Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 476 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

pujangga.lama - 06/10/2010 12:24 PM
#1



Sepasang Kaos Kaki Hitam
[SK2H]

Sepasang Kaos Kaki Hitam


halo kawan-kawan kaskuser semua..

setelah lama hanya memantau dari jauh, ijinkan gw bercerita sedikit tentang kehidupan masa lalu gw. cerita ini masih tentang cinta, tema yg memang banyak diusung penulis-penulis di forum ini.

sebelumnya maaf kalo tulisan gw berantakan. gw cuma sekedar berbagi cerita..

perkenalkan nama gw Ari. cerita ini bermula di pertengahan semester terakhir tahun 2000, waktu gw baru keterima magang di sebuah perusahaan di kota kecil Karawang.............



lanjutannya ada di sini >> INDEX II[/CENTER]
pujangga.lama - 06/10/2010 12:25 PM
#2
Part 1
akhir bulan September 2000...

gue lulusan SMA tahun 1997 dan memutuskan meneruskan kuliah sampai berhasil mendapatkan ijazah Diploma 3 yg gue selesaikan hanya dalam waktu dua setengah tahun di sebuah fakultas di kota kelahiran gue. dan berbekal ijazah itu gue coba mengirim lamaran ke beberapa perusahaan di ibukota karena gue pikir perusahaan di kota tempat gue tinggal nggak begitu menjanjikan. makanya gue pilih ke luar kota, siapa tau peruntungan gue memang di sana. namun berbulan-bulan gue tunggu tetapi belum juga ada jawaban dari lamaran gue.

sudah hampir genap satu tahun gue menganggur di rumah membebani orangtua. dan pada pertengahan Agustus tahun 2000 gue mendapatkan sebuah surat panggilan dari sebuah perusahaan produsen alat-alat elektronik di Karawang. gue sendiri heran karena seingat gue, gue hanya mengirim lamaran ke perusahaan di Jakarta dan Bandung. tapi namanya pengangguran, gue ambil aja kesempatan ini.

dan berangkatlah gue ke Karawang...

di Karawang gue nggak punya kenalan siapa-siapa. maka gue keliling di sekitar perumahan yg letaknya dekat ke kawasan industri biar lebih dekat dengan kantor. selama tes berlangsung gue numpang tidur di sebuah mesjid. untungnya tes nya cuma tiga hari. setelah ada keputusan gue diterima kerja magang, gue putuskan mencari kosan. dengan bantuan tukang ojek yg gue kenal sewaktu ngobrol-ngobrol di mesjid, gue akhirnya menemukan sebuah kontrakan di daerah Perumahan Teluk Jambe.

kontrakan itu lumayan laris. dua lantai di bawah sudah terisi penuh dan hanya ada sisa satu kamar di lantai tiga.

"tinggal yang ini Mas," kata Pak Haji pemilik kosan menunjuk pintu sebuah kamar di ujung koridor..

gue memandang berkeliling sementara Pak Haji membukakan pintu untuk gue melihat-lihat kamarnya. di lantai atas ini cuma ada enam kamar. masing-masing kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi di dalamnya. dengan harga sewa seratus ribu rupiah per bulan, gue terima dan mulai hari itu gue resmi jadi penghuni kamar nomor 23. kamar-kamar di sini terpisah koridor selebar kurang lebih dua meter. tiap sisi ada tiga kamar yg saling berseberangan. gue sendiri merasa cukup beruntung karena mendapat kamar yg posisinya paling ujung. kamar gue dan kamar di depan disambung oleh sebuah tembok pendek berukuran setengah meter sebagai pembatas.

besok gue sudah mulai kerja, maka hari ini juga gue berbenah kamar. menyapu dan mengepel serta membersihkan dinding dari sarang laba-laba yang menempel. nampaknya kamar ini sudah lama tidak ditempati. dan sesi bersih-bersih itu selesai pukul setengah lima sore. gue sedang duduk di kursi kecil depan kamar saat kamar sebelah gue mulai menyetel lagu dengan volume kencang. beginilah nasib anak kos baru, cuma bisa jadi pendengar setia.

setelah capek bersih-bersih dan menyempatkan mendengar tiga buah lagu yg disetel kamar sebelah, gue turun keluar mencari warung makan. limabelas menit kemudian gue sudah berjalan di tangga menuju kamar gue dengan sekantong nasi bungkus di tangan. anak-anak kamar sebelah gue nampaknya masih asyik tidur di kamar mereka, karena gue tau rata-rata penghuni kosan ini adalah karyawan yg bekerja di kawasan industri.

hanya ada satu pintu yg terbuka, pintu kamar seberang gue. di depan pintu seorang wanita sebaya gue sedang duduk memeluk lutut dan memandang kosong ke lantai di bawahnya. rambutnya panjang dibiarkan tergerai sedikit menutupi wajah. hidung mancung dan berperawakan lumayan tinggi. saat itu dia mengenakan sebuah celana jeans pendek se paha, tapi yg menarik perhatian gue adalah kaos kaki yg dipakainya itu. kaos kaki panjang sampai menutupi lutut. Karawang adalah kota yg panas, maka gue sendiri aneh melihatnya memakai kaos kaki yg begitu panjang.

"sore Mbak," sebagai "anak baru" gue memberanikan diri menyapa supaya dinilai sopan.

diam. wanita itu bergeming. jangankan membalas sapaan gue, mengangkat kepalanya pun tidak.

"selamat sore Mbak..." kali ini gue coba keraskan suara.

dia tetap diam.

"sialan," omel gue dalam hati. maka gue putuskan langsung masuk ke kamar dan menyantap nasi bungkus gue.

nggak ada yg spesial di hari pertama gue di kosan. kecuali momen mati lampu pada jam delapan malam, gue memutuskan segera beranjak tidur karena besok pagi gue tidak boleh terlambat datang ke kantor. gue cukup senang listrik mati, karena itu artinya gue bisa dengan tenang tidur. kamar sebelah gue mendadak menjadi "bisu".

entah sudah jam berapa saat itu, dalam kondisi kantuk yg mulai menjalari mata, samar-samar gue seperti mendengar sebuah suara. asalnya dari luar, entah dari sebelah mana. sebuah suara isak tangis seorang wanita, gue yakin. isakan kesedihan yg dalam.

bulu kuduk gue merinding. pikiran gue mulai membayangkan kelebatan-kelebatan sosok yg bahkan nggak pernah gue tau keberadaannya. gue menaikkan selimut sampai menutup kepala. suara itu hilang.

gue diam memasang telinga berusaha menangkap suara-suara lagi. tapi tidak ada suara apa pun. beberapa menit gue masih terjaga memastikan. tetap sunyi. hanya suara degup jantung di dada gue yang terdengar mengalun berkejaran dengan suara detik jam di dinding....
pujangga.lama - 06/10/2010 12:27 PM
#3

pujangga.lama - 06/10/2010 12:56 PM
#4

joel78 - 06/10/2010 04:25 PM
#5
HIMBAUAN saja :p
Quote:
Original Posted By Gildartz.Crive

NB:
gw agak khawatir liat poscount trit ini udah 8000an, so temen2 hal2 yang diluar cerita alias out of topic alias OOT tolong jangan dibahas di sini silahkan ke lounge SFTH \)
klo pas gw keliling gw masukin KSP,lalu klo mau minta update,via VM ke om ari aja, ato trit ini di subscribe,jadi gampang ngeceknya,toh klo ada update kalian bisa cek di index,

posting oneliner minta update akan gw anggap nyundul dan gw laporin ke KSP (silahkan cek grand rules biar lebih jelas)

untuk yang mau liat part 66 silahkan PM agan njully langsung gak usah dipost disini (keknya ini kudu ditaro depan deh oom ari buat info pembaca2 baru)

semua demi kenyamanan kita semua kok D supaya sebelum limit thread ini udah selesai \)


regards

tri adi & the fairy klan
nobita.kaskus - 06/10/2010 05:54 PM
#6

think:
berbau Karawang nih :cystg
ijin nenda dulu ya D


part 1 :
TelukJambenya dmn nih gan? D
eh itu 10thun yg lalu ya kisahnya? hammers

nah lho suara tangisan siapakah itu? takuts
pujangga.lama - 06/10/2010 07:55 PM
#7
Part 2
esok paginya gue terbangun dengan kepala pening. agaknya gue salah posisi tidur semalam. gue lihat jam setengah enam pagi. buru-buru gue mandi, gue harus sudah di kantor jam tujuh meski jam masuk adalah jam setengah delapan. hari pertama ini gue harus memberikan kesan yg baik kepada atasan gue.

selesai mandi gue bergegas mencari sarapan. pagi begini ada penjual nasi uduk "dadakan" di depan kos jadi gue nggak perlu repot-repot nyari sarapan. seperti yg sudah gue bilang, penghuni kontrakan ini kebanyakan karyawan pabrik. lapak nasi uduk ini sudah dipenuhi antrian mereka yg hendak berangkat shif pagi.

gue berdiri di belakang antrian. dari sini gue bisa melihat pintu kamar gue di atas. dan di tembok pembatas itu, gue melihat dia. wanita yg kemarin gue temui di depan pintu kamarnya. dia sedang memandang kosong seperti kemarin. dan saat gue perhatikan ekspresi hampa nya, gue jadi teringat suara tangisan yg gue dengar semalam.

apa mungkin tangisan itu adalah suara dia? kalau dilihat dari sikapnya, kemungkinan besar memang benar. wanita berkaos kaki hitam, begitu gue memanggilnya mulai hari ini.

dan pagi itu pun gue memulai hari pertama gue kerja, atau lebih tepatnya disebut magang. setelah lewat masa magang selama 1 tahun, gue akan dipromosikan sebagai staff di bagian General Affair sesuai fresh graduate gue. suasana kantor cukup menyenangkan dan bersahabat. meski sangat terkesan kikuk, gue mencoba secepat mungkin beradaptasi dengan lingkungan kerja yg baru ini.

karena ini hari pertama, gue cuma diberi tugas ringan. mengecek data kelengkapan barang keperluan karyawan dan beberapa tugas ringan lainnya. gue lebih banyak nganggur. nganggur bikin gue bengong. dan orang bengong pasti melamun.

maka mulai melintas pertanyaan-pertanyaan aneh di benak gue. tentang wanita berkaos kaki hitam itu. apa yg selalu dilamunkan oleh dia? apa dia menderita depresi berkepanjangan? karena gue lihat nggak ada sedikitpun ekspresi ceria di wajahnya. dan lambat laun otak gue mulai dipenuhi bayangan-bayangan wanita itu.

gue mesti cari tahu. dan sorenya sepulang kerja gue beranikan diri berkenalan dengan penghuni kamar sebelah gue yg selalu "berisik". sore itu dia menyetel lagu band yg sedang naik daun saat itu.

"kerja dimana Mas?" Indra, nama laki-laki itu. kami mengobrol di teras kamarnya.

"di SH**P," jawab gue.

"udah lama?"

"baru kemaren kok. semalem baru gue tidur di sini."

Indra mengangguk. dan kami mulai larut dalam obrolan ringan. setelah gue rasa cukup akrab sebagai orang baru, gue beranikan diri bertanya tentang 'dia'.

"oh iya Ndra, lo tau nggak cewek penghuni kamer depan gue?"

"emang ada ya yg nempatin kamer itu?" dia malah balik tanya.

"lah..kemaren gue liat kok. cewek yg pake kaos kaki item panjang itu?"

"lo liat setan kali?" Indra tertawa lebar. "hahaha.. sorry cuy. gue nggak hafal soalnya balik gawe gue 'ngebo' di kamer. keluar kalo nyari makan doang, abis itu molor lagi. sama kamer sebelah juga gue nggak kenal. cuma sama lo aja. itu juga lo nya yg ngajak kenalan duluan.."

gue menggaruk kepala yg sebenernya nggak gatal. rupanya gue salah pilih informan. dan rasa penasaran gue semakin membubung dalam dada. gue sengaja membuka sedikit gorden jendela kamar gue supaya bisa mengintip keluar kalau-kalau wanita itu menampakkan dirinya. gue ingin sekali melihat dengan jelas wajahnya tanpa tertutup rambut.

berjam-jam gue duduk di samping jendela yg kacanya rendah ini. tapi pintu kamar di depan gue tidak bergerak se inchi pun. entah berapa lama gue duduk dalam diam mengawasi dengan saksama.

tapi nampaknya malam ini misi gue nggak membuahkan hasil. gue malah tertidur di samping jendela dan bangun keesokan paginya dengan kepala lebih sakit......
joel78 - 06/10/2010 08:31 PM
#8

wow mntep dh update,
d'bikin index dunk ka2........

mdh2an tuh ce bkn Sepasang Kaos Kaki Hitam

mnunggu update dngan Sepasang Kaos Kaki Hitam
joel78 - 06/10/2010 10:46 PM
#9

Quote:
Original Posted By Bintangpuitis
klonengan nya Julius mx bukan??:cystg

jangan bilang gw salah orang laginohope:

iyaa deh ntar ditraktir kalo inget!D

udah ah jangan oot di trit orang,
nanti yg empunya mencak2 lagi kebanyakan oot kitaPeace:


Sepasang Kaos Kaki Hitamslah gi ente
pan dblng msh nubie ane
oiy,mav ya oom dh oot dmari Sepasang Kaos Kaki Hitam

ngayap gi ah,sepi amat dmari Sepasang Kaos Kaki Hitam
nobita.kaskus - 06/10/2010 11:33 PM
#10

eek:

semakin penasaran hammers

siapakah dia? smga bukannn... takuts

D Peace:
V17Y - 07/10/2010 01:59 AM
#11

lama2 ane jadi takut baca ini . .
kabooorrrr . . ngacir:______
Unmasked.Joker - 07/10/2010 03:43 AM
#12

Quote:
Original Posted By harrizdway
ijin gelar tenda dolo ahh linux2:


ikut yah linux2:

Quote:
Original Posted By Bintangpuitis
dari bahasa dan gaya penulisannya kek nya gw tau nih klonengan siapa:cystg

tabrakan:

lanjutkan!
beer:


PM gw siapa army:

Quote:
Original Posted By joel78
pnggil yulius ja gan,nama asli..... ga :hoax kya neil ye
_______________ ngacir: ntr orngY nongol

agan tw ja ane ska mkan baso,mw dtraktir ye..... asyik....Sepasang Kaos Kaki Hitam


minta disambit nih anak... D

Quote:
Original Posted By Bintangpuitis
gw emang gak bakat nebak2 nihhammer:hammer:hammer:

tapi kali ini gw yakin bgt deh sama klonengan TS yg satu ini:cystg

salah satu pengagum anto yg menggunakan id yg mirip dengan beliaunohope:

tanpa avatar, posting seadanya,
gaya menulis yg rapih meskipun kebiasaan menulis 'gw' diganti menjadi 'gue' tidak menghilangkan ciri khasnya dalam mendeskripsikan situasi,
dan yg paling menyakinkan siapa TS sebenarnya adalah setting lokasi di Karawang dan pekerjaan di bidang elektronik:cystg

itu semua lebih dari cukup untuk tahu siapa TS sebenarnyamalu:

maap jadi ngacohammer:

cuma mau menjawab tantangan seseorang tentang jatidiri TSo

buat TS lanjutin aja ceritanya,
gak usah peduliin iniPeace:


intinya siapa? Cm 2 org yg gw tau domisili karawang.

Quote:
Original Posted By joel78
trnyta ts adelholic jga toh

mdh2an bro ga slah nebak gi,ntr + malu dh Sepasang Kaos Kaki Hitam

ya jngan perdulikn kmi ts, biar rame tritnya Sepasang Kaos Kaki Hitam

Sepasang Kaos Kaki Hitamdlu ah biar seger,plng gawe lngsng ngaskus Sepasang Kaos Kaki Hitam


iya lah, sepuh dia D
Nongol di mana2 juga malu:

---------------------------------------------

salah gw baca subuh2... nohope:
Mayan merinding juga
joel78 - 07/10/2010 10:15 AM
#13

Quote:
Original Posted By Unmasked.Joker
ikut yah linux2:



PM gw siapa army:



minta disambit nih anak... D



intinya siapa? Cm 2 org yg gw tau domisili karawang.



iya lah, sepuh dia D
Nongol di mana2 juga malu:

---------------------------------------------

salah gw baca subuh2... nohope:
Mayan merinding juga


jngan dunk neil,w sogok pake pangsit ja ye,,,,,,,,,thumbup:

gi baca jam ssgtu,bgus dseblah lau ga da Sepasang Kaos Kaki Hitam

menunggu update gi ah linux2:
pujangga.lama - 07/10/2010 11:04 AM
#14
Part 3
minggu pertama gue lalui tanpa kejadian aneh seperti malam pertama. rentang waktu ini gue gunakan untuk mengenal orang-orang di sekitar gue. selain Indra yg sekarang sudah jadi teman dekat gue, dua kamar lain dihuni karyawan sebuah perusahaan pabrikan mobil ternama. mereka terlalu sibuk dengan jam lemburnya jadi gue nggak begitu sering bertatap muka. sementara satu lagi kamar ditempati sepasang suami istri yg sama-sama berkarir sebagai karyawan swasta.

gue sekarang sudah akrab dengan Indra. hampir tiap malam gue numpang nonton tivi di kamarnya karena dengan bekal yg gue bawa dari kampung nggak mencukupi untuk membeli barang-barang kebutuhan sekunder. yg penting bulan pertama ini gue punya tempat untuk tidur dan mandi dulu. kebutuhan lainnya akan gue pikirkan nanti.

gue berhasil membuat Indra "tobat" dari kebiasaannya menyetel lagu menggunakan speaker aktif dengan volume berlebihan. gue menyarankan dia untuk memakai headset dan sekarang dia jadi maniak headset kalau balik kerja. dan sekarang lantai atas sudah sepi dari kegaduhan.

satu bulan berlalu sejak kejadian malam pertama, dan anehnya satu bulan ini gue nggak pernah sekalipun bertemu lagi dengan 'wanita berkaos kaki hitam'. berkali-kali saat hari libur gue tongkrongin depan kamarnya sambil main gitar milik Indra. gue yakin kalau kamar ini memang berpenghuni, orangnya pasti akan keluar. tapi nyatanya gue nggak mendapatkan hasil apapun. kamar ini seolah ditinggal begitu saja oleh pemiliknya. entah sudah berapa lama dia nggak balik ke kamarnya.

kadang gue coba beranikan diri mengintip ke dalam lewat celah di jendela. tapi kaca jendela tertutup rapat kertas koran yg ditempel dari dalam.

dan karena nggak juga membuahkan hasil, minggu ketiga dan keempat gue nggak lagi begitu tertarik dengan 'wanita berkaos kaki hitam'. gue nggak lagi mengintip dari balik jendela ataupun nongkrongin kamarnya. aktifitas gue kembali normal seolah tanpa terjadi sesuatu apapun. dan meski Indra masih menganggap yg gue lihat waktu pertama di sini adalah penampakan hantu, gue nggak begitu menakutkannya.

satu bulan pertama berhasil gue lalui dengan baik. karena gue mulai masuk job training pada pertengahan menjelang akhir September, gue baru menerima gaji pertama di akhir bulan berikutnya. setelah mengambil uang secukupnya dari ATM gue balik ke kosan membawa beberapa makanan dari mini market. sekali-kali gue traktir si Indra makan-makan karena selama satu bulan ini gue memang sering ditraktir olehnya dan gue juga sempat pinjam uang ke Indra karena bekal gue habis. maka gajian ini gue lunasi hutang gue. hehehe..

kamar Indra masih tertutup pagi itu. semalam dia masuk shif malam. gue putuskan menunda dulu acara makannya sampai dia bangun. lalu gue duduk di kursi depan kamar gue sambil main gitar nggak jelas sesuka hati.

gue sudah nggak begitu penasaran lagi dengan penghuni kamar depan gue karena lelah dengan pengintaian tanpa hasil. gue mulai berpikir untuk menerima argumen Indra bahwa yg gue lihat waktu itu adalah penampakan hantu. maka alangkah terkejutnya gue pagi itu ketika dari bawah terdengar suara kaki menapaki anak tangga menuju lantai atas dan yg muncul kemudian adalah dia !! wanita berkaos kaki hitam itu !!

mata gue langsung terpaku menatap sosok yg berjalan menuju kamarnya. dan sama seperti yg gue lihat waktu pertama kali, dia kali ini juga memakai kaos kaki hitam panjang. saat itu dia memakai kaos oblong putih dan rok pendek selutut. rambutnya diikat ke belakang. gue berhasil melihat wajah wanita itu secara utuh ! bahagianya gue...genit:hammer:

dan jantung gue tiba-tiba berdegup sangat kencang ketika wanita itu menoleh dan tersenyum ke arah gue. gue balas senyumannya dengan cengiran culun.

