Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 406 of 476 | ‹ First  < 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 >  Last ›

super.telo - 18/05/2011 11:21 PM
#8101

ternyata udah update matabelo:

baca dulu ah linux2:
pujangga.lama - 18/05/2011 11:58 PM
#8102
Part 107 - April 2004
"Udah lengkap semua barang yg mau dibawa Ri?" nyokap gw membuka resleting ransel gw.

"Udah Mah," jawab gw sambil membalas sms di handphone. Nyokap gw melakukan pengecekan selama dua menit.

"Bekal makanannya udah dibawa?" tanya nyokap gw lagi.

"Sip. Udah lengkap semua Mah."

Nyokap gw menutup ransel dan berdiri. Gw juga berdiri.

"Ati-ati di jalan yah," kata nyokap gw.

"Pasti," gumam gw pelan.

"Kapan balik lagi Kak?" adik perempuan gw yg baru masuk SMA muncul dari dalam kamar.

"Emh ntar akhir tahun deh kalo ada libur pasti balik."

"Jangan lupa oleh-oleh dari Jawa ya. Laen kali bawa batik kek, kan katanya batik Jawa bagus-bagus tuh. Pengen tau batik Jogja kayak gimana."

"Huss kamu ini banyak mintanya," nyokap gw mengingatkan setengah becanda.

"Nggak papa lah Mah, kan Kak Ari juga baliknya setaun sekali pas lebaran doang. Oleh-oleh gitu doang mah wajib kudu lah."

"Huh kamu ini maunya."

Kami bertiga tertawa. Tawa yg lepas. Tawa yg selalu mengundang kerinduan untuk melakukannya lagi bersama-sama.

"Yaudah buruan berangkat nanti ketinggalan pesawat lho," nyokap gw mengingatkan.

"Eh iya. Nanti kalo ke sini ajak juga Kak Meva yaa?" celetuk adik gw.

"Meva?" nyokap gw memandang heran.

"Pacarnya Kak Ari."

"Wah kamu udah punya calon Ri?" nyokap gw antusias.

"Eh enggak kok," jawab gw buru-buru klarifikasi. "Itu...temen! Bukan pacar."

"Ah boong! Di dompetnya Kak Ari banyak tuh foto berduaan! Pake dinamain segala di belakangnya. Kalo bukan pacar kok dipajang di dompet yaa??"

"Enggak! Beneran bukan siapa-siapa ah!" gw malu.

"Ah masa siih??" adik gw seneng banget tuh godain gw.

"Yaudah bawa ke sini apa salahnya, kenalin ke Mamah sama Papah. Kalo cocok kan tinggal nyari tanggal aja," nyokap gw juga ikutan.

"Haduh apaan sih..." gw malu sekaligus mengamini dalam hati.

"Yaudahlah, Kakakku yg jelek! Ati-ati di jalan yah, kalo jatuh bangun sendiri lho," adik gw meluk gw. "Salam buat Kak Meva!!"

Gw jitak kepalanya.

"Jangan lupa ngabarin ya kalo udah sampe Jawa," kata nyokap gw.

Kali ini gw yg bergerak memeluk nyokap.

"Jangan lupa solat ya Ri," bisiknya di telinga gw. "Kita semua di sini selalu doain kamu."

"Makasih Mah. Ari pasti jalanin pesen Mamah..." jawab gw penuh haru. Gw memeluk nyokap gw erat.

Dan tanpa dapat ditahan lagi bulir airmata gw jatuh ke pipi. Rekaman kejadian dua tahun yg lalu terbayang dengan jelas seolah baru saja terjadi kemarin.

Benar, rasanya baru kemarin gw memeluk nyokap gw. Rasanya baru semalam gw dibacakan dongeng menjelang tidur masa kecil gw. Kecupan hangat di kiri kanan pipi gw tiap gw mudik, masih terasa lembut. Seolah semua baru saja terjadi beberapa saat yg lalu.

Tapi mendadak semua terasa jauh. Sangat jauh. Bahkan hampir tak tergapai. Pelukan itu, kecupan sayang itu, mendadak bias. Tersapu airmata yg kini mengalir butir demi butir.

Kalau saja gw tau bahwa saat itu adalah saat terakhir pertemuan kami, tentu gw akan ungkapkan betapa sebenarnya gw sangat menyayanginya. Akan gw ungkapkan betapa beruntungnya gw terlahir dari rahim seorang ibu yg bijaksana. Akan gw tunjukkan bangganya gw jadi seorang Ari, anak yg begitu menyayangi ibunya.

Dan dalam kesendirian malam itu gw senandungkan beberapa bait nada sekedar untuk menenangkan hati gw yg berkecamuk.

Mama...
Kau telah memberikan kehidupan padaku
Telah mengubahku dari seorang bayi menjadi lelaki dewasa

Mama...
Apa yg telah kau berikan
Adalah janji cinta seumur hidup

Dan sekarang aku tahu
Bahwa tak ada cinta seperti cinta seorang ibu pada anaknya
Dan sekarang aku tahu
Sebuah cinta yg sempurna
Suatu hari nanti harus pergi
Harus mengucapkan selamat tinggal

Selamat Tinggal adalah kata yg paling menyedihkan yg pernah ku dengar
Selamat Tinggal adalah saat terakhir ketika aku dapat memegangmu lebih erat

Suatu hari kau akan mengucapkan kata itu dan aku akan menangis
Mendengarmu mengucapkan selamat tinggal, itu akan menghancurkan hatiku

Mama...
Kau telah memberikan cinta padaku
Telah mengubahku dari seorang remaja menjadi lelaki dewasa

Mama...
Semua yg pernah kubutuhkan
Adalah jaminan bahwa kau mencintaiku
Karena aku tahu
Bahwa takkan ada cinta seperti cinta seorang ibu pada anaknya

Dan itu sangat menyakitkan
Bahwa sesuatu yg begitu kuat, suatu hari akan menghilang
Harus mengucapkan selamat tinggal

Tapi cinta yg telah kau berikan padaku akan selalu hidup
Kau akan selalu berada di sana setiap aku terjatuh
Kau adalah cinta yg paling hebat bagiku
Kau mengambil kelemahanku dan membuatku kuat
Dan aku akan mencintaimu hingga keabadian tiba

Dan ketika kau membutuhkanku
Aku akan selalu ada untukmu
Aku akan selalu ada sepanjang hidupmu
Aku akan selalu ada

Aku berjanji padamu, Mama..
Mama aku akan menjadi terang untuk melalui malam yg paling gelap
Aku akan menjadi sayap yg akan melindungimu dari perjalanan yg menyakitkan
Aku akan menjadi tempatmu berlindung dari amukan badai
Dan aku akan mencintaimu hingga keabadian tiba

Hingga saat kita bertemu lagi,
Hingga saat itu.....

**







rose: Mah, Ari bangga jadi anak Mamah rose:
raka.aiko - 19/05/2011 12:04 AM
#8103

thumbup: keren om updetannyamatabelo:
Ane jadi inget mamah di jawa \(Sepasang Kaos Kaki Hitam
yosua55555 - 19/05/2011 12:11 AM
#8104

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
"Udah lengkap semua barang yg mau dibawa Ri?" nyokap gw membuka resleting ransel gw.

"Udah Mah," jawab gw sambil membalas sms di handphone. Nyokap gw melakukan pengecekan selama dua menit.

"Bekal makanannya udah dibawa?" tanya nyokap gw lagi.

"Sip. Udah lengkap semua Mah."

Nyokap gw menutup ransel dan berdiri. Gw juga berdiri.

"Ati-ati di jalan yah," kata nyokap gw.

"Pasti," gumam gw pelan.

"Kapan balik lagi Kak?" adik perempuan gw yg baru masuk SMA muncul dari dalam kamar.

"Emh ntar akhir tahun deh kalo ada libur pasti balik."

"Jangan lupa oleh-oleh dari Jawa ya. Laen kali bawa batik kek, kan katanya batik Jawa bagus-bagus tuh. Pengen tau batik Jogja kayak gimana."

"Huss kamu ini banyak mintanya," nyokap gw mengingatkan setengah becanda.

"Nggak papa lah Mah, kan Kak Ari juga baliknya setaun sekali pas lebaran doang. Oleh-oleh gitu doang mah wajib kudu lah."

"Huh kamu ini maunya."

Kami bertiga tertawa. Tawa yg lepas. Tawa yg selalu mengundang kerinduan untuk melakukannya lagi bersama-sama.

"Yaudah buruan berangkat nanti ketinggalan pesawat lho," nyokap gw mengingatkan.

"Eh iya. Nanti kalo ke sini ajak juga Kak Meva yaa?" celetuk adik gw.

"Meva?" nyokap gw memandang heran.

"Pacarnya Kak Ari."

"Wah kamu udah punya calon Ri?" nyokap gw antusias.

"Eh enggak kok," jawab gw buru-buru klarifikasi. "Itu...temen! Bukan pacar."

"Ah boong! Di dompetnya Kak Ari banyak tuh foto berduaan! Pake dinamain segala di belakangnya. Kalo bukan pacar kok dipajang di dompet yaa??"

"Enggak! Beneran bukan siapa-siapa ah!" gw malu.

"Ah masa siih??" adik gw seneng banget tuh godain gw.

"Yaudah bawa ke sini apa salahnya, kenalin ke Mamah sama Papah. Kalo cocok kan tinggal nyari tanggal aja," nyokap gw juga ikutan.

"Haduh apaan sih..." gw malu sekaligus mengamini dalam hati.

"Yaudahlah, Kakakku yg jelek! Ati-ati di jalan yah, kalo jatuh bangun sendiri lho," adik gw meluk gw. "Salam buat Kak Meva!!"

Gw jitak kepalanya.

"Jangan lupa ngabarin ya kalo udah sampe Jawa," kata nyokap gw.

Kali ini gw yg bergerak memeluk nyokap.

"Jangan lupa solat ya Ri," bisiknya di telinga gw. "Kita semua di sini selalu doain kamu."

"Makasih Mah. Ari pasti jalanin pesen Mamah..." jawab gw penuh haru. Gw memeluk nyokap gw erat.

Dan tanpa dapat ditahan lagi bulir airmata gw jatuh ke pipi. Rekaman kejadian dua tahun yg lalu terbayang dengan jelas seolah baru saja terjadi kemarin.

Benar, rasanya baru kemarin gw memeluk nyokap gw. Rasanya baru semalam gw dibacakan dongeng menjelang tidur masa kecil gw. Kecupan hangat di kiri kanan pipi gw tiap gw mudik, masih terasa lembut. Seolah semua baru saja terjadi beberapa saat yg lalu.

Tapi mendadak semua terasa jauh. Sangat jauh. Bahkan hampir tak tergapai. Pelukan itu, kecupan sayang itu, mendadak bias. Tersapu airmata yg kini mengalir butir demi butir.

Kalau saja gw tau bahwa saat itu adalah saat terakhir pertemuan kami, tentu gw akan ungkapkan betapa sebenarnya gw sangat menyayanginya. Akan gw ungkapkan betapa beruntungnya gw terlahir dari rahim seorang ibu yg bijaksana. Akan gw tunjukkan bangganya gw jadi seorang Ari, anak yg begitu menyayangi ibunya.

Dan dalam kesendirian malam itu gw senandungkan beberapa bait nada sekedar untuk menenangkan hati gw yg berkecamuk.

Mama...
Kau telah memberikan kehidupan padaku
Telah mengubahku dari seorang bayi menjadi lelaki dewasa

Mama...
Apa yg telah kau berikan
Adalah janji cinta seumur hidup

Dan sekarang aku tahu
Bahwa tak ada cinta seperti cinta seorang ibu pada anaknya
Dan sekarang aku tahu
Sebuah cinta yg sempurna
Suatu hari nanti harus pergi
Harus mengucapkan selamat tinggal

Selamat Tinggal adalah kata yg paling menyedihkan yg pernah ku dengar
Selamat Tinggal adalah saat terakhir ketika aku dapat memegangmu lebih erat

Suatu hari kau akan mengucapkan kata itu dan aku akan menangis
Mendengarmu mengucapkan selamat tinggal, itu akan menghancurkan hatiku

Mama...
Kau telah memberikan cinta padaku
Telah mengubahku dari seorang remaja menjadi lelaki dewasa

Mama...
Semua yg pernah kubutuhkan
Adalah jaminan bahwa kau mencintaiku
Karena aku tahu
Bahwa takkan ada cinta seperti cinta seorang ibu pada anaknya

Dan itu sangat menyakitkan
Bahwa sesuatu yg begitu kuat, suatu hari akan menghilang
Harus mengucapkan selamat tinggal

Tapi cinta yg telah kau berikan padaku akan selalu hidup
Kau akan selalu berada di sana setiap aku terjatuh
Kau adalah cinta yg paling hebat bagiku
Kau mengambil kelemahanku dan membuatku kuat
Dan aku akan mencintaimu hingga keabadian tiba

Dan ketika kau membutuhkanku
Aku akan selalu ada untukmu
Aku akan selalu ada sepanjang hidupmu
Aku akan selalu ada

Aku berjanji padamu, Mama..
Mama aku akan menjadi terang untuk melalui malam yg paling gelap
Aku akan menjadi sayap yg akan melindungimu dari perjalanan yg menyakitkan
Aku akan menjadi tempatmu berlindung dari amukan badai
Dan aku akan mencintaimu hingga keabadian tiba

Hingga saat kita bertemu lagi,
Hingga saat itu.....

**







rose: Mah, Ari bangga jadi anak Mamah rose:


Turut Beduka cita om . .
berduka
:mewek
Semoga Mamahnya Om Ari Tenang Di Sana . .
Aminnn . . :angel
phebhex - 19/05/2011 12:13 AM
#8105

saat terakhir?? berduka

yang tabah ya om ary, \(

btw nice update om
obyz - 19/05/2011 12:13 AM
#8106

Quote:
Original Posted By pujangga.lama


part ke66 g bsa itu gan....

mohon di perbaiki Peace:
venusanjani1412 - 19/05/2011 12:26 AM
#8107

Quote:
Original Posted By yosua55555
Turut Beduka cita om . .
berduka
:mewek
Semoga Mamahnya Om Ari Tenang Di Sana . .
Aminnn . . :angel


ane juga yaa om berduka
njully - 19/05/2011 12:32 AM
#8108

abis baca update om ari ini , ane langsung peluk mama ane yg lagi tidur om \(
turut berduka ya om buat mamanya om ari ....

semoga mamanya om ari mendapat tempat terbaik di sisi-NYA , AMIN...
terus doain mamanya ya om \)

oot dikit ya om :

buat yg udah pm dan vm part 66 ke ane silahkan cekpm ya ...
oh iya kalo ada yg udah pm dan vm terus ga kekirim berarti kelewat ,nah solusinya pm atau vm ane lagi aja... soalnya ane kirim sampe ke 11 orang tadi, takut kelewat ...
terima kasih shakehand

--------------

kembali menunggu update linux2: linux2:
CSdnadychi - 19/05/2011 12:32 AM
#8109

Tiada yang lebih indah dari kasih sayang Ibu
Tiada yang lebih berharga dari senyuman Ibu
Tanpanya, apalah artinya bocah kecil ini?
doanya adalah kekuatan,
dan... ucapannya memupuk tekad.

Ane ikut berduka
Semoga Ibunda Om Ari tenang di dalam sana :mewek
Boringboyz - 19/05/2011 12:40 AM
#8110

teringat akan kenangan ane sama ibu ane setaun yg lalu
emang wanita nomor 1 yg ada dihati kita cuman ibu

D
.makibo. - 19/05/2011 12:43 AM
#8111

Quote:
Original Posted By yosua55555
Turut Beduka cita om . .
berduka
:mewek
Semoga Mamahnya Om Ari Tenang Di Sana . .
Aminnn . . :angel

jangan quote semua dong om,,, kasian kan yg pake hangpon army:
Quote:
Original Posted By obyz
part ke66 g bsa itu gan....

mohon di perbaiki Peace:

part 66 emang sengaja di edit karna sesuatu,,,mau tau isi part 66 bisa PM/VM kurir part 66 a.k.a njully army:
------------------------------------------------------------------------

part 106 : wah dah ada tanda2 tu om,.,.langsung sikat hammer:

meva langsung cemberut gitu,, kok malah meva yg bayar ya ngakaks


part 107 : jadi ingat mama di sebrang :mewek
cheuna - 19/05/2011 12:49 AM
#8112

Alhamdulillah masi ada mamah ane gan :mewek
jadi inget cerita waktu om ari masih boncengin nyokapnya naek sepeda \(
di part berapa ya??
ane masih belom bisa ngasih apa" buat nyokap nih, yang ada nyusahin aja.
Lalz - 19/05/2011 12:56 AM
#8113

Quote:
Original Posted By pujangga.lama




rose: Mah, Ari bangga jadi anak Mamah rose:


:mewek .. thanks y om uda ngingetin gmn kita hrs mensyukuri punya ortu yg sayang ma kita..

emank bnr tiada cinta & kasih sayang yg lebih bsr drpd seorang mama yg menyayangi anaknya..bahkan lbh sayang drpd ke dirinya sndiri \( \(

crt om jd inspirasi..ga slalu muluk bahas percintaan, cinta mama lebih besar dari cinta manapun di dunia ini...

smoga mama om ari selalu bahagia di alamnya & bangga liat anaknya spt skg ini \) selalu banggakan mama omm .. \) we support u \)


rose: rose: rose: tanda penghormatan \)
boy nio - 19/05/2011 01:12 AM
#8114

maap buat ts mengotori trid agan dengan komen ane
ane udah baca part 66 dan ya allah smoga meva tetep baik2 aja ya om
ane ga kuat tadi bacanya
kirim salam buat meva smoga dia baik2 aja
maaf sekali lagi maaf ane ngepost
padahal tadinya g mau
biar agan bisa selesai ceritanya dalam satu thread
pupuycute - 19/05/2011 01:28 AM
#8115

updetan om ari yg ini beda... makasih yah om udah ngingetin kita2 pada sosok seorang wanita bernama ibu/mamah... :angel
break.up - 19/05/2011 01:47 AM
#8116

Sabar ya om ari
Hujan yg kali ini turun telah membuat banjir yg besar sehingga cobaan yg dihadapi amat menyedihkan

Tapi kelak bakal berhenti hujan itu dan datang pelangi suatu saat nanti

D

Regards , Break.up
Sepasang Kaos Kaki Hitam
vchapyv - 19/05/2011 02:00 AM
#8117

hiks....

saaad...

sediiiih...

terharuuuu...

sayang mama bangeeet...

turut berduka ya oooom..

ooom skrng uda banggain mama ooom koq...

lTRANSFORMERSl - 19/05/2011 02:40 AM
#8118
wew capcaynya angka lg
jujur gua sedih bacanya... setiap kata2 gua dalami dan ternyata jleb bgt.

"seberapapun nakalnya kam, tunjukan pada ibumu bahwa kamu bkn hanya sekedar nakal"

beberapa rangkaian kalimat yg bikin gua instropeksi diri, dan berbakti kepada mamah. I LOVE YOU MOM

lanjut lg om ari iloveindonesia
harrizdway - 19/05/2011 07:42 AM
#8119

turut berduka...norose:
jadi kangen nyokap d rumah nih \(
thanx om malu:


Quote:
and I know a love so complete someday must leave...must say goodbye.....


berdukasSepasang Kaos Kaki Hitam
i4u4ever - 19/05/2011 09:41 AM
#8120

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
"Udah lengkap semua barang yg mau dibawa Ri?" nyokap gw membuka resleting ransel gw.

"Udah Mah," jawab gw sambil membalas sms di handphone. Nyokap gw melakukan pengecekan selama dua menit.

"Bekal makanannya udah dibawa?" tanya nyokap gw lagi.

"Sip. Udah lengkap semua Mah."

Nyokap gw menutup ransel dan berdiri. Gw juga berdiri.

"Ati-ati di jalan yah," kata nyokap gw.

"Pasti," gumam gw pelan.

"Kapan balik lagi Kak?" adik perempuan gw yg baru masuk SMA muncul dari dalam kamar.

"Emh ntar akhir tahun deh kalo ada libur pasti balik."

"Jangan lupa oleh-oleh dari Jawa ya. Laen kali bawa batik kek, kan katanya batik Jawa bagus-bagus tuh. Pengen tau batik Jogja kayak gimana."

"Huss kamu ini banyak mintanya," nyokap gw mengingatkan setengah becanda.

"Nggak papa lah Mah, kan Kak Ari juga baliknya setaun sekali pas lebaran doang. Oleh-oleh gitu doang mah wajib kudu lah."

"Huh kamu ini maunya."

Kami bertiga tertawa. Tawa yg lepas. Tawa yg selalu mengundang kerinduan untuk melakukannya lagi bersama-sama.

"Yaudah buruan berangkat nanti ketinggalan pesawat lho," nyokap gw mengingatkan.

"Eh iya. Nanti kalo ke sini ajak juga Kak Meva yaa?" celetuk adik gw.

"Meva?" nyokap gw memandang heran.

"Pacarnya Kak Ari."

"Wah kamu udah punya calon Ri?" nyokap gw antusias.

"Eh enggak kok," jawab gw buru-buru klarifikasi. "Itu...temen! Bukan pacar."

"Ah boong! Di dompetnya Kak Ari banyak tuh foto berduaan! Pake dinamain segala di belakangnya. Kalo bukan pacar kok dipajang di dompet yaa??"

"Enggak! Beneran bukan siapa-siapa ah!" gw malu.

"Ah masa siih??" adik gw seneng banget tuh godain gw.

"Yaudah bawa ke sini apa salahnya, kenalin ke Mamah sama Papah. Kalo cocok kan tinggal nyari tanggal aja," nyokap gw juga ikutan.

"Haduh apaan sih..." gw malu sekaligus mengamini dalam hati.

"Yaudahlah, Kakakku yg jelek! Ati-ati di jalan yah, kalo jatuh bangun sendiri lho," adik gw meluk gw. "Salam buat Kak Meva!!"

Gw jitak kepalanya.

"Jangan lupa ngabarin ya kalo udah sampe Jawa," kata nyokap gw.

Kali ini gw yg bergerak memeluk nyokap.

"Jangan lupa solat ya Ri," bisiknya di telinga gw. "Kita semua di sini selalu doain kamu."

"Makasih Mah. Ari pasti jalanin pesen Mamah..." jawab gw penuh haru. Gw memeluk nyokap gw erat.

Dan tanpa dapat ditahan lagi bulir airmata gw jatuh ke pipi. Rekaman kejadian dua tahun yg lalu terbayang dengan jelas seolah baru saja terjadi kemarin.

Benar, rasanya baru kemarin gw memeluk nyokap gw. Rasanya baru semalam gw dibacakan dongeng menjelang tidur masa kecil gw. Kecupan hangat di kiri kanan pipi gw tiap gw mudik, masih terasa lembut. Seolah semua baru saja terjadi beberapa saat yg lalu.

Tapi mendadak semua terasa jauh. Sangat jauh. Bahkan hampir tak tergapai. Pelukan itu, kecupan sayang itu, mendadak bias. Tersapu airmata yg kini mengalir butir demi butir.

Kalau saja gw tau bahwa saat itu adalah saat terakhir pertemuan kami, tentu gw akan ungkapkan betapa sebenarnya gw sangat menyayanginya. Akan gw ungkapkan betapa beruntungnya gw terlahir dari rahim seorang ibu yg bijaksana. Akan gw tunjukkan bangganya gw jadi seorang Ari, anak yg begitu menyayangi ibunya.

Dan dalam kesendirian malam itu gw senandungkan beberapa bait nada sekedar untuk menenangkan hati gw yg berkecamuk.

Mama...
Kau telah memberikan kehidupan padaku
Telah mengubahku dari seorang bayi menjadi lelaki dewasa

Mama...
Apa yg telah kau berikan
Adalah janji cinta seumur hidup

Dan sekarang aku tahu
Bahwa tak ada cinta seperti cinta seorang ibu pada anaknya
Dan sekarang aku tahu
Sebuah cinta yg sempurna
Suatu hari nanti harus pergi
Harus mengucapkan selamat tinggal

Selamat Tinggal adalah kata yg paling menyedihkan yg pernah ku dengar
Selamat Tinggal adalah saat terakhir ketika aku dapat memegangmu lebih erat

Suatu hari kau akan mengucapkan kata itu dan aku akan menangis
Mendengarmu mengucapkan selamat tinggal, itu akan menghancurkan hatiku

Mama...
Kau telah memberikan cinta padaku
Telah mengubahku dari seorang remaja menjadi lelaki dewasa

Mama...
Semua yg pernah kubutuhkan
Adalah jaminan bahwa kau mencintaiku
Karena aku tahu
Bahwa takkan ada cinta seperti cinta seorang ibu pada anaknya

Dan itu sangat menyakitkan
Bahwa sesuatu yg begitu kuat, suatu hari akan menghilang
Harus mengucapkan selamat tinggal

Tapi cinta yg telah kau berikan padaku akan selalu hidup
Kau akan selalu berada di sana setiap aku terjatuh
Kau adalah cinta yg paling hebat bagiku
Kau mengambil kelemahanku dan membuatku kuat
Dan aku akan mencintaimu hingga keabadian tiba

Dan ketika kau membutuhkanku
Aku akan selalu ada untukmu
Aku akan selalu ada sepanjang hidupmu
Aku akan selalu ada

Aku berjanji padamu, Mama..
Mama aku akan menjadi terang untuk melalui malam yg paling gelap
Aku akan menjadi sayap yg akan melindungimu dari perjalanan yg menyakitkan
Aku akan menjadi tempatmu berlindung dari amukan badai
Dan aku akan mencintaimu hingga keabadian tiba

Hingga saat kita bertemu lagi,
Hingga saat itu.....

**







rose: Mah, Ari bangga jadi anak Mamah rose:


Wah puisinya bikin terharu \(
Yang ane bold itu maksudnya . . . berduka
Turut berduka cita om berdukaberduka
Page 406 of 476 | ‹ First  < 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam