CINTA INDONESIAKU
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Batik dari masa ke masa
Total Views: 1455 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

HanifEmperor - 26/04/2010 10:19 PM
#1
Batik dari masa ke masa
Mudah2 an Gak REpost!!! repost:
Batik Emang Budaya Indonesia!!! iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia

Batik Solo dan Yogyakarta Batik dari masa ke masa
Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitar abad 17, 18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagangan.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.Sedangkan Asal-usul pembatikan di daerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah di desa Plered. Pada upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombinasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga kraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok kraton.Akibat dari peperangan zaman dahulu baik antara keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah baru antara lain ke Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainya. Meluasnya daerah pembatikan ini sampai ke daerah-daerah itu menurut perkembangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimulai abad ke-18. Keluarga-keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan ke seluruh pelosok pulau Jawa yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu. Kemudian di daerah-daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran Diponegoro mengembangkan batik.Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.Batik dari masa ke masaPerkembangan Batik di Kota-Kota LainPerkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegero setelah selesainya peperangan tahun 1830. Mereka kebanyakan menetap di daerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan batik celup di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewarna dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning.Batik dari masa ke masa
Lama kelamaan pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja dan pada akhir abad ke-19 berhubungan langsung dengan pembatik di daerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan motif dan warna khususnya dan sekarang dinamakan batik Banyumas.
Sama halnya dengan pembatikan di Pekalongan, para pengikut Pangeran Diponegoro yang menetap di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitara daerah pantai ini, yaitu selain di daerah Pekalongan sendiri, batik tumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Adanya pembatikan di daerah-daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah-daerah lainnya yaitu sekitar abad ke-19. Perkembangan pembatikan di daerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo.Meluasnya pembatikan keluar dari kraton setelah berakhirnya perang Diponegoro dan banyaknya keluarga kraton yang pindah ke daerah-daerah luar Yogya dan Solo karena tidak mau kerjasama dengan pemerintah kolonial. Keluarga kraton itu membawa pengikut-pengikutnya ke daerah baru itu dan di tempat itu kerajinan batik terus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk pencaharian.Corak batik di daerah baru ini disesuaikan pula dengan keadaan daerah sekitarnya. Pekalongan khususnya dilihat dari proses dan desainnya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak. Sampai awal abad ke-20 proses pembatikan yang dikenal ialah batik tulis dengan bahan morinya buatan dalam negeri dan juga sebagian import. Setelah perang dunia kesatu baru dikenal pembikinan batik cap dan pemakaian obat-obat luar negeri buatan Jerman dan Inggris.
Pada awal abad ke-20 pertama kali dikenal di Pekajangan ialah pertenunan yang menghasilkan stagen dan benangnya dipintal sendiri secara sederhana. Beberapa tahun belakangan baru dikenal pembatikan yang dikerjakan oleh orang-orang yang bekerja disektor pertenunan ini. Pertumbuhan dan perkembangan pembatikan lebih pesat dari pertenunan stagen dan pernah buruh-buruh pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto lari ke perusahaan-perusahaan batik, karena upahnya lebih tinggi dari pabrik gula.
Sedang pembatikan dikenal di Tegal akhir abad ke-19. Pewarna yang dipakai waktu itu buatan sendiri yang diambil dari tumbuh-tumbuhan: pace/mengkudu, nila, soga kayu dan kainnya tenunan sendiri. Warna batik Tegal pertama kali ialah sogan dan babaran abu-abu setelah dikenal nila pabrik, dan kemudian meningkat menjadi warna merah-biru. Pasaran batik Tegal waktu itu sudah keluar daerah antara lain Jawa Barat dibawa sendiri oleh pengusaha-pengusaha secara jalan kaki dan mereka inilah menurut sejarah yang mengembangkan batik di Tasik dan Ciamis di samping pendatang-pendatang lainnya dari kota-kota batik Jawa Tengah.
Pada awal abad ke-20 sudah dikenal mori import dan obat-obat import baru dikenal sesudah perang dunia kesatu. Pengusaha-pengusaha batik di Tegal kebanyakan lemah dalam permodalan dan bahan baku didapat dari Pekalongan dan dengan kredit dan batiknya dijual pada Cina yang memberikan kredit bahan baku tersebut. Waktu krisis ekonomi pembatik-pembatik Tegal ikut lesu dan baru giat kembali sekitar tahun 1934 sampai permulaan perang dunia kedua. Waktu Jepang masuk kegiatan pembatikan mati lagi.
Demikian pila sejarah pembatikan di Purworejo bersamaan adanya dengan pembatikan di Kebumen yaitu berasal dari Yogyakarta sekitar abad ke-19. Pekembangan kerajinan batik di Purworejo dibandingkan dengan di Kebumen lebih cepat di Kebumen. Produksinya sama pula dengan Yogya dan daerah Banyumas lainnya.Sedangkan di daerah Bayat, Kecamatan Tembayat Kebumen, yang letaknya lebih kurang 21 Km sebelah Timur kota Klaten. Daerah Bayat ini adalah desa yang terletak di kaki gunung tetapi tanahnya gersang dan minus. Daerah ini termasuk lingkungan Karesidenan Surakarta dan Kabupaten Klaten dan riwayat pembatikan disini sudah pasti erat hubungannya dengan sejarah kerajaan kraton Surakarta masa dahulu. Desa Bayat ini sekarang ada pertilasan yang dapat dikunjungi oleh penduduknya dalam waktu-waktu tertentu yaitu “makam Sunan Bayat” di atas gunung Jabarkat. Jadi pembatikan didesa Bayat ini sudah ada sejak zaman kerjaan dahulu. Pengusaha-pengusaha batik di Bayat tadinya kebanyakan dari kerajinan dan buruh batik di Solo.Sementara pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-19 yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam antara lain yang dikenal ialah: Penghulu Nusjaf. Beliau inilah yang mengembangkan batik di Kebumen dan tempat pertama menetap ialah sebelah Timur Kali Lukolo sekarang dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau. Proses batik pertama di Kebumen dinamakan tengabang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-20 untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Motif-motif Kebumen ialah: pohon-pohon, burung-burungan. Bahan-bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon pace, kemudu dan nila tom.Pemakaian obat-obat import di Kebumen dikenal sekitar tahun 1920 yang diperkenalkan oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia yang akhimya meninggalkan bahan-bahan bikinan sendiri, karena menghemat waktu. Pemakaian cap dari tembaga dikenal sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh Purnomo dari Yogyakarta. Daerah pembatikan di Kebumen ialah desa: Watugarut, Tanurekso yang banyak dan ada beberapa desa lainnya.

Batik dari masa ke masaPembatikan dikenal di Ciamis sekitar abad ke-19 setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta, menuju ke selatan. Sebagian ada yang menetap didaerah Banyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya sekarang. Mereka ini merantau dengan keluargany a dan ditempat baru menetap menjadi penduduk dan melanjutkan tata cara hidup dan pekerjaannya. Sebagian dari mereka ada yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga bagi kaum wanita. Lama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya akibat adanya pergaulan sehari-hari atau hubungan keluarga. Bahan-bahan yang dipakai untuk kainnya hasil tenunan sendiri dan bahan catnya dibuat dari pohon seperti: mengkudu, pohon tom, dan sebagainya.
Motif batik hasil Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh daerah sendiri terutama motif dan warna Garutan. Sumber utama batik Cirebon, kasusnya sama seperti yang di Yogyakarta dan Solo. Batik muncul lingkungan kraton, dan dibawa keluar oleh abdi dalem yang bertempat tinggal di luar kraton. Raja-raja jaman dulu senang dengan lukisan-lukisan dan sebelum dikenal benang katun, lukisan itu ditempatkan pada daun lontar. Hal itu terjadi sekitar abad ke-13. Ini ada kaitannya dengan corak-corak batik di atas tenunan. Ciri khas batik Cirebonan sebagaian besar bermotifkan gambar yang lambang hutan dan margasatwa. Sedangkan adanya motif laut karena dipengaruhioleh alam pemikiran Cina, dimana kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina. Sementra batik Cirebonan yang bergambar garuda karena dipengaruhi oleh motif batik Yogya danSolo.Batik dari masa ke masa

Nolak batabig
terima :toast
* dari www.rumahbatik.com
ֺֺּ - 29/04/2010 03:50 PM
#2

indahnya bisa Pertamax \(


corak ama backgroundnya beda2 yak!

rumit2 bener dah coraknya amazed:

btw..... batik ama wayang dua2nya keren gan

iloveindonesia iloveindonesia iloveindonesia
tiny89golem - 29/04/2010 04:07 PM
#3

hm..keren gan

batik sama wayang ada di indonesia. ga bisa milih
iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
erosenin2 - 29/04/2010 04:11 PM
#4

untungnya dah diakui dunia, jadi tuh tetangga ga bisa ngeklaim sembarangan
Escapistmadchen - 29/04/2010 04:24 PM
#5

batik emang keren gan iloveindonesia
maulu - 29/04/2010 11:59 PM
#6

nice ipoh Gan
sekedar inpo
di malang ada SMK yang kusus belajar tentang batik Gan (SMK 5 )
iloveindonesiailoveindonesia
verditch - 01/05/2010 10:12 AM
#7

buset dah masa ngga ada yg nge vote wayang D
HanifEmperor - 06/06/2010 04:27 PM
#8

Ayo agan-agan yang mau berbagi info tentang batik!
We kiss Our Culture
dngnr666 - 28/06/2010 01:32 PM
#9

OOT kalo wayang paling enak coba pakai bahasa indonesia. mungkin jadi banyak pemnatnya. kalo batik kan tinggal pakai dan malah bisa menjadi identitas negara kita. hehehe
TechnoWayang - 14/10/2010 03:08 PM
#10

ane make batik karena murah dan fesyenabel halah o
pejuangbangsa - 14/10/2010 03:37 PM
#11

weleh2...TS pecinta sejarah ni... :2thumbup
iya gan, ane setuju gan.. mari kita budayakan cinta produk dalam negeri... skarang banyak jg batik2 yg keren2... shakehand2Batik dari masa ke masa
HanifEmperor - 15/10/2010 04:19 PM
#12

Quote:
Original Posted By pejuangbangsa
weleh2...TS pecinta sejarah ni... :2thumbup
iya gan, ane setuju gan.. mari kita budayakan cinta produk dalam negeri... iloveindonesia skarang banyak jg batik2 yg keren2... shakehand2Batik dari masa ke masa


kasih cendol makanya D
TMIR - 23/10/2010 09:57 AM
#13

batik emang keren , waktu itu aja perna ada band luar make batik
neetoo - 04/11/2010 02:00 AM
#14

lebih pada condong ke batik ya...
ya mungkin karna batik bisa digunakan dalam kehidupan sehari2. nah klo wayang g semua orang bisa memainkan... mungkin kaya gitu ya.
Verllygeto - 08/11/2010 09:12 AM
#15

waduuhh....dampet2 amat tulisannya gan,jadi pusing ane bacanya..
tp,nice inpoo gan....\)\)
MsteryousLady - 08/11/2010 08:48 PM
#16

Am proud wearing BATIK!!! iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
BATIK IS TRULY INDONESIAN!!!!
dec ini ane mo ke belanda, ane mau bawa semua baju batik ane buat pamer ama bule2 sana ... uhuiiii !!!
soegohil - 13/11/2010 04:33 AM
#17

kemeja batik yg murmer bisa beli dimana sih???
yg punya link lapak fjbnya share dong
HanifEmperor - 13/11/2010 07:57 AM
#18

Quote:
Original Posted By soegohil
kemeja batik yg murmer bisa beli dimana sih???
yg punya link lapak fjbnya share dong


nih https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=3622916
https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=5277889
batman_0079 - 13/11/2010 06:40 PM
#19

Aku suka batik
batman_0079 - 13/11/2010 06:40 PM
#20

Aku suka batik
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > Batik dari masa ke masa