Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 476 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

joel78 - 07/10/2010 08:09 PM
#21

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
ada semacam rasa senang saat memandang wanita itu tersenyum. love at the first sight atau entah apapun itu namanya, gue seperti terkena addict. gue ingin melihatnya tersenyum lagi. ekspresi tenang dan menyenangkan yg gue lihat pagi ini benar-benar berbeda dari yg pertama gue temui dia tengah murung dan melamun. entahlah, apa sekarang beban pikirannya sudah hilang? apa masalah yg menghantuinya sudah benar-benar bisa diatasi?

gue nggak peduli itu. yg gue pedulikan adalah gimana caranya gue bisa ngeliat dia senyum lagi ke gue.

dua jam sudah gue duduk mengamati kamarnya tanpa bergeser se inchi pun dari posisi gue. sambil menikmati makanan yg akhirnya gue habiskan sendiri, gue menunggu dia membuka pintu dan menampakkan diri. saat itulah nanti gue akan coba berkenalan atau sekedar say hayy.

lampu dalam kamarnya masih menyala. saking konsentrasinya gue sampai nggak menyadari kehadiran Indra di depan pintu kamar gue.

"ngapain lo Ri bengong gitu?" kata Indra sambil kucek-kucek mata dan menguap lebar.

gue menoleh ke arahnya yg menatap gue heran.

"gue pengen buktiin ke elo," kata gue.

"bukti apaan?" sahutnya malas.

"tuh liat," gue menunjuk kamar wanita itu.

"apaan yg lo maksud?"

"tuh liat lampu kamer nya nyala. berarti ada orang di dalemnya kan?" gue mengamati ekspresi wajah Indra.

"mana? apanya yg nyala??" katanya datar.

"itu lamp.........." gue terdiam saat menoleh ke depan dan mendapati lampu kamar di dalamnya mati. keadaan di dalam sana gelap total. gue nggak percaya ini. gue kedipkan kedua mata gue berkali-kali, berharapa pada kedipan ke sekian gue akan melihat lampunya menyala lagi dan gue akan bilang ke Indra 'tuh kan..'

tapi lampu itu tetap mati.

"ckckck..." Indra geleng kepala. "lo beneran liat setan kali Ri!"

gue diam. gue tau posisi gue saat ini nggak menguntungkan untuk melakukan debat dengannya. gue hanya heran, kenapa wanita ini sepertinya enggan menampakkan diri ke orang lain.

"ngapain lagi lo, Ri?" tanya Indra begitu melihat gue bergerak ke pintu kamar depan gue.

"permisi..." gue mengetuk pintu. gue tunggu beberapa detik, dan gue ulangi lagi ketukan saat nggak ada sahutan dari dalam.

"serah lo deh Ri. mau lo bilang cewek pake kaos kaki item, atau kaos kaki nya dipake cewek...lo kayaknya butuh dukun," Indra berkomentar.

"dukun? buat apaan?"

"kali aja lo mau melahirkan." jawabnya asal. "gue bawa makanannya ya. thanks," lanjut Indra sambil meraih kantong berisi makanan dari atas kursi lalu masuk lagi ke kamarnya.

gue diam memandang pintu kayu di hadapan gue saat ini. ingin sekali gue mendobraknya dan memastikan wanita ada di baliknya. tapi rasa penasaran gue perlahan diselimuti rasa takut yg tiba-tiba.

"jangan-jangan emang hantu??" batin gue dalam hati.

"Ndra..." gue berjalan ke kamar Indra. "utang gue berapa ke elo?"

Indra sedan nonton berita di tivi.

"pego. eh, emangnya lo udah ada buat bayarnya?"

"ada dong. kemaren gue gajian," gue mengambil dompet lalu memberikan sejumlah uang yg dimaksud ke Indra.

"thanks ya. laen kali gue nganjuk lagi ke elo. hehehe..."

Indra hanya menggerutu pelan.

"eh, ada temen gue mau kenalan sama elo Ri." kata Indra.

"temen? siapa? cewek apa cowok?"

"cewek. cakep lagi," Indra mengacungkan jempol tangannya.

"serius lo?"

