Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 476 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

pujangga.lama - 11/10/2010 07:14 PM
#41

Quote:
Original Posted By dinda.manis
tetep aja menyeramkan. takuts
kapankah jati diri si kaos kaki item akan terkuak??
nantikan kelanjutannya, hanya di thread ini..... linux2:



hoho.
oke lah tggu aj kek ny mlm ni bkl update diusahakan malu:

Quote:
Original Posted By ruly.ramdhana
Yakin om duet sm dia? eek:
takuts atau hnya halusinasi aja? think:

Ditunggu updatenya, agar trjwab D


linux2:Sepasang Kaos Kaki Hitam


yakin kok om..suaranya renyah kek mulan jameela gt p
Chocomocca - 11/10/2010 09:25 PM
#42

Quote:
Original Posted By pujangga.lama

yakin kok om..suaranya renyah kek mulan jameela gt p


renyah...
kayak keripik singkong aja bro ngakaks
ruly.ramdhana - 11/10/2010 09:48 PM
#43

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
hoho.
oke lah tggu aj kek ny mlm ni bkl update diusahakan malu:

asyiik malam ini ada update an ya? D

linux2:

Quote:
Original Posted By pujangga.lama

yakin kok om..suaranya renyah kek mulan jameela gt p


nohope:
renyah serak2 basah gt ya om genit:

hammers
dinda.manis - 13/10/2010 11:24 AM
#44

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
hoho.
oke lah tggu aj kek ny mlm ni bkl update diusahakan malu:


Quote:
Original Posted By pujangga.lama
-reserved for update-


matabelo: woow
ditunggu deh gan. linux2: D
joel78 - 13/10/2010 07:18 PM
#45

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
-reserved for update-


acik2Sepasang Kaos Kaki Hitam

yang banyak ya bro D
Chocomocca - 15/10/2010 01:45 AM
#46

uda reserved dari kemaren2 tapi update nya kok belum nongol juga nohope:
ayoo bro di update D
takadakurasa - 15/10/2010 02:03 AM
#47

Sialan gw paling gak kuat ama hantu2an. Karena ceritanya bagus, bikin gw penasaran terpaksa gw baca sambil liat kanan kiri, di kamar kost sendirian lagi hiks....
pujangga.lama - 15/10/2010 09:21 AM
#48

Quote:
Original Posted By Chocomocca
uda reserved dari kemaren2 tapi update nya kok belum nongol juga nohope:
ayoo bro di update D


wah iya iya maap blm sempet update malu:D

kemaren gw reserve dlu buat update malemnya tapi ternyata malah kecapean jd blm sempet Peace:
tggu aja yaa shakehand

Quote:
Original Posted By takadakurasa
Sialan gw paling gak kuat ama hantu2an. Karena ceritanya bagus, bikin gw penasaran terpaksa gw baca sambil liat kanan kiri, di kamar kost sendirian lagi hiks....


hahaha..
gw yg nulisnya pun begitu kok om DDD
pujangga.lama - 15/10/2010 10:55 AM
#49
Part 7
harusnya minggu pagi yg mendung itu gue habiskan dengan meringkuk di bawah selimut sampai siang karena semalaman tadi gue begadang di kamar Indra main Play Station sampai jam empat pagi. selepas subuh gue baru bisa terlelap. tapi suara ketukan di pintu sangat mengusik kenyamanan gue pagi itu. awalnya gue abaikan, tapi makin diabaikan suaranya malah semakin keras.

"iya bentar!" gue menggerutu dengan kesal lalu keluar dari balik selimut ke arah pintu.

"hay Ri..." gue mendapati Echi tersenyum lebar ke gue. "baru bangun ya?"

"eh, kamu Chi." gue buru-buru mengusap wajah gue dengan sarung yg melingkar di pundak gue.

"tadi lagi tidur ya?" tanya Echi lagi.

"ya begitulah. hehe.." gue nyengir pait. gue yakin saat itu gue culun banget. muka kusut, rambut acak-acakan ditambah sisa-sisa iler yg mungkin masih menempel di pipi. (gak usah dibayangin ya! Peace: )

"masuk gih," gue mempersilakan Echi masuk sementara gue bergegas cuci muka di kamar mandi.

"gue ganggu tidur lo ya Ri?"

"enggak kok nyantai aja lah kayak di pantai," suara gue menggema di dalam kamar mandi kecil itu.

"lo nggak lembur?" tanya Echi lagi begitu gue keluar dari kamar mandi dan menyeka wajah dengan handuk.

"staff mana dapet lembur sih? paling yg lembur orang-orang di jalur produksi aja." gue duduk bersandar di dinding, seberang tempat Echi duduk. gue nyalakan sebatang Marlboro sambil sedikit merapikan sisiran rambut.

"tumben amat pagi-pagi gini lo ke sini? perasaan baru semalem kita ketemu deh?" asap dari mulut gue mulai memenuhi seantero kamar.

"gue beliin lo sarapan. nih," Echi menyodorkan bungkusan plastik hitam yg sejak tadi dipegangnya.

"apaan tuh?"

"cuma nasi uduk kok. kebetulan lewat depan gang masih ada yg jual. sok dimakan, nanti basi dulu."

"wah lo tau aja gue laper," gue meraih bungkusan itu. "sory yah ngerepotin."

"enggak papa kok, enggak ngerepotin juga."

"yaa gue basa-basi aja biar lo nggak kapok beliin sarapan buat gue. yg sering aja ya?"

"yeeeey.....enak aja. tekor dong gue?! hehehe."

"kok belinya cuma satu? lo udah sarapan?"

"tadi gue belinya memang pas udah mau abis. itu juga cuma ada segitunya kok."

"lo udah sarapan belum?"

Echi menggeleng.

"ya udah kita barengan aja," gue mengambil dua buah sendok dari rak kecil di samping dispenser.

"entar lo nya kurang nggak?" Echi menerima sendok dari gue dengan ragu.

"udah nyantai aja, kalo kurang entar gue beli lagi di gang sebelah ada yg jualan." gue terpaksa mematikan rokok gue dulu di asbak.

"yakin nih?" tanya Echi lagi.

"yaelaah masih nanya aja nih anak. udah ayo makan," gue mulai melahap sendokan pertama. awalnya ragu tapi kemudian Echi melakukan hal yg sama.

dan akhirnya kami sarapan sepiring berdua. hanya butuh sepuluh menit untuk menghabiskan nasi di piring.

"thanks ya Chi," gue bersendawa kecil setelah minum.

gue duduk lagi di tempat gue tadi. menyulut kembali sebatang Marlboro sebagai "hidangan penutup" sarapan pagi itu. gue lirik jam dinding menunjukkan pukul sembilan lewat seperempat. berarti tadi gue tidur hanya sekitar tiga jam.

hufft......gue mengembuskan asap putih dari mulut gue, berharap rasa kantuk yg masih menggelayuti mata gue juga ikut pergi bersamanya.

"Indra lembur ya?" tanya Echi membuyarkan lamunan sekaligus membuat gue terjaga dari lelap yg sempat menghinggapi gue beberapa detik yg lalu.

"eh, enggak kok. semalaman gue begadang sama dia maen game. jam segini mah di masih asyik sama bantalnya."

"kalian begadang sampe pagi yah?"

gue mengangguk.

"wah berarti tadi gue beneran ganggu dong? lo pasti masih ngantuk ya, Ri?"

gue tersenyum.

"kurang lebih seperti itu," nggak ada gunanya basa-basi pura-pura nggak ngantuk.

"emh...ya udah deh lo lanjutin aja lagi tidurnya."

"nah terus elo nya?"

"gue jagain lo tidur deh," katanya tanpa nada terpaksa. "lo punya koleksi novel kan? lo tidur aja, gue mau baca novel deh."

"enggak bosen tuh? kalo nggak kuat dan mau balik, ya balik aja nggak usah ngerasa nggak enak sama gue."

"lo ngusir nih ceritanya?"

"hehehe.. enggak kok bukan gitu. ya udah tuh novelnya ambil aja," gue menunjuk tumpukan buku di atas lemari kecil di sudut kamar. "bentar gue abisin dulu rokoknya. tanggung nih."

beberapa saat kemudian Echi sudah larut dalam novel yg dibacanya. gue menikmati hisapan terakhir rokok gue, setelah itu beranjak ke kasur. rasanya nyaman sekali merebahkan tubuh ini.

"jangan lupa doa dulu," Echi mengingatkan.

"wah gue hafalnya doa makan nih."

Echi menepuk kaki gue. gue sudah memejamkan mata saat gue rasakan kehangatan mulai menyelimuti tubuh gue. gue membuka mata. Echi menutup tubuh gue dengan selimut.

"thanks Chi. lo baik banget yah?"

"udah tidur sana jangan banyak komentar." Echi duduk di samping kasur tepat di sebelah kepala gue. dia kembali asyik dengan novel yg dipegangnya.

ah, pagi yg dingin ini gue rasakan mendadak hangat. entah karena selimut ini atau karena sosok wanita di samping gue. yg jelas nggak butuh waktu lama buat gue masuk ke dunia mimpi.....
dandles - 15/10/2010 11:37 AM
#50

keren nih..
Ijin mantau ya gan..
Di tunggu sambungannya DSepasang Kaos Kaki Hitam
pujangga.lama - 15/10/2010 02:08 PM
#51

Quote:
Original Posted By dandles
keren nih..
Ijin mantau ya gan..
Di tunggu sambungannya D


silakan gan shakehand

nyantai aja kayak d pantai cool:Sepasang Kaos Kaki Hitam
Salvations - 15/10/2010 02:42 PM
#52

ijin masang tenda gan.
kren nih critanya. wanita berkaos kaki hitamnya misterius bgt.ilovekaskusilovekaskus
joel78 - 15/10/2010 03:16 PM
#53

@update : cie2 sneng tuh om djagain tdrnya. jdi pngen \(
spiring brdua, klo w mah kurang p

Quote:
Original Posted By harrizdway
ijin walix buat comment army:


set dh niat bner om, ga dpt d'lounge pndah dmari.
mana komennya om army:
nobita.kaskus - 15/10/2010 05:07 PM
#54

Part 7

D D

akhirnya bsa lanjut tidur lagi ya ;)
ekhm.. spiring berdua nih siul: D

wah wah mulai masuk ke dunia mimpi mna nih think:

oia btw sosok kaos kaki hitam itu tak muncul di part ini? D Peace:
harrizdway - 15/10/2010 05:28 PM
#55

Quote:
Original Posted By joel78
@update : cie2 sneng tuh om djagain tdrnya. jdi pngen \(
spiring brdua, klo w mah kurang p



set dh niat bner om, ga dpt d'lounge pndah dmari.
mana komennya om army:



nih gw komen D

Quote:
Original Posted By nobita.kaskus
Part 7

D D

akhirnya bsa lanjut tidur lagi ya ;)
ekhm.. spiring berdua nih siul: D

wah wah mulai masuk ke dunia mimpi mna nih think:

oia btw sosok kaos kaki hitam itu tak muncul di part ini? D Peace:


doi lg jemurin tuh kaos kaki kyknya ngakaks
Chocomocca - 15/10/2010 11:32 PM
#56

akhir nya update juga..
padahal gw penasaran sama sosok si kaos kaki item... D
ternyata ga nongol di part ini
pujangga.lama - 15/10/2010 11:53 PM
#57

Quote:
Original Posted By harrizdway
ijin walix buat comment army:



trus komennya mana om? nohope:

Quote:
Original Posted By nobita.kaskus
Part 7

D D

akhirnya bsa lanjut tidur lagi ya ;)
ekhm.. spiring berdua nih siul: D

wah wah mulai masuk ke dunia mimpi mna nih think:

oia btw sosok kaos kaki hitam itu tak muncul di part ini? D Peace:


Quote:
Original Posted By Chocomocca
akhir nya update juga..
padahal gw penasaran sama sosok si kaos kaki item... D
ternyata ga nongol di part ini


tenang aja kan dia tokoh utamanya...bakal muncul terus kok D
pujangga.lama - 16/10/2010 01:04 AM
#58
Part 8
hari-hari gue kini sedikit banyak berbeda dengan sebelumnya. Echi hadir menjelma jadi pengisi kekosongan yg gue rasakan sebelumnya. kalau nggak Echi yg menginap di kamar gue, maka gue yg ngandong ke kosannya. kebetulan kami berdua sama-sama non shift jadi nggak ada istilah jam kerja malam.

layaknya pasangan lain yg tengah dimabuk asmara, gue dan Echi juga kerap memilih menghabiskan waktu berdua meski harus menolak jam lembur yg ditawarkan bos di kantor. gue pikir gaji tanpa lembur gue sudah lebih dari cukup. selain itu Echi adalah tipe cewek yg pengertian. nggak harus selalu cowok yg nraktir cewek, beberapa kali gue bahkan makan gratis dari dia.

soal Indra, awalnya dia heran karena gue sering nggak menampakkan diri di kosan. setelah gue beritahu kalo gue udah jadian sama Echi dia cuma tertawa lebar sambil tetap ngomong "jangan diapa-apain dulu!" yg gue jawab "udah terlanjur!"

jarang balik ke kosan, itu berarti gue juga jarang ketemu Indra. apalagi dia kan kena shift. makin jarang lah gue ketemu tuh anak. hari libur gue lebih suka menghabiskan waktu di kosan Echi atau sekedar jalan-jalan ke alun-alun kota bareng dia. yah pokoknya asal bareng Echi semua berasa indah deh. hehe...

memasuki bulan keempat gue kerja, gue memutuskan membeli sebuah handphone untuk mempermudah komunikasi gue dengan teman-teman dan juga Echi tentunya. sebuah handphone mungil dengan layar monochrome warna biru gue ingat betul handphone pertama yg gue punya waktu itu. dengan fasilitas seadanya hp itu tergolong elit lho pada masanya.

perlahan tapi pasti gaya hidup gue yg dulu seadanya dan gue usahakan sesederhana mungkin, kini mulai berubah ke arah glamour dan foya-foya. sebagai jiwa muda yg masih berkobar waktu itu gue merasa sedang dalam momen terbaik di hidup gue. berpenghasilan lumayan plus punya pacar cantik dan setia membuat gue mabuk kepayang. beberapa kali bahkan gue mabuk beneran bareng Echi di kosannya.

sudah setengah tahun kini gue bekerja di Karawang. meski jarang ditempati, tapi gue memilih bertahan di kosan gue. selain gue juga malas mencari lagi kosan yg lain, ada Indra yg membuat gue memutuskan bertahan di sana. bagaimanapun Indra tetap sahabat terbaik gue di kota ini. dia yg pertama gue kenal dan dia juga yg kerap membantu saat gue sedang kesulitan alias bisa ngutang dulu gitu! hehehe.. tapi gue akui Indra memang orang baik kok. walau jarang bertemu kami tetap berteman baik.

dan hari itu genap sudah dua minggu berturut-turut gue nggak balik ke kosan. kangen juga pengen tidur di ruangan kecil itu. pengen maen gitar punya Indra lagi. maka sepulang kerja gue kirim pesan ke Echi bahwa gue nggak ke kosannya malam ini.

"wah tumben lo balik," Indra menyambut gue di gerbang bawah. "masih inget kamer lo ya??"

"iya gue kangen nih sama kamer gue. pengen maen gitar juga. lo ngapain di sini?"

"abis balikin setrikaan temen. punya gue mendadak eror soalnya."

kami berjalan menapaki tangga menuju lantai atas sambil berbincang ringan. rasanya seperti kembali ke rumah sendiri saat gue pandang berkeliling kamar-kamar di sini.

"wah elo kumat lagi nih ya," gue mengomentari volume kencang dari speaker aktif di kamar Indra.

"kan elo jarang balik? nggak ada yg protes lagi. lagian juga di sini sepi kalo lo nggak ada. kan lo tau gue nggak begitu interaktif sama tetangga kamer."

kami duduk di beranda. dan saat itulah mata gue menatap pintu kamar di seberang kamar gue. kamar yg sampai sekarang masih menyimpan rasa penasaran gue. wanita itu....dia cukup terpinggirkan beberapa bulan ini saking sibuknya gue pacaran sama Echi.

"eh, kamer yg itu masih ada penghuninya enggak?" gue menunjuk kamar itu.

"tau deh gue juga nggak ngerti," Indra geleng kepala. "bener kata lo sih, emang ada cewek yg nempatin kamer itu. tapi jarang keliatan keluar masuk nya. gue beberapa kali pernah liat dia di kamer ini."

"terus?" gue seperti disulut penasaran lagi.

"terus apanya? ya biasa aja."

"bukan. maksud gue, cewek itu masih pake kaos kaki item panjang?"

Indra mengangguk lagi.

"menurut lo tuh cewek orang apa setan sih??" tanya Indra.

"jelas orang lah. mana ada setan pake kaos kaki?"

"ya kali aja dia lagi kedinginan?"

gue tertawa kecil. gue seperti mendapat sesuatu yg sempat hilang. rasa penasaran itu, yg sempat sirna beberapa waktu terakhir, kini mulai menjalar lagi di otak gue. terakhir gue ketemu cewek itu ya pas lagi nyanyi tengah malem itu aja. setelah itu dia seolah lenyap. atau gue yg melenyapkan diri ya??

yg pasti malam itu gue duduk lagi di tembok beranda. sambil menyetem gitar milik Indra, gue berharap wanita itu akan muncul lagi malam ini. gue pengen ketemu dia.

Indra lagi shift malam jadi gue sendirian di sana. dan sengaja malam ini gue akan menyanyikan lagu yg sama yg dulu pernah dinyanyikan wanita itu. baru saja gue masuk intro, terdengar sebuah suara dari belakang gue melantunkan lagunya. suara yg cukup melekat di pikiran gue.

wanita berkaos kaki hitam itu. dia ada di belakang gue...
Chocomocca - 16/10/2010 02:50 AM
#59

yeah ud di update lagi...

di tunggu kelanjutan nya.. D
pujangga.lama - 16/10/2010 06:31 AM
#60
Part 9
bukan. itu bukan dia...

suaranya lain. eh, iya itu dia. tapi bukan! cara menyanyinya lain!

ah, daripada bingung sendiri gue balikkan badan dan...

"hemmpph........" gue cukup dibuat terkejut saat mendapati sosok Echi berdiri di belakang gue. nyaris saja gue terlompat ke bawah.

"kamu ngagetin aja Chi," gue sedikit terengah karena benar-benar terkejut tadi. "by the way kok lo ke sini gak bilang dulu sih?"

Echi tersenyum simpul. sangat sederhana dengan sedikit sudut bibirnya terangkat ke samping. beda dengan cara dia tersenyum biasanya.

"lo kenapa Chi? kok murung gitu?" tanya gue lagi mendapati Echi yg berdiri mematung di samping gue.

Echi menggeleng perlahan.

"mau bikin kopi?" gue menawarkan.

Echi menggeleng lagi.

"atau lo laper?"

dijawab dengan gelengan lagi. gue turun dari tempat gue duduk. menyandarkan gitar ke dinding lalu berdiri di samping Echi. gue raih dan genggam tangannya. dingin...

tadi sore memang sempat hujan cukup lama dan baru selesai menjelang malam. Echi pasti kedinginan. maka gue pun memeluknya.

"kok agak bau lumpur-lumpur gitu yaa?" gue membatin dalam hati. gue cari ke sekeliling dan di bawah sana ada kubangan lumpur becek tergenang air berwarna cokelat. pasti asal baunya dari sana.

gue membelai pelan rambutnya. entah kenapa malam ini gue merasa sangat damai dengan memeluk Echi sambil menatap langit yg pekat bersih nyaris tanpa bintang. mungkin mereka masih sembunyi gara-gara hujan tadi.

"Ri..." akhirnya Echi bicara.

"kenapa, sayang?" sahut gue di telinganya.

"lo liat bintang itu?" Echi menunjuk satu-satunya bintang yg bersinar di selatan langit.

"gue liat." jawab gue.

"seandainya gue jadi bintang itu, lo mau nggak tiap hari bolak-balik bumi-langit buat ketemu gue di sana?" itu pertanyaan teraneh yg pernah gue denger dalam hidup gue.

"kok nanyanya gitu?" gue tertawa kecil. "apapun akan gue lakukan buat elo, Chi." ciee...gue mulai gombal.

Echi diam merenungi kalimat gue barusan. gue memeluknya makin erat. ah, betapa gue ingin selalu seperti ini. bersama melewati malam dan tak pernah terganti sampai nanti.

beberapa menit kami sama-sama diam. hanya menatap langit tanpa bicara. tiba-tiba nada dering hp gue berbunyi dari kamar Indra. gue lagi nge charge soalnya jadi nggak gue bawa.

"bentar ya sayang, gue angkat telepon dulu." gue lalu bergegas ke kamar.

bokap gue dari kampung nelepon. hanya pembicaraan ringan menanyakan kabar gue di sini dan sedikit perlu dengan uang. nggak lama, hanya sekitar sepuluh menit lalu gue keluar lagi hendak menemui Echi.

"heyy..." gue berseru tertahan mendapati beranda kosong tanpa seorang pun di sana. "Chi, lo di mana say? mau maen petak umpet yah??"

gue tertawa sendiri. tapi bingung juga karena di sini nggak ada tempat buat bersembunyi. gue tunggu lima menit dia nggak muncul juga. maka gue cek ke bawah. gue coba tanya ke temen-temen yg gue kenal dan katanya mereka nggak memperhatikan karena lagi asyik di kamar masing-masing. gue coba keluar siapa tau Echi lagi di warung depan kos, tapi nggak ada juga.

maka gue memutuskan kembali ke atas, mencoba menghubunginya lewat hp. baru aja gue buka pintu kamar, hp gue berbunyi tanda sms masuk.

Gue balik dulu ya, Ri...

begitu pesan dari Echi. langsung gue balas seperlunya ditambah sedikit basa-basi seperti biasanya. gue lalu rebahan di kasur. jam kecil di atas televisi menunjukkan pukul setengah sembilan malam. sudah waktunya tidur. besok pagi-pagi gue harus ke kosan Echi dulu sebelum berangkat kerja karena pakaian ganti gue memang ada di sana. di kamar gue sendiri hanya ada beberapa untuk perlengkapan tidur.

"permisi.." seseorang mengetuk pintu kamar.

bergegas gue buka pintu dan gue lihat penghuni kamar seberang Indra berdiri menenteng gitar milik Indra.

"udah mau tidur ya Mas? ini gitarnya ketinggalan di luar, barangkali ilang kan sayang." dia menyerahkan gitar itu.

"eh iya Pak, tadi saya lupa. makasih banyak Pak."

beberapa saat setelah itu gue sudah rebahan lagi di kasur. malam ini gue pengen ditemani lagu-lagu Mariah Carey. gue cari kaset CD nya di tumpukan kaset di atas VCD lalu gue setel dengan volume seperlunya. damai sekali nampaknya malam ini.

gue pejamkan mata. dan bayangan-bayangan wanita berkaos kaki hitam mulai muncul di benak gue. gue buka mata dan seketika bayangan itu lenyap. saat gue pejamkan lagi mata gue, yg muncul di hadapan gue sekarang adalah wajah Echi.

senyuman teduhnya menghantarkan gue ke alam mimpi...
Page 3 of 476 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam