MELEK HUKUM new
Home > CASCISCUS > MELEK HUKUM new > ### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
Total Views: 28471 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 67 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

f4rr4h4idid - 12/08/2010 09:42 AM
#81

Penikmat_Cendol - 16/08/2010 09:46 AM
#82

Klo ada yang mau tanya bisa di trit atau PM
gvn - 11/09/2010 10:42 PM
#83

Permisi gan, mau tanya nih.
Paman ane,sebut saja E, punya sebidang tanah beserta bangunan hak milik yg dibeli sekitar tahun 1980an dari sebut saja si D. Surat2 resmi lengkap beserta surat ukur tanah dari bpn.
5 tahun lalu 2005 an, paman ane digugat oleh pemilik lama tanah sebut saja si A.
Jadi sejarahnya adl :
-Sekitar tahun 1970an, si A ditahan karena tindakan kriminal, pd saat itu si A tidak mampu membayar hutangnya pd leasing karena ditahan. Sehingga leasing meminta surat pernyataan dari si A utk melelang tanah dan bangunan tsb.
-Hak milik tsb lalu dibeli si B, sekian tahun kemudian di beli lagi oleh si C, sekian tahun kemudian dibeli lagi oleh di D, tahun 1980an dibeli oleh paman saya dari tangan si D. beberapa tahun kemudian dihibahkan kenama anaknya (sebut saja F)

Tahun 2005, D,E,F dan BPN, digugat oleh si A. Salah satunya dgn alasan si A dipaksa tanda tangan dalam keadaan tidak sehat.

-Di pengadilan perdata lokal, DEF dan bpn dimenangkan oleh pengadilan.
-A naik banding. pengadilan perdata kedua, si A yg dimenangkan.

-DEF dan BPN, naik banding lagi ke wilayah (tingkat profinsi)
di profinsi, DEF dan BPN dimenangkan pengadilan.

-A naik banding ke pusat (apa yah disebutnya, mahkamah agung?)
ditingkat pusat, DEF dimenangkan oleh pengadilan lagi. keputusannya baru keluar baru baru ini.

Pertanyaannya:
1. Mengapa kok bisa setelah sekian puluh tahun, kepemilikan atas tanah kita digugat sembarang orang? Sehingga menguras (membuang) waktu dan tenaga hanya utk mengurusi (mempertahankannya), tentunya di samping uang yg lumayan banyak terkuras, sebab tanpa uang, sudah pasti paman saya kana dikalahkan walau secara hukum surat suratnya sah dan lengkap.

2. Waktu 5 tahun bukanlah waktu yg sebentar, kenapa sampe perlu waktu 5 tahun hanya utk menekankan bahwa paman saya memang pemilik yg sah?

3. Bisakah paman saya menuntut balik? dakwaan apa yg bisa di keluarkan pada si A? Dan apakah HARUS mengeluarkan uang lagi utk melakukan penuntutan kepada si A ini?

4. BPN pun tidak bisa apa apa dalam kasus ini. Secara hukum,dimana tanggung jawab dan buat apa BPN ditunjuk sebagai yg mengurusi pertanahan di negri kita? Toh percuma BPN bikin surat sah resmi saja, masih bisa di gugat orang lain!

5.Dengan larinya dari tanggung jawab, BPN ini apakah bisa dituntut sebagai pihak yg telah bikin susah E dan F.

6.Dengan keputusan dari mahkamah agung pusat, apakah si A bisa menuntut/naik banding lagi? Apakah bisa si A menuntut dgn alasan lain utk obyek tanah yg sama?

Segitu aja dulu gan. Sudah banyak sekali uang dan waktu yg dikeluarkan, namun kami masih belum yakin apakah keputusan itu bener bener sah dalam arti tidak bisa digangu gugat lagi (maksudnya bukan hanya sekarang, namun berpuluh puluh tahun kedepan nya).

Trima kasih.
Gronggi - 14/09/2010 06:13 PM
#84

Gan bisa bantu masalah pertada juga?
mengenai penipuan yang mengakibatkan sengketa rumah juga
bisa bantu ane juga kalo sewaktu2 turun ke pengadilan gan?
pliss help me \(\(
Penikmat_Cendol - 14/09/2010 10:33 PM
#85

Quote:
Original Posted By gvn
Permisi gan, mau tanya nih.
Paman ane,sebut saja E, punya sebidang tanah beserta bangunan hak milik yg dibeli sekitar tahun 1980an dari sebut saja si D. Surat2 resmi lengkap beserta surat ukur tanah dari bpn.
5 tahun lalu 2005 an, paman ane digugat oleh pemilik lama tanah sebut saja si A.
Jadi sejarahnya adl :
-Sekitar tahun 1970an, si A ditahan karena tindakan kriminal, pd saat itu si A tidak mampu membayar hutangnya pd leasing karena ditahan. Sehingga leasing meminta surat pernyataan dari si A utk melelang tanah dan bangunan tsb.
-Hak milik tsb lalu dibeli si B, sekian tahun kemudian di beli lagi oleh si C, sekian tahun kemudian dibeli lagi oleh di D, tahun 1980an dibeli oleh paman saya dari tangan si D. beberapa tahun kemudian dihibahkan kenama anaknya (sebut saja F)

Tahun 2005, D,E,F dan BPN, digugat oleh si A. Salah satunya dgn alasan si A dipaksa tanda tangan dalam keadaan tidak sehat.

-Di pengadilan perdata lokal, DEF dan bpn dimenangkan oleh pengadilan.
-A naik banding. pengadilan perdata kedua, si A yg dimenangkan.

-DEF dan BPN, naik banding lagi ke wilayah (tingkat profinsi)
di profinsi, DEF dan BPN dimenangkan pengadilan.

-A naik banding ke pusat (apa yah disebutnya, mahkamah agung?)
ditingkat pusat, DEF dimenangkan oleh pengadilan lagi. keputusannya baru keluar baru baru ini.

Pertanyaannya:
1. Mengapa kok bisa setelah sekian puluh tahun, kepemilikan atas tanah kita digugat sembarang orang? Sehingga menguras (membuang) waktu dan tenaga hanya utk mengurusi (mempertahankannya), tentunya di samping uang yg lumayan banyak terkuras, sebab tanpa uang, sudah pasti paman saya kana dikalahkan walau secara hukum surat suratnya sah dan lengkap.

2. Waktu 5 tahun bukanlah waktu yg sebentar, kenapa sampe perlu waktu 5 tahun hanya utk menekankan bahwa paman saya memang pemilik yg sah?

3. Bisakah paman saya menuntut balik? dakwaan apa yg bisa di keluarkan pada si A? Dan apakah HARUS mengeluarkan uang lagi utk melakukan penuntutan kepada si A ini?

4. BPN pun tidak bisa apa apa dalam kasus ini. Secara hukum,dimana tanggung jawab dan buat apa BPN ditunjuk sebagai yg mengurusi pertanahan di negri kita? Toh percuma BPN bikin surat sah resmi saja, masih bisa di gugat orang lain!

5.Dengan larinya dari tanggung jawab, BPN ini apakah bisa dituntut sebagai pihak yg telah bikin susah E dan F.

6.Dengan keputusan dari mahkamah agung pusat, apakah si A bisa menuntut/naik banding lagi? Apakah bisa si A menuntut dgn alasan lain utk obyek tanah yg sama?

Segitu aja dulu gan. Sudah banyak sekali uang dan waktu yg dikeluarkan, namun kami masih belum yakin apakah keputusan itu bener bener sah dalam arti tidak bisa digangu gugat lagi (maksudnya bukan hanya sekarang, namun berpuluh puluh tahun kedepan nya).

Trima kasih.


Jawabannya sesuai urutan ya gan
1.Bisa,jangankan cuma puluhan tahun,ane pernah tanganin sengketa tanah yang usia kejadiannya tahun 1805,kebayang ga tuh kejadian sebelum zaman perang diponegoro,tapi itu sengketa tanah adat minangkabau yang masuk ke pengadilan negeri
2.waktu 5 tahun masih wajar gan karena prosesnya pertama di tingkat Pengadilan Negeri bisa makan waktu 6bln-8bln,kedua proses banding di Pengadilan Tinggi sekitar 1thn-2thn,terus kasasi di Mahkamah Agung sekitar 2th-3th,klo ga puas bs ajuin Peninjauan Kembali di mahkamah Agung,kebayang kan lamanya..
3. mau menuntut balik sih boleh2 aja gan,namanya juga hak,tapi bukan dalam bentuk dakwaan,itu istilah pidana,klo secara perdata namanya gugatan,tapi bisa dipastikan bakalan keluar uang lagi cos sidang itu pasti keluar lg,ya minimal transportasi,uang makan buat paman agan tiap sidang..
4.Sertifikat yang keluar dari BPN memang bukti yang sempurna,tapi bisa dilumpuhkan dengan bukti lainnya,jadi produk BPN bukan kebenaran mutlak gan,masih bisa digugat
5.Bisa aja,silahkan ajukan gugatan secara perdata ke pengadilan,tp perjuangan bakalan panjang dan lama
6.Klo udah sampe mahkamah Agung alias kasasi harusnya sih udah berhenti disitu,tapi terkadang ada pihak yg ga puas dan ngajuin upaya hukum peninjauan kembali,atau malah kadang diulang balik dengan nambahin obyek baru atau pihak baru supaya tidak nebis in idem dgn ngajuin gugatan baru di pengadilan negeri,yang kayak gini nih yg bikin seolah-olah hukum tuh ribet

Quote:
Original Posted By Gronggi
Gan bisa bantu masalah pertada juga?
mengenai penipuan yang mengakibatkan sengketa rumah juga
bisa bantu ane juga kalo sewaktu2 turun ke pengadilan gan?
pliss help me \(\(


klo sampe harus turun ke pengadilan jujur ane ga bisa gan,ane bukan pengacara/advokat,tapi klo cuma konsultasi sih agan bisa hubungi ane kapanpun,by PM aja klo memang ingin privasi lebih,abis itu klo memang butuh langkah selanjutnya ke pengadilan sebaiknya agan cari pengacara/advokat yg bs dipercaya,atau mau maju sendiri juga boleh
paunq - 15/09/2010 12:51 AM
#86

ane mau nanya gan!
D

Jaksa boleh ngajuin PK gak gan?
kalau boleh dasar hukumnya apa?
pamulang23 - 15/09/2010 01:05 AM
#87

Gk ngerti m yg bgtuan Gan ,,hhe
eos400d - 15/09/2010 01:09 AM
#88

keren gan tritnya.
ijin subscribe yah gan.. \)
JulyManiac - 18/09/2010 10:51 PM
#89

makasih buat threadnya ya gan
next post : testi
JulyManiac - 18/09/2010 10:53 PM
#90

HELLO semua
ane mau kasih testi neh
kalo ada pertanyaan sama juragan satu ini, bener bener jawabannya pas ! ane aja yg buat masalah hukum dibenerin jalannya sama juragan satu ini

pokoknya
juragan satu ini recsel recsel
dan juga :2thumbup :2thumbup buat juragan satu ini

:toast uda dikirim
hammerone - 21/09/2010 04:46 AM
#91
Mohon SOLUSINYA??
Permasalahan Kebocoran saluran air kamar mandi apakah masuk perkara pidana atau perdata

Spoiler for kronologis singkat


misi gan ane mau tanya gan tentang masalah kebocoran yang merembes dari tetangga belakang rumah ane gan?? mohon dibantu gan berikut kronologi singkatnya gan!!

jadi ginigan masalah ini adalah masalah klasik gan udah terjadi dari 10 taun lalu tapi masih belum terjawab gan karna ane ngga ngerti ttg masalah hukum, dan ane berniat mempidanakan masalah ini.

Pada awalnya 10 th yg lalu sebelum kami merenovasi rumah pada Th 2008 sudah terjadi kerusakan parah pada tembok belakang rumah kami yang diakibatkan karena rembesan air kamar mandi atas dari belakang rumah kami.

Hal ini dapat kami pastikan karena sebelum rumah kami ditingkat, terlihat dari atas atap tembok rumah belakang kami terlihat tembok yang menggelembung yang disebabkan karena rembesan air yang arahnya dari pipa saluran pembuangan kamar mandi belakang rumah kami. Saat itu kami mencoba untuk menegur langsung ke pada pemilik rumah tersebut. Untuk segera membenarkan kerusakan kamar mandi tersebut namun teguran kami masih dihiraukan oleh pemilik rumah tersebut, lalu kami coba mediasikan ke ketua RT dan RW dan sudah di rembukan ttp tetap saja masih belum di hiraukan.( emang ni orang rada tambeng)
hingga saat ini kami sangat mengalami kerugian yg cukup besar karena rumah bangunan tembok belakang rumah kami yang masih terhitung baru tapi kini berpotensi untuk rusak parah. ane berniat dengan bismillah ingin mengajukan permasalah ini ke polisi ttp kami khawatir akan biaya perkara hukum yg dikeluarkan krna kami pun bukan orang yg cukup mampu u/ membayar ke persidangan dan kami masih belum tahu untuk menggunakan pasal apa yg bisa dikenakan kepada orang tersebut.
pertanyaannya
1. langkah kongkrit apa yg harus saya lakukan sebelum saya melaporkan?
2. bagai mana tahap prosedur pelaporan ke yg berwajib?
3. apakah ada biaya lapor??
4. bagai mana proses yg dilakukan setelah dilaporkan ke yg berwajib?
5. pasal apa yg bisa dikenakan ke orang tersebut? apakah masuk kasus PIDANA ATAU PERDATA?
5. mohon pencerahannya gan untuk permasalahan ini!!

ane cuma kasian gan ama bokap ane yg udah pensiun yg berharap punya rumah ditempatin biar nyaman ternyata sekarang malah rusak lagi!!
dan kenapa ane belum melapor karna takut malahan keluar uang banyak n nggak ngerti hukumnya apa!!

dan yg palian ane khawatirin klo ane lapor polisi tu orang takut maen santet gan...




jikalau agan agan ada yg faham ttg kasus ini mohon di berikan solusinya?
Penikmat_Cendol - 22/09/2010 10:29 PM
#92

Quote:
Original Posted By paunq
ane mau nanya gan!
D

Jaksa boleh ngajuin PK gak gan?
kalau boleh dasar hukumnya apa?


PK merupakan suatu upaya hukum luar biasa.
Pasal 263 ayat 1 KUHAP:
Terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, kecuali putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum, terpidana atau ahli warisnya dapat mengajukan permintaan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung.
Dengan mendasarkan pasal 263 ini sebenernya sudah jelas siapa yang berhak mengajukan PK,namun dalam praktiknya tidak seperti itu.
Dalam praktiknya,MA pernah menolak PK JPU yaitu dalam kasus Mochtar Pakpahan dan juga pernah menrima PK JPU dalam kasus Pollycarpus;
Klo dalam kasus Pollycarpus,MA mendasarkan pada Pasal 23 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman yang berbunyi ; "Terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengajukan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung, apabila terdapat hal atau keadaan tertentu yang ditentukan dalam undang-undang"
Dalam perkara Pollycarpus, dengan menggunakan penafsiran ekstensif yang dimaksud pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkara pidana selain terpidana atau ahli warisnya adalah Jaksa.
Jadi, silahkan agan deskripsikan sendiri fenomena PK di Indonesia

Quote:
Original Posted By hammerone
Permasalahan Kebocoran saluran air kamar mandi apakah masuk perkara pidana atau perdata

Spoiler for kronologis singkat


misi gan ane mau tanya gan tentang masalah kebocoran yang merembes dari tetangga belakang rumah ane gan?? mohon dibantu gan berikut kronologi singkatnya gan!!

jadi ginigan masalah ini adalah masalah klasik gan udah terjadi dari 10 taun lalu tapi masih belum terjawab gan karna ane ngga ngerti ttg masalah hukum, dan ane berniat mempidanakan masalah ini.

Pada awalnya 10 th yg lalu sebelum kami merenovasi rumah pada Th 2008 sudah terjadi kerusakan parah pada tembok belakang rumah kami yang diakibatkan karena rembesan air kamar mandi atas dari belakang rumah kami.

Hal ini dapat kami pastikan karena sebelum rumah kami ditingkat, terlihat dari atas atap tembok rumah belakang kami terlihat tembok yang menggelembung yang disebabkan karena rembesan air yang arahnya dari pipa saluran pembuangan kamar mandi belakang rumah kami. Saat itu kami mencoba untuk menegur langsung ke pada pemilik rumah tersebut. Untuk segera membenarkan kerusakan kamar mandi tersebut namun teguran kami masih dihiraukan oleh pemilik rumah tersebut, lalu kami coba mediasikan ke ketua RT dan RW dan sudah di rembukan ttp tetap saja masih belum di hiraukan.( emang ni orang rada tambeng)
hingga saat ini kami sangat mengalami kerugian yg cukup besar karena rumah bangunan tembok belakang rumah kami yang masih terhitung baru tapi kini berpotensi untuk rusak parah. ane berniat dengan bismillah ingin mengajukan permasalah ini ke polisi ttp kami khawatir akan biaya perkara hukum yg dikeluarkan krna kami pun bukan orang yg cukup mampu u/ membayar ke persidangan dan kami masih belum tahu untuk menggunakan pasal apa yg bisa dikenakan kepada orang tersebut.
pertanyaannya
1. langkah kongkrit apa yg harus saya lakukan sebelum saya melaporkan?
2. bagai mana tahap prosedur pelaporan ke yg berwajib?
3. apakah ada biaya lapor??
4. bagai mana proses yg dilakukan setelah dilaporkan ke yg berwajib?
5. pasal apa yg bisa dikenakan ke orang tersebut? apakah masuk kasus PIDANA ATAU PERDATA?
5. mohon pencerahannya gan untuk permasalahan ini!!

ane cuma kasian gan ama bokap ane yg udah pensiun yg berharap punya rumah ditempatin biar nyaman ternyata sekarang malah rusak lagi!!
dan kenapa ane belum melapor karna takut malahan keluar uang banyak n nggak ngerti hukumnya apa!!

dan yg palian ane khawatirin klo ane lapor polisi tu orang takut maen santet gan...




jikalau agan agan ada yg faham ttg kasus ini mohon di berikan solusinya?


1. Temui pemilik rumah/tetangga agan itu, secara baik-baik bicarakan dan tunjukkan keadaan konkretnya termasuk soal kerugian atau kerusakan yang ortu agan derita.
2. lapor ke polisi sih mudah gan,dateng aja ke Polsek atau Polres terdekat, biasanya di bagian SPK,tinggal lapor aja dan laporan agan itu nanti dirumuskan dalam dokumen laporan polisi.
3. tidak ada biaya laporan gan,klo pun ada yang minta bisa dipastikan itu ulah oknum2 aja.
4. proses selanjutnya akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Polisi, setelah berkas lengkap (P21) baru tahap penuntutan oleh jaksa dilanjutkan persidangan di Pengadilan. Terlihat mudah gan tapi bukan berarti tiap laporan pasti akan melewati tahap2 itu,pasti harus ada bukti-bukti dan tentunya pasal2 yang diduga dilakukan,kalau ga ada itu semua tentunya bukan perkara pidana
5. rada susah nih gan,klo perusakkan barang pasal 406 KUHP,tp hrs ada kesengajaan si pelaku untuk merusak rumah agan,klo dr kronologisnya ini merupakan permasalahan perdata,krn ada kerugian yang diderita,tp harus pula dibuktikan kalau perbuatan org itu merupakan perbuatan melanggar hukum. Saran ane gan,sebaiknya tidak menggunakan pendekatan hukum terlebih dahulu,utamakan pendekatan kekeluargaan krn hasilnya lebih optimal.
Klo agan khawatir orang itu main santet,duh gan itu bukan bidang ane,bingung mau jawazb apaan...
yang jelas,lakukan pendekatan yang terbaik,toh dia masih manusia yang punya hati dan nurani...
i live praz - 25/09/2010 01:15 AM
#93

Quote:
Original Posted By valethree46
Ntar kalo ada masalah hukum, ane tny agan aja### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###


ane jg, ntar tanya klo ada, smoga aja engga pernah ada
Penikmat_Cendol - 27/09/2010 02:56 PM
#94

Quote:
Original Posted By JulyManiac
HELLO semua
ane mau kasih testi neh
kalo ada pertanyaan sama juragan satu ini, bener bener jawabannya pas ! ane aja yg buat masalah hukum dibenerin jalannya sama juragan satu ini

pokoknya
juragan satu ini recsel recsel
dan juga :2thumbup :2thumbup buat juragan satu ini

:toast uda dikirim


Makasih traktiran cendolnya gan, PM ane aja ya klo ada yang mau ditanyakan tentang hukum...

Quote:
Original Posted By i live praz
ane jg, ntar tanya klo ada, smoga aja engga pernah ada


Silahkan tanya2 gan, gratis dan ane ga pungut biaya apapun....
.Snow. - 27/09/2010 03:04 PM
#95

Wew.. Ane gak mau urusan ma hkum### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
Penikmat_Cendol - 01/10/2010 04:17 PM
#96

Quote:
Original Posted By .Snow.
Wew.. Ane gak mau urusan ma hkum### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###


Smoga aja gan,lagian hukum kan bukan masalah,sama halnya dengan bidang lainnya
PM ane klo ada yg mau ditanyain
Penikmat_Cendol - 13/10/2010 10:56 AM
#97

Mohon izin naikin biar ada yang baca
anto103 - 02/11/2010 07:06 AM
#98

nice inpo gan
Penikmat_Cendol - 15/11/2010 02:10 PM
#99

Izin menaikkan trit,biar banyak yang baca
sariminmin - 18/11/2010 11:44 AM
#100

Siang gan, mohon bantuannya masalah pernikahan paksa.

Jadi begini:
Ane punya cew (pacar) yg msh kuliah, Jadi cew ane ini sama ayahnya dijodohkan (dipaksa) menikah ama lelaki yg tidak disukai nya.
(Calonnya sdh tua, seangkatan ayahnya)
Dan ayahnya terus memaksa dia menikah ama lelaki tsb.
Kluarga dan saudara² dia setuju saja dgn niat ayahnya (krn melihat materi dr calon jodohnya) [kyk jaman siti nurbaya damn!]

Cew ane ini merasa dikebiri hak²nya, padahal dlm agama sendiri pernikahan paksa itu haram, krn syarat pernikahan itu hrs ada persetujuan (keridhaan) dari lelaki/wanita nya.
Jadi cew ane ini merasa tersiksa gan, jd depresi, terkena pukulan bathin yg sangat hebat,
Trus dia ada niat kabur/melarikan diri dari rumah, katanya mo ikut tinggal ama ane.

Pertanyaan ane gan:
1. Klo seandainya ane menampung dia, apakah ane bs di tuntut secara hukum sama kluarganya?
krn di anggap melarikan anak org (di tuduh menghasut/menculik)

2. Apakah cew ane ini hrs meminta perlindungan hukum? (ke komnas perempuan / komnas ham misalnya)
karena hak²nya dikebiri, biar dia tenang dan kuat secara hukum, agar bisa menentukan pilihannya sendiri.

3. Lalu apa yg hrs ane lakukan klo misalnya cew ane ini sdh ikut ama saya?
Ane takut ke depannya ini menjadi masalah besar, klo pihak kluarganya mengejar-ngejar ane gan.


Ane mohon bantuan utk masalah ini dr kacamata ilmu agan.
Sebelumya ane ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya.


beer:
Page 5 of 67 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > MELEK HUKUM new > ### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###