Indra mengangguk mantap.

"kok bisa, mau kenalan sama gue?" tanya gue heran.

"temen gue namanya Desi, biasa pada manggil Echi. temen sekolah dulu sih, ketemu lagi di sini. doi lagi patah hati ditinggal kimpoi mantannya, jadi ya butuh temen ngobrol gitu. tapi inget, jangan macem-macem lo. jangan di apa-apa in deh."

"busett...kayak gue penjahat kelamin aja," sahut gue. "lagian kan udah ada elo? kenapa nggak sama lo aja ngobrolnya?"

"kan gue sama dia udah kenal? ya sama temen sekolah gimana sih rasanya? gue pikir sama lo bakal nyambung deh."

"ya udah bawa sini aja anaknya."

"beneran? entar malem gue suruh ke sini deh."

gue mengangguk setuju lalu beranjak pergi.

"eh eh...mau ke mana lo?"

"tidur," jawab gue singkat.

"inget lho pesen gue tadi!"

"iyaa bawel lo!"

gue masuk ke kamar. sepintas gue pandangi pintu kamar di seberang gue. tertutup rapat dan gelap di dalamnya. mungkin tadi memang benar-benar hantu? atau gue yg berhalusinasi? entahlah, yg pasti saat ini gue butuh yg namanya tidur...

BERSAMBUNG


jdi mrinding ane gan bacanya........takut
mdh2an bkn sprti yg ane pkir.....

ane kra dh jlas da ce dkamar ntu,tpi trnyata msh misterius......army:

nunggu update gi,biar jlas spakah prempuan itu..........thumbup:
nobita.kaskus - 07/10/2010 08:26 PM
#22

wah mgkn om lg kurng tdur, jd halusinasi dn penasarannya lebih tinggi D Peace:

ditunggu selanjutnya tntng si misterius dn desi ;)
harrizdway - 07/10/2010 10:35 PM
#23

setting lokasinya d karawang..
mengingatkanku pd dirinya DDDSepasang Kaos Kaki Hitam
Chocomocca - 08/10/2010 01:51 AM
#24

makin misterius aja nih cewe
tapi gw yakin bukan hantu kok itu D

di tunggu update nya om, penasaran nih confused:
pujangga.lama - 08/10/2010 02:43 PM
#25
Part 5
malam minggu itu Indra benar-benar membuktikan ucapannya. sekitar jam setengah delapan malam dia muncul di atas tangga bersama seorang wanita yg baru gue lihat. mereka berjalan ke arah gue yg sedang duduk di atas tembok beranda pembatas kamar.

"Chi, ini dia cowok yg gue ceritain ke lo." Indra menunjuk gue. "Ri, kenalin nih Echi."

kami berjabat tangan.

"salam kenal ya," kata Echi seraya tersenyum.

Echi bertubuh pendek, tingginya sekitar di telinga gue kalau kami sama-sama berdiri. kulitnya putih dan berambut panjang sebahu. sebenarnya gue yakin wajahnya manis, tapi agaknya dia sedikit over dengan make up yg dipolesnya di wajah.

"ya udah kalian ngobrol-ngobrol aja dulu, gue mau ngapel." Indra meninju lengan gue pelan. "inget pesen gue tadi pagi."

gue cuma nyengir. Indra mengedipkan matanya ke Echi lalu beranjak turun ke tangga.

"kalian ada 'pesen' apa sih?" Echi tertarik dengan ucapan Indra tadi.

"eh, enggak kok bukan apa-apa. biasalah Indra emang ngaco. hehehe..."

gue turun dari duduk gue lalu berjalan mengambil kursi di depan kamar.

"duduk," gue mempersilakan Echi.

"lo sendiri?"

"biar gue berdiri aja gak papa kok."

"kita ngobrol di kamer lo aja deh biar bisa sama-sama duduk."

"udah gak papa nyantai aja lah. gue lagi pengen menikmati udara malem," gue memandang ke depan. lampu-lampu pabrik di kejauhan sana seperti kunang-kunang di tengah ladang. gue kerap menikmati pemandangan ini yg sering membuat gue kangen kampung halaman.

"lo udah kenal lama sama Indra?" Echi membuka pembicaraan.

"belum sih. gue baru ke sini sebulan yg lalu, kurang lebih.." gue biarkan angin malam berembus menerpa wajah gue dengan sejuknya. "lo sendiri temen sekolahnya kan?"

Echi tertawa. saat itulah kawat giginya tampak berkilat tertimpa cahaya lampu.

"kok malah ketawa?"

"enggak papa lucu aja kalo inget jaman sekolah dulu," kata dia. dan Echi mulai bercerita tentang dia dan Indra yg dulu di sekolah sering cekcok adu mulut gara-gara hal sepele. Indra terkenal murid yg suka nyontek, dan setiap ada kesempatan menangkap basah dia yg lagi nyontek, Echi pasti langsung melapor ke guru yg mengajar. jadilah mereka sering ribut.

sejauh ini penilaian gue terhdap Echi adalah dia anak yg smart. dia juga pintar membawa suasana dengan candaannya yg fresh. samasekali nggak gue lihat kemurungannya akibat broken heart seperti yg diceritakan Indra tadi pagi.

kami larut dalam obrolan ringan sebagaimana dua orang yg baru kenal. gue sendiri belum berani menanyakan hal-hal yg bersifat pribadi darinya dan nampaknya dia pun sama. cukup lama kami ngobrol tanpa terasa sudah hampir jam sepuluh malam. anak-anak kos di lantai bawah yg tadi terdengar rame dengan obrolan dan nyanyian kini lebih menyepi. mereka mulai beranjak tidur. di lantai atas sendiri cuma ada gue dan Echi. dua kamar yg lain penghuninya sedang lembur shif malam dan pasangan suami-istri di depan kamar Indra sudah sejak awal mengunci pintu. dan kamar di seberang kamar gue, entahlah gue nggak mengerti.

"eh iya, keasyikan ngobrol sampe lupa ngasih minum," kata gue. "mau minum apa? adanya aer putih doang sih. hehehe..."

"udahlah gak perlu repot-repot."

saat itu gue dan Echi berdiri bersebelahan bersandar pada tembok beranda. gue pandangi Echi yg sedang menikmati lampu-lampu di seberang sana.

dan saat itulah gue melihatnya!!

kedua mata yg mengintip dari celah kertas koran di kaca jendela. dari seberang kamar gue. wanita itu...

dia kah itu?

"kenapa?" Echi bertanya melihat perubahan ekspresi di wajah gue.

"ah, ng....anu....enggak papa enggak papa kok," gue tarik nafas panjang. "kita turun aja yuk cari makan? gue laper nih."


"mau makan apa?"

"pecel lele aja deh, yg di deket wartel itu enak lho. mau?"

"boleh deh.."

walau keheranan Echi mengikuti gue turun keluar mencari kedai nasi pecel langganan gue. di sana kami ngobrol-ngobrol lagi. kami sudah lebih saling kenal sekarang. dan malam itu gue akhiri dengan mengantar Echi sampai pertigaan untuk menggunakan angkot balik menuju kosannya..
nobita.kaskus - 08/10/2010 04:09 PM
#26

Part 5 eek:

malam yg indah rose:

tetap misterius think:
dinda.manis - 08/10/2010 04:33 PM
#27

wow matabelo:
baru halaman 2 udah part.5 :thumbup

ceritanya bikin merinding, om. takuts
soalnya nakal2 serem gimanaaa gituh.. D

lanjutgan yak.. D
ane subscribe dolo.......... ngacir:
pujangga.lama - 08/10/2010 04:41 PM
#28

Quote:
Original Posted By dinda.manis
wow matabelo:
baru halaman 2 udah part.5 :thumbup

ceritanya bikin merinding, om. takuts
soalnya nakal2 serem gimanaaa gituh.. D

lanjutgan yak.. D
ane subscribe dolo.......... ngacir:


ini gara2 sunatan massal semalem yg gue laporin KSP D

btw trims udh mampir kemari shakehand
dinda.manis - 08/10/2010 10:31 PM
#29

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
ini gara2 sunatan massal semalem yg gue laporin KSP D

btw trims udh mampir kemari shakehand

wow. ada sunatan massal. takuts
iya om sama2.. salam kenal sadja deh yaa.. shakehand

*takut OOT trus disunat juga..... takuts

ditunggu updatenya.. :toast
nobita.kaskus - 08/10/2010 11:07 PM
#30

ternyata ada perubahan ya om think:

ya betul, sekarang lebih nyaman ;)D
tp tetap penasaran hammers misterius takuts


ditunggu updet nya rose:
pengembara_alam - 09/10/2010 10:06 AM
#31

wuih..ad crita br ni..ijin nyimak gan..ayo d update lg gan.. D
harrizdway - 09/10/2010 10:15 AM
#32

yg Part 5 udah diedit yh ?
knp begitu ??
jd pengen tau sebelum diedit gmna..D
Chocomocca - 09/10/2010 11:38 PM
#33

wow uda update.. thumbup:
tetap misterius si kaos kaki item..
bikin makin penasaran D

btw, salam kenal bro TS shakehand
pujangga.lama - 10/10/2010 01:04 AM
#34
Part 6
gue tapaki anak tangga menuju kamar. tiba di anak tangga terakhir mata gue terpaku pada sosok wanita yg duduk di beranda sambil memandang kosong ke depan seperti biasanya. malam sudah larut saat gw balik mengantar Echi, dan wanita itu seolah tidak peduli dengan dingin angin ataupun gigitan nyamuk di lengannya. dia benar-benar seperti patung.

gue masuk ke kamar dan menutup pintu tanpa menyapa wanita berkaos kaki hitam itu. lalu gue mulai berguling di atas kasur mencoba mencari posisi yg pas untuk segera tidur. lima menit...sepuluh...duapuluh....sampai setengah jam, mata gue enggan terpejam.

gue duduk. memandang hampa atap kamar lalu memutuskan keluar untuk sekedar menghirup udara segar. dan wanita itu masih di tempatnya. sama persis posisi duduknya seperti yg terakhir gw lihat.

"nih," gue menyodorkan lotion anti nyamuk kepadanya. ada lebih dari lima ekor nyamuk yg sedang asyik menyedot darah di lengan kirinya.

"..............."

wanita itu diam. bola matanya bahkan nggak bergeser satu milimeter pun dari tempatnya.

"ya udah gue aja yg pake," kata gue, lebih tepatnya pada diri sendiri. semenit kemudian kulit gue sudah terlindung dari nyamuk.

gue pandangi wajah wanita itu, lalu mencoba mengikuti arah pandangan matanya. hanya menatap deretan lampu-lampu di kejauhan sana.

"ngeliatin apa sih mbak?" tanya gue.

sunyi.......

"lagi sariawan ya?" kata gue lagi.

tetap sunyi..........

"mau kopi?"

masih sunyi...............

"udaranya dingin banget yah?"

"sendal jepit gue putus."

"tadi di jalan tukang nasi gorengnya brewokan."

aaaahhh.....mulut gue nyaris berbusa mencoba berbicara pada wanita itu tapi tetap nggak ada jawaban satu huruf pun dari mulutnya.

gue mulai kesal. gue masuk kamar, mengambil gitar dan kembali ke beranda lalu duduk di tepian tembok. tanpa memedulikan orang di sebelah gue mulai bernyanyi. ada lagu yg liriknya tepat sekali untuk menyindir wanita ini. sebuah lagu yg waktu itu lagi in banget. dengan sedikit serak tapi banyak fals nya gue coba menyanyikan 'Pelangi di Matamu' milik Jamrud.

"tigapuluh menit kita di sini tanpa suara..."

gue yakin lirik awal lagu ini ngena banget. itu kalau dia mendengarkan.

"dan aku resah...harus menunggu lama...kata darimu......"

gue terdiam. suaranya terdengar dalam. ya, wanita di samping gue tanpa gue duga melanjutkan liriknya. kedua mata gue melongo menatap wajahnya. dia samasekali nggak bergerak dari tempatnya duduk, hanya bibirnya yg tipis terbuka perlahan melantunkan lirik lagu.

gue speechless. jari-jari gue mendadak kaku untuk memetik senar di tangan gue. tapi wanita itu tetap bernyanyi meski tanpa iringan gitar dari gue.

setelah bisa menguasai diri lagi gue kembali memetik gitar membiarkan dia yg bernyanyi. memang ada beberapa kata dalam liriknya yg salah tapi over all ini adalah lagu yg indah dinyanyikan di malam hari bareng seorang wanita.

tepat saat lagu selesai wanita itu turun dari duduknya, tanpa memandang gue, lalu beranjak ke kamarnya. lampu dimatikan. dan hanya hening yg tersisa sekarang.

sampai detik ini gue masih belum yakin kalau yg tadi itu benar-benar terjadi. mimpi apa gue denger dia nyanyi sementara untuk bicara pun dia pelit.

"woy..belom tidur lo?" Indra tiba-tiba muncul dan membuyarkan lamunan gue.

"eh, tadi dia di sini lho. di sebelah gue. kita nyanyi bareng malah, lagunya Jamrud itu lho! yg jam dinding nya bisa ketawa," gue mencecar Indra dengan antusias yg agak berlebih.

Indra geleng kepala sambil elus-elus dadanya.

"gue juga sebenernya pengen ketawa," katanya sambil berjalan mendekati gue. "awalnya gue pikir lo becanda waktu bilang ketemu cewek itu, tapi kayaknya lo beneran deh."

"kan gu..."

"beneran gila lo!" sela Indra. "mana? mana cewek itu sekarang? gue jadi prihatin sama lo. besok kita ke psikiater deh, kalo nggak dukun aja buat periksain otak lo yg mulai jereng itu."

"gue serius, Dul."

"serius gila nya? hahaha..."

gue tarik napas panjang. lagi-lagi percuma untuk mendebat Indra.

"udah deh jangan bahas itu. gimana tadi sama Echi nya?" tanya Indra mengalihkan topik.

"engga gimana-gimana kok. biasa aja."

"biasa kayak gimana maksud lo?"

"setau gue yg namanya 'biasa aja' ya nggak gimana-gimana deh."

"itu kata elo. kalo kata gue, kayaknya lo suka deh sama dia. iya kan?"

"ah, ngasal aja lo."

"alaah...sama gue aja pake rahasia-rahasiaan." Indra menyalakan rokoknya. "terus gimana kelanjutannya?"

"tau deh, ketemu aja nggak tau kapan."

"makanya beli HP doong biar bisa SMS an. canggihan dikit napa? nih kayak gue," Indra mengeluarkan Nokia 3315 nya. (jaman segitu ni HP masih tergolong kelas atas cuy! gue aja belom punya HP saat itu)

"tuh liat bisa bikin gambar sendiri. canggih kan??" lanjut Indra menunjukkan layar monochrome kuning bergambar sebuah logo nama dirinya. saat itulah ada panggilan masuk. Indra segera ke kamarnya.

tinggal gue sendirian lagi. cukup lama gue termangu menatap pintu kamar itu. dan akhirnya gw habiskan malam dengan menyanyikan lagi lagu itu berkali-kali.
Chocomocca - 10/10/2010 03:54 AM
#35

uda update lagi \)
di tunggu kelanjutan nya bro..
joel78 - 10/10/2010 04:07 AM
#36

wew dh update,mntep gan........thumbup:

trnyata wanita itu msh misterius.........
takut

mnunggu update linux2:
Chocomocca - 10/10/2010 09:21 AM
#37

tiga puluh menit..
kita disini...tanpa suara...

ayo bro di update D
harrizdway - 10/10/2010 01:06 PM
#38

hmmm.....the mysterious girls army:
ruly.ramdhana - 10/10/2010 02:23 PM
#39

Yakin om duet sm dia? eek:
takuts atau hnya halusinasi aja? think:

Ditunggu updatenya, agar trjwab D


linux2:Sepasang Kaos Kaki Hitam
dinda.manis - 10/10/2010 03:36 PM
#40

tetep aja menyeramkan. takuts
kapankah jati diri si kaos kaki item akan terkuak??
nantikan kelanjutannya, hanya di thread ini..... linux2:
Page 2 of 476 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam