Kalimantan Selatan
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Selatan > Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan
Total Views: 72819 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 15 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›

sta19 - 26/12/2010 05:34 AM
#161
[INFO WISATA] Mengenal Lebih Jauh LOKSADO (Kalimantan Selatan)
jika agan2 berkunjung ke Kalimantan Selatan, sempatkan lah untuk mengunjungi Loksado, tempat yang menurut ane paling indah dan nyegerin di sini. Loksado adalah sebuah daerah di kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel, yang di mana memiliki pemandangan dan berbagai tempat menarik serta outbond yg "lapah tapi rami"(c\melelahkan tapi mengasyikan)

Cara pencapaian lokasi :
Dari Banjarbaru menuju Ibu kota kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kandangan) menggunakan angkutan khusus selama ± 3-4 jam, dengan biaya sekitar Rp. 30.000-50.000 /org, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan menuju Kecamatan Loksado dengan biaya ± Rp.10.000/ org selama 40 menit. Setelah sampai di Loksado, perjalanan selanjutnya menuju Pondok Informasi Mangkuraksa yang terletak di Kampung Malaris, lama tempuh sekitar 15 menit jalan kaki. Objek wisata sekitar kampung dapat ditempuh dengan jalan kaki antara 5 sampai 30 menit. Untuk menuju hutan adat sampai pada basecamp Cintingan Basar akan memakan waktu 5 hingga 7 jam jalan kaki.

wisata di loksado di antaranya:
1. Air Terjun Haratai
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

2. Air Terjun Riam Hanai
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

3. Sungai
Namanya sungai amandit, sangat jernih dan menyegarkan
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

4. Pemandian Air Panas Tanuhi
sering di jadikan objek pembuatan FTV
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

5. Dayak Loksado
di sini masih banyak suku dayak yg kental dgn nuansa etnisnya
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Atraksi budaya dan bangunan :
Aruh/ upacara adat Basambu; Aruh Bawanang (pesta panen); Balai adat; Kerajinan tangan/ anyaman dari bambu, rotan dan sejenis perdu (pengunjung dapat meminta salah satu penganyam untuk membuatkan gelang pada tangannya secara langusng dengan biaya Rp. 5.000); Maliu (kegiatan pencarian ikan secara beramai-ramai dengan cara membendung salah satu aliran sungai, kegiatan ini sering melibatkan 20 hingga 60 orang baik dewasa maupun anak-anak)

6. Balanting Paring (Bamboo Rafting)
kita akan menyusuri sungai amndit 3-4 jam perjalan menggunakan lanting bambu / Rakit, biaya sekitar 250 rb/rakit (1 rakit untuk 4-5 orang)
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

nih ada videonya juga gan
[youtube]j6z0YJBJCKA[/youtube]

dan masih banyak lagi gan wisata2 yang bisa di datangin

jika anda berminat melakukan wisata ke loksado, anda bisa menghubungi:
yayasan cakawala hijau indonesia ( YCHI )
05114774335
atau
sutan takdir alam
085754651318
hymunk - 26/12/2010 08:24 PM
#162
Datu Mangku Adat Haji Adjim Arijadi (Bapak Teater Modern Kalimantan Selatan)
Spoiler for DMA Haji Adjim Arijadi
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


HAJI ADJIM ARIJADI, putera ke-6 dari 10 bersaudara. Putera Pambakal jaman Kolonial Belanda di kampung Mali-Mali, sekarang masuk Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Lahir pada 07 Juli 1940. Ikut sengsara di jaman Jepang berlanjut di jaman Revolusi pisik hingga dijaman Orde Lama.

Spoiler for DMA Haji Adjim Arijadi

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Dimasa Orde Baru mulai mandiri dengan memantapkan hati di dunia seni sampai saat ini. Entah kapan berhenti, mungkin sampai mati.
Bakat seni memang sejak dini, sejak sekolah di sekolah Guru B (tahun 1956 / 1957), senang menggambar dan berpuisi dan berlakon di atas panggung.
Awalnya dalam sandiwara Ken Arok Ken Dedes (1957) berkembang menggeluti Teater, Sastra dan Seni Rupa.

Mendirikan Sanggar Seni Pelajar Islam Indonesia dan Himpunan Seni Budaya Islam di Banjarmasin 1958 – 1962. Lalu mendirikan Sanggar Antasari Yogyakarta 1963 – 1966, di samping Studi Teater dan ikut – ikutan melukis dan bersastra, dalam Studi Grup Drama Yogyakarta W. S. Rendra dan di Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI) Yogyakarta.

Proaktif dalam seni pemeranan, penyutradaraan dan penulisan karya sastra (Puisi, Naskah Teater, Koreografi dan Scenario terekspose di mana – mana dan entah berapa tidaklah tercatat, tidak tertata dengan rapi. Sebab karya seni bukan untuk di minati sendiri tapi untuk di konsumsi oleh orang lain termasuk karya pemeranan, penyutradaraan dan lukisan.

Ada juga mendapatkan kemenangan dalam lomba perpuisian, penulisan, akting pemeranan, penyutradaraan, penyajian teater dan gelar sastra walau tingkatnya Regional dan Nasioanl tetap terdata dalam piagam penghargaan.

Spoiler for DMA Haji Adjim Arijadi
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Begitulah Haji Adjim Arijadi yang beribadah Haji tahun 1998 yang mendirikan dan memper- tanggung jawabkan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan di Banjarmasin sejak 1967 sampai sekarang dan ikut mendirikan serta menjadi sekretaris seumur hidup Majelis Paripurna Lembaga Budaya Banjar Kalimantan Selatan sejak tahun 1997 sampai hari kematian. Pernah juga menerima Hadiah Seni dari Gubernur Kdh Tk.I Kalimantan Selatan tahun 1974.

Cukup lama menatap kebohongan dan kelicikan dalam perpolitikan di Tanah Air, lewat Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia dan Partai Golongan Karya.

Akhirnya meyakini kebenaran dan keadilan abadi hanya lewat kesenian.

sumber :
http://www.facebook.com/album.php?id=1292517359&aid=2057511
http://sanggarbudayakalsel.multiply.com/journal/item/3/TENTANG_H._ADJIM_ARIJADI_-_KETUA_SANGGAR_BUDAY A_KALIMANTAN_SELATAN
hymunk - 27/12/2010 02:03 PM
#163
Apam Batil
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Apam batil, ada yang bilang, berasal dari daerah Kandangan, Kalimantan Selatan. Bentuknya bulat, berwarna putih (bisa juga dikasih warna, tergantung selera). Tekstrurnya agak kering, terbuat dari adonan entah apa (nggak nanya yang bikin) dan rasanya hambar. Hambar? Nggak enak dong? Enggak, tetep enak. Beda dengan apam barabai yang dimakan langsung , apam batil ini dimakannya pakai kuah gula habang (gula aren).


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Well, cara masaknya, adonan itu di ambil satu sendokan kuah itu... trus di bakar di pembakaran serabi (dalam foto ini, si ibu sangat kreatif, beliau memecah rinjing besar menjadi tiga bagian sehingga tidak perlu ribet-ribet mencari pembakar serabi).
Setelah cukup matang (bagian bawah akan sedikit gosong, tapi itulah ciri apam batil yang dibakar, beda dengan apam barabai yang dikukus/disumap).

Spoiler for apam batil
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Apam Batil pun diletakkan dipiring dan disiram dengan kuah gula habang yang encer-encer kental. Apam batil siap dimakan.

Untuk yang ingin menikmati apam batil, apam batil agak susah di cari, tidak seperti kelelpon yang berjejer di pinggir jalan di lampu merah. Setahu saya apam batil ada di Pasar Banjarbaru, Pasar Martapura , kemudian di batas kota.

As for me, menyarankan untuk ke batas kota. Letaknya di batas kota bagian Banjarbaru sekitar 20 meter dari gerbang batas kota, diseberang bubur pasundan, disamping nasi kuning Rosi dan disamping Rumah Sakit Bersalin Mutia. Alamat benernya ya, Jalan A. Yani, Batas Kota. Bukanya pagi mulai jam 6 an sampai setengah delapan. Harganya 1500 per ’lembar’. Normalnya sih harganya berkisar antara 800-1500 an. Tergantung kualitasnya biasanya.

Oh iya, ada juga di Martapura, Jalan A Yani, gang Al Jihad, di seberang gang SMP 4 yang lokasinya sekitar 1 KM dari batas kota . Selain itu di pasar sejumput di jalan Sekumpul, masih di Jalan A. Yani, di lampu merah Martapura. Sayangnya, untuk ke pasar sejumput ini, harus masuk dulu. Tapi taya saja dengan penduduk sekitar, mereka pasti tau.

Tapi sebenarnya, daerah asalnya sih Kandangan, tapi ngga tau dimana, hehehe. Lagipula, Kandangan jauh. Sekitar 2 jam dari Banjarbaru.

sumber :
http://qhienn.blogspot.com
https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=1814509
hymunk - 27/12/2010 06:16 PM
#164
Balogo, Permainan Tradisional Suku Banjar
Spoiler for balogo
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



Balogo merupakan salah satu nama jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak sampai dengan remaja dan umumnya hanya dimainkan kaum pria.

Nama permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Bentuk alat logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar.

Dalam permainnannya harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan campa ,yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm. Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain.

Permainan balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Jika dimainkan secara beregu, maka jumlah pemain yang “naik” (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah pemain yang “pasang”

(pemain yang logonya dipasang untuk dirobohkan) Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Dengan demikian jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.

Cara memasang logo ini adalah didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Karenanya inti dari permainan balogo ini adalah keterampilan memainkanlogo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan, mereka itulah pemenangnya.

Sebagai akhir permainan, pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan “janggut-janggut” secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu, tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan.

Mamang dalam permainan balogo :

“santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “

Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern.

Dalam menentukan pemenang dalam permainan ini juga sangat bervariasi, tergantung kesepakatan dari masing-masing pemainnya. Namun yang lazimnya, dimainkan dengan cara menjatuhkan logo yang dipasang dengan cara didirikan oleh lawan main.

Jarak antara mereka pun tidak ditentukan, sesuai dari kesepakatan mereka sendiri. Semakin hebat pemain logo, semakin sering pula dia mengenai dan menjatuhkan logo lawannya.

Selain itu, juga ada yang dimainkan dengan cara mengadu logonya hingga logonya pecah. Siapa yang bisa memecahkan logo lawannya, maka dialah yang menjadi pemenangnya.

Pamong Budaya Madya Banjar, Drs Mukhlis Maman mengatakan, semakin berat sebuah logo, maka akan semakin baik saat dimainkan.

"Semakin berat logo, semakin mudah dimainkan karena tidak akan melayang. Selain itu makin berat, biasanya juga akan lebih kuat," ujarnya.

Menurutnya, agar lebih kuat, biasanya logo dilapisi dengan aspal. Bagian tempurung yang dibuat untuk logo adalah bagian tempurung yang mengenai uratnya.

Balogo ini bisa dimainkan oleh siapa saja dan semua umur. Baik anak-anak, remaja hingga dewasa. Namun biasanya balogo ini, dimainkan oleh pria.
Seiring dengan perkembangan zaman yang serba modern ini, permainan balogo sepertinya sudah mulai tersisihkan dan terlupakan. balogo sudah tidak pernah lagi dimainkan dalam masyarakat Banjar.


sumber:
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/10/3/58088/latih-mental-sportif-dan-kebersamaan
http://kerajaanbanjar.wordpress.com
http://www.facebook.com/album.php?aid=2028561&id=1058707229
hymunk - 27/12/2010 06:38 PM
#165
Pakakas, Sayuran, Satwa dalam bahasa banjar
hymunk - 27/12/2010 07:33 PM
#166
Topeng,Karawitan dan Wayang Kulit Barikin
Spoiler for Tari Topeng
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



Topeng,Karawitan dan Wayang Kulit Barikin
Oleh : Arsyad Indradi

Di tanah Banjar (Kalimantan Selatan) banyak punya tarian klasik seperti tari Radap Rahayu, Baksa Kembang,Baksa Dadap,Baksa Lilin, Baksa Panah dan lain-lain. Tarian ini hidup subur dalam keraton Kerajaan Banjar sejak berdirinya kerajaan Banjar pada tanggal 24 September 1526 ( M. Idwar Saleh,1981/1982) sampai berakhirnya perang Banjar yakni berakhirnya pemerintahan Pegustian sebagai penerus kerajaan Banjar tahun 1905 (Ideham, dkk. editor, 2003).

Tarian ini masing-masing mempunyai fungsinya, misalnya Tari Radap Rahayu berfungsi dalam acara sakral yaitu menapungtawari penobatan raja atau pembesar kerajaan dan Tari Baksa Kembang untuk penyambutan tamu agung dari kerajaan lain. Setelah berakhirnya kerajaan lambat laun tarian-tarian ini mulai tenggelam dan yang masih betahan hidup adalah Tari Radap Rahayu dan Baksa Kembang di tanah Banjar.

Di samping tarian klasik .seperti tersebut di atas, sesungguhnya ada tarian klasik yang lebih tua yaitu Tari Topeng. Tari Topeng ini tetap lestari di sebuah Desa bernama Barikin dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sejak zaman dahulu sampai sekarang, turun-temurun dan mandiri. Tokoh penari topeng ini adalah “Mastaliah” bersama anak cucu asuhannya.

Spoiler for Tari Topeng
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Menurut A.W.Syarbaini salah satu juriat Barikin yang juga sebagai pimpinan Sanggar Seni Tradisional Ading Bastari Barikin bahwa karawitan sudah ada di desa barikin sejak tahun 1410 yang dibawa oleh seorang Datu bergelar “Datu Taruna”, tari topeng sekitar tahun 1425 dan wayang kulit sekitar 1438.

Spoiler for Tari Topeng

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Topeng Barikin ini juga ada beberapa jenis,lagu pengiring dan fungsinya. Ada yang berfungsi untuk memberi selamat dalam acara sakral “Manyanggar Banua”, dalam acara hajatan dan juga pagelaran berupa hiburan baik dalam perayaan hari-hari besar nasional,daerah mau pun acara perkimpoian.
Jenis Tari Topeng Barikin dan lagu pengiringnya ini adalah
1).Panambi lagunya panambi
2).Pamindu lagunya pamindu
3).Gunung Sari lagunya gunung sari
4).Patih lagunya patih
5).Timanggung lagunya timanggung
6).Panji lagunya wani wani, dan
7).Lambang sari lagunya lambang sari.

Spoiler for Tari Topeng
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Pengiring tarian ini diiring tetabuhan seperangkat karawitan.
Seiring dengan tarian-tarian Topeng ini, karawitan Barikin ini berfungsi juga sebagai pengiring pertunjukan wayang kulit..

Tahun 1820 dikenal dengan K.Dalang “Kitut”. Setelah K.Dalang Kitut meninggal digantikan oleh putranya K.Dalang Tulur. Dalang ini sangat termashur dari tahun1950 sampai dengan tahun 1975.. Kemudian ditahun 1975 itu bertumbuhan dalang2 Barikin seperti Dalang Alili, Dalang Tuganal,.Dalang Didi dan dalang remaja seperti Dalang Dimansyah, Dalang Rahmadi, Dalang A.W.Syarbaini, dan Dalang Saderi yang sekarang bersama Group Wayang “Panji Sukma” Sanggar Ading Bastari, melanglang buana di Pulau Kalimantan sampai ke luar Pulau Kalimantan.

Pada acara Penobatan Raja Muda dan Penganugerahan Gelar Pangeran, 10-12 Desember 2010, di Martapura, Sanggar Ading Bastari mendapat kehormatan oleh Pangeran Haji Khairul Saleh menggelar Seni Budaya Banjar baik Badudus, Bajapin, Musik Panting, Tari Topeng dan Wayang Kulit.

Spoiler for Tari Topeng

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Sungguh patut dan memang itu seharusnya, adat istiadat dan Seni Budaya Banjar terus dilestarikan dengan kerja nyata bukan hanya sekedar semboyan atau omongan belaka atau diperlukan manakala ada kepentingan lain atau hanya sesaat.*** Semoga.

sumber :
http://sastrabanjar.blogspot.com
hymunk - 27/12/2010 08:07 PM
#167
Wayang Gong
Spoiler for wayang gong
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Wayang Gong adalah seni pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar. Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain dan ditambah basik tari dalam lakon yang terdiri dari beberapa tilisasi. Tak hanya itu, pemain diiringi musik gamelan, elemen dramatik dan kating tari yang diiringi bunyi tambahan seperti ketopong yang membuatnya makin khas. Para pemain dirias sebagaimana layaknya tokoh yang ada di dalam kisah Ramayana.
Spoiler for wayang gong

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Menurut pakar Wayang Gong Banjar, Zulfansyah Bondan, kesenian ini di era 1960 – 1970an mendapat respon yang bagus dari generasi muda saat itu, namun dalam tiga dasawarsa terakhir yakni sekitar tahun 2000an kesenian ini mengalami kemunduran dan nyaris punah. Nyaris punah? Ya, dikatakan nyaris punah karena kesenian ini sudah jarang dimainkan. Salah satu kesenian tertua di Kalimantan Selatan ini kini hanya menunggu kepunahannya saja karena kelompok-kelompok yang memainkan kesenian ini sudah tak banyak lagi.

Spoiler for wayang gong

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Dulu, kesenian ini sering dimainkan saat acara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Mawlid Nabi, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. Namun sekarang sudah jarang dimainkan.

Beruntung masih ada salah satu sanggar seni yang masih eksis memainkan kesenian ini walaupun insidential. Sanggar seni Ading Bastari, Barikin (HST) yang di pimpin A.W. Syarbaini lah yang membuat kesenian ini masih bertahan, walaupun dalam kondisi yang tak memungkinkan.

Dulu wayang gong dimainkan semalaman suntuk, sama halnya dengan wayang kulit banjar. Setiap lakon atau tokoh biasanya disertai dengan menambang atau nembang yang dibawakan oleh sinden. Sekarang agar tidak ditinggal oleh para penontonnya, permainan dipersingkat hingga sekitar 3 – 4 jam saja. Pada Wayang Gong, sekitar 10 orang yang memainkan alat musik tradisional, yang terdiri dari babun, gong besar dan kecil, sarun besar dan kecil, kenong dan lima alat.

Spoiler for wayang gong
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Pada saat memulai pertunjukan, terlebih dahulu dilakukan mamucukani, yakni tiga dalang membuka pagelaran untuk menyampaikan cerita apa yang akan dimainkan. Layaknya seperti sinetron di televisi, dari pemain utama hingga pemain pendukung disampaikan lebih dahulu kepada penonton.

Spoiler for wayang gong

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Saat ini hanya sanggar seni Ading Bastari yang memainkan kesenian wayang gong ini, karena saat ini nyaris tidak ada lagi sanggar seni lain yang memainkan salah satu kesenian tertua ini. Kalaupun ada, hanya dilakukan dengan cara ”bon”. Artinya para pemain diambil dari berbagai kelompok seni daerah dengan sistem cabutan. Misalnya mengambil pemain dari kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin.

Melihat keadaan memprihatinkan seperti ini, perlu diadakan upaya untuk melestarikan kebudayaan ini.
Dalam jangka Pendek, bisa dengan melakukan pendidikan dan pelatihan sistematik generasi muda dengan narasumber tokoh yang masih ada sekarang ini. Membuat proyek pembinaan kesenian sebagai program lanjutan pendidikan serta membuat wadah khusus berupa balai seni ditiap kota atau kabupaten di Kalimantan Selatan.

Dalam jangka panjang bisa dilakukan dengan cara merancang kemasan baru dalam pagelaran seni wayang gong dalam hal ini bisa dilakukan dengan cara tumbuh dan berkembang berupa diklat wayang gong bagi anak-anak dan remaja.
Nah, sekarang nasib kesenian daerah ada ditangan kita para generasi muda. Apakah kesenian tersebut akan kehilangan peminat dan hilang dari permukaan, atau kesenian tersebut akan kembali berjaya dengan penanggulangan dini.
Budaya yang besar mencerminkan betapa besar pula peradaban masyarakatnya.

sumber ;
http://pspsejfu.wordpress.com/2008/04/25/menilik-sepintas-nasib-kesenian-tradisional-banjar/
http://www.facebook.com/album.php?aid=2041271&id=1003230454
hymunk - 27/12/2010 08:39 PM
#168
Tari Kuda Gepang
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Tari ini berkembang di daerah Banjar Hulu dan juga merambah hingga daerah Banjar Kuala. Dan tari ini sering ditampilkan pada berbagai acara masyarakat sebelum tahun 1960- an.

Penari Kuda Gepang selalu berpasang-pasangan. Dan biasanya, tari ini ditampilkan dalam rangkaian acara perkimpoian masyarakat Banjar, yaitu Bausung Panganten.

Spoiler for panganten bausung
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Pasangan pengantin akan duduk di pundak dua orang yang bertindak sebagai raja Kuda lumping. Di belakangnya diikuti rombongan Kuda Lumping.

Menariknya, setelah sampai ke tempat mempelai perempuan, rombongan Kuda Gepang ini juga bisa bertindak layaknya sebagai pagar ayu bagi pasangan pengantin yang sedang bersanding di pelaminan. Mereka berbaris untuk membuka jalan pengantin.

Spoiler for kuda gepang

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Dalam kepercayaan masyarakat Banjar, keturunan dari para penari Kuda Gepang atau penggepangan ini, juga harus menampilkan tari ini pada saat pernikahannya agar rumah tangganya lancar.

Menurut Budayawan Banjar, Drs Mukhlis Maman, Kuda Gepang saat ini sudah sangat jarang ditampilkan pada pesta perkimpoian masyarakat Banjar.

Spoiler for kuda gepang
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Dia menambahkan, properti yang digunakan untuk penari Kuda Gepang ini lumayan mahal dan makin banyak penarinya, makin mahal pula biayanya.

"Tapi untuk daerah Kandangan dan Rantau, tari ini masih ditampilkan dalam acara pesta perkimpoian masyarakatnya," ujar pria yang akrab disapa Julak ini.

Sementara menurut Budayawan Kalsel lainnya, Djantera Kawi, menyatakan nilai filosofi yang dapat diambil dari tari Kuda Gepang ini, adalah sikap untuk selalu bekerja keras.

Dia menambahkan, kuda merupakan lambang kekuatan. Selain itu kuda merupakan hewan yang sangat kuat dan memiliki watak bekerja keras, sehingga manusia semestinya memiliki watak tersebut.

"Dalam berumah tangga pengantin harus bekerja keras untuk memenuhi segala keperluan hidupnya," ujar Djantera.

Tidak Ada Unsur Magic

TARI Kuda Gepang ini sangat mirip dengan salah satu permainan yang ada di pulau Jawa, yakni Kuda Lumping. Namun ada beberapa perbedaan antara tari Kuda Gepang dengan Kuda Lumping.

Salah seorang Budayawan Kalsel, Drs Mukhlis Maman mengatakan ada beberapa perbedaan mendasar antara permainan Kuda Lumping dengan tari Kuda Gepang.

Dia menjelaskan, perbedaan dapat dilihat dari segi cara menggunakan properti, busana yang digunakan, maupun musik penggiringnya.

Jika diperhatikan dengan seksama, properti yang dibuat menyerupai kuda, antara Kuda Lumping dengan Kuda Gepang akan berbeda.

Punggung Kuda Gepang tidak dalam lekukannya, sementara Kuda Lumping lebih dalam. Hal ini berkaitan dengan cara penggunaannya. Kuda Lumping dimainkan dengan cara ditunggangi.

Sementara Kuda Gepang hanya dijepit pada bagian ketiak oleh para penarinya. Kemudian untuk musik penggiringnya, Kuda Gepang selalu diiringi dengan musik gamelan Banjar dan busana yang digunakan adalah pakaian kida-kida.

Selain berbeda propertinya, buasana yang digunakan dan musik penggiringnya, ternyata ada hal yang mendasar, yang menjadi perbedaan antara Kuda Lumping dengan Kuda Gepang.

"Cara menampilkannya, jika Kuda Lumping selalu menampilkan unsur magic, maka Kuda Gepang tidak demikian," ujar Mukhlis.

Selain itu, lanjutnya, penari Kuda Gepang selalu berperan sebagai seorang penari. Makanya dia tidak seperti pemain Kuda Lumping, yang suka memakan beling dan lain sebagainya.

sumber :
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/9/26/57266/kuda-gepang-yang-mulai-ditinggalkan
http://www.facebook.com/album.php?aid=43691&id=1792884277
http://www.facebook.com/album.php?aid=4861&id=1810300820
http://www.facebook.com/album.php?aid=2058855&id=1434534911
hymunk - 28/12/2010 01:58 PM
#169
Anang Ardiansyah, Maestro Lagu Banjar
Spoiler for Anang Ardiansyah
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



Suatu pagi, Anang Ardiansyah baru tiba di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Beberapa seniman dan pegawai yang ada di pusat kebudayaan di Jalan Brigjen Hasan Basry itu spontan menyalami seniman Banjar ini.

Nyaris dengan siapa pun, Anang tak berjarak. Itulah Anang Ardiansyah, seniman andalan Kalsel. Dari tangannyalah tercipta lagu
banjar yang menjadi ikon lagu daerah Kalsel.

Simak penggalan tembang ciptaannya: wayah pang sudah hari baganti musim/wayah pang sudah/kotabaru gunungnya bamega/bamega ombak manampur di sala karang/ombak manampur di sala karang/ batamu lawanlah adinda/adinda iman di dada rasa malayang/iman di dada rasa malayang.

Bagi mereka yang mengenal Kalsel, sepintas membaca lirik Paris Barantai itu terasa akrab. Karya Anang sama terkenalnya dengan
nyanyian Ampar-ampar Pisang ciptaan Thamrin dan dirilis Hamiedan AC.

Pada 1960-an Paris Barantai direkam dalam piringan hitam oleh Orkes Melayu Rindang Banua dan Ampar-ampar Pisang oleh Orkes Melayu Taboneo. Kedua lagu itu populer dan terus diperdengarkan Radio Republik Indonesia (RRI) di seluruh Tanah Air. Sampai kini, belum ada lagu banjar sepopuler kedua lagu itu.

Anang juga dikenal lewat lagu banjar lainnya, seperti Pangeran Suryanata, Kambang Goyang, Nasib Pambatangan, Sanja Kuning, dan Kakamban Habang. Dari tangan dia, tercipta sekitar 103 lagu banjar. Sebagian dari lagu tersebut sudah direkam dalam tujuh album, dan sekitar 43 lagunya bisa dibilang populer.

"Saya mencipta lagu sejak SMA," kata lelaki yang pada 1954 pernah meraih penghargaan Bintang Langgam di Banjarmasin itu. Tahun 1957 ia merantau ke Malang, Jawa Timur,untuk belajar di tingkat SMA.

Setahun kemudian Anang pindah ke Surabaya. Di kota ini dia bergabung dengan Orkes Melayu Rindang Banua yang dipimpin dokter Sarkawi. Orkes ini kumpulan pemuda Kalimantan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kalimantan. Sebelum bergabung dalam band itu, ia meraih juara harapan seriosa Lomba Nyanyi Langgam di Malang.

"Di sinilah kami belajar membuat lagu banjar. Saat itu belum ada lagu Kalimantan (Kalsel) diciptakan dengan iringan musik band. Kami awalnya membuat lagu banjar dari gubahan lagu-lagu rakyat berupa pantun. Setelah digubah, jadilah lagu-lagu banjar baru dan bisa diterima warga. Kami sering membawakannya saat diundang mengisi acara perkimpoian," ceritanya.

Dari sejumlah lagu daerah Banjar ciptaan seniman sepuh itu yang melegenda dan menasional, antara lain, "Paris Barantai" dengan cuplikan liriknya "... Kotabaru gunungnya bamega...".

Diungkapkannya, banyak orang yang hanya bisa melantunkan lagu "Paris Barantai" dengan iramanya mendekati irama "cha cha", tapi tidak mengetahui apa hubungan judul lagu tersebut dengan lirik-liriknya yang seakan tak ada korelasi.

"Karena, dalam lirik-lirik lagu `Paris Barantai` tidak ada satu kalimat atau kata pun memuat kata `Paris Barantai`, bukan seperti lagu-lagu lain yang dalam lirik-liriknya paling tidak ada sedikit bersinggungan dengan judul lagu," katanya.

Ia menerangkan, judul lagu "Paris Barantai" itu diambil dari seorang wanita asal Rantau, kini ibukota Kabupaten Tapin, Kalsel, yang pada masanya cukup aduhai, sehingga memikat semua anak muda, pria khususnya.

"Bahkan, begitu mempesona su Paris, maka banyak pula pemuda yang karindangan bila sekali bertemu dengan su Paris tersebut," tuturnya. Su dalam bahasa Banjar adalah singkatan dari panggilan busu alias orang yang dituakan dalam tatanan masyarakat, sedangkan karindangan berarti rindu atau jatuh hati.

Ia mengaku, su Paris itulah yang mengilhami terciptanya lagu "Paris Barantai" tersebut dengan mengambil obyek pemandangan Kotabaru, ibukota Kabupaten Kotabaru, Kalsel, yang berada di Pulau Laut dengan Gunung Sebatung yang menjulang tinggi.

Perpaduan antara Kotabaru yang berada di pinggir pantai dengan deburan ombak dengan Gunung Sebatung yang menghijau lebat, di mana saat itu hampir sepanjang hari diselimuti awan (mega) menjadikan satu refleksi filosofis mempesona layaknya su Paris.

Oleh karenanya, ia mengemukakan, sekali melihat keindahan Kotabaru yang diapit Selat Makasaar dan Laut Sulawesi, serta Gunung Sebatung, maka orang tersebut akan selalu terkenang dan mau melihatnya lagi keindahan panorama "Kotabaru gunungnya bamega" (Kotabaru gunungnya berawan) itu.

Lagu Paris Barantai tercipta ketika Anang sering melihat pertunjukan seni tari gandut-seni tari khas Banjar yang dilakukan
berpasang-pasangan seperti tari ronggeng atau tayub-yang sekarang bisa dikatakan punah.

"Dulu, salah satu penari wanitanya bernama Su Paris. Wanita itu langkar (cantik). Kesenian mereka dimainkan di berbagai tempat, dari Banjarmasin, Bati-bati, Sungai Danau, Pagatan, hingga Kotabaru. Kesenian itulah yang menginspirasi lagu itu," katanya.

Begitu seringnya membawakan lagu banjar, Rindang Banua menjadi terkenal di Surabaya dan Banjarmasin. Band ini terangkat namanya tahun 1959 saat lagu Paris Barantai masuk rekaman piringan hitam yang dikerjakan Lokananta di Solo.

Sang Kolonel

Selain berkesenian, Anang juga memiliki karier panjang pada jajaran militer hingga berpangkat kolonel. Seniman Kalsel ini masuk
TNI tahun 1962 setelah lulus Sekolah Calon Perwira (Secapa) di Banjarmasin pada 1961.

Selama hampir 30 tahun bergabung dengan TNI, Anang bertugas ke berbagai daerah, seperti Bandung, Cirebon, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan. Terakhir dia bertugas di Banjarmasin.

"Selama bertugas pun saya terus membuat lagu banjar," kata Anang, yang jabatan terakhirnya pemeriksa di Inspektorat Daerah Militer VI/Tanjungpura, Balikpapan.

Saat bertugas di Kalimantan Timur, Anang sempat menciptakan lagu untuk daerah setempat, seperti Balikpapan, Samarinda, Di Hunjuran Mahakam, Di Panajam Kita Badapat, dan Apo Kayan. Lagu-lagu itu direkamnya dalam kaset pada 1987 dengan judul Curiak.

Selesai di militer, tahun 1992 Anang membentuk kelompok musik Tygaroon's Group dan mendirikan Tygaroon's Mini Studio. Dari studio itulah beberapa album lagu banjar dihasilkannya.

Kegiatan berkesenian mulai menurun ketika Anang terjun di dunia politik. Periode 1999-2004 ia menjabat Wakil Ketua DPRD Hulu Sungai Utara dan Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Mudah dicerna

Era 1980-an memang menjadi milik Anang. Masa itu banyak lagunya direkam, baik berupa album sendiri maupun bersama lagu banjar ciptaan seniman lain. Lagu-lagu itu dikemas dalam alunan pop, latin, jazz, dan melayu.

Karakter lagu dan lirik yang mudah dicerna dan memiliki pesan moral membuat lagu-lagunya populer. Lirik lagu-lagu banjar yang
diciptakannya itu kebanyakan berasal dari lagu-lagu rakyat berupa pantun-pantun yang pada masa lalu berkembang di tepian sungai, pesisir, dan daratan.

Jenisnya, ada lagu rantauan berupa lagu rakyat yang berkembang di tepian sungai dengan ciri beralun seperti gelombang sungai. Lengkingan suara yang diperdengarkan seperti meratapi nasib.

Sedangkan lagu pandahan berupa lagu-lagu pada tari japin yang hidup di Banua Anam. Lagu-lagu ini dinyanyikan saat mairik banih
(melepas bulir-bulir padi dari tangkainya dengan cara diinjak-injak). Terakhir pasisiran, yaitu lagu-lagu yang berkembang di daerah
Kotabaru, biasanya dinyanyikan untuk mengiringi tarian japin sigam.

Kata Anang, lagu banjar hampir 80 persen lagu melayu. Tetapi dalam perkembangannya, lagu ini tak lagi memiliki cengkok mengalun seperti lagu melayu. Irama lagu banjar lebih tegas, mungkin karena 20 persennya mendapat pengaruh lain seperti Dayak, China, Arab, dan Jawa.

Meski berusia 70 tahun, seniman yang pandai bermain gitar sejak kelas IV SD ini mengaku tetap rutin berkunjung ke Taman Budaya Kalsel. Selain bersilaturahmi dengan sesama seniman, ia juga masih menyempatkan diri mengajar menyanyi untuk anak sekolah.

"Selagi masih bisa, saya terus mendorong para seniman muda membuat lagu banjar yang cocok dengan musik sekarang. Biar lagu banjar tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri," kata Anang yang juga pengurus Lembaga Budaya Banjar itu berharap.

BIODATA

* Nama : Anang Ardiansyah

* Lahir : Banjarmasin, 3 Mei 1938

* Istri pertama : Gusti Rusmini

* Anak :
- Arni Mutia
- Aslan Ariadi
- Riswan Irfani
- Nosi Yasminda
- Risni Emita
- Roni Pragustia

* Istri kedua : Noorhayati

* Pendidikan :
- SD Kalimantan I (Pasar Lama), Banjarmasin
- SMP 1 Banjarmasin
- SMA Islam Malang, 1957
- SMA Teladan Surabaya, 1958
- Wajib Militer di Surabaya, 1959
- Secapa, 1961

* Pekerjaan dan organisasi :
- Pendiri Tygaroon's Studio Mini
- Pejabat TNI Pemeriksa pada Inspektorat Daerah Militer
VI/Tanjungpura
- Wakil Ketua DPRD Hulu Sungai Utara
- Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Hulu Sungai Utara
- Pengurus Lembaga Budaya Banjar Kalsel
- Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kalsel
- Pimpinan Sanggar Budaya Musik Taman Budaya Kalsel
- Pimpinan Pelaksana Tim Kesenian Kalsel Muhibah ke Malaysia.

* Penghargaan :
- Penghargaan sebagai Seniman Musik dari Gubernur Kalsel, 1997
- Penghargaan sebagai Pencipta/Pengarang Lagu Daerah dari Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan

SUMBER :
http://www.antaranews.com
http://nasional.kompas.com
hymunk - 28/12/2010 03:11 PM
#170
Kesenian Sasingaan
Spoiler for sasingaan
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Mengenakan topeng menyerupai singa, dengan tubuh bersarung warna-warni, dua laki-laki yang berada dibaliknya bergerak dinamis. Satu di bagian kepala, seorang lagi pemain belakang.

Spoiler for sasingaan
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Sesekali, kepala dan badannya digerak-gerakkan laiknya singa yang sedang berlari. Penonton pun, meski kaget terpukau dibuatnya.

Spoiler for sasingaan
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Tetapi itu bukan barongsai, kesenian tradisional dari daratan China yang selama ini kita kenal, melainkan sasingaan yang merupakan kesenian khas Banjar.

Spoiler for sasingaan
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


"Sasingaan memang khas kita Banjar, itu bukan barongsai. Sudah ada sejak zaman dulu, bahkan biasa pemainnya sampai kesurupan," kata Ketua Lembaga Budaya Banjar (LBB), Suriansyah Ideham

sumber :
http://www.banjarmasinpost.co.id
http://www.facebook.com/album.php?aid=2040742&id=1003230454
http://www.facebook.com/album.php?aid=43813&id=100000069917942
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1163554187778&set=t.1505903375
hymunk - 28/12/2010 04:54 PM
#171
Badandang (Kalayangan Dandang)
Di Kalimantan Selatan layang-layang disebut "Kalayangan", nah kalo yang ukurannya besar disebut "Kalayangan Dandang". Kata dandang, diambil dari sebutan alat memasak nasi di daerah Kalimantan Selatan berupa sejenis panci.

Di Musem Layang-Layang Indonesia (Museum yang terletak di Jl. H. Kamang No. 38. Pondok Labu. Jakarta Selatan) dikoleksi juga sepasang layang-layang dari Kalimantan Selatan yang bernama Dandang Laki dan Dandang Bini. Layang-layang itu terbuat dari beberapa potong bambu berukuran panjang 1,5 meter dengan diameter 20 cm. Diperkirakan, usianya sudah mencapai 50 tahun.

1. Dandang Laki

Spoiler for Dandang Laki
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Panjangnya hingga mencapai pucuk atap ruangan. Namanya, Dandang Laki.

Layang-layang Dandang Laki yang berwarna merah muda ini, punya pasangan sejodoh, yaitu layang-layang Dandang Bini, yang berwarna hijau gelap. Dua layang-layang ini biasanya diterbangkan pada masa sehabis panen, di tengah lahan sawah pada musim panas. Dengan pengharapan, agar musim panen selanjutnya membawa kemakmuran bagi penduduk di sana.

Pada layang-layang Dandang Laki, alat kowangan yang dipakai adalah dua bilah bambu yang dikaitkan pada rangka kepala sisi kiri dan kanannya. Bambu dengan ukuran diameter kira-kira sepuluh sentimeter tersebut bentuknya seperti kentongan. Ada celah dibuat membujur di tengahnya. Jika layang-layang Dandang Laki diterbangkan dengan hembusan angin yang cukup kencang, bunyinya bisa terdengar sejauh satu kilometer.

2. Dandang Bini

Spoiler for Dandang Bini
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Sedangkan layang-layang Dandang Bini berbentuk lebih ramping dibanding Dandang Laki. Layang-layang Dandang Bini melambangkan kesuburan. Layangan ini terbuai dari kain berwarna hijau dengan motif tenun khas Banjarmasin. Layang-layang ini memiliki sayap sepanjang 2 meter dan ekor 3 meter.

Zaman dulu, di beberapa daerah layang-layang dimainkan untuk mengusir burung di sawah. Layang-layang paling sederhana terbuat dari helai daun yang diberi kerangka dari bambu dan diikat dengan serat rotan.

Budaya Badandang sering di selenggarakan di Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Untuk Festival Di selenggarakan pada setiap tahun dan pada Musim Kemarau atau lebih tepatnya sehabis panen padi.

Untuk Lebar dandang 4m dan tinggi 12m termasuk buntut dandang, menaikan dandang harus Lebih dari 1 oarang minimal 5 orang.

Spoiler for Dandang
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for Dandang
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for Dandang
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for Kukumbangan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Dari Bambu yang dibuat lubang inilah yang dapat mengeluarkan bunyi seperti suara kumbang yang nyaring hingga bisa didengar lebih dari 1 kilometer..disebut juga dengan nama "kukumbangan"


sumber :
http://www.museum-layang.com
http://quirkyindonesia.blogspot.com
http://bataviase.co.id
http://budayakandangan.blogspot.com
http://netsilver.mw.lt
hymunk - 28/12/2010 08:13 PM
#172
Ba'ayun Maulid di Desa Banua Halat, Kabupaten Tapin.
Setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad tiba, kaum Muslimin bergembira.Masing-masing daerah merayakannya dengan ragam cara, namun tetap satu tujuan. Seperti kemeriahan perayaan Maulid di Desa Banua Halat, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Perayaan Maulid di Banua Halat memang tidak biasa. Karena selain pembacaan syair-syair Maulid, disertai dengan prosesi dan ritual budaya Ba ayun Anak, yang karena pelaksanaannya bertepatan dengan perayaan Maulid maka disebut juga Ba ayun Maulid.

Tempat pelaksanaannya tidak sembarangan. Bertempat di Mesjid Al Mukarramah atau biasa disebut Mesjid Keramat, membuat ritual ini menjadi luar biasa. Dengan maksud agar anak senantiasa sehat, cerdas, berbakti kepada orang tua dan taat beragama, sangat kontras dengan tempatnya yang dikeramatkan. Menjadikan ritual ini bukan sekedar ramai, tapi juga sakral dan suci.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Simbol-simbol seperti adanya piduduk (sesajen), janur, wadai 41 (kue tradisional yang terdiri dari 41 macam atau jenis), parapin (dapur kecil tempat membakar dupa atau kemenyan), panginangan, banyu putih dalam galas dan minyak likat baburih yang tetap disertakan pada prosesi budaya Ba-ayun Anak. Sama persis dengan yang ada pada prosesi adat Aruh Ganal di masyarakat Dayak Meratus.


Sebelumnya, pada budaya pra-Islam di tanah Banjar telah berkembang budaya yang serupa dengan ba ayun anak. Dimana pada masyarakat dulu di kenal adanya prosesi ba ayun wayang, ba- ayun topeng dan ba ayun madihin. Pada prosesi ba ayun wayang dan ba ayun topeng, ritual didahului dengan pertunjukan wayang dan topeng. Sedang pada ba ayun madihin, prosesi diikuti dengan melantunkan syair Madihin.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Seiring dengan transpormasi budaya yang terjadi dan perkembangan zaman, membuat budaya tersebut di rasa tidak lagi mempunyai pengaruh atau efek bila tidak dilakukan. Serupa dengan tradisi ma ayun anak dengan bapukung (menidurkan anak dalam posisi didudukkan dalam ayunan, red) yang kini banyak ditinggalkan. Namun pada masyarakat di Hulu Sungai, masih dapat ditemui tradisi ini.



… guring, anakku guring

Anakku pintar, dalam ayunan

Matanya kalat, nang handak guring…



Alunan syair tembang seperti di atas biasanya dilantunkan saat mangguringakan (menidurkan) anak sambil bapukung dalam ayunan. Namun pada perkembangannya, syair-syair tradisional seperti itu sudah tergantikan dengan syair dan alunan shalawat. Seperti itu jugalah yang terjadi pada proses pembentukan budaya ba ayun anak atau ba ayun maulid di Banua Halat.

Kekeramatan masjid Banua Halat diantaranya erat kaitannya dengan kepercayaan berupa mitos yang berkembang khususnya di kalangan orang Dayak Meratus di pegunungan Meratus daerah Tapin yang menyatakan bahwa orang Dayak Meratus dan orang Banjar Hulu sesungguhnya “badangsanak” (mempunyai ikatan darah; genealogis) karena berasal dari keturunan dua bersaudara kandung: Intingan dan Dayuhan yang berasal dari Banua Halat.

Keyakinan adanya “hubungan genealogis” itu dapat ditelusuri dari adanya Mitos Intingan dan Dayuhan berhubungan yang dengan pembangunan Masjid Banua Halat. Orang Dayak Meratus mempercayai bahwa Masjid Banua Halat dahulunya dibangun oleh Intingan, yakni saudara kandung Dayuhan; nenek moyang mereka.


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Perhatikan tahapan prosesi ba ayun anak ini. Ayunan di buat tiga lapis, dengan kain sarigading (sasirangan) pada lapisan pertama, kain kuning pada lapisan kedua dan kain bahalai (sarung panjang tanpa sambungan) pada lapisan ketiga.


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Tali ayunan dipenuhi hiasan dari janur berbentuk burung-burungan, ular-ularan, katupat bangsur, halilipan, kambang sarai, hiasan dari wadai 41 seperti cucur, cincin, pisang, nyiur dan lain-lain. Orang tua yang melaksanakan ba ayun diharuskan menyiapkan piduduk berupa beras, gula habang (gula merah), nyiur (kelapa), hintalu hayam (telur ayam kampung), banang (benang), jarum, uyah (garam) dan binggul (uang receh).

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Ritual dimulai dengan membaca syair Maulid Al Habsy, Maulid Ad Diba’i atau Maulid Al Barzanji. Dilanjutkan dengan pembacaan Manakib Wali Allah, ceramah agama dan di tutup dengan do’a. Kemudian para Habib, Ulama dan umara menapung tawari (memberkati) peserta ba ayun anak dengan diiringi pembacaan Sholawat Badar.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Semua posesi itu menandakan betapa budaya dasar yang di anut dalam prosesi ba ayun anak masih terjaga. Sehingga, ikatan budaya secara emosional antara urang Banjar dan Dayak, senantiasa terjalin harmonis, meski dengan baju yang berbeda.

Ritual ba ayun anak menjadi sebuah prosesi yang sangat unik. Manakala peserta yang ikut bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa bahkan yang berusia lanjut.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Tujuan orang dewasa ikut ba ayun itu beragam. Ada yang sekedar ikut-ikutan dan ada pula karena nazar, ingin sembuh dari penyakit, membuang sial, mencari berkah serta sebagai ucapan syukur setelah hajatnya terkabul.

Pada Maret 2008, Baayun Anak masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan peserta terbanyak se-Indonesia. Jumlah peserta pada waktu itu sebanyak 1.544 orang, terdiri dari 1.643 anak-anak dan 401 orang dewasa. Peserta tertua Hj Masriah (75) dari Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan termuda seorang bayi yang baru berumur 4 hari.

Pada Tahun 2011, baayun maulid diikuti peserta seluruhnya sebanyak 3.741 orang yang terdiri dari 1.714 anak-anak dan 2.027 dewasa.

Seorang wanita berusia 100 tahun juga menjadi peserta beliau bernama Rabiah, warga Desa Linuh, Kecamatan Bungur, Tapin, yang bernadzar akan ikut Baayun Maulid bila diberi Allah umur yang panjang hingga 100 tahun, Peserta termuda dalam ritual ini adalah bayi berusia 40 hari, Ardian, warga Desa Banua Halat Kiri.

Tujuan mengikuti ritual Baayun Maulid beragam, dari menunaikan nazar, bernazar, sebagai wujud syukur karena sembuh dari sakit maupun sekadar ikut meramaikan saja. Sedangkan tujuan sebenarnya dari ritual tersebut adalah agar yang ikut Baayun Maulid senantiasa berkecukupan secara ekonomi, kuat ingatan dalam mempelajari ilmu agama, dilimpahkan kebahagiaan dan memiliki keteguhan iman.

Para peserta bukan hanya penduduk Desa Banua Halat atau warga Kota Rantau, tetapi datang dari seluruh Kalimantan. Berdasarkan data pendaftaran dari panitia pelaksana, tercatat peserta dari pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan ada peserta yang berasal dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Menariknya, dari daftar peserta itu terdapat pula orang Dayak yang nota bene masih menganut agama kepercayaan Kaharingan.

Melalui ritual itu, akan terasa sebuah kesadaran yang kadang berada di bawah sadar, dan jalinan tertentu bahwa mereka memiliki ikatan kultural. Hubungan emosional masa lalu yang masih dipertahankan, menimbulkan kesadaran budaya yang sama.

Secara keseluruhan, tradisi yang dilakukan secara massal ini merupakan pencerminan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi sekalian alam.

Spoiler for tiang keramat
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Di samping kiri mimbar masjid ini terdapat sebuah tiang yang dikeramatkan. Tiang Guru dari kayu ulin ini setinggi lebih dari empat meter..Keunikan dari batang ulin hitam ini mengeluarkan minyak sehingga terus terlihat mengkilap. Riwayat Tiang Guru ini dibawa oleh Teungku Muhammad Thohir Al Kahdi atau datu Ujung sejak 1862. Bagian yang terlihat berminyak ini dibiarkan tanpa cat. Tidak sedikit warga yang datang menggosok2an lembaran uang kertas pada tiang ini dengan harapan uang tersebut dapat membawa berkah.

Spoiler for ayunan raksasa
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


ayunan raksasa disediakan untuk orang dewasa yang ingin ikut meramaikan acara ini..

sumber :
http://bubuhanbanjar.wordpress.com
http://ananajahamin.wordpress.com
http://myrasta.wordpress.com
http://hasanzainuddin.wordpress.com
http://s442.photobucket.com/albums/qq149/loeweng/
http://www.facebook.com/album.php?aid=23742&id=1484147259&page=28
http://www.facebook.com/album.php?aid=2005266&id=1564997087
hymunk - 31/12/2010 04:33 PM
#173
Tutujah (Alat Tanam Tradisional Suku Banjar)
Spoiler for tutujah
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



Tutujah adalah alat tradisional yang kegunaannya untuk melubangi tanah yang akan ditanami anakan padi..di beberapa tempat ada yang menyebutnya "Asak" dan di malaysia disebut juga dengan "Kuku Kambing"

Spoiler for tutujah
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



tutujah koleksi museum lambung mangkurat

Spoiler for tutujah
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



tutujah yang terbuat dari kayu ulin yang biasa digunakan pada areal persawahan di daerah rawa..

Spoiler for tutujah

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


tutujah yang terbuat dari kuningan pada bagian atas dan bawahnya..

Macam bentuk tatujah namun kegunaannya sama yakni untuk membuat lubang pada saat menanam padi..

Spoiler for tutujah


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


ini mantap...

Spoiler for tutujah wayang
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan







sumber foto :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2213290500874.126111.1505903375
http://www.facebook.com/album.php?aid=7232&id=100000150345532
http://www.facebook.com/album.php?aid=93871&id=731636599&page=2
http://www.facebook.com/album.php?aid=2062899&id=1461404684
http://www.facebook.com/album.php?aid=2006617&id=1321750832
zencatama - 01/01/2011 08:32 PM
#174
Semangat Lestarikan Budaya Indonesia
Upacara Aruh Ganal
ini merupakan upacara adat yang terdapat pada suku Dayak Bukit di Pegunungan Meratus. Suku Bukit yang sering melaksanakan upacara ini antara lain daerah Mancabung, Harakit, Balawaian, Batung, Danau Darah, dan Ranai.


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan
hymunk - 04/01/2011 09:58 PM
#175
Idrus, Pelestari Seni Tradisi Kalimantan
Spoiler for Pa Idrus
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



”Pak, mohon dibacakan doa selamat bagi keluarga kami,” Itulah kira-kira permintaan seorang ibu yang disampaikan dalam bahasa Dayak Bakumpai bercampur Banjar saat bertamu ke H Idrus di rumahnya di Jalan Arya Bujangga, Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

Pensiunan penjaga Sekolah Dasar Tata Mesjid, Desa Alalak Bakti, Kecamatan Alalak, itu pun segera membacakan beberapa doa. Ia lalu meniupkan air ke dua botol plastik milik perempuan berumur 35 tahun tersebut. Air yang sudah diberi doa atau mantra itu dibawa pulang untuk diminum seluruh anggota keluarga. Mereka meyakini hal itu bisa memberi keselamatan buat keluarga.

Datang ke rumah Idrus (51) sepintas memang tidak mengira kalau setiap hari ia banyak menerima warga yang meminta tolong. Tidak hanya minta didoakan, tetapi juga batatamba (pengobatan atau penyembuhan alternatif). Apalagi di depan rumahnya tidak ada papan nama terkait batatamba tersebut.

Yang tertulis justru kegiatan berkesenian tradisional yang dilakukan Idrus dengan Sanggar Seni Sinar Pusaka. Sanggar ini menyelenggarakan kegiatan seni japen, kuda gepang, tari topeng, wayang kulit, dan musik panting.

Orang yang baru datang dan membaca papan nama di depan rumah itu pastilah mengira Idrus adalah pegiat seni Jawa atau Melayu. Padahal sanggar milik Idrus ini justru menjadi salah satu wadah pelestarian seni tradisi Banjar dan Dayak Bakumpai, yang masih bertahan di Kalsel.

”Kalau di rumah, saya memang lebih dikenal sebagai petatamba (orang pintar dalam pengobatan alternatif),” katanya. Untuk kegiatan batatamba, Idrus melakukannya di ruang depan.

Akan tetapi, di kalangan pegiat tradisi adat dan kesenian di Kalsel, Idrus justru menjadi salah seorang pelestari tradisi Banjar dan Dayak Bakumpai. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala sudah beberapa kali mengirim Idrus dan tim keseniannya tampil di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Dua identitas

Di TMII mereka menampilkan berbagai tradisi pengobatan dan kesenian Banjar dan Bakumpai. Uniknya, tangan pria yang sudah dua kali menunaikan ibadah haji ini—dan memberangkatkan anak dan keluarganya berhaji sebanyak tujuh kali ini—mampu memadukan kepercayaan lama Dayak Bakumpai dengan tradisi Islam Banjar.

Dari kemampuannya inilah, Idrus bisa disebut sebagai sosok yang memiliki dua identitas, yakni sebagai seorang petatamba sekaligus pelestari seni tradisi Banjar dan Bakumpai. Bahkan, sebagian kegiatan batatamba itu ia lakukan dengan ritual tradisi dan seni budaya Dayak dan Banjar yang sudah sangat jarang digelar.

Kegiatan menyanggar banua atau babarasih banua, yakni tradisi ritual masyarakat Banjar dalam upacara selamatan kampung dengan menggelar pergelaran wayang kulit dan topeng Banjar untuk batatamba, misalnya, sudah jarang ditemukan di Kalsel. Idrus justru terus mempertahankannya. Kebanyakan warga yang meminta menggelar proses ini sebagai upaya mereka membersihkan berbagai perilaku buruk yang dapat menimbulkan bencana terhadap kampung atau keluarga mereka.

”Beberapa kampung di pinggiran Sungai Barito masih mempertahankan tradisi ini. Tetapi, yang pindah ke kota meminta digelar di sanggar saya,” katanya. Adapun yang memiliki hajat tertentu, seperti mengusir roh jahat tertentu, biasanya minta digelar wayang sampir.

Itulah sebabnya, ruang tamu dan ruang tengah rumah Idrus menjadi tempat utama menggelar berbagai tradisi tersebut. ”Jangan heran, rumah kami tidak ada kursi tamu. Yang ada cuma seperangkat gamelan, topeng, dan pakaian kesenian. Semuanya kami sediakan sendiri. Mereka yang meminta itu tidak hanya dari Kalsel, tetapi juga ada yang dari Kaltim dan Kalteng,” tuturnya.

Sebagian seni tradisi ini, katanya, tidak bisa dilakukan sembarang orang. Itu karena tradisi tersebut berasal dari warisan turun-temurun. Idrus adalah keturunan keenam yang melakukan kegiatan ini.

Orang Dayak Bakumpai seperti dirinya, kata Idrus, juga memiliki tradisi upacara badewa untuk menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti stres atau gila karena terkena guna-guna. Juga sulit jodoh karena ”dikerjai” oleh orang yang tidak suka, menderita penyakit yang sulit diobati karena terkena parangmaya,, yakni orang yang mati separuh badan, tangan mendadak tidak bisa digerakkan, badan membiru seperti terkena santet. Dengan ritual badewa inilah, Idrus berusaha menyembuhkan penyakit-penyakit yang muncul karena kekuatan magis tersebut.

Untuk batatamba dengan memainkan kesenian tradisional itu, Idrus tidak sendirian melakukannya. Tetapi, bersama sejumlah seniman yang tergabung dalam Sanggar Seni Sinar Pusaka, yang menjadi para penari, pemukul gong, babun (gendang), sarun dan kanung. Bahkan, beberapa seniman tradisional dari beberapa kampung di pinggir Sungai Barito juga dipanggil ikut bergabung.

”Kalau mau menggelar lengkap kegiatan ini, biayanya bisa belasan juta rupiah. Itu sebabnya, kami menyesuaikan dengan kemampuan pengundang. Yang penting, tim kesenian yang main bisa mendapat upah secukupnya,” katanya.

Untuk batatamba dengan pergelaran topeng wayang Banjar, biasanya juga dilengkapi sesaji sebanyak 41 macam kue. Selain itu, juga disediakan piduduk berupa sesaji mentah, seperti kelapa, beras, bawang merah, gula merang, benang dan jarum. Adapun pengobatan dengan upacara badewa dilakukan dengan prosesi mengundah roh leluhur dengan pembacaan mantra dan tari-tarian ritual Dayak Bakumpai mengelilingi pasien yang akan diobati.

Topeng wayang Banjar

Idrus, yang di kampung lebih dikenal dengan Haji Pa Rudi, (sebutan itu karena anak pertamanya bernama Rudi), menekuni prosesi berkesenian untuk pengobatan ini sejak tahun 1980-an. Ia mampu mempertahankan kesenian tradisional ini bukan karena mendapat bantuan dari pemerintah, melainkan dari warga yang datang untuk berobat.

Untuk perangkat 30 jenis topeng wayang Banjar, misalnya, Idrus mengaku membuatnya sendiri tahun 1994. Itu karena tahun 1990 puluhan topeng warisan keluarganya hilang. Adapun perangkat baju dan gamelan juga dibeli dari hasil pertunjukan ke beberapa kampung.

”Kami juga diberi sebuah mobil pick-up oleh seorang warga dari Surabaya setelah berhasil menyembuhkan sakit yang diderita anggota keluarganya. Dengan mobil inilah, kami masuk keluar kampung di pinggir Sungai Barito hingga ke daerah perbatasan Kalteng untuk mendatangi warga yang mengundang. Dengan cara inilah, kami masih bisa melestarikan seni tradisi Banjar dan Bakumpai ini,” ujarnya.

H IDRUS (PA RUDI)

• Umur: 50 Tahun • Istri: Hj Mama Rudi (50) • Anak: 1. H Rudi (37) 2. Hj Nanti (30) 3. Hj Rusmini (28) 4. Hj Mulyani (25)

Sumber :
Oleh M Syaifullah di
Kompas, 19 Desember 2009
http://m.kompas.com
hymunk - 05/01/2011 01:13 PM
#176
Upacara Adat Badewa
Upacara adat badewa adalah merupakan prosesi yang dilakukan oleh orang dayak bakumpai dalam melakukan pengobatan bagi mereka yang sakit akibat diganggu roh halus, parang maya (santet), palasit, dan juga bagi mereka yang sulit mendapatkan jodoh, penglaris dagang, dan sebagainya. Adapun proses upacara adat badewa adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan Alat ritual seperti topeng pantul, sangkala, panji, kelana, wayang dll.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

2. Mempersiapkan sesajen 41 macam

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

3. Batatabur atau memanggil roh-roh para leluhur yang diiringi dengan gamelan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

4. Setelah prosesi tersebut selesai maka mulailah melakukan pengobatan dengan bantuan roh leluhur yang telah dipanggil.


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


5. Setelah pengobatan tersebut selesai maka prosesi yang dilakukan adalah pengembalian roh-roh leluhur.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

sumber :
http://sanggarsenisinarpusaka.blogspot.com/2010/03/upacara-adat-badewa.html
hymunk - 05/01/2011 01:31 PM
#177
Tari Pantul
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Tari ini adalah merupakan tari tradisi dayak bakumpai (Kalimantan Selatan) yang dimana biasanya ditarikan pada upacara adat Batopeng Bawayang untuk menolak bala (babarasih kampung).

Tari ini biasanya dimainkan dalam bentuk teater cerita rakyat sekaligus untuk pengobatan bagi mereka yang sakit karena diganggu oleh roh halus akibat lupa dengan leluhurnya atau mereka sakit karena menolak menjadi seorang pardewa (orang yang bisa mengobati penyakit).

Dalam ritual adat tersebut, setiap penarinya haruslah memiliki garis keturunan dari penari-penari sebelumnya. Biasanya mereka mengenakan busana hitam atau kuning, yang juga melambangkan bahwa mereka termasuk keturunan penari Pantul.

Tarian yang kental dengan unsur magis ini, dimanfaatkan masyarakat Dayak Bakumpai sebagai media pengobatan penyakit kejiwaan, guna-guna, dan lain sebagainya.

Saat membawakan tarian ini, penari seperti kehilangan kesadarannya, semua gerakannya refleks, namun gerakan tariannya masih teratur.

Mereka diyakini digampiri makhluk alam sebelah, dan dengan bantuan makhluk tersebut, saat menari mereka diyakini mampu mengobati orang-orang yang sakit.

Selain itu, penari juga dapat mendeteksi orang yang sedang kena guna-guna, atau mempunyai ciri pertanda buruk, seperti ciri disambar buaya, disambar petir, mati lamas dan lainnya. Mereka juga dipercaya bisa membuang semua pertanda buruk tersebut.

Biasanya tarian ini dibawakan oleh lima orang, namun bisa juga dimainkan hingga tujuh orang. Tarian ini biasanya dimainkan oleh laki-laki, namun juga bisa dimainkan oleh perempuan, yang penting masih memiliki garis keturunan.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian Pantul biasanya berupa Sarun, Sarantam, Agung, Kanung, rebab dan lain sebagainya.

Ketua Sanggar Seni Sinar Pusaka Selidah, H Rudi mengatakan, ada ritual khusus yang harus dilakukan sebelum mebawakan tarian ini.

Dia menambahkan, biasa ritual khusus tersebut dilakukan dengan cara menyiapkan sesajen kepada makhluk alam sebelah yang berperan sebagai tabib tersebut.

"Kalau tarian ini dimainkan oleh perempuan, maka gaya atau gerakan perempuan tadi gesit, layaknya seorang pria," ujar H Rudi.

Jika seorang keturunan penari Pantul yang terpilih sebagai penari, namun tidak mau melaksanakan atau mengemban tugas untuk melestarikan tarian ini, maka diyakini orang tersebut akan mengalami gangguan kejiwaan, bahkan bisa gila.

Kesenian Bapantul di Kabupaten Tapin


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Kesenian Tradisional Bapantul merupakan hiburan segar yang jenaka dan mampu membuat penontonnya tertawa, padahal propertinya cukup sederhana, yang utamanya adalah sebuah topeng yang dipakai oleh seniman yang berperan tergantung dari karakteristik topeng tersebut.

Topeng ini bisanya bukan topeng tokoh pewayangan tetapi topeng yang menunjukkan mimik muka yang lucu dan jenaka, sehingga apabila orang yang melihatnya diharapkan akan langsung tertawa. Biasanya cerita yang ditampilkan adalah cerita sehari-hari dalam kehidupan masyrakatnya yang biasanya berhubungan dengan mata pencaharian masyrakat Tapin, seperti Paunjunan (orang yang senang memancing), Tukang Iwak (orang yang berjualan ikan), Panungkihan (orang yang mencari kayu) dan lain-lain.

Disamping pola ceritanya yang cukup sederhana, ada pula segi positif dari Kesenian Tradisional Bapantul, biasanya pemeran/pemain/seniaman dari kesenian ini membumbui ceritanya dengan pesan-pesan moral yang disampaikan untuk para penonton. Pesan moral ini bervariasi sesuai dengan perkembangan jaman yang ada, seperti pesan yang ditujukan untuk para generasi muda, bahwa mereka harus menjauhi obat-obatan terlarang dan belajar yang rajin agar mampu membangun bangsa ini.

Hal-hal inilah yang cukup unik dalam kesenian ini karena dalam kesenian tradisional biasanya hanya menampilkan ciri khas kesenian itu, baik itu unsur tradisionalnya, budaya, mistik, dan pola cerita. Kesenian Tradisional Bapantul memiliki akulturasi tersendiri dalam hubungan dengan yang menonton kesenian ini sehingga kesenian ini sangat berharga untuk dipertahankan dan cukup disayangkan untuk hilang.

Penari Topeng Kesurupan Pantul dan Sangkala


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


RATUSAN orang memadati Jalan Banyiur Luar RT 10, Kelurahan Basirih, Banjarmasin, Senin (2/1/2011) malam. Mereka sedang menyaksikan dua laki-laki yang sedang menari di atas panggung tapi dalam keadaan tak sadar.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Keduanya kerasukan roh halus ketika mengenakan topeng pantul dan sangkala. Namun, dua pria itu berangsur-angsur sadar setelah sesepuh kawasan Banyiur, Ara, menapung tawari mereka sembari membacakan doa.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Setelah kedua penari yang kesurupan mulai sadar dan turun dari panggung, penonton langsung berebut air yang telah disiapkan dan ditempatkan tidak jauh dari panggung.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Baik orangtua maupun anak-anak berebut mendapatkan air itu. Mereka membasuh muka dengan air yang diyakini membawa berkah itu.

Sebelum dua pria itu menari mengenakan topeng pantul dan sangkala, di atas panggung berukuran 4x3 meter itu, tujuh perempuan berlenggok gemulai. Mereka membawakan tarian Tujuh Bidadari. Ketujuh perempuan itu juga mengenakan topeng di wajahnya.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Alat musik babon, tenongan, gong, kerecek dan biola mengiringi gerakan tubuh para penari. Sesekali penonton bersorak dan bertepuk tangan melihat tarian itu.

Para penari sebelum naik ke panggung juga terlebih dulu ditapung tawari. "Istilahnya, kami pinjam dulu rohnya untuk menari. Setelah azan Subuh baru mengembalikan roh ke alam gaib," kata Ara, pria berusia 60 tahun.

Tradisi tari topeng di Kelurahan Basirih itu berlangsung turun temurun di keluarga Ara. Konon, tidak sembarang orang bisa membawakan tari topeng itu.

Anggota keluarga menggelar tradisi itu setelah turun bulan, maksdunya digelar pada akhir tahun atau awal tahun. Seperti pergelaran malam itu, dilaksanakan awal tahun karena sudah turun bulan.

Ara mengatakan, tujuan pergelaran itu untuk mengumpulkan seluruh anggota keluarga. Pihaknya meneruskan tradisi tetua sebelumnya, menggelar tari topeng setelah turun bulan.

"Ini hajatan tahunan, mengumpulkan keluarga yang jauh-jauh. Supaya semua beketahuan (saling mengenal), ada yang dari Tamban dan Mantuil," ujar Ara.

Menurut Ara, semua penari masih satu silsilah keluarga. Jika bukan, maka diyakini tidak bisa menari mengikuti alunan musik pengiringnya.

Seorang penari, Ayu mengatakan, tidak sulit belajar tari topeng. Menurut dia, tinggal menari melenggokkan badan sesuai mengikuti alunan musiknya. "Mudah saja menarinya, mengikuti alunan musik," kata perempuan berkulit putih itu.


sumber :
http://epaper.banjarmasinpost.co.id/
Banjarmasinpost.co.id
http://hardanika05.wordpress.com/
http://www.tribunnews.com/
http://sanggarsenisinarpusaka.blogspot.com/2010/03/tari-pantul.html
hymunk - 10/01/2011 12:20 PM
#178
Kayu Manis - Loksado, Dayak Meratus
Hasil Bumi di Indonesia sangat melimpah,karena begitu banyak ragamnya hingga sangat di kenal di dunia,salah satu Hasil Bumi itu adalah Kayu Manis,Kayu yang satu ini mempunyai fungsi yang tidak bisa dianggap remeh,Kayu Manis lebih sering digunakan untuk membantu menyehatkan dengan di jadikan obat bagi manusia.


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Kayu Manis adalah Rempah yang sangat strategis keberadaannya,untuk mengenal lebih jauh tentang Kayu Manis,dan bagaimana manfaat dari kayu manis.


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Kayu Manis adalah sebutan untuk tumbuhan yang menghasilkan kulit kayu yang terasa manis. Orang awam sering melihatnya dalam bentuk potongan kulit kayu berukuran kecil-kecil yang berwarna coklat, menggelung. Biasanya digunakan untuk bumbu dapur, dan sedikit sekali yang tahu bahwa fungsi lainnya adalah penyedap seduhan minuman kopi.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Menurut salah satu petani Kayu Manis di Balai Malaris, Dayak Meratus, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Kayu Manis layak dipanen jika berusia 10 tahun. Ketebalan kulitnya sudah mencapai sekitar 1 - 1,5 cm.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Ada dua cara memanen Kayu Manis, pertama ditebang dan yang kedua adalah dengan mengulitinya sebagian demi sebagian. Bayangkan kalo ditebang dan memerlukan waktu 10 tahun untuk bisa dipanen lagi.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Untuk menghasilkan Kayu Manis yang siap jual, petani perlu melakukan beberapa hal. Pertama, setelah Kulit Kayu Manis dipanen, maka dikerok atu dikerik dulu kulit luarnya hingga bersih dan yang terlihat hanya kulit dalamnya saja. Warnanya agak kekuningan layaknya kupasan kulit kayu lainnya.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Kedua, setelah dikerok maka Kulit Kayu Manis akan dijemur di bawah terik matahari. Jika hasilnya sudah bisa patah kering baru dijual. Kulit kemudian dijemur pada sinar matahari selama 2-3 hari sampai mencapai kadar air 10%, kulit kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Pegunungan Meratus yang membentang dan melintasi sejumlah kabupaten kaya akan plasma nuftah berupa tanaman obat yang berkualitas diantaranya tanaman kayu manis. Tanaman tersebut sebagian tumbuh alami sebagian lagi dibudidayakan oleh masyarakat Dayak Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan. Menurut Camat Loksaso Rumbingan, luasan areal hutan kayu manis di pegunungan Meratus diperkirakan mencapai 5 sampai 10 hektare yang didalamnya juga terdapat tanaman kemiri.

Untuk pemasaran kayu manis tersebut masyarakat pedagang sudah memiliki jaringan tersendiri dengan para pembeli sehingga untuk pemasaran nya sampai saat ini masih cukup baik. Kayu manis yang terdapat di kawasan pegunungan Meratus kecamatan Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan kayu manis dengan kualitas nomor satu, sehingga laku dicari kunsumen. Camat Rumbingan menjelaskan luasan areal kawasan hutan kayu manis di kawasan ini cenderung meningkat karena harganya yang relative sehigga memotivasi masyarakat untuk menanamnya.

Camat Rumbingan menambahkan masyarakat Dayak Loksado sangat menjaga kelestarian lingkungan dengan membentuk kelompok masyarakat mangunsiraksa yang bertugas menjaga kawasan hutan manis dan kemiri serta kelestarian anggrek yang ada di kawasan pegunungan tersebut

Dibawah ini ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan ramuan dari Kayu Manis :

• Sakit Perut
Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut serta menyembuhkan bisul hingga keakar - akarnya.

• Kembung
Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu yang diminum bersama kayu manis panas dapat membuat nafas tetap segar sehari penuh. Orang Amerika Selatan biasa meminum ramuan tersebut dipagi hari.

• Sakit Kepala dan Sinus
Minum campuran madu dan jus jeruk dapat menyembuhkan sakit kepala karena sinus.

• Kelelahan
Warga usia lanjut yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan ukuran sama, terbukti lebih waspada dan fleksibel. Penelitian Dr. Milton membuktikan 1/2 sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburkan bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalis tubuh dalam seminggu. Ramuan tersebut diminum setiap hari setelah menggosok gigi dan jam 3 sore pada saat vitalis tubuh menurun.

• Kelebihan Berat Badan
Minum segelas air yang direbus bersama madu dan bubuk kayu manis
setiap pagi 1/2 jam sebelum sarapan atau saat perut masih kosong. Bila dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, bahkan bagi orang yang sangat gemuk. Minum ramuan ini secara teratur akan mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, meski tetap makan makanan kalori tinggi.

• Influenza.
Ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi kandungan alam yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu. Maka minumlah madu ketika akan flu.

Nah kalau sudah demikian tak heran kebutuhan tentang Kayu Manis semakin hari semakin dibutuhkan,terutama di Negara lain peran Kayu Manis tak tergantikan..

Masyarakat Dayak Meratus Balai Adat Malaris Loksado Kalimantan Selatan kini dapat tersenyum gembira. Ini setelah kayu manis yang merupakan salah satu produk utama pertanian di kawasan ini (selain karet dan padi – red) mendapatkan sertifikat organis SNI dari PT BIOCert Indonesia. Penyerahan sertifikat secara simbolis ini diberikan pada tanggal 26 Mei 2010 lalu di Jakarta berbarengan dengan Agro and Expo 2010. Keberhasilan mendapatkan sertifikat organis ini adalah buah dari kerja keras para petani kayu manis Balai Malaris yang selama kurang lebih 2 tahun telah mengajukan permohonan sertifikasi kepada PT BIOCert Indonesia dengan difasilitasi oleh Yayasan Cakrawala Indonesia, Kalimantan dan Aliansi Organis Indonesia, Bogor

Di Kalimantan, Loksado adalah merupakan sentra kayu manis (Balai Malaris adalah salah satu dari 40 Balai di Loksado yang memiliki stok produksi kayu manis sekitar 80 ton – red). Sedangkan untuk Kecamatan Loksado sendiri, kapasitas produksi kayu manisnya mencapai 50 ton/bulan.

Kegiatan untuk mendapatkan sertifikat organik SNI ini adalah sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi kayu manis di kawasan ini guna didorong ke pasar ekspor. Harapannya, dengan mendapatkan sertifikat organis nasional dan Eropa, kayu manis Loksado mampu memberikan kontribusi ekonomi untuk masyarakat lokal. Semoga...

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Hubungi: Pondok Informasi Mangku Raksa, Balai Malaris Dayak Meratus, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Atau jika anda berminat melakukan wisata ke loksado, anda bisa menghubungi:
yayasan cakawala hijau indonesia ( YCHI )
05114774335



sumber ;
http://www.facebook.com/album.php?aid=50323&id=100000228164940
http://ychi.org
http://riza6315.multiply.com
http://www.rribanjarmasin.info
http://baltyra.com
http://tbrajamusti.blogspot.com
http://www.kalbe.co.id
http://www.hasilbumi.com
http://www.bi.go.id
http://travel-report-fromyuni.blogspot.com
http://muhammad.student.umm.ac.id
hymunk - 18/01/2011 06:45 PM
#179
Rumah Banjar, sejarah, kontruksi, filosofi dan bahan bangunan
Spoiler for sejarah perkembangan rumah banjar
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for kontruksi rumah banjar
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for filosofi rumah banjar
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for teknologi bahan rumah banjar
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan


Spoiler for teknologi bahan rumah banjar
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



sumber :
http://isalliv8.blogspot.com
hymunk - 22/01/2011 10:55 AM
#180
Intan dari Kalimantan Selatan
Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Tambang intan Kalimantan Selatan menyimpan banyak kandungan intan yang besar, akan tetapi tidak setiap saat bisa ditemukan. Yang bisa diperoleh setiap harinya hanyalah intan-intan kecil yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kadang-kadang dalam beberapa hari pendulang intan tidak dapat menemukan intan sama sekali. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk bekerja mencari rezeki karena untuk menemukan intan yang diidam-idamkan sifatnya adalah untung-untungan. Baik bekerja keras atau seadanya saja, kalau sudah sampai rezekinya, maka hasillah apa yang mereka idam-idamkan. Begitulah resikonya jadi pendulang intan.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Penambang artinya pekerjaan yang dilakukan seseorang berkenaan dengan penggalian tanah, intan adalah mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal, atau alotrop, dari karbon. Intan terkenal karena memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuannya mendispersikan cahaya. Sifat-sifat ini yang membuat intan digunakan dalam perhiasan dan berbagai penerapan di dalam dunia industri.

Penambangan intan merupakan sektor andalan dalam bidang perekonomian Kalimantan Selatan, dimana daerah Banjarmasin adalah daerah yang paling kaya akan intan, khususnya di daerah Cempaka yang merupakan daerah yang paling banyak ditemukan intan.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Bagi penduduk Desa Cempaka, mendulang intan merupakan mata pencaharian turun temurun. Para pendulang biasanya berkelompok-kelompok mengali lobang pada kedalam sekitar 10-12 meter dengan menggunakan perkakas tradisional dan metode lama.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Mereka bekerja keras mengadu nasib. Bahan galian tersebut selanjutnya dicuci untuk mencari sebutir Intan, terkadang pendulang menemukan pula Batu Akik dan Pasir Emas.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Cempaka adalah kawasan penambangan intan dan emas yang terletak 47 km dari Kota Banjarmasin dan 7 km dari Kota Banjarbaru.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Di tempat ini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para pekerja mencari Intan atau Emas di lobang-lobang penuh galian dan penuh lumpur. Dari catatan sejarah di tambang ini pernah ditemukan intan terbesar seberat 20 karat pada tahun 1846, rekor ini kemudian dipecahkan pada tahun 1850 dengan ditemukannya intan yang lebih besar lagi seberat 167,5 karat.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Intan yang ditemukan kemudian dibawa ke Martapura untuk dibersihkan dan digosok, di jantung Kota Martapura banyak ditemukan rumah-rumah tempat penggosokan intan baik secara tradisional maupun modern


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Setidaknya dalam satu dekade, Kota Martapura dikenal hingga mancanegara, karena kekayaan batu mulianya yang sangat melegenda. Namun, menyajikan kilauan intan yang mempesona, ternyata harus mengorbankan banyak hal. Kerusakan lingkungan sekitar salah satunya.

“Jangan lupa lihat permata, murah-murah, lho”, demikian pesan teman-teman, begitu tahu saya akan berkunjung ke Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Martapura. Sejak jaman dahulu, propinsi ini sangat terkenal dengan permatanya. Mencari permata, intan, atau berlian kurang lengkap rasanya jika tidak mendatangi pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kabupaten Banjar. Di sinilah, beragam jenis batu-batu mulia itu mudah ditemukan.

Selain itu, hal lain yang membuat pertokoan ini cukup terkenal, yakni harga yang ‘miring’ dibanding di tempat lain dan dekat dengan pendulangan intan sehingga terjamin keasliannya. Sebagai tambahan informasi, berlian merupakan intan yang sudah dikikis bagian luarnya. Sedikitnya setengah bagian dari intan harus dibuang untuk menghasilkan batu berlian yang berkilau.

Spoiler for batu permata


Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan



Kebanyakannya intan yang masih mentah atau sudah digosok diperjualbelikan di Kota Martapura. Ada dua macam cara orang berjualan intan di Marapura ini. Yang pertama, dijual di pusat pertokoan permata. Yang cukup terkenal adalah Pusat Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS).

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Di tempat ini dijual berbagai macam jenis permata dari yang harganya murah sampai yang harganya selangit. Selain permata, di pertokoan CBS juga dijual bermacam aksesories, kerajinan tangan, khas daerah sampai kepada ramuan obat dari Kalimantan seperti pasak bumi.

Cara yang kedua adalah yang dikenal di kota Martapura dengan sebutan PembalantikaN Intan. Sistem dagang seperti ini tidak memajang intan dagangan mereka di sebuah toko, tapi intan-intan itu disimpan di dompet atau kantong mereka. Para penjual ini biasanya bergerombol di suatu tempat sambil memamerkan intan-intan kepunyaan mereka kepada orang yang berminat. Mudah saja untuk menemukan para pedagang ini di Kota Martapura. Tanya saja setiap orang yang berjualan di pasar Martapura pasti mereka tahu tempatnya.

Oleh karena di kota ini banyak ditemukan intan dan merupakan tempat jual beli intan yang terkenal di Indonesia, maka Martapura pun mendapat julukan Kota Intan.

Di Martapura juga terdapat tambang intan yang terkenal di Pengaron, dimana pada masa pendudukan Belanda tambang intan di Pengaron adalah penghasil intan terbanyak, tambang intan tersebut adalah Orange Nassau.
Baru-baru ini, penambang di Kabupaten Banjar menemukan intan mentah sebesar pentol bakso. Kelompok pendulang intan tradisonal menemukannya di kedalaman 15 meter di Desa Antaraku, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

Beratnya mencapai 40 gram, penambang mengatakan ukurannya 200 karat. Diberi nama Puteri Malu, intan ini penemuan terbesar setelah intan Trisakti tahun 1965 seberat 33 gram. Bagi seorang penambang, menemukan intan besar belum tentu membawa kemakmuran baginya. Penambang intan ibarat seorang buruh tani, hidup miskin bertahan hidup dari utang.

Kabar ini membuat Desa Antaraku ramai dikunjungi para wartawan media cetak dan elektronik padahal menuju desa ini harus menempuh perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Banjar dengan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dan mesti melewati jalan yang terbilang tidak mudah, namanya juga di gunung.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

Kediaman H. Irsa yang berjarak 500 m dari tempat intan putri malu yang didapat sangatlah sederhana, kehidupan warganya sangat religius dan agamis dengan kehidupan yang rukun, aman dan tentram.

Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan

H. Irsa mengisahkan, intan yang ditemukannya sebesar 200 karat ini memiliki kelebihan dari intan-intan yang pernah ditemukan, karena bentuknya yang bulat bundar juga melebihi berat intan tri sakti yang beratnya hanya 169 karat yang ditemukan pada tahun 1969 di Desa Pumpung Cempaka.

sumber :
http://jackoagun.multiply.com/journal/item/43/Potret_Kelam_Intan_Cempaka
http://nanagina.student.umm.ac.id/2010/07/29/martapura-kota-intan/
http://tambangkalimantan.blogspot.com/
http://tpmkalimantan.wordpress.com/2008/10/05/shame-princess-diamond/
http://jalanjalanterus.wordpress.com/2008/06/22/
http://www.flickr.com/photos/jantomarzuki/
http://muhammadmarcohidayat.wordpress.com/2009/04/23/penambangan-intan-di-kalimantan-selatan/
http://penyair-kalsel.blogspot.com/2010/11/nasib-intan-trisakti.html
http://zamrud-khatulistiwa.or.id/?p=989
http://www.facebook.com/album.php?aid=2091970&id=1092890726
http://www.facebook.com/album.php?aid=23742&id=1484147259&page=22
http://www.facebook.com/album.php?aid=2076643&id=1003230454
Page 9 of 15 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Selatan > Informasi Umum Propinsi Kalimantan Selatan