"anak baru yah?" dia bertanya sambil tangannya membuka kunci pintu kamarnya. nada suaranya terdengar sangat ramah dan bersahabat.

gue mengangguk. dan dia tersenyum lagi sebelum akhirnya masuk ke kamar lalu menutup lagi pintunya. secara refleks gue bergegas ke kamar Indra mengetuk pintunya dengan keras.

"Dul, bangun Dul.." teriak gue sambil tangan gue tetap menggedor pintu. beberapa lama nggak ada jawaban sampai akhirnya kepala Indra yg gundul plontos itu muncul dari balik pintu yg terbuka. mukanya kusut dan berminyak.

"apaan sih ganggu orang tidur aja?!" Indra menggerutu.

"cewek itu Ndul," kata gue bersemangat.

"cewek mana??" Indra kesal.

"cewek depan kamar gue ! dia barusan dateng tuh, ada di kamernya !!"

"terus apa hubungannya sama gue?"

"gue mau buktiin kalo dia bukan hantu. gue mau lo ketemu langsung sama orangnya !"

"busyet..gue baru tidur satu jam udah maen bangunin aja buat yg nggak jelas!"

"lo tadi tidur jam tujuh, sekarang jam sembilan. berarti lo tidur dua jam."

"iya..beda dikit!" lalu Indra menutup pintu lagi dan terdengar suara gerendel yg dikunci dari dalam.

beberapa kali gue panggil lagi tapi dia enggan menjawab. gue berdiri terpaku menatap pintu kamar di depan gue. gue yakin hari ini semua pertanyaan gue akan terjawab...
joel78 - 07/10/2010 11:22 AM
#15

Wew dh update, baca bil num coffee: mantep dh
Bintangpuitis - 07/10/2010 01:00 PM
#16

beer:
gw minta maaf kepada TS atas koment2 gw yg mungkin tidak berkenanshakehand2

anggap aja angin laluD

okeh,
lanjutin ceritanya ombeer:

sekali lagi maaf atas kelancangan nubie jelata inimalu:o
Chocomocca - 07/10/2010 01:06 PM
#17

kayak nya seru nih..
ikutan nenda juga dah

nuggu update D
harrizdway - 07/10/2010 02:06 PM
#18

wah udh di update...

dan semoga segera terjawab siapa wanita itu D
nobita.kaskus - 07/10/2010 05:36 PM
#19

matabelo:

akhirnya om bisa ngliat wajah dia D

gmn tuh om, pucat gk? takuts hammers


dari gaya pakaiannya keknya cheerleaders gt ya om genit: hammers
pujangga.lama - 07/10/2010 07:51 PM
#20
Part 4
ada semacam rasa senang saat memandang wanita itu tersenyum. love at the first sight atau entah apapun itu namanya, gue seperti terkena addict. gue ingin melihatnya tersenyum lagi. ekspresi tenang dan menyenangkan yg gue lihat pagi ini benar-benar berbeda dari yg pertama gue temui dia tengah murung dan melamun. entahlah, apa sekarang beban pikirannya sudah hilang? apa masalah yg menghantuinya sudah benar-benar bisa diatasi?

gue nggak peduli itu. yg gue pedulikan adalah gimana caranya gue bisa ngeliat dia senyum lagi ke gue.

dua jam sudah gue duduk mengamati kamarnya tanpa bergeser se inchi pun dari posisi gue. sambil menikmati makanan yg akhirnya gue habiskan sendiri, gue menunggu dia membuka pintu dan menampakkan diri. saat itulah nanti gue akan coba berkenalan atau sekedar say hayy.

lampu dalam kamarnya masih menyala. saking konsentrasinya gue sampai nggak menyadari kehadiran Indra di depan pintu kamar gue.

"ngapain lo Ri bengong gitu?" kata Indra sambil kucek-kucek mata dan menguap lebar.

gue menoleh ke arahnya yg menatap gue heran.

"gue pengen buktiin ke elo," kata gue.

"bukti apaan?" sahutnya malas.

"tuh liat," gue menunjuk kamar wanita itu.

"apaan yg lo maksud?"

"tuh liat lampu kamer nya nyala. berarti ada orang di dalemnya kan?" gue mengamati ekspresi wajah Indra.

"mana? apanya yg nyala??" katanya datar.

"itu lamp.........." gue terdiam saat menoleh ke depan dan mendapati lampu kamar di dalamnya mati. keadaan di dalam sana gelap total. gue nggak percaya ini. gue kedipkan kedua mata gue berkali-kali, berharapa pada kedipan ke sekian gue akan melihat lampunya menyala lagi dan gue akan bilang ke Indra 'tuh kan..'

tapi lampu itu tetap mati.

"ckckck..." Indra geleng kepala. "lo beneran liat setan kali Ri!"

gue diam. gue tau posisi gue saat ini nggak menguntungkan untuk melakukan debat dengannya. gue hanya heran, kenapa wanita ini sepertinya enggan menampakkan diri ke orang lain.

"ngapain lagi lo, Ri?" tanya Indra begitu melihat gue bergerak ke pintu kamar depan gue.

"permisi..." gue mengetuk pintu. gue tunggu beberapa detik, dan gue ulangi lagi ketukan saat nggak ada sahutan dari dalam.

"serah lo deh Ri. mau lo bilang cewek pake kaos kaki item, atau kaos kaki nya dipake cewek...lo kayaknya butuh dukun," Indra berkomentar.

"dukun? buat apaan?"

"kali aja lo mau melahirkan." jawabnya asal. "gue bawa makanannya ya. thanks," lanjut Indra sambil meraih kantong berisi makanan dari atas kursi lalu masuk lagi ke kamarnya.

gue diam memandang pintu kayu di hadapan gue saat ini. ingin sekali gue mendobraknya dan memastikan wanita ada di baliknya. tapi rasa penasaran gue perlahan diselimuti rasa takut yg tiba-tiba.

"jangan-jangan emang hantu??" batin gue dalam hati.

"Ndra..." gue berjalan ke kamar Indra. "utang gue berapa ke elo?"

Indra sedan nonton berita di tivi.

"pego. eh, emangnya lo udah ada buat bayarnya?"

"ada dong. kemaren gue gajian," gue mengambil dompet lalu memberikan sejumlah uang yg dimaksud ke Indra.

"thanks ya. laen kali gue nganjuk lagi ke elo. hehehe..."

Indra hanya menggerutu pelan.

"eh, ada temen gue mau kenalan sama elo Ri." kata Indra.

"temen? siapa? cewek apa cowok?"

"cewek. cakep lagi," Indra mengacungkan jempol tangannya.

"serius lo?"

Indra mengangguk mantap.

"kok bisa, mau kenalan sama gue?" tanya gue heran.

"temen gue namanya Desi, biasa pada manggil Echi. temen sekolah dulu sih, ketemu lagi di sini. doi lagi patah hati ditinggal kimpoi mantannya, jadi ya butuh temen ngobrol gitu. tapi inget, jangan macem-macem lo. jangan di apa-apa in deh."

"busett...kayak gue penjahat kelamin aja," sahut gue. "lagian kan udah ada elo? kenapa nggak sama lo aja ngobrolnya?"

"kan gue sama dia udah kenal? ya sama temen sekolah gimana sih rasanya? gue pikir sama lo bakal nyambung deh."

"ya udah bawa sini aja anaknya."

"beneran? entar malem gue suruh ke sini deh."

gue mengangguk setuju lalu beranjak pergi.

"eh eh...mau ke mana lo?"

"tidur," jawab gue singkat.

"inget lho pesen gue tadi!"

"iyaa bawel lo!"

gue masuk ke kamar. sepintas gue pandangi pintu kamar di seberang gue. tertutup rapat dan gelap di dalamnya. mungkin tadi memang benar-benar hantu? atau gue yg berhalusinasi? entahlah, yg pasti saat ini gue butuh yg namanya tidur...
Page 1 of 476 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam