Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Nilai-nilai Islam dalam Pewayangan & Sejarah Wayang (no SARA)
Total Views: 8485 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 7 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7

thegock - 13/05/2011 11:02 AM
#121
ikut nimbrung gan
wayang...
kalo dari penuturan ayah ane gan,
gk cuma crita dari wayang ada falsafahnya.
tapi semua dari wayang itu.
mulai:
-bentuk
-bahan
-ukuran
-warna
-"dress code" masing2 tokoh
-jenis kelamin
-peralatannya
-orang2 yg terlibat
-pencahayaan
-kostum
-suluk2nya
-spesiesnya (dewa, resi, raja, satria, rakyat biasa)
-dll..

sekilas yg ane tahu gan:
-wayang digerakan oleh dalang= manusia digerakan oleh Tuhan
-gunungan/kayon berasal dari kata Al-Qayun (maaf kalo salah penulisan)
-blencong (lampu untuk menerangi kelir) = Nur Muhammad
-kelir= bumi
-Dewa= manusia yang dekat dengan Tuhan

sementara segitu aja gan yang ane ketahui dari filsafat wayang...
marrley - 18/05/2011 05:02 AM
#122

iloveindonesia iloveindonesiaNilai-nilai Islam dalam Pewayangan & Sejarah Wayang (no SARA)
Riaimuch - 18/05/2011 10:56 AM
#123

hmm... aq ga ngerti yg gitu2an.... bingung
prem4an - 23/05/2011 01:09 AM
#124

lanjut gan thanks atas ilmunya :thumbup
calonaktuaris - 15/06/2011 04:27 PM
#125

nice share agan...\)
iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
Digdadinaya - 31/07/2011 02:36 AM
#126

Ijin nambain soal Punakawan....

Punakawan di Jawa Tengah (khususnya Yogya n Solo) ada 4 yaitu Semar,Gareng,Petruk,Bagong...

kalo ane denger dari orang2 tua,Punokawan 4 itu perlambang dari "sedulur papat".(tolong jangan tanya tentang sedulur papat...ane g sanggup neranginnya.hehehe).

Mereka itu orang2 luar biasa yang jadi pelayan,abdi n pengasuh para Raja.kaitannya dengan nilai2 Islam,ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa nama2 punokawan itu dari bahasa Arab yg identik dengan Islam.

Semar dari kata Samara yang artinya Ghaib,arti Ghaib secara harfiah adalah terhalang,tidak jelas atau tak terlihat sebagaimana Semar yg digambarin g jelas jenis kelaminnya,g jelas umurnya,g jelas mimik mukanya (mulutnya senyum,tapi matanya nangis kalo di wayangnya),g jelas juga asal usulnya walopun katanya dia titisan Ismaya yang masih sodara sama Tejamaya (Togog) n Manikmaya (Batara Guru).

Petruk dari kata Fatruk yang artinya meninggalkan,coba agan liat nama lengkapnya Petruk...yaitu Petruk Kanthong Bolong,dia g pernah membawa harta ato apapun kemana2 kecuali dirinya sendiri.dia udah ninggalin benda2 duniawi.

Nala Gareng dari kata nalaa-qariin yang artinya punya kerabat yang banyak.dari Jin,Gendruwo,Banaspati,Raksasa...semua kenal sama Bambang Sukati alias Gareng.arti kerabat disini adalah kerabat dalam kebaikan.

Bagong dari kata Baghaa yang artinya berontak.Bagong emang g suka ketika melihat ketidakbenaran n paling g bisa nahan emosi kalo liat kesewenang2an.

kalo ngomongin wayang dengan Islam jangan diliat dari syariat atau tarikat.dijamin g bakal cocok.para wali dahulu berpikir n melihat dari sudut Makrifat n Hakikat.
kita memang tidak sepintar Kanjeng Sunan Kalijaga yang bisa melihat dari level itu,tapi paling tidak kalau kita bisa berpikir jernih pasti bisa mendapatkan "inti" ajarannya.

mungkin itu aja sedikit tambahan dari ane...sori kalo ada yg sok teu.cuma pengen share....
kucingilang - 31/07/2011 01:18 PM
#127

ane pernah bc critanya drupadi. Pandawa berembug trus akhrnya diptskan kalo drupadi diperistri yudhistira selaku ank sulung,mskpn arjuna yg menang sayembara panahan yg diadakan ayahnya drupadi.Nilai-nilai Islam dalam Pewayangan & Sejarah Wayang (no SARA)
buhitoz - 15/09/2011 01:01 PM
#128

Quote:
Original Posted By karmasakti
ikut nyundul Gansup2:sup2:

Nilai Islam dalam dunia wayang di Indonesia tidak lepas dari usaha dakwah para ulama (walisongo) pada waktu itu. Jadi wayang untuk dakwah Islam. Karena wayang sudah menjadi tontonan favorit rakyat pada waktu itu. Karena berusaha menyebarkan nilai-nilai islam, wayang banyak mengalami gubahan sana-sini. Seperti bentuk wayang Kulit jawa, ini sudah melalui gubahan yang mengadaptasi nilai islam yang melarang untuk menggambar makhluk hidup. Tapi seiring berjalannya waktu nilai Islam dan fungsi dakwah dalam wayang sudah terkikis, menjadi hanya sekedar tontonan. Apalagi sekarang wayang malah kebanyakan dangdutannya daripada wayangnya.(mohon koreksi kalau ada yang salah)...


Quote:
Original Posted By ButoGalak
diawal sudah ane bilang kalo mau membahas filososfi wayang memang kelihatan tidak sesuai dgn syariat tapi sesuai dengan hakekat islam yaitu rahmatan lil alamin atau hamemayu hayuning bawono D

sastra jendra itu juga masuk ke pewayangan mbah, yg diturunkan oleh dewata kepada begawan wisrawa, yaitu bokapnya dasamuka D

nilai2 islami didalam pewayangan itu tidak pernah memudar mbah, hanya berganti pemahaman saja, pemikiran kita diusahakan jangan terlalu tendensius bahwa islam jawa itu ya seperti islam di arab sana, atau islam yg benar itu islam versi di arab saudi sono, kan belum tentu

menurut ane yg memudar itu justru filosofi dari wayang purwa yaitu melihat bayang2 dibalik kelir menjadi wayang kulit yg melihat dari depan kelir sekaligus bisa melihat dalang beserta sinden2nya yg montok D


Quote:
Original Posted By karmasakti
Islam yang utuh yaa Islam yang diturunkan Allah melalui Rasulnya. Kalau dibilang harus mencontoh nabi persis yaa memang begitu. Kita harus mampu sebisa mungkin mencontohnya. Inilah yang menurut saya dulu akan diterapkan oleh para Walisanga. Ketika Sunan Kalijaga ingin berdakwah melalui media wayang itupun ada pro kontra, tapi kemudian Sunan Kalijaga tetap berdakwah dengan memodifikasi wayang sehingga bentuknya tidak menyerupai manusia.


ikut nimbrung, sepuh
nyumbang pikiran ane yang cetek ini

menurut ane, rahmatan lil alamin itu juga disesuaikan dengan budaya setempat. gak bisa diseragamkan.

ane ngebayangin, kalo misal keukeuh diterapkan bahwa menggambar/membentuk/bermain musik itu tidak boleh.... mungkin wayang tidak bisa jadi media dakwah Islam.

mungkin juga ajaran Islam akan sulit diterima masyarakat pada saat itu.
Digdadinaya - 15/09/2011 05:16 PM
#129

Quote:
Original Posted By buhitoz
ikut nimbrung, sepuh
nyumbang pikiran ane yang cetek ini

menurut ane, rahmatan lil alamin itu juga disesuaikan dengan budaya setempat. gak bisa diseragamkan.

ane ngebayangin, kalo misal keukeuh diterapkan bahwa menggambar/membentuk/bermain musik itu tidak boleh.... mungkin wayang tidak bisa jadi media dakwah Islam.

mungkin juga ajaran Islam akan sulit diterima masyarakat pada saat itu.


kalo pemahaman ane.rahmatan lil alamin itu ya menaungi semua alam semesta...jadi ya bisa ada di budaya apapun..

wah,nyundul trit lama lagi ni kang???hehehehe
buhitoz - 15/09/2011 05:49 PM
#130

Quote:
Original Posted By Digdadinaya
kalo pemahaman ane.rahmatan lil alamin itu ya menaungi semua alam semesta...jadi ya bisa ada di budaya apapun..

wah,nyundul trit lama lagi ni kang???hehehehe


baru ketemu sekarang tritnya juga he he
ya itu tadi... namanya juga berkah utk alam semesta....
jadi bisa diterapkan di budaya mana aja
dengan penyesuaian tentunya.

alam semesta kan gak seragam....
bukan padang pasir semua
Digdadinaya - 15/09/2011 07:52 PM
#131

Quote:
Original Posted By buhitoz
baru ketemu sekarang tritnya juga he he
ya itu tadi... namanya juga berkah utk alam semesta....
jadi bisa diterapkan di budaya mana aja
dengan penyesuaian tentunya.

alam semesta kan gak seragam....
bukan padang pasir semua


sip.....angkat lagi aja ni trit...bagus,tapi kadang sensitif jadinya...
mister.ari - 20/09/2012 05:08 PM
#132

ouwwww gitu to sejarah tentang pewayangan
putro.romo - 22/09/2012 12:55 PM
#133

Quote:
Original Posted By otakgame
sok tau lu

JANGAN CUMA TAQQIYA JA KERJAANYA

wakakakakakakakakakakaka

wakakakakakkakakakakakak




Cah cilik, koe iku ngerti opo cd
AINM - 20/10/2012 09:34 AM
#134

ayo lestarikan budaya bangsa. . . iloveindonesia
Page 7 of 7 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Nilai-nilai Islam dalam Pewayangan & Sejarah Wayang (no SARA)