Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 409 of 476 | ‹ First  < 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 >  Last ›

aSkings - 21/05/2011 04:54 PM
#8161

ko part 107nya lompat jauh...
Chicharit014 - 21/05/2011 05:13 PM
#8162

Quote:
Original Posted By aSkings
ko part 107nya lompat jauh...


iya gan.. ane juga bingung tadinya.. berdukas berdukas berdukas

menunggu update coffee:




—Fenks™

army: rose: heart: & rainbow: rose: army:
bharam - 21/05/2011 06:01 PM
#8163

udah seru neh ceritanya, nunggu ampe agak banyak updateannya baru lanjut bacanya. aku rate ya kk.
Shalsha - 21/05/2011 07:42 PM
#8164

Terharu membaca part terakhir....
:mewek:
D 1 TO - 21/05/2011 08:03 PM
#8165

terharu ane gan baca part 107.. :mewek:
dtunggu updateannya gan..\)Sepasang Kaos Kaki Hitam
gergomancer - 21/05/2011 08:18 PM
#8166

ijin ambil kursi gan buat duduk malu
antoneubie - 21/05/2011 08:28 PM
#8167

waw lanjut omm ^^ terharu ane om baca part 107
pujangga.lama - 21/05/2011 10:07 PM
#8168
Part 108
Akan terasa sangat singkat seandainya kita menghitung waktu menuju satu titik bernama perpisahan. Bahwa kebersamaan selama ini, ternyata bukanlah waktu yg lama dan cukup untuk menggambarkan kehilangan yg dirasakan. Bahwa setiap hari yg telah dilalui, adalah momen yg paling berharga. Dan hari-hari yg tersisa, akan terasa lebih berharga lagi.

Belum habis duka gw ditinggal nyokap, beberapa waktu yg akan datang gw harus mulai membiasakan diri tanpa rekan kerja terbaik gw. Lisa, yg sudah dipastikan akan terbang ke Tokyo pertengahan Juni nanti, sudah mulai mengikuti pelatihan khusus Bahasa Jepang di Jakarta sejak awal April. Dia mendapatkan dispensasi untuk absen dari kegiatan kantor dan tinggal di Jakarta selama dua bulan ke depan. Posisinya digantikan Mbak Retno, salahsatu karyawan senior di tempat kami. Terasa sekali perbedaannya berganti mitra kerja dengan yg baru. Kaku dan samasekali nggak ada chemistry seperti yg sudah terbangun antara gw dan Lisa.

Meski berada di beda kota, Lisa masih sering contact gw. Dia selalu menanyakan kabar dan kerjaan di kantor. Jam bubar kerja jadi waktu yg rutin buat kami telepon-teleponan. Gw tau Lisa sebenernya nggak begitu menginginkan pekerjaan ini, tapi karena keprofesionalannya dia tetap menjalankan tugas sebaik mungkin. Benar-benar sosok wanita yg bertanggungjawab.

Dan di suatu malam ketika bulan purnama menampakkan diri sebelum waktunya..

Langit cerah dihiasi bintang malam yg indah. Gw duduk terdiam di atas kursi, menengadah ke atas memandang hiasan angkasa di langit. Bukan bintang-bintang itu yg membuat gw menengadahkan kepala. Tapi gumpalan airmata di pelupuk mata ini, yg pasti akan terjatuh kalau gw menundukkan kepala. Gw lebih memilih seperti ini daripada mesti menjatuhkan airmata.

Gw nggak mau menangis. Gw sudah lelah menangis. Hampir setiap hari airmata gw mengalir tanpa bisa sedikitpun gw tahan. Luka dalam hati gw karena kehilangan sosok wanita yg paling berjasa dalam hidup gw nggak mudah begitu saja terhapus. Kadang terbersit keinginan untuk pergi dari Karawang, dan mulai membangun hidup di kampung halaman. Gw pikir dengan lebih dekat keluarga di rumah, seenggaknya gw bisa berbagi kehilangan ini bersama-sama. Kesedihan ini nggak semestinya gw tanggung sendiri. Ada adik dan bokap gw yg pastinya akan terus men support gw dan berjuang bersama membangun kehidupan yg lebih baik.

Tapi ada alasan lain yg membuat gw bertahan di sini. Entah gw sadari atau nggak, gw nggak pernah bisa sehari saja nggak bertemu Meva. Rasanya aneh sekali, satu hari nggak liat wajahnya. Dialah alasan gw melanjutkan perjalanan di kota ini. Sebuah perjalanan tak tergantikan yg nantinya sangat menentukan kehidupan gw kelak. Meskipun jujur aja, sampai saat ini gw belum menemukan alasan yg tepat kenapa Meva bisa sepenting ini buat gw.

Huffft... Sambil terus memandangi langit malam yg bersih tanpa awan, beberapa kali gw harus berkedip dengan cepat untuk mencegah airmata gw jatuh. Setelah gw rasa airmata di mata gw sudah mengering baru gw tundukkan kepala gw.

Saat itulah mendadak dua tangan halus melingkar di dada gw. Beberapa helai rambut yg tergerai menimpa pipi gw. Dagunya tepat menempel di atas kepala gw. Wangi parfumnya yg khas, menyadarkan gw dari lamunan yg tadi sempat melayang entah ke mana.

"Purnama nya indah yaa..." katanya setengah berbisik. Dagunya bergerak di kepala gw ketika dia bicara.

"......."

"Langitnya bersih," lanjutnya. "Banyak bintangnya lagi. Indah yaa..."

"......."

Kami terdiam selama beberapa saat. Dia bergerak melepas pelukannya. Dua tangannya menepuk bahu gw pelan.

"Jangan sedih terus donk," bisiknya lagi. "Kita sekarang sama, ditinggal orang yg paling kita cintai di hidup kita. Gw tau gimana rasanya. Dan gw selalu bersedia kok dengerin curhatan elo. Apapun itu, selama bisa membuat lo merasa lebih baik, ungkapkan aja...."

"Thanks Va," jawab gw akhirnya.

Walaupun gw nggak liat, tapi dari gerakan dagunya gw tau dia tersenyum.

"Nggak perlu gw jelaskan gimana hancurnya gw dulu waktu ditinggal nyokap," kata Meva. "Dan nggak perlu juga gw banyak bicara buat ngehibur loe. Yg akan gw lakukan sekarang adalah sama kayak yg lo lakukan waktu itu ke gw. Gw mau bantu lo keluar dari masa-masa sulit lo, seperti dulu lo bantu gw bangun setiap kali gw jatuh. Gw mau jadi lilin kecil dalam gelapnya malam lo sekarang, sama kayak dulu lo terangi malam gw. Gw...."

Seperti ada air yg menetes di rambut gw. Buru-buru Meva mengusapnya beberapa kali.

Gw bisa merasakannya. Degupan jantung Meva, berdetak di tengkuk gw. Selama beberapa saat kami terdiam. Cuma desiran angin yg jadi lagu malam kami.

"Gw sayang lo Ri...."

"......."

Gw sudah nggak bisa menahannya. Airmata gw mendadak mengalir deras tanpa tertahan.

Gw pejamkan mata gw, berusaha untuk berhenti menangis.

"......."

Jari-jari halus itu mengusap airmata gw.

"Jangan sedih lagi yaa....."

"......."

Gw diam. Meva juga diam.

Gw pandangi langit tanpa bicara sepatah kata pun. Ah, malam ini mendadak bulannya indah sekali.......
2Drunk2Kill - 21/05/2011 10:18 PM
#8169

semakin speechless membaca part 108 ini :mewek

"Gw sayang lo Ri...."

udah mau mendekati nih kyanya D haha
opotaopo - 21/05/2011 10:23 PM
#8170

Ayo om lanjutin yg part 109 ni
mumpung gak malming ni ane
hahaha
R4518WE - 21/05/2011 10:27 PM
#8171

om arii..........:mewek
updatan kali ini bener2 bikin gw spechles bgt
barracuda007 - 21/05/2011 10:34 PM
#8172

Quote:
Original Posted By pujangga.lama

Gw sudah nggak bisa menahannya. Airmata gw mendadak mengalir deras tanpa tertahan.

Gw pejamkan mata gw, berusaha untuk berhenti menangis.

"......."

Jari-jari halus itu mengusap airmata gw.

"Jangan sedih lagi yaa....."

"......."

Gw diam. Meva juga diam.

Gw pandangi langit tanpa bicara sepatah kata pun. Ah, malam ini mendadak bulannya indah sekali.......

seandainya gw yg berada diposisi om ari pasti mewek juga \(

pacar jauh jd malming baca update... hammer
vchapyv - 21/05/2011 10:37 PM
#8173

oooooom....

ga bisa comment apa"....

jadi dirimu jawab apa tuuu???penasarann...

jujur update ini bikin dirikuuuuuu tak bisa berkata-kataaa,,,,
ihsanvoo - 21/05/2011 10:45 PM
#8174

part 108 ny kyaknya saat2 plg sulit buat dlalui kn om!! :matabelos Kl sj ga ad meva mgkn om Ari lgsg pulkam itu...D Tp ane g nyangka jg si Meva ny jg pintar mposisikn diri dy bwt om Ari.. Yg beda jauh tntunya dgn krakter dy sjauh ini yg ane baca.. Lanjut omm updatenya...! :thumbup ilovekaskusSepasang Kaos Kaki Hitam
cowoktomboi - 21/05/2011 10:49 PM
#8175

akhirnya ane percaya bahwa Emansipasi Wanita itu emang ada...
Wanita boleh bilang sayang duluan... malus:
.makibo. - 21/05/2011 10:51 PM
#8176

wahhh dah di update ternyata D

bener2 ngersain kesedihannya om ari \(

sabar ya om, btw meva dah ngucapin tu om,, wahhh apa yg akan terjadi di part berikutnya,,, bingung:

yg pasti ane bakal nunggu sampai tread ne kelar,,,,n kayaknya bentar lagi bakal kelar neh D

sekalian nunggu update selanjutnya om linux2:
shagzter - 21/05/2011 10:57 PM
#8177

gw yakin, kepergian ibunda tercinta membuat perubahan besar terhadap hidup & cara pandang om ari.
surya90 - 21/05/2011 10:58 PM
#8178

finally, meva mengungkapkan rasa sayangnya ke om ari.. begitu hangat dan menyentuh heart:

yang tabah ya om \)Sepasang Kaos Kaki Hitam
njully - 21/05/2011 11:02 PM
#8179

Yassalaaaaaaam \(

Jadi pengen nangis baca part 108 :mewek
Benar2 menyentuh pemilihan kata2 om ari, sehingga para pembaca disini pasti bisa merasakannya \(

Ane lagi ditongkrongan sama temen2 ane mendadak jadi mellow bareng nih baca part 108 malu:Sepasang Kaos Kaki Hitam
brian194 - 21/05/2011 11:19 PM
#8180

yassalamm.
ga ketahan lagi pngn comment.

terharu banget om.
:mewek
Page 409 of 476 | ‹ First  < 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam