MELEK HUKUM new
Home > CASCISCUS > MELEK HUKUM new > ### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
Total Views: 28471 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 67 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

jarot99 - 12/12/2010 11:11 PM
#121
Perjanjian sewa yg diingkari, ane sekeluarga diancam dihabisi.
Spoiler for "Gini kronologisnya gan, sori panjang"
Sy punya sebuah rumah yang pada Juni 2009 disewa sebuah keluarga dg 1 anak. Awalnya si suami mengatakan akan menyewa 3 tahun dg bayar mundur sewa pertahunnya, biaya sewa tahun pertama dijanjikan dibayar Oktober 2009 dan biaya sewa tahun kedua dijanjikan dibayar Januari 2010. Biaya sewa tahun pertama dijanjikan dibayar lunas saat mereka menempati rumah (24 Juli 2009) dan 3 minggu sebelumnya saya dikasih DP 500 ribu, dan si suami meminta ijin akan membuat kamar mandi dalam di kmr tidur utama, saya mengiyakan selama tidak banyak merubah bangunan awal. Surat perjanjian sewa saya siapkan dengan menuliskan tanggal masuk 24 Juli 2009 dan keluar tanggal 24 Juli 2010 krn pembayaran yg masuk sy anggap masih pembayaran tahun pertama. 24 Juli 2009 saya datang menagih, tapi dia berdalih belum ada uang sehingga
dijanjikan minggu depan, berulang...minggu depan dia berjanji lagi 2 minggu lagi, sampai saya datang 1,5 bulan berikutnya dan bertemu dia dan meminta dia menandatangani surat perjanjian. Dia keberatan krn saya mencantumkan periode sewa 1 tahun saja. Saya berdalih, kalo dibayar lunas selama 3 tahun, tentu akan saya tulis periode sewa 3 tahun, lha ini baru lunasi setahun koq minta ditulis 3 tahun. Dia meminta saya merubah surat perjanjian, saya tidak mau, dan tidak ada titik temu, saya bermaksud akan mengkonsultasikannya dengan keluarga, sehingga surat tsb tidak ditandatangani si penyewa. Oktober 2009, sesuai janji, saya datang menagih pembayaran tahun kedua,
tapi hanya bertemu si istri, dan mengatakan tidak ada uang, saya dijanjikan coba kembali 2 minggu lagi, saya coba telp HP si suami tapi tidak aktif. Si istri mengatakan tidak tau no HP suaminya yang baru. Saya mulai curiga, ada yang tidak beres thd si suami. Sampai pada bulan desember 2009, saya mengatakan tidak usah diteruskan sewanya sampai 3 tahun saja kalo pembyrn ruwet kayak gini. Dan si istri saya paksa utk menandatangai surat perjanjian yang semula saya buat (perjanjian sewa 1 tahun).
Sampai pada saatnya mendekati Juli 2010 (masa berakhir sewa), sy coba telp si istri, kalo memang tidak ada pembayaran lagi, tanggal 24 Juli 2010, si istri harus mengosongkan rumah krn masa sewa yang sudah berakhir, si istri mengatakan kalo disuruh keluar, saya harus mengembalikan biaya renovasi rumah 8 juta, lho...saya tidak merasa menyuruh mereka merenovasi rumah saya, malah mereka menyalahi aturan dengan merubah letak pintu dapur tanpa persetujuan saya, 8 juta darimana dasarnya? Tanggal 23 Juli 2010 saya datangi rumah saya (rumah saya dan rumah kontrakan saya beda kota), tapi tidak menemukan orang dirumah tsb, pintu terkunci rapat. Tetangga dan RT setempat tidak ada yang tau kemana perginya si istri, apalagi si suami yang mulai menghilang 3 bulan setelah menempati rumah saya. Tetangga bilang mendapat surat pemutusan PLN dan telp atas rumah saya. Rupanya sejak 3 bulan yg lalu mereka menunggak PLN dan telepon rumah. Saya tergopoh2 melunasinya tanpa tau dimana si empunya rumah sekarang. Mereka meninggalkan barang2 mereka dan pintu terkunci dengan kunci dibawanya, HP mereka tidak aktif semua. Saya benar2 kesulitan melacaknya, kemana gerangan mereka sekeluarga. Dari konsultasi ke tetangga dan RT RW sekitar, saya diminta menunggu selama 3 bulan dulu, baru rumah dibuka paksa. Sampai November 2010 saya tidak mendapat kabar keberadaan mereka, dan sudah banyak yang akan mengontrak rumah saya, pertengahan November 2010 kemarin saya membuka rumah dan berusaha mencari jejak mereka, siapa tau menemukan buku alamat atau telepon yang bisa dihubungi dengan sepengetahuan RT dan tetangga sekitar. Nah, masalah timbul tadi siang, tiba2 si suami yang mengontrak rumah saya tsb menelepon dan marah2 ke saya krn telah masuk rumahnya. Saya balik ngomong salah sendiri selama setahun lebih tidak ada kabar, saya bilang rumah itu sudah menjadi hak saya lagi saat perjanjian sewa telah berakhir 23 Juli 2010, dia ngotot, mengatakan biaya renovasi saja telah habis 8 juta, dan dia merasa berhak menempati rumah itu sampai 3 tahun kedepan. Lho? Saya bilang renovasi itu kan atas kemauan dia, saya tidak meminta dan ada perubahan atas bentuk bangunan yang saya tidak sreg, jadi saya tidak mau manganggap dengan dia merenovasi rumah saya sama dengan dia telah membayar biaya sewa selama 2 tahun, krn dia sendiri yang mengatakan akan membayar biaya sewa tahun ke-2 dan ke-3 dg membayar mundur. Dia juga mengancam membunuh saya sekeluarga jika ada barang dia yang rusak dan mengatakan saya perampok di telepon. Saya merasa sakit hati dengan ucapan si penyewa rumah ini, tapi saya masih berusaha bicara lembut dengan menanyakan maunya apa. Meninggalkan rumah tanpa pamit, meninggalkan tagihan PLN dan telepon dan membiarkan dia menyimpan barang2nya secara gratis selama 4 bulan sejak perjanjian sewa berakhir adalah sudah sangat menyalahi aturan dalam hal sewa-menyewa rumah. Dia mengatakan Februari 2011 akan menyelesaikan urusan saya dengan mencari saya, ketika saya tanyakan kenapa kudu nunggu Februari? Dia mengatakan tahanannya berakhir 2011 nanti.
Bagaimana menurut Bpk tentang kasus rumah saya ini, barang-2 si penyewa masih dalam rumah saya dan tidak saya pindahkan, saya cuma masuk mengecek dan memperbaiki beberapa bagian yang bocor dan berjamur krn rumah dalam kondisi tertutup rapat. Saya juga mempermasalahkan tentang ancamannya akan membunuh saya sekeluarga, Apakah itu masuk kategori pasal perbuatan yang tidak menyenangkan? Dan bagaimana seharusnya saya bersikap?
Penikmat_Cendol - 13/12/2010 10:03 AM
#122

Quote:
Original Posted By jarot99
Spoiler for "Gini kronologisnya gan, sori panjang"
Sy punya sebuah rumah yang pada Juni 2009 disewa sebuah keluarga dg 1 anak. Awalnya si suami mengatakan akan menyewa 3 tahun dg bayar mundur sewa pertahunnya, biaya sewa tahun pertama dijanjikan dibayar Oktober 2009 dan biaya sewa tahun kedua dijanjikan dibayar Januari 2010. Biaya sewa tahun pertama dijanjikan dibayar lunas saat mereka menempati rumah (24 Juli 2009) dan 3 minggu sebelumnya saya dikasih DP 500 ribu, dan si suami meminta ijin akan membuat kamar mandi dalam di kmr tidur utama, saya mengiyakan selama tidak banyak merubah bangunan awal. Surat perjanjian sewa saya siapkan dengan menuliskan tanggal masuk 24 Juli 2009 dan keluar tanggal 24 Juli 2010 krn pembayaran yg masuk sy anggap masih pembayaran tahun pertama. 24 Juli 2009 saya datang menagih, tapi dia berdalih belum ada uang sehingga
dijanjikan minggu depan, berulang...minggu depan dia berjanji lagi 2 minggu lagi, sampai saya datang 1,5 bulan berikutnya dan bertemu dia dan meminta dia menandatangani surat perjanjian. Dia keberatan krn saya mencantumkan periode sewa 1 tahun saja. Saya berdalih, kalo dibayar lunas selama 3 tahun, tentu akan saya tulis periode sewa 3 tahun, lha ini baru lunasi setahun koq minta ditulis 3 tahun. Dia meminta saya merubah surat perjanjian, saya tidak mau, dan tidak ada titik temu, saya bermaksud akan mengkonsultasikannya dengan keluarga, sehingga surat tsb tidak ditandatangani si penyewa. Oktober 2009, sesuai janji, saya datang menagih pembayaran tahun kedua,
tapi hanya bertemu si istri, dan mengatakan tidak ada uang, saya dijanjikan coba kembali 2 minggu lagi, saya coba telp HP si suami tapi tidak aktif. Si istri mengatakan tidak tau no HP suaminya yang baru. Saya mulai curiga, ada yang tidak beres thd si suami. Sampai pada bulan desember 2009, saya mengatakan tidak usah diteruskan sewanya sampai 3 tahun saja kalo pembyrn ruwet kayak gini. Dan si istri saya paksa utk menandatangai surat perjanjian yang semula saya buat (perjanjian sewa 1 tahun).
Sampai pada saatnya mendekati Juli 2010 (masa berakhir sewa), sy coba telp si istri, kalo memang tidak ada pembayaran lagi, tanggal 24 Juli 2010, si istri harus mengosongkan rumah krn masa sewa yang sudah berakhir, si istri mengatakan kalo disuruh keluar, saya harus mengembalikan biaya renovasi rumah 8 juta, lho...saya tidak merasa menyuruh mereka merenovasi rumah saya, malah mereka menyalahi aturan dengan merubah letak pintu dapur tanpa persetujuan saya, 8 juta darimana dasarnya? Tanggal 23 Juli 2010 saya datangi rumah saya (rumah saya dan rumah kontrakan saya beda kota), tapi tidak menemukan orang dirumah tsb, pintu terkunci rapat. Tetangga dan RT setempat tidak ada yang tau kemana perginya si istri, apalagi si suami yang mulai menghilang 3 bulan setelah menempati rumah saya. Tetangga bilang mendapat surat pemutusan PLN dan telp atas rumah saya. Rupanya sejak 3 bulan yg lalu mereka menunggak PLN dan telepon rumah. Saya tergopoh2 melunasinya tanpa tau dimana si empunya rumah sekarang. Mereka meninggalkan barang2 mereka dan pintu terkunci dengan kunci dibawanya, HP mereka tidak aktif semua. Saya benar2 kesulitan melacaknya, kemana gerangan mereka sekeluarga. Dari konsultasi ke tetangga dan RT RW sekitar, saya diminta menunggu selama 3 bulan dulu, baru rumah dibuka paksa. Sampai November 2010 saya tidak mendapat kabar keberadaan mereka, dan sudah banyak yang akan mengontrak rumah saya, pertengahan November 2010 kemarin saya membuka rumah dan berusaha mencari jejak mereka, siapa tau menemukan buku alamat atau telepon yang bisa dihubungi dengan sepengetahuan RT dan tetangga sekitar. Nah, masalah timbul tadi siang, tiba2 si suami yang mengontrak rumah saya tsb menelepon dan marah2 ke saya krn telah masuk rumahnya. Saya balik ngomong salah sendiri selama setahun lebih tidak ada kabar, saya bilang rumah itu sudah menjadi hak saya lagi saat perjanjian sewa telah berakhir 23 Juli 2010, dia ngotot, mengatakan biaya renovasi saja telah habis 8 juta, dan dia merasa berhak menempati rumah itu sampai 3 tahun kedepan. Lho? Saya bilang renovasi itu kan atas kemauan dia, saya tidak meminta dan ada perubahan atas bentuk bangunan yang saya tidak sreg, jadi saya tidak mau manganggap dengan dia merenovasi rumah saya sama dengan dia telah membayar biaya sewa selama 2 tahun, krn dia sendiri yang mengatakan akan membayar biaya sewa tahun ke-2 dan ke-3 dg membayar mundur. Dia juga mengancam membunuh saya sekeluarga jika ada barang dia yang rusak dan mengatakan saya perampok di telepon. Saya merasa sakit hati dengan ucapan si penyewa rumah ini, tapi saya masih berusaha bicara lembut dengan menanyakan maunya apa. Meninggalkan rumah tanpa pamit, meninggalkan tagihan PLN dan telepon dan membiarkan dia menyimpan barang2nya secara gratis selama 4 bulan sejak perjanjian sewa berakhir adalah sudah sangat menyalahi aturan dalam hal sewa-menyewa rumah. Dia mengatakan Februari 2011 akan menyelesaikan urusan saya dengan mencari saya, ketika saya tanyakan kenapa kudu nunggu Februari? Dia mengatakan tahanannya berakhir 2011 nanti.
Bagaimana menurut Bpk tentang kasus rumah saya ini, barang-2 si penyewa masih dalam rumah saya dan tidak saya pindahkan, saya cuma masuk mengecek dan memperbaiki beberapa bagian yang bocor dan berjamur krn rumah dalam kondisi tertutup rapat. Saya juga mempermasalahkan tentang ancamannya akan membunuh saya sekeluarga, Apakah itu masuk kategori pasal perbuatan yang tidak menyenangkan? Dan bagaimana seharusnya saya bersikap?


Sewa-menyewa adalah suatu perjanjian antara 2 pihak untuk mengikatkan dirinya dengan memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga yang disanggupi pembayarannya oleh pihak lainnya(Pasal 1548 KUH Perdata). Perjajian ini bisa tertulis ataupun lisan.
Perjanjian sewa menyewa yang dilakukan secara tertulis masa sewanya berakhir secara otomatis apabila waktu yang telah ditentukan telah habis tanpa diperlukan pemberitahuan pemberhentian terhadapnya (Pasal 1570 KUH Perdata),namun apabila perjanjian sewa menyewa dilakukan secara lisan maka perjanjian berakhir pada saat pihak yang menyewakan memberitahu kepada pihak penyewa bahwa si pemberi sewa akan menghentikan sewanya.
Dari kronologis cerita maka dapat diambil suatu fakta,yaitu awalnya ada kesepakatan sewa menyewa selama 3 tahun,namun dalam perjalanannya ada gagal bayar/wanprestasi dari Penyewa,kemudian Bapak sebagai Pemberi sewa menginginkan perjanjian sewa menyewa segera diakhiri.Saya akan memberikan beberapa alternatif solusi:
1.Tetap dilakukan sesuai kesepakatan awal yaitu sewa menyewa dilakukan 3 tahun,ketidakmampuan penyewa membayar karena berada dalam tahanan. Terhadap hal ini dibutuhkan kesabaran dan kebesaran hati bapak untuk menunggu pembayaran dari penyewa sampai penyewa keluar dr tahanan.Selain itu bapak juga bisa membicarakan dgn penyewa mengenai tunggakan listrik dan air serta uang sewa secara musyawarah.
2.Karena adanya kegagalan pemenuhan prestasi maka sewa menyewa tidak dapat dilanjutkan dan harus diakhiri. Apabila opsi ini diambil ada masalah mengenai barang-barang penyewa yang masih berada di dalam rumah bapak.Berhati-hatilah terhadap keadaan ini karena apabila barang tersebut dikeluarkan dan ada barang yang rusak maka akan memicu masalah baru. Namun lain halnya apabila telah dibicarakan antara Penyewa dgn bapak mengenai barang2 tersebut.Seandainya bapak tetap bersikeras mengosongkan rumah ini maka sebaiknya meminta bantuan pihak yang berwajib.
Permasalahan mengenai ganti kerugian karena adanya perubahan/renovasi rumah maka sebagaimana yang berlaku lazim terhadap sewa menyewa rumah terdapat larangan untuk mengubah bentuk bangunan tanpa ijin tertulis dari pemilik asli.
Terhadap ancaman penyewa terhadap diri Bapak harus segera disikapi,Bapak dapat melaporkan kepada Pihak Berwajib mengenai kejadian ancaman itu.
Demikian Jawaban saya,smoga dapat memberikan sedikit pencerahan. Kalau kurang puas silahkan PM untuk lebih privasi.Tolong dibantu rate ya...
clone.appo - 14/12/2010 09:00 AM
#123

weks... ujung-ujungna pm.... ini promosi dagangan yah?DDDD
Penikmat_Cendol - 14/12/2010 09:19 AM
#124

Quote:
Original Posted By clone.appo
weks... ujung-ujungna pm.... ini promosi dagangan yah?DDDD


Sorry bro,boleh ditanya deh ama yang udah nanya dan ane jawab,apa pernah ane nawarin atau berdagang jasa hukum...
Ane bukanlah Advokat,hanya sekedar tahu dunia hukum... Maksudnya PM itu apabila Penanya ingin privasi lebih dan mau menceritakan lebih dalam ttg masalahnya,semua free of charge...
astudio - 15/12/2010 03:33 PM
#125

gan numpang tanya hukum wasiat / ahli waris itu gimana ya ? klo misalkan orang tua meninggal apa langsung otomatis jatuh ke tangan anak ? apa bisa di hibahkan sama orang lain ?
Penikmat_Cendol - 16/12/2010 12:31 PM
#126

Quote:
Original Posted By astudio
gan numpang tanya hukum wasiat / ahli waris itu gimana ya ? klo misalkan orang tua meninggal apa langsung otomatis jatuh ke tangan anak ? apa bisa di hibahkan sama orang lain ?


Pertanyaan agan kurang detil nih,tapi ane tetap coba jawab
Hukum Waris berada dalam ranah hukum Privat (Perdata),agan bisa tunduk kepada hukum perdata barat (BW) atau hukum Islam (KHI).
Apabila agan seorang Muslim maka menggunakan Hukum Islam dalam hal pembagian waris.
Yang dimaksud orang tua meninggal apakah ayah atau ibu?apabila salah satu meninggal dan orang tua yang satunya masih hidup maka orang tua yang msh hidup berhak atas harta warisan secara mutlak (ashabul furud).Tapi apabila keduanya meninggal maka yang mendapatkan warisan adalah anaknya.
wasiat dengan hibah tidak sama,wasiat baru boleh dilaksanakan setelah si pewaris meninggal.Sedangkan hibah dilaksanakan selama pewaris masih hidup.Wasiat tidak boleh melebihi 1/3 dr harta warisan dan apabila melebihi 1/3 dr warisan maka akan diperhitungkan sebagai bagian dari warisan.
Permasalahan mengenai hukum waris ini memang rumit dalam pelaksanaannya namun sesungguhnya bisa diselesaikan dengan mudah sepanjang mengikuti kaidah2 yang ada.
Itu yang baru bisa ane jawab ya gan,klo ane tambahin lagi bisa2 jadi kuliah hukum waris o becanda gan...
Klo mau lebih detilnya silahkan bertanya lagi,bisa lewat trit ini atau PM untuk menjaga privasi agan,semua Free of charge....
astudio - 16/12/2010 01:31 PM
#127

jadi detailnya begini gan ane non muslim orang tua ane sdh pisah...ane tinggal sama bokap ane yg mau ane tny klo misalkan bokap ane meninggal apa warisannya itu otomatis jatuh ke anak (ane) ? soalnya bokap ane di guna2 sama pembantu ane yg ane takutin klo pembantu ane juga incar warisan dari bokap ane...trs klo misalkan warisan dari bokap ane di atas namakan ke pembantu ane lewat notaris apa bisa sedangkan anaknya masih ada (hidup) ? apa bisa di gugat secara hukum ?
pisangijoenak - 16/12/2010 02:37 PM
#128

Thread mantap nih

:thumbup

ada yg kasusnya mirip2 ama ane, ane telaah dulu trus ane pm aja ya gan shakehand### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
Penikmat_Cendol - 16/12/2010 03:51 PM
#129

Quote:
Original Posted By astudio
jadi detailnya begini gan ane non muslim orang tua ane sdh pisah...ane tinggal sama bokap ane yg mau ane tny klo misalkan bokap ane meninggal apa warisannya itu otomatis jatuh ke anak (ane) ? soalnya bokap ane di guna2 sama pembantu ane yg ane takutin klo pembantu ane juga incar warisan dari bokap ane...trs klo misalkan warisan dari bokap ane di atas namakan ke pembantu ane lewat notaris apa bisa sedangkan anaknya masih ada (hidup) ? apa bisa di gugat secara hukum ?

Dalam hal ini agan tunduk pada hukum perdata barat (BW):
Ahli waris menurut sistem hukum waris BW ada dua cara, yaitu:
a.menurut ketentuan undang-undang/ahli waris ab intestato ;
b.ditunjuk dalam surat wasiat (testamen).
Penjelasan a.
Ahli waris menurut undang undang atau ahli waris ab intestato berdasarkan hubungan darah terdapat empat golongan, yaitu:
Golongan pertama, keluarga dalam garis lurus ke bawah, meliputi anak-anak beserta keturunan mereka beserta suami atau isteri yang ditinggalkan / atau yang hidup paling lama. Suami atau isteri yang ditinggalkan / hidup paling lama ini baru diakui sebagai ahli waris pada tahun 1935, sedangkan sebelumnya suami / isteri tidak saling mewarisi;
Golongan kedua, keluarga dalam garis lurus ke atas, meliputi orang tua dan saudara, baik laki-laki maupun perempuan, serta keturunan mereka. Bagi orang tua ada peraturan khusus yang menjamin bahwa bagian mereka tidak akan kurang dari ¼ (seperempat) bagian dari harta peninggalan, walaupun mereka mewaris bersamasama saudara pewaris;
Golongan ketiga, meliputi kakek, nenek, dan leluhur selanjutnya ke atas dari pewaris;
Golongan keempat, meliputi anggota keluarga dalam garis ke samping dan sanak keluarga lainnya sampai derajat keenam.
Jadi dalam hal ini,posisi agan berada dalam golongan pertama yang lebi diutamakan dibandingkan golongan lain.
Penjelasan b.
Seseorang dapat mewariskan sebagian atau seluruhnya hartanya dengan surat wasiat. Apabila seseorang hanya menetapkan sebagian dari hartanya melalui surat wasiat, maka sisanya merupakan bagian ahli waris berdasarkan undang-undang (ahli waris ab intestato). Jadi, pemberian seseorang pewaris berdasarkan surat wasiat tidak bermaksud untuk menghapuskan hak untuk mewaris secara ab intestato.
Dari ketentuan tersebut maka dapat ditarik suatu kesimpulan:
yang diutamakan adalah ahli waris menurut undang-undang. Hal ini dikarenakan dalam membuat Surat Wasiat tidak dapat semaunya dan dibatasi agar tidak merugikan ahli waris menurut Undang-undang. Sebagaimana termuat dalam Pasal 881 ayat (2), yaitu: “Dengan sesuatu pengangkatan waris atau pemberian hibah, pihak yang mewariskan atau pewaris tidak boleh merugikan para ahli warisnya yang berhak atas sesuatu bagian mutlak”.
Jadi sesungguhnya Notaris pun mengerti apabila si anak masih hidup maka tidak serta merta diluluskan kemauan pewaris untuk memberikan wasiat kepada orang lain sepenuhnya.
Jadi apabila itu terjadi (surat wasiat yang memuat seluruh harta warisan untuk pembantu) maka agan dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan.
Semoga dapat membantu
Silahkan bertanya lagi kalau jawaban tersebut belum memuaskan
Quote:
Original Posted By pisangijoenak
Thread mantap nih

:thumbup

ada yg kasusnya mirip2 ama ane, ane telaah dulu trus ane pm aja ya gan shakehand### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###


Siap gan,silahkan bertanya dan ga perlu sungkan,mau di trit atau di PM klo ada waktu bakalan ane jawab,semua free...
Fire_Madness - 16/12/2010 03:58 PM
#130

wahhh keren nih si agan TS bisa jawab apa aja D

:thumbup
Penikmat_Cendol - 16/12/2010 04:05 PM
#131

Quote:
Original Posted By Fire_Madness
wahhh keren nih si agan TS bisa jawab apa aja D

:thumbup


Cuma sekedar berbagi ilmu gan,yang ane tau pun sebenarnya agan2 juga bisa tau sepanjang mau belajar,jadi ga ada yang istimewa.
Ane buat trit ini untuk sharing permasalahan hukum sesama Kaskuser,setidaknya bisa meringankan beban/masalah yang ada.Silahkan kalau mau bergabung untuk menjawab pertanyaan Kaskuser lainnya.
ilovekaskus
astudio - 16/12/2010 06:11 PM
#132

Quote:
Original Posted By Penikmat_Cendol
Dalam hal ini agan tunduk pada hukum perdata barat (BW):
Ahli waris menurut sistem hukum waris BW ada dua cara, yaitu:
a.menurut ketentuan undang-undang/ahli waris ab intestato ;
b.ditunjuk dalam surat wasiat (testamen).
Penjelasan a.
Ahli waris menurut undang undang atau ahli waris ab intestato berdasarkan hubungan darah terdapat empat golongan, yaitu:
Golongan pertama, keluarga dalam garis lurus ke bawah, meliputi anak-anak beserta keturunan mereka beserta suami atau isteri yang ditinggalkan / atau yang hidup paling lama. Suami atau isteri yang ditinggalkan / hidup paling lama ini baru diakui sebagai ahli waris pada tahun 1935, sedangkan sebelumnya suami / isteri tidak saling mewarisi;
Golongan kedua, keluarga dalam garis lurus ke atas, meliputi orang tua dan saudara, baik laki-laki maupun perempuan, serta keturunan mereka. Bagi orang tua ada peraturan khusus yang menjamin bahwa bagian mereka tidak akan kurang dari ¼ (seperempat) bagian dari harta peninggalan, walaupun mereka mewaris bersamasama saudara pewaris;
Golongan ketiga, meliputi kakek, nenek, dan leluhur selanjutnya ke atas dari pewaris;
Golongan keempat, meliputi anggota keluarga dalam garis ke samping dan sanak keluarga lainnya sampai derajat keenam.
Jadi dalam hal ini,posisi agan berada dalam golongan pertama yang lebi diutamakan dibandingkan golongan lain.
Penjelasan b.
Seseorang dapat mewariskan sebagian atau seluruhnya hartanya dengan surat wasiat. Apabila seseorang hanya menetapkan sebagian dari hartanya melalui surat wasiat, maka sisanya merupakan bagian ahli waris berdasarkan undang-undang (ahli waris ab intestato). Jadi, pemberian seseorang pewaris berdasarkan surat wasiat tidak bermaksud untuk menghapuskan hak untuk mewaris secara ab intestato.
Dari ketentuan tersebut maka dapat ditarik suatu kesimpulan:
yang diutamakan adalah ahli waris menurut undang-undang. Hal ini dikarenakan dalam membuat Surat Wasiat tidak dapat semaunya dan dibatasi agar tidak merugikan ahli waris menurut Undang-undang. Sebagaimana termuat dalam Pasal 881 ayat (2), yaitu: “Dengan sesuatu pengangkatan waris atau pemberian hibah, pihak yang mewariskan atau pewaris tidak boleh merugikan para ahli warisnya yang berhak atas sesuatu bagian mutlak”.
Jadi sesungguhnya Notaris pun mengerti apabila si anak masih hidup maka tidak serta merta diluluskan kemauan pewaris untuk memberikan wasiat kepada orang lain sepenuhnya.
Jadi apabila itu terjadi (surat wasiat yang memuat seluruh harta warisan untuk pembantu) maka agan dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan.
Semoga dapat membantu
Silahkan bertanya lagi kalau jawaban tersebut belum memuaskan


Siap gan,silahkan bertanya dan ga perlu sungkan,mau di trit atau di PM klo ada waktu bakalan ane jawab,semua free...


puas ane sama jawaban dari TS ane jadi tenang klo begini makasih banyak buat TS ntr ane lempar ijo2nya pas udh mateng :2thumbup
A l e i i! - 16/12/2010 06:16 PM
#133

lanjutkan gan

walopun ada pihak2 yang blg ente ujung2nya iklan

cuekin aja.


wong niat baik kok disalah artikan
biang.kerok - 16/12/2010 06:22 PM
#134

buset masa sih ane baru tau### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
raiden.aj - 16/12/2010 06:24 PM
#135

wau### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
Agriculteur - 16/12/2010 06:37 PM
#136

mantep nih TS
konsultan hukum gratis thumbup:
Penikmat_Cendol - 20/12/2010 02:23 PM
#137

Quote:
Original Posted By astudio
puas ane sama jawaban dari TS ane jadi tenang klo begini makasih banyak buat TS ntr ane lempar ijo2nya pas udh mateng :2thumbup

sama2 gan,makasih juga buat cendolnya,klo ada kesulitan lagi silahkan hubungi ane ya
Quote:
Original Posted By A l e i i!
lanjutkan gan

walopun ada pihak2 yang blg ente ujung2nya iklan

cuekin aja.


wong niat baik kok disalah artikan

Siap gan,ane ga bakalan iklan wong ga ada yg bisa diiklanin apalagi minta bayaran,gaji dan tunjangan ane udah lumayan besar,ini sekedar tanggungjawab sbg org yang mengerti hukum.


Quote:
Original Posted By Agriculteur
mantep nih TS
konsultan hukum gratis thumbup:


Silahkan posting gan,ane ga minta bayaran,cukup di rate aja trit ini biar eksis di Kaskus
farumetropolis - 20/12/2010 06:34 PM
#138

Buat TS ane ada pertanyaan seputar "Kejahatan Perbankan"


Misal ane jual/beli barang tapi transaksinya Online-Banking(transfer) sebesar sekian rupiah, tapi ane kena tipu.marah

Bagaimana penyelesaiannya secara hukum...??? apa uang ane bisa kembali...???
secara klo di nalar ngusut kek gitu itu gampang banged(tinggal di traking aja), kecuali ada pihak sengaja menutupi.cd:


Thank,
dexter.killer - 20/12/2010 06:45 PM
#139

tanya gan,

Ane punya perusahaan (PT.) udah ada akte nya cuma blom sampe masuk berita negara trus ane daftar di pajak supaya punya NPWP dan sudah 5 tahun yang lalu.

perusahaan tersebut (PT.) ga aktif dari semenjak berdiri trus ane ga pernah laporan pajak tiap tahunnya.

tahun pertama dan ke dua di denda karena ga pernah lapor pajak tapi ane bayar dendanya. Tahun ke tiga dan ke empat di tagih sampe ke alamat ktr tersebut tapi ane ga bayar dendanya.

tahun ke lima (sekarang) ga pernah ada tagihan dari pajak.

Ane pernah tanya ke notarisnya, tentang masalah ini, kata notarisnya biarin aja ga usah di bayar (jadi keliatan ga ada aktifitasnya)

Yang ane tanyain gimana ya permasalahan ini sebaiknya, trims sebelumnya
Penikmat_Cendol - 21/12/2010 12:35 AM
#140

Lagi terbaring krn demam 39 derajat celcius,susah tidur. ane sempetin ngecek trit dan ada pertanyaan,tp maaf banget ane belum bisa jawab cos kudu bedrest dan ga blh mikir berat (kata dokternya),lg asma gan so mohon doanya ya..sesembuhnya ane bakalan rapel jawaban tiap pertanyaan agan smua### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###
Page 7 of 67 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > CASCISCUS > MELEK HUKUM new > ### Tanya Sesukanya Urusan Pengadilan atau Konsultasi Masalah Hukum ###