Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > Company Analysis, The Heart of Stock Fundamental Analysis
Total Views: 136304 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 139 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

handyputranto - 06/07/2010 06:36 PM
#41

Quote:
Original Posted By firebolt77
Ijin nongkrong gan...
Ane uda ikutin tulisan suhu dunkz dari sejak thread reksadana n threadnya Nikkentobi. Emang top suhu satu ini.

Tertarik soal GJTL, harga karet khan lagi naik gila2an nih....kyknya Q2 ga akan kinclong deh nih...


setuju gan, saya udah ambil GJTL buat longterm ini. hmm, mungkin suhu disini ada yang bisa kasih kisaran harga atas nya berapa buat TP nya?


tanya, laporan keuangan kuarter bulan apa yah keluar?
Xendas - 06/07/2010 09:31 PM
#42

Quote:
Original Posted By devangel
bro dunkz setelah lihat analisa tentang PGAS, data2 seperti bidang usaha, supplier, adanya potensi defisit gas, pangsa pasar sepertinya koq gak semua ada di LK ? ada source lain untuk dapat informasi fundamental seperti ini ya ?


coba cek annual report perusahaan terkait gan, biasanya data seperti market share & potensinya dicantumin disitu

Quote:
Original Posted By handyputranto
tetep aja lumayan gan, denger2 permintaan ban dari michelin meningkat dari 20% jadi 30%. artinya growth nya bakal meningkat jauh. salut buat perusahaan ini...

bisa tolong diitungin harga wajarnya ga gan?
ane masih belajar, takutnya hasilnya salah hammer:


emang tetep bagus gan D, cuman hati2 sama kurs. Kalo rupiah melemah malah bisa jadi rugi kurs gan nohope:. kalo untuk harga wajarnya, coba tanya TS deh.. gw juga bingung proyeksinya gmn kalo ada unsur yang fluktuatif kek gini. kalo gw sih cenderung cuman proyeksi maksimal 1 tahun kalo mau masukin unsur non-recurring items kek macem laba/rugi kurs.

Untuk penutupan 2010 ini, GJTL so far masih oke lah. proyeksi USD/IDR menurut gw, dia masih akan dapat untung kurs di tahun 2010 ini. PER sekarangnya aja masih kecil bgt
handyputranto - 06/07/2010 09:54 PM
#43

Quote:
Original Posted By Xendas
coba cek annual report perusahaan terkait gan, biasanya data seperti market share & potensinya dicantumin disitu



emang tetep bagus gan D, cuman hati2 sama kurs. Kalo rupiah melemah malah bisa jadi rugi kurs gan nohope:. kalo untuk harga wajarnya, coba tanya TS deh.. gw juga bingung proyeksinya gmn kalo ada unsur yang fluktuatif kek gini. kalo gw sih cenderung cuman proyeksi maksimal 1 tahun kalo mau masukin unsur non-recurring items kek macem laba/rugi kurs.

Untuk penutupan 2010 ini, GJTL so far masih oke lah. proyeksi USD/IDR menurut gw, dia masih akan dapat untung kurs di tahun 2010 ini. PER sekarangnya aja masih kecil bgt


ooh kalo rupiah menguat dia masih untung ya gan?
hmm kira2 aja gan, akhir 2010 tembus ga 1000?


PER kecil sih, kan dia industri gan. emang kurs ngaruh bgt yah?
trus bukanya kalo harga karet naik malah susah ya? secara bahan baku gitu
tolong suhu penjelasanya..
Xendas - 06/07/2010 10:40 PM
#44

Quote:
Original Posted By handyputranto
ooh kalo rupiah menguat dia masih untung ya gan?
hmm kira2 aja gan, akhir 2010 tembus ga 1000?


PER kecil sih, kan dia industri gan. emang kurs ngaruh bgt yah?
trus bukanya kalo harga karet naik malah susah ya? secara bahan baku gitu
tolong suhu penjelasanya..


coba bantu ngitung deh. itung-itung latihan dari cara yang TS punya \)

asumsinya
1. gara-gara harga karet naik, kenaikan permintaan ban jadi gak ngaruh. Sehingga, pertumbuhan tetep pada proyeksi 4 tahun belakangan (dihitung pake compound annual growth rate atau CAGR).
2. 1 USD = 9000 IDR di akhir tahun

proyeksinya jadi:

Sales..........................8,983,692,858,674
COGS..........................6,921,738,550,243
gross margin.................2,061,954,308,431
adm expenses...............765,875,858,284
operating profit margin....1,296,078,450,147
interest..........................195,750,000,000
gain on forex...................152,250,000,000
EBIT...........................1,252,578,450,147
Tax.............................379,903,284,167
Net Income...................872,675,165,979

EPS = 250.4233144
(sorry berantakan, males mindahin tabelnya D)

dengan EPS 250, hanya butuh PER 4 untuk tembus Rp 1.000

sangat rasional menurut gw hanya untuk tembus Rp.1000 D
handyputranto - 07/07/2010 12:45 AM
#45

Quote:
Original Posted By Xendas
coba bantu ngitung deh. itung-itung latihan dari cara yang TS punya \)

asumsinya
1. gara-gara harga karet naik, kenaikan permintaan ban jadi gak ngaruh. Sehingga, pertumbuhan tetep pada proyeksi 4 tahun belakangan (dihitung pake compound annual growth rate atau CAGR).
2. 1 USD = 9000 IDR di akhir tahun

proyeksinya jadi:

Sales..........................8,983,692,858,674
COGS..........................6,921,738,550,243
gross margin.................2,061,954,308,431
adm expenses...............765,875,858,284
operating profit margin....1,296,078,450,147
interest..........................195,750,000,000
gain on forex...................152,250,000,000
EBIT...........................1,252,578,450,147
Tax.............................379,903,284,167
Net Income...................872,675,165,979

EPS = 250.4233144
(sorry berantakan, males mindahin tabelnya D)

dengan EPS 250, hanya butuh PER 4 untuk tembus Rp 1.000

sangat rasional menurut gw hanya untuk tembus Rp.1000 D


mantap gan, ternyata pilihan gw tepat secara fundamental.
thx ya gan, sampe repot2 diitungin nih.


saya juga sambil nyambi belajar gan, semoga dalam waktu dekat bisa selevel sama suhu \)


Thx ganiloveindonesia
kurokyfanatic - 07/07/2010 03:09 AM
#46

gan minta petunjuknya...
saya masih newbie nih dalam saham....
saya kan maennya daily trading nih gan...
jadi lebih make analisis teknikal...
saya masih bingung nih sama analisis fundamental. biasanya kan analisis fundamental untuk long-term,jadi kyak gak berlaku ketika daily trading...bener gak ya??
mohon petunjuknya gan...


iloveindonesia
hidup investor

salam suksesilovekaskus
gubigubs - 07/07/2010 02:13 PM
#47

Quote:
Original Posted By dunkz

Berikut adalah cuplikan angka-angka yang diperoleh dari data historis laporan keuangannya:

Company Analysis, The Heart of Stock Fundamental Analysis

Secara mengesankan selama 5 tahun terakhir ini, revenue dan laba bersih CPIN terus mengalami peningkatan. Momentum ini dibarengi dengan turunnya Debt to Equity ratio (D/E ratio) dari 2,92 pada tahun 2008 menjadi hanya 0,82 pada tahun 2009. Ditambah dengan mantapnya Return on Equity (ROE) dari tahun ke tahun, maka kombinasi hal-hal tersebut membuat saya mau tak mau memandang CPIN sebagai sasaran investasi yang potensial. Mungkin hanya satu hal yang agak mengganjal, yaitu profit marginnya yang hanya 11,08% yang seharusnya bisa di-offset dengan pertumbuhan laba bersih ke depannya.



apa ada link lain untuk dapatin laporan keuangan suhu, selain di website perusahaannya? soalnya di website CPIN cuma ada yang 2008 & 2009.
firebolt77 - 07/07/2010 02:57 PM
#48

Quote:
Original Posted By gubigubs
apa ada link lain untuk dapatin laporan keuangan suhu, selain di website perusahaannya? soalnya di website CPIN cuma ada yang 2008 & 2009.


Coba ke http://idsaham.com
gubigubs - 07/07/2010 06:15 PM
#49

Quote:
Original Posted By firebolt77
Coba ke http://idsaham.com


makasih gan,, langsung cek tkp... ngacir:ngacir:ngacir:
Calmaja - 07/07/2010 09:00 PM
#50

Quote:
Original Posted By Xendas
coba bantu ngitung deh. itung-itung latihan dari cara yang TS punya \)

asumsinya
1. gara-gara harga karet naik, kenaikan permintaan ban jadi gak ngaruh. Sehingga, pertumbuhan tetep pada proyeksi 4 tahun belakangan (dihitung pake compound annual growth rate atau CAGR).
2. 1 USD = 9000 IDR di akhir tahun

proyeksinya jadi:

Sales..........................8,983,692,858,674
COGS..........................6,921,738,550,243
gross margin.................2,061,954,308,431
adm expenses...............765,875,858,284
operating profit margin....1,296,078,450,147
interest..........................195,750,000,000
gain on forex...................152,250,000,000
EBIT...........................1,252,578,450,147
Tax.............................379,903,284,167
Net Income...................872,675,165,979

EPS = 250.4233144
(sorry berantakan, males mindahin tabelnya D)

dengan EPS 250, hanya butuh PER 4 untuk tembus Rp 1.000

sangat rasional menurut gw hanya untuk tembus Rp.1000 D


Mungkin gambaran ini bisa untuk alternatif tambahan gan:

Karena laba / rugi kurs bukan dari kinerja ops. perusahaan, bgm kalo dihilangkan saja (walau Gjtl punya sebagian natural hedging karena sebagian penjualan berupa ekspor).

Biaya bunga saat ini merupakan efek lanjut dari restrukturisasi obligasinya, jd bukan dari tingkat bunga yg wajar (saat ini dikenakan 5% p.a. sd 20 Jul'11 yg berangsur naik menjadi 10.25% p.a. mulai 21 Jul'13). Untuk perhitungan profit ke depan, sebaiknya diasumsikan menggunakan tingkat bunga wajarnya.

Pada buku th 2008 Gjtl mencatat rugi cukup besar, disebabkan antara lain rugi kurs dan tingginya COGS (Gross profit margin 2008 = 14.25% dibandingkan th 2009 = 22.95%). Rendahnya COGS tidak terlepas dari rendahnya harga bahan baku.
Harga karet alam saat ini (07 Jul'10) RSS3 = US$ 347.85 / 100kg dibandingkan akhir th 2009 = US$ 287.75 / 100kg (harga rata2 th 2009 tentunya lebih rendah). Bahkan pernah mencapai US$ 386.05 / 100 kg di May'10.
http://rubberboard.org.in/Internationalrubberprice.asp?month=7&year=2010&submitmonth=Go

Karet alam merupakan faktor cukup signifikan, 40% - 60% dari biaya produksi, keunggulan yg dimiliki adalah Gjtl jg produsen karet sintetis tapi jg ada kenaikan biaya mengingat based bahan bakunya adalah minyak.

Ini hanya tambahan dasar pertimbangan, bukan bermaksud menjelek2kan Gjtl ya (ane sendiri jg punya koq \) ).
Karena kondisi pasar umumnya sangat dinamis, jd ane ngk cukup pede untuk pakai proyeksi usaha jangka panjang diterjemahkan menjadi angka malu:
Calmaja - 07/07/2010 09:10 PM
#51

Quote:
Original Posted By kurokyfanatic
gan minta petunjuknya...
saya masih newbie nih dalam saham....
saya kan maennya daily trading nih gan...
jadi lebih make analisis teknikal...
saya masih bingung nih sama analisis fundamental. biasanya kan analisis fundamental untuk long-term,jadi kyak gak berlaku ketika daily trading...bener gak ya??
mohon petunjuknya gan...

iloveindonesia
hidup investor

salam suksesilovekaskus


Menurut ane sih bukan ngk ada gunanya ya gan, setidak2nya kalo kita nyangkut tetap agak tenang kalo kita percaya kita beli di harga cukup murah ngacir:
Xendas - 07/07/2010 09:15 PM
#52

Quote:
Original Posted By Calmaja
Mungkin gambaran ini bisa untuk alternatif tambahan gan:

Karena laba / rugi kurs bukan dari kinerja ops. perusahaan, bgm kalo dihilangkan saja (walau Gjtl punya sebagian natural hedging karena sebagian penjualan berupa ekspor).

Biaya bunga saat ini merupakan efek lanjut dari restrukturisasi obligasinya, jd bukan dari tingkat bunga yg wajar (saat ini dikenakan 5% p.a. sd 20 Jul'11 yg berangsur naik menjadi 10.25% p.a. mulai 21 Jul'13). Untuk perhitungan profit ke depan, sebaiknya diasumsikan menggunakan tingkat bunga wajarnya.

Pada buku th 2008 Gjtl mencatat rugi cukup besar, disebabkan antara lain rugi kurs dan tingginya COGS (Gross profit margin 2008 = 14.25% dibandingkan th 2009 = 22.95%). Rendahnya COGS tidak terlepas dari rendahnya harga bahan baku.
Harga karet alam saat ini (07 Jul'10) RSS3 = US$ 347.85 / 100kg dibandingkan akhir th 2009 = US$ 287.75 / 100kg (harga rata2 th 2009 tentunya lebih rendah). Bahkan pernah mencapai US$ 386.05 / 100 kg di May'10.
http://rubberboard.org.in/Internationalrubberprice.asp?month=7&year=2010&submitmonth=Go

Karet alam merupakan faktor cukup signifikan, 40% - 60% dari biaya produksi, keunggulan yg dimiliki adalah Gjtl jg produsen karet sintetis tapi jg ada kenaikan biaya mengingat based bahan bakunya adalah minyak.

Ini hanya tambahan dasar pertimbangan, bukan bermaksud menjelek2kan Gjtl ya (ane sendiri jg punya koq \) ).
Karena kondisi pasar umumnya sangat dinamis, jd ane ngk cukup pede untuk pakai proyeksi usaha jangka panjang diterjemahkan menjadi angka malu:


interest yang dihitung udah 5% dari obligasinya kok gan D .untung kurs disini saya masih berani hitung karena cuman buat proyeksi jangka pendek. Kalo buat proyeksi jangka panjang saya ga akan berani masukin item-item non-recurring. Sama kok, saya jg ga akan pede untuk masukin angka buat proyeksi jangka panjang nohope: jadinya pake proyeksi jangka pendek D

saya juga hanya membantu memberikan jawaban kok, thx atas tambahan dan masukannya
Calmaja - 07/07/2010 09:18 PM
#53

Quote:
Original Posted By Xendas
interest yang dihitung udah 5% dari obligasinya kok gan D .untung kurs disini saya masih berani hitung karena cuman buat proyeksi jangka pendek. Kalo buat proyeksi jangka panjang saya ga akan berani masukin item-item non-recurring. Sama kok, saya jg ga akan pede untuk masukin angka buat proyeksi jangka panjang nohope: jadinya pake proyeksi jangka pendek D

saya juga hanya membantu memberikan jawaban kok, thx atas tambahan dan masukannya


Sorry ya gan, maksud ane kalo 5% itu terlalu rendah untuk perhitungannya, karena itu untuk antisipasi seandainya mengalami kesulitan pembayaran lg (sesuai kondisi saat restrukturisasi). Jd untuk gambaran "pahitnya", mungkin lebih ideal kalo dipakai 10.25% nya D

Btw, thanks buat ilustrasinya gan.
dunkz - 09/07/2010 05:58 PM
#54

cpin sudah mencapai target. kelebihan malah. penutupan hari ini 4175.ada yg sudah dapat info lapkeu q2 cpin?Company Analysis, The Heart of Stock Fundamental Analysis
Calmaja - 10/07/2010 06:15 PM
#55

Quote:
Original Posted By dunkz
cpin sudah mencapai target. kelebihan malah. penutupan hari ini 4175.ada yg sudah dapat info lapkeu q2 cpin?Company Analysis, The Heart of Stock Fundamental Analysis


Biasanya sih termasuk yg tertib keluarnya diakhir bulan \)
kodokgoreng1 - 11/07/2010 05:20 PM
#56

Quote:
Original Posted By dunkz

LANGKAH 5: Menentukan berapa harga yang pantas dibayarkan untuk mendapatkan return yang layak

Jika kita memasukkan uang kita dalam deposito, berapakah return per tahun yang akan kita dapatkan? Saat ini kita akan memperoleh return dari deposito sekitar 8-9% per tahun. Karena kita ingin berinvestasi di saham, tentu saja kita menuntut return yang lebih tinggi dari itu karena kita telah mengambil risiko yang lebih tinggi. Kelebihan return tersebut dinamakan risk premium. Di AS, risk premium rata-rata adalah 4.91%. Untuk Indonesia terdapat tambahan country risk premium sebesar 5.25%. Jadi total risk premium yang akan kita gunakan adalah 10.16% (Nasib, nasib. Tinggi bener country risk Indonesia yah \( ). Data tersebut dapat kita dapatkan dari sini. Dengan menambahkan total risk premium (10.16%) dengan suku bunga deposito (8%), maka return yang layak untuk berinvestasi di saham adalah sebesar 18.16% per tahun.


keren banged bro dunkz.. tulisannya selalu menggigit..
iloveindonesia

mau nambahin dikit nih, di RFR setau saya ada pajaknya..
misalnya skrg ini BI Rate 6.5%. berarti stlh dipotong pajak 20%
jadinya 5.2%..

supaya lebih adil, deviden nya dipotong juga D
10% bukan ya ?

Correct me if I'm ngawur...
dunkz - 11/07/2010 11:23 PM
#57

Quote:
Original Posted By Calmaja
Biasanya sih termasuk yg tertib keluarnya diakhir bulan \)


Kalo udah ada yg punya tlg share yah \)

Quote:
Original Posted By kodokgoreng1
keren banged bro dunkz.. tulisannya selalu menggigit..
iloveindonesia

mau nambahin dikit nih, di RFR setau saya ada pajaknya..
misalnya skrg ini BI Rate 6.5%. berarti stlh dipotong pajak 20%
jadinya 5.2%..

supaya lebih adil, deviden nya dipotong juga D
10% bukan ya ?

Correct me if I'm ngawur...


Bener gan. Teliti sekali \)
SuperDong - 13/07/2010 12:31 AM
#58

Very nice Thread.....thumbup:
Gue ikutan subscribe dsn yah....\)
dunkz - 14/07/2010 10:32 AM
#59

Silakan pak momod \)
salep99 - 14/07/2010 09:55 PM
#60

wah kebetulan nih ada trit begini..nubi dalam hal saham..kebetulan tugas akhir ane menyinggung ini\)

gan ane mau nanya, sebenernya pengaruh DER tuh gimana ya ke penilaian harga saham..misal kalo DER nya tinggi/rendah..
confused:confused:malu:
Page 3 of 139 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > Company Analysis, The Heart of Stock Fundamental Analysis