Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Candi Penataran
Total Views: 9223 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 13 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 > 

prabuanom - 05/09/2010 09:56 PM
#201

Quote:


makasih om \)

ini dia artikel yang menarik, mengenai pendharmaan leluhur \)

iloveindonesia
xenocross - 05/09/2010 11:10 PM
#202

Quote:
Original Posted By prabuanom
Candi Penataran

Candi Penataran

Candi Penataran

Candi Penataran



Pandangan sejarawan:
Ini adalah kisah dari Krishnayana, dari kitab puisi karangan empu Triguna di zaman Kediri.
Menceritakan Krisna yang menculik Putri Rukmini, yang kemudian menjadi istrinya.

Relief di Candi Penataran ada yang dibaca searah jarum jam, ada yang berlawanan arah jarum jam. Relief Krisnayana digambar searah jarum jam. Relief ini ada di level kedua.
Dari 556 bait asli, hanya 55 yang digambar di relief.

Relief-relief sebelumnya menggambarkan episode yang cocok dengan cerita Krisnayana.
Foto diatas menceritakan klimaks cerita dimana Krisna menculik Rukmini dan dikejar oleh Raja Cedi (tunangan Rukmini) , Jarasandha (teman Raja Cedi), dan Rukma (saudara lelaki Rukmini)

Lalu diatas adalah adegan Krisna memanah kereta Rukma, dan perang antara pasukan Krisna dan Raja Cedi.


Sebuah penelitian hendaknya juga melihat penelitian terdahulu. Dalam hal ini, relief biasanya digambar dari sebuah kitab yang sudah dikenal sebelumnya. Jika hanya melihat tanpa ada pengetahuan apapun, pengamatan visual dan pengetahuan kita bisa menghasilkan kesimpulan yang salah.
Menurut saya, peneliti di file pdf ini tidak meneliti lebih jauh penelitian sebelumnya dan naskah-naskah kuno yang berhubungan.
prabuanom - 05/09/2010 11:29 PM
#203

hem waktu ke museum trowulan, ada salah satu dinding yg menuliskan tentang penataran. saat itu saya bertanya ke pemandunya. pak apa makna "penggambaran orang asing di candi" yang disini menunjukan relief penataran. dijawab oleh pmandunya bahwa memang dipenataran menggambarkan aktivitas dr orang luar yg masuk ke pulao jwa waktu itu. saya kemudian bertanya, lho itu dijaman apa pak?dijawab lagi oleh beliau, dijaman mjapahit ahir. saya bertanya lagi, katanya penataran dibangun dijaman kediri pak?. dijawab pemandunya, sebenernya penataran dibangun bertahap, dimana relief tentang penggambaran orang luar itu dipahatkan pada jaman majapahit. demikianlah sekilas tanya ajwab saya dengan pemandu di museum trowulan mojokerto awal bulan agustus kemaren \)
ikancaviarr - 06/09/2010 09:39 AM
#204

brp jauh dari jogja tuh? jadi pingin mampir
xenocross - 06/09/2010 02:08 PM
#205

Raja Negeri Kundina, Bhismaka menerima pinangan Raja Negeri Karawira, Jarasandha yang meminang putri Bhismaka Rukmini untuk dikawinkan dengan Raja Negeri Cedi bernama Suniti keponakan Jarasandha. Tetapi Prithukirti ibu Rukmini mengharapkan putrinya kawin dengan Kresna, seorang keponakannya. Rukmini pun memilih Kresna daripada Suniti, dan oleh karena itu ibunya menyuruh seorang dayang menghadap Kresna menyampaikan masalah yang dihadapi Rukmini. Sang dayang menggambarkan kecantikan wajah dan hati Rukmini dan kecintaan sang putri terhadap Kresna. Bagi sang putri hanya ada satu istana Dwarawati dan hanya ada satu pria Kresna yang menjadi dambaannya. Sang Ibu mengharapkan Kresna secepat mungkin datang untuk melarikan sang putri selagi belum terlambat.

Kresna datang dengan balatentaranya dari kerajaan Dwarawati dan balatentara Baladewa, saudaranya dari Mandura ke Negeri Kundina. Kedatangan Kresna dengan pasukan dianggap wajar saja karena Kresna termasuk keponakan Permaisuri Prithukirti. Pada malam hari sebelum kedatangan rombongan Raja Cedi dan Jarasandha, Rukmini keluar istana dengan menyaru sebagai seorang “kili”, pendeta wanita ditemani seorang dayangnya menuju penginapan Kresna dan kemudian dilarikan Kresna ke Dwarawati. Mendengar Rukmini meninggalkan istana, Rukma Kakak Rukmini tersinggung dan bersitegang dengan ayahandanya yang seakan-akan membiarkan Rukmini dilarikan oleh Kresna. Sang Ayah berkata bahwa adalah hak seorang satria seperti Kresna kawin secara gandarwa dengan melarikan gadis pujaannya. Rukma menyampaikan kisah Sri Rama, bahwa dia perlu menyerang Kresna untuk membela harga dirinya.

Rukma dengan balatentaranya menyerang Kresna tetapi dikalahkan. Atas permintaan Rukmini, Rukma tidak dibunuh oleh Kresna, akan tetapi Rukma tidak pulang ke Negeri Kundina melainkan mendirikan negeri baru. Kresna dan Rukmini hidup bahagia. Kisah gubahan Mpu Triguna tersebut dipahatkan pada Relief Candi Penataran.

http://triwidodo.wordpress.com/2010/08/10/renungan-pilihan-antara-keduniawian-dan-keilahian-dalam-kis ah-kresnayana-pada-relief-candi-penataran/
prabuanom - 06/09/2010 08:36 PM
#206

Quote:
Original Posted By ikancaviarr
brp jauh dari jogja tuh? jadi pingin mampir


panataran di blitar gan \)
LampuOblix - 07/09/2010 07:11 AM
#207

Quote:
Original Posted By xenocross
Pandangan sejarawan:
Ini adalah kisah dari Krishnayana, dari kitab puisi karangan empu Triguna di zaman Kediri.
Menceritakan Krisna yang menculik Putri Rukmini, yang kemudian menjadi istrinya.

Relief di Candi Penataran ada yang dibaca searah jarum jam, ada yang berlawanan arah jarum jam. Relief Krisnayana digambar searah jarum jam. Relief ini ada di level kedua.
Dari 556 bait asli, hanya 55 yang digambar di relief.

Relief-relief sebelumnya menggambarkan episode yang cocok dengan cerita Krisnayana.
Foto diatas menceritakan klimaks cerita dimana Krisna menculik Rukmini dan dikejar oleh Raja Cedi (tunangan Rukmini) , Jarasandha (teman Raja Cedi), dan Rukma (saudara lelaki Rukmini)

Lalu diatas adalah adegan Krisna memanah kereta Rukma, dan perang antara pasukan Krisna dan Raja Cedi.


Sebuah penelitian hendaknya juga melihat penelitian terdahulu. Dalam hal ini, relief biasanya digambar dari sebuah kitab yang sudah dikenal sebelumnya. Jika hanya melihat tanpa ada pengetahuan apapun, pengamatan visual dan pengetahuan kita bisa menghasilkan kesimpulan yang salah.
Menurut saya, peneliti di file pdf ini tidak meneliti lebih jauh penelitian sebelumnya dan naskah-naskah kuno yang berhubungan.


kalo sesepuh meyakini teori diatas. pengetahuan yang mana yang menjelaskan tentang bangsa-bangsa asing di relief di atas??
Krisna dari daerah mana dan Raja Cedi dari daerah mana?? untuk mencocok kan pakaian nya saja sesepuh..
Nubie perlu penjelasan neh, karena bagi nubie sendiri Pengetahuan terlahir dari Pengamatan (ntah Visual,audio,reaksi kimia, perhitungan , dll) jangan dulu ke ranah spiritual ya.... shakehand
xenocross - 07/09/2010 09:26 AM
#208

cara membaca relief tidak bisa sembarangan asal lihat lalu mencocokkan dengan pakaian asli, dll. Setiap atribut yang ada di relief, biasanya mempunyai arti tertentu, menyimbolkan sesuatu, atau sebagai identifikasi karakter.

Sebenarnya bagi penggemar wayang kulit, hal ini tidak asing. Cobalah lihat wayang kulit, masing-masing mempunyai karakter yang disimbolkan dengan pakaian, senjata, hairstyle, bahkan bentuk hidung.

Kalau hipotesanya Krisna berasal dari Indonesia, lalu Raja Cedi berasal dari suku Native American, mungkin bisa nyambung. Tetapi yang saya tidak setuju adalah metode penelitian yang mengabaikan naskah kuno Krisnayana yang cocok dengan relief itu. Kalau gak percaya, coba aja cari naskah Krisnayana lalu ke Candi Penataran cocokkin ceritanya sama apa gak.
Judess - 07/09/2010 09:53 AM
#209

Quote:
Original Posted By xenocross
cara membaca relief tidak bisa sembarangan asal lihat lalu mencocokkan dengan pakaian asli, dll. Setiap atribut yang ada di relief, biasanya mempunyai arti tertentu, menyimbolkan sesuatu, atau sebagai identifikasi karakter.

Sebenarnya bagi penggemar wayang kulit, hal ini tidak asing. Cobalah lihat wayang kulit, masing-masing mempunyai karakter yang disimbolkan dengan pakaian, senjata, hairstyle, bahkan bentuk hidung.

Kalau hipotesanya Krisna berasal dari Indonesia, lalu Raja Cedi berasal dari suku Native American, mungkin bisa nyambung. Tetapi yang saya tidak setuju adalah metode penelitian yang mengabaikan naskah kuno Krisnayana yang cocok dengan relief itu. Kalau gak percaya, coba aja cari naskah Krisnayana lalu ke Candi Penataran cocokkin ceritanya sama apa gak.


Aku penggemar berat wayang orang, bro. wkwkwkwkwk D
LampuOblix - 07/09/2010 10:02 AM
#210

Quote:
Original Posted By xenocross
cara membaca relief tidak bisa sembarangan asal lihat lalu mencocokkan dengan pakaian asli, dll. Setiap atribut yang ada di relief, biasanya mempunyai arti tertentu, menyimbolkan sesuatu, atau sebagai identifikasi karakter.

Sebenarnya bagi penggemar wayang kulit, hal ini tidak asing. Cobalah lihat wayang kulit, masing-masing mempunyai karakter yang disimbolkan dengan pakaian, senjata, hairstyle, bahkan bentuk hidung.

Kalau hipotesanya Krisna berasal dari Indonesia, lalu Raja Cedi berasal dari suku Native American, mungkin bisa nyambung. Tetapi yang saya tidak setuju adalah metode penelitian yang mengabaikan naskah kuno Krisnayana yang cocok dengan relief itu. Kalau gak percaya, coba aja cari naskah Krisnayana lalu ke Candi Penataran cocokkin ceritanya sama apa gak.


Perang antara Kebaikan dan Kejahatan (pandawa dan kurawa) juga banyak dikait-kaitkan dengan dengan sejarah suatu bangsa hingga jaman modern ini. Adakala Relief menggambarkan kitab-kitab ada pula menggambarkan sejarah keadaan saat itu (pelayaran menggunakan prahu bercadik di candi Borobudur,dll). Inilah asiknya diskusi tentang candi, selalu bikin lapar......

Point tentang penggambaran wujud "bangsa asing" dalam Relief Penataran sudah tidak ada perbadaan kan gan, karena di di kitab juga tidak ada penggambaran ada yang memakai bulu-bulu di kepala atau yang lain nya seperti pada Relief Penataran di atas. atau ada penyelewengan kitab di sini??

Klo meurut hemat nubie nama Penataran ini memang pas untuk candi ini, tempat seperti nubie kek saya ini ditatar hehehehehehe.......
LampuOblix - 07/09/2010 10:03 AM
#211

DoPOst , maap gan....
xenocross - 07/09/2010 10:35 AM
#212

nah kalau hipotesanya seperti ini, masih bisa diterima

waktu Kerajaan Kediri dibagi dua oleh Airlangga, disimbolkan dengan Bharatayuda

Nah, jadi Krisnayana ini menceritakan putri siapa ya yang diculik? D D
prabuanom - 08/09/2010 12:14 PM
#213

pakaian bulu bulu seperti itu sebenernya diwayang pun kurang begitu dikenal. yg jd pertanyaan dr mana mereka dpt inspirasi untuk menggambarkan raja cedi dlm bentuk berbulu bulu begitu?apakah jaman dulu sudah ada kontak antara kalimantan dan jawa?lalu prajurit cedi digambarkan dlm bentuk berbulu bulu begitu kali ya?. kalo dr sisi pakaian, biasanya kalo aneh aneh akan dimauskan dalam "klana" atau dlm artian "sabrang" seperti dalam pertunjukan wayang, reog atau topeng panji. dimana klana sewandana selalu dikaitkan dengan kerajaan sabrang. dalam reog digamabrkan klana sewandana dr ponorogo, tetapi dlm topeng panji ada juga klana yg digambarkan dr makasar. jd sebenernya sangat menarik kenapa digamabrkan tentara cedi berbulu bulu seperti itu.
Masagung - 08/09/2010 03:03 PM
#214
tari klono
Candi Penataran

Candi Penataran


menarik juga ya, apakah hiasan dikepala itu merupakan motif rambut atau hiasan bulu2 ?

karena memang bentuknya unik dan khas
LampuOblix - 08/09/2010 03:39 PM
#215

Tambah runyem klo bulu-berbulu diterusin... nanti ada yang tanya kalo yang lain pakek hiasan kepala ala Mesir gimana??
iloveindonesia iloveindonesia iloveindonesia iloveindonesia
xenocross - 08/09/2010 04:48 PM
#216

menurut saya sih itu bukan sorban atau penutup kepala ala mesir

Kalau di buku yang saya baca, ikonografi itu menunjukkan kasta/ pekerjaan seseorang. Jadi orang yang bersorban tapi tidak berjengot itu adalah wanita yang memakai tutup kepala Pendeta/Agamawan/ Brahmana

Hal ini biasa dalam wayang juga, dan dalam relief juga. Kalau lihat relief Arjuna Wiwaha, dimana Arjuna bertapa untuk menambah kesaktian, dia digambarkan memakai pakaian yang berbeda dan hairstyle ala petapa.Tapi setelahnya dia balik pakai baju bangsawan dan mahkota

Tau kan Arjuna Wiwaha? Itu lho cerita Arjuna dapat istri Subadra bidadari kahyangan dan senjata Pasopati.
prabuanom - 08/09/2010 08:12 PM
#217

Quote:
Original Posted By xenocross
menurut saya sih itu bukan sorban atau penutup kepala ala mesir

Kalau di buku yang saya baca, ikonografi itu menunjukkan kasta/ pekerjaan seseorang. Jadi orang yang bersorban tapi tidak berjengot itu adalah wanita yang memakai tutup kepala Pendeta/Agamawan/ Brahmana

Hal ini biasa dalam wayang juga, dan dalam relief juga. Kalau lihat relief Arjuna Wiwaha, dimana Arjuna bertapa untuk menambah kesaktian, dia digambarkan memakai pakaian yang berbeda dan hairstyle ala petapa.Tapi setelahnya dia balik pakai baju bangsawan dan mahkota

Tau kan Arjuna Wiwaha? Itu lho cerita Arjuna dapat istri Subadra bidadari kahyangan dan senjata Pasopati.


Candi Penataran

Candi Penataran

Candi Penataran

begawan ciptaening/arjuna mintaraga.... \)
dalam aliran jawa, arjuna ciptaening/arjuna wiwaha tidak memakai penutup kepala tp gondrong dimana rambutnya dibiarkan menutupi badanya \)
prabuanom - 08/09/2010 08:14 PM
#218

Candi Penataran

arjuna dan siwa dalam relief candi surowono
http://id.wikipedia.org/wiki/Kakimpoi_Arjunawiw%C4%81ha

tokoh yg dibelakang sebelah kanan?apakah itu semar?
LampuOblix - 09/09/2010 05:31 AM
#219

Quote:
Original Posted By xenocross
menurut saya sih itu bukan sorban atau penutup kepala ala mesir

Kalau di buku yang saya baca, ikonografi itu menunjukkan kasta/ pekerjaan seseorang. Jadi orang yang bersorban tapi tidak berjengot itu adalah wanita yang memakai tutup kepala Pendeta/Agamawan/ Brahmana

Hal ini biasa dalam wayang juga, dan dalam relief juga. Kalau lihat relief Arjuna Wiwaha, dimana Arjuna bertapa untuk menambah kesaktian, dia digambarkan memakai pakaian yang berbeda dan hairstyle ala petapa.Tapi setelahnya dia balik pakai baju bangsawan dan mahkota

Tau kan Arjuna Wiwaha? Itu lho cerita Arjuna dapat istri Subadra bidadari kahyangan dan senjata Pasopati.


Wah Arjuna Wiwaha ya kitab Arjuna mendapat bini.... perlu belajar kitab lagi neh nubie shakehand

kalo sorban bukan mbah..... wong itu jelas kok, penutup kepala "ungkul" tanpa ulet-ulet.... Ini ngomongin bangsawan sumeria bukan Arab.... oh ya setau nubie arjuno bukan wanita ya??
mohon pencerahan......
LampuOblix - 09/09/2010 05:33 AM
#220

Quote:
Original Posted By prabuanom
Candi Penataran

Candi Penataran

Candi Penataran

begawan ciptaening/arjuna mintaraga.... \)
dalam aliran jawa, arjuna ciptaening/arjuna wiwaha tidak memakai penutup kepala tp gondrong dimana rambutnya dibiarkan menutupi badanya \)


eh mbah prabu shakehand hehehhe.....

Begawan Ciptohening itu sama tidak dengan Begawan Pulosoro (apakah sama orangnya?) ijin cOpas Arjuno Gondrongnya mbah..... hehehehehe
Page 11 of 13 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Candi Penataran