu pisan euy pak KJRI... D

Skrg jd melek kl0 trnyata pemerintah qt gk diam d0ank dlm membantu rakyatnya mncari khidupan lbh baiq di luar negeri..

Sm0ga di ta0n2 mndatang bisa tr-realisasi dgn muluz smwa niat suci qt....

:toast
John Connor - 13/05/2010 12:44 PM
#67

Pak Unoff... cendol dimamam dulu... cendolbig
Hitm@n - 16/05/2010 01:55 AM
#68

Nice pos gan Unoff, cendol meluncur \)
inoxxx - 18/05/2010 07:40 AM
#69

pengen banget nih maen ke canada.. tapi ane english nya gagu.. \( biji mane dong gan.. \(
nasagih - 07/06/2010 11:17 PM
#70

mau dong saya dibantu kerja ke kanada...bro unoff
supercanada - 09/06/2010 10:44 PM
#71

Pak Unoff.KJRI.Toronto,

mau tanya nih sekalian berdiskusi. kan sebelom nya kita udah ngomongin kalo Indonesia tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda. tapi kok relawan flotillia di Gaza boleh?

Quote:
Palestina Beri Kewarganegaraan untuk 12 Relawan WNI
Selasa, 8 Juni 2010 17:02 WIB

Jakarta, (tvOne)

Sebagai bentuk apresiasi kepada relawan misi kemanusiaan “Freedom Flotilla”, pemerintah Palestina menyatakan memberikan kewarganegaraan kepada 12 warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk Gaza tersebut.

Hal ini disampaikan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi, usai mendampingi lima sukarelawan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (8/6). "Pemerintah (Palestina) mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh para pahlawan kemanusiaan untuk mengekspose kekejaman Israel," kata Fariz, seperti dikutip ANTARA.

Fariz juga mengucapkan terima kasih pada para sukarelawan. Ia menuturkan, tanpa upaya mereka, kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina tidak akan terungkap ke dunia internasional.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Teguh Wardoyo mengatakan, karena Pemerintah Indonesia tidak menganut sistem kewarganegaraan ganda maka 12 sukarelawan itu tetap merupakan WNI. Namun, kata dia, jika 12 orang itu ke Palestina, mereka akan memperoleh perlakukan sama dengan warga negara Palestina.

Supercanada: bukankah ini sama saja dengan kewarganegaraan ganda yah?

Pada Selasa sore ini, Presiden bertemu dengan lima WNI yang menjadi sukarelawan Gaza. Mereka adalah lima orang pertama yang kembali ke tanah air dari 12 WNI tersebut. Kelima sukarelawan itu adalah Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) Ferry Nur, Muhendri Muchtar, Hardjito Warno, Muhammad Yasin, dan Ocvianto Baharuddin.

Mereka bagian dari 12 WNI yang turut dalam misi kemanusiaan "Freedom Flotilla" ke Gaza, Mei. Kepulangan tujuh orang lainnya menurut Teguh masih diatur oleh Kementerian Luar Negeri.
Unoff.KJRI.Tor - 10/06/2010 04:27 AM
#72

Halo Supercanada,

Karena saya tidak memiliki akses langsung kepada sumber berita, maka saya hanay dapat menjawab berdasarkan logika dan kalimat dalam berita di atas.

Memang benar sekali bahwa bagi mereka yang berusia di atas 18 tahun tidak diperbolehkan memiliki dua kewarganegaraan.

Sedangkan berita di atas adalah pemberian kewarganegaraan secara sepihak oleh Pemerintah Palestina. Hukum pemberian kewarganegaraan haruslah dua pihak di mana satu pihak lagi mengajukan. Artinya, sepanjang yang diberi tidak menyatakan menerima pemberian kewarganegaraan tersebut, maka dia tetap WNI.

Hal ini yang ditegaskan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Teguh Wardoyo di atas bahwa Indonesia tidak mengenal dwi-kewarganegraaan. Karena itu privilege yang diberikan oleh Pemerintah Palestina itu semata dilihat mereka akan mendapat perlakuan istimewa ketika masuk ke Palestina. Contoh: mereka akan disediakan mobil, mereka akan disambut atau mereka tidak perlu mengajukan visa, etc.

Prinsip utama, sekali mereka mengambil/memiliki Paspor Palestina atau berdinas militer di bawah pasukan Palestina, maka mereka dinyatakan bukan lagi WNI. Hal ini sejalan dengan UU 12 tahun 2006.

Kilk di sini: http://www.embassyofindonesia.org/consular/pdf/UU_no_12_th_2006.pdf

lihat secara khusus:
Pasal 23 butir a = menerima kwarganeraaan lain (paspor) atas kemauannya sendiri (= mengajukan diri)
Pasal 23 buti d dan e = masuk dinas tentara asing

Hingga kini tidak ada berita yang menyatakan bahwa mereka memegang Paspor Palestina atau berdinas di militer Palestina. Dengan demikian mereka tidak kewarganegaraan ganda.

thanks

ps: btw, pemberian penghargaan "kewarganegaraan" kepada orang tertentu bukanlah sesuatu yang baru. Seperti Caanda yang minggu lalu memberikan kepada Aga Khan, atau Indonesia jaman kemerdekaan kepada Ernest Douwes Dekker. Tinggal apakah yang diberi menerima atau tidak (yg ditunjukkan dengan membuat/memiliki paspor negara pemberi), itu yang penting
NioD. - 27/06/2010 06:19 AM
#73

katanya event 17an bakal dibatalin...bener ga nih?
steveyudha - 27/06/2010 09:42 PM
#74

maaf gan,boleh tanya gak,,untuk rumah disana,,kita bisa kredit gak si??atau harus cash,,??

soalnya ada niat buat study dsana,,trus ambil PR disana...\)

makasih....ting*
Unoff.KJRI.Tor - 30/06/2010 12:59 AM
#75

Quote:
Original Posted By NioD.
katanya event 17an bakal dibatalin...bener ga nih?


Selama dua minggu belakangan ini kita di KJRI sangat disibukkan dengan G20 dan kunjungan Presiden RI, sehingga banyak staf yang tidak memperhatikan lagi rencana 17-an.

Tapi seperti tahun lalu, kita akan tetap melaksanakan rangkaian acara 17-an, termasuk Panggung Gembira. Yang pasti kita tetap akan adakan upacara 17 Agustus di Wisma, yang seperti biasanya.... diakhiri dengan Ramah-Tamah...if you know what I mean *ting.... yummmmy!

regards

iloveindonesia
marcadian - 30/06/2010 04:36 AM
#76

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Selama dua minggu belakangan ini kita di KJRI sangat disibukkan dengan G20 dan kunjungan Presiden RI, sehingga banyak staf yang tidak memperhatikan lagi rencana 17-an.

Tapi seperti tahun lalu, kita akan tetap melaksanakan rangkaian acara 17-an, termasuk Panggung Gembira. Yang pasti kita tetap akan adakan upacara 17 Agustus di Wisma, yang seperti biasanya.... diakhiri dengan Ramah-Tamah...if you know what I mean *ting.... yummmmy!

regards

iloveindonesia


wismanya dimana tuh? tanggal berapa acaranya? D
Unoff.KJRI.Tor - 01/07/2010 12:14 AM
#77
Wisma Kepala Perwakilan RI 47 Wimpole Drive, Willowdale, Ontario
Untuk tempat Upacara 17 Agustus di:

Wisma Kepala Perwakilan RI
47 Wimpole Drive, Willowdale,
Ontario
CANADA

Tanggalnya tentu 17 Agustus, waktu pkl 10.00

Google Map: http://maps.google.ca/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=47+Wimpole+Drive,+Toronto,+Ontario&sll=43. 759809,-79.38293&sspn=0.01122,0.038581&ie=UTF8&hq=&hnear=47+Wimpole+Dr,+Toronto,+Toronto+Division,+On tario+M2L+2L2&ll=43.763873,-79.381628&spn=0.01122,0.038581&z=15&iwloc=A

Cara mengunjungi dengan TTC: Ambil TTC subway hingga stasiun Bayview. Dari Sasiun Bayview ambil TTC Bus No. 11 arah Selatan. Berhenti pada stop ke-1 (Fifeshire St). Sebrangi jalan Bayview utk menuju ke Wimpole Drive.

thanks
Unoff.KJRI.Tor - 07/07/2010 03:44 AM
#78
Lahir/Nikah/Mati di luar negeri, perlukah akta dari KJRI/KBRI?
Banyak pertanyaan masuk mengenai bagaimana cara mengalihkan akta kelahiran atau pernikahan (juga kematian) yang di dapat dari Pemerintah Canada menjadi Akta dari Pemerintah RI.

Jawabannya secara singkat adalah: Tidak bisa!

Penjelasannya secara rinci adalah sbb:

Informasi no. 15

Konsensus internasional menyatakan bahwa setiap negara wajib mengeluarkan Akta Lahir, Nikah atau Mati bagi seseorang yang melaksanakan kegiatan tersebut di negaranya tanpa memandang kebangsaan, warga negara, status imigrasi (legal vs illegal vs pengungsi) ataupun agamanya. Semua Akta yang dikeluarkan itu wajib dihormati oleh seluruh negara di manapun, termasuk negara asal dari orang yang melaksanakan aktivitas tersebut (lahir, nikah atau mati). Oleh karenanya, Akta Kelahiran (Birth Certificate), Akta Kematian (Death Certificate), dan Akta Nikah (Marriage Certificate) hanya ada satu, yakni yang dikeluarkan oleh negara yang menjadi tempat pelaksanaan aktivitas tersebut.

Yang sering menjadi persoalan adalah bahasa yang digunakan pada Akta tersebut adalah bahasa setempat yang bisa saja tidak dapat dipahami oleh masing-masing negara. Untuk itu, setiap perwakilan negara (Konsulat/Kedutaan) menyediakan jasa legalisasi atas terjemahan akta-akta tersebut. Terjemahannya sendiri dilakukan oleh penterjemah tersumpah (sworn translator) yang teregistrasi.

ps: Mohon diingat bahwa Konsulat atau Kedutaan tidak memiliki penterjemah tersumpah tersebut sehingga tidak dapat menterjemahkan namun hanya melegalisasi terjemahan.

Dalam prakteknya, surat terjemahan tersebut dapat berwujud dalam Surat Keterangan Lahir/Nikah/Mati yang dapat menjelaskan isi dari Akta yang telah ada sebelumnya. Namun Surat Keterangan tersebut bukanlah Akta.

Dari hal-hal di atas, maka dapat ditegaskan bahwa Konsulat tidak mengeluarkan Akta-akta tersebut namun hanya melegalisasi atas terjemahan Akta yang sudah ada dan jika dibutuhan membuat Surat Keterangan atas akta tersebut.

Untuk dapat melakukan hal tersebut, mohon datang ke KJRI dengan membawa:

1. Akta (asli) dan 1 copy yang sudah dilegalisasi (dicap) oleh negara yang mengeluarkannya. Jika pernikahan dilakukan di Canada, legalisasi tersebut dapat dilakukan di Ministry of Goverment Service. Cek link ini: http://www.mgs.gov.on.ca/en/OffDoc/STEL02_046905.html. Jika pernikahan di luar Canada, maka legalisasi tersebut dilakukan oleh Konsulat/Kedutaan negara dimaksud yang berlokasi di Canada (misal, Vancouver, Toronto atau Ottawa)

2. Jika anda ingin memiliki terjemahan dari Akta tersebut dalam bahasa Indonesia, mohon dokumen tersebut telah diterjemahkan oleh penterjemah tersumpah. Untuk bahasa asing ke bahasa Indonesia (salah satunya) dapat dilakukan di (Toronto): Euro Logos 115 Woodstream Unit #4 Suit 204, Woodbridge, ON L4K 8K5 Ph: 416-258-0285. Terjemahan tersebut dapat kami legalisasi kembali dengan biaya CAD 20 yang dibayarkan dengan Money Order payable to "Indonesian Consulat General"

3. Jka anda hanya ingin memiliki Surat Keterangan (Lahir/Nikah/Mati) dari Akta (Lahir/Nikah/Mati) yang sudah dalam bahasa Inggris, maka point no. 2 dapat dilompat, dan kami langsung membuat Surat Keterangan tersebut. Namun jika tidak dalam bahasa Inggris, maka point 2 harus dilakukan.

4. Jika ingin melakukan pendafataran ulang ke Kantor Catatan Sipil di Indonesia dilakukan oleh masing-masing pribadi di wilayah terdekatnya di Indonesia.

5. Sebagai tambahan, untuk semua kegiatan di KJRI penting untuk membawa Paspor RI sebagai bukti kewarganegaraan dan sekaligus (jika belum pernah) mendaftarkan diri/lapor diri) ke KJRI dengan membawa 1 photo/orang.

Demikian terimakasih,

iloveindonesia

Ini sebagai penjelasan tambahan dari informasi no. 8 Akta Kelahiran cuma ada SATU
roti panggang - 10/07/2010 11:10 PM
#79
Blk
Pertama, maaf kok saya gk bisa quote sebagian2 ya heehee...Udh lama ngaskus tp yang begini2 masih payah deh....Komen/pertanyaan saya, saya bedakan dengan font berbeda & italic saja ya..maaf & makasih ilovekaskus

Kami hanya bisa memebrikan nama-nama BLK (baca: PJTKI) yang memang kebetulan pernah melakukan kontak, atau salah seorang pekerjanya pernah kami temui sedang bekerja di Canada. Ini tidak berarti, nama yang tidak disebut tidak layak. Mungkin masih lebih banyak BLK lainnya yang juga mampu.

http://www.yip.co.id/

http://www.balidutamandiri.com/

http://www.sukmakaryasejati.com/

dll, dll

[SIZE="3"]Saya mendapat tawaran dari sebuah BLK dan saya ingin cross check apakah agency ini termasuk salah satu yang pernah kontak dengan KJRI di sana, karena rasanya bisa dimaklum kan untuk uang 10rb aja kita mau tau untuk apa, apalagi puluhan juta kan? heehee...Untuk pertanyaan ini saya kirim private saja ya Pak/Bu.[/SIZE]


Sekedar gambaran sederhana, jiak sebuah agen tenaga kerja di Canada menyatakan membutuhkan 10 orang dari Indonesia dengan jaminan adanya lowongan, maka agen tersebut membayar kepada PJTKI biaya transfer 10 orang tersebut dan menyediakan tiket pesawatnya serta biaya Visa.

[SIZE="3"]Untuk kasus saya, tidak lho Pak/Bu. Angka puluhan juta yang diminta itu katanya termasuk tiket pesawat & visa, artinya saya bayar sendiri kan? Mana yang benar?[/SIZE]
marcadian - 13/07/2010 02:21 AM
#80

Quote:
Original Posted By roti panggang

[SIZE="3"]Untuk kasus saya, tidak lho Pak/Bu. Angka puluhan juta yang diminta itu katanya termasuk tiket pesawat & visa, artinya saya bayar sendiri kan? Mana yang benar?[/SIZE]


setau saya, aturan di canada adalah kalo rekrut orang dari luar canada, mesti bayarin biaya relokasi nya, tiket dll.. anda diminta berapa? hati2 ditipu, denger2 banyak yang kayak gitu, coba aja minta detilnya ke BLK tersebut
Page 4 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini