CANADA
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini
Total Views: 20727 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 24 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

Ars3n - 03/12/2010 09:47 PM
#141

Ini sih rada susah kalo customsnya ga punay database, tapi ke depannya, ada yang bilang nanti tiap keluar dari indonesia kita bisa declare barang2x apa aja yang kita bawa DARI Indo, jadi nanti kalo mau masuk Indo, barang2x ini ga akan dikenkana tax lagi. Tapi kalo sekarang, buat mulainya saya juga ga tahu, orang customs sekarang palingan pakai pertimbangan, lihat barangnya masih dalam kardus apa engga atau udah ada tanda2x bekas dipakai, dan sebagainya.

Kalo belinya baru2x, bon2x dan receipt bisa ditunjukin.

Quote:
Original Posted By John Connor
kemaren sempet baca2 itu semua pasal2nya.. hasilnya kepala tambah puyeng.. ngga ada set rules yg bisa kita jalanin supaya bisa membuktikan kalo itu laptop saya beli nya di indo, hp, portable game, ipod, jam tangan, dll..

mana uang rupiah saya tinggal satu lembar 100rb-an.. gawat..
Unoff.KJRI.Tor - 03/12/2010 10:31 PM
#142

Quote:
Original Posted By John Connor
Permisi Pak Unoff,

Saya minta tolong Pak Unoff untuk menjelaskan mengenai Pajak Oleh2 yg lagi ramai dibicarakan.

Dengar2 barang bawaan yg nilainya melebihi $250/orang dan $1000/keluarga secara keseluruhan akan dikenai pajak. Bagaimana prakteknya ini Pak Unoff? Apa barang2 yang memang perlu untuk dipakai (contoh: laptop, telpon selular, jam tangan, pakaian) juga termasuk?

Terima kasih sebelumnya saya ucapkan,

John Connor


Hello John Connor,

kami juga memang telah mendengar peraturan tersebut, dan telah memiliki dokumen lengkap dari Undang-undang baru tersebut.

Namun kami belum dapat menjawab secara pasti pertanyaan di atas, karena sebagaimana biasanya, Undang-undang harus disertai Peraturan Pelaksana nya yang mana ini belum kami miliki (atau memang mungkin belum dibuat).

Peraturan Pelaksana biasanya dikeluarkan oleh tingkat yang lebih rendah misalnya, Menteri atau Dirjen.

Walau demikian, sekedar untuk diketahui saja bahwa berbagai macam peraturan Pajak, Bea, Imigasi dan Karantina biasanya antar satu negara dengan negara lain hampir mirip. Perbedaannya hanya pada nilai/value/patokan dari yang boleh dan tidak.

Sehingga seperti yang Ars3n bilang di atas, memang betul bahwa situasinya akan mirip dengan peraturan di Kanada.

Dalam hal ini saya yakin bahwa barang keperluan pribadi (yang telah dipakai) tidak akan dikenakan pajak.

Sedangkan barang keperluan pribadi (yang baru) mengikuti batasan minimal $250/orang tersebut.

terimakasih
John Connor - 04/12/2010 02:52 PM
#143

Quote:
Original Posted By Ars3n
Ini sih rada susah kalo customsnya ga punay database, tapi ke depannya, ada yang bilang nanti tiap keluar dari indonesia kita bisa declare barang2x apa aja yang kita bawa DARI Indo, jadi nanti kalo mau masuk Indo, barang2x ini ga akan dikenkana tax lagi. Tapi kalo sekarang, buat mulainya saya juga ga tahu, orang customs sekarang palingan pakai pertimbangan, lihat barangnya masih dalam kardus apa engga atau udah ada tanda2x bekas dipakai, dan sebagainya.

Kalo belinya baru2x, bon2x dan receipt bisa ditunjukin.

nah pertimbangannya ini yg susah, gimana mood nya itu petugas aja.. nohope:
yah mudah2an ajalah semua lancar pas nanti balik, toh emang ngga bawa barang2 baru, semua barang dipake..
thanks..

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Hello John Connor,

kami juga memang telah mendengar peraturan tersebut, dan telah memiliki dokumen lengkap dari Undang-undang baru tersebut.

Namun kami belum dapat menjawab secara pasti pertanyaan di atas, karena sebagaimana biasanya, Undang-undang harus disertai Peraturan Pelaksana nya yang mana ini belum kami miliki (atau memang mungkin belum dibuat).

Peraturan Pelaksana biasanya dikeluarkan oleh tingkat yang lebih rendah misalnya, Menteri atau Dirjen.

Walau demikian, sekedar untuk diketahui saja bahwa berbagai macam peraturan Pajak, Bea, Imigasi dan Karantina biasanya antar satu negara dengan negara lain hampir mirip. Perbedaannya hanya pada nilai/value/patokan dari yang boleh dan tidak.

Sehingga seperti yang Ars3n bilang di atas, memang betul bahwa situasinya akan mirip dengan peraturan di Kanada.

Dalam hal ini saya yakin bahwa barang keperluan pribadi (yang telah dipakai) tidak akan dikenakan pajak.

Sedangkan barang keperluan pribadi (yang baru) mengikuti batasan minimal $250/orang tersebut.

terimakasih

Terima kasih Pak Unoff atas jawabannya. Saya sekarang cuma bisa berharap para petugas di lapangan bisa memliki akal sehat seperti Pak Unoff, yg namanya barang dipake mosok ya dipajak bolak balik.

Kalo barang baru dipajak itu saya juga dukung, bea masuk memang harus ada.

Barusan dapet update lagi dari media indonesia (maaf link nya udah hilang), katanya barang baru kek, barang bekas kek, di koper atau pun yang dipakai termasuk baju ikut dihitung. Ngga tau ini siapa yang punya ide brilian yang terus korek2 cari cara untuk supaya bisa ngeduk duit masyarakat.

Anyway, terima kasih lagi buat jawaban2 juragan arsen dan Pak Unoff. Let's just hope for the best.

PS: Barusan saya udah ngucap ama diri sendiri: "Uang ngga dibawa mati, jangan dibikin kesel, bayar aja berapa yg diminta." D
Ars3n - 05/12/2010 01:00 PM
#144

Boss John, uang memang kaga dibawa mati, tapi aneh si kaga rela duit yang dicari susah2x dipalakin secara ga adil dan ga masuk akal.
Mending duitnya dipake sendiri atau diaksi ke orang yang emang butuh.

Saya juag ada rencana balik ke Indo beberapa bulan lagi, nanti liat aja gimana jadinya di customs sana.


Quote:
Original Posted By John Connor
nah pertimbangannya ini yg susah, gimana mood nya itu petugas aja.. nohope:
yah mudah2an ajalah semua lancar pas nanti balik, toh emang ngga bawa barang2 baru, semua barang dipake..
thanks..


Terima kasih Pak Unoff atas jawabannya. Saya sekarang cuma bisa berharap para petugas di lapangan bisa memliki akal sehat seperti Pak Unoff, yg namanya barang dipake mosok ya dipajak bolak balik.

Kalo barang baru dipajak itu saya juga dukung, bea masuk memang harus ada.

Barusan dapet update lagi dari media indonesia (maaf link nya udah hilang), katanya barang baru kek, barang bekas kek, di koper atau pun yang dipakai termasuk baju ikut dihitung. Ngga tau ini siapa yang punya ide brilian yang terus korek2 cari cara untuk supaya bisa ngeduk duit masyarakat.

Anyway, terima kasih lagi buat jawaban2 juragan arsen dan Pak Unoff. Let's just hope for the best.

PS: Barusan saya udah ngucap ama diri sendiri: "Uang ngga dibawa mati, jangan dibikin kesel, bayar aja berapa yg diminta." D
John Connor - 05/12/2010 02:51 PM
#145

Quote:
Original Posted By Ars3n
Boss John, uang memang kaga dibawa mati, tapi aneh si kaga rela duit yang dicari susah2x dipalakin secara ga adil dan ga masuk akal.
Mending duitnya dipake sendiri atau diaksi ke orang yang emang butuh.

Saya juag ada rencana balik ke Indo beberapa bulan lagi, nanti liat aja gimana jadinya di customs sana.


hehehe... saya juga ngga rela bos arsen.. saya disini kerja minimal 10 jam sehari, duduk paling lama 30 menit, sisanya jalan sana sini.

saya udah bisa bayangin nanti kalo pas di bandara cengkareng mereka mempersulit ini itu, cari2 kesalahan dan lain2, seperti biasa ujung2nya pasti duit. maksudnya saya tadi itu daripada belat belit pala makin puyeng dan ujung2nya duit, yah mending aja langsung ditanya berapa cukupnya supaya saya bisa keluar secepetnya karena anak saya masih kecil. sekalian kalo bisa minta tuker cebanan buat para jasa angkut koper yg udah pasti langsung ngeriung begitu keluar airport.

tujuan saya nanya ke Pak Unoff, siapa tau memang ada set rules yg bener2 jelas yg bisa kita jalanin supaya bisa lewat tanpa harus nyogok karena memang saya ngga bawa apa2 kecuali yg dipake.

minggu awal januari saya sampe jakarta, nanti saya update di sini secara gamblang.

beer:
Unoff.KJRI.Tor - 06/12/2010 09:40 AM
#146

Quote:
Ini sih rada susah kalo customsnya ga punay database, tapi ke depannya,


Kalau yang ini sih pasti setiap negara ada databasenya. Ini yang disebut dengan "Buku Tariff". Kalau tidak ada buku tarif bagaimana bisa menentukan bea masuk ekspor-impor.

Untuk yang memang niat membawa barang tertentu (yang pasti kena bea masuk) akan lebih mudah kalau sudah punya kode harmonisasinya.

ps: kode harmonisasi adalah nomor generik untuk setiap jenis barang. Dengan memegang nomor ini maka tidak akan ada perdebatan tentang tarif mana yang akan dikenakan.

Tujuannya, karena dalam kehidupan sehari-hari kan ada orang yang bilag motor sebagai "kendaraan roda dua", "kereta", "sepeda motor" dll. Nah, kode harmonisasi itu menyatakan bahwa "kendaraan roda dua yang menggunakan mesin (misalnya) 100cc" memilki kode: 123.12345.1234

Selain itu juga seperti link di bawah ini, juga mengatur secara khusus mengenai tarif-tarif cukai tertentu, misalnya dari Alkohol:

http://www.beacukai.go.id/library/data/62PMK.011_2010.pdf

Mohon bedakan antara bea masuk dengan cukai. Bea masuk ditentukan berdasarkan persentase C.I.F = Cost (harga invoice barang) + Insurance (biaya asuransi untuk memasukkan barang itu) + Freight (ongkos kirimnya).

Sedangkan cukai ditentukan berdasarkan tarif flat atas sejumlah tertentu. Tidak semua barang kena cukai. Jika barang kena cukai, maka bisa dipastikan harga akhirnya akan sangat tinggi sekali (karena praktis ditambahkan setelah bea masuk di atas dibayar).


Quote:
ngga ada set rules yg bisa kita jalanin supaya bisa membuktikan kalo itu laptop saya beli nya di indo, hp, portable game, ipod, jam tangan, dll...


Seperti halnya di Kanada, kalau kita bawa kamera (biasanya kamera yang mahal) keluar negara, maka disarankan untuk mendeclare dulu ke CBSA sebelum take off. Kalau di terminal 3 (Toronto) ada dekat cafe arrival yang paling kiri. Kalau di terminal 1 ada dekat jam biru arrival.

Tujuannya supaya ketika kembali masuk ke Kanada tidak dikenakan bea masuk.

Begitu juga penerapannya nanti di Indonesia. Tapi memang umumnya kalau sekedar laptop atau kamera saku, orang di Kanada juga malas melakukannya.

Tapi peraturan ya tetap peraturan. Dibuat supaya ketika petugas melakukan penindakan, maka memiliki dasar hukum. Tapi realitas di lapangan memang CBSA juga tidak pernah setegas itu. Paling CBSA incar untuk narkoba, emas, berlian, senjata, makanan....sesuatu yang bisa menggoncang ekonomi/keamanan/kesehatan secara keseluruhan.

Quote:
katanya barang baru kek, barang bekas kek, di koper atau pun yang dipakai termasuk baju ikut dihitung.


Wah....bisa diketawaiin semua negara kalau ini terjadi, termasuk turis yang berkunjung akan takut, karena pakaian-pakaiannya akan kena bea masuk... :-)... mungkin itu cuma hoax atau komentar orang yang ga perlu.

Saya punya firasat besar bahwa barang bekas tidak akan dikenakan pajak/bea masuk karena itu ada peraturannya (Bea Cukai) sendiri mengenai personal goods. Bahkan peraturan ini juga bisa membebaskan 1 kontainer penuh jika isinya barang pribadi sehabis tinggal di luar negeri minimal 1 tahun (dengan disertai surat keterangan dari KJRI/KBRI).

terimakasih
marcadian - 06/12/2010 02:40 PM
#147

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor

Saya punya firasat besar bahwa barang bekas tidak akan dikenakan pajak/bea masuk karena itu ada peraturannya (Bea Cukai) sendiri mengenai personal goods. Bahkan peraturan ini juga bisa membebaskan 1 kontainer penuh jika isinya barang pribadi sehabis tinggal di luar negeri minimal 1 tahun (dengan disertai surat keterangan dari KJRI/KBRI).

terimakasih


menarik, karena taon depan saya mo balik indo for good, dan ada beberapa barang yang saya beli disini, misal kamera, laptop, total disini 16 bulan, apakah barang itu harus saya declare dan bayar bea masuk? apakah surat keterangan dari KJRI itu mencakup semua barang? atau ada batasannya ?
Unoff.KJRI.Tor - 06/12/2010 09:55 PM
#148

Quote:
Original Posted By marcadian
menarik, karena taon depan saya mo balik indo for good, dan ada beberapa barang yang saya beli disini, misal kamera, laptop, total disini 16 bulan, apakah barang itu harus saya declare dan bayar bea masuk? apakah surat keterangan dari KJRI itu mencakup semua barang? atau ada batasannya ?


Mengenai barang pindahan, telha dibahas pada "informasi no. 16". Silakan klik di bawah ini:

16. Pembebasab Bea Masuk barang Pindahan dan Surat Keterangan barang Pindahan dari KJRI/KBRI

ps: halaman 1 paling depan terdapat index atas masalah-masalah konsuler yang telah dibahas.

Peraturan yang terkait dengan barang pindahan:

Peraturan Menteri Keuangan tentang Pembebasan bea masuk atas barang pindahan


Penjelasan Website Bea Cukai mengenai pengertian barang pindahan:


terimakasih,
xxx_cool - 07/12/2010 11:45 AM
#149

Pak Unoff, saya mau tanya mengenai paspor nih... Ktnya taun depan ada kenaikan tarif perpanjangan paspor yah? Klo kita perpanjang di Vancouver, tarif'nya ttp CAD$30 atau naik juga seperti di Indonesia? Thanks
Unoff.KJRI.Tor - 10/12/2010 06:00 AM
#150

Quote:
Original Posted By xxx_cool
Pak Unoff, saya mau tanya mengenai paspor nih... Ktnya taun depan ada kenaikan tarif perpanjangan paspor yah? Klo kita perpanjang di Vancouver, tarif'nya ttp CAD$30 atau naik juga seperti di Indonesia? Thanks


Halo,

Kami belum mendengar mengenai rencana kenaikan tarif tersebut dan kalaupun ada harus melalui keputusan Presiden. Keputusan Presiden ini akan diteruskan kepada semua perwakilan RI dan dengan demikian akan ada penyesuaian tarif sesuai dengan valuta negara setempat.

Penetapan harga setempat akan dikurs pada saat Kepres tersebut tiba di perwaklan RI yang selanjutnya akan dibuatkan SK Duta Besar (berlaku flat alias tidak naik-turun dalam mata uang setempat hingga ada keputusan baru).

Terimakasih
John Connor - 10/12/2010 11:51 AM
#151

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Kalau yang ini sih pasti setiap negara ada databasenya. Ini yang disebut dengan "Buku Tariff". Kalau tidak ada buku tarif bagaimana bisa menentukan bea masuk ekspor-impor.

Untuk yang memang niat membawa barang tertentu (yang pasti kena bea masuk) akan lebih mudah kalau sudah punya kode harmonisasinya.

ps: kode harmonisasi adalah nomor generik untuk setiap jenis barang. Dengan memegang nomor ini maka tidak akan ada perdebatan tentang tarif mana yang akan dikenakan.

Tujuannya, karena dalam kehidupan sehari-hari kan ada orang yang bilag motor sebagai "kendaraan roda dua", "kereta", "sepeda motor" dll. Nah, kode harmonisasi itu menyatakan bahwa "kendaraan roda dua yang menggunakan mesin (misalnya) 100cc" memilki kode: 123.12345.1234

Selain itu juga seperti link di bawah ini, juga mengatur secara khusus mengenai tarif-tarif cukai tertentu, misalnya dari Alkohol:

http://www.beacukai.go.id/library/data/62PMK.011_2010.pdf

Mohon bedakan antara bea masuk dengan cukai. Bea masuk ditentukan berdasarkan persentase C.I.F = Cost (harga invoice barang) + Insurance (biaya asuransi untuk memasukkan barang itu) + Freight (ongkos kirimnya).

Sedangkan cukai ditentukan berdasarkan tarif flat atas sejumlah tertentu. Tidak semua barang kena cukai. Jika barang kena cukai, maka bisa dipastikan harga akhirnya akan sangat tinggi sekali (karena praktis ditambahkan setelah bea masuk di atas dibayar).




Seperti halnya di Kanada, kalau kita bawa kamera (biasanya kamera yang mahal) keluar negara, maka disarankan untuk mendeclare dulu ke CBSA sebelum take off. Kalau di terminal 3 (Toronto) ada dekat cafe arrival yang paling kiri. Kalau di terminal 1 ada dekat jam biru arrival.

Tujuannya supaya ketika kembali masuk ke Kanada tidak dikenakan bea masuk.

Begitu juga penerapannya nanti di Indonesia. Tapi memang umumnya kalau sekedar laptop atau kamera saku, orang di Kanada juga malas melakukannya.

Tapi peraturan ya tetap peraturan. Dibuat supaya ketika petugas melakukan penindakan, maka memiliki dasar hukum. Tapi realitas di lapangan memang CBSA juga tidak pernah setegas itu. Paling CBSA incar untuk narkoba, emas, berlian, senjata, makanan....sesuatu yang bisa menggoncang ekonomi/keamanan/kesehatan secara keseluruhan.



Wah....bisa diketawaiin semua negara kalau ini terjadi, termasuk turis yang berkunjung akan takut, karena pakaian-pakaiannya akan kena bea masuk... :-)... mungkin itu cuma hoax atau komentar orang yang ga perlu.

Saya punya firasat besar bahwa barang bekas tidak akan dikenakan pajak/bea masuk karena itu ada peraturannya (Bea Cukai) sendiri mengenai personal goods. Bahkan peraturan ini juga bisa membebaskan 1 kontainer penuh jika isinya barang pribadi sehabis tinggal di luar negeri minimal 1 tahun (dengan disertai surat keterangan dari KJRI/KBRI).

terimakasih

Pak Unoff,

Terima kasih utk jawabannya. Mudah2an semua petugas di lapangan (dan juga pejabat2 pemerintah Indonesia) semua punya akal sehat dan logika dalam menjalankan tugasnya.

shakehand
Unoff.KJRI.Tor - 12/12/2010 12:48 AM
#152
Aturan tentang barang pribadi bekas yang masuk ke Indonesia
Informasi. 17

Quote:
Original Posted By John Connor
Pak Unoff,

Terima kasih utk jawabannya. Mudah2an semua petugas di lapangan (dan juga pejabat2 pemerintah Indonesia) semua punya akal sehat dan logika dalam menjalankan tugasnya.

shakehand


Untuk semua, saya baru menemukan website di Departemen Keuangan yang mengatur secara khusus mengenai bea 0% untuk barang pribadi bekas:

http://www.beacukai.go.id/library/readLib.php?ID=1505&Ch=21

Disebutkan di sana:


1. Barang Penumpang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya
     
[*]a. Barang keperluan diri dan sisa bekal penumpang
[*] b. Barang bawaan penumpang yang Nilai Pabeannya tidak melebihi FOB US$ 250.00 untuk setiap orang atau FOB US$ 1,000.00 untuk setiap keluarga
[*] c. Barang bawaan penumpang bukan penduduk Indonesia seperti: kamera, video kamera, portable radio cassette recorder, teropong, perlengkapan olah raga, laptop, telepon genggam atau perlengkapan sejenis lainnya, yang akan digunakan selama berada di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat meninggalkan Indonesia
[*] d. Barang bawaan penumpang penduduk Indonesia seperti: kamera, video kamera, portable radio cassette recorder, teropong, perlengkapan olah raga, laptop, telepon genggam atau perlengkapan sejenis lainnya, yang telah dibawa keluar negeri dan kemudian dibawa kembali ke Indonesia, pada saat keberangkatannya keluar negeri wajib mengisi formulir yang telah ditentukan


2. Barang penumpang yang dikenakan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya apabila nilainya melebihi nilai point 1.a. dan point 1.b., atas kelebihan FOB tersebut penumpang wajib membayar Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya.



ps: dalam bagian sebelumnya dijabarkan yang dimaksud dengan "Barang Keperluan Diri dan Sisa Bekal Penumpang" yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun bekas pakai yang wajar diperlukan selama dalam perjalanannya

Semoga semakin memperjelas.
rawon_customs - 12/12/2010 12:54 AM
#153

Quote:
Original Posted By marcadian
menarik, karena taon depan saya mo balik indo for good, dan ada beberapa barang yang saya beli disini, misal kamera, laptop, total disini 16 bulan, apakah barang itu harus saya declare dan bayar bea masuk? apakah surat keterangan dari KJRI itu mencakup semua barang? atau ada batasannya ?


Surat keterangan dari KJRI harusnya mencakup semua barang yang akan dibawa ke Indonesia. Kecuali kendaraan bermotor dan barang larangan pembatasan, semua barang bisa dibawa kembali ke Indonesia at no cost karena dianggap sebagai barang pindahan / personal effect.
John Connor - 12/12/2010 01:51 AM
#154

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Untuk semua, saya baru menemukan website di Departemen Keuangan yang mengatur secara khusus mengenai bea 0% untuk barang pribadi bekas:

http://www.beacukai.go.id/library/readLib.php?ID=1505&Ch=21

Disebutkan di sana:

1. Barang Penumpang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya
     
[*]a. Barang keperluan diri dan sisa bekal penumpang
[*] b. Barang bawaan penumpang yang Nilai Pabeannya tidak melebihi FOB US$ 250.00 untuk setiap orang atau FOB US$ 1,000.00 untuk setiap keluarga
[*] c. Barang bawaan penumpang bukan penduduk Indonesia seperti: kamera, video kamera, portable radio cassette recorder, teropong, perlengkapan olah raga, laptop, telepon genggam atau perlengkapan sejenis lainnya, yang akan digunakan selama berada di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat meninggalkan Indonesia
[*] d. Barang bawaan penumpang penduduk Indonesia seperti: kamera, video kamera, portable radio cassette recorder, teropong, perlengkapan olah raga, laptop, telepon genggam atau perlengkapan sejenis lainnya, yang telah dibawa keluar negeri dan kemudian dibawa kembali ke Indonesia, pada saat keberangkatannya keluar negeri wajib mengisi formulir yang telah ditentukan


2. Barang penumpang yang dikenakan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya apabila nilainya melebihi nilai point 1.a. dan point 1.b., atas kelebihan FOB tersebut penumpang wajib membayar Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya.


ps: dalam bagian sebelumnya dijabarkan yang dimaksud dengan "Barang Keperluan Diri dan Sisa Bekal Penumpang" yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun bekas pakai yang wajar diperlukan selama dalam perjalanannya

Semoga semakin memperjelas.


Pak Unoff, terima kasih untuk tambahan penjelasannya.

Saya cuma mengkhawatirkan pelaksanaan di lapangan-nya yang kacau dan semena2 oleh petugas dikarenakan 2 pasal (1a dan 1b) yg saya bold itu sangat rancu dan mereka bisa saja bilang 1a berlaku apabila nilainya tidak melebihi 1b. Kami sebagai warga negara biasa seringkali tidak bisa berbuat apa2 apabila disudutkan seperti itu. Dan seringkali pada akhirnya penyelesaian ada pada pemberian uang. Bukan karena kita mau memberi uang, tapi memang tidak ada pilihan lain lagi yg bisa kita lakukan dan apabila kita tidak mau (memberi uang) maka kita harus menghabiskan waktu berjam2 yg tidak ada gunanya dan ujung2nya ya harus keluar uang juga.

Jadi sepertinya kesimpulan saya ya kita sebagai warga negara ya cuma berharap mudah2an pada saatnya nanti kita ketemu petugas yang bijaksana dan lurus dalam melaksanakan tugasnya. Petugas yang mempunyai hati seperti hati Pak Unoff if I may say \). Benar ya benar, salah ya salah dan tidak mempersulit sesuatu yang memang mudah.

Sekali lagi terima kasih untuk penjelasan panjang lebar yang sangat jelas untuk Pak Unoff.

Salam,
JC
xxx_cool - 12/12/2010 03:01 AM
#155

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Halo,

Kami belum mendengar mengenai rencana kenaikan tarif tersebut dan kalaupun ada harus melalui keputusan Presiden. Keputusan Presiden ini akan diteruskan kepada semua perwakilan RI dan dengan demikian akan ada penyesuaian tarif sesuai dengan valuta negara setempat.

Penetapan harga setempat akan dikurs pada saat Kepres tersebut tiba di perwaklan RI yang selanjutnya akan dibuatkan SK Duta Besar (berlaku flat alias tidak naik-turun dalam mata uang setempat hingga ada keputusan baru).

Terimakasih


Terima Kasih untuk infonya Pak Unoff iloveindonesia
Unoff.KJRI.Tor - 14/12/2010 04:50 AM
#156

Quote:
Original Posted By John Connor
Pak Unoff, terima kasih untuk tambahan penjelasannya.

Saya cuma mengkhawatirkan pelaksanaan di lapangan-nya yang kacau dan semena2 oleh petugas dikarenakan 2 pasal (1a dan 1b) yg saya bold itu sangat rancu dan mereka bisa saja bilang 1a berlaku apabila nilainya tidak melebihi 1b.


Dear JC,

Saya rasa penejlasan dari website itu sudah sangat jelas dan ga mungkin lagi di "main-mainin" di lapangan (saran: print aja sebelum berangkat).

Karena:

Pertama, secara jelas disebutkan: "Barang Keperluan Diri dan Sisa Bekal Penumpang" yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun bekas pakai yang wajar diperlukan selama dalam perjalanannya

Artinya, kalau bawa Blackberry satu yang sudah kepakai, plus Ipad yang sudah kepakai, plus Canon D-50 yang sudah kepakai, plus baju-baju bekas.. dan satu DVD player baru yang harganya US$125. Maka tidak kena pajak.

Tapi kalau dalam kondisi di atas :

Quote:
bawa Blackberry satu yang sudah kepakai, plus Ipad yang sudah kepakai, plus Canon D-50 yang sudah kepakai, plus baju-baju bekas.. dan satu DVD player baru yang harganya US$125


plus laptop Acer baru yang harganya US$449. maka Laptopnya akan kena pajak.

Di dalam penjelasan DepKeu di atas ada kalimat dalam jumlah yang "wajar". Hampir di semua negara menggunakan istilah ini, untuk memberikan kebebasan petugas di lapangan mengidentifikasi apakah jumlah yang dibawa itu wajaar atau tidak (=diskresi).

Maka kalau oleh-olehnya 2 kg coklat, 3 kantong gantungan kunci, 2 lusin kaos, walau jumlah totalnya lebih dari US$250, dapat diidentifikasikan wajar sebagai oleh-oleh.

Tetapi jika yang di bawa 2 Blackberry, 3 Ipad, 2 Kamera.... ini yang tidak wajar. Maka pasti dikenakan pajak.

Di atas, ada "rawon customs" .... kayanya saya kenal nih, dan beliau lebih tepat untuk jawab soal Bea Cukai maho

cheers,
nyubifresh - 15/12/2010 08:17 AM
#157
Menanyakan Cara Mengurus Barang yg Kena Pajak / ditahan Beacukai
Salam Pak Unoff..

Maaf kalau pertanyaan nya sedikit OOT. Saya melihat di halaman pertama, link yang bapak kasihkan, untuk pertanyaan saya ini, saya bingung mesti meng-klik yang mana.

Saya mau menanyakan bagaimana cara kita mengurus barang yang ditahan oleh beacukai / yang kena pajak.

Maksudnya begini pak, saya ada rencana mau beli barang di eBay. Total barang itu, >50$ (65$) (barang nya baru) >-- cost items + shipp. Itu katanya kena pajak. Saya bingung kalau misal itu barang sudah sampai di Indo, kemana saya bisa mengurus + bayar pajak nya, biar barang itu bisa saya gunakan?
Terimakasih atas penjelasan yang bapak berikan. Mohon maaf kalau pertanyaan ini sudah pernah muncul.

-regard-
John Connor - 15/12/2010 11:32 AM
#158

Quote:
Original Posted By Unoff.KJRI.Tor
Dear JC,

Saya rasa penejlasan dari website itu sudah sangat jelas dan ga mungkin lagi di "main-mainin" di lapangan (saran: print aja sebelum berangkat).

Karena:

Pertama, secara jelas disebutkan: "Barang Keperluan Diri dan Sisa Bekal Penumpang" yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun bekas pakai yang wajar diperlukan selama dalam perjalanannya

Artinya, kalau bawa Blackberry satu yang sudah kepakai, plus Ipad yang sudah kepakai, plus Canon D-50 yang sudah kepakai, plus baju-baju bekas.. dan satu DVD player baru yang harganya US$125. Maka tidak kena pajak.

Tapi kalau dalam kondisi di atas :



plus laptop Acer baru yang harganya US$449. maka Laptopnya akan kena pajak.

Di dalam penjelasan DepKeu di atas ada kalimat dalam jumlah yang "wajar". Hampir di semua negara menggunakan istilah ini, untuk memberikan kebebasan petugas di lapangan mengidentifikasi apakah jumlah yang dibawa itu wajaar atau tidak (=diskresi).

Maka kalau oleh-olehnya 2 kg coklat, 3 kantong gantungan kunci, 2 lusin kaos, walau jumlah totalnya lebih dari US$250, dapat diidentifikasikan wajar sebagai oleh-oleh.

Tetapi jika yang di bawa 2 Blackberry, 3 Ipad, 2 Kamera.... ini yang tidak wajar. Maka pasti dikenakan pajak.

Di atas, ada "rawon customs" .... kayanya saya kenal nih, dan beliau lebih tepat untuk jawab soal Bea Cukai maho

cheers,

Pak Unoff,

Barusan saya dapet berita dari teman saya, sepupunya baru aja mendarat di Bandara Soekarno Hatta bersama suaminya WN Australia. Mereka habis ribut besar di bandara mengenai cincin kawin mereka emas putih 18k dan ada berlian nya 1 karat. Mereka disuruh bayar 'pajak', sang suami menolak mentah2 dan ribut2 habis 1 jam lebih. Saya kurang jelas akhirnya gimana, tapi yg pasti itu suaminya bersumpah ngga akan mau lagi nginjak Indonesia.

Ini yang saya takutkan, teori sih semua terang dan jelas, indah dan merdu, tapi pas pelaksanaannya seringkali semena2 dan tidak mau tau.

Yah, seperti yg saya bilang sebelumnya, mudah2an pas bagian saya para petugasnya arif dan bijaksana seperti Pak Unoff. \)

Terima kasih,
JC
Unoff.KJRI.Tor - 15/12/2010 10:33 PM
#159

Kalau emas/berlian tanpa ada peraturan yang baru itu juga memang kena pembatasan. Seperti kata rawon_customs di atas

Quote:
Kecuali kendaraan bermotor dan barang larangan pembatasan,


Jadi barang-barang demikian, walau ada surat dari KJRI/KBRI tetap saja akan kena pajak.

Sebelumnya hal ini juga sudah disebutkan dalam: Informasi no.16

yang saya quote lagi:

Quote:
secara praktek di lapangan, di dunia manapun dikenal istilah "personal effects" terhadap barang pindahan, yakni pengecualian pajak untuk barang perorangan. Sehingga dengan keahlian seorang petugas bea cukai di lapangan dia akan dapat membedakan:

1. mana barang bekas, mana barang baru.
2. mana barang dipakai sendiri (atau oleh-oleh), mana barang untuk dijual kembali
3. mana barang tidak terlarang, mana barang terlarang
4. mana barang bebas bea masuk, mana barang terkena bea masuk

Point 1, tentu sudah jelas. Kalau jumlahnya masuk diakal dan tidak sejenis (misalnya bawa Piano tapi tidak 2 atau 3 buah)
Point 2, dapat saja barangnya lebih dari satu, tapi memang komoditi oleh-oleh, seperti kaos, piring, mainan, dll
Point 3, tentu sudah jelas, membawa narkoba atau senjata api itu terlarang
Point 4, walaupun jumlahnya hanya 1, namun akan tetap kena pajak/bea masuk. Misalnya kendaraan bermotor, alat mesin pertukangan/pabrik, atau yang melebihi batasan maksimal seperti minuman keras/wine, rokok dll


Namun demikian, saya bisa bilang menetapkan pajak atas cincin kawln (walau dari emas dan berlian) adalah tindakan yang berlebihan.

Quote:
Original Posted By nyubifresh
Salam Pak Unoff..

Maaf kalau pertanyaan nya sedikit OOT. Saya melihat di halaman pertama, link yang bapak kasihkan, untuk pertanyaan saya ini, saya bingung mesti meng-klik yang mana.

Saya mau menanyakan bagaimana cara kita mengurus barang yang ditahan oleh beacukai / yang kena pajak.

Maksudnya begini pak, saya ada rencana mau beli barang di eBay. Total barang itu, >50$ (65$) (barang nya baru) >-- cost items + shipp. Itu katanya kena pajak. Saya bingung kalau misal itu barang sudah sampai di Indo, kemana saya bisa mengurus + bayar pajak nya, biar barang itu bisa saya gunakan?
Terimakasih atas penjelasan yang bapak berikan. Mohon maaf kalau pertanyaan ini sudah pernah muncul.

-regard-


@ nyubifresh sebetulnya saya tidak menjawab pertanyaan seperti ini karena di luar bidang Konsuler yang dimaksud. Namun karena pernah mengalaminya saat di Indonesia, maka saya hanya berbagi pengalaman saja.

Jika harga barang (c) + asuransi (i) dan biaya kirim (f) atau dikenal sebagai c.i.f = $65, maka yang akan dikenakan pajak masuk hanyalah senilai $15 saja, karena yang $50 pertama dianggap bebas.

Karena itu tinggal dilihat jenis barangnya apa, dan berapa persentase bea masuknya pada buku tariff ekspor-impor atas nilai $15 tersebut.

Saat itu saya bayar pajaknya langsung di kantor pos pusat, karena di sana juga ada loket custom. Sepengetahuan saya kalau kirimnya lewat courier seperti DHL dan FedEx, maka akan dikutip oleh mereka (mereka yang akan setor ke Bea & cukai). Baik di kantor pos atau lewat courier tentu ada biaya adminsitrasi tambahan di luar tariff bea masuk itu (kalau di kantor pos sih Rp 3000 sebagai biaya bungkus ulang).

terimakasih

kiss
nyubifresh - 16/12/2010 09:42 PM
#160

Quote:
@ nyubifresh sebetulnya saya tidak menjawab pertanyaan seperti ini karena di luar bidang Konsuler yang dimaksud. Namun karena pernah mengalaminya saat di Indonesia, maka saya hanya berbagi pengalaman saja.

Jika harga barang (c) + asuransi (i) dan biaya kirim (f) atau dikenal sebagai c.i.f = $65, maka yang akan dikenakan pajak masuk hanyalah senilai $15 saja, karena yang $50 pertama dianggap bebas.

Karena itu tinggal dilihat jenis barangnya apa, dan berapa persentase bea masuknya pada buku tariff ekspor-impor atas nilai $15 tersebut.

Saat itu saya bayar pajaknya langsung di kantor pos pusat, karena di sana juga ada loket custom. Sepengetahuan saya kalau kirimnya lewat courier seperti DHL dan FedEx, maka akan dikutip oleh mereka (mereka yang akan setor ke Bea & cukai). Baik di kantor pos atau lewat courier tentu ada biaya adminsitrasi tambahan di luar tariff bea masuk itu (kalau di kantor pos sih Rp 3000 sebagai biaya bungkus ulang).

terimakasih

kiss


Terima kasih pak, sukses selalu.
Page 8 of 24 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > AMERIKA > CANADA > Pelayanan Konsuler KJRI Toronto (unoff), silakan kumpul, tanya di sini