DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2
Total Views: 131998 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 245 of 246 | ‹ First  < 240 241 242 243 244 245 246 > 

flamerhoax - 19/10/2012 10:39 AM
#4881

Quote:
Original Posted By Pi-One
Kita bisa bilang kalau kita tak tahu pasti mekanisme penyatuan kromosom. Tapi kita bisa temukan kasus-kasus dimana manusia memiliki kromosom yang menyatu (1 dari 1000 kelahiran - disebut Robertsonian translocation) dan itu gak menimbulkan masalah. Jadi penyatuan kromosom sendiri bukan hal langka.

Dan kromosom 2 manusia mirip dengan dua kromosom kera yang disatukan, sehingga kita bisa menduga bahwa moyang manusia memiliki dua kromosom yang menyatu jadi satu, dan sifat ini terwariskan ke populasinya.

Referensi
[code]http://genetics.thetech.org/ask/ask229[/code]


I see.. Jumlah kromosom bisa dari pematahan dan pengabungan.
Tapi setelah saya baca ref anda. Contoh kasusnya ada di gen 21 ya?
Apa itu bukan gen orang yang mengalami down sinrome?
flamerhoax - 19/10/2012 11:04 AM
#4882

1 lagi, pertanyaan. Semoga agan tidak bosen.
Setau saya banci antara reptil dan burung sudah ditemukan.
Apa banci antara burung dan mamalia sudah ditemukan?
Sejauh ini saya browsing rasanya kok tidak ada.
orcein - 19/10/2012 11:05 AM
#4883

user Prop1000

Saya sudah mengerti kalau Darwin orang yang bijaksana.

Anda yang diragukan kebijaksanaannya.

buktinya klo Anda ngepost suka ngata2 in user yg lain "nyet" atau hinaan yg lain, bukankah itu bukti jelas bahwa Anda kurang bermutu dalam suatu diskusi ilmiah ?

harusnya sebagai orang yang berdiskusi ilmiah, tata cara bicaranya tetap di jalur sopan, clean, dan berdasarkan bukti2 di lapangan.

Saya ga begitu memaksa kok kalau Darwin percaya keberadaan TUHAN, tapi memang semua orang yang bisa baca bukunya origin of species, itu bisa baca jelas, bahwa Darwin bolak balik mengakui dirinya ga atheis dan bolak balik nulis/ngetik kata2 "PENCIPTA"

Saya pernah baca juga ada segolongan orang2 atheist itu yg ngakui klo Einstein juga atheist, benar2 menggelikan.

user Prop1000, kenapa sich kok kayaknya Anda itu ngotot sekali bahwa Darwin harus orang atheist ?
sepertinya kok ga bisa nerima bukti2 gitu.

begini yach yang namanya beriman dalam kristen ga harus membuktikan diri ikut ke gereja klo pengurus2 gerejanya orang salah.
meski Islam juga ga harus ke bangunan masjid klo pengurus2 masjidnya bandel kolot, bisa ke masjid lainnya.

seperti zebra dan kuda meski sesama genus, kuda ga harus ikut ritual2nya zebra kyk migrasinya, tata cara ritual kimpoinya khan ?

seperti begitu saja harusnya paham.

coba contoh user Pi-one, untuk Pi-one Saya liat post2nya, Saya akui satu2nya evolusionist fanatik disini yang benar2 berusaha mencoba bijak dan netral, ga ngotot kyk Anda user Prop1000.

coba semuanya buka origin of species halaman 146.

jika dalam keyakinan penciptaan sendiri2 itu diyakini secara buta dan tanpa penelitian, misal kuda dan zebra diyakini diciptakan secara sendiri2, ini benar suatu kebodohan yang menghina penciptaan.

bahkan dalam tingkat terkecil, misal dna, atau sel2 bahkan dalam materi2 terkecil bahkan lebih kecil dari atom, misal pada electron, berevolusi adalah hal biasa2 aja di alam ini.

misal, meski sama2 manusianya dan sama2 laki2nya, Saya dan Anda userProp100, dalam tingkatan sel2 bisa saja sel2 tubuh Saya lebih berubah ke arah yg lain yang tidak umum pada jenis makhluk manusia, itu khan hal biasa2 aja.

seperti yang telah dijelaskan Darwin dalam bukunya.
bahwa suatu genus, pastilah berasal atau diawali dengan pencitaan dari sang PENCIPTA dari 1 saja atau hanya beberapa.

nach user Prop1000, berarti genus Homo/manusia itu juga dari 1/sosok yang tunggal.

yang ngomong klo manusia harus dari perkimpoian manusia laki2 dan perempuan itu siapa memangnya ?
Anda sendiri pasti harus mengakui, bahwa kelahiran manusia ga mesti harus dari perkimpoian manusia laki2 terus ketemu perempuan lalu proses kimpoi dulu, itu kepercayaan primitif alias "pagan"

sekarang sederhana saja menurut logika, tiap individu species membawa paketan lengkap untuk dilahirkannya individu baru yg lain, khan tiap species itu pasti paling ga terdiri dari 1 sel, nach tinggal makan dapat materi pendukung trus klo cukup gandain aja.

Kami, kaum muslim yang murni tidak heran dengan evolusi tiap makhluk.
dikarenakan contohnya dalam ajaran penciptaan Adam, dulunya adalah manusia laki2, lalu dari tubuhnya sendiri bisa diciptakan manusia perempuan, yang tentunya beda sekali dengan laki2 tubuh jasmaninya. biasa aja tuch.


tiap2 makhluk misalnya crustacea, misalnya lagi udang kecil jenis caridina, jika dibuat dalam keadaan tertentu, lalu misal ga nemu2 pasangan, bisa aja caridina tadi tetap bertelur.

coba cari contohnya lobster/crayfish jenis marmokrebs.

Saya ga maksud menghina agama sesama beriman ini loh yach, tapi mau memberikan bukti nyata.
bagaimana dengan penciptaan Yesus, laki2 yang terkenal keagungan dan kehebatan moralnya ?
bukankah dari seorang perempuan tanpa proses "kimpoi", bisa muncul seorang laki2, itu hal biasa2 aja, ga perlu sampai heran khan ?

nach sekarang Saya akan mengelurkan kalimat/pernyataan skak mat kepada yang ngaku2 beriman disini tapi malas belajar/nyari ilmu,
kalimat ini Saya dapat dari petunjuk yang diberikan ke otak Saya tentunya.


"jika harus diyakini, bahwa tiap individu species lama2 harus jadi manusia semuanya, hingga nantinya ada titik semua makhluk biokimia ini jadi manusia semuanya dan kelaparan lalu punah akhirnya, maka pikirkan ini....

apakah organ paling hebat dalam diri manusia ? apakah otak atau jantungnya ?
bukankah dulu itu hanya dari 1 sel sperma membawa dna lalu di "inject" kan ke sel telur, lalu sekarang jadi telinga, hidung, otak, jantung, dsb...

lalu kenapa yang jadi telinga berhenti di fungsi jadi telinga, kenapa kok ga semuanya lama2 jadi otak atau jantung ?


nach trus lama2 jadinya seonggok otak atau jantung, itu benar2 menunjukkan kebodohan dan khayalan manusia.

evolusi itu malah menunjukkan kehebatan perencanaan penciptaan.

untuk UserProp1000, memangnya kenapa klo Darwin memang mengakui keberadaan TUHAN, tapi ogah/ikut pemuka2 agama si sekitarnya yang salah tafsir ???
memangnya klo ada orang seperti itu ga diakui beriman ke TUHAN yach ?

wah berarti Kami juga/Saya dan yg persis, juga ga diakui dong ?
ini aneh.

coba Kita lihat beragamnya species dalam suatu genus, misal monyet, itu menunjukkan bisa terjadi macam2 fungsi, misal pemakan daun, pemakan rumput, pemakan buah, yg lebih suka bunga, pemakan serangga.
jadi dari 1 monyet, bisa dijadikan banyak fungsi di alam. bukankah itu indah dan keren ?
sama seperti tadi, dari 1 sel, yang menyimpan informasi genetic yang sangat banyak, masa isinya cuma bisa jadi 1 jenis species aja ?
iya klo manusia yang terbatas ini, misal buat computer tablet isinya cuman computer >>>ajaversi biasa
klo versi yg buat lebih cerdas, dari computer bisa jadi perantara buat menghidupkan kipas angin juga, bisa juga jadi telphone.

nach TUHAN Yang Maha Cerdas, itu semua biasa2 aja, mau dievolusikan, mau diturunin, bisa juga disebut devolusi, atau mau dijadikan variasi, mau dimutasikan, mau dijadiin yang ga mirip makhluk biologi kimia lagi, itu biasa2 aja.

seperti cara kerja sel2 dalam tubuh, semua kerja dan bertugas terus tanpa henti, sebagiannya malah tidak kenal yg namanya tidur.

jadi Darwin adalah orang cerdas, ketika Beliau membuat buku, berarti sudah saatnya manusia menerima ilmu lebih ilmiah dan menyikapi ciptaan2 TUHAN dengan lebih arif dan membudayakan "penelitian", bukan cuma nurut omongan2 yg lain aja.

langkah besar dari Darwin, Saya pandanga sangat penting, jadi tiap umat beragama bisa tergerak neliti sendiri, bukan harus nurut omongan pemuka agamanya aja, diomongin A harus terima A, iya klo bner, klo salah tafsir, misalnya terorist atau yg ngaku2 pemuka agama tapi kelakuannya benar2 ga bermoral terang2an.

penelitian berdasar observasi dan menyikapi dengan bijak semua proses alam adalah langkah benar untuk semakin menguatkan iman yang benar.

userProp100 dan yang lain disini, jika mau mengeluh post Saya kok panjang amat, harusnya biasa2 juga, dalam penelitian ilmiah, tiap laporna itu panjang isinya itu biasa dan kadang sangat perlu untuk menunjukkan pemikiran penulis.

contohnya origin of species, bukankah panjang2 juga itu tiap sub bab di bukunya ?

Terima kasih bagi yang mau membaca dan melanjutkan diskusi dengan Saya \)
flamerhoax - 19/10/2012 11:25 AM
#4884

Sebenarnya agan*orcein..

Kalo menurut ane.

Penciptaan adam, masalah iman. Ane gak komen lebih lanjut.
Penciptaan hawa, secara kromosom memungkinkan. Adam (xy) hawa (xx).
Penciptaan isa, masalah iman. Tapi secara kromosom tidak memungkinkan. Maria (xx) isa (xy). Terserah ISA sebagai ESSAU atau YessauS, sama saja.
prop1000 - 19/10/2012 11:42 AM
#4885

@orcein,

gw gak nanggepin lagi soal loe percaya tuhan, gw gak percaya tuhan, darwin yang agonstic (damn it, gw gak pernah bilang dia atheist). it is all personal belief yang bukan ukuran benar/tidak nya sains.

soal gaya bahasa, ini DC. loe dinilai bukan dari tingkat kesopanan tapi dari isi tulisan. begitulah nilai yang dianut disini. kalau di dunia nyata tentu berbeda lagi kondisinya.

====

benar/tidaknya sains adalah berdasarkan bukti & fakta. dan loe disini hendak mencampur adukkan antara sains & kepercayaan. hasilnya apa? cherry picking!
loe pilah-pilih apa2 yang ada di sains untuk disesuaikan dengan kepercayaan dan me-reject yang tidak sesuai.

mari kita uji kesimpulan gw ini.

kita bahas soal homo sapiens sapiens alias manusia. loe sepertinya menolak soal independent creation tiap sepecies, tapi mengakui independent creation tiap genus. bahwa manusia diciptakan tuhan sebagai sebuah genus untuk kemudian berkembang menjadi keragaman manusia saat ini.

tapi loe tentu menolak bahwa manusia & simpanse punya nenek moyang yang sama jutaan tahun yang lalu. kemudian common anchestor ini mempunyai keturunan2 yang oleh perbedaan habitat dan lain sebagainya, berkembang menjadi species2 seperti manusia dan simpanse.

atau kalau simpanse terlalu jauh, bagaimana menurut loe dengan genus homo lainnya? seperti homo neanderthal atau homo floresiensis? apakah diciptakan terpisah?

bagaimana dengan yang lebih dekat lagi yaitu homo sapiens idaltu? diciptakan terpisah juga?

Spoiler for "homo"
[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2

[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2

[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2

[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2


comment?
omjackD - 19/10/2012 11:58 AM
#4886

Quote:
Original Posted By prop1000
campur aduk nih bahasannya.
loe masih bicarain abiogenesis atau evolusi?

kalau masih di abiogenesis, lebih baik gak dibahas lanjut.
karena konsep chemical-evolution yang diajukan untuk menjawab abiogenesis masih terlalu spekulatif. gak didukung dengan data yang memadai.

kalau bahasan evolusi, ya. kesalahan replikasi itu berujung pada variasi. bisa negatif/netral/positif. lalu alam menyeleksi. dan siklus berlanjut di generasi2 selanjutnya didalam populasi.

Abiogenesis prop o
Quote:
Original Posted By Pi-One
Seperti kata rekan prop, masih terllau banyak yang belum diketahui tentang abiogenesis (karena kita tak tahu seperti apa bentuk kehidupan paling awal - kita bisa bilang lebih sederhana dari prokariot, bentuk kehidupan paling sederhana sekarang).

Katakanlah bentuk yang tercipta adalah replikator (mirip virus, tapi gak perlu inang) sederhana, tentu saja ada penyebab sehingga replikator ini berkembang menjadi bentuk yang lebih kompleks. Kesalahan dalam proses replikasi atau faktor luar adalah kemungkinan penyebabnya.

Hmm, ok deh, thanks atas penjelasannya, prop & pi-one :beer
ane sambilngacir: gugling juga deh, masih pnasaran soale....
orcein - 19/10/2012 03:30 PM
#4887

Quote:
Original Posted By flamerhoax
Sebenarnya agan*orcein..

Kalo menurut ane.

Penciptaan adam, masalah iman. Ane gak komen lebih lanjut.
Penciptaan hawa, secara kromosom memungkinkan. Adam (xy) hawa (xx).
Penciptaan isa, masalah iman. Tapi secara kromosom tidak memungkinkan. Maria (xx) isa (xy). Terserah ISA sebagai ESSAU atau YessauS, sama saja.


dalam ilmu pengetahuan modern, mau dijadikan seorang manusia laki2 dari seorang perempuan, kromosomnya itu sangat memungkinkan.
dari segi ilmiah cuma masalah dana dan dukungan saja, lalu berdoa diizinkan dan dilancarkan.

jika Anda punya dananya dan punya seorang manusia perempuan atau Anda sendiri, Saya laki2 salam kenal.
Saya bisa memperkenalkan dengan teman2 dari German dan Saya sendiri tertarik untuk ikut penelitiannya jika Kamid apat dukungan, untuk menjadikan dari sel2 seorang perempuan bisa dijadikan laki2.

itu ga aneh dalam hal biology modern.
dalam kejadian partenogenesis misalnya lebah, memang keturunannya terkenal selalu kelaminnya sama, yaitu betina, lalu kebanyakan mandul, ingat loh arti kebanyakan disini adalah "umumnya" atau banyak2nya/biasanya mandul/sterile, tapi ada beberapa contoh lebah pekerjanya subur, lalu bertelur yang tentunya ratu akan >>>cemburudikarenakan melanggar fungsi dari individu2 koloni, lalu dengan suatu pesan kimia tertentu rati akan menginstruksikan kepada lebah prajurit terdekat, untuk terus menerus membunuh, baik pekerja/prajurit/atau bahkan putri yg berani2 bertelur jika Ratu masih hidup dan sehat.
itu adalah seleksi alam yg ketat tapi efisien sekali meski tampak kejam tapi disiplin dan memang efisien.

tapi lihatlah pada contohnya Daphnia
Daphnia juga sering partenogenesis >>>>dimengerti dengan mudah sebagai bereproduksi/beranak dengan tanpa perlu "kawin"
anak2 daphnia kebanyakan tidaklah mandul, tapi kebanyakan tetap aja semuanya kebanyakan sama2 betinanya.
dalam keadaan tertentu jika dijadikan demikian, maka di dalam tubuh daphnia betina tadi akan dipaksa atau diaktifkan suatu "program" agar bereproduksi/beranak jantan, sekali lagi tanpa perlu proses "kawin" dulu.

manusia sebagai makhluk TUHAN juga sama seperti daphnia, sama saja, Kita sebagai masyarakat modern harus menerima kenyataan, jika PENCIPTAnya adalah Yang Tunggal, lalu sekarang telah luas pemahaman bahwa dari Yang Tunggal bisa jadi banyak variasi macam2 species dari suatu genus.

Maka, bisa ditarik kesimpulan, yang tentu saja dengan penelitian dan kerja sama dalam penyelidikan ini melalui praktek nyata adalah lebih baik demi memajukan kecerdasan masyarakat, bahwa memang bisa dari 1 manusia terlahir manusia lain baik sama atau beda kelaminnya.

sebagai pecinta biology yang beriman dan berusaha agar cerdas, tentunya yang Saya nyatakan disini harus ada gunanya, seperti yang diingatkan berkali2 di kitab suci dan juga di buku origin of species juga ada maksud itu >>>>diusahakan sebisa mungkin yang dibahas ada gunanya.

memang project cloning dari manusia perempuan bisa dijadikan seorang laki2, Kami sendiri belum bisa memberikan guna yang benar2 penting dan bisa dijadikan pemakluman/toleransi agar disetujui.

maaf sekalian post, Saya ingin mengajak semua member disini untuk mengamati atau setidaknya merenungkan kejadian ini.

Saya punya udang kecil dari genus neocaridina, lalu Saya juga punya lobster/crayfish air tawar dari genus >>>>procambarusyg masih diselidiki tapi sudah dicurigai sekali bisa partenogenesis dalam keadaan tertentu.
juga punya lobster air tawar dari genus cambarellus.

Kita lihat yang udang neocaridina, juga lobster procambarus, selalu ritual kawinnya dimulai dari proses moulting >>>duluproses umumnya.
lalu, setelah moulting ada zat kimia dari tubuh yang betina siap kawin, membuat jantan jadi >>>>birahijantan yg udah dewasa tentunya.
nach pada tahap ini baik udang tadi maupun lobster, meskipun beda genus, ritualnya sama loh \)

proses kelanjutannya memang agak2 beda, tapi tetap ada persamaan di awal proses khan.

banyak di alam ini, bagi Kita untuk menyelidiki dan mengambil manfaat >>>darinyamanfaat baik tentunya yang diharapkan.

kesamaan2 tersebut meskipun dari yang beda >>>genusnyaSaya kutip dari buku origin of species.

ini penting, Saya kasih contoh nyata betapa pentingnya, meskipun contoh logika sederhana.

untuk meneliti obat sakit kepala, misal obatnya manusia, sama kasusnya seperti p[engajuan penelitian cloning atau penggandaan manusia tanpa kawin tadi yg pastinya diprotes keras, bahkan kontroversial yang tentunya protestnya juga maksudnya baik sich.

itu bisa dihindari misalnya, obat sakit kepala tadi klo ga boleh pake manusia jadi >>>penelitiannyadi daerah2 yg masih melarang keras.
bisa pakai jasa dari species >>>tikussama2 mamalianya.

tidak bisa dihindari dan tentunya harus diterima meskipun seolah2 agak kejam, padahal bisa dijadikan ga kejam dengan metode2 tertentu.
untuk penelitian2 diatas, jika ga boleh pakai jasa manusia,
species apa yang paling manjur sangat >>>miripbanyak samanya di tubuh fisiknya, baik dalam maupun luar, coba bisa ditebak species apa yang Saya maksud ???

pastinya untuk zaman ini yach pakai jasa simpanse, simpanse banyak miripnya, jadi bisa diharapkan pembuktian penelitian pertama, jika simpanse betina bisa diclone atau dijadikan menghasilkan simpanse jantan tanpa kawin/tanpa bantuan benih dari pejantan, itu bisa memuaskan khan \)>>>juga sambil diteliti kegunaan penelitian ini,

juga pada simpanse2 yg sakit kepala atau bila perlu secara sengaja dibuat jadi sakit kepala, lalu setelah berkali2 ditemukan suatu ramuan yang efektif dan sedikit atau tanpa efek samping dan berhasil pada simpanse, keberhasilan ini, akan membawa keuntungan besar bagi umat manusia khan \)

jadi, keragaman dan kemiripan pada species2 ini memang ada gunanya untuk Kita manusia, bagi species lain pun Kita bisa lebih menghargai sesamam makhluk yang hidup di alam yang Kita bagi bersama ini.

karena itu, obat2 pada udang atau perlakuan2 yang sukses pada manfat bagi2 udang2 tertentu, juga bisa langsung dipraktekkan ke beberapa lobster.

Darwin sendiri sebenarnya juga pernah menyatakan, keheranan Dirinya, mengapa bukunya menggoncang keyakinan orang beragama ?
soalnya Dirinya sendiri beragama tapi biasa2 aja.

ilmu pengetahuan praktek tidak menentang agama, ini malah penting untuk kemajuan manusia, juga telah disediakan TUHAN dengan sengaja untuk manfaat2 bagi makhluk2 hidup khan \)

satu lagi tambahan untuk post Saya, harap dimaafkan jika kepanjangan. Ini contoh

teman Saya Imke dari German university, dulu termasuk yg sangat ngotot udang kecil air tawar dari genus caridina tidak akan bisa kawin dengan genus neocaridina.

masalahnya suatu hari Saya liat sendiri di aquarium neocaridina jantan kawin terangsang dan kawin dengan seekor caridina betina
>>>lebih tepatnya dengan nama pasar red cherry jantan kawin dengan udang cristal >>>betinasaking kagumnya Saya lupa memphotonya/merekamnya \(>>>harap maklum Saya waktu itu belum punya alat perekam untuk video.

lalu di forum ramai dan Saya mengajukan secara dijaga tetap sopan, masukkan saja di aquarium bbrp neocaridina jantan, juga bbrp caridina betina, lalu liat meski harus bbrp tahun, semuanya mati tanpa anak atau akhirnya ada yg punya anak ???

seorang teman dari Polandia, morgana, yang sudah bertahun2 berdebat dengan Imke dari German tadi merasa semakin senang dengan dukungan dan bukti2 >>>inihingga saat itu diyakini memang bisa kawin, tapi ga akan menghasilkan 1 pun keturunan.

akhirnya meski belum ada bukti ilmiah sekarang ini, teman Kami Imke mengakui bisa saja terjadi dan menghasilkan anak/keturunan, dengan keadaan >>>tertentu.benar2 bijaksana tindakan ini.

bagaimana jika memang benar neocarina dan caridina bisa kawin dan menghasilkan anak ?
jawabannya bisa saja :
1) manusianya yang selama ini ternyata salah mengelompokkan genus dalam kedua species >>>>iniini biasa aja dan wajar
manusia bisa saja salah \)>>>ini umum dan Kita harus memaklumi meskipun peneliti terkenal nomer 1 sekalipun, salah adalah biasa bagi manusia.

2) memang beda genus, tapi memang ternyata bisa menghasilkan keturunan jenis baru ? jika ini jawabannya, ini harus ditelidi lebih lanjut dan paling tidak ini adalah suatu keindahan dalam perencanaan penciptaan, karena bisa bervariasi dengan tanpa batas.

sekian dulu, terima kasih sekali lagi bagi yang mau baca soalnya kepanjangan dan tetap mau diskusi dengan saya disini.
orcein - 19/10/2012 03:45 PM
#4888

Quote:
Original Posted By prop1000
@orcein,

gw gak nanggepin lagi soal loe percaya tuhan, gw gak percaya tuhan, darwin yang agonstic (damn it, gw gak pernah bilang dia atheist). it is all personal belief yang bukan ukuran benar/tidak nya sains.

soal gaya bahasa, ini DC. loe dinilai bukan dari tingkat kesopanan tapi dari isi tulisan. begitulah nilai yang dianut disini. kalau di dunia nyata tentu berbeda lagi kondisinya.

====

benar/tidaknya sains adalah berdasarkan bukti & fakta. dan loe disini hendak mencampur adukkan antara sains & kepercayaan. hasilnya apa? cherry picking!
loe pilah-pilih apa2 yang ada di sains untuk disesuaikan dengan kepercayaan dan me-reject yang tidak sesuai.

mari kita uji kesimpulan gw ini.

kita bahas soal homo sapiens sapiens alias manusia. loe sepertinya menolak soal independent creation tiap sepecies, tapi mengakui independent creation tiap genus. bahwa manusia diciptakan tuhan sebagai sebuah genus untuk kemudian berkembang menjadi keragaman manusia saat ini.

tapi loe tentu menolak bahwa manusia & simpanse punya nenek moyang yang sama jutaan tahun yang lalu. kemudian common anchestor ini mempunyai keturunan2 yang oleh perbedaan habitat dan lain sebagainya, berkembang menjadi species2 seperti manusia dan simpanse.

atau kalau simpanse terlalu jauh, bagaimana menurut loe dengan genus homo lainnya? seperti homo neanderthal atau homo floresiensis? apakah diciptakan terpisah?

bagaimana dengan yang lebih dekat lagi yaitu homo sapiens idaltu? diciptakan terpisah juga?

Spoiler for "homo"
[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2

[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2

[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2

[CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2


comment?


yuup benar, Saya memang tidak mengakui semua species harus diciptakan sendiri2 dan sangat mirip dalam buku origin of species, mengakui bahwa tiap genuslah yang dicipta, tapi bisa saja tidak demikian.
Kami manusia ga ikut2 dan kurang tahu, TUHAN berhak mau berbuat apapun karena Yang Paling Tahu dalam keyakinan Kami.

Terima kasih sudah agak memahami Saya, yang anehnya Saya sendiri yakin, Anda user Prop1000 termasuk kaum yg ngaku2 atheist dan ada ngototnya memaksa ilmuwan2 kalas atas seperti Darwin harus atheist,
nach klo diakui agnostic dalam keyakinan masyarakat sekitarnya itu baru benar, seperti kata Saya agnostic di masyarakat yg memang salah dalam beragama, itu adalah tindakan cerdas dan tentunya keren \)

Anda mejawab pertanyaannya sendiri, tentu saja orang seperti Saya mengakui dengan tegas, semua genus homo memang bisa dari 1 moyang tunggal, jangankan yg dulu mau ada Meganthropus, mau yang Pithecanthropus atau mau ada Sapiens. jika ada genus yg lebih baik, yang lain gagal dalam seleksi alam, bukankah itu adalah hukum yang jelas.

jujur saja sampai sekarang pun Saya termasuk yang mengakui, jika perlu suatu species tertentu yang lebih maju budaya dan peradabannya, lalu menyerang species lain yang sama genusnya yang telah banyak melakukan pelanggaran dan banyak merugikan alam daripada manfaatnya, itu adalah hukum TUHAN yang Bijaksana.

Yang diakui juga dalam teori hukum seleksi alam,

pakai permisalan contoh yach biar makin paham jalan pemikiran Saya.

seorang manusia laki2 yang sangat ketagihan suka mabuk dan merokok, lalu terkena seleksi alam alias mati, biar makin paham maksud Saya, bagi Kami peneliti itu adalah hal wajar 2 aja meskipun kematian laki2 tadi hanya demi agar perempuan yang disenanginya dihadapkan pada pilihan agar lebih milih laki2 satunya yang ga mabuk miras dan merokok.

bukankah itu memang menguntungkan species manusia dan masing2 laki2 dan perempuan yang akhirnya menikah tadi ?

sama saja seperti di cerita2 video2 bagaimana jika Pithecanthropus dulu memang diserang oleh Sapiens dalam jumlah besar hingga pada kepunahan ?
yup itu klo memang perlu yach ga apa2.

sekali lagi TUHAN ga rugi sedikitpun mau dipunahkan atau dicipta berapa speciespun.

bisa jadi homo neanderthal atau lainnya yg apapun disebutnya memang pernah ada dan dari 1 moyang tunggal, lalu dipunahkan atau diseleksi karena memang sudah lebih banyak merugikannya atau ga begitu efektif di alam, lalu ada yang lebih baik itu adalah proses yang memang perlu.

jawabannya adalah why not ?

oh iya tambahan, Saya kapan pernah menunjukkan jika ada bukti nyata dalam sains, misal ada penelitian apa, lalu ada bukti nyatanya, lalu Saya menolak dengan agama Saya, yach engga yach Prop1000.

di ajaran agama Saya, jika ada bukti nyata di depan mata itulah kebenaran, jika tidak sesuai dengan agama, maka diadakanya penyelidikan itu benar atau cuma kesalahan saja.

note : jangan samakan semua manusia yang mengaku berima dan beragama itu sama, masa Kami disamakan seperti misalnya orang2 Greek kuna yang salah dalam tafsir agama menyembah dewa - dewi dan meyakini klo misalnya Athena dicipta Zeus dari kepalanya yang dipecah muncul anak perempuan seorang dewi digambarkan seorang lelaki tua mecah kepalanya sendiri trus keluar dewi, weeew, harap jangan disamakan, anggap seperti ini, meski sama2 genusnya dan klo kimpoi bisa hasilkan anak, kuda dan zebra itu jelas beda loh.
yggsdrasill - 19/10/2012 03:47 PM
#4889

sebuah studi mengatakan bahwa gigi bungsu yang tdk memiliki banyak fungsi yg tumbuh saat dewasa merupakan hasil dari kecacatan evolusi manusia layaknya umbai cacing, nah pertanyaannya: sebelum hal tsb berevolusi apakah fungsi dari gigi bungsu dan umbai cacing?
orcein - 19/10/2012 04:19 PM
#4890

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
sebuah studi mengatakan bahwa gigi bungsu yang tdk memiliki banyak fungsi yg tumbuh saat dewasa merupakan hasil dari kecacatan evolusi manusia layaknya umbai cacing, nah pertanyaannya: sebelum hal tsb berevolusi apakah fungsi dari gigi bungsu dan umbai cacing?


nach Saya juga penasaran dengan jawaban pertanyaan itu, tapi Saya yakin jika diperlukan pasti ada fungsinya.
Saya sangat mengharapkan jawaban dari Pi-one untuk pertanyaan yang sama seperti user Yggdrasill diatas ?
prop1000 - 19/10/2012 05:18 PM
#4891

Quote:
Original Posted By orcein
yuup benar, Saya memang tidak mengakui semua species harus diciptakan sendiri2 dan sangat mirip dalam buku origin of species, mengakui bahwa tiap genuslah yang dicipta, tapi bisa saja tidak demikian.
Kami manusia ga ikut2 dan kurang tahu, TUHAN berhak mau berbuat apapun karena Yang Paling Tahu dalam keyakinan Kami.

Terima kasih sudah agak memahami Saya, yang anehnya Saya sendiri yakin, Anda user Prop1000 termasuk kaum yg ngaku2 atheist dan ada ngototnya memaksa ilmuwan2 kalas atas seperti Darwin harus atheist,
nach klo diakui agnostic dalam keyakinan masyarakat sekitarnya itu baru benar, seperti kata Saya agnostic di masyarakat yg memang salah dalam beragama, itu adalah tindakan cerdas dan tentunya keren \)

Anda mejawab pertanyaannya sendiri, tentu saja orang seperti Saya mengakui dengan tegas, semua genus homo memang bisa dari 1 moyang tunggal, jangankan yg dulu mau ada Meganthropus, mau yang Pithecanthropus atau mau ada Sapiens. jika ada genus yg lebih baik, yang lain gagal dalam seleksi alam, bukankah itu adalah hukum yang jelas.

jujur saja sampai sekarang pun Saya termasuk yang mengakui, jika perlu suatu species tertentu yang lebih maju budaya dan peradabannya, lalu menyerang species lain yang sama genusnya yang telah banyak melakukan pelanggaran dan banyak merugikan alam daripada manfaatnya, itu adalah hukum TUHAN yang Bijaksana.

Yang diakui juga dalam teori hukum seleksi alam,

pakai permisalan contoh yach biar makin paham jalan pemikiran Saya.

seorang manusia laki2 yang sangat ketagihan suka mabuk dan merokok, lalu terkena seleksi alam alias mati, biar makin paham maksud Saya, bagi Kami peneliti itu adalah hal wajar 2 aja meskipun kematian laki2 tadi hanya demi agar perempuan yang disenanginya dihadapkan pada pilihan agar lebih milih laki2 satunya yang ga mabuk miras dan merokok.

bukankah itu memang menguntungkan species manusia dan masing2 laki2 dan perempuan yang akhirnya menikah tadi ?

sama saja seperti di cerita2 video2 bagaimana jika Pithecanthropus dulu memang diserang oleh Sapiens dalam jumlah besar hingga pada kepunahan ?
yup itu klo memang perlu yach ga apa2.

sekali lagi TUHAN ga rugi sedikitpun mau dipunahkan atau dicipta berapa speciespun.

bisa jadi homo neanderthal atau lainnya yg apapun disebutnya memang pernah ada dan dari 1 moyang tunggal, lalu dipunahkan atau diseleksi karena memang sudah lebih banyak merugikannya atau ga begitu efektif di alam, lalu ada yang lebih baik itu adalah proses yang memang perlu.

jawabannya adalah why not ?

oh iya tambahan, Saya kapan pernah menunjukkan jika ada bukti nyata dalam sains, misal ada penelitian apa, lalu ada bukti nyatanya, lalu Saya menolak dengan agama Saya, yach engga yach Prop1000.

di ajaran agama Saya, jika ada bukti nyata di depan mata itulah kebenaran, jika tidak sesuai dengan agama, maka diadakanya penyelidikan itu benar atau cuma kesalahan saja.

note : jangan samakan semua manusia yang mengaku berima dan beragama itu sama, masa Kami disamakan seperti misalnya orang2 Greek kuna yang salah dalam tafsir agama menyembah dewa - dewi dan meyakini klo misalnya Athena dicipta Zeus dari kepalanya yang dipecah muncul anak perempuan seorang dewi digambarkan seorang lelaki tua mecah kepalanya sendiri trus keluar dewi, weeew, harap jangan disamakan, anggap seperti ini, meski sama2 genusnya dan klo kimpoi bisa hasilkan anak, kuda dan zebra itu jelas beda loh.

lalu dimana posisi nabi adam dalam genus homo?
prop1000 - 19/10/2012 05:44 PM
#4892

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
sebuah studi mengatakan bahwa gigi bungsu yang tdk memiliki banyak fungsi yg tumbuh saat dewasa merupakan hasil dari kecacatan evolusi manusia layaknya umbai cacing, nah pertanyaannya: sebelum hal tsb berevolusi apakah fungsi dari gigi bungsu dan umbai cacing?

usus buntu bukan gak ada fungsinya atau sisa dari evolusi. http://www.sciencedaily.com/releases/2009/08/090820175901.htm

soal gigi bungsu, gw juga belum tahu gunanya apa. mungkin juga memang sudah gak guna mengingat diet kita dibanding anchestor kita sudah jauh berbeda.

dulu makan daging mentah & daun2an mentah.
sekarang makan steak-well-done atau sup buntut. genit:

dan sudah tidak semua manusia punya gigi bungsu. gw termasuk yang gak tumbuh gigi bungsu. mungkin kita sekarang dalam proses kehilangan gigi bungsu, seperti kita telah kehilangan ekor semenjak menjadi bi-pedal.
widya poetra - 19/10/2012 06:06 PM
#4893

Ybhi:

Nenek moyang dahulu rahangnya gede, jadi ndak masalah gigi bungsunya,
lama-lama rahang manusia makin kecil karena ndak perlu makan2 "berat2" terus geraham bungsunya jadi bermasalah akibat ruangan untuk tumbuh bisa-bisa gak mencukupi.

Btw sekarang pun ada orang yang gigi bungsunya gak tumbuh. Bahkan ada populasi yang hampir 100% gigi bungsunya gak numbuh.
kidanbrain - 19/10/2012 06:16 PM
#4894

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:

Nenek moyang dahulu rahangnya gede, jadi ndak masalah gigi bungsunya,
lama-lama rahang manusia makin kecil karena ndak perlu makan2 "berat2" terus geraham bungsunya jadi bermasalah akibat ruangan untuk tumbuh bisa-bisa gak mencukupi.

Btw sekarang pun ada orang yang gigi bungsunya gak tumbuh. Bahkan ada populasi yang hampir 100% gigi bungsunya gak numbuh.


nice infoh gan
flamerhoax - 19/10/2012 06:40 PM
#4895

Quote:
Original Posted By orcein
nach Saya juga penasaran dengan jawaban pertanyaan itu, tapi Saya yakin jika diperlukan pasti ada fungsinya.
Saya sangat mengharapkan jawaban dari Pi-one untuk pertanyaan yang sama seperti user Yggdrasill diatas ?

Wow, ane gak menduga agan jawabanya seperti ini. Setelah agan ngomong panjang lebar kek gini.
Quote:
Original Posted By orcein
sorry gan, ane singkat



Mana nih om p-one, bantu jawab pertanyaan ane dong.capedes
flamerhoax - 19/10/2012 07:10 PM
#4896

Quote:
Original Posted By flamerhoax
I see.. Jumlah kromosom bisa dari pematahan dan pengabungan.
Tapi setelah saya baca ref anda. Contoh kasusnya ada di gen 21 ya?
Apa itu bukan gen orang yang mengalami down sinrome?


Quote:
Original Posted By flamerhoax
1 lagi, pertanyaan. Semoga agan tidak bosen.
Setau saya banci antara reptil dan burung sudah ditemukan.
Apa banci antara burung dan mamalia sudah ditemukan?
Sejauh ini saya browsing rasanya kok tidak ada.


2 pertanyaan ini.
MohTheRipper - 19/10/2012 07:37 PM
#4897

nubi numpang nanya

jikalau semua manusia yang hidup sekarang ini bertingkah laku sama seperti MUhammad sang pedopil, kira2 menurut prediksi evolusionis, berapa lama kah spesies manusia akan bertahan hingga akhirnya punah?

mohon ditanggapi gan
Pi-One - 19/10/2012 08:30 PM
#4898

Quote:
Original Posted By flamerhoax
I see.. Jumlah kromosom bisa dari pematahan dan pengabungan.
Tapi setelah saya baca ref anda. Contoh kasusnya ada di gen 21 ya?
Apa itu bukan gen orang yang mengalami down sinrome?

Itu bisa mengalami down sindrome, bisa juga tidak. Lagipula translokasi tidak hanya padagen 21, tapi juga di gen-gen lain.

Quote:
Original Posted By flamerhoax
1 lagi, pertanyaan. Semoga agan tidak bosen.
Setau saya banci antara reptil dan burung sudah ditemukan.
Apa banci antara burung dan mamalia sudah ditemukan?
Sejauh ini saya browsing rasanya kok tidak ada.

Banci? maksud lu transisi?
Gak ada transisi antara burung dan mamalia, karena tidak ada yang menjadi moyang lain. Burung dan mamalia sama-sama keturunan reptil, tapi burung bukan moyang mamalia dan sebaliknya mamalia bukan moyang burung. Keduanya percabangan evolusi berbeda.

Quote:
Original Posted By orcein
Saya ga begitu memaksa kok kalau Darwin percaya keberadaan TUHAN, tapi memang semua orang yang bisa baca bukunya origin of species, itu bisa baca jelas, bahwa Darwin bolak balik mengakui dirinya ga atheis dan bolak balik nulis/ngetik kata2 "PENCIPTA"

Seperti yang dikatakan prop, paham filosofis Darwin sendiri 'berevolusi'.
Semakin lama, ia semakin meragukan konsep-konsep ketuhanan yang pernah ia terima, meragukan 'penciptaan', dan kemudian memilih menjadi seorang agnostik. Hal ini sendiri eprnah diungkapkan oleh istrinya Emma (yang masih terhitung sepupunya), yang mengungkapkan rasa takutnya bahwa setelah meninggal nanti mereka tak bisa bersama karena perbedaan keyakinan tersebut.

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
sebuah studi mengatakan bahwa gigi bungsu yang tdk memiliki banyak fungsi yg tumbuh saat dewasa merupakan hasil dari kecacatan evolusi manusia layaknya umbai cacing, nah pertanyaannya: sebelum hal tsb berevolusi apakah fungsi dari gigi bungsu dan umbai cacing?

Dibilang cacat evolusi rasanya kurang tepat. Mereka disebut organ vestigial, atau serign disalahtafsirkan sebagai organ yang tak ada gunanya. Padahal organ vestigial atau organ sisa bukan gak berguna, tapi fungsinya sudah bergeser. Fungsi gigi bungsu mungkins eperti yang diungkap rekan-rekan lain, sementara usus buntu tadinya berfungsi untuk mencerna selulosa.
hahaha.. - 20/10/2012 12:47 AM
#4899

mau nanya nih, kenapa diantara genus Homo hanya jenis Sapien sapien yang bertahan hidup. Bukankah diantara genus Homo tersebut Otak Milik Sapien sapien gak gede gede amat yah???? masih ada yang lebih gede yaitu kalo gak salah Heidelbergenesis, Idaltu, sama Neanderthal. Lalu apakah Bentuk Kening dan isi didalamnya dari masing2 Genus Homo tersebut membawa pengaruh terhadap kecerdasan ???
makasih ... gak tau OOT atau bukan Peace:
flamerhoax - 20/10/2012 01:11 AM
#4900

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
sebuah studi mengatakan bahwa gigi bungsu yang tdk memiliki banyak fungsi yg tumbuh saat dewasa merupakan hasil dari kecacatan evolusi manusia layaknya umbai cacing, nah pertanyaannya: sebelum hal tsb berevolusi apakah fungsi dari gigi bungsu dan umbai cacing?

Yakin gan elu gak tau jawabanya?
Soalnya menurut ane pertanyaan elu kok seperti mengarahkan?
Kalo tebakan ane sih.
Itu terkait dengan pola makan. Kalo dietnya tumbuhan.
Otomatis membutuhkan gigi graham(pengunyah) dan lambung lebih besar.
Page 245 of 246 | ‹ First  < 240 241 242 243 244 245 246 > 
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [CLEAN]Anda Bertanya Evolusionis Menjawab - Part 2