Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 476 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

pujangga.lama - 17/10/2010 11:21 PM
#81

terimakasih buat semua comment nya shakehand

gw senang sekali curhatan gw mendapat respon positif dari kalian malu:

tunggu aja yh pasti gw selesaikan thread ini sampai ending nya shakehand
Chocomocca - 18/10/2010 03:14 AM
#82

wah bikin penasaran banget..
di tunggu segera update nya bro...

ga sabar nih D
dinda.manis - 18/10/2010 10:20 AM
#83

takut
ceritanya jd tragis gini. dan berdarah-darah pula..

lanjuuuut om. thumbup:
pujangga.lama - 18/10/2010 05:59 PM
#84
Part 12
"heyy...apa yg terjadi? lo baik-baik aja kan?!" gue gedor pintunya berkali-kali. "buka pintunya!"

panik. berapa kali pun gue memutar handle pintu itu bergeming. tidak ada respon dari orang di dalam. hanya suara tangisnya yg kini lenyap.

"minggir.." Indra memasang kuda-kuda. gue menepi dan kemudian dia menghempaskan tubuhnya ke pintu berusaha mendobraknya.

"aaaaarrggggh..." suara Indra terdengar miris. dia terhuyung mundur sambil pegangi kaki kanannya yg kesakitan akibat benturan tadi.

"ah lo belagak di film laga aja," komentar gue. aneh memang di saat seperti ini gue pengen ketawa.

cairan merah di bawah pintu masih menjalar sampai nyaris menyentuh ujung kaki gue. gue gedor lagi pintunya. tetap tidak ada jawaban.

"bongkar aja jendelanya," Indra mengusulkan. "nih ambil obengnya di bagasi motor gue."

dengan gelagapan gue menangkap kunci yg dilemparnya. bergegas gue turuni tangga menuju tempat parkir di bawah. bukan tempat parkir khusus memang, hanya halaman kosong yg cukup luas di depan bangunan kamar-kamar ini.

"lagi ngapain lo Ri sama motor gue?" seorang penghuni kamar di bawah muncul ketika gue bersikeras memutar kunci bagasi salahsatu motor di sana.

"gue mau ambil obeng punya Indra, tapi kok nggak kebuka-buka ya dari tadi?" gue sedikit menggerutu.

"jelas nggak bisa. itu kan R* King gue? punya Indra mah yg itu tuh, yg plat nya 'W'."

"upz, sorry bos. gue buru-buru soalnya."

dan semenit kemudian gue sudah berlari lagi menaiki tangga menuju lantai atas. sempat terpeleset dua kali, gue tiba di sana tepat sesaat setelah Indra terhuyung lagi. rupanya dia masih berusaha mendobrak pintu.

"minggir," giliran gue yg beraksi. dengan cekatan gue berhasil melepas engsel jendela kurang dari dua menit.

jantung gue berdebar menebak-nebak apa yg akan gue lihat di balik jendela ini. ada sebuah gorden warna merah terpasang di lubang jendela. bersama Indra gue turunkan daun jendela dan menyandarkannya ke tembok.

"lo aja yg masuk, gue nggak bisa lompat," kata Indra.

nggak butuh instruksi yg ke dua kali buat gue menyibak gorden merah itu dan bau amis langsung menyeruak menusuk hidung. gue sibakkan lebih lebar sementara mata gue terperangah menatap pemandangan di dalam ruang kecil berukuran nggak lebih dari 4x4 meter itu.

sebuah ruangan dengan pencahayaan redup dari bohlam kuning yg kusam yg tergantung di atap. keadaannya nyaris gelap dan gue harus memicingkan mata supaya bisa melihat lebih jelas. sampai akhirnya mata gue bisa beradaptasi dengan kegelapan di dalam sana tangan gue meraba pintu dan membuka gerendelnya.

gue dan Indra segera masuk ke kamar pengap itu. yg pertama menarik perhatian gue adalah bercak darah di depan pintu, yg tadi mengalir keluar lewat celah sempitnya. nampak seperti bekas diseret dan tetesan-tetesannya menitik menuju ruangan yg lebih kecil di sana, kamar mandi. gue dan Indra saling pandang. rasanya kali ini pikiran kami sejalan. maka buru-buru kami buka pintu kamar mandi dan.....baru kali ini gue melihatnya!!

perempuan itu setengah bersandar pada bak mandi kecil di sana. dia mengenakan pakaian lengkap plus kaos kaki merah, ups itu bukan kaos kaki merah. itu darah!!

darah yg mengalir deras hampir menutupi kedua betisnya. kedua telapak tangan perempuan ini juga bersimbah darah. dan di samping tubuhnya ada sebuah belati kecil berlumuran cairan merah.

gue nyaris muntah melihat ini semua. tubuh gue bergetar lebih cepat dari detakan jantung gue.

penampilan perempuan itu sangat mengenaskan. dengan sebagian rambut panjangnya yg menutupi wajah, gue masih bisa mendengar dia terisak pelan menahan sakit.

"gotong dia keluar," kata Indra.

baru saja gue hendak meraih punggungnya ketika tiba-tiba dia mengambil belati dan mengacungkannya tepat di wajah gue.

"jangan sentuh gue!!" teriaknya parau. melengking dan tercekat. mengerikan untuk didengar.

gue diam. Indra juga diam. menunggu apa yg mungkin terjadi.

"keluar kalian!" teriaknya lagi tetap dengan pisau yg teracung di wajah gue.

"tenang Mbak...kita nggak ada maksud apa-apa kok," gue coba berdiplomasi.

"kalian brengsek!! kalian sama aja dengan mereka!!" dia menangis. lebih kencang. sambil tangan yg memegang belati dipukul-pukulkan ke dinding bak mandi. ada kengerian sendiri saat mendengar tiap helaan nafas yg dia lakukan.

"lebih baik kalian pergi..." suaranya lebih rendah sekarang.

gue dan Indra saling pandang. lalu seolah dikomando, gue cekal pergelangan tangannya dan sebisa mungkin gue lepas belati di genggamannya. bunyinya bergemerincing saat mata pisau beradu dengan lantai. perempuan itu sempat memberontak tapi tenaganya yg lemah menjadi sia-sia melawan kami.

dengan kaki dan tangan yg masih kejang-kejang memberontak dia berusaha melepaskan diri. untung tangan gue berhasil menutup mulutnya mencegah dia berteriak menarik perhatian yg lain.

"bawa ke kamar gue dulu," kata Indra. "biar nggak memancing keributan."

dan walau susah payah beberapa saat kemudian kami berhasil memindahkannya ke atas kasur di kamar Indra...
wildslashx - 18/10/2010 06:17 PM
#85

anjrit horor bener takuts

lanjut lagi dong om...itu ceritanya si ceweknya ngegugurin kandungan sendiri? apa percobaan bunuh diri? asli horor ini mah.. takuts
harrizdway - 18/10/2010 06:35 PM
#86

Quote:
Original Posted By wildslashx
anjrit horor bener takuts

lanjut lagi dong om...itu ceritanya si ceweknya ngegugurin kandungan sendiri? apa percobaan bunuh diri? asli horor ini mah.. takuts


benerr om..
asli ini cerita bikin tegang n penasaran !
takut takut takut

mari menunggu update TS aja, ada apa sebenernya sama cewek itu bingung:Sepasang Kaos Kaki Hitam
adi.dragneel - 18/10/2010 06:37 PM
#87

Quote:
Original Posted By wildslashx
anjrit horor bener takuts

lanjut lagi dong om...itu ceritanya si ceweknya ngegugurin kandungan sendiri? apa percobaan bunuh diri? asli horor ini mah.. takuts


asumsi gue udah terwakili... Peace:
pujangga.lama - 18/10/2010 09:15 PM
#88

semoga terjawab di update selanjutnya yaah D
andro1d - 18/10/2010 10:59 PM
#89

wiiiddiiiih.. numpang ngontrak dimari jg oom.. cepet apdet lg yak oom.. mangztab ni ceritanya
Chocomocca - 18/10/2010 11:55 PM
#90

gile gw merinding baca nya takut
ga sabar nunggu update, penasaran banget..
harizdway - 19/10/2010 12:41 AM
#91

Quote:
Original Posted By Chocomocca
gile gw merinding baca nya takut
ga sabar nunggu update, penasaran banget..


geseran dikit om,,,gw jg nunggu update dimari ah coffee:Sepasang Kaos Kaki Hitam
AngelInTheDark - 19/10/2010 09:27 AM
#92

seruu !!

bener2 mendebarkan dan bikin merinding neh cerita. keep update om
dimesumin - 19/10/2010 10:50 AM
#93

Quote:
Original Posted By AngelInTheDark
seruu !!

bener2 mendebarkan dan bikin merinding neh cerita. keep update om


lo juga apdet om mad:
AngelInTheDark - 19/10/2010 11:00 AM
#94

Quote:
Original Posted By dimesumin
lo juga apdet om mad:


ssstt,, gak boleh oot disini. ntar TSnya marah.
pujangga.lama - 19/10/2010 12:16 PM
#95
Part 13
"DIAM!!!" sebuah tamparan mendarat di pipi kiri wanita itu. seketika dia berhenti memberontak.

dengan cukup terkejut gue menatap bergantian Indra dan wanita itu. gue nggak nyangka Indra akan melakukan hal itu, menampar si wanita.

"gue mau nolong lo...please lo jangan berontak terus," suara Indra terdengar bergetar.

wanita itu diam. nafasnya terengah-engah. saat ini seprai kasur Indra yg berwarna putih sudah nyaris ber metamorfosa jadi warna merah gara-gara darah yg terus mengucur dari kaki si wanita ini.

"Ri, lo lap dulu lukanya. gue bikin perban deh," Indra bergegas membuka lemari baju dan mulai menggunting di bagian depan dan belakang baju yg dia ambil.

"sorry," gue pegang kaki wanita itu dan mulai menyeka darah dari kakinya dengan secarik kaos yg diberikan Indra tadi.

lukanya cukup dalam. meski sekarang darah yg mengucur nggak sebanyak di awal tadi. wanita itu meringis kesakitan saat gue menyentuh lukanya.

and did you know? yg bikin gue merinding bukan darahnya, tapi bekas luka yg ada di sekujur kaki wanita itu, memaksa gue menelan ludah menahan ngeri. banyak sekali luka sayatan di sana, mulai dari paha sampai telapak kaki!! kebanyakan luka lama yg membekas dan belum sepenuhnya menutup, dan ada tiga luka baru yg gw lihat masih mengucurkan darah. rupanya luka inilah yg membuat kami mandi darah hari ini.

saat itu si wanita mengenakan celana jeans pendek biru, tapi sekarang sudah nyaris menjadi merah juga. dan gue bener-bener shock nyaris pingsan melihat semua goresan luka sayat di kaki wanita itu.

apa yg sebenarnya terjadi?? kenapa bisa begitu banyak luka?? siapa yg melakukan ini padanya??? percobaan pembunuhan kah?? atau bunuh diri?? karena di kamar tadi nggak ada orang lain selain wanita itu.

aah, pertanyaan-pertanyaan gila ini mendadak memenuhi ruang kecil di otak gue yg nyaris saja pecah menerima kengerian di depan gue. seumur hidup baru kali ini gue mengalami yg seperti ini!!

dengan beberapa potongan panjang kain dari kaos yg diguntingnya, Indra membalut betis wanita itu. gue sendiri berinisiatif mengelap darah dari tangan si wanita. dia nampaknya sudah lebih menguasai diri sekarang.

dia masih menangis pelan. dari wajahnya gue bisa melihat ada penderitaan yg teramat dalam di sana. entah apa itu, mungkin sesuatu yg sangat sulit untuk dihadapi.

wanita berkaos kaki hitam....kali ini tanpa kaos kaki hitamnya. tunggu, apa dia memakai stocking panjang itu untuk menutupi luka-luka di kakinya?? kalau dilihat dari bekasnya, luka-luka itu jelas adalah luka yg dibuat beberapa waktu yg lalu. cukup lama. berarti, apa mungkin dia sendiri yg membuatnya? tapi untuk apa dia melukai dirinya sendiri?? bukankah itu menyakitkan?? apa tujuannya melakukan hal itu??

huuffftt......gue sandarkan punggung ke dinding. hanya bisa menatap wanita yg tergeletak lemah di atas kasur. mungkin dia tertidur. Indra sudah selesai membalut dan dia baru keluar dari kamar mandi setelah mencuci bekas darah di tangannya.

"buruan mandi, kita akan bawa dia ke rumah sakit," kata Indra.

"jangan...." wanita itu berkata lirih. "jangan bawa gue ke rumah sakit. jangan bawa gue ke sana.."

"eh, cewek aneh. lo itu mengalami luka serius. lo butuh pertolongan yg layak."

"nama gue Mevally, bukan cewek aneh."

Mevally..........akhirnya gue tau namanya.

"oke lah siapapun nama elo, kita harus ke rumah sakit. H-A-R-U-S!!"

"gue nggak apa-apa!" Mevally mencoba bangkit dan duduk.

"nggak apa-apa lo bilang??" Indra kernyitkan dahi. "mandi darah gitu lo bilang nggak apa-apa??? lo nggak ngerasain sakit apa??! gue yg liatnya aja ngeri!"

"gue nggak apa-apa! gue udah biasa!" Meva bersikeras menolak.

hey..apa maksudnya udah biasa?? apa wanita ini benar-benar gila untuk melukai dirinya sendiri??!

"terus, lo pikir lo hebat gitu?? dengan semua luka di kedua kaki lo, lo pikir lo cewek keren?? lo anak Banten yah?" Indra mencibir.

Meva menangis lagi sambil terduduk. gue yg sejak tadi diam mendengarkan jadi iba dengannya. pasti beban di pikirannya sudah melebihi batas yg sewajarnya. ada semacam guncangan hebat yg menerpa dirinya gue yakin.

gue geleng kepala melihat penampilan cewek yg satu ini. sangat acak-acakan. dengan rambut basah oleh keringat dia nampak semakin berantakan.

"ya udah kalo gitu lo tidur aja dulu," gue angkat bicara. "jangan nangis aja."

gue ambilkan segelas air dan menyerahkannya ke Meva. dia memegangnya dengan bergetar.

"minum," kata gue.

dia menurut.

"makasih," ujarnya pelan seraya mengembalikan gelas ke gue.

"lo tiduran aja dulu, jangan banyak gerak." gue membimbingnya merebahkan badan di kasur.

gue sandarkan lagi punggung gue ke dinding. memandang kosong sosok wanita yg tertidur di depan gue. hari ini seperti mimpi. dari dulu gue memang pengen tau tentang wanita ini. tapi bukan dengan cara semacam ini. entahlah, gue harus bersyukur atau apa.

wanita berkaos kaki hitam. dia memang wanita yg misterius........
neverlandsea - 19/10/2010 12:21 PM
#96

wow!! udah apdet.. thx ya..

mana lg neh??? iloveindonesia
harrizdway - 19/10/2010 02:14 PM
#97

akhrnya mulai terungkap jg siapa wanita itu...army:

update lg dong om ari DDD
adi.dragneel - 19/10/2010 02:19 PM
#98

ah ternyata bneran manusia hammer: dari part kemaren juga udah ketauan yakl hammer:
udah ada namanya matabelo: saya berasumsi dia frus tasi karena sesuatu,..apakah itu ?? mari tunggu update selanjutnya ngacir:
wildslashx - 19/10/2010 04:29 PM
#99

Quote:
Original Posted By harrizdway
benerr om..
asli ini cerita bikin tegang n penasaran !
takut takut takut

mari menunggu update TS aja, ada apa sebenernya sama cewek itu bingung:Sepasang Kaos Kaki Hitam


Quote:
Original Posted By adi.dragneel


asumsi gue udah terwakili... Peace:


Quote:
Original Posted By adi.dragneel
ah ternyata bneran manusia hammer: dari part kemaren juga udah ketauan yakl hammer:
udah ada namanya matabelo: saya berasumsi dia frus tasi karena sesuatu,..apakah itu ?? mari tunggu update selanjutnya ngacir:


nah sekarang giliran asumsi gw terwakili sama adi D

sekarang yang jadi pertanyaan apa motif dia melakukan hal itu? dia terkesan waras kok, terbukti masih mengucapkan kata2 makasih setelah dikasih minum..
kalo spekulasi gw, dia punya trauma masa lalu karena sesuatu hal, atau mungkin sakit hati yang tak bisa ditahan, dan mengconvertnya kedalam bentuk siksaan fisik..

mari kita tunggu bersama update selanjutnya linux2:

merinding sendirian baca ini takuts
Chocomocca - 20/10/2010 02:40 AM
#100

mungkin dia penganut ajaran "rasa sakit itu baik"... ?D

well, di tunggu update nya ya..penasaran nih...
Page 5 of 476 